Kalau berbicara tentang masalah hidup, seakan-akan nggak ada habisnya. Setiap saat ada aja masalah yang menganggu kehidupan kita. Baik itu tentang perekonomian kita, pertengkaran keluarga, tekanan mental dalam pekerjaan, masalah cinta dgn pasangan kita, kebutuhan hidup yang kurang mencukupi, masih banyak lagi seribu satu macam masalah yang sering melanda kehidupan kita. Pertanyaannya, kalau Tuhan benar2 mengasihi kita mengapa masalah datang seakan tiada habisnya? Mengapa Tuhan mengijinkan masalah datang dalam hidup kita? Mengapa Tuhan membiarkan airmata kita menetes karena beratnya masalah yang ada? Mengapa Tuhan membiarkan kita menderita dengan berbagai macam masalah?
Begitu banyak pertanyaan yang seringkali muncul dalam pikiran kita saat dilanda kebingungan, kecemasan, keterpurukan, keputusasaan akibat dari masalah yang datang. Namun benarkah Tuhan membiarkan kita sendirian menghadapi semua masalah? Sama sekali tidak. Dalam Yesaya 46:4 berkata bahwa sampai pda masa tua kita bahkan sampai memutih rambut kita, Tuhan akan selalu menggendong kita dan Ia mau melakukannya untuk kita. Tuhan nggak akan pernah membiarkan kita untuk sendirian berjalan di dunia ini, sebab tanpa Tuhan kita tidak mampu bertahan dari semua tantangan. Namun kenapa masalah selalu saja muncul dalam kehidupan kita? Ingat Tuhan nggak pernah memberikan masalah dalam hidup kita, tetapi iblislah yang mengirimkan semua masalah menerjang langkah kehidupan kita, sebab iblis tahu betapa indah dan besarnya masa depan yang Tuhan beri bagi kita, sehingga ia tidak ingin kita merasakan pekerjaan Tuhan.
Dalam Bilangan pasal 13 dan 14 menceritakan tentang 12 orang pengintai yang dikirim untuk mengintai negeri Kanaan. Ketika lewat 40 hari masa pengintaian, kembalilah mereka kepada bangsa Israel dan Musa. Namun 10 orang yang kembali malah datang dengan membawa kabar pesimis bahwa mereka tidak akan bisa merebut negeri Kanaan karena penduduknya yang demikian gagah perkasa, kuat, serta berperawakan seperti raksasa, sehingga bangsa Israel yang mendengarnya menjadi bersungut-sungut dan kecil hati untuk merebut tanah Kanaan. Hanya Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun saja yang tetap optimis bahwa mereka dapat merebut tanah Kanaan karena mereka percaya bahwa Tuhan selalu beserta dengan mereka.
Inilah seharusnya yang dimiliki oleh orang kristen saat ini, yaitu bukan memandang masalah besar yang didatangkan oleh iblis, tapi tetap memfokuskan mata iman kita pada Tuhan yang sangat besar kuasa-Nya seperti yang dilakukan oleh Yosua dan Kaleb, sehingga Tuhan mengijinkan mereka berdua menduduki negeri Kanaan bersama keturunan mereka. Jangan kita menjadi seperti bangsa Israel yang mendukakan hati Tuhan dengan tidak memegang iman mereka dihadapan Tuhan, sehingga mereka tidak diijinkan Tuhan untuk mendiami negeri Kanaan sebagai akibat dari ketidakpercayaan mereka. 1 Yohanes 5:4-5 berkata sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain daripada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? Jadi sesungguhnya kita semua ini lebih dari pemenang karena kita telah percaya pada Yesus. Kita telah mengalahkan dunia dengan iman kita pada Yesus, karena dunia tidak dapat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita dapat mengalahkan masalah dengan iman kita pada Yesus. Masalah kita sungguh tak ada apa-apanya kalau kita benar-benar memiliki iman yang membara seperti yang ditunjukkan oleh Kaleb, sehingga dengan imannya ia menerima bagian milik pusakanya di negeri Kanaan yang diberikan oleh Tuhan sebagai hasil dari imannya. Karena itu jangan sampai kita menjauh dari berkat yang telah disediakan oleh Bapa dengan adanya masalah yang menghalangi langkah kehidupan kita, yang diberikan oleh iblis. Jangan sampai mata iman kita tertutupi oleh masalah yang ada, itu semua cuma tipuan iblis bahwa tidak ada lagi harapan bagi kita untuk menghadapi setiap masalah.
Iblis adalah bapa segala dusta dan penipu, sehingga ia berusaha menghalang-halangi kita dari berkat yang tersedia di depan kita. Lihatlah kehidupan Yusuf yang dibuang oleh saudaranya, dijual sebagai budak, dimasukkan dalam penjara, namun siapa sangka dengan semua kejadian yang ia alami malah mengantarkan dia menjadi penguasa di Mesir. Lihatlah betapa berkuasanya Tuhan mengubah setiap masalah yang diberikan oleh iblis menjadi sebuah jalan untuk meraih berkat Tuhan. Karena itu jangan takut, kecewa, sedih, berkecil hati dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Karena setiap masalah yang ada dapat diubahkan oleh Tuhan sebagai saluran berkat bagi kita asal kita memiliki iman yang teguh pada Dia.
Yohanes 16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.
Jika kita benar-benar tinggal dalam Yesus, maka apapun masalah yang menerpa kehidupan kita, akan ada damai sejahtera yang kita rasakan dalam Yesus. Dan jika kita benar-benar percaya bahwa Yesus telah mengalahkan dunia ini, maka sesungguhnya kita telah mengalahkan semua masalah kehidupan kita dengan iman yang kita miliki dalam Yesus. Jadi jangan mau dikalahkan oleh masalah kehidupanmu, tetapi hadapilah setiap masalahmu bersama Yesus, karena akan kemenangan dan berkat yang telah disediakan oleh Yesus dibalik semua masalah hidupmu. Berbahagialah dan bersukacitalah sebab Yesus telah memberikan kemenangan bagi setiap permasalahan hidup kita dan bahwa kita semua adalah umat pemenang di dalam Tuhan. Bangkitlah dan raihlah kemenangan iman dalam Yesus untuk mengalahkan setiap masalah yang ada, karena Tuhan telah memberi kita kemenangan dalam setiap permasalahan yang menimpa kita.
Sekretariat : Jalan Bibis IV/2 Surabaya 60161. Telp. (031)3521551 Fax. (031)3534808
JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label "EKKLESIA GENERATION". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "EKKLESIA GENERATION". Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 Maret 2010
Senin, 22 Maret 2010
Renungan: Bait Allah (Chapter 1)
Bait Allah adalah tempat tinggal Allah di mana Allah berkenan diam selamanya. Zaman perjanjian Allah, para bangsa Israel saat keluar dari Mesir menuju Kanaan menamai bait Allah sebagai kemah suci Tabernakel, di mana dalam kemah tersebut terbagi menjadi beberapa ruangan. Setiap bangsa Israel berjalan melanjutkan perjalanan, kemah ini dibongkar lalu dipasang lagi. Kemah ini memang memiliki sistem bongkar pasang. Pada zaman raja Salomo, raja Salomo membuat bait Allah yang berupa bangunan yang sangat megah yang tidak memiliki sistem bongkar pasang, sebab bangsa Israel sudah menduduki negeri Kanaan sehingga tidak perlu lagi mendirikan kemah suci dengan sistem bongkar pasang.Bait Allah yang dibangun oleh raja Salomo ini sangat megah, namun yang menjadi keistimewaan bait Allah yang dibangun Salomo ini bukanlah kemegahannya, melainkan hadirat Allah yang begitu nyata menaungi bait Allah saat diadakan ibadah oleh segenap jemaah Israel.
Teman-teman boleh baca di 2Tawarikh 7:1-3 dimana menjelaskan bagaimana hadirat Allah menaungi bait Allah dan para imam, dan seluruh jemaah Israel dapat melihat dan merasakan sendiri hadirat dan kemuliaan Allah, lalu mereka langsung mengucap syukur dengan hadirat Allah tersebut. Namun sayangnya dalam kitab raja-raja dan tawarikh menceritakan bagaimana bait Allah yang dibangun oleh Salomo itu mengalami kehancuran karena berbagai serangan dari bangsa2 lain, sebagai akibat dosa para bangsa Israel beserta raja-rajanya yang berlaku jahat dan tidak lagi mengikut Tuhan, sehingga hadirat Allah menjauh dari mereka. Dalam Kisah para rasul 7:48-49 menjelaskan bahwa Tuhan tidak akan tinggal dalam buatan tangan manusia. Ayat 49: Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikianlah firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi tempat perhentian-Ku?
Hal itu menyatakan bahwa Tuhan tidak ingin tinggal dalam rumah buatan manusia, bukan berarti Tuhan mengingkari firman-Nya kepada Daud yang menyatakan bahwa Salomo akan mendirikan bait Allah. Tetapi karena bangsa Israel sendiri yang memberontak dengan melakukan dosa dihadapan Tuhan bahkan tidak lagi menjaga kekudusan bait Allah, sehingga hadirat Allah menjauh dari mereka. Namun itu tidak menyatakan bahwa Tuhan enggan melakukan persekutuan dengan mereka, bahkan berkali-kali Tuhan menegur bangsa Israel untuk mendekat pada mereka. Bukan berarti Tuhan tidak lagi ingin menyatakan hadirat dan kemuliaan-Nya pada kita.
Namun Tuhan ingin memilih tempat-Nya sendiri untuk tinggal, yaitu Ia ingin tinggal dalam hati setiap dari orang yang percaya pada-Nya. Kita yang hidup sebagai orang percaya ini adalah bait Allah yang hidup, di mana Allah sendiri berkenan diam dan hadir dalam hidup kita sehingga kita dapat senantiasa merasakan hadirat Allah yang luar biasa dalam kita. Karena itu kita memiliki nilai yang lebih tinggi dari bait Allah yang dibangun oleh tangan manusia, sebab kita hidup bukan karena manusia yang membentuk kita, namun Tuhan sendiri yang membentuk kita dengan tangan-Nya (Kejadian 2:7) dan berkenan tinggal didalam kita.
to be continued
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Teman-teman boleh baca di 2Tawarikh 7:1-3 dimana menjelaskan bagaimana hadirat Allah menaungi bait Allah dan para imam, dan seluruh jemaah Israel dapat melihat dan merasakan sendiri hadirat dan kemuliaan Allah, lalu mereka langsung mengucap syukur dengan hadirat Allah tersebut. Namun sayangnya dalam kitab raja-raja dan tawarikh menceritakan bagaimana bait Allah yang dibangun oleh Salomo itu mengalami kehancuran karena berbagai serangan dari bangsa2 lain, sebagai akibat dosa para bangsa Israel beserta raja-rajanya yang berlaku jahat dan tidak lagi mengikut Tuhan, sehingga hadirat Allah menjauh dari mereka. Dalam Kisah para rasul 7:48-49 menjelaskan bahwa Tuhan tidak akan tinggal dalam buatan tangan manusia. Ayat 49: Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikianlah firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi tempat perhentian-Ku?
Hal itu menyatakan bahwa Tuhan tidak ingin tinggal dalam rumah buatan manusia, bukan berarti Tuhan mengingkari firman-Nya kepada Daud yang menyatakan bahwa Salomo akan mendirikan bait Allah. Tetapi karena bangsa Israel sendiri yang memberontak dengan melakukan dosa dihadapan Tuhan bahkan tidak lagi menjaga kekudusan bait Allah, sehingga hadirat Allah menjauh dari mereka. Namun itu tidak menyatakan bahwa Tuhan enggan melakukan persekutuan dengan mereka, bahkan berkali-kali Tuhan menegur bangsa Israel untuk mendekat pada mereka. Bukan berarti Tuhan tidak lagi ingin menyatakan hadirat dan kemuliaan-Nya pada kita.
Namun Tuhan ingin memilih tempat-Nya sendiri untuk tinggal, yaitu Ia ingin tinggal dalam hati setiap dari orang yang percaya pada-Nya. Kita yang hidup sebagai orang percaya ini adalah bait Allah yang hidup, di mana Allah sendiri berkenan diam dan hadir dalam hidup kita sehingga kita dapat senantiasa merasakan hadirat Allah yang luar biasa dalam kita. Karena itu kita memiliki nilai yang lebih tinggi dari bait Allah yang dibangun oleh tangan manusia, sebab kita hidup bukan karena manusia yang membentuk kita, namun Tuhan sendiri yang membentuk kita dengan tangan-Nya (Kejadian 2:7) dan berkenan tinggal didalam kita.
to be continued
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Renungan: Bait Allah (Chapter 2)
Oleh sebab itu sebagai bait Allah yang hidup, kita harus senantiasa menguduskan diri dihadapan Tuhan dan hidup sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, sehingga Allah selalu berkenan tinggal dalam hati dan hidup kita dan berkenan menyatakan hadirat-Nya pada kita.
Karena Allah berkenan diam dalam hidup kita sebagai bait Allah yang hidup, kita memiliki kewajiban untuk menjaga kekudusan hidup kita, agar Tuhan selalu berkenan tinggal dalam hidup kita. Sebab jika kita tidak menjaga kekudusan hidup dihadapan-Nya, maka Allah tidak akan berkenan diam dalam bait yang telah menjadi kotor oleh karena dosa yang menhancurkan kekudusan bait Allah. Dalam 1 Korintus 3:16-17 menjelaskan bahwa kita adalah bait Allah, dimana Roh Kudus tinggal dalam kita. Sehingga siapapun yang menghancurkan bait Allah, maka Allah sendiri yang akan membinasakan dia. Sebab kita adalah bait Allah yang kudus yang telah dikuduskan oleh darah Kristus. Ayat ini memiliki dua artian di mana artian yang pertama Tuhan akan membinasakan setiap orang yang menganiaya bahkan membunuh kita sebagai bait Allah. Dan artian kedua Tuhan akan membinasakan setiap dari kita yang tidak menghargai keberadaan kita sebagai bait Allah yang hidup, yang selalu mencemarkan kehidupan kita dengan dosa.
2 Tawarikh 7:15-16 Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini. Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal disitu untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada disitu sepanjang masa.
Kita memiliki nilai yang jauh lebih istimewa sebagai bait Allah yang hidup, di mana keistimewaan kita terletak pada perhatian yang Tuhan tujukan pada kita. Di mana Tuhan akan selalu menaruh segala perhatian-Nya pada kita, mendengar doa yang kita naikkan, menguduskan kita sebagai bait Allah, dan berkenan tinggal dalam hidup kita untuk selama-lamanya. Oleh karena itu jagalah kekudusan hidup kita sebagai bait Allah yang hidup agar Tuhan selalu berkenan tinggal dalam hidup kita. Dan rasakanlah sendiri hadirat Allah yang begitu indah dalam kehidupan kita. Berbahagialah sebab aku dan saudara semua adalah bait Allah yang hidup.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Karena Allah berkenan diam dalam hidup kita sebagai bait Allah yang hidup, kita memiliki kewajiban untuk menjaga kekudusan hidup kita, agar Tuhan selalu berkenan tinggal dalam hidup kita. Sebab jika kita tidak menjaga kekudusan hidup dihadapan-Nya, maka Allah tidak akan berkenan diam dalam bait yang telah menjadi kotor oleh karena dosa yang menhancurkan kekudusan bait Allah. Dalam 1 Korintus 3:16-17 menjelaskan bahwa kita adalah bait Allah, dimana Roh Kudus tinggal dalam kita. Sehingga siapapun yang menghancurkan bait Allah, maka Allah sendiri yang akan membinasakan dia. Sebab kita adalah bait Allah yang kudus yang telah dikuduskan oleh darah Kristus. Ayat ini memiliki dua artian di mana artian yang pertama Tuhan akan membinasakan setiap orang yang menganiaya bahkan membunuh kita sebagai bait Allah. Dan artian kedua Tuhan akan membinasakan setiap dari kita yang tidak menghargai keberadaan kita sebagai bait Allah yang hidup, yang selalu mencemarkan kehidupan kita dengan dosa.
2 Tawarikh 7:15-16 Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini. Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal disitu untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada disitu sepanjang masa.
Kita memiliki nilai yang jauh lebih istimewa sebagai bait Allah yang hidup, di mana keistimewaan kita terletak pada perhatian yang Tuhan tujukan pada kita. Di mana Tuhan akan selalu menaruh segala perhatian-Nya pada kita, mendengar doa yang kita naikkan, menguduskan kita sebagai bait Allah, dan berkenan tinggal dalam hidup kita untuk selama-lamanya. Oleh karena itu jagalah kekudusan hidup kita sebagai bait Allah yang hidup agar Tuhan selalu berkenan tinggal dalam hidup kita. Dan rasakanlah sendiri hadirat Allah yang begitu indah dalam kehidupan kita. Berbahagialah sebab aku dan saudara semua adalah bait Allah yang hidup.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 09 Maret 2010
Renungan: Dipulihkan untuk menghadapi Hari Tuhan
Tahu tidak keinginan terbesar dalam hati Tuhan adalah semua anak-anakNya yang Dia kasihi mencintai Dia dengan setulus hati melebihi segala hal yang ada di dunia ini. Tuhan selalu ingin setiap dari anak-anak-Nya terbakar hidupnya oleh cinta yang tulus kepada Dia, yang selalu merindukan bersekutu dengan Dia, tanpa batasan waktu dan tanpa syarat apapun. Dalam artian yang lebih sederhana, kita memiliki suatu hubungan yang sangat intim dengan Tuhan atas dasar kasih. Contoh yang lebih sederhana lagi, kalau kita memiliki seorang kekasih, tentunya kita ingin agar kekasih kita mencintai kita dengan tulus dan selalu berada dekat dengan kita. Seperti itulah hubungan yang Tuhan inginkan bahkan lebih terjadi antara kita dengan Dia.
Masalahnya untuk memiliki cinta yang tulus terhadap Dia membutuhkan sebuah proses. Sebab ada banyak tantangan dalam hidup orang percaya yang menghalangi hubungan antara kita dengan Tuhan. Contohnya dalam dunia ini ada begitu banyak godaan yang menggiurkan yang membuat kita tidak fokus dalam hubungan kita dengan Tuhan. Terlebih ada begitu banyak pergumulan yang melanda dalam kehidupan kita masing-masing yang membuat kita sering terjatuh, putus harapan, bahkan kecewa dengan Tuhan. Untuk memiliki cinta yang lebih dalam lagi pada Tuhan, kehidupan kita perlu diperbaharui lagi dari hari ke hari. Kita perlu untuk mengalami suatu pemulihan dalam hidup kita( seperti yang saya katakan dalam renungan :mengalami pemulihan diri) agar cinta kita pada Tuhan selalu dibakar oleh Roh Kudus dan karakter pribadi setiap dari kita selalu dibentuk dari hari ke hari sesuai dengan kehendak Allah sehingga kita layak untuk masuk dalam Kerajaan Surga.
Penting bagi kita yang hidup dalam waktu yang sekarang ini untuk memiliki cinta yang tulus dan hubungan yang intim dengan Tuhan melalui pemulihan yang kita terima, sebagai suatu persiapan dalam menghadapi kedatangan Tuhan kali yang kedua. Sebab dalam renungan :kedatangan Anak Domba Allah sudah saya paparkan sesuai dengan hikmat dari Roh Kudus, bahwa kedatangan Tuhan itu sudah sangat dekat sekali, namun tak seorang pun yang hidup di dunia ini yang tahu kapan hari tersebut akan datang. Inilah pentingnya bagi kita yang hidup saat ini untuk memiliki suatu hubungan yang intim dengan Tuhan, agar pada saat Tuhan datang pada waktu yang tidak diduga seorang pun, kita telah berada dalam keadaan siap untuk menyambut-Nya.
Coba saja bayangkan kalau seandainya Tuhan sudah akan datang besok pada saat kita lagi belajar di sekolah, lagi bekerja di kantor, atau dimana saja kita beraktivitas, kehidupan kita masih biasa-biasa saja bahkan cenderung masih hidup dalam dosa, apakah yang akan kita pertanggungjawabkan pada Tuhan selama kita hidup di dunia? Namun jika kita memiliki cinta yang tulus pada Dia, menjalin hubungan yang intim dengan Dia, maka kapanpun Tuhan akan datang kita tidak akan khawatir dan kita telah siap untuk menyambut-Nya. Dan juga kita sudah tahu bagaimana tanda-tanda menjelang kedatangan Tuhan yang harus terjadi sesuai dengan isi firman Tuhan.
1 Tesalonika 5:1-2 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kapadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
Ayat 6: Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
Karena itu sobat saat ini mari kita bangun dari tidur rohani kita dan berjaga-jaga. Jangan kita cepat berpuas diri dengan hubungan kita yang biasa-biasa saja dengan Tuhan. Tetapi mari kita memiliki kerinduan yang lebih besar lagi untuk menjalin suatu hubungan yang jauh lebih intim dengan Tuhan dalam kasih, melalui pemulihan yang akan diberikan oleh Tuhan pada kita. Agar pada saat Tuhan datang kali yang kedua, Ia mendapati kita hidup dengan setia sesuai kehendak-Nya, telah diubahkan melalui pemulihan dalam kuasa Roh Kudus, dan kita mendapat tempat yang layak dalam Kerajaan Sorga sesuai dengan kasih karunia Tuhan bagi kita. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)Gbu
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Masalahnya untuk memiliki cinta yang tulus terhadap Dia membutuhkan sebuah proses. Sebab ada banyak tantangan dalam hidup orang percaya yang menghalangi hubungan antara kita dengan Tuhan. Contohnya dalam dunia ini ada begitu banyak godaan yang menggiurkan yang membuat kita tidak fokus dalam hubungan kita dengan Tuhan. Terlebih ada begitu banyak pergumulan yang melanda dalam kehidupan kita masing-masing yang membuat kita sering terjatuh, putus harapan, bahkan kecewa dengan Tuhan. Untuk memiliki cinta yang lebih dalam lagi pada Tuhan, kehidupan kita perlu diperbaharui lagi dari hari ke hari. Kita perlu untuk mengalami suatu pemulihan dalam hidup kita( seperti yang saya katakan dalam renungan :mengalami pemulihan diri) agar cinta kita pada Tuhan selalu dibakar oleh Roh Kudus dan karakter pribadi setiap dari kita selalu dibentuk dari hari ke hari sesuai dengan kehendak Allah sehingga kita layak untuk masuk dalam Kerajaan Surga.
