**Firman Tuhan - Wahyu 3:20**
Lihat, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannyai, dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Konon ada satu orang kudus yang hidup di jurang kemiskinan... karena pilihannya sendiri. Uang yang dia peroleh dibagikan sama rata antara dirinya sendiri dan orang miskin lainnya. Putranya yang sudah dewasa termasuk dalam kelompok orang yang melihat betapa sulitnya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Jadi orang kudus itu memberinya uang yang hanya cukup untuk bertahan hidup. Sementara itu, dia tetap saja membantu mereka yang dalam kesulitan. Suatu hari dia ditanya mengapa dia tidak terlalu peduli dengan kebutuhan anaknya padahal perhatiannya ditujukan kepada orang-orang lain."Sebetulnya engkau dapat lebih banyak membantu anakmu." kecam seseorang. "jika engkau mengurangi bantuanmu bagi orang lain."
"Ah," jawabnya dengan bijak, "jika saya harus memenuhi segala kebutuhan anak saya, bukankah dia akan melupakan perlunya bersandar pada Tuhan? Bukankah dia akan memandang saya sebagai sumber segala kebutuhan, dibanding Bapa Surgawi? Jika ini terjadi, maka berarti saya tidak membantu anak saya sama sekali !"
Tuhan tidak ingin kita beranggapan bahwa kita mampu mencukupi diri sendiri, tanpa mempunyai kebutuhan. Dalam sisi gelap ini gengsi berbunyi. Saat gengsi memegang kendali, kita hanya melihat sebuah alasan kecil, kita hanya melihat sebuah alasan kecil untuk mengundang Tuhan mengerjakan karya-Nya dalam hidup kita. Hitunglah ! Sudahkah Anda mengundang Tuhan untuk masuk kedalam masalah Anda hari ini?.
@ TUHAN IKUT CAMPUR DALAM PERKARA MANUSIA HANYA
JIKA DIA DIUNDANG UNTUK ITU @
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sekretariat : Jalan Bibis IV/2 Surabaya 60161. Telp. (031)3521551 Fax. (031)3534808
JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label "GENERASI MINYAK ANGGUR". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "GENERASI MINYAK ANGGUR". Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Maret 2010
Kamis, 18 Maret 2010
KESAKSIAN DOMINGGUS
Video bisa di lihat di link sbb :
http://www.facebook .com/p.php? i=1542413351& k=ZZA546TXP6TFYD 1IUF22Y5PQU4ED3U 2M&oid=141215390 2649
Telah Bangkitkan Saya Dari Kematian (Dominggus K)
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki- Nya." Yohanes 5:21
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, dalam kesempatan ini saya akan bersaksi tentang peristiwa kematian dan kehidupan yang saya alami pada tanggal 15 Desember 1999. Peristiwa ini juga merupakan suatu tragedi bagi yayasan Doulos, Jakarta dimana STT Doulos ada di dalamnya dan saya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama. Sebelum penyerangan dan pembakaran Yayasan Doulos tanggal 15 Desember itu, beberapa kali saya mendapat mimpi-mimpi sebagai berikut:
Minggu, 12 Desember 1999, saya bertemu dengan Tuhan Yesus dan malaikat, saya terkejut dan bangun lalu berdoa selesai saya tidur kembali.
1.. Senin, 13 Desember 1999, saya bermimpi lagi, dengan mimpi yang sama.
2.. Selasa, 14 Desember 1999, dalam mimpi saya bertemu dengan seorang pendeta pada suatu ibadah KKR, isi khotbah yang disampaikan mengenai akhir zaman, adanya penganiayaan dan pembantaian.
3.. Rabu, 15 Desember 1999, kurang lebih pukul 08.00 pagi, saya mendapatkan huruf "M" dengan darah di bawah kulit pada telapak tangan kanan saya. Dalam kebingungan dan sambil bertanya-tanya dalam hati, apakah saya akan mati? Saya bertanya kepada teman-teman dan pendapat mereka adalah bahwa kita akan memasuki millennium yang baru. Walaupun pendapat mereka demikian saya tetap merasa tidak tenang serta gelisah karena dalam pikiran saya huruf "M" adalah mati, bahwa saya akan mengalami kematian. Saya hanya bisa berdoa dan membuka Alkitab. Sekitar pukul 15.00 saya membaca firman Tuhan dari Kitab Yeremia 33:3 "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab Engkau." Dan pada pukul 18.00, tanda huruf "M" di telapak tangan saya sudah hilang.
#Kampus dan Asrama Mahasiswa Doulos Diserang#
Pada malam hari tanggal 15 Desember 1999. kegiatan berlangsung biasa di dalam asrama kampus STT Doulos. Sebagian mahasiswa ada sedang belajar, yang lain memasak di dapur dan ada pula yang sedang berdiam. Saya sendiri sedang berbaring di kamar. Kurang lebih jam 21.00 malam itu, saya dibangunkan oleh seorang teman sambil berteriak: "Domi, bangun, kita diserang!" Saya langsung bangun dalam keadaan panic, saya langsung berlari ke halaman kampus dan melihat sebagian kampus kami yang telah terbakar. Saat itu saya berkata kepada Tuhan: "Tuhan, saya mau lari kemana? Tuhan, kalau saya lari lewat pintu gerbang depan pasti saya dibacok."
Sementara pikiran saya bertambah kalut ketika teringat akan tanda huruf "M" yang diberikan pada tangan saya. "Tuhan, apakah saya akan mati?" Saya menoleh ke belakang, ada beberapa teman sekamar yang lari menyelamatkan diri masing-masing.
Di belakang kampus kami dikelilingi pagar kawat duri setinggi 2 meter, saya tidak bisa melompat keluar dengan cara mengangkat kawat itu. Dengan tangan sedikit terluka akhirnya saya pun dapat keluar.