Penting bagi kita yang hidup dalam waktu yang sekarang ini untuk memiliki cinta yang tulus dan hubungan yang intim dengan Tuhan melalui pemulihan yang kita terima, sebagai suatu persiapan dalam menghadapi kedatangan Tuhan kali yang kedua. Sebab dalam renungan :kedatangan Anak Domba Allah sudah saya paparkan sesuai dengan hikmat dari Roh Kudus, bahwa kedatangan Tuhan itu sudah sangat dekat sekali, namun tak seorang pun yang hidup di dunia ini yang tahu kapan hari tersebut akan datang. Inilah pentingnya bagi kita yang hidup saat ini untuk memiliki suatu hubungan yang intim dengan Tuhan, agar pada saat Tuhan datang pada waktu yang tidak diduga seorang pun, kita telah berada dalam keadaan siap untuk menyambut-Nya.
Coba saja bayangkan kalau seandainya Tuhan sudah akan datang besok pada saat kita lagi belajar di sekolah, lagi bekerja di kantor, atau dimana saja kita beraktivitas, kehidupan kita masih biasa-biasa saja bahkan cenderung masih hidup dalam dosa, apakah yang akan kita pertanggungjawabkan pada Tuhan selama kita hidup di dunia? Namun jika kita memiliki cinta yang tulus pada Dia, menjalin hubungan yang intim dengan Dia, maka kapanpun Tuhan akan datang kita tidak akan khawatir dan kita telah siap untuk menyambut-Nya. Dan juga kita sudah tahu bagaimana tanda-tanda menjelang kedatangan Tuhan yang harus terjadi sesuai dengan isi firman Tuhan.
1 Tesalonika 5:1-2 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kapadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
Ayat 6: Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
Karena itu sobat saat ini mari kita bangun dari tidur rohani kita dan berjaga-jaga. Jangan kita cepat berpuas diri dengan hubungan kita yang biasa-biasa saja dengan Tuhan. Tetapi mari kita memiliki kerinduan yang lebih besar lagi untuk menjalin suatu hubungan yang jauh lebih intim dengan Tuhan dalam kasih, melalui pemulihan yang akan diberikan oleh Tuhan pada kita. Agar pada saat Tuhan datang kali yang kedua, Ia mendapati kita hidup dengan setia sesuai kehendak-Nya, telah diubahkan melalui pemulihan dalam kuasa Roh Kudus, dan kita mendapat tempat yang layak dalam Kerajaan Sorga sesuai dengan kasih karunia Tuhan bagi kita. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)Gbu
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Minggu, 07 Maret 2010
Kesaksian: Yesus sembuhkan saya dari TBC tulang lumbal
Ketika saya masih bekerja di Jakarta, banyak hal yang Tuhan izinkan terjadi kepada saya. Awal-awal mengalami dera derita yang diberikan-Nya, saya sempat mengeluh berkali-kali, "Kenapa sih Tuhan kok tega melakukan hal itu kepadaku?" Kini setelah lewat tiga tahun berlalu, saya baru mengerti maksud Tuhan mengizinkan cobaan itu terjadi. Ia menjadikannya agar iman saya semakin dikuatkan di dalam Dia.
Bekerja di Jakarta adalah impian saya sejak dulu. Perusahaan pertama tempat saya bekerja selulus dari bangku kuliah, sama persis dengan bidang keahlian yang saya pelajari selama belajar di Surabaya. Untuk masuk ke sana, jalan saya dibuat sangat mudah oleh Tuhan. Saya lolos tes di perusahaan kapal fiberglass dari sekitar 100 orang yang mendaftar tanpa ada kesulitan apapun.
Mulanya saya gembira bekerja di perusahaan itu. Tetapi lama-kelamaan, kejenuhan mulai datang menyerang. Sisi kerohanian saya serasa mati perlahan-lahan selama hidup di kota Jakarta. Banyak sebab yang mempengaruhinya. Pimpinan saya waktu itu termasuk orang yang mudah naik darah dan jika Beliau marah maka tidak segan-segan mengeluarkan kata-kata yang sama sekali tidak membawa berkat di telinga. Jam kerja saya juga bisa sampai 12 jam sehari non stops saat ada kegiatan 'sea trial' kapal baru tanpa imbalan bonus yang berarti. Ditambah lagi, terkadang ada perintah langsung dari pimpinan yang mengharuskan saya menandatangani design bangunan kapal yang saya sendiri belum yakin 100% bahwa itu sudah teruji kebenarannya.
Rentetan kejadian-kejadian itu seperti bom yg perlahan-lahan tersulut di dalam diri saya. Disatu pihak saya ingin menentang semua itu, namun di satu sisi lainnya saya tidak bisa berbuat banyak karena ada tekanan dari pimpinan. Segala hal yang menyakitkan hanya saya pendam sendiri, karena di Jakarta saya sama sekali tidak mempunyai teman akrab yang bisa menguatkan saya dijalan Tuhan. Saya masih tetap ke gereja setiap hari Minggu, namun semua tampak kosong. Saya benar-benar kehilangan sosok Kristus yang pernah saya kenal dekat semasa kuliah di Surabaya dulu.
Lambat laun, tubuh saya yang tidak kuat menahan semua 'racun' yang masuk itu. Belum lagi saya harus berinteraksi dengan lingkungan didaerah Jakarta Utara yang kotor dan bahan-bahan fiberglass yang memang bisa merusak tubuh perlahan-lahan. Setelah bekerja kurang lebih setahun di perusahaan, kondisi fisik saya mulai drop. Saya mulai terkena sakit batuk-batuk yang tak kunjung sembuh selama lebih dari tiga bulan, sampai akhirnya saya divonis dokter terkena TBC - Tubercolocis. Selama sembilan hari saya harus dirawat di rumah sakit dan harus minum obat anti TBC sepuluh butir sehari. Saat itu saya benar-benar down. Bukan hanya fisik tetapi rohani saya juga turut ambruk.
Berat badan saya turun drastis sampai hanya 38 kilogram. Dibandingkan dengan tinggi badan saya yang mencapai 165 cm, keadaan saya hanya tinggal kulit pembalut tulang. Bila saya berdiri atau berjalan, kepala saya terasa sangat pusing. Saya juga terkena komplikasi penyakit darah rendah akut. Semua makanan yang masuk ke mulut selalu saya muntahkan. Hanya infus yang bisa memberi kekuatan untuk perut saya tetap kenyang. Seluruh keluarga saya mulai cemas. Tidak jarang mereka menangis di depan saya ketika melihat saya yang sudah setengah sekarat di atas tempat tidur tanpa bisa berbuat sesuatu yang berarti kecuali membuka mata. Saat itu saya berdoa kepada Tuhan: "Tuhan, jika ini adalah saat terakhir hidupku di dunia ini, aku tidak menyesal. "Jika Engkau mau cabut nyawaku, sekarang aku siap ke Surga." Saya sudah berserah total!
Yang lebih parah dari hari-hari saya di rumah sakit adalah saat di mana tiba-tiba liver saya membengkak karena tidak ada makanan yang mau masuk ke tubuh selain infus. Saya harus menjalani USG dan diambil darah sebanyak 100cc tiga kali sehari. Untuk ukuran tubuh saya yang saat itu cukup lemah, hal itu semakin membuat saya menderita. Rasanya seluruh tubuh saya sakit semua. Belum lagi obat-obatan yang saya konsumsipun harus ditambah satu lagi, yakni untuk pereda liver yang bengkak. Ternyata Tuhan Yesus masih menghendaki saya hidup. Saat itu ada teman seiman dari kantor saya yang datang menjenguk dan membacakan Mazmur 91. Mendengar teman saya membacakan ayat-ayat dari pasal itu, saya menangis. Hati saya seperti diketuk oleh Tuhan dan setika itu juga saya mempunyai semangat untuk hidup kembali.
Selama empat bulan berikutnya setelah keluar dari rumah sakit, saya rutin berobat jalan dan berangsur-angsur mulai sembuh. Tetapi mendadak ada kejadian baru yang lebih mengejutkan lagi. Ketika saya menyampaikan keluhan mengenai sakit di punggung saya kepada dokter yang menangani penyakit saya dari perusahaan, Beliau menyarankan saya untuk rongent ulang, bukan di paru-paru lagi tetapi di tulang punggung. Dari hasil rongent baru ini, dokter mengambil kesimpulan bahwa ternyata TBC yang saya derita selama ini bukan TBC biasa. Virus TBC tidak hanya ada di paru-paru saya tetapi sudah menyerang sumsum tulang belakang saya. Tepatnya di daerah Lumbal 1 saya, ada dua ruas tulang yang remuk dan sedang membentuk benjolan baru sebagai hasil leburannya.
Awalnya tubuh saya terasa sakit jika dipakai untuk bergerak, tidur menjadi tidak nyenyak, dan saat jalanpun menjadi goyang rasanya. Kata dokter, itu disebabkan karena saraf-saraf yang ada disekeliling dua ruas tulang itu ikut meradang. Vonis terakhir dari dokter ini membuat saya semakin syok. Dokter mengatakan, jika seandainya saya mengalami patah tulang belakang, maka kaki saya akan lumpuh seumur hidup. "Tuhannnnnn...," saya hanya bisa menjerit di dalam hati menghadapi vonis terbaru dari penyakit saya itu. Beberapa bulan berikutnya, obat-obatan sayapun ditambah lagi jumlahnya. Obat-obatan itu semakin membuat saya seperti dicabik-cabik, sakit!
Proses demi proses saya jalani, sampai akhirnya saya memutuskan untuk pindah dari perusahaan tersebut. Saya tidak tahan dengan kondisi kerja di perusahaan yang membuat beban tersendiri bagi saya. Tubuh saya sudah tidak seperti dulu, maka begitu ada kesempatan untuk pindah ke perusahaan lain di Cinere, saya langsung mengambil kesempatan emas itu. Tiba di Cinere, pertama kali yang saya tuju adalah dokter paru-paru. Ternyata dokter specialist paru-paru di RS. Puri Cinere pun angkat tangan mengenai penyakit TBC saya.
Virus TBC yang ada di paru-paru saya memang sudah bersih, tetapi yang menjadi masalah adalah virus TBC yang masih ada tulang belakang saya. Dokter itu kemudian merujuk saya untuk ke RS. Fatmawati. Dokter RS. Fatmawati mempunyai analisa yang sama seperti dokter dari perusahaan pertama saya dulu. Saya kembali divonis bisa lumpuh oleh dokter specialist orthopedi. Jika ada satu saraf saja disekeliling dua ruas tulang belakang saya yang meremuk itu putus, ini adalah langkah awal menuju kelumpuhan kaki seumur hidup saya.
Hmm, benar-benar ujian mental! Ketika dokter specialist orthopedi ini memvonis dengan kata-kata bisa lumpuh untuk kedua kalinya, beberapa hari berikutnya saya down lagi. Sampai-sampai saya harus kabur dari kost-kost-an saya di Cinere dan menginap di rumah teman di Jakarta Timur.
Sedih, takut, bercampur ngeri menghantui saya. Kalau saya langsung mati karena penyakit TBC yang terlanjur parah ini, bagi saya tidak masalah. Tetapi kalau harus lumpuh terlebih dahulu...itulah yang saya takuti. Saya tidak bisa membayangkan jika diri saya yang sudah terbiasa hidup mandiri sejak kecil ini akan menjadi beban untuk orang-orang yang saya kasihi terutama pihak keluarga.
Di tengah ketakutan itu, saya hanya mengingat nama Yesus. Suatu malam ketika saya mengikuti sebuah FA - Family Altar - di gereja saya di Cinere, saya share di depan semua teman-teman tentang penyakit saya. Beruntung waktu di Cinere saya bertemu dengan teman-teman yang luar biasa imannya kepada Yesus sehingga saya juga turut dikuatkan bersama keberadaan mereka. Akhirnya, malam itu mereka berdoa khusus untuk saya. Suatu malam terindah dalam hidup yang baru kali itu saya rasakan. Saat seluruh tangan terangkat dan satu nama disebut "Yesus!..." seketika itu juga suatu keberanian yang luar biasa mulai masuk ke seluruh tubuh saya. Saya tersungkur dalam hadirat Tuhan dalam waktu yang cukup lama, menikmati kekuatan Surgawi yang mengalir melalui doa-doa teman-teman saya.
Keesokan harinya, saya mengambil komitmen untuk tidak akan menyentuh sedikitpun obat-obatan dari dokter lagi. Saya mengatakan keputusan ini kepada kakak rohani saya agar ia datang ke kost-kost-an saya dan membantu menguatkan iman saya semalaman. Keesokan harinya, saya benar-benar membuang semua obat-obatan dari dokter yang kurang lebih hampir delapan bulan sebelumnya saya konsumsi rutin.
Selama seminggu setelah saya tidak mengkonsumsi obat-obatan anti TBC yang jumlahnya tinggal delapan biji sehari – setelah dikurangi obat anti TBC untuk paru-paru yang sudah sembuh, saya mengalami tubuh linglung – obat-obatan anti TBC ada yang mengandung sejenis morfin untuk mengurangi rasa sakit, jika dilepaskan begitu saja tanpa pengurangan dosisnya sedikit demi sedikit bisa menyebabkan blank sesaat pada penderitanya*. Saya pernah merasakan gelas yang saya pegang tiba-tiba terjatuh sendiri dari genggaman atau tiba-tiba tubuh saya mati rasa beberapa waktu. Semua yang saya lakukan terasa diluar kendali normal selama seminggu itu. Meski begitu, saya tetap bergantung penuh kepada Tuhan Yesus.
Anehnya setelah seminggu berlalu, tubuh saya berangsur-angsur semakin sehat. Saya tidak merasakan meriang lagi atau keadaan ’seperti tercabik-cabik’. Semua kembali ke kondisi normal seperti sebelum saya terkena penyakit TBC parah. Keputusan yang teramat penting juga langsung saya ambil setelah tubuh saya terkuatkan secara ajaib selama tidak mengkonsumsi obat-obatan anti TBC dari dokter, yakni komitmen untuk baptis selam di gereja!
Sampai sekarang saya masih tegak berdiri dengan kedua kaki sehat saya dan tidak lumpuh! Hasil leburan ditulang sumsum belakang saya tetap ada, tetapi sudah membatu. Dulu dokter specialist orthopedi pernah menyarankan agar remukan tulang itu dioperasi kemudian dipasang sejenis pens penyangga di kedua sisi ruas tulangnya. Tetapi karena biaya operasinya lebih dari 50 juta, saya sama sekali tidak mau melakukan operasi itu karena biayanya terlalu mahal untuk ukuran saya. Saya hanya bergantung kepada Tuhan Yesus dan Ia pun bertindak melakukan mukjizat-Nya kepada saya. Saat ini bagian yang dulu membuat gerak tubuh saya agak terhambat sudah tidak terasa sakit lagi. Saya masih bisa berjalan normal, berlari, bahkan bermain basket seperti sebelum saya tervonis sakit TBC Tulang Lumbal 1.
Tuhan selalu mengingatkan saya dengan kisah Paulus. Jika Paulus mempunyai 'duri dalam daging'-nya, maka seorang Enjie pun mempunyai 'remukan disumsum tulang belakang'-nya. Janji Tuhan yang saya imani, Dia akan selalu menjaga tulang saya dari patahan sampai kapanpun juga! (Angelina Kusuma)
"Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah." Mazmur 34:21
Sumber http://www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=159:yesus-sembuhkan-saya-dari-tbc-tulang-lumbal-1&catid=37:kesaksian&Itemid=80
Bekerja di Jakarta adalah impian saya sejak dulu. Perusahaan pertama tempat saya bekerja selulus dari bangku kuliah, sama persis dengan bidang keahlian yang saya pelajari selama belajar di Surabaya. Untuk masuk ke sana, jalan saya dibuat sangat mudah oleh Tuhan. Saya lolos tes di perusahaan kapal fiberglass dari sekitar 100 orang yang mendaftar tanpa ada kesulitan apapun.
Mulanya saya gembira bekerja di perusahaan itu. Tetapi lama-kelamaan, kejenuhan mulai datang menyerang. Sisi kerohanian saya serasa mati perlahan-lahan selama hidup di kota Jakarta. Banyak sebab yang mempengaruhinya. Pimpinan saya waktu itu termasuk orang yang mudah naik darah dan jika Beliau marah maka tidak segan-segan mengeluarkan kata-kata yang sama sekali tidak membawa berkat di telinga. Jam kerja saya juga bisa sampai 12 jam sehari non stops saat ada kegiatan 'sea trial' kapal baru tanpa imbalan bonus yang berarti. Ditambah lagi, terkadang ada perintah langsung dari pimpinan yang mengharuskan saya menandatangani design bangunan kapal yang saya sendiri belum yakin 100% bahwa itu sudah teruji kebenarannya.
Rentetan kejadian-kejadian itu seperti bom yg perlahan-lahan tersulut di dalam diri saya. Disatu pihak saya ingin menentang semua itu, namun di satu sisi lainnya saya tidak bisa berbuat banyak karena ada tekanan dari pimpinan. Segala hal yang menyakitkan hanya saya pendam sendiri, karena di Jakarta saya sama sekali tidak mempunyai teman akrab yang bisa menguatkan saya dijalan Tuhan. Saya masih tetap ke gereja setiap hari Minggu, namun semua tampak kosong. Saya benar-benar kehilangan sosok Kristus yang pernah saya kenal dekat semasa kuliah di Surabaya dulu.
Lambat laun, tubuh saya yang tidak kuat menahan semua 'racun' yang masuk itu. Belum lagi saya harus berinteraksi dengan lingkungan didaerah Jakarta Utara yang kotor dan bahan-bahan fiberglass yang memang bisa merusak tubuh perlahan-lahan. Setelah bekerja kurang lebih setahun di perusahaan, kondisi fisik saya mulai drop. Saya mulai terkena sakit batuk-batuk yang tak kunjung sembuh selama lebih dari tiga bulan, sampai akhirnya saya divonis dokter terkena TBC - Tubercolocis. Selama sembilan hari saya harus dirawat di rumah sakit dan harus minum obat anti TBC sepuluh butir sehari. Saat itu saya benar-benar down. Bukan hanya fisik tetapi rohani saya juga turut ambruk.
Berat badan saya turun drastis sampai hanya 38 kilogram. Dibandingkan dengan tinggi badan saya yang mencapai 165 cm, keadaan saya hanya tinggal kulit pembalut tulang. Bila saya berdiri atau berjalan, kepala saya terasa sangat pusing. Saya juga terkena komplikasi penyakit darah rendah akut. Semua makanan yang masuk ke mulut selalu saya muntahkan. Hanya infus yang bisa memberi kekuatan untuk perut saya tetap kenyang. Seluruh keluarga saya mulai cemas. Tidak jarang mereka menangis di depan saya ketika melihat saya yang sudah setengah sekarat di atas tempat tidur tanpa bisa berbuat sesuatu yang berarti kecuali membuka mata. Saat itu saya berdoa kepada Tuhan: "Tuhan, jika ini adalah saat terakhir hidupku di dunia ini, aku tidak menyesal. "Jika Engkau mau cabut nyawaku, sekarang aku siap ke Surga." Saya sudah berserah total!
Yang lebih parah dari hari-hari saya di rumah sakit adalah saat di mana tiba-tiba liver saya membengkak karena tidak ada makanan yang mau masuk ke tubuh selain infus. Saya harus menjalani USG dan diambil darah sebanyak 100cc tiga kali sehari. Untuk ukuran tubuh saya yang saat itu cukup lemah, hal itu semakin membuat saya menderita. Rasanya seluruh tubuh saya sakit semua. Belum lagi obat-obatan yang saya konsumsipun harus ditambah satu lagi, yakni untuk pereda liver yang bengkak. Ternyata Tuhan Yesus masih menghendaki saya hidup. Saat itu ada teman seiman dari kantor saya yang datang menjenguk dan membacakan Mazmur 91. Mendengar teman saya membacakan ayat-ayat dari pasal itu, saya menangis. Hati saya seperti diketuk oleh Tuhan dan setika itu juga saya mempunyai semangat untuk hidup kembali.
Selama empat bulan berikutnya setelah keluar dari rumah sakit, saya rutin berobat jalan dan berangsur-angsur mulai sembuh. Tetapi mendadak ada kejadian baru yang lebih mengejutkan lagi. Ketika saya menyampaikan keluhan mengenai sakit di punggung saya kepada dokter yang menangani penyakit saya dari perusahaan, Beliau menyarankan saya untuk rongent ulang, bukan di paru-paru lagi tetapi di tulang punggung. Dari hasil rongent baru ini, dokter mengambil kesimpulan bahwa ternyata TBC yang saya derita selama ini bukan TBC biasa. Virus TBC tidak hanya ada di paru-paru saya tetapi sudah menyerang sumsum tulang belakang saya. Tepatnya di daerah Lumbal 1 saya, ada dua ruas tulang yang remuk dan sedang membentuk benjolan baru sebagai hasil leburannya.
Awalnya tubuh saya terasa sakit jika dipakai untuk bergerak, tidur menjadi tidak nyenyak, dan saat jalanpun menjadi goyang rasanya. Kata dokter, itu disebabkan karena saraf-saraf yang ada disekeliling dua ruas tulang itu ikut meradang. Vonis terakhir dari dokter ini membuat saya semakin syok. Dokter mengatakan, jika seandainya saya mengalami patah tulang belakang, maka kaki saya akan lumpuh seumur hidup. "Tuhannnnnn...," saya hanya bisa menjerit di dalam hati menghadapi vonis terbaru dari penyakit saya itu. Beberapa bulan berikutnya, obat-obatan sayapun ditambah lagi jumlahnya. Obat-obatan itu semakin membuat saya seperti dicabik-cabik, sakit!
Proses demi proses saya jalani, sampai akhirnya saya memutuskan untuk pindah dari perusahaan tersebut. Saya tidak tahan dengan kondisi kerja di perusahaan yang membuat beban tersendiri bagi saya. Tubuh saya sudah tidak seperti dulu, maka begitu ada kesempatan untuk pindah ke perusahaan lain di Cinere, saya langsung mengambil kesempatan emas itu. Tiba di Cinere, pertama kali yang saya tuju adalah dokter paru-paru. Ternyata dokter specialist paru-paru di RS. Puri Cinere pun angkat tangan mengenai penyakit TBC saya.
Virus TBC yang ada di paru-paru saya memang sudah bersih, tetapi yang menjadi masalah adalah virus TBC yang masih ada tulang belakang saya. Dokter itu kemudian merujuk saya untuk ke RS. Fatmawati. Dokter RS. Fatmawati mempunyai analisa yang sama seperti dokter dari perusahaan pertama saya dulu. Saya kembali divonis bisa lumpuh oleh dokter specialist orthopedi. Jika ada satu saraf saja disekeliling dua ruas tulang belakang saya yang meremuk itu putus, ini adalah langkah awal menuju kelumpuhan kaki seumur hidup saya.
Hmm, benar-benar ujian mental! Ketika dokter specialist orthopedi ini memvonis dengan kata-kata bisa lumpuh untuk kedua kalinya, beberapa hari berikutnya saya down lagi. Sampai-sampai saya harus kabur dari kost-kost-an saya di Cinere dan menginap di rumah teman di Jakarta Timur.
Sedih, takut, bercampur ngeri menghantui saya. Kalau saya langsung mati karena penyakit TBC yang terlanjur parah ini, bagi saya tidak masalah. Tetapi kalau harus lumpuh terlebih dahulu...itulah yang saya takuti. Saya tidak bisa membayangkan jika diri saya yang sudah terbiasa hidup mandiri sejak kecil ini akan menjadi beban untuk orang-orang yang saya kasihi terutama pihak keluarga.
Di tengah ketakutan itu, saya hanya mengingat nama Yesus. Suatu malam ketika saya mengikuti sebuah FA - Family Altar - di gereja saya di Cinere, saya share di depan semua teman-teman tentang penyakit saya. Beruntung waktu di Cinere saya bertemu dengan teman-teman yang luar biasa imannya kepada Yesus sehingga saya juga turut dikuatkan bersama keberadaan mereka. Akhirnya, malam itu mereka berdoa khusus untuk saya. Suatu malam terindah dalam hidup yang baru kali itu saya rasakan. Saat seluruh tangan terangkat dan satu nama disebut "Yesus!..." seketika itu juga suatu keberanian yang luar biasa mulai masuk ke seluruh tubuh saya. Saya tersungkur dalam hadirat Tuhan dalam waktu yang cukup lama, menikmati kekuatan Surgawi yang mengalir melalui doa-doa teman-teman saya.
Keesokan harinya, saya mengambil komitmen untuk tidak akan menyentuh sedikitpun obat-obatan dari dokter lagi. Saya mengatakan keputusan ini kepada kakak rohani saya agar ia datang ke kost-kost-an saya dan membantu menguatkan iman saya semalaman. Keesokan harinya, saya benar-benar membuang semua obat-obatan dari dokter yang kurang lebih hampir delapan bulan sebelumnya saya konsumsi rutin.
Selama seminggu setelah saya tidak mengkonsumsi obat-obatan anti TBC yang jumlahnya tinggal delapan biji sehari – setelah dikurangi obat anti TBC untuk paru-paru yang sudah sembuh, saya mengalami tubuh linglung – obat-obatan anti TBC ada yang mengandung sejenis morfin untuk mengurangi rasa sakit, jika dilepaskan begitu saja tanpa pengurangan dosisnya sedikit demi sedikit bisa menyebabkan blank sesaat pada penderitanya*. Saya pernah merasakan gelas yang saya pegang tiba-tiba terjatuh sendiri dari genggaman atau tiba-tiba tubuh saya mati rasa beberapa waktu. Semua yang saya lakukan terasa diluar kendali normal selama seminggu itu. Meski begitu, saya tetap bergantung penuh kepada Tuhan Yesus.
Anehnya setelah seminggu berlalu, tubuh saya berangsur-angsur semakin sehat. Saya tidak merasakan meriang lagi atau keadaan ’seperti tercabik-cabik’. Semua kembali ke kondisi normal seperti sebelum saya terkena penyakit TBC parah. Keputusan yang teramat penting juga langsung saya ambil setelah tubuh saya terkuatkan secara ajaib selama tidak mengkonsumsi obat-obatan anti TBC dari dokter, yakni komitmen untuk baptis selam di gereja!
Sampai sekarang saya masih tegak berdiri dengan kedua kaki sehat saya dan tidak lumpuh! Hasil leburan ditulang sumsum belakang saya tetap ada, tetapi sudah membatu. Dulu dokter specialist orthopedi pernah menyarankan agar remukan tulang itu dioperasi kemudian dipasang sejenis pens penyangga di kedua sisi ruas tulangnya. Tetapi karena biaya operasinya lebih dari 50 juta, saya sama sekali tidak mau melakukan operasi itu karena biayanya terlalu mahal untuk ukuran saya. Saya hanya bergantung kepada Tuhan Yesus dan Ia pun bertindak melakukan mukjizat-Nya kepada saya. Saat ini bagian yang dulu membuat gerak tubuh saya agak terhambat sudah tidak terasa sakit lagi. Saya masih bisa berjalan normal, berlari, bahkan bermain basket seperti sebelum saya tervonis sakit TBC Tulang Lumbal 1.
Tuhan selalu mengingatkan saya dengan kisah Paulus. Jika Paulus mempunyai 'duri dalam daging'-nya, maka seorang Enjie pun mempunyai 'remukan disumsum tulang belakang'-nya. Janji Tuhan yang saya imani, Dia akan selalu menjaga tulang saya dari patahan sampai kapanpun juga! (Angelina Kusuma)
"Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah." Mazmur 34:21
Sumber http://www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=159:yesus-sembuhkan-saya-dari-tbc-tulang-lumbal-1&catid=37:kesaksian&Itemid=80
Sabtu, 06 Maret 2010
Renungan: Mengalami Pemulihan Diri
Banyak orang percaya merindukan adanya suatu pemulihan dalam hidupnya dalam berbagai bidang. Entah itu dalam hal keluarga, ekonomi, posisi/jabatan, pendidikan, dan lain sebagainya. Begitu hausnya orang percaya mengalami suatu pemulihan dalam hidupnya. Namun tahukah kita bahwa sesungguhnya pemulihan yang paling utama kita butuhkan adalah pemulihan dalam diri kita sendiri? Memang tidak salah jika kita menginginkan pemulihan terjadi dalam hal lain seperti yang saya sebutkan di atas. Namun sebenarnya pemulihan dalam bidang kehidupan yang lainnya dapat terjadi jika kita sendiri sudah dipulihkan.
Ada kata orang bijak bahwa kita harus menjadi perubahan yang kita inginkan dalam kehidupan kita. Artinya sebelum kita menginginkan sebuah pemulihan yang baik dalam hidup kita, kita harus mengalami pemulihan tersebut dalam pribadi kita sendiri. Sebab seandainya jika Tuhan lebih dahulu memulihkan kehidupan kita dalam berbagai aspek yang lain namun diri kita sendiri belum dipulihkan, maka semua itu tidak ada artinya. Sebagai contoh saya dulu menginginkan keluarga saya menjadi lebih harmonis dan Tuhan sudah berikan. Tapi diri saya sendiri sebagai seorang anak masih belum berdamai dengan kehidupan saya. Meskipun kedua orang tua saya bersama adik-adik saya sudah hidup dalam keharmonisan namun saya sendiri masih sama dengan yang dulu, maka itu tidak ada artinya. Cuma saya sendiri yang tidak akan merasakan keharmonisan dalam keluarga.
Karena itu penting bagi setiap orang percaya mengalami suatu pemulihan karakter dalam dirinya. Masalahnya pemulihan seperti apakah yang akan diterima oleh kita, dan bagaimana cara mendapatkan pemulihan itu sendiri? Ada orang yang beranggapan bahwa dia sudah mengalami pemulihan dalam dirinya, tapi ia masih saja hidup dalam dosa dan tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Ada yang merasa sama sekali belum mengalami pemulihan, lalu menjadi putus asa karena tidak mendapatkan pemulihan dalam hidupnya seperti yang dia inginkan. Sebenarnya seperti apakah pemulihan yang dibutuhkan oleh orang percaya?
Pemulihan adalah suatu proses yang dikerjakan oleh Allah sendiri dalam Roh Kudus yang masuk dalam hati setiap orang, mengubahkan kehidupan seseorang itu hari lepas hari terbentuk sesuai dengan kehendak Allah. Jika seseorang mengalami pemulihan dalam pribadinya, akan ada suatu sensasi damai sejahtera yang berbeda yang ia rasakan. Pemulihan juga terjadi melalui proses yang cukup memakan waktu. Bahkan didalam prosesnya tak jarang orang percaya masih juga terjatuh dalam dosa. Yang terpenting dalam suatu proses pemulihan bukan berapa kali seseorang itu terjatuh, namun seberapa besar tekadnya untuk bangkit dan pulih kembali. Karena pemulihan adalah suatu proses, maka pemulihan yang terjadi dalam diri seseorang akan berlangsung secara terus menerus. Ibarat sebuah rumah yang selalu direnovasi, begitulah keadaan seseorang yang sedang mengalami pemulihan. Semakin hari akan menjadi semakin indah.
Cara untuk mengalami suatu pemulihan adalah kita perlu membuka hati kepada Bapa dengan menanggalkan segala ego dan emosi kita yang berupa kekerasan hati, kesombongan, gengsi, yang dapat menghambat proses terjadinya pemulihan. Kita juga harus bertekun dalam doa dan meminta kepada Bapa agar Roh Kudus selalu berkenan membentuk kita dalam mengalami pemulihan, sebab Tuhan Yesus sendiri berkata apabila kita meminta sesuatu yang baik kepada Bapa, maka Bapa tidak akan menahan-nahan jawaban-Nya bagi kita terlebih bagi orang yang membutuhkan Roh Kudus untuk mengalami pemulihan (Lukas 11:9-13)
Yehezkiel 36:26-27 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup dalam segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Tuhan sendiri sudah berjanji bahwa Ia sendiri akan memulihkan kehidupan pribadi kita masing-masing. Saat ini bagi yang rindu untuk dipulihkan, bukalah hatimu dihadapan Bapa. Jangan sampai mengeraskan hati, merasa gengsi, ataupun tidak layak karena perasaan itu akan menghambat pemulihan terjadi. Kunci dari pemulihan itu adalah Kristus Yesus sendiri. Terimalah Dia masuk dalam hidupmu maka kita sendiri akan menikmati betapa indahnya pemulihan yang Ia berikan dalam hati kita masing-masing. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Ada kata orang bijak bahwa kita harus menjadi perubahan yang kita inginkan dalam kehidupan kita. Artinya sebelum kita menginginkan sebuah pemulihan yang baik dalam hidup kita, kita harus mengalami pemulihan tersebut dalam pribadi kita sendiri. Sebab seandainya jika Tuhan lebih dahulu memulihkan kehidupan kita dalam berbagai aspek yang lain namun diri kita sendiri belum dipulihkan, maka semua itu tidak ada artinya. Sebagai contoh saya dulu menginginkan keluarga saya menjadi lebih harmonis dan Tuhan sudah berikan. Tapi diri saya sendiri sebagai seorang anak masih belum berdamai dengan kehidupan saya. Meskipun kedua orang tua saya bersama adik-adik saya sudah hidup dalam keharmonisan namun saya sendiri masih sama dengan yang dulu, maka itu tidak ada artinya. Cuma saya sendiri yang tidak akan merasakan keharmonisan dalam keluarga.
Karena itu penting bagi setiap orang percaya mengalami suatu pemulihan karakter dalam dirinya. Masalahnya pemulihan seperti apakah yang akan diterima oleh kita, dan bagaimana cara mendapatkan pemulihan itu sendiri? Ada orang yang beranggapan bahwa dia sudah mengalami pemulihan dalam dirinya, tapi ia masih saja hidup dalam dosa dan tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Ada yang merasa sama sekali belum mengalami pemulihan, lalu menjadi putus asa karena tidak mendapatkan pemulihan dalam hidupnya seperti yang dia inginkan. Sebenarnya seperti apakah pemulihan yang dibutuhkan oleh orang percaya?
Pemulihan adalah suatu proses yang dikerjakan oleh Allah sendiri dalam Roh Kudus yang masuk dalam hati setiap orang, mengubahkan kehidupan seseorang itu hari lepas hari terbentuk sesuai dengan kehendak Allah. Jika seseorang mengalami pemulihan dalam pribadinya, akan ada suatu sensasi damai sejahtera yang berbeda yang ia rasakan. Pemulihan juga terjadi melalui proses yang cukup memakan waktu. Bahkan didalam prosesnya tak jarang orang percaya masih juga terjatuh dalam dosa. Yang terpenting dalam suatu proses pemulihan bukan berapa kali seseorang itu terjatuh, namun seberapa besar tekadnya untuk bangkit dan pulih kembali. Karena pemulihan adalah suatu proses, maka pemulihan yang terjadi dalam diri seseorang akan berlangsung secara terus menerus. Ibarat sebuah rumah yang selalu direnovasi, begitulah keadaan seseorang yang sedang mengalami pemulihan. Semakin hari akan menjadi semakin indah.
Cara untuk mengalami suatu pemulihan adalah kita perlu membuka hati kepada Bapa dengan menanggalkan segala ego dan emosi kita yang berupa kekerasan hati, kesombongan, gengsi, yang dapat menghambat proses terjadinya pemulihan. Kita juga harus bertekun dalam doa dan meminta kepada Bapa agar Roh Kudus selalu berkenan membentuk kita dalam mengalami pemulihan, sebab Tuhan Yesus sendiri berkata apabila kita meminta sesuatu yang baik kepada Bapa, maka Bapa tidak akan menahan-nahan jawaban-Nya bagi kita terlebih bagi orang yang membutuhkan Roh Kudus untuk mengalami pemulihan (Lukas 11:9-13)
Yehezkiel 36:26-27 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup dalam segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Tuhan sendiri sudah berjanji bahwa Ia sendiri akan memulihkan kehidupan pribadi kita masing-masing. Saat ini bagi yang rindu untuk dipulihkan, bukalah hatimu dihadapan Bapa. Jangan sampai mengeraskan hati, merasa gengsi, ataupun tidak layak karena perasaan itu akan menghambat pemulihan terjadi. Kunci dari pemulihan itu adalah Kristus Yesus sendiri. Terimalah Dia masuk dalam hidupmu maka kita sendiri akan menikmati betapa indahnya pemulihan yang Ia berikan dalam hati kita masing-masing. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kamis, 04 Maret 2010
Artikel: Korea Utara, Tempat orang Kristen Paling tertindas
Selama 8 tahun berturut-turut, Korea Utara ditempatkan sebagai negara yang paling menindas orang kristen. Demikian daftar World Watch List (WWL) 2010 yang baru dikeluarkan oleh 'Open Doors'—sebuah organisasi yang khusus melayani gereja teraniaya—baru-baru ini. Terdapat sekitar 200.000 hingga 400.000 umat Kristen Korea Utara, dan mereka telah mengalami penganiayaan berat dari pemerintahan diktator negara komunis ini.
Setiap tahun, Open Doors merilis daftar ini dengan cara mengurutkan peringkat negara di mana umat Kristen mengalami penderitaan dan penganiayaan karena imannya. Sepuluh negara teratas yang masuk dalam daftar negara tersulit untuk mempraktikkan iman Kristiani adalah Korea Utara, Iran, Arab Saudi, Somalia, Maldives, Afganistan, Yemen, Mauritania, Laos dan Uzbekistan.
Sebagai negara pendatang baru, Iran menempati urutan kedua, di mana tahun 2009 banyak pengikut Kristus dari latar belakang agama mayoritas ditangkap. Negara yang duduk di peringkat berikutnya adalah Yemen, berada dalam urutan ke tujuh. di Yemen, tiga orang asing beragama kristen yang bekerja sebagai pekerja kesehatan dibunuh dengan cara dimutilasi.
Mauritania berada dalam urutan ke delapan, para pekerja lembaga sosial Kristen dibunuh di negara ini dan terjadi penangkapan massal. Seperti telah menjadi pola, 8 dari 10 negara teratas dan 35 dari 50 negara memiliki latar belakang kelompok agama radikal sebagai penganiaya terhadap ke Kristenan di seluruh dunia.
Kampanye pertempuran 150 hari di Korea Utara berujung pada penangkapan ratusan orang Kristen, banyak dari mereka dikirim ke kamp konsentrasi bergabung dengan http://www.facebook.com/l/b0947;50.000-70.000 orang Kristen lainnya. Salah seorang veteran mata-mata Korea Utara menuturkan, "Orang kristen menjadi target dari aksi kejam pemerintah. Jika mereka tertangkap, tidak lagi diperlakukan seperti manusia. Tahun ini kami memiliki bukti kalau mereka dipergunakan sebagai kelinci percobaan untuk tes kimia dan senjata biologis."
Meski di tengah kondisi yang sangat menakutkan ini jumlah orang percaya di Korea Utara bertumbuh dalam sepuluh tahun terakhir ini. Pertumbuhan gerejalah yang mengakibatkan meningkatnya penganiayaan, hal ini membuat pemerintah serta kelompok anti kekristenan menjadi semakin waspada. Meningkatnya pengawasan yang ketat di Korea Utara, membuat staf riset WWL mengidentifikasi kecenderungan penting di tahun 2009, bahwa semua terjadi karena konsekuensi dari pertumbuhan gereja.
Iran bergerak ke urutan kedua dari urutan ketiga di tahun sebelumnya. Sebuah gereja dari latar belakang agama setempat dengan kurang lebih 85 orang ditangkap di tahun 2009 dan beberapa gereja rumah ditutup. Mauritania juga bergerak dari urutan 18 menjadi urutan ke-8 karena para tiga orang ekspatriat Kristen mati martir pada bulan Juni 2009 serta aksi pemerintah melakukan penyiksaan terhadap 35 orang Kristen.
Pada bulan September ada 150 orang percaya ditangkap dengan tuduhan melakukan ibadah di luar gereja yang diakui negara yaitu gereja Katolik dan gereja Protestan. Daftar ini sudah dilakukan Open Doors sejak tahun 1991, untuk mendapatkan pemahaman tentang penganiayaan terhadap umat Kristen di setiap negara. Hal ini membantu pelayanan Open Doors untuk lebih efektif di negara-negara di mana umat Kristen mengalami penganiayaan.
Data diperoleh melalui daftar pertanyaan yang berisi 53 pertanyaan serta dikirim kepada staf di lapangan, pemimpin gereja, dan orang-orang yang mengerti bidang mereka di 70 negara. Pertanyaan menguji setiap aspek penganiayaan termasuk tingkat pembatasan, perlakuan pemerintah, seberapa bebas gereja bisa berorganisasi secara independen, termasuk catatan insiden penganiayaan seperti pembakaran gereja, kerusuhan anti kekristenan, dan martir.
Secara khusus Open Doors mengambil posisi untuk mempersiapkan riset seperti ini dalam kapasitas sebagai salah satu lembaga misi terbesar yang melayani gereja yang teraniaya, serta 50 negara yang ada dalam daftar WWL. Open Doors memberikan bantuan secara aktif di 46 negara.
WWL mengukur penganiayaan dalam semua aspek, dan daftar ini adalah ukuran dari tingkatan pembatasan/pelarangan. WWL adalah sebuah instrumen untuk mengetahui tantangan yang dihadapi umat Kristen dalam mempraktikkan iman percayanya serta dikompilasi setiap tahun untuk mengetahui perubahan-perubahan paling terkini dalam aktifitas anti kekristenan.
Secara keseluruhan, saat dekade era 21 berakhir, umat Kristen terus mengalami penganiayaan, walaupun mungkin karena hal itulah penganiayaan menjadi bagian penting dari pertumbuhan gereja secara global. Sementara di dalam daftar tersebut, Indonesia berada dalam urutan ke-48, peringkat ini lebih baik dari pada tahun sebelumnya yang berada pada urutan 41. Semoga di tahun mendatang, Indonesia sudah tidak masuk dalam daftar hitam ini. (OD)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Setiap tahun, Open Doors merilis daftar ini dengan cara mengurutkan peringkat negara di mana umat Kristen mengalami penderitaan dan penganiayaan karena imannya. Sepuluh negara teratas yang masuk dalam daftar negara tersulit untuk mempraktikkan iman Kristiani adalah Korea Utara, Iran, Arab Saudi, Somalia, Maldives, Afganistan, Yemen, Mauritania, Laos dan Uzbekistan.
Sebagai negara pendatang baru, Iran menempati urutan kedua, di mana tahun 2009 banyak pengikut Kristus dari latar belakang agama mayoritas ditangkap. Negara yang duduk di peringkat berikutnya adalah Yemen, berada dalam urutan ke tujuh. di Yemen, tiga orang asing beragama kristen yang bekerja sebagai pekerja kesehatan dibunuh dengan cara dimutilasi.
Mauritania berada dalam urutan ke delapan, para pekerja lembaga sosial Kristen dibunuh di negara ini dan terjadi penangkapan massal. Seperti telah menjadi pola, 8 dari 10 negara teratas dan 35 dari 50 negara memiliki latar belakang kelompok agama radikal sebagai penganiaya terhadap ke Kristenan di seluruh dunia.
Kampanye pertempuran 150 hari di Korea Utara berujung pada penangkapan ratusan orang Kristen, banyak dari mereka dikirim ke kamp konsentrasi bergabung dengan http://www.facebook.com/l/b0947;50.000-70.000 orang Kristen lainnya. Salah seorang veteran mata-mata Korea Utara menuturkan, "Orang kristen menjadi target dari aksi kejam pemerintah. Jika mereka tertangkap, tidak lagi diperlakukan seperti manusia. Tahun ini kami memiliki bukti kalau mereka dipergunakan sebagai kelinci percobaan untuk tes kimia dan senjata biologis."
Meski di tengah kondisi yang sangat menakutkan ini jumlah orang percaya di Korea Utara bertumbuh dalam sepuluh tahun terakhir ini. Pertumbuhan gerejalah yang mengakibatkan meningkatnya penganiayaan, hal ini membuat pemerintah serta kelompok anti kekristenan menjadi semakin waspada. Meningkatnya pengawasan yang ketat di Korea Utara, membuat staf riset WWL mengidentifikasi kecenderungan penting di tahun 2009, bahwa semua terjadi karena konsekuensi dari pertumbuhan gereja.
Iran bergerak ke urutan kedua dari urutan ketiga di tahun sebelumnya. Sebuah gereja dari latar belakang agama setempat dengan kurang lebih 85 orang ditangkap di tahun 2009 dan beberapa gereja rumah ditutup. Mauritania juga bergerak dari urutan 18 menjadi urutan ke-8 karena para tiga orang ekspatriat Kristen mati martir pada bulan Juni 2009 serta aksi pemerintah melakukan penyiksaan terhadap 35 orang Kristen.