Kami sudah berada di luar pagar dengan keadaan takut dan gemetar karena di sana terdapat massa atau orang banyak yang tidak dikenal, mereka membawa golok, pentungan, batu dan botol berisi bensin atau Molotov. Kemudian kami berpisah dengan teman-teman, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka.
Saya lari menuju kos kakak tingkat semester 10, yang letaknya tidak jauh dari kampus. Sementara saya berlari, saya tetap berdoa kepada Tuhan: "Tuhan berkati saya, ampuni dosa dan kesalahan saya." Setiba di rumah kos itu, saya mengetuk pintu sebanyak 2 kali tetapi tidak ada yang membukakan pintu.
Ternyata di belakang saya ada 4 teman mahasiswi yang juga lari mengikuti dari belakang. Mereka memanggil saya: "Domi, ikut ke rumah kami" tetapi saya berkata kepada mereka, "biar saya bersembunyi di sini." Masih berada di depan rumah kos tersebut, saya berdoa lagi "Oh.. Tuhan, apakah malam ini saya akan mati? Ampuni dosa dan kesalahan saya."
#Ditangkap oleh Massa#
Saya mengetuk pintu lagi, tetapi tidak ada orang yang menjawab, saya berdoa kembali: "Tuhan.. ini hari terakhir untuk saya hidup." Terdengar suara massa yang semakin mendekat kepada saya. Mereka berkata: "Itu mahasiswa Doulos, tangkap dia!" Ada juga yang berteriak: "Bantai dia, tembak!"
Seketika itu saya ditangkap dan saya hanya bisa berserah kepada Tuhan sambil berkata: "Tuhan saya sudah di tangan mereka, saya tidak bisa lari lagi."
Kemudian tangan saya diikat ke belakang dan mata saya ditutup dengan kain putih. Saya tetap berdoa dalam keadaan takut dan gemetar: "Tuhan ampuni dosa saya, pada saat ini Engkau pasti di samping saya." Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya entah dari mana, yang berkata: "Jangan takut, Aku menyertai engkau, Akulah Tuhan Allahmu." Setelah mendengar suara itu, rasa ketakutan dan kegentaran hilang, karena saya sudah pasrahkan kepada Tuhan.
#Penganiayaan dan Kematian#
Mereka membawa saya ke tempat yang gelap, saya dipukuli dan ditendang. Saya dihadapkan dengan massa uang jumlah orangnya lebih banyak, saat itu mereka ragu, apakah saya mahasiswa Doulos atau warga sekitarnya. Sebagian massa ada yang terus mendesak untuk memotong dan membunuh saya.
Saya berdoa lagi: "Tuhan, fisik saya kecil, kalau saya mati, saya yakin masuk sorga. Saat ini saya serahkan nyawa saya ke dalam tangan kasih-Mu, ampunilah mereka." Saat itu kepala saya dipukul dari belakang dan terjatuh di atas batu, saya tidak sadar akan apa yang terjadi lagi.
#Roh Saya Keluar Dari Tubuh#
Kemudian ... roh saya terangkat keluar dari tubuh saya, roh saya berbentuk seperti orang yang sedang start lari atau sedang jongkok, lalu lurus seperti orang yang berenang kemudian berdiri. Roh saya melihat badan saya dan berkata: "Kok badan saya tinggal" (sebanyak dua kali). Roh saya berdiri tidak menyentuh tanah dan tidak tahu mau berjalan kemana, karena di sekeliling saya gelap gulita, kurang lebih lima detik, roh saya berkata:
"Mau ke mana?"
#Lima Malaikat Datang Menjemput Saya#
Saat itu ada lima malaikat datang kepada saya, dua berada di sebelah kiri, dua di sebelah kanan dan satu malaikat berada di depan saya. Tempat yang tadinya gelap gulita telah berubah menjadi terang dan saya sudah tidak dapat melihat badan saya lagi. Roh saya dibawa oleh malaikat-malaikat tersebut menuju jalan yang lurus, dan pada ujung jalan itu sempit seperti lubang jarum. Roh saya berkata: "Badan saya tidak dapat masuk." Tetapi malaikat yang di depan saya bisa masuk, lalu roh saya berkata lagi: "Badan rohani saya kecil pasti bisa masuk." Kemudian roh saya masuk melalui lubang jarum tersebut.
"Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham." Lukas 16:22
#Berada di Dalam Firdaus#
Saat itu saya sudah berada di dalam sebuah halaman yang luas. Halaman itu sangat luas, indah dan tidak ada apa-apa. Roh saya berkata: "Kalau ada halaman pasti ada rumahnya." Tiba-tiba saat itu ada rumah, saya dibawa masuk ke dalam rumah tersebut dan bertemu dengan banyak orang di kamar pertama. Roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, mereka ditempatkan di sini." Mereka sedang bernyanyi, bertepuk tangan, ada yang berdiri, ada yang duduk dan ada yang meniup sangkakala.
"Di rumah Bapaku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Yohanes 14:2
#Dibawa ke Ruangan Selanjutnya#
Saya dibawa oleh malaikat-malaikat ke kamar selanjutnya atau kedua, sama dengan kamar yang pertama, hanya disini roh saya melihat orang-orang dengan wajah yang sama dan postur tubuh yang sama. Kemudian saya dibawa lagi ke kamar yang ketiga, yang sama dengan kamar yang pertama. Dan roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, ditempatkan di sini." Lalu roh saya dibawa ke kamar yang keempat yaitu kamar yang terakhir, pada saat ini saya hanya sendiri, tidak disertai oleh malaikat-malaikat tadi. Kamar itu kosong, lalu roh saya berkata: "Ini penghakiman terakhir, saya masuk sorga atau neraka."
"Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Elohim sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Elohim? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?" 1 Petrus 4:17-18
#Bertemu dengan Tuhan Yesus#
Kemudian roh saya berjalan tiga sampai empat langkah, di depan saya ada sinar atau cahaya yang sangat terang seperti matahari, maka roh saya tidak dapat menatap. Saya menutup mata dan terdengar suara: "Berlutut!" Seketika itu roh saya berlutut, terlihat sebuah kitab terbuka dan dari dalamnya keluar tulisan yang masuk ke mata saya yang masih tertutup, tulisan timbul dan hilang terus menerus, roh saya berkata: "Tuhan...! ini perbuatan saya minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu. Saya melakukan yang jahat dan saya tidak pernah mengaku dosa pribadi, sehingga Engkau mencatatnya di sini."
"Tuhan...! Saya ingin seperti saudara-saudara di kamar pertama, yang selalu memuji dan memuliakan Engkau. Tuhan...! Saya tahu Engkau mati di atas kayu salib untuk menebus dosa saya, saya rindu seperti saudara-saudara yang berada di kamar pertama, kedua dan ketiga yang selalu memuji-muji Engkau."
Sesudah itu tulisan yang keluar dari kitab itu hilang, buku manjadi bersih tanpa tulisan, kemudian buku itu hilang dan sinar yang terang itupun hilang dan ada suara berkata: "Pulang! Belum saatnya untuk melayani Aku."
Saya melihat-lihat dari mana arah suara itu datang, saya melihat ada seorang di samping kanan. Orang tersebut badan-Nya seperti manusia, rambut hingga ke lehernya bersinar terang. Jubah-Nya putih hingga menutupi kedua tangan-Nya dan bawah jubah-Nya menutupi kaki-Nya. Ia menunggangi seekor kuda putih dengan tali les yang putih. Lalu roh saya berkata: "Ini Tuhan Yesus, Dia seperti saya, Dia Elohim yang hidup."
"Lalu aku melihat sorga terbuka; sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar" Ia menghakimi dan berperang dengan adil." Wahyu 19:11
Kemudian Tuhan Yesus tidak nampak lagi dan seketika itu roh saya dibawa pulang ke dalam tubuh saya. Saat itu juga ada nafas, ada pikiran dan saya berpikir, tadi saya bersama dengan Tuhan Yesus. Setelah itu saya mencoba beberapa kali untuk bangun dan mengangkat kepala, tetapi tidak bisa, terasa sakit sekali, saya baru sadar bahwa leher saya telah dipotong dan hampir putus, kemudian saya dibuang ke semak-semak dengan ditutupi daun pisang. Saya merasa haus, lalu menggerakkan tangan mengambil darah tiga tetes dan menjilatnya, lalu badan saya mulai bergerak.
Saya berdoa: "Tuhan, lewat peristiwa ini saya telah bertemu dengan Engkau, dan Engkau memberikan nafas dan kekuatan yang baru sehingga aku hidup kembali, tapi Tuhan, Engkau gerakkan orang supaya ada yang membawa saya ke rumah sakit."
Tuhan menjawab doa saya, malam itu ada orang yang mendekati saya dengan memakai lampu senter, lalu bertanya: "Kamu dari mana?" Saya tidak bisa menjawab, karena saya tidak dapat berbicara lewat mulut, tidak ada suara yang keluar, hanya hembusan nafas yang melalui luka-luka menganga pada leher. Kemudian orang tersebut memanggil polisi.
Puji Tuhan! Dikira sudah meninggal tetapi masih hidup. Mereka mengira saya sudah meninggal, mereka mengangkat dan membawa saya ke jalan raya. Kemudian polisi mencari identitas atau KTP saya, ternyata tidak ditemukan. Tanpa identitas, mereka bermaksud membawa saya ke sebuah rumah sakit lain, tetapi saya ingat kembali akan suara Tuhan dan takhta-Nya di sorga, ternyata ada kekuatan baru dari Tuhan Yesus yang memampukan saya dapat berbicara.
Tiba-tiba saya berkata: "Nama saya Dominggus, umur saya 20 tahun, semester III, tinggal di asrama Doulos, saya berasal dari Timor."
Orang-orang yang sedang melihat dan mendengar saya, berkata: "Wah, dia dipotong dari jam berapa? Sekarang sudah jam 02.30 pagi, tapi dia masih hidup."
#Perjalanan ke Rumah Sakit UKI#
Kemudian mereka memasukkan saya ke dalam mobil dan meletakkan saya di bawah. Saya tetap mengingat peristiwa ketika Tuhan Yesus dianiaya. Sementara mobil meluncur dengan kecepatan tinggi, saat melewati jalan berlubang atau tidak rata mobilpun berguncang dan saya merasa sangat sakit sekali pada luka di leher. Saya katakan kepada Tuhan: "Tuhan, apakah saya dapat bertahan di dalam mobil ini? Tuhan ketika Engkau di atas kayu salib, Engkau meminum cuka dan empedu, tetapi saya menjilat darah saya sendiri karena tidak ada orang yang menjagai saya."
Saya membuka mata, ternyata memang tidak ada seorangpun yang menjagai saya, hanya seorang supir. Tetapi saya melihat beberapa malaikat berjubah puith menjaga dan mengelilingi saya. Saya katakan: "Tuhan ini malaikat-malaikat pelindung saya, mereka setia menjagai." Saya harus berdoa agar tetap kuat.