Pada bulan September ada 150 orang percaya ditangkap dengan tuduhan melakukan ibadah di luar gereja yang diakui negara yaitu gereja Katolik dan gereja Protestan. Daftar ini sudah dilakukan Open Doors sejak tahun 1991, untuk mendapatkan pemahaman tentang penganiayaan terhadap umat Kristen di setiap negara. Hal ini membantu pelayanan Open Doors untuk lebih efektif di negara-negara di mana umat Kristen mengalami penganiayaan.
Data diperoleh melalui daftar pertanyaan yang berisi 53 pertanyaan serta dikirim kepada staf di lapangan, pemimpin gereja, dan orang-orang yang mengerti bidang mereka di 70 negara. Pertanyaan menguji setiap aspek penganiayaan termasuk tingkat pembatasan, perlakuan pemerintah, seberapa bebas gereja bisa berorganisasi secara independen, termasuk catatan insiden penganiayaan seperti pembakaran gereja, kerusuhan anti kekristenan, dan martir.
Secara khusus Open Doors mengambil posisi untuk mempersiapkan riset seperti ini dalam kapasitas sebagai salah satu lembaga misi terbesar yang melayani gereja yang teraniaya, serta 50 negara yang ada dalam daftar WWL. Open Doors memberikan bantuan secara aktif di 46 negara.
WWL mengukur penganiayaan dalam semua aspek, dan daftar ini adalah ukuran dari tingkatan pembatasan/pelarangan. WWL adalah sebuah instrumen untuk mengetahui tantangan yang dihadapi umat Kristen dalam mempraktikkan iman percayanya serta dikompilasi setiap tahun untuk mengetahui perubahan-perubahan paling terkini dalam aktifitas anti kekristenan.
Secara keseluruhan, saat dekade era 21 berakhir, umat Kristen terus mengalami penganiayaan, walaupun mungkin karena hal itulah penganiayaan menjadi bagian penting dari pertumbuhan gereja secara global. Sementara di dalam daftar tersebut, Indonesia berada dalam urutan ke-48, peringkat ini lebih baik dari pada tahun sebelumnya yang berada pada urutan 41. Semoga di tahun mendatang, Indonesia sudah tidak masuk dalam daftar hitam ini. (OD)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Renungan: Kasih Kristiani: Tanpa syarat dan aktif
"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik." (Roma 12:9)
Suatu hari saya bersama dengan seorang majelis gereja pergi ke toko buku untuk memilih dan membeli buku. Setelah beberapa puluh menit lamanya, akhirnya kami menemukan buku kami masing-masing. Ketika melihat buku yang dibeli oleh beliau, secara spontan saya berkata: "Tukarkan saja buku itu, sampulnya cacat. Kan, masih banyak yang lain."
Jawaban majelis tersebut menyentak saya, katanya lembut: "Biar saya mendapat yang kurang baik, supaya orang lain mendapat yang lebih baik." Ingatan akan peristiwa itu masih membekas sampai sekarang. Kasih kita kerap tergantung kepada kondisi dan syarat yang kita buat sendiri, dan bersifat reaktif atau menunggu. "Saya akan menolong kalau saja dia juga menolong saya." "Saya akan mengampuni kalau dia minta maaf lebih dulu." dst.
Tetapi puji Tuhan! karena Allah tidak demikian. Allah mengasihi kita bukan karena kita ini baik, suka menolong, rajin melayani, dan lain-lain. Bukan karena kualitas yang ada dalam diri kita. Siapakah kita sebelum diselamatkan oleh Tuhan? Kita adalah bagian dari dunia berdosa, yang sudah bobrok dan dikuasai oleh dosa. Pendek kata, kita sama sekali tidak mempunyai kelayakan untuk dikasihi Allah. Kita selalu melawan dan tidak taat kepada Allah tetapi Allah mengasihi dan mengampuni kita bahkan sebelum kita memintanya.
Rasul Paulus memberikan nasihat kepada kita pada zaman ini untuk menyatakan kasih sebagaimana yang diteladankan Kristus. Beberapa contoh kasih dalam kehidupan nyata dipaparkan oleh Paulus. Kasih kristiani haruslah tulus, tidak berbuntut atau bertujuan untuk keuntungan diri. Kasih mendahulukan kepentingan orang lain, tidak mencari menang sendiri. Kasih memberi pertolongan kepada mereka yang membutuhkan. Kasih itu ramah dan menerima orang lain dengan hangat (hospitable). Kasih membalas kejahatan dengan kebaikan. Kasih itu hidup berdamai satu dengan yang lain.
Kasih kristiani tidak tergantung kepada objek kasih. Satu-satunya syarat kasih sejati adalah mengasihi tanpa syarat. William Barclay mengungkapkan kebenaran ini dengan gamblang: "Kita harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh kata yang dipakai dalam etika Kristen untuk kasih. Kata itu adalah agape. Kata itu berarti sebuah itikad baik yang tidak terkalahkan; kata itu berarti bahwa tidak perduli apa yang orang lain perbuat terhadap kita, kita tidak akan pernah berada di dalam kondisi apapun di mana kita tidak mengusahakan kebaikan untuk orang tersebut."
Kasih kristiani juga adalah kasih yang aktif, bukan reaktif. Terlebih lagi, kasih tidak akan membuat seseorang yang dikuasainya terlena dalam sikap yang pasif, kasih itu laksana mata air yang terus mengeluarkan air. Senantiasa memelihara kepekaan akan kebutuhan orang lain dan berusaha sekuatnya untuk memberi kebaikan. Amy Carmichael berkata, "Anda bisa memberi tanpa mengasihi, tapi Anda tidak bisa mengasihi tanpa memberi." (Yuzo Adhinarta)
Sumber http://www.facebook.com/l/b0947;www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=405:-kasih-kristiani-tanpa-syarat-dan-aktif&catid=61:yuzo-adhinarta&Itemid=98
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Suatu hari saya bersama dengan seorang majelis gereja pergi ke toko buku untuk memilih dan membeli buku. Setelah beberapa puluh menit lamanya, akhirnya kami menemukan buku kami masing-masing. Ketika melihat buku yang dibeli oleh beliau, secara spontan saya berkata: "Tukarkan saja buku itu, sampulnya cacat. Kan, masih banyak yang lain."
Jawaban majelis tersebut menyentak saya, katanya lembut: "Biar saya mendapat yang kurang baik, supaya orang lain mendapat yang lebih baik." Ingatan akan peristiwa itu masih membekas sampai sekarang. Kasih kita kerap tergantung kepada kondisi dan syarat yang kita buat sendiri, dan bersifat reaktif atau menunggu. "Saya akan menolong kalau saja dia juga menolong saya." "Saya akan mengampuni kalau dia minta maaf lebih dulu." dst.
Tetapi puji Tuhan! karena Allah tidak demikian. Allah mengasihi kita bukan karena kita ini baik, suka menolong, rajin melayani, dan lain-lain. Bukan karena kualitas yang ada dalam diri kita. Siapakah kita sebelum diselamatkan oleh Tuhan? Kita adalah bagian dari dunia berdosa, yang sudah bobrok dan dikuasai oleh dosa. Pendek kata, kita sama sekali tidak mempunyai kelayakan untuk dikasihi Allah. Kita selalu melawan dan tidak taat kepada Allah tetapi Allah mengasihi dan mengampuni kita bahkan sebelum kita memintanya.
Rasul Paulus memberikan nasihat kepada kita pada zaman ini untuk menyatakan kasih sebagaimana yang diteladankan Kristus. Beberapa contoh kasih dalam kehidupan nyata dipaparkan oleh Paulus. Kasih kristiani haruslah tulus, tidak berbuntut atau bertujuan untuk keuntungan diri. Kasih mendahulukan kepentingan orang lain, tidak mencari menang sendiri. Kasih memberi pertolongan kepada mereka yang membutuhkan. Kasih itu ramah dan menerima orang lain dengan hangat (hospitable). Kasih membalas kejahatan dengan kebaikan. Kasih itu hidup berdamai satu dengan yang lain.
Kasih kristiani tidak tergantung kepada objek kasih. Satu-satunya syarat kasih sejati adalah mengasihi tanpa syarat. William Barclay mengungkapkan kebenaran ini dengan gamblang: "Kita harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh kata yang dipakai dalam etika Kristen untuk kasih. Kata itu adalah agape. Kata itu berarti sebuah itikad baik yang tidak terkalahkan; kata itu berarti bahwa tidak perduli apa yang orang lain perbuat terhadap kita, kita tidak akan pernah berada di dalam kondisi apapun di mana kita tidak mengusahakan kebaikan untuk orang tersebut."
Kasih kristiani juga adalah kasih yang aktif, bukan reaktif. Terlebih lagi, kasih tidak akan membuat seseorang yang dikuasainya terlena dalam sikap yang pasif, kasih itu laksana mata air yang terus mengeluarkan air. Senantiasa memelihara kepekaan akan kebutuhan orang lain dan berusaha sekuatnya untuk memberi kebaikan. Amy Carmichael berkata, "Anda bisa memberi tanpa mengasihi, tapi Anda tidak bisa mengasihi tanpa memberi." (Yuzo Adhinarta)
Sumber http://www.facebook.com/l/b0947;www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=405:-kasih-kristiani-tanpa-syarat-dan-aktif&catid=61:yuzo-adhinarta&Itemid=98
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 03 Maret 2010
Renungan: Ucapkanlah syukur
Saat ku tak melihat jalan-Mu
dan saat ku tak mengerti rencana-Mu
Namun tetap ku pegang janji-Mu
Pengharapanku hanya pada-Mu
Hatiku percaya....3x
Selalu aku percaya
Sepotong lagu di atas sangat menegur kehidupan saya sebagai anak Tuhan. Seringkali ketika menghadapi persoalan hidup dan kelihatannya tidak ada jalan keluar, saya selalu mengeluh dan mulai mempertanyakan pada Tuhan apakah Ia benar-benar selalu memperhatikan saya. Lagu diatas menguatkan iman kita juga dengan lembut menegur setiap dari kita. Apakah saat menghadapi masalah yang sama sekali tidak terlihat adanya jawaban atau pertolongan dari Tuhan, kita mau tetap percaya pada-Nya?
Kebanyakan orang percaya ketika menghadapi masalah dalam kehidupan baik itu besar ataupun kecil, mengeluh pada Tuhan. Seakan-akan Tuhan itu tidak memperhatikan keadaan kita saat kita menghadapi masalah. Apakah benar demikian? Saya pikir tidak. Coba kita renungkan, kalau saat ini kita masih dapat bernafas, bergerak, beraktivitas seperti biasa, bukankah itu hanya karena kasih karunia Tuhan? Ya, namun mengapa sepertinya Tuhan seakan-akan mengacuhkan keadaan kita dalam menghadapi pergumulan hidup?
Sebenarnya adalah perkara yang mudah bagi Tuhan untuk menolong kita melewati berbagai macam persoalan hidup yang ada. Namun Tuhan ingin menguji kita dan ingin melihat sesuatu yang Ia rindukan untuk Ia dengar langsung dari mulut kita. Hal itu tidak lain dan tidak bukan adalah ucapan syukur yang tulus dari hati kita. Tuhan ingin melihat sikap hati kita yang mencerminkan seberapa besar iman percaya kita pada-Nya dan seberapa tinggi ketekunan yang ada dalam diri kita melalui seberapa sering kita mengucap syukur pada Dia.
Jika kita berada pada saat senang dan berkelimpahan, mudah bagi kita untuk selalu mengucap syukur pada Tuhan. Namun bagaimana jika keadaan yang terjadi adalah sebaliknya? Apakah kita akan tetap percaya dan mengucap syukur pada Tuhan? Tuhan tidak ingin kita menjadi seperti bangsa Israel ketika Ia membawa mereka keluar dari Mesir, mereka seringkali bersungut-sungut pada Tuhan. Tuhan ingin membentuk kita menjadi sebuah umat yang memiliki iman percaya yang tinggi serta dapat mengucap syukur dalam berbagai keadaan, melalui berbagai macam masalah yang ada. Itulah umat yang dibanggakan oleh Tuhan dan sangat dicintai oleh-Nya.
Coba saja kita lihat kisah hidup Ayub, bagaimana Tuhan membanggakan Ayub dihadapan iblis sehingga membuat iblis sakit hati.
Apakah yang dibanggakan Allah dari Ayub sehingga iblis menjadi kesal lalu ingin mencobai Ayub? Yaitu sikap hidup Ayub yang tetap percaya pada Tuhan lalu dapat mengucap syukur meskipun beratnya cobaan yang dia hadapi (Ayub 1:21) Inilah sikap hidup yang Allah inginkan ada dalam hidup umat-Nya untuk mengalahkan intimidasi iblis. Coba teman-teman baca dalam Yosua 6:1-20 bagaimana bangsa Israel meruntuhkan tembok kota Yerikho yang besar dengan bunyi sangkakala dan bunyi sorak-sorakan besar, yang melambangkan ucapan syukur pada Tuhan.
Mazmur 50:23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku;
1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Teman-teman, mari kita merubah sikap hidup kita sebagai orang percaya. Masalah hidup yang berasal dari iblis tidak akan dapat diatasi dengan berbagai macam keluh kesah apalagi sampai mengutuk, malah hanya akan memperumit masalah. Tapi melalui kisah diatas, kita belajar bahwa persoalan hidup sesulit apapun dapat diatasi dengan iman yang teguh sambil mengucap syukur pada Tuhan. Dan lihatlah, ketika kita tetap percaya pada Tuhan sambil mengucap syukur, tangan Tuhan sendirilah yang akan menolong kita keluar dari dalam masalah hidup kita. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
dan saat ku tak mengerti rencana-Mu
Namun tetap ku pegang janji-Mu
Pengharapanku hanya pada-Mu
Hatiku percaya....3x
Selalu aku percaya
Sepotong lagu di atas sangat menegur kehidupan saya sebagai anak Tuhan. Seringkali ketika menghadapi persoalan hidup dan kelihatannya tidak ada jalan keluar, saya selalu mengeluh dan mulai mempertanyakan pada Tuhan apakah Ia benar-benar selalu memperhatikan saya. Lagu diatas menguatkan iman kita juga dengan lembut menegur setiap dari kita. Apakah saat menghadapi masalah yang sama sekali tidak terlihat adanya jawaban atau pertolongan dari Tuhan, kita mau tetap percaya pada-Nya?
Kebanyakan orang percaya ketika menghadapi masalah dalam kehidupan baik itu besar ataupun kecil, mengeluh pada Tuhan. Seakan-akan Tuhan itu tidak memperhatikan keadaan kita saat kita menghadapi masalah. Apakah benar demikian? Saya pikir tidak. Coba kita renungkan, kalau saat ini kita masih dapat bernafas, bergerak, beraktivitas seperti biasa, bukankah itu hanya karena kasih karunia Tuhan? Ya, namun mengapa sepertinya Tuhan seakan-akan mengacuhkan keadaan kita dalam menghadapi pergumulan hidup?
Sebenarnya adalah perkara yang mudah bagi Tuhan untuk menolong kita melewati berbagai macam persoalan hidup yang ada. Namun Tuhan ingin menguji kita dan ingin melihat sesuatu yang Ia rindukan untuk Ia dengar langsung dari mulut kita. Hal itu tidak lain dan tidak bukan adalah ucapan syukur yang tulus dari hati kita. Tuhan ingin melihat sikap hati kita yang mencerminkan seberapa besar iman percaya kita pada-Nya dan seberapa tinggi ketekunan yang ada dalam diri kita melalui seberapa sering kita mengucap syukur pada Dia.
Jika kita berada pada saat senang dan berkelimpahan, mudah bagi kita untuk selalu mengucap syukur pada Tuhan. Namun bagaimana jika keadaan yang terjadi adalah sebaliknya? Apakah kita akan tetap percaya dan mengucap syukur pada Tuhan? Tuhan tidak ingin kita menjadi seperti bangsa Israel ketika Ia membawa mereka keluar dari Mesir, mereka seringkali bersungut-sungut pada Tuhan. Tuhan ingin membentuk kita menjadi sebuah umat yang memiliki iman percaya yang tinggi serta dapat mengucap syukur dalam berbagai keadaan, melalui berbagai macam masalah yang ada. Itulah umat yang dibanggakan oleh Tuhan dan sangat dicintai oleh-Nya.
Coba saja kita lihat kisah hidup Ayub, bagaimana Tuhan membanggakan Ayub dihadapan iblis sehingga membuat iblis sakit hati.
Apakah yang dibanggakan Allah dari Ayub sehingga iblis menjadi kesal lalu ingin mencobai Ayub? Yaitu sikap hidup Ayub yang tetap percaya pada Tuhan lalu dapat mengucap syukur meskipun beratnya cobaan yang dia hadapi (Ayub 1:21) Inilah sikap hidup yang Allah inginkan ada dalam hidup umat-Nya untuk mengalahkan intimidasi iblis. Coba teman-teman baca dalam Yosua 6:1-20 bagaimana bangsa Israel meruntuhkan tembok kota Yerikho yang besar dengan bunyi sangkakala dan bunyi sorak-sorakan besar, yang melambangkan ucapan syukur pada Tuhan.
Mazmur 50:23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku;
1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Teman-teman, mari kita merubah sikap hidup kita sebagai orang percaya. Masalah hidup yang berasal dari iblis tidak akan dapat diatasi dengan berbagai macam keluh kesah apalagi sampai mengutuk, malah hanya akan memperumit masalah. Tapi melalui kisah diatas, kita belajar bahwa persoalan hidup sesulit apapun dapat diatasi dengan iman yang teguh sambil mengucap syukur pada Tuhan. Dan lihatlah, ketika kita tetap percaya pada Tuhan sambil mengucap syukur, tangan Tuhan sendirilah yang akan menolong kita keluar dari dalam masalah hidup kita. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Renungan: Peganglah Kesetiaanmu dihadapan Tuhan
Beberapa waktu yang lalu saya mendengar sebuah kesaksian dari seorang hamba Tuhan tentang seorang anak kecil di negeri Cina. Saat itu seperti biasa si anak kecil tadi mengikuti ibadah di sebuah persekutuan. Namun sungguh tak diduga selama ibadah berlangsung ada sekelompok pasukan yang mendapati mereka sedang beribadah ( Sekedar info Cina adalah sebuah negara komunis yang menentang agama) Satu per satu para jemaat bahkan sampai pada pendetanya disuruh maju ke depan dan meludahi gambar wajah Yesus. Semuanya pun ikut meludahi gambar wajah Yesus karena takut dengan ancaman hukuman mati.
Tibalah giliran si anak kecil tadi. Dia dengan gemetar sambil menangis tersedu-sedu maju ke depan gambar wajah Yesus. Namun yang ia lakukan sungguh aneh. Bukannya meludahi gambar Yesus, ia malah menghapus semua ludah yang telah menempel, lalu ia berkata kira-kira seperti ini (maaf saya tidak terlalu menghafalnya) "Sampai matipun saya mau tetap mengikut Yesus" Setelah ia berkata begitu, ia bukannya dibunuh oleh para tentara, namun justru ia dipisahkan tersendiri. Lalu setelah itu para tentara malah membunuh semua orang yang telah meludah gambar wajah Yesus.
Melalui kesaksian diatas kita dapat belajar, bahwa dimanapun yang dibutuhkan dari seseorang adalah kesetiaannya. Bahkan para tentara tadi pun menyadari bahwa anak kecil itu layak untuk hidup karena ia memiliki kesetiaan yang tinggi dalam usianya yang masih muda. Dilihat dari sudut pandang rohani, itu semua terjadi atas pertolongan Tuhan yang membela anak kecil tadi oleh karena kesetiaan yang telah ia tunjukkan dalam usia mudanya melebihi orang dewasa yang justru lebih tahu tentang isi firman, namun dengan mudah malah membuang kesetiaan mereka oleh karena ingin menyelamatkan nyawa.
Saat ini tidak jarang terdengar berita orang-orang Kristen yang berbalik dari keyakinan mereka, lalu memilih masuk pada keyakinan yang lain. Bahkan ada yang sudah mempelajari secara mendalam segala isi firman Tuhan, malah justru membuang kebenaran yang sudah didapatkan. Penyebabnya adalah mereka hanya tahu tentang isi firman Tuhan, namun tidak mengenal siapa sosok yang telah menyampaikan firman itu, yaitu Yesus itu sendiri. Karena mereka tidak mengenal Yesus lebih dalam, mereka tidak dapat mengasihi Yesus lebih dari hidup mereka sendiri.
Berbagai macam alasan yang melatarbelakangi mengapa kebanyakan orang justru berbalik setia dari Tuhan. Contohnya untuk mengejar popularitas, kekayaan, kehormatan, nafsu pribadi dan sebagainya. Namun pada intinya mereka tidak mengasihi Yesus lebih dari hidup mereka sendiri. Seandainya mereka dapat mengasihi Yesus dengan sepenuh hati, maka apapun yang menjadi keinginan, godaan, tawaran, bahkan ancaman yang berusaha menggoyahkan iman, mereka akan tetap setia pada Yesus jika kita benar-benar mengasihi Yesus.
Sobat, ingatlah satu hal ini. Bahwa Yesus tidak akan mau menerima orang yang tidak setia pada-Nya. Di dalam Ibrani 6: 4-6 mengatakan jika kita yang sudah mengenal akan kebenaran firman Tuhan dan yang telah percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat, namun malah murtad, mereka tidak akan dapat diperbaharui lagi. Karena Allah menuntut pada kita untuk tetap setia pada Dia walau apapun yang terjadi. Allah tidak ingin kita hanya setia hanya pada saat-saat tertentu dan dalam jangka waktu tertentu, namun Ia ingin kita setia sampai pada saat-Nya Yesus kembali kali yang kedua untuk menghakimi setiap orang menurut perbuatannya.