#Perawatan di Rumah Sakit#
Setiba di rumah sakit, suara saya dapat normal kembali. Saya dapat berbicara dan bertanya kepada perawat: "Bapak saya mana?" perawat RS bertanya kepada saya: "Bapakmu siapa?" Saya jawab: "Bapak Ruyandi Hutasoit." Ketika Bpk. Ruyandi menemui saya, ia berkata: "Dominggus.. leher kamu putus!" Jawab saya: "Bapak doakan saya, sebab saya tidak akan mati, saya telah bertemu dengan Tuhan Yesus." Lalu Bpk. Ruyandi mendoakan dan menumpangkan tangan atas saya.
Setelah itu saya mendapat perawatan, seorang dokter ahli saraf hanya menjahit kulit leher saya, karena luka bacokan sudah menembus sampai ke tulang belakang leher, sehingga cairan otak mengalir keluar, saluran nafas dan banyak saraf yang putus. Kemudian saya dirawat tiga hari di ruangan ICU dan selama perawatan saya tidak diberikan transfusi darah pendapat dokter pada saat itu adalah bahwa saya akan mati dan saya tidak diharapkan hidup, mengingat cairan otak yang telah keluar dan infeksi yang terjadi pada otak, yang semua itu akan menimbulkan cacat seumur hidup.
#Mukjizat Kesembuhan Terjadi#
Tanggal 19 Desember 1999 dengan panas badan 40°C dan seluruh wajah yang bengkak karena infeksi, saya dipindahkan keluar dari ruang ICU, dikarenakan ada pasien lain yang sangat memerlukan dan masih mempunyai harapan hidup yang lebih besar daripada saya.
Pada malam hari, roh saya kembali keluar untuk kedua kali dari tubuh saya, roh saya melihat suasana kamar dimana saya dirawat dan kemudian roh saya berjalan sejauh kurang lebih dua atau tiga kilometer dalam suasana terang di sekeliling saya. Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya: "Pulang..pulang. ..!"
Seketika itu juga, roh saya kembali ke dalam tubuh saya, suhu tubuh menjadi normal dan tidak ada lagi infeksi. Kemudian terdengar bunyi seperti orang menekukkan jari-jari pada leher saya, lalu otot, tulang, saluran nafas dan saraf-saraf tersambung dalam sekejab mata, saya merasa tidak sakit dan dapat menggerakkan leher. Sesudah itu saya diberi minum dan makan bubur.
Saya sudah hidup kembali, dengan kesehatan yang sangat baik. Puji Tuhan!
Keluar dari Rumah Sakit dalam Keadaan Sembuh Total
Saya berada di rumah sakit sejak tanggal 16 Desember 1999 dini hari dan keluar dari rumah sakit pada tanggal 29 Desember 1999, dengan berat badan normal dibanding dua minggu yang lalu karena banyak darah dan cairan yang telah keluar. Saya telah sembuh sempurna, tanpa cacat, tanpa perawatan jalan, saya hidup kembali dengan normal.
"Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh Eloim yang hidup dan ajaib, terpujilah nama-Mu kekal sampai selamanya, amin!" ( Oleh Dominggus, mahasiswa STT Doulos - 15 Desember 1999 )
============ ========= ========= ==
Datang & Hadirilah
Malam Kesaksian & Mujizat Tgl 19 Maret 2010( jumat )
Dimulai JAM 19.00 tepat
Kesaksian Dominggus - mahasiswa Doulos yg dinyatakan mati dalam peristiwa pembakaran Doulos di Cilangkap beberapa tahun yg lalu.
Tema - " KuasaNya Menghidupkanku kembali"
di GBI Sungai Yordan taman ratu indah blok D3 - jakarta barat
sekretariat telp - 021 - 56960080 - 56958620
Terbuka untuk umum
Catat Tglnya & Ajaklah rekan,sahabat, keluarga untuk bersama-sama menerima berkat Tuhan
http://www.facebook .com/p.php? i=1542413351& k=ZZA546TXP6TFYD 1IUF22Y5PQU4ED3U 2M&oid=141215390 2649
Telah Bangkitkan Saya Dari Kematian (Dominggus K)
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki- Nya." Yohanes 5:21
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, dalam kesempatan ini saya akan bersaksi tentang peristiwa kematian dan kehidupan yang saya alami pada tanggal 15 Desember 1999. Peristiwa ini juga merupakan suatu tragedi bagi yayasan Doulos, Jakarta dimana STT Doulos ada di dalamnya dan saya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama. Sebelum penyerangan dan pembakaran Yayasan Doulos tanggal 15 Desember itu, beberapa kali saya mendapat mimpi-mimpi sebagai berikut:
Minggu, 12 Desember 1999, saya bertemu dengan Tuhan Yesus dan malaikat, saya terkejut dan bangun lalu berdoa selesai saya tidur kembali.
1.. Senin, 13 Desember 1999, saya bermimpi lagi, dengan mimpi yang sama.
2.. Selasa, 14 Desember 1999, dalam mimpi saya bertemu dengan seorang pendeta pada suatu ibadah KKR, isi khotbah yang disampaikan mengenai akhir zaman, adanya penganiayaan dan pembantaian.
3.. Rabu, 15 Desember 1999, kurang lebih pukul 08.00 pagi, saya mendapatkan huruf "M" dengan darah di bawah kulit pada telapak tangan kanan saya. Dalam kebingungan dan sambil bertanya-tanya dalam hati, apakah saya akan mati? Saya bertanya kepada teman-teman dan pendapat mereka adalah bahwa kita akan memasuki millennium yang baru. Walaupun pendapat mereka demikian saya tetap merasa tidak tenang serta gelisah karena dalam pikiran saya huruf "M" adalah mati, bahwa saya akan mengalami kematian. Saya hanya bisa berdoa dan membuka Alkitab. Sekitar pukul 15.00 saya membaca firman Tuhan dari Kitab Yeremia 33:3 "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab Engkau." Dan pada pukul 18.00, tanda huruf "M" di telapak tangan saya sudah hilang.
#Kampus dan Asrama Mahasiswa Doulos Diserang#
Pada malam hari tanggal 15 Desember 1999. kegiatan berlangsung biasa di dalam asrama kampus STT Doulos. Sebagian mahasiswa ada sedang belajar, yang lain memasak di dapur dan ada pula yang sedang berdiam. Saya sendiri sedang berbaring di kamar. Kurang lebih jam 21.00 malam itu, saya dibangunkan oleh seorang teman sambil berteriak: "Domi, bangun, kita diserang!" Saya langsung bangun dalam keadaan panic, saya langsung berlari ke halaman kampus dan melihat sebagian kampus kami yang telah terbakar. Saat itu saya berkata kepada Tuhan: "Tuhan, saya mau lari kemana? Tuhan, kalau saya lari lewat pintu gerbang depan pasti saya dibacok."
Sementara pikiran saya bertambah kalut ketika teringat akan tanda huruf "M" yang diberikan pada tangan saya. "Tuhan, apakah saya akan mati?" Saya menoleh ke belakang, ada beberapa teman sekamar yang lari menyelamatkan diri masing-masing.
Di belakang kampus kami dikelilingi pagar kawat duri setinggi 2 meter, saya tidak bisa melompat keluar dengan cara mengangkat kawat itu. Dengan tangan sedikit terluka akhirnya saya pun dapat keluar.
Kami sudah berada di luar pagar dengan keadaan takut dan gemetar karena di sana terdapat massa atau orang banyak yang tidak dikenal, mereka membawa golok, pentungan, batu dan botol berisi bensin atau Molotov. Kemudian kami berpisah dengan teman-teman, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka.
Saya lari menuju kos kakak tingkat semester 10, yang letaknya tidak jauh dari kampus. Sementara saya berlari, saya tetap berdoa kepada Tuhan: "Tuhan berkati saya, ampuni dosa dan kesalahan saya." Setiba di rumah kos itu, saya mengetuk pintu sebanyak 2 kali tetapi tidak ada yang membukakan pintu.
Ternyata di belakang saya ada 4 teman mahasiswi yang juga lari mengikuti dari belakang. Mereka memanggil saya: "Domi, ikut ke rumah kami" tetapi saya berkata kepada mereka, "biar saya bersembunyi di sini." Masih berada di depan rumah kos tersebut, saya berdoa lagi "Oh.. Tuhan, apakah malam ini saya akan mati? Ampuni dosa dan kesalahan saya."
#Ditangkap oleh Massa#
Saya mengetuk pintu lagi, tetapi tidak ada orang yang menjawab, saya berdoa kembali: "Tuhan.. ini hari terakhir untuk saya hidup." Terdengar suara massa yang semakin mendekat kepada saya. Mereka berkata: "Itu mahasiswa Doulos, tangkap dia!" Ada juga yang berteriak: "Bantai dia, tembak!"
Seketika itu saya ditangkap dan saya hanya bisa berserah kepada Tuhan sambil berkata: "Tuhan saya sudah di tangan mereka, saya tidak bisa lari lagi."
Kemudian tangan saya diikat ke belakang dan mata saya ditutup dengan kain putih. Saya tetap berdoa dalam keadaan takut dan gemetar: "Tuhan ampuni dosa saya, pada saat ini Engkau pasti di samping saya." Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya entah dari mana, yang berkata: "Jangan takut, Aku menyertai engkau, Akulah Tuhan Allahmu." Setelah mendengar suara itu, rasa ketakutan dan kegentaran hilang, karena saya sudah pasrahkan kepada Tuhan.
#Penganiayaan dan Kematian#
Mereka membawa saya ke tempat yang gelap, saya dipukuli dan ditendang. Saya dihadapkan dengan massa uang jumlah orangnya lebih banyak, saat itu mereka ragu, apakah saya mahasiswa Doulos atau warga sekitarnya. Sebagian massa ada yang terus mendesak untuk memotong dan membunuh saya.
Saya berdoa lagi: "Tuhan, fisik saya kecil, kalau saya mati, saya yakin masuk sorga. Saat ini saya serahkan nyawa saya ke dalam tangan kasih-Mu, ampunilah mereka." Saat itu kepala saya dipukul dari belakang dan terjatuh di atas batu, saya tidak sadar akan apa yang terjadi lagi.
#Roh Saya Keluar Dari Tubuh#
Kemudian ... roh saya terangkat keluar dari tubuh saya, roh saya berbentuk seperti orang yang sedang start lari atau sedang jongkok, lalu lurus seperti orang yang berenang kemudian berdiri. Roh saya melihat badan saya dan berkata: "Kok badan saya tinggal" (sebanyak dua kali). Roh saya berdiri tidak menyentuh tanah dan tidak tahu mau berjalan kemana, karena di sekeliling saya gelap gulita, kurang lebih lima detik, roh saya berkata:
"Mau ke mana?"
#Lima Malaikat Datang Menjemput Saya#
Saat itu ada lima malaikat datang kepada saya, dua berada di sebelah kiri, dua di sebelah kanan dan satu malaikat berada di depan saya. Tempat yang tadinya gelap gulita telah berubah menjadi terang dan saya sudah tidak dapat melihat badan saya lagi. Roh saya dibawa oleh malaikat-malaikat tersebut menuju jalan yang lurus, dan pada ujung jalan itu sempit seperti lubang jarum. Roh saya berkata: "Badan saya tidak dapat masuk." Tetapi malaikat yang di depan saya bisa masuk, lalu roh saya berkata lagi: "Badan rohani saya kecil pasti bisa masuk." Kemudian roh saya masuk melalui lubang jarum tersebut.
"Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham." Lukas 16:22
#Berada di Dalam Firdaus#
Saat itu saya sudah berada di dalam sebuah halaman yang luas. Halaman itu sangat luas, indah dan tidak ada apa-apa. Roh saya berkata: "Kalau ada halaman pasti ada rumahnya." Tiba-tiba saat itu ada rumah, saya dibawa masuk ke dalam rumah tersebut dan bertemu dengan banyak orang di kamar pertama. Roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, mereka ditempatkan di sini." Mereka sedang bernyanyi, bertepuk tangan, ada yang berdiri, ada yang duduk dan ada yang meniup sangkakala.
"Di rumah Bapaku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Yohanes 14:2
#Dibawa ke Ruangan Selanjutnya#
Saya dibawa oleh malaikat-malaikat ke kamar selanjutnya atau kedua, sama dengan kamar yang pertama, hanya disini roh saya melihat orang-orang dengan wajah yang sama dan postur tubuh yang sama. Kemudian saya dibawa lagi ke kamar yang ketiga, yang sama dengan kamar yang pertama. Dan roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, ditempatkan di sini." Lalu roh saya dibawa ke kamar yang keempat yaitu kamar yang terakhir, pada saat ini saya hanya sendiri, tidak disertai oleh malaikat-malaikat tadi. Kamar itu kosong, lalu roh saya berkata: "Ini penghakiman terakhir, saya masuk sorga atau neraka."
"Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Elohim sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Elohim? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?" 1 Petrus 4:17-18
#Bertemu dengan Tuhan Yesus#
Kemudian roh saya berjalan tiga sampai empat langkah, di depan saya ada sinar atau cahaya yang sangat terang seperti matahari, maka roh saya tidak dapat menatap. Saya menutup mata dan terdengar suara: "Berlutut!" Seketika itu roh saya berlutut, terlihat sebuah kitab terbuka dan dari dalamnya keluar tulisan yang masuk ke mata saya yang masih tertutup, tulisan timbul dan hilang terus menerus, roh saya berkata: "Tuhan...! ini perbuatan saya minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu. Saya melakukan yang jahat dan saya tidak pernah mengaku dosa pribadi, sehingga Engkau mencatatnya di sini."
"Tuhan...! Saya ingin seperti saudara-saudara di kamar pertama, yang selalu memuji dan memuliakan Engkau. Tuhan...! Saya tahu Engkau mati di atas kayu salib untuk menebus dosa saya, saya rindu seperti saudara-saudara yang berada di kamar pertama, kedua dan ketiga yang selalu memuji-muji Engkau."
Sesudah itu tulisan yang keluar dari kitab itu hilang, buku manjadi bersih tanpa tulisan, kemudian buku itu hilang dan sinar yang terang itupun hilang dan ada suara berkata: "Pulang! Belum saatnya untuk melayani Aku."
Saya melihat-lihat dari mana arah suara itu datang, saya melihat ada seorang di samping kanan. Orang tersebut badan-Nya seperti manusia, rambut hingga ke lehernya bersinar terang. Jubah-Nya putih hingga menutupi kedua tangan-Nya dan bawah jubah-Nya menutupi kaki-Nya. Ia menunggangi seekor kuda putih dengan tali les yang putih. Lalu roh saya berkata: "Ini Tuhan Yesus, Dia seperti saya, Dia Elohim yang hidup."
"Lalu aku melihat sorga terbuka; sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar" Ia menghakimi dan berperang dengan adil." Wahyu 19:11
Kemudian Tuhan Yesus tidak nampak lagi dan seketika itu roh saya dibawa pulang ke dalam tubuh saya. Saat itu juga ada nafas, ada pikiran dan saya berpikir, tadi saya bersama dengan Tuhan Yesus. Setelah itu saya mencoba beberapa kali untuk bangun dan mengangkat kepala, tetapi tidak bisa, terasa sakit sekali, saya baru sadar bahwa leher saya telah dipotong dan hampir putus, kemudian saya dibuang ke semak-semak dengan ditutupi daun pisang. Saya merasa haus, lalu menggerakkan tangan mengambil darah tiga tetes dan menjilatnya, lalu badan saya mulai bergerak.
Saya berdoa: "Tuhan, lewat peristiwa ini saya telah bertemu dengan Engkau, dan Engkau memberikan nafas dan kekuatan yang baru sehingga aku hidup kembali, tapi Tuhan, Engkau gerakkan orang supaya ada yang membawa saya ke rumah sakit."
Tuhan menjawab doa saya, malam itu ada orang yang mendekati saya dengan memakai lampu senter, lalu bertanya: "Kamu dari mana?" Saya tidak bisa menjawab, karena saya tidak dapat berbicara lewat mulut, tidak ada suara yang keluar, hanya hembusan nafas yang melalui luka-luka menganga pada leher. Kemudian orang tersebut memanggil polisi.
Puji Tuhan! Dikira sudah meninggal tetapi masih hidup. Mereka mengira saya sudah meninggal, mereka mengangkat dan membawa saya ke jalan raya. Kemudian polisi mencari identitas atau KTP saya, ternyata tidak ditemukan. Tanpa identitas, mereka bermaksud membawa saya ke sebuah rumah sakit lain, tetapi saya ingat kembali akan suara Tuhan dan takhta-Nya di sorga, ternyata ada kekuatan baru dari Tuhan Yesus yang memampukan saya dapat berbicara.
Tiba-tiba saya berkata: "Nama saya Dominggus, umur saya 20 tahun, semester III, tinggal di asrama Doulos, saya berasal dari Timor."
Orang-orang yang sedang melihat dan mendengar saya, berkata: "Wah, dia dipotong dari jam berapa? Sekarang sudah jam 02.30 pagi, tapi dia masih hidup."