Karena itu sobat, mari kita saling menguatkan satu dengan yang lain untuk tetap setia pada Tuhan dan jangan sampai murtad. Juga mari kita bergumul bagi saudara-saudara kita seiman yang sudah murtad, agar Tuhan mau menjamah hati mereka untuk kembali lagi mengikut Tuhan. Sebab Tuhan juga berjanji untuk selalu mendengarkan permintaan dari orang-orang yang percaya dan berseru pada-Nya. Sama halnya pada saat Abraham berdoa syafaat untuk sodom dan gomorah, dan juga Musa yang berdoa memohon ampun pada Tuhan atas dosa-dosa bangsa Israel lalu Tuhan mendengarkan permintaan mereka, demikian juga pasti Tuhan mau mendengarkan permintaan kita untuk saudara-saudara seiman kita yang telah murtad.
Amsal 20:6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
Peganglah terus kesetiaan kita karena kesetiaan itu sangat mahal harganya. Dan jangan takut untuk tetap setia, karena Tuhan Yesus sudah menyiapkan berkat yang melimpah bagi orang-orang yang tetap setia pada-Nya. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Tibalah giliran si anak kecil tadi. Dia dengan gemetar sambil menangis tersedu-sedu maju ke depan gambar wajah Yesus. Namun yang ia lakukan sungguh aneh. Bukannya meludahi gambar Yesus, ia malah menghapus semua ludah yang telah menempel, lalu ia berkata kira-kira seperti ini (maaf saya tidak terlalu menghafalnya) "Sampai matipun saya mau tetap mengikut Yesus" Setelah ia berkata begitu, ia bukannya dibunuh oleh para tentara, namun justru ia dipisahkan tersendiri. Lalu setelah itu para tentara malah membunuh semua orang yang telah meludah gambar wajah Yesus.
Melalui kesaksian diatas kita dapat belajar, bahwa dimanapun yang dibutuhkan dari seseorang adalah kesetiaannya. Bahkan para tentara tadi pun menyadari bahwa anak kecil itu layak untuk hidup karena ia memiliki kesetiaan yang tinggi dalam usianya yang masih muda. Dilihat dari sudut pandang rohani, itu semua terjadi atas pertolongan Tuhan yang membela anak kecil tadi oleh karena kesetiaan yang telah ia tunjukkan dalam usia mudanya melebihi orang dewasa yang justru lebih tahu tentang isi firman, namun dengan mudah malah membuang kesetiaan mereka oleh karena ingin menyelamatkan nyawa.
Saat ini tidak jarang terdengar berita orang-orang Kristen yang berbalik dari keyakinan mereka, lalu memilih masuk pada keyakinan yang lain. Bahkan ada yang sudah mempelajari secara mendalam segala isi firman Tuhan, malah justru membuang kebenaran yang sudah didapatkan. Penyebabnya adalah mereka hanya tahu tentang isi firman Tuhan, namun tidak mengenal siapa sosok yang telah menyampaikan firman itu, yaitu Yesus itu sendiri. Karena mereka tidak mengenal Yesus lebih dalam, mereka tidak dapat mengasihi Yesus lebih dari hidup mereka sendiri.
Berbagai macam alasan yang melatarbelakangi mengapa kebanyakan orang justru berbalik setia dari Tuhan. Contohnya untuk mengejar popularitas, kekayaan, kehormatan, nafsu pribadi dan sebagainya. Namun pada intinya mereka tidak mengasihi Yesus lebih dari hidup mereka sendiri. Seandainya mereka dapat mengasihi Yesus dengan sepenuh hati, maka apapun yang menjadi keinginan, godaan, tawaran, bahkan ancaman yang berusaha menggoyahkan iman, mereka akan tetap setia pada Yesus jika kita benar-benar mengasihi Yesus.
Sobat, ingatlah satu hal ini. Bahwa Yesus tidak akan mau menerima orang yang tidak setia pada-Nya. Di dalam Ibrani 6: 4-6 mengatakan jika kita yang sudah mengenal akan kebenaran firman Tuhan dan yang telah percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat, namun malah murtad, mereka tidak akan dapat diperbaharui lagi. Karena Allah menuntut pada kita untuk tetap setia pada Dia walau apapun yang terjadi. Allah tidak ingin kita hanya setia hanya pada saat-saat tertentu dan dalam jangka waktu tertentu, namun Ia ingin kita setia sampai pada saat-Nya Yesus kembali kali yang kedua untuk menghakimi setiap orang menurut perbuatannya.
Karena itu sobat, mari kita saling menguatkan satu dengan yang lain untuk tetap setia pada Tuhan dan jangan sampai murtad. Juga mari kita bergumul bagi saudara-saudara kita seiman yang sudah murtad, agar Tuhan mau menjamah hati mereka untuk kembali lagi mengikut Tuhan. Sebab Tuhan juga berjanji untuk selalu mendengarkan permintaan dari orang-orang yang percaya dan berseru pada-Nya. Sama halnya pada saat Abraham berdoa syafaat untuk sodom dan gomorah, dan juga Musa yang berdoa memohon ampun pada Tuhan atas dosa-dosa bangsa Israel lalu Tuhan mendengarkan permintaan mereka, demikian juga pasti Tuhan mau mendengarkan permintaan kita untuk saudara-saudara seiman kita yang telah murtad.
Amsal 20:6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
Peganglah terus kesetiaan kita karena kesetiaan itu sangat mahal harganya. Dan jangan takut untuk tetap setia, karena Tuhan Yesus sudah menyiapkan berkat yang melimpah bagi orang-orang yang tetap setia pada-Nya. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 24 Februari 2010
Renungan: Putuskan rantai dosa
Dengan judul renungan seperti ini saya tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun karena saya sendiri juga berbuat dosa. Namun saat ini saya ingin agar kita semua yang masih terbelenggu dengan dosa-dosa kita dapat melepaskan diri dari semua itu.
Sejak adam dan hawa jatuh ke dalam dosa, hubungan Allah dengan manusia menjadi jauh. Namun meskipun begitu Allah sama sekali tidak pernah ingin untuk menjauh dari manusia. Berkali-kali Allah memanggil bangsa Israel agar mereka datang mendekat pada-Nya meskipun mereka sering memberontak pada Allah. Dan puncak dari semua itu Allah mengaruniakan Anak-Nya yaitu Yesus untuk menebus semua dosa kita dan mendekatkan kita pada-Nya.
Namun yang menjadi masalah meskipun kita sudah ditebus, kita masih sering melakukan dosa dari yang kita anggap kecil sampai yang paling besar. Ini sebenarnya merupakan hal yang wajar, karena hidup baru itu adalah sebuah proses yang dijalani dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini Amsal 24:16 menjelaskan bahwa orang benar memang masih akan terjatuh dalam dosa, namun yang terpenting bukanlah berapa kali ia jatuh dalam dosa, yang terpenting adalah bagaimana ia bangkit dari dosa-dosanya.
Yang menjadi tidak wajar adalah banyak orang percaya yang sudah tahu akan kebenaran firman Tuhan, namun masih senang hidup dalam dosa. Contohnya saja dalam kehidupan anak muda yaitu suka merokok, minum-minuman keras, nonton film porno, berbicara kata-kata yang kotor, dan lain sebagainya. Ini sungguh memprihatinkan karena dalam Ibrani 10:26-31 menjelaskan bahwa jika kita sudah tahu dengan kebenaran firman Tuhan namun malah dengan sengaja melakukan dosa, maka kita sama saja telah menghina darah Kristus yang telah tertumpah untuk menebus dosa kita. Dan kita akan menerima penghakiman yang lebih berat lagi atas dosa-dosa kita.
Untuk melepaskan diri dari dosa memang bukanlah hal yang mudah, namun jangan kita menjadikan itu sebagai alasan bagi kita untuk selalu terjatuh dalam dosa. Untuk bangkit dan melepaskan diri dari dosa, kita perlu mengakui seluruh dosa kita dihadapan Bapa, meminta ampun pada-Nya, dan membuat komitmen yang kuat bahwa kita tidak akan lagi mengulangi segala dosa-dosa kita. Selanjutnya biarlah kita membiarkan diri kita dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga kita tidak akan lagi menuruti keinginan daging kita, yang membawa kita dalam dosa yang upahnya adalah maut (Galatia 5:16-26).
Yohanes 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Dengan perkataan Yesus tersebut, segala keterikatan dan hubungan kita dengan dosa sudah diputuskan, sudah disucikan, dan semua hal yang berhubungan dengan kutuk dosa sudah selesai dengan darah Yesus. Karena itu mari kita bangkit dari segala dosa-dosa kita dan membangun hubungan yang indah dengan Kristus Yesus dalam kekudusan. Tuhan Yesus mengasihi kita sekalian.(^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sejak adam dan hawa jatuh ke dalam dosa, hubungan Allah dengan manusia menjadi jauh. Namun meskipun begitu Allah sama sekali tidak pernah ingin untuk menjauh dari manusia. Berkali-kali Allah memanggil bangsa Israel agar mereka datang mendekat pada-Nya meskipun mereka sering memberontak pada Allah. Dan puncak dari semua itu Allah mengaruniakan Anak-Nya yaitu Yesus untuk menebus semua dosa kita dan mendekatkan kita pada-Nya.
Namun yang menjadi masalah meskipun kita sudah ditebus, kita masih sering melakukan dosa dari yang kita anggap kecil sampai yang paling besar. Ini sebenarnya merupakan hal yang wajar, karena hidup baru itu adalah sebuah proses yang dijalani dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini Amsal 24:16 menjelaskan bahwa orang benar memang masih akan terjatuh dalam dosa, namun yang terpenting bukanlah berapa kali ia jatuh dalam dosa, yang terpenting adalah bagaimana ia bangkit dari dosa-dosanya.
Yang menjadi tidak wajar adalah banyak orang percaya yang sudah tahu akan kebenaran firman Tuhan, namun masih senang hidup dalam dosa. Contohnya saja dalam kehidupan anak muda yaitu suka merokok, minum-minuman keras, nonton film porno, berbicara kata-kata yang kotor, dan lain sebagainya. Ini sungguh memprihatinkan karena dalam Ibrani 10:26-31 menjelaskan bahwa jika kita sudah tahu dengan kebenaran firman Tuhan namun malah dengan sengaja melakukan dosa, maka kita sama saja telah menghina darah Kristus yang telah tertumpah untuk menebus dosa kita. Dan kita akan menerima penghakiman yang lebih berat lagi atas dosa-dosa kita.
Untuk melepaskan diri dari dosa memang bukanlah hal yang mudah, namun jangan kita menjadikan itu sebagai alasan bagi kita untuk selalu terjatuh dalam dosa. Untuk bangkit dan melepaskan diri dari dosa, kita perlu mengakui seluruh dosa kita dihadapan Bapa, meminta ampun pada-Nya, dan membuat komitmen yang kuat bahwa kita tidak akan lagi mengulangi segala dosa-dosa kita. Selanjutnya biarlah kita membiarkan diri kita dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga kita tidak akan lagi menuruti keinginan daging kita, yang membawa kita dalam dosa yang upahnya adalah maut (Galatia 5:16-26).
Yohanes 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Dengan perkataan Yesus tersebut, segala keterikatan dan hubungan kita dengan dosa sudah diputuskan, sudah disucikan, dan semua hal yang berhubungan dengan kutuk dosa sudah selesai dengan darah Yesus. Karena itu mari kita bangkit dari segala dosa-dosa kita dan membangun hubungan yang indah dengan Kristus Yesus dalam kekudusan. Tuhan Yesus mengasihi kita sekalian.(^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Senin, 22 Februari 2010
Renungan: Maukah kita mengikut Yesus sepenuh hati?
Sobat, seandainya saat ini Tuhan memanggilmu dan mengutusmu kemanapun untuk melayani Dia,maukah kau mengikut kehendak-Nya? Seringkali dalam mengikut Tuhan kita bersikap setengah-setengah. Artinya kita takut atau tidak mau melepaskan segala sesuatu untuk mengikut Yesus. Kita tidak mau mengikut Yesus karena lebih senang hidup dalam dosa, kita tidak mau mengikut Yesus karena ingin mengejar cita-cita seperti menjadi orang yang kaya dan sukses dalam karir, kita tidak mau mengikut Yesus karena penuh dengan kekhawatiran akan masa depan kita.
Dalam Matius 10:34-38 berbicara jika kita ingin mengikut Yesus namun masih lebih mementingkan keluarga, maka kita tidak layak untuk mengikut Yesus. Dalam ayatnya yang ke-38 berkata jika kita takut untuk menderita dengan memikul salib kita, maka kita tidak layak untuk mengikut Yesus. Ini berarti jika kita mengikut Yesus kita harus mau meninggalkan segala sesuatu baik itu keluarga, harta, cinta, kehidupan dalam dosa, kekhawatiran dan sebagainya. Mengapa kita harus meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus? Karena Ia tidak ingin menjadi yang nomor 2 atau selanjutnya dalam hidup kita. Namun Ia ingin menjadi yang terutama dalam hidup kita.
Coba kita pikir masing-masing, Dia yang adalah Raja atas segala raja, Tuhan yang bertakhta dalam kemuliaan, Juruselamat kita, mau turun dan meninggalkan takhta kemuliaan-Nya di Sorga, mengambil rupa seorang hamba, hanya untuk menyelamatkan kita para umat yang dikasihi-Nya (Filipi 2: 6-8). Mengapa kita yang adalah hamba-Nya tidak mau meninggalkan segala sesuatu demi mengikut Dia? Sungguh tidak adil bukan?
Karena itu sobat mari kita melepas segala sesuatu yang menjadi hasrat, keinginan, dan ambisi dalam hidup kita, untuk mengikut Yesus sepenuh hati. Mungkin rasanya amat sangat berat untuk meninggalkan hal-hal yang kita miliki dan sayangi untuk Tuhan, namun ingat kita tidak selama-lamanya akan hidup seperti sekarang di dunia ini, karena dunia ini bukanlah tempat perhentian terakhir kita dan hanya bersifat sementara ( ibaratnya tempat transit...hehehe...) Suatu saat akan tiba saatnya Hari Penghakiman bagi semua orang untuk menentukan "Tempat terakhir" yang akan didiami untuk selamanya. Apakah di Sorga, atau di Neraka semuanya berdasarkan pada apa yang kita perbuat selama di dunia.
Sobat, itulah yang menjadi alasan bagi Yesus untuk menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan atas seluruh dosa kita, karena Ia tidak pernah ingin kita menetap di neraka, namun Ia ingin kita berada bersama-sama dengan Dia dalam Kerajaan Sorga (Yohanes 14:2-4)
Begitu indah kan kasih-Nya yang ingin selalu berada bersama-sama kita? Karena itu jangan ragu-ragu untuk meninggalkan keinginan duniawi kita lalu memikul salib untuk mengikut Yesus, karena sesungguhnya Tuhan telah menyediakan hadiah terbaik yang tidak dapat dibayangkan saat kita dengan setia mengikut Dia.
Matius 19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
Jangan takut atau ragu-ragu untuk meninggalkan segala sesuatu di dunia ini untuk Tuhan, namun layanilah Dia dengan setulus hati karena ada hadiah yang telah disediakan oleh-Nya bagi setiap orang yang setia mengikut Dia.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Dalam Matius 10:34-38 berbicara jika kita ingin mengikut Yesus namun masih lebih mementingkan keluarga, maka kita tidak layak untuk mengikut Yesus. Dalam ayatnya yang ke-38 berkata jika kita takut untuk menderita dengan memikul salib kita, maka kita tidak layak untuk mengikut Yesus. Ini berarti jika kita mengikut Yesus kita harus mau meninggalkan segala sesuatu baik itu keluarga, harta, cinta, kehidupan dalam dosa, kekhawatiran dan sebagainya. Mengapa kita harus meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus? Karena Ia tidak ingin menjadi yang nomor 2 atau selanjutnya dalam hidup kita. Namun Ia ingin menjadi yang terutama dalam hidup kita.
Coba kita pikir masing-masing, Dia yang adalah Raja atas segala raja, Tuhan yang bertakhta dalam kemuliaan, Juruselamat kita, mau turun dan meninggalkan takhta kemuliaan-Nya di Sorga, mengambil rupa seorang hamba, hanya untuk menyelamatkan kita para umat yang dikasihi-Nya (Filipi 2: 6-8). Mengapa kita yang adalah hamba-Nya tidak mau meninggalkan segala sesuatu demi mengikut Dia? Sungguh tidak adil bukan?
Karena itu sobat mari kita melepas segala sesuatu yang menjadi hasrat, keinginan, dan ambisi dalam hidup kita, untuk mengikut Yesus sepenuh hati. Mungkin rasanya amat sangat berat untuk meninggalkan hal-hal yang kita miliki dan sayangi untuk Tuhan, namun ingat kita tidak selama-lamanya akan hidup seperti sekarang di dunia ini, karena dunia ini bukanlah tempat perhentian terakhir kita dan hanya bersifat sementara ( ibaratnya tempat transit...hehehe...) Suatu saat akan tiba saatnya Hari Penghakiman bagi semua orang untuk menentukan "Tempat terakhir" yang akan didiami untuk selamanya. Apakah di Sorga, atau di Neraka semuanya berdasarkan pada apa yang kita perbuat selama di dunia.
Sobat, itulah yang menjadi alasan bagi Yesus untuk menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan atas seluruh dosa kita, karena Ia tidak pernah ingin kita menetap di neraka, namun Ia ingin kita berada bersama-sama dengan Dia dalam Kerajaan Sorga (Yohanes 14:2-4)
Begitu indah kan kasih-Nya yang ingin selalu berada bersama-sama kita? Karena itu jangan ragu-ragu untuk meninggalkan keinginan duniawi kita lalu memikul salib untuk mengikut Yesus, karena sesungguhnya Tuhan telah menyediakan hadiah terbaik yang tidak dapat dibayangkan saat kita dengan setia mengikut Dia.
Matius 19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
Jangan takut atau ragu-ragu untuk meninggalkan segala sesuatu di dunia ini untuk Tuhan, namun layanilah Dia dengan setulus hati karena ada hadiah yang telah disediakan oleh-Nya bagi setiap orang yang setia mengikut Dia.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Minggu, 21 Februari 2010
Kesaksian: Penggalan Hidupku yang Lama
Sejak aku kecil aku udh tgl di lingkungan yg mengajarkan tentang seks. Umur 5 tahun aku udh tahu gimana caranya untuk melakukan hubungan seks, krn disekitar aku bnyak anak2 yg lbh tua dri aku yg udah ajarin aku gimana caranya melakukan seks.
Pas kelas 3 sd aku kenalan sm om yg lolita kompleks alias suka dgn anak kecil. Tiap kali ketemu dia, pasti dia ngeramas "Burung" aku, trus hbs itu aku dikasih uang. Begitulah setiap harinya terjadi. Tpi pas kls 4 sd aku udah tahu klu apa yg aku lakuin ini nggak beres. Akhirnya aku mutusin untuk nggak ketemu2 sm dia lgi.
pas aku kls 5 sd aku udah penasaran banget mau praktek seks. Jdi aku cba aja dari hal2 yg kecil. Ketika plg sekolah bersama teman aku yg cewek aku udah niat. Pas lewat di taman kota, aku sm teman aku yg satu ngangkatin roknya n meluk sambil ciumin dia.
Dia berontak2, akhirnya nggak jdi. Setiap kali plg sekolah aku cba maksa dia tpi slalu dia nggak mau. Akhirnya aku coba pake cara halus dgn pake uang. Awalnya dia nggak mau, tpi pas plg sekolah dia blg mau. Sayangnya pada saat itu ada penjemput aku, akhirnya nggak jdi. Setelah beberapa waktu teman cewek aku pindah.
Smp aku belajar utk melakukan onani. Dan itu kurasa sangat nikmat n menyenangkan. Aku jg lbh mesum lgi, aku jdi suka lihat isi roknya cewek, nonton film porno. Kehidupan seperti ini terus berlanjut sampai kelas 2 SMA semester 1. Namun pada saat masuk semester 2 aku dipertemukan oleh Tuhan dengan seseorang yg kehidupannya dulu sm dgn aku bahkan lebih gila lagi. Ia menceritakan bgmn Tuhan memanggil Dia dgn mencelakakan Dia. Setelah itu dia bertobat, trm Kristus, n jalanin hidup baru. Mendengar ceritanya dia, aku merasa malu dgn diriku. Padahal aku ini udh Kristen sejak kecil, tpi aku msh suka hidup dalam dosa. Sejak ketemu dia aku mutusin untuk ninggalin hidup aku yg lma n mw hidup baru dlam Kristus.
Namun sungguh sulit kurasa utk ninggalin semua hidup aku dulu. Tpi teman aku itu selalu memotivasi aku bhw aku nggak perlu hitung berapa kali aku jatuh,namun aku hrs hitung brp kali aku bangkit n Tuhan pasti akn nolongin aku (Amsal 24:16) Aku jga ngerasain sendiri meskipun aku jatuh dlam dosa lagi, Tuhan selalu mengangkat aku dn bahkan menggendong aku. Karena itu aku terus dapat berusaha utk bangkit dari dosa2 aku krn ad Yesus yg slalu menguatkan aku.
Ini hanyalah sebagian dari penggalan hidupku yg kotor,,bgmn dgn dirimu?? Mungkin teman-teman juga merasakan hal yg sama. Hanya teman-teman perlu mengingat satu hal ini. KLu Tuhan nggak akan prnh biarin teman-teman jatuh dlam dosa. Jika teman2 mw bangkit dari dosa, Roh Kudus akn slalu menguatkan teman-teman asal teman-teman mw ninggalin sgla kehidupan lama teman2 n mw jalanin hidup baru dalam Kristus. KLu Tuhan Yesus mw menolong teman aku yg tdi n jg aku, pastilah Ia jg akan menolong teman2 sekalian...oh iya aku mw bagi ayat ini...tolong dibaca ya...Gbu
( Yesaya 1:18,Yesaya 43:4,Galatia 5:16-2, Efesus 4:17-32)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Pas kelas 3 sd aku kenalan sm om yg lolita kompleks alias suka dgn anak kecil. Tiap kali ketemu dia, pasti dia ngeramas "Burung" aku, trus hbs itu aku dikasih uang. Begitulah setiap harinya terjadi. Tpi pas kls 4 sd aku udah tahu klu apa yg aku lakuin ini nggak beres. Akhirnya aku mutusin untuk nggak ketemu2 sm dia lgi.
pas aku kls 5 sd aku udah penasaran banget mau praktek seks. Jdi aku cba aja dari hal2 yg kecil. Ketika plg sekolah bersama teman aku yg cewek aku udah niat. Pas lewat di taman kota, aku sm teman aku yg satu ngangkatin roknya n meluk sambil ciumin dia.
Dia berontak2, akhirnya nggak jdi. Setiap kali plg sekolah aku cba maksa dia tpi slalu dia nggak mau. Akhirnya aku coba pake cara halus dgn pake uang. Awalnya dia nggak mau, tpi pas plg sekolah dia blg mau. Sayangnya pada saat itu ada penjemput aku, akhirnya nggak jdi. Setelah beberapa waktu teman cewek aku pindah.
Smp aku belajar utk melakukan onani. Dan itu kurasa sangat nikmat n menyenangkan. Aku jg lbh mesum lgi, aku jdi suka lihat isi roknya cewek, nonton film porno. Kehidupan seperti ini terus berlanjut sampai kelas 2 SMA semester 1. Namun pada saat masuk semester 2 aku dipertemukan oleh Tuhan dengan seseorang yg kehidupannya dulu sm dgn aku bahkan lebih gila lagi. Ia menceritakan bgmn Tuhan memanggil Dia dgn mencelakakan Dia. Setelah itu dia bertobat, trm Kristus, n jalanin hidup baru. Mendengar ceritanya dia, aku merasa malu dgn diriku. Padahal aku ini udh Kristen sejak kecil, tpi aku msh suka hidup dalam dosa. Sejak ketemu dia aku mutusin untuk ninggalin hidup aku yg lma n mw hidup baru dlam Kristus.
Namun sungguh sulit kurasa utk ninggalin semua hidup aku dulu. Tpi teman aku itu selalu memotivasi aku bhw aku nggak perlu hitung berapa kali aku jatuh,namun aku hrs hitung brp kali aku bangkit n Tuhan pasti akn nolongin aku (Amsal 24:16) Aku jga ngerasain sendiri meskipun aku jatuh dlam dosa lagi, Tuhan selalu mengangkat aku dn bahkan menggendong aku. Karena itu aku terus dapat berusaha utk bangkit dari dosa2 aku krn ad Yesus yg slalu menguatkan aku.
Ini hanyalah sebagian dari penggalan hidupku yg kotor,,bgmn dgn dirimu?? Mungkin teman-teman juga merasakan hal yg sama. Hanya teman-teman perlu mengingat satu hal ini. KLu Tuhan nggak akan prnh biarin teman-teman jatuh dlam dosa. Jika teman2 mw bangkit dari dosa, Roh Kudus akn slalu menguatkan teman-teman asal teman-teman mw ninggalin sgla kehidupan lama teman2 n mw jalanin hidup baru dalam Kristus. KLu Tuhan Yesus mw menolong teman aku yg tdi n jg aku, pastilah Ia jg akan menolong teman2 sekalian...oh iya aku mw bagi ayat ini...tolong dibaca ya...Gbu
( Yesaya 1:18,Yesaya 43:4,Galatia 5:16-2, Efesus 4:17-32)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Renungan: Kedatangan Sang Anak Domba Allah
Saat ini kebanyakan orang tidak sadar bahwa kedatangan Tuhan kali yang kedua sudah sangat dekat lebih dari yang dapat kita bayangkan. Meskipun dari zaman para rasul telah dikatakan dalam Alkitab bahwa kedatangan Tuhan sudah sangat dekat namun Tuhan juga belum kunjung datang. Tapi sesungguhnya kita yang hidup di generasi saat inilah yang akan menyambut kedatangan Tuhan. Mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa Tuhan masih lama lagi akan datang karena sejak dari zaman para rasul Tuhan belum juga kunjung datang. Namun dari berbagai kesaksian yang saya terima dari dan dalam luar Indonesia (Karena saya juga mendapat info dari teman2 seiman luar negeri) menyatakan bahwa sudah tidak lama lagi Tuhan akan datang.
Kemarin ketika saya membaca kesaksian yang didapat oleh teman sesama admin, jujur saya merasa takut sekali karena saya takut akan mengalami masa penganiayaan(tertinggal dalam masa pengangkatan) atau saya malah akan masuk dalam neraka. Dalam ketakutan saya berdoa dan memohon ampun pada Bapa, namun didalam doa saya seperti mendengar suara yang berkata " Jangan takut anak-Ku". Mungkin ini kedengarannya tidak masuk akal namun saya percaya dengan pasti bahwa itu adalah suara Tuhan, karena ketika saya mendengar suara-Nya ada rasa damai yang tak dapat dijelaskan menyelimuti hati saya (Yohanes 10:27-28)
Pertanyaannya mengapa ada begitu banyak kesaksian tentang kedatangan Tuhan terdengar dimana-mana? Jawabannya hanya satu karena Tuhan tahu betul masih banyak jiwa-jiwa yang belum menerima keselamatan dan tidak siap untuk menyambut kedatangan Tuhan kali yang kedua. Karena itu Tuhan menyatakan diri dalam kesaksian banyak orang agar semua orang dapat mengetahui dan sadar dengan benar bahwa Ia akan segera datang.
Tuhan tidak pernah ingin ketika Ia datang banyak jiwa yang harus terpisah dari-Nya akibat dari segala perbuatannya (Alias masuk neraka). Ia adalah kasih dan Ia juga adil. Ia pasti akan menggenapi segala firman yang telah diucapkan-Nya (Bilangan 23:19) Tuhan tak pernah ingin memasukkan seorangpun ke dalam neraka, kalau sejak awal Ia ingin memasukkan manusia ke dalam neraka, mengapa Ia mau menebus kita dengan darah-Nya?(Efesus 1: 7-8) Sama saja Ia melakukan sesuatu hal yang sia-sia. Namun sesuai dalam Galatia 6:7 berkata bahwa apa yang ditabur orang itu jugalah yang akan dituainya. Artinya setiap orang akan menerima ganjaran sesuai dengan apa yang diperbuatnya.
Matius 24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Karena itu teman-teman, mari kita taruh dalam pikiran kita bahwa kedatangan Tuhan sudah sangat dekat. Mari kita koreksi hidup kita, apakah kita sudah hidup benar sesuai dengan firman Tuhan atau belum. Jika sudah, hendaknya kita tetap tinggal setia dalam melayani Tuhan. Jika belum, mari berbalik dari tingkah laku kita yang jahat selagi masih ada waktu. Karena Tuhan begitu ingin kita berada bersama-sama dengan Dia dalam kerajaan Sorga.
Tuhan mengasihi kita semua (^_^) Gbu
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kemarin ketika saya membaca kesaksian yang didapat oleh teman sesama admin, jujur saya merasa takut sekali karena saya takut akan mengalami masa penganiayaan(tertinggal dalam masa pengangkatan) atau saya malah akan masuk dalam neraka. Dalam ketakutan saya berdoa dan memohon ampun pada Bapa, namun didalam doa saya seperti mendengar suara yang berkata " Jangan takut anak-Ku". Mungkin ini kedengarannya tidak masuk akal namun saya percaya dengan pasti bahwa itu adalah suara Tuhan, karena ketika saya mendengar suara-Nya ada rasa damai yang tak dapat dijelaskan menyelimuti hati saya (Yohanes 10:27-28)
Pertanyaannya mengapa ada begitu banyak kesaksian tentang kedatangan Tuhan terdengar dimana-mana? Jawabannya hanya satu karena Tuhan tahu betul masih banyak jiwa-jiwa yang belum menerima keselamatan dan tidak siap untuk menyambut kedatangan Tuhan kali yang kedua. Karena itu Tuhan menyatakan diri dalam kesaksian banyak orang agar semua orang dapat mengetahui dan sadar dengan benar bahwa Ia akan segera datang.
Tuhan tidak pernah ingin ketika Ia datang banyak jiwa yang harus terpisah dari-Nya akibat dari segala perbuatannya (Alias masuk neraka). Ia adalah kasih dan Ia juga adil. Ia pasti akan menggenapi segala firman yang telah diucapkan-Nya (Bilangan 23:19) Tuhan tak pernah ingin memasukkan seorangpun ke dalam neraka, kalau sejak awal Ia ingin memasukkan manusia ke dalam neraka, mengapa Ia mau menebus kita dengan darah-Nya?(Efesus 1: 7-8) Sama saja Ia melakukan sesuatu hal yang sia-sia. Namun sesuai dalam Galatia 6:7 berkata bahwa apa yang ditabur orang itu jugalah yang akan dituainya. Artinya setiap orang akan menerima ganjaran sesuai dengan apa yang diperbuatnya.
Matius 24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Karena itu teman-teman, mari kita taruh dalam pikiran kita bahwa kedatangan Tuhan sudah sangat dekat. Mari kita koreksi hidup kita, apakah kita sudah hidup benar sesuai dengan firman Tuhan atau belum. Jika sudah, hendaknya kita tetap tinggal setia dalam melayani Tuhan. Jika belum, mari berbalik dari tingkah laku kita yang jahat selagi masih ada waktu. Karena Tuhan begitu ingin kita berada bersama-sama dengan Dia dalam kerajaan Sorga.
Tuhan mengasihi kita semua (^_^) Gbu
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jumat, 19 Februari 2010
Renungan: Siapakah hamba yang akan diutus?
Teman-teman kebanyakan dari kita tidak sadar bahwa hidup sebagai orang percaya bukanlah perkara yang gampang. Ketika kita membutuhkan sesuatu tinggal minta sama Tuhan terus dikasih, ketika kita berada dalam masalah minta pertolongan pada Tuhan terus selesai, ketika kita punya beban berat tinggal datang pada Tuhan terus selesai. Kehidupan orang percaya yang sebenarnya tidak seperti itu. Tapi sadarkah kita sebagai orang percaya kita mempunyai tugas sebagai seorang hamba yang harus menyenangkan hati tuannya?
Teman-teman, kita yang hidup di zaman sekarang ini mempunyai tugas yang paling penting dan mulia untuk dijalankan oleh setiap dari kita. Apakah itu? Yaitu memenangkan jiwa-jiwa yang belum mengenal Yesus Kristus(Matius 28:19-20) Jangan kita berpikir bahwa memberitakan Yesus Kristus hanyalah tugas para pendeta atau penginjil. Namun ini merupakan tugas dari setiap orang percaya yang diberikan secara langsung oleh Tuhan. Kita yang telah mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat harus menyampaikan kabar baik yaitu Injil ini kepada setiap orang yang ada dalam hidup kita.
Sungguh sangat egois jika kita hanya memikirkan keselamatan diri sendiri padahal disekitar kita begitu banyak jiwa yang belum mengenal dan menerima Yesus Kristus dalam hidupnya. Kasihan kan kalau hanya kita yang selamat sedangkan begitu banyak jiwa tidak menerima keselamatan seperti yang kita rasakan. Karena itu sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk memenangkan jiwa-jiwa disekitar kita. Jangan berpikir bahwa kita tidak layak dengan semua dosa yang kita miliki, karena kita semua telah disucikan oleh Darah Kristus. Atau jangan kita berpikir bahwa kita tidak akan mampu mengingat berbagai macam keterbatasan dan kekurangan kita, karena Yesus telah berjanji bahwa Roh Kudus akan diam dalam diri kita dan akan memampukan kita untuk melayani Tuhan.
Yesus tidak pernah memandang siapa diri kita, status sosial, kekayaan, kekuatan, kecakapan, ketampanan, kecantikan, dan lain sebagainya. Namun yang Yesus pandang dan cari ialah hati yang mau melayani Dia dengan tulus sebagai seorang hamba yang akan Dia pakai dan utus. Yesus tidak pernah memandang latar belakang kita namun yang Ia lihat ialah hati kita yang sebenarnya ( 1 Samuel 16:7)
Teman-teman saat ini saya mengajak kita semua untuk merendahkan diri dihadapan Tuhan. Berikanlah seluruh hidup kita untuk dipakai oleh-Nya. Jangan kita keraskan hati dengan segala kesombongan kita, namun berilah diri kita untuk dipakai sebagai seorang hamba oleh Tuan kita. Karena begitu banyak jiwa-jiwa disekitar kita yang belum mengenal Yesus dan menerima keselamatan dari-Nya. Maukah kita dipakai dan diutus ke mana saja oleh-Nya untuk memenangkan jiwa bagi kemuliaan Nama-Nya?
Lukas 12: 42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
Yesus ingin memakai kita semua untuk memberi makanan rohani yaitu firman Tuhan kepada jiwa-jiwa yang belum mengenal Dia. Siapakah hamba yang akan diutus untuk memenangkan jiwa bagi kemuliaan Nama Tuhan? Adalah saya dan teman-teman semua yang mengasihi Yesus seutuhnya. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Teman-teman, kita yang hidup di zaman sekarang ini mempunyai tugas yang paling penting dan mulia untuk dijalankan oleh setiap dari kita. Apakah itu? Yaitu memenangkan jiwa-jiwa yang belum mengenal Yesus Kristus(Matius 28:19-20) Jangan kita berpikir bahwa memberitakan Yesus Kristus hanyalah tugas para pendeta atau penginjil. Namun ini merupakan tugas dari setiap orang percaya yang diberikan secara langsung oleh Tuhan. Kita yang telah mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat harus menyampaikan kabar baik yaitu Injil ini kepada setiap orang yang ada dalam hidup kita.
Sungguh sangat egois jika kita hanya memikirkan keselamatan diri sendiri padahal disekitar kita begitu banyak jiwa yang belum mengenal dan menerima Yesus Kristus dalam hidupnya. Kasihan kan kalau hanya kita yang selamat sedangkan begitu banyak jiwa tidak menerima keselamatan seperti yang kita rasakan. Karena itu sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk memenangkan jiwa-jiwa disekitar kita. Jangan berpikir bahwa kita tidak layak dengan semua dosa yang kita miliki, karena kita semua telah disucikan oleh Darah Kristus. Atau jangan kita berpikir bahwa kita tidak akan mampu mengingat berbagai macam keterbatasan dan kekurangan kita, karena Yesus telah berjanji bahwa Roh Kudus akan diam dalam diri kita dan akan memampukan kita untuk melayani Tuhan.
Yesus tidak pernah memandang siapa diri kita, status sosial, kekayaan, kekuatan, kecakapan, ketampanan, kecantikan, dan lain sebagainya. Namun yang Yesus pandang dan cari ialah hati yang mau melayani Dia dengan tulus sebagai seorang hamba yang akan Dia pakai dan utus. Yesus tidak pernah memandang latar belakang kita namun yang Ia lihat ialah hati kita yang sebenarnya ( 1 Samuel 16:7)
Teman-teman saat ini saya mengajak kita semua untuk merendahkan diri dihadapan Tuhan. Berikanlah seluruh hidup kita untuk dipakai oleh-Nya. Jangan kita keraskan hati dengan segala kesombongan kita, namun berilah diri kita untuk dipakai sebagai seorang hamba oleh Tuan kita. Karena begitu banyak jiwa-jiwa disekitar kita yang belum mengenal Yesus dan menerima keselamatan dari-Nya. Maukah kita dipakai dan diutus ke mana saja oleh-Nya untuk memenangkan jiwa bagi kemuliaan Nama-Nya?
Lukas 12: 42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
Yesus ingin memakai kita semua untuk memberi makanan rohani yaitu firman Tuhan kepada jiwa-jiwa yang belum mengenal Dia. Siapakah hamba yang akan diutus untuk memenangkan jiwa bagi kemuliaan Nama Tuhan? Adalah saya dan teman-teman semua yang mengasihi Yesus seutuhnya. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 16 Februari 2010
Renungan: Kasih yang memulihkan
Saat ini apakah ada diantara kita yang merasa bahwa Allah terasa begitu jauh? Seakan-akan Ia sedang memalingkan wajah-Nya dari kita. Padahal saat ini mungkin kita sedang berada dalam masalah yang begitu membebani hati kita, namun justru di saat kita merasa lemah Tuhan seakan pergi menghindar dari diri kita.
Mungkin jika ada yang merasa seperti itu saat ini coba pertanyakan apakah kesalahan yang telah kita perbuat dihadapan Bapa. Selidiki hati kita lebih dalam, namun jangan sampai kita menghakimi diri sendiri dan merasa tidak layak di hadapan Tuhan karena perasaan seperti itu asalnya dari iblis. Jika kita merasa tidak melakukan kesalahan, bertanyalah pada Bapa mengapa kita merasa Ia begitu jauh dari kita.
Mari kita lihat kehidupan Ayub yang dicobai begitu keras oleh iblis. Di depan matanya sendiri ia kehilangan anak-anaknya, seluruh harta bendanya habis, ditimpa penyakit berupa borok di sekujur tubuh, ditambah lagi istrinya yang menyuruh dia untuk mengutuki Allah. Ditengah penderitaannya yang begitu berat Allah tampaknya acuh tak acuh terhadap Ayub. Benarkah demikian? Sekali-kali tidak. Namun sebaliknya Allah ingin menunjukkan pada Ayub bahwa ada berkat tersembunyi yang jauh lebih besar dibalik penderitaanya. Bahkan ketika iblis datang pada Allah, Allah malah membanggakan Ayub dihadapan iblis yang membuat iblis iri hati. Dan di akhir kisahnya Ayub menunjukkan ketaatan dari imannya yang berhasil melewati penderitaannya, sehingga ia mendapat berkat yang lebih besar lagi dari sebelumnya.
Jika saat ini teman-teman merasa sedih dan putus asa dengan masalah yang sedang dihadapi, jangan pernah lari dan mengandalkan orang lain disekitar kita. Andalkanlah Tuhan baik dalam suka maupun duka. Sebab Tuhan adalah pencemburu, Ia tidak ingin menjadi yang kedua ataupun yang terakhir dalam hidup kita, namun Ia ingin menjadi yang pertama dalam hidup kita. Datanglah pada Tuhan selayaknya seorang anak yang datang mengadu pada ayahnya. Ia sendiri mengundang kita datang mendekat pada-Nya saat kita merasa lemah (Matius11:28)
Janganlah kita berharap pada manusia ataupun diri sendiri karena Tuhan tidak menyukai orang yang demikian (Yesaya 2:22, Yeremia 17:5) Tetapi datanglah pada Tuhan maka kita sendiri dapat merasakan pada saat kita mencari dan mengandalkan Tuhan, ada kasih yang dengan lembut menyejukkan hati kita. Hati kita akan dipuaskan dan tidak akan merasa haus lagi karena itulah janji yang Ia berikan bagi semua yang haus akan Dia (Yohanes 7:37-38)
Yohanes 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan padanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
Datanglah pada Yesus saat suka maupun duka, ungkapkanlah seluruh isi hatimu pada-Nya, taruhlah seluruh masalahmu dibawah kaki-Nya, dan biarkan kasih-Nya mengalir menjamah dan menyejukkan hati kita. Nikmatilah kasih yang Ia sediakan bagi semua yang berharap dan mengasihi Dia. Tuhan Yesus memberkati. Amien.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Mungkin jika ada yang merasa seperti itu saat ini coba pertanyakan apakah kesalahan yang telah kita perbuat dihadapan Bapa. Selidiki hati kita lebih dalam, namun jangan sampai kita menghakimi diri sendiri dan merasa tidak layak di hadapan Tuhan karena perasaan seperti itu asalnya dari iblis. Jika kita merasa tidak melakukan kesalahan, bertanyalah pada Bapa mengapa kita merasa Ia begitu jauh dari kita.
Mari kita lihat kehidupan Ayub yang dicobai begitu keras oleh iblis. Di depan matanya sendiri ia kehilangan anak-anaknya, seluruh harta bendanya habis, ditimpa penyakit berupa borok di sekujur tubuh, ditambah lagi istrinya yang menyuruh dia untuk mengutuki Allah. Ditengah penderitaannya yang begitu berat Allah tampaknya acuh tak acuh terhadap Ayub. Benarkah demikian? Sekali-kali tidak. Namun sebaliknya Allah ingin menunjukkan pada Ayub bahwa ada berkat tersembunyi yang jauh lebih besar dibalik penderitaanya. Bahkan ketika iblis datang pada Allah, Allah malah membanggakan Ayub dihadapan iblis yang membuat iblis iri hati. Dan di akhir kisahnya Ayub menunjukkan ketaatan dari imannya yang berhasil melewati penderitaannya, sehingga ia mendapat berkat yang lebih besar lagi dari sebelumnya.
Jika saat ini teman-teman merasa sedih dan putus asa dengan masalah yang sedang dihadapi, jangan pernah lari dan mengandalkan orang lain disekitar kita. Andalkanlah Tuhan baik dalam suka maupun duka. Sebab Tuhan adalah pencemburu, Ia tidak ingin menjadi yang kedua ataupun yang terakhir dalam hidup kita, namun Ia ingin menjadi yang pertama dalam hidup kita. Datanglah pada Tuhan selayaknya seorang anak yang datang mengadu pada ayahnya. Ia sendiri mengundang kita datang mendekat pada-Nya saat kita merasa lemah (Matius11:28)
Janganlah kita berharap pada manusia ataupun diri sendiri karena Tuhan tidak menyukai orang yang demikian (Yesaya 2:22, Yeremia 17:5) Tetapi datanglah pada Tuhan maka kita sendiri dapat merasakan pada saat kita mencari dan mengandalkan Tuhan, ada kasih yang dengan lembut menyejukkan hati kita. Hati kita akan dipuaskan dan tidak akan merasa haus lagi karena itulah janji yang Ia berikan bagi semua yang haus akan Dia (Yohanes 7:37-38)
Yohanes 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan padanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
Datanglah pada Yesus saat suka maupun duka, ungkapkanlah seluruh isi hatimu pada-Nya, taruhlah seluruh masalahmu dibawah kaki-Nya, dan biarkan kasih-Nya mengalir menjamah dan menyejukkan hati kita. Nikmatilah kasih yang Ia sediakan bagi semua yang berharap dan mengasihi Dia. Tuhan Yesus memberkati. Amien.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 10 Februari 2010
Kesaksian: Pengangkatan (Chapter 1)
Saat ini adalah akhir zaman, banyak anak-anak Tuhan telah melihat penglihatan tentang pengangkatan/rapture serta kedatangan Tuhan Yesus kembali sebagai Raja Segala Raja. Berikut ini adalah kesaksian David Michael yang mendapat karunia penglihatan dan mengalami pengangkatan, perjamuan Anak Domba serta kedatangan Tuhan Yesus kembali. Bersiaplah untuk menyambut Dia sebagai Mempelai Pria dari gerejaNya, jadilah gadis bijaksana dan hamba yang setia bagiNya.