#Perjalanan ke Rumah Sakit UKI#
Kemudian mereka memasukkan saya ke dalam mobil dan meletakkan saya di bawah. Saya tetap mengingat peristiwa ketika Tuhan Yesus dianiaya. Sementara mobil meluncur dengan kecepatan tinggi, saat melewati jalan berlubang atau tidak rata mobilpun berguncang dan saya merasa sangat sakit sekali pada luka di leher. Saya katakan kepada Tuhan: "Tuhan, apakah saya dapat bertahan di dalam mobil ini? Tuhan ketika Engkau di atas kayu salib, Engkau meminum cuka dan empedu, tetapi saya menjilat darah saya sendiri karena tidak ada orang yang menjagai saya."
Saya membuka mata, ternyata memang tidak ada seorangpun yang menjagai saya, hanya seorang supir. Tetapi saya melihat beberapa malaikat berjubah puith menjaga dan mengelilingi saya. Saya katakan: "Tuhan ini malaikat-malaikat pelindung saya, mereka setia menjagai." Saya harus berdoa agar tetap kuat.
#Perawatan di Rumah Sakit#
Setiba di rumah sakit, suara saya dapat normal kembali. Saya dapat berbicara dan bertanya kepada perawat: "Bapak saya mana?" perawat RS bertanya kepada saya: "Bapakmu siapa?" Saya jawab: "Bapak Ruyandi Hutasoit." Ketika Bpk. Ruyandi menemui saya, ia berkata: "Dominggus.. leher kamu putus!" Jawab saya: "Bapak doakan saya, sebab saya tidak akan mati, saya telah bertemu dengan Tuhan Yesus." Lalu Bpk. Ruyandi mendoakan dan menumpangkan tangan atas saya.
Setelah itu saya mendapat perawatan, seorang dokter ahli saraf hanya menjahit kulit leher saya, karena luka bacokan sudah menembus sampai ke tulang belakang leher, sehingga cairan otak mengalir keluar, saluran nafas dan banyak saraf yang putus. Kemudian saya dirawat tiga hari di ruangan ICU dan selama perawatan saya tidak diberikan transfusi darah pendapat dokter pada saat itu adalah bahwa saya akan mati dan saya tidak diharapkan hidup, mengingat cairan otak yang telah keluar dan infeksi yang terjadi pada otak, yang semua itu akan menimbulkan cacat seumur hidup.
#Mukjizat Kesembuhan Terjadi#
Tanggal 19 Desember 1999 dengan panas badan 40°C dan seluruh wajah yang bengkak karena infeksi, saya dipindahkan keluar dari ruang ICU, dikarenakan ada pasien lain yang sangat memerlukan dan masih mempunyai harapan hidup yang lebih besar daripada saya.
Pada malam hari, roh saya kembali keluar untuk kedua kali dari tubuh saya, roh saya melihat suasana kamar dimana saya dirawat dan kemudian roh saya berjalan sejauh kurang lebih dua atau tiga kilometer dalam suasana terang di sekeliling saya. Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya: "Pulang..pulang. ..!"
Seketika itu juga, roh saya kembali ke dalam tubuh saya, suhu tubuh menjadi normal dan tidak ada lagi infeksi. Kemudian terdengar bunyi seperti orang menekukkan jari-jari pada leher saya, lalu otot, tulang, saluran nafas dan saraf-saraf tersambung dalam sekejab mata, saya merasa tidak sakit dan dapat menggerakkan leher. Sesudah itu saya diberi minum dan makan bubur.
Saya sudah hidup kembali, dengan kesehatan yang sangat baik. Puji Tuhan!
Keluar dari Rumah Sakit dalam Keadaan Sembuh Total
Saya berada di rumah sakit sejak tanggal 16 Desember 1999 dini hari dan keluar dari rumah sakit pada tanggal 29 Desember 1999, dengan berat badan normal dibanding dua minggu yang lalu karena banyak darah dan cairan yang telah keluar. Saya telah sembuh sempurna, tanpa cacat, tanpa perawatan jalan, saya hidup kembali dengan normal.
"Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh Eloim yang hidup dan ajaib, terpujilah nama-Mu kekal sampai selamanya, amin!" ( Oleh Dominggus, mahasiswa STT Doulos - 15 Desember 1999 )
============ ========= ========= ==
Datang & Hadirilah
Malam Kesaksian & Mujizat Tgl 19 Maret 2010( jumat )
Dimulai JAM 19.00 tepat
Kesaksian Dominggus - mahasiswa Doulos yg dinyatakan mati dalam peristiwa pembakaran Doulos di Cilangkap beberapa tahun yg lalu.
Tema - " KuasaNya Menghidupkanku kembali"
di GBI Sungai Yordan taman ratu indah blok D3 - jakarta barat
sekretariat telp - 021 - 56960080 - 56958620
Terbuka untuk umum
Catat Tglnya & Ajaklah rekan,sahabat, keluarga untuk bersama-sama menerima berkat Tuhan
Rabu, 17 Maret 2010
Temukan kebaikan Tuhan
Firman Tuhan ** Matius 19:26 **
Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
Rachel dan Jim memiliki sebuah bangunan yang dikomersialkan. Setengah dari bangunan itu digunakan oleh Jim untuk pabrik dokter giginya. Selama 15 tahun mereka tidak mengalami kesulitan dalam menyewakan setengah bagian yang lain. Mereka menggunakan pendapatan ekstra tersebut untuk membayar tagihan listrik, air, telepon, dan sebagainya. Namun, kini mereka tidak lagi mendapat penyewa baru. Agen real estat berkata, "Sementara ini, lupakan iklan. Mutlak, tidak akan ada penyewa."
Untuk meringankan kekhawatirannya dalam hal keuangan, Rachel berenang bolak-balik di kolam milik YMCA setempat.