Apa yang David lihat dan alami sangat luarbiasa. Dia menyampaikan kesaksian kedatangan Tuhan Yesus kedua, Dia yang turun dari surga ke atmosfir bumi, bergerak melalui langit Teman (Yemen dan Arab Saudi). Dia secara literal mengalami seperti apa diangkat bersama Tuhan dan kembali dengan Dia di udara.
“Saat pengalaman itu terjadi, saya tiba-tiba merasa saya dibawa ke tempat lain. Saya melihat sekeliling dan melihat semua berkumpul bersama di sekeliling saya yaitu tidak terhitung jumlahnya orang kudus. Wajah mereka sangat indah dan bersinar, karena mereka ada di sini untuk perjamuan Anak Domba. MempelaiNya, yang di mana saya menjadi bagian sudah diangkat bersama Dia di udara yang ada di Kemah Suci, yang tergantung di udara di atas Peninsula Arabia.
Kami tersembunyi di tirai dari ruangan mempelai yang ilahi. Saat saya melihat sekitar, saya menyadari saya berada di gedung yang lebih besar dari apa yang pernah saya lihat sebelumnya.Ini sangat luas dan tinggi. Langit-langitnya sangat tinggi sehingga apabila gedung ini berada di bumi maka orang dapat melihat dari negara sebelahnya. Dapat kita bayangkan besarnya gedung yang didesain untuk menampung orang-orang kudus dari dulu sampai akhir zaman.
Saat melihat keatas, tiba-tiba kerudung terbuka dan saya melihat
Mesias duduk di Tahta melihat dengan takjub dan bersukacita mempelaiNya yang sempurna. Saat mata Mesias melihat secara perlahan kumpulan orang-orang kudus, Dia melihat secara mendalam dan menembus ke mata masing-masing orang, menawan hati dan memeluk jiwa mereka dengan cintaNya yang lembut. Demikian juga aku. Saat mata kami bertemu, saya merasakan persetujuanNya, sukacitaNya saat saya berada di sana dengan Dia. Saya dapat melihat dan mengerti betapa penting tujuanNya dalam hidupku dan untuk Gereja di bumi. Pada waktu yang sama, saya memiliki pengertian akan kekekalan itu sendiri. Sukacita memenuhi hatiku.
Rasa syukur yang mendalam untuk semua yang telah saya mengerti hanya ditambahkan pada keriangan luar biasa.
Arak-arakan kebesaran, perjamuan kawin yang penuh sukacita, nyanyian perjamuan kawin, tarian mempelai semua merupakan bagian dari waktu yang telah tertunda yang telah ditunggu-tunggu dengan Kekasih kita. Akhirnya kita mengenal Dia sebagaimana kita juga dikenal. Saat di mana terjadi hanya beberapa menit, kepenuhan cinta melebihi dari apa yang hati ini pernah bersiap.
Semua yang pernah saya ingini untuk dirasakan atau diharapkan meledak di dalamku. Meskipun begitu saya tetap tinggal tenang di hadapanNya dengan ketenangan yang tentram. Kasih ilahi memenuhi kehidupan yang ada dalamku dan menyapunya dengan pemujaan dan ketakjuban.
Dan, bahkan pada momen luarbiasa tersebut dalam waktu yang diselubungi oleh cintaNya, ditumpu di atas penglihatanNya dan pandanganNya yang lembut kita dapat mengerti apa yang kita ingini atau butuhkan tentang segalanya, meski hal-hal itu tidak perlu terkait dengan ruangan bilik di mana kami tersembunyi. Kami juga mengetahui hal-hal yang sedang terjadi di bumi.
Bumi sangatlah gelap dan langit di antara Kemah Suci surgawi dan bumi diisi dengan awan yang sangat hitam. Apa yang terjadi di bumi sangatlah jahat dan penuh bahaya yang melampaui pengertian manusia dan bahasa manusia untuk menjelaskannya. Hanya sedikit sekali jumlah manusia yang tertinggal. Banyak yang terbaring sekarat dalam penghancuran yang terjadi di bumi. Pembunuhan dan penyembelihan akan manusia di bumi terjadi di mana-mana. Kami berpikir dalam kesadaran kami bahwa perusakan di bumi meningkat, dan tidak pernah ada terjadi dalam sejarah manusia sebelumnya.
Hal ini membiarkan kami dalam kondisi serius dan tenang yang mengagumkan. Dan masih diliputi oleh kasih dan hikmatNya yang mengagumkan, pengetahuan ini tidak menghilangkan kekaguman dalam kebersamaan dengan Kekasih kami dan semua yang apa telah Dia lakukan.
Tujuan mulai memenuhi hati kami karena kami menyadari bahwa kami sebentar lagi bersiap pada panggilan untuk kembali memasuki bumi untuk menyelamatkan Israel dan bangsa-bangsa yang masih menunggu kedatangan Raja Israel yang sejati. Seluruh Israel sedang menunggu, mencari Mesias untuk datang dan membebaskan mereka. Kami melihat sekumpulan raksasa dari orang-orang Yahudi yang putus asa mencari Dia seorang yang mampu menyelamatkan mereka.
Mesias tahu pelepasan dalam waktu dekat yang akan dilakukanNya. Kami dapat merasa antisipasiNya yang bertumbuh untuk saat-saat final itu, di sejarah manusia saat akhirnya Dia akan mengambil tempat yang menjadi hak penuhNya sebagai Raja dari seluruh bumi. Saat antisipasiNya dan sukacita bertumbuh, demikian juga yang kami rasakan, karena saat itu kami memiliki satu hati dengan Dia yang kami kasihi. Tetapi, semuanya telah ditetapkan pada waktu yang khusus. Pada momen tersebut Dia sedang menikmati keintiman dengan MempelaiNya, sedangkan Roh Kudus dan malaikat-malaikatNya sedang hati-hati menjaga mereka yang ada di bumi untuk dipelihara sampai KedatanganNya.
Dan pada momen selanjutnya, itu adalah waktu, turun ke bumi untuk mengambil TahtaNya ada di depan kami. Mesias kami mulai mempimpin kami di depan untuk turun secara bertahap, masih tersembunyi di awan-awan yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Ratusan ribu orang Yahudi dengan sanat menantikan kedatanganNya. Mengetahui Dia sedang datang pada orang-orang yang siap menjadikanNya Raja. Mesias dengan rombongannya yang megah melanjutkan perjalanan turun ke bumi sampai Dia mencapai langit-langi di atas Gunung Paran di mana kami juga bergerak paralel di sekitar gunung. Pemandangan Raja Kekal dan laskar orang kudus yang agung sungguh mulia, diisi dengan arak-arakan luar biasa yang tidak pernah dilihat oleh raja dunia manapun.
Raja Kemuliaan yang dihias dalam keagungan datang dengan mempelaiNya yang dilengkapi dengan pakaian kemuliaan yang dibuat khusus untuk mempelai. GerejaNya yang mulia – Permata sejak purbakala. Oh, kata-kata adalah seperti ember, buku-buku dapat ditulis dan tidak pernah dapat menceritakan keluarbiasaan nyata dari waktu ilahi ini sepanjang masa.
Bersama-sama kami bergerak di atas Jalan Luas Raja-Raja di langit melewati gunung-gunung di Yordania. Saya tidak dapat mengingat proses perpindahan dari tandu di udara menjadi bagian dari laskar kudus yang tak terhitung jumlahnya dan sekarang kami menjadi bagian dari lasar paling kuat dari seluruh ciptaan.
Pada timur Yerusalem yaitu Ammon, laskar kudus dipimpin oleh Kapten Ilahi yang menjadi Tuan Rumah sekarang dengan kuda putihNya sekarang terlihat oleh semua. Menungggang kuda dengan penuh kemenangan akan kebenaran dengan orang-orang kudus di belakangNya. Kami berbelok dan menuju lurus ke arah Yerusalem, di mana kami akan memasuki pintu gerbang timur.
Raja Kekekalan – sangat kuat untuk menyelamatkan, dan GerejaNya yang mulia bergerak untuk menyelamatkan Israel, yang disayangi, dan yang mecari kedatanganNya.
AntiKristus telah melakukan hal terbaik untuk mempertahankan hak sebagai Raja yang Besar, tetapi pada akhirnya dikalahkan oleh Raja Kekekalan sendiri. Setiap mata memandangNya, dan mereka yang menungguNya mencintai Dia.
Itu adalah penglihatan paling mulia dari kedatangan Mesias bersama gerejaNya.
Referensi Alkitab:
Yesaya 63:1, kuga baca Habakuk 3:3-15, Yesaya 34:9-10, Mazmur 110, Mazmur 45, Wahyu 19, Judas 14 & 15
Sumber: http://www.spiritlessons.com/dreams_and_visions/VisionOfTheReturnOfChrist.htm
Apa yang David lihat dan alami sangat luarbiasa. Dia menyampaikan kesaksian kedatangan Tuhan Yesus kedua, Dia yang turun dari surga ke atmosfir bumi, bergerak melalui langit Teman (Yemen dan Arab Saudi). Dia secara literal mengalami seperti apa diangkat bersama Tuhan dan kembali dengan Dia di udara.
“Saat pengalaman itu terjadi, saya tiba-tiba merasa saya dibawa ke tempat lain. Saya melihat sekeliling dan melihat semua berkumpul bersama di sekeliling saya yaitu tidak terhitung jumlahnya orang kudus. Wajah mereka sangat indah dan bersinar, karena mereka ada di sini untuk perjamuan Anak Domba. MempelaiNya, yang di mana saya menjadi bagian sudah diangkat bersama Dia di udara yang ada di Kemah Suci, yang tergantung di udara di atas Peninsula Arabia.
Kami tersembunyi di tirai dari ruangan mempelai yang ilahi. Saat saya melihat sekitar, saya menyadari saya berada di gedung yang lebih besar dari apa yang pernah saya lihat sebelumnya.Ini sangat luas dan tinggi. Langit-langitnya sangat tinggi sehingga apabila gedung ini berada di bumi maka orang dapat melihat dari negara sebelahnya. Dapat kita bayangkan besarnya gedung yang didesain untuk menampung orang-orang kudus dari dulu sampai akhir zaman.
Saat melihat keatas, tiba-tiba kerudung terbuka dan saya melihat
Mesias duduk di Tahta melihat dengan takjub dan bersukacita mempelaiNya yang sempurna. Saat mata Mesias melihat secara perlahan kumpulan orang-orang kudus, Dia melihat secara mendalam dan menembus ke mata masing-masing orang, menawan hati dan memeluk jiwa mereka dengan cintaNya yang lembut. Demikian juga aku. Saat mata kami bertemu, saya merasakan persetujuanNya, sukacitaNya saat saya berada di sana dengan Dia. Saya dapat melihat dan mengerti betapa penting tujuanNya dalam hidupku dan untuk Gereja di bumi. Pada waktu yang sama, saya memiliki pengertian akan kekekalan itu sendiri. Sukacita memenuhi hatiku.
Rasa syukur yang mendalam untuk semua yang telah saya mengerti hanya ditambahkan pada keriangan luar biasa.
Arak-arakan kebesaran, perjamuan kawin yang penuh sukacita, nyanyian perjamuan kawin, tarian mempelai semua merupakan bagian dari waktu yang telah tertunda yang telah ditunggu-tunggu dengan Kekasih kita. Akhirnya kita mengenal Dia sebagaimana kita juga dikenal. Saat di mana terjadi hanya beberapa menit, kepenuhan cinta melebihi dari apa yang hati ini pernah bersiap.
Semua yang pernah saya ingini untuk dirasakan atau diharapkan meledak di dalamku. Meskipun begitu saya tetap tinggal tenang di hadapanNya dengan ketenangan yang tentram. Kasih ilahi memenuhi kehidupan yang ada dalamku dan menyapunya dengan pemujaan dan ketakjuban.
Dan, bahkan pada momen luarbiasa tersebut dalam waktu yang diselubungi oleh cintaNya, ditumpu di atas penglihatanNya dan pandanganNya yang lembut kita dapat mengerti apa yang kita ingini atau butuhkan tentang segalanya, meski hal-hal itu tidak perlu terkait dengan ruangan bilik di mana kami tersembunyi. Kami juga mengetahui hal-hal yang sedang terjadi di bumi.
Bumi sangatlah gelap dan langit di antara Kemah Suci surgawi dan bumi diisi dengan awan yang sangat hitam. Apa yang terjadi di bumi sangatlah jahat dan penuh bahaya yang melampaui pengertian manusia dan bahasa manusia untuk menjelaskannya. Hanya sedikit sekali jumlah manusia yang tertinggal. Banyak yang terbaring sekarat dalam penghancuran yang terjadi di bumi. Pembunuhan dan penyembelihan akan manusia di bumi terjadi di mana-mana. Kami berpikir dalam kesadaran kami bahwa perusakan di bumi meningkat, dan tidak pernah ada terjadi dalam sejarah manusia sebelumnya.
Hal ini membiarkan kami dalam kondisi serius dan tenang yang mengagumkan. Dan masih diliputi oleh kasih dan hikmatNya yang mengagumkan, pengetahuan ini tidak menghilangkan kekaguman dalam kebersamaan dengan Kekasih kami dan semua yang apa telah Dia lakukan.
Tujuan mulai memenuhi hati kami karena kami menyadari bahwa kami sebentar lagi bersiap pada panggilan untuk kembali memasuki bumi untuk menyelamatkan Israel dan bangsa-bangsa yang masih menunggu kedatangan Raja Israel yang sejati. Seluruh Israel sedang menunggu, mencari Mesias untuk datang dan membebaskan mereka. Kami melihat sekumpulan raksasa dari orang-orang Yahudi yang putus asa mencari Dia seorang yang mampu menyelamatkan mereka.
Mesias tahu pelepasan dalam waktu dekat yang akan dilakukanNya. Kami dapat merasa antisipasiNya yang bertumbuh untuk saat-saat final itu, di sejarah manusia saat akhirnya Dia akan mengambil tempat yang menjadi hak penuhNya sebagai Raja dari seluruh bumi. Saat antisipasiNya dan sukacita bertumbuh, demikian juga yang kami rasakan, karena saat itu kami memiliki satu hati dengan Dia yang kami kasihi. Tetapi, semuanya telah ditetapkan pada waktu yang khusus. Pada momen tersebut Dia sedang menikmati keintiman dengan MempelaiNya, sedangkan Roh Kudus dan malaikat-malaikatNya sedang hati-hati menjaga mereka yang ada di bumi untuk dipelihara sampai KedatanganNya.
Dan pada momen selanjutnya, itu adalah waktu, turun ke bumi untuk mengambil TahtaNya ada di depan kami. Mesias kami mulai mempimpin kami di depan untuk turun secara bertahap, masih tersembunyi di awan-awan yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Ratusan ribu orang Yahudi dengan sanat menantikan kedatanganNya. Mengetahui Dia sedang datang pada orang-orang yang siap menjadikanNya Raja. Mesias dengan rombongannya yang megah melanjutkan perjalanan turun ke bumi sampai Dia mencapai langit-langi di atas Gunung Paran di mana kami juga bergerak paralel di sekitar gunung. Pemandangan Raja Kekal dan laskar orang kudus yang agung sungguh mulia, diisi dengan arak-arakan luar biasa yang tidak pernah dilihat oleh raja dunia manapun.
Raja Kemuliaan yang dihias dalam keagungan datang dengan mempelaiNya yang dilengkapi dengan pakaian kemuliaan yang dibuat khusus untuk mempelai. GerejaNya yang mulia – Permata sejak purbakala. Oh, kata-kata adalah seperti ember, buku-buku dapat ditulis dan tidak pernah dapat menceritakan keluarbiasaan nyata dari waktu ilahi ini sepanjang masa.
Bersama-sama kami bergerak di atas Jalan Luas Raja-Raja di langit melewati gunung-gunung di Yordania. Saya tidak dapat mengingat proses perpindahan dari tandu di udara menjadi bagian dari laskar kudus yang tak terhitung jumlahnya dan sekarang kami menjadi bagian dari lasar paling kuat dari seluruh ciptaan.
Pada timur Yerusalem yaitu Ammon, laskar kudus dipimpin oleh Kapten Ilahi yang menjadi Tuan Rumah sekarang dengan kuda putihNya sekarang terlihat oleh semua. Menungggang kuda dengan penuh kemenangan akan kebenaran dengan orang-orang kudus di belakangNya. Kami berbelok dan menuju lurus ke arah Yerusalem, di mana kami akan memasuki pintu gerbang timur.
Raja Kekekalan – sangat kuat untuk menyelamatkan, dan GerejaNya yang mulia bergerak untuk menyelamatkan Israel, yang disayangi, dan yang mecari kedatanganNya.
AntiKristus telah melakukan hal terbaik untuk mempertahankan hak sebagai Raja yang Besar, tetapi pada akhirnya dikalahkan oleh Raja Kekekalan sendiri. Setiap mata memandangNya, dan mereka yang menungguNya mencintai Dia.
Itu adalah penglihatan paling mulia dari kedatangan Mesias bersama gerejaNya.
Referensi Alkitab:
Yesaya 63:1, kuga baca Habakuk 3:3-15, Yesaya 34:9-10, Mazmur 110, Mazmur 45, Wahyu 19, Judas 14 & 15
Sumber: http://www.spiritlessons.com/dreams_and_visions/VisionOfTheReturnOfChrist.htm
Sabtu, 30 Januari 2010
Renungan:Mengasihi dan bukan menghakimi
Manakah yang lebih mudah bagi kita? Melihat kejelekan dari seseorang atau kebaikan yang ada di dalam dirinya. Jujur bagi saya lebih mudah untuk menghakimi seseorang karena sifatnya yang jahat daripada melihat kebaikannya. Lebih mudah bagi saya untuk menghina atau menolak keberadaan seseorang daripada menerimanya. Seringkali saya lebih suka mencari sisi jelek dari teman saya untuk dihakimi daripada mencari sisi baiknya untuk dikasihi.
Namun mari kita lihat teladan yang diperlihatkan dari Tuhan Yesus dalam Lukas 7:36-50. Ketika itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi di rumahnya. Tiba-tiba ada seorang perempuan berdosa yang datang menangis di kaki Yesus kemudian meminyakinya dengan minyak wangi. Seluruh orang-orang di ruangan itu memandang hal itu sungguh tak masuk akal karena Yesus mau saja diurapi oleh seorang perempuan berdosa.
Namun Yesus mengatakan bahwa dosa-dosa perempuan itu sudah diampuni oleh karena ia telah mengurapi kaki Yesus dengan segala keremukan hatinya yang ingin mendekat pada Yesus.
Ini membuktikan bahwa Yesus tidak melihat atas dosa-dosanya, namun Yesus melihat jauh ke dalam hatinya yang rindu mendekat pada Tuhan. Yesus tidak melihat dosanya yang nampak dan menghakiminya, namun justru melihat kebaikan dalam hatinya yang tersembunyi. Dalam Yohanes 8:1-11 juga bercerita bagaimana Yesus tidak seenaknya menghakimi seorang perempuan yang kedapatan berzinah namun justru mengampuninya.
Inilah sifat yang seharusnya kita miliki yaitu memandang setiap orang selayaknya Kristus memandang kita. Artinya, kita tidak seenaknya memvonis/menghakimi seseorang hanya karena kekurangan atau kejelekan yang dimilikinya. Namun justru kita harus memandang setiap orang sebagai jiwa yang dikasihi oleh Tuhan. Meskipun ia berbuat jahat, berperilaku buruk, bahkan berbuat dosa, janganlah kita sampai menjauhi orang-orang yang demikian. Namun justru kita harus membagi kasih dengan orang yang demikian sehingga mereka dapat melangkah di jalan yang benar dan memperoleh keselamatan dari Yesus. Bukankah kita diutus ke dalam dunia untuk mengasihi sesama kita dan memenangkan jiwa-jiwa untuk Tuhan? (Matius 22:39) Kita tidak diperintahkan untuk menghakimi namun diajarkan untuk mengasihi. Karena kalau kita sampai menghakimi maka kita pun akan dihakimi langsung oleh Tuhan (Matius 7:2)
Teman-teman, mari kita belajar memandang sesama kita sebagai jiwa yang berharga dan layak menerima kasih dari kita, sama seperti kita yang telah beroleh kasih dari Tuhan, demikian juga kita harus membagi kasih yang telah kita terima. Mari kita menangkan jiwa-jiwa bukan dengan penghakiman namun dengan kasih yang tulus, sehingga semakin banyak jiwa yang dimenangkan untuk kemuliaan nama Tuhan.
Tuhan mengasihi kita semua (^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Namun mari kita lihat teladan yang diperlihatkan dari Tuhan Yesus dalam Lukas 7:36-50. Ketika itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi di rumahnya. Tiba-tiba ada seorang perempuan berdosa yang datang menangis di kaki Yesus kemudian meminyakinya dengan minyak wangi. Seluruh orang-orang di ruangan itu memandang hal itu sungguh tak masuk akal karena Yesus mau saja diurapi oleh seorang perempuan berdosa.
Namun Yesus mengatakan bahwa dosa-dosa perempuan itu sudah diampuni oleh karena ia telah mengurapi kaki Yesus dengan segala keremukan hatinya yang ingin mendekat pada Yesus.
Ini membuktikan bahwa Yesus tidak melihat atas dosa-dosanya, namun Yesus melihat jauh ke dalam hatinya yang rindu mendekat pada Tuhan. Yesus tidak melihat dosanya yang nampak dan menghakiminya, namun justru melihat kebaikan dalam hatinya yang tersembunyi. Dalam Yohanes 8:1-11 juga bercerita bagaimana Yesus tidak seenaknya menghakimi seorang perempuan yang kedapatan berzinah namun justru mengampuninya.
Inilah sifat yang seharusnya kita miliki yaitu memandang setiap orang selayaknya Kristus memandang kita. Artinya, kita tidak seenaknya memvonis/menghakimi seseorang hanya karena kekurangan atau kejelekan yang dimilikinya. Namun justru kita harus memandang setiap orang sebagai jiwa yang dikasihi oleh Tuhan. Meskipun ia berbuat jahat, berperilaku buruk, bahkan berbuat dosa, janganlah kita sampai menjauhi orang-orang yang demikian. Namun justru kita harus membagi kasih dengan orang yang demikian sehingga mereka dapat melangkah di jalan yang benar dan memperoleh keselamatan dari Yesus. Bukankah kita diutus ke dalam dunia untuk mengasihi sesama kita dan memenangkan jiwa-jiwa untuk Tuhan? (Matius 22:39) Kita tidak diperintahkan untuk menghakimi namun diajarkan untuk mengasihi. Karena kalau kita sampai menghakimi maka kita pun akan dihakimi langsung oleh Tuhan (Matius 7:2)
Teman-teman, mari kita belajar memandang sesama kita sebagai jiwa yang berharga dan layak menerima kasih dari kita, sama seperti kita yang telah beroleh kasih dari Tuhan, demikian juga kita harus membagi kasih yang telah kita terima. Mari kita menangkan jiwa-jiwa bukan dengan penghakiman namun dengan kasih yang tulus, sehingga semakin banyak jiwa yang dimenangkan untuk kemuliaan nama Tuhan.
Tuhan mengasihi kita semua (^_^)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 26 Januari 2010
Kesaksian:Penglihatan dalam Neraka (III)
Disana ada ribuan jiwa-jiwa yang tahu Firman Tuhan, tapi mereka tidak
cukup bersih untuk mengenal kehadiran Tuhan. “Kamu tidak dapat
bermain-main dengan Tuhan atau dengan api Neraka!” Tuhan berkata. Dia
juga mengatakan, “Anak-anakKu, semua yang menyiksakan yang ada di
dunia yang ada di suatu tempat adalah tidak seberapa, TIDAK ADA
APA-APANYA bila di bandingkan dengan siksaan yang akan diterima
seseorang dalam bagian yang paling hebat dari Neraka”. Adalah
mengerikan bagi yang menderita di Neraka, lebih mengerikan lagi bagi
yang berada di tengah-tengah Neraka, siapa yang selama hidupnya
mengenal Firman Tuhan dan kemudian mengingkarinya. Kemudian Tuhan
mengatakan kalau kami bisa bermain dengan api kalau di dalam dunia,
tapi jangan harap dengan api yang ada di Neraka.
Kami melanjutkan perjalanan kami melalui tempat yang berbeda dan Tuhan
memperlihatkan kami berbagai macam jenis orang. Kami bisa melihat
kalau orang-orang yang ada disana mempunyai kira-kira enam jenis
siksaan. Ada jiwa yang di siksa oleh setan-setan dengan berbagai jenis
hukuman. Ada yang menerima hukuman karena hati nurani mereka berkata,
“Ingat ketika mereka mengajar kamu, ingat ketika kamu mendengar Firman
Tuhan, ingat ketika mereka memberitahukan kamu tentang Neraka dan kamu
menertawakannya!” Hati nurani mereka disiksa oleh mereka sendiri, sama
seperti cacing-cacing yang ada di seluruh tubuh mereka, Seperti
terbakar api yang ribuan dan ribuan kali lebih panas dari yang kami
tahu. Ini adalah balasan dari setan untuk semua yang mencari dan
mengikuti dia.
Firman Tuhan dalam Wahyu 21:8, Tetapi orang-orang penakut, orang-orang
yang tidak percaya, orang-orang keji, orang- orang pembunuh,
orang-orang sundal, tukang- tukang sihir, penyembah- penyembah berhala
dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan
yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.
Berikutnya, Tuhan memperlihatkan kepada kami seorang yang telah
membunuh enam orang. Kini, enam orang tersebut mengelilinginya dan
berteriak padanya, “Ini semua salahmu kami semua ada di tempat ini,
SALAHMU!” Pembunuh itu menutup telinganya karena dia tidak ingin
mendengar mereka, tapi dia tidak dapat menghindari pendengaran karena
di Neraka semua panca inderamu semua bekerja dengan sangat sensitif.
Jiwa-jiwa yang berada di tempat itu mengalami kehausan yang tidak
dapat ditolerir karena walau bagaimanapun air tidak dapat memuaskan,
seperti cerita Alkitab dari Lazarus dan orang kaya, Lukas 16:19. Orang
kaya itu ingin setetes air, yang akan terasa cukup. Firman Tuhan
berkata dalam Yesaya 34:9, sungai-sungai Edom akan berubah menjadi
kelam, dan tanahnya menjadi belerang; negerinya akan menjadi yang
menyala-nyala.
Dalam tempat itu, setiap jiwa berada ditengah-tengah api. Orang
melihat bayangan di udara seperti sungai kristal yang jernih di
tengah-tengah api, tapi ketika orang berhasil menggapainya sungai
tersebut berubah menjadi api. Mereka juga melihat api dengan buah yang
penuh dengan air, tapi begitu mereka menggapainya, mereka membakar
tangan mereka dan iblis-iblis akan menertawakan mereka.
Kemudian Tuhan membawa kami ketempat yang bahkan jauh lebih mengerikan
dari semua tempat yang telah kami lihat. Kami melihat sungai api dan
belerang. Pada satu sisi dari sungai terdapat sungai yang lebih kecil.
Pada sungai yang lebih kecil itu, terdapat jutaan dan jutaan dan
jutaan jiwa yang menangis dan meminta pengampunan Tuhan. Mereka
berkata kepadaNya, “Tuhan tolong! Bawa kami keluar dari sini sebentar
saja! Mohon berikanlah aku kesempatan untuk keluar dari sini!”
Bagaimanapun, Tuhan tidak bisa lakukan apapun untuk mereka karena
penghakiman mereka sudah tersedia.
Diantara jutaan dan jutaan jiwa tersebut, Tuhan mengalihkan perhatian
kami untuk fokus kepada seorang lelaki yang tubuhnya terbenam setengah
di dalam sungai api. Tuhan membuat kami mengerti dan tahu pikirannya.
Namanya adalah Mark. Kami kaget dengan hal-hal yang orang ini katakan
untuk dirinya sendiri, dalam pikirannya. Kami belajar pelajaran yang
kekal ketika kami dengar tentang pikirannya, “Saya akan lakukan apapun
untuk berada di tempatmu sekarang! Saya akan berikan apa saja untuk
kembali ke dunia walaupun hanya satu menit. Saya tidak akan peduli
walaupun saya paling tidak disenangi, paling gila, paling dibenci,
atau orang yang paling miskin di dunia, saya akan lakukan apa pun
untuk kembali! Hanya untuk semenit berada di dunia.” Tuhan Yesus
kemudian memegang tenganku. Yesus menjawab Mark dengan berkata, “Mark,
kenapa kamu ingin kembali ke bumi kalaupun hanya untuk satu menit?”
Dengan menangis dan tersiksa, dia menjawab Yesus, “Tuhan! Saya akan
lakukan apa pun untuk kembali ke dunia walaupun hanya untuk satu menit
untuk bertobat dan diselamatkan.”
Setelah Tuhan mendengar Mark berkata-kata, saya melihat darah dari
luka Yesus dan air mata memenuhi mataNya sembari berkata, “Mark,
terlambat untukmu! Cacing-cacing telah disediakan sebagai tempat
tidurmu dan cacing-cacing sebagai selimutmu.” (Yesaya 14:11). Ketika
setelah Tuhan menjawab dia, dia tenggelam dalam sungai itu selamanya.
Sedihnya, semua jiwa-jiwa itu tidak mempunyai harapan lagi. Hanya kita
yang ada di bumi mempunyai kesempatan untuk menyesal pada hari ini dan
pergi ke Surga.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
cukup bersih untuk mengenal kehadiran Tuhan. “Kamu tidak dapat
bermain-main dengan Tuhan atau dengan api Neraka!” Tuhan berkata. Dia
juga mengatakan, “Anak-anakKu, semua yang menyiksakan yang ada di
dunia yang ada di suatu tempat adalah tidak seberapa, TIDAK ADA
APA-APANYA bila di bandingkan dengan siksaan yang akan diterima
seseorang dalam bagian yang paling hebat dari Neraka”. Adalah
mengerikan bagi yang menderita di Neraka, lebih mengerikan lagi bagi
yang berada di tengah-tengah Neraka, siapa yang selama hidupnya
mengenal Firman Tuhan dan kemudian mengingkarinya. Kemudian Tuhan
mengatakan kalau kami bisa bermain dengan api kalau di dalam dunia,
tapi jangan harap dengan api yang ada di Neraka.
Kami melanjutkan perjalanan kami melalui tempat yang berbeda dan Tuhan
memperlihatkan kami berbagai macam jenis orang. Kami bisa melihat
kalau orang-orang yang ada disana mempunyai kira-kira enam jenis
siksaan. Ada jiwa yang di siksa oleh setan-setan dengan berbagai jenis
hukuman. Ada yang menerima hukuman karena hati nurani mereka berkata,
“Ingat ketika mereka mengajar kamu, ingat ketika kamu mendengar Firman
Tuhan, ingat ketika mereka memberitahukan kamu tentang Neraka dan kamu
menertawakannya!” Hati nurani mereka disiksa oleh mereka sendiri, sama
seperti cacing-cacing yang ada di seluruh tubuh mereka, Seperti
terbakar api yang ribuan dan ribuan kali lebih panas dari yang kami
tahu. Ini adalah balasan dari setan untuk semua yang mencari dan
mengikuti dia.
Firman Tuhan dalam Wahyu 21:8, Tetapi orang-orang penakut, orang-orang
yang tidak percaya, orang-orang keji, orang- orang pembunuh,
orang-orang sundal, tukang- tukang sihir, penyembah- penyembah berhala
dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan
yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.
Berikutnya, Tuhan memperlihatkan kepada kami seorang yang telah
membunuh enam orang. Kini, enam orang tersebut mengelilinginya dan
berteriak padanya, “Ini semua salahmu kami semua ada di tempat ini,
SALAHMU!” Pembunuh itu menutup telinganya karena dia tidak ingin
mendengar mereka, tapi dia tidak dapat menghindari pendengaran karena
di Neraka semua panca inderamu semua bekerja dengan sangat sensitif.
Jiwa-jiwa yang berada di tempat itu mengalami kehausan yang tidak
dapat ditolerir karena walau bagaimanapun air tidak dapat memuaskan,
seperti cerita Alkitab dari Lazarus dan orang kaya, Lukas 16:19. Orang
kaya itu ingin setetes air, yang akan terasa cukup. Firman Tuhan
berkata dalam Yesaya 34:9, sungai-sungai Edom akan berubah menjadi
kelam, dan tanahnya menjadi belerang; negerinya akan menjadi yang
menyala-nyala.
Dalam tempat itu, setiap jiwa berada ditengah-tengah api. Orang
melihat bayangan di udara seperti sungai kristal yang jernih di
tengah-tengah api, tapi ketika orang berhasil menggapainya sungai
tersebut berubah menjadi api. Mereka juga melihat api dengan buah yang
penuh dengan air, tapi begitu mereka menggapainya, mereka membakar
tangan mereka dan iblis-iblis akan menertawakan mereka.
Kemudian Tuhan membawa kami ketempat yang bahkan jauh lebih mengerikan
dari semua tempat yang telah kami lihat. Kami melihat sungai api dan
belerang. Pada satu sisi dari sungai terdapat sungai yang lebih kecil.
Pada sungai yang lebih kecil itu, terdapat jutaan dan jutaan dan
jutaan jiwa yang menangis dan meminta pengampunan Tuhan. Mereka
berkata kepadaNya, “Tuhan tolong! Bawa kami keluar dari sini sebentar
saja! Mohon berikanlah aku kesempatan untuk keluar dari sini!”
Bagaimanapun, Tuhan tidak bisa lakukan apapun untuk mereka karena
penghakiman mereka sudah tersedia.
Diantara jutaan dan jutaan jiwa tersebut, Tuhan mengalihkan perhatian
kami untuk fokus kepada seorang lelaki yang tubuhnya terbenam setengah
di dalam sungai api. Tuhan membuat kami mengerti dan tahu pikirannya.
Namanya adalah Mark. Kami kaget dengan hal-hal yang orang ini katakan
untuk dirinya sendiri, dalam pikirannya. Kami belajar pelajaran yang
kekal ketika kami dengar tentang pikirannya, “Saya akan lakukan apapun
untuk berada di tempatmu sekarang! Saya akan berikan apa saja untuk
kembali ke dunia walaupun hanya satu menit. Saya tidak akan peduli
walaupun saya paling tidak disenangi, paling gila, paling dibenci,
atau orang yang paling miskin di dunia, saya akan lakukan apa pun
untuk kembali! Hanya untuk semenit berada di dunia.” Tuhan Yesus
kemudian memegang tenganku. Yesus menjawab Mark dengan berkata, “Mark,
kenapa kamu ingin kembali ke bumi kalaupun hanya untuk satu menit?”
Dengan menangis dan tersiksa, dia menjawab Yesus, “Tuhan! Saya akan
lakukan apa pun untuk kembali ke dunia walaupun hanya untuk satu menit
untuk bertobat dan diselamatkan.”
Setelah Tuhan mendengar Mark berkata-kata, saya melihat darah dari
luka Yesus dan air mata memenuhi mataNya sembari berkata, “Mark,
terlambat untukmu! Cacing-cacing telah disediakan sebagai tempat
tidurmu dan cacing-cacing sebagai selimutmu.” (Yesaya 14:11). Ketika
setelah Tuhan menjawab dia, dia tenggelam dalam sungai itu selamanya.
Sedihnya, semua jiwa-jiwa itu tidak mempunyai harapan lagi. Hanya kita
yang ada di bumi mempunyai kesempatan untuk menyesal pada hari ini dan
pergi ke Surga.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kesaksian:Penglihatan dalam Neraka (II)
Sebagaimana jiwa tersebut melihat Tuhan, mereka berteriak dan
menjerit, "Tuhan, ampuni kami! Tuhan berikan aku kesempatan untuk
keluar dari tempat ini! Tuhan, bawa aku keluar dan aku akan katakan
pada dunia kalau tempat ini nyata!" Tapi Tuhan tidak ingin untuk
melihat mereka. Terdapat milyaran dari lelaki, wanita dan orang-orang
muda di tempat itu. Kami juga melihat para homoseksual dan pemabuk
dalam suatu penyiksaan. Kami melihat jiwa-jiwa ini berteriak-teriak
dengan siksaan hebat semacam itu.
Sungguh mengejutkan untuk melihat tubuh-tubuh mereka dihancurkan.
Cacing-cacing berdatangan masuk dan keluar dari kelopak mata, mulut
dan telinga dan menembus keseluruh bagian kulit mereka. Ini menggenapi
Firman Tuhan dalam Yesaya 66:24, Mereka akan keluar dan akan
memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di
situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka
semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup. Juga dalam
Markus 9:44, di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak
akan padam. Kami benar-benar ketakutan melihat mereka seperti itu.
Kami melihat api sekitar 9 sampai 12 kaki tingginya. Setiap semburan
api, terdapat jiwa-jiwa yang mati.
Tuhan ijinkan kami untuk melihat seseorang yang ada didalam kawah. Dia
tergantung terbalik dan daging-dagingnya berjatuhan. Dia manatap Tuhan
dengan seksama, dan kemudian mulai memanggil dan menyebut nama Yesus.
Katanya, "Tuhan mohon ampun! Tuhan beri aku kesempatan! Tuhan bawa aku
keluar dari tempat ini!" Tapi Tuhan Yesus tidak ingin menatapnya.
Yesus kemudian membalik badanNya darinya. Begitu Yesus membalik
badanNya, orang itu malah mengutuk dan memaki Tuhan. Orang ini adalah
John Lennon, anggota dari aliran musik setan, The Beatles. John Lennon
adalah seorang yang mengolok-olok dan mempermainkan Tuhan dalam
hidupnya. Dia katakan bahwa ke Kristenan akan hilang dan Tuhan Yesus
akan dilupakan oleh semua orang. Bagaimanapun, hari ini orang ini ada
di Neraka dan Tuhan Yesus kekal! keKristenan tidak hilang.
Ketika kami berjalan ke ujung dari tempat itu, jiwa-jiwa ingin
menjangkau kami dan ingin meminta ampun. Mereka meminta Yesus agar
membawa mereka keluar dari tempat itu, tapi Tuhan tidak pernah ingin
melihat mereka.
Kemudian kami memasuki ke bagian yang berbeda. Kami masuk ke bagian
dalam yang paling mengerikan dari Neraka, dimana siksaan terjadi,
yaitu tengah-tengah Neraka. Bentuk siksaan yang paling hebat, seperti
siksaan kalau seorang manusia yang ditempa oleh mereka. Hanya
orang-orang yang mengenal Yesus dan Firman Tuhan. Mereka adalah para
pastor, penginjil, misionaris dan banyak tipe-tipe orang yang telah
menerima Yesus dan tahu kebenaran, tapi mempunyai kehidupan ganda.
Ada juga yang kembali kepada kebiasaan lama mereka yang tercela,
mereka menderita dan ribuan kali lebih berat siksaannya dari yang
lain. Mereka berteriak histeris dan meminta pengampunan dari Tuhan,
tapi Firman Tuhan berkata dalam Alkitab di Ibrani 10:26-27, sebab jika
kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang
kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi
yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang
dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
Jiwa-jiwa itu berada disana karena mereka telah mengajar, puasa,
menyanyi dan mengangkat tangan mereka dalam gereja tapi di jalan dan
di rumah mereka adalah pezinah, percabulan, berbohong, merampok. Kita
tidak bisa berbohong kepada Tuhan. Alkitab berkata dalam Lukas 12:48
bahwa, tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan
melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima
sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari
padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak
dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak dituntut.
Tuhan kemudian memperlihatkan kepada kami dua wanita yang dulunya
menjadi saudara Kristen sewaktu di dunia, tapi mereka tidak hidup
dalam kebenaran Tuhan. Yang satu berkata kepada yang satunya, "kamu
orang pembawa sial! Ini salahmu aku berada di tempat ini! kamu tidak
mengajarkan aku kitab suci! dan karena kamu tidak memberitahukan aku
kebenaran, dan sekarang aku berada di Neraka!" Mereka akan katakan hal
ini satu sama lain di tengah-tengah lautan api, dan mereka saling
membenci karena disana tidak ada cinta atau pengampunan yaitu di
Neraka.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
menjerit, "Tuhan, ampuni kami! Tuhan berikan aku kesempatan untuk
keluar dari tempat ini! Tuhan, bawa aku keluar dan aku akan katakan
pada dunia kalau tempat ini nyata!" Tapi Tuhan tidak ingin untuk
melihat mereka. Terdapat milyaran dari lelaki, wanita dan orang-orang
muda di tempat itu. Kami juga melihat para homoseksual dan pemabuk
dalam suatu penyiksaan. Kami melihat jiwa-jiwa ini berteriak-teriak
dengan siksaan hebat semacam itu.
Sungguh mengejutkan untuk melihat tubuh-tubuh mereka dihancurkan.
Cacing-cacing berdatangan masuk dan keluar dari kelopak mata, mulut
dan telinga dan menembus keseluruh bagian kulit mereka. Ini menggenapi
Firman Tuhan dalam Yesaya 66:24, Mereka akan keluar dan akan
memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di
situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka
semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup. Juga dalam
Markus 9:44, di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak
akan padam. Kami benar-benar ketakutan melihat mereka seperti itu.
Kami melihat api sekitar 9 sampai 12 kaki tingginya. Setiap semburan
api, terdapat jiwa-jiwa yang mati.
Tuhan ijinkan kami untuk melihat seseorang yang ada didalam kawah. Dia
tergantung terbalik dan daging-dagingnya berjatuhan. Dia manatap Tuhan
dengan seksama, dan kemudian mulai memanggil dan menyebut nama Yesus.
Katanya, "Tuhan mohon ampun! Tuhan beri aku kesempatan! Tuhan bawa aku
keluar dari tempat ini!" Tapi Tuhan Yesus tidak ingin menatapnya.
Yesus kemudian membalik badanNya darinya. Begitu Yesus membalik
badanNya, orang itu malah mengutuk dan memaki Tuhan. Orang ini adalah
John Lennon, anggota dari aliran musik setan, The Beatles. John Lennon
adalah seorang yang mengolok-olok dan mempermainkan Tuhan dalam
hidupnya. Dia katakan bahwa ke Kristenan akan hilang dan Tuhan Yesus
akan dilupakan oleh semua orang. Bagaimanapun, hari ini orang ini ada
di Neraka dan Tuhan Yesus kekal! keKristenan tidak hilang.
Ketika kami berjalan ke ujung dari tempat itu, jiwa-jiwa ingin
menjangkau kami dan ingin meminta ampun. Mereka meminta Yesus agar
membawa mereka keluar dari tempat itu, tapi Tuhan tidak pernah ingin
melihat mereka.
Kemudian kami memasuki ke bagian yang berbeda. Kami masuk ke bagian
dalam yang paling mengerikan dari Neraka, dimana siksaan terjadi,
yaitu tengah-tengah Neraka. Bentuk siksaan yang paling hebat, seperti
siksaan kalau seorang manusia yang ditempa oleh mereka. Hanya
orang-orang yang mengenal Yesus dan Firman Tuhan. Mereka adalah para
pastor, penginjil, misionaris dan banyak tipe-tipe orang yang telah
menerima Yesus dan tahu kebenaran, tapi mempunyai kehidupan ganda.
Ada juga yang kembali kepada kebiasaan lama mereka yang tercela,
mereka menderita dan ribuan kali lebih berat siksaannya dari yang
lain. Mereka berteriak histeris dan meminta pengampunan dari Tuhan,
tapi Firman Tuhan berkata dalam Alkitab di Ibrani 10:26-27, sebab jika
kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang
kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi
yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang
dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
Jiwa-jiwa itu berada disana karena mereka telah mengajar, puasa,
menyanyi dan mengangkat tangan mereka dalam gereja tapi di jalan dan
di rumah mereka adalah pezinah, percabulan, berbohong, merampok. Kita
tidak bisa berbohong kepada Tuhan. Alkitab berkata dalam Lukas 12:48
bahwa, tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan
melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima
sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari
padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak
dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak dituntut.
Tuhan kemudian memperlihatkan kepada kami dua wanita yang dulunya
menjadi saudara Kristen sewaktu di dunia, tapi mereka tidak hidup
dalam kebenaran Tuhan. Yang satu berkata kepada yang satunya, "kamu
orang pembawa sial! Ini salahmu aku berada di tempat ini! kamu tidak
mengajarkan aku kitab suci! dan karena kamu tidak memberitahukan aku
kebenaran, dan sekarang aku berada di Neraka!" Mereka akan katakan hal
ini satu sama lain di tengah-tengah lautan api, dan mereka saling
membenci karena disana tidak ada cinta atau pengampunan yaitu di
Neraka.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Langganan:
Postingan (Atom)