Suatu hari saat dia merasa cemas luar biasa, dia memutuskan untuk berdoa sambil berenang dengan menggunakan alfabet sebagai pencatat
putaran. Dia berfokus pada kata-kata sifat untuk menggambarkan karakter Tuhan. Dia mulai dengan huruf A. "You are the Almighty God
(Engkau adalah Tuhan Mahabesar), doanya pada putaran pertama.
" A benevolent God, a beautiful God (Tuhan Mahabaik, Tuhan yang manis." doanya pada putaran berikutnya, dan kemudian," You are a caring,creative, can - do God (Engkau Tuhan Pengasih,kreatif dan mampu melakukan segala sesuatu." Pada putaran yang ke- 26, satu jam telah berlalu. Dan, ketakutannya pun sudah hilang. Dia tahu bahwa Tuhan akan menyediakan.
Tak lama kemudian, seorang ahli terapi fisik datang menemuinya dan mengatakan bahwa dia membaca papan "Disewakan" tergantung di jendela. Dia ingin melihat tempat tersebut. Ternyata, itulah tempat yang memang diinginkannya. Jadi dia dan rekannya menyewa ruangan tersebut. Rachel tetap berdoa setiap kali berenang. "Bagaimanapun juga,"katanya,"Saya telah menemukan kebaikan Tuhan dari A hingga Z !"
*Banyak yang dicapai dengan satu jam bersama Tuhan, dibandingkan seumur hidup tanpa Tuhan*
SELAMAT PAGI SEMUA NYA.
TUHAN BERKALI.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
Rachel dan Jim memiliki sebuah bangunan yang dikomersialkan. Setengah dari bangunan itu digunakan oleh Jim untuk pabrik dokter giginya. Selama 15 tahun mereka tidak mengalami kesulitan dalam menyewakan setengah bagian yang lain. Mereka menggunakan pendapatan ekstra tersebut untuk membayar tagihan listrik, air, telepon, dan sebagainya. Namun, kini mereka tidak lagi mendapat penyewa baru. Agen real estat berkata, "Sementara ini, lupakan iklan. Mutlak, tidak akan ada penyewa."
Untuk meringankan kekhawatirannya dalam hal keuangan, Rachel berenang bolak-balik di kolam milik YMCA setempat.
Suatu hari saat dia merasa cemas luar biasa, dia memutuskan untuk berdoa sambil berenang dengan menggunakan alfabet sebagai pencatat
putaran. Dia berfokus pada kata-kata sifat untuk menggambarkan karakter Tuhan. Dia mulai dengan huruf A. "You are the Almighty God
(Engkau adalah Tuhan Mahabesar), doanya pada putaran pertama.
" A benevolent God, a beautiful God (Tuhan Mahabaik, Tuhan yang manis." doanya pada putaran berikutnya, dan kemudian," You are a caring,creative, can - do God (Engkau Tuhan Pengasih,kreatif dan mampu melakukan segala sesuatu." Pada putaran yang ke- 26, satu jam telah berlalu. Dan, ketakutannya pun sudah hilang. Dia tahu bahwa Tuhan akan menyediakan.
Tak lama kemudian, seorang ahli terapi fisik datang menemuinya dan mengatakan bahwa dia membaca papan "Disewakan" tergantung di jendela. Dia ingin melihat tempat tersebut. Ternyata, itulah tempat yang memang diinginkannya. Jadi dia dan rekannya menyewa ruangan tersebut. Rachel tetap berdoa setiap kali berenang. "Bagaimanapun juga,"katanya,"Saya telah menemukan kebaikan Tuhan dari A hingga Z !"
*Banyak yang dicapai dengan satu jam bersama Tuhan, dibandingkan seumur hidup tanpa Tuhan*
SELAMAT PAGI SEMUA NYA.
TUHAN BERKALI.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Menjaga lidah kita
Firman Tuhan **Roma 12:18**
sedapat-dapatnya, kalau hal itu begantung padamu,
hiduplah dalam damai dengan semua orang !
Jenderal Horace Porter pernah menulis tentang percakapannya dengan Jendreal Ulysses Grant suatu malam saat mereka duduk di dekat api unggun. Ditulis oleh Porter,"Jenderal, adalah luar biasa bahwa walaupun Anda telah mengalami segala permainan kasar dalam tugas kemiliteran dan dalam kehidupan di garis depan, Anda tidak pernah terpancing untuk mengumpat. Saya tidak pernah mendengar Anda mengucapkan kata-kata kasar satu kali pun."
Grant menjawab,"Dengan cara bagaimanapun, saya tidak pernah belajar mengumpat. Semasa remaja, agaknya saya tidak suka untuk mengucapkan kata-kata kasar, dan ketika saya dewasa, saya memandang tindakan ini sebagai suatu kebodohan. Saya berpendapat bahwa kata-kata kasar membangkitkan kemarahan seseorang; dan pada saat dia marah, dia dapat dikalahkan oleh lawannya yang berkepala dingin. Benar, saya tidak pernah melihat nilai dalam sebuah umpatan. Menurut saya, ini sama kasusnya dengan banyak orang yang mengumpat secara berlebihan sehingga menjadi suatu kebiasaan..
mereka tidak bermaksud mengucapkan kata-kata yang senonoh; dengan istilah yang lebih halus, mengumpat hanya menghabiskan waktu."
Tidak saja kemarahan membangkitkan kata-kata kasar,namun kata-kata kasar juga membangkitkan kemarahan. Jiwa yang bergelegak menghabiskan energi batiniah yang berharga sehingga mengurangi fungsi jiwa, pikiran dan tubuh yang sehat dan normal. Agar Anda terbebas dari perasaan marah dan frustasi, langkah pertama yang agaknya dapat diambil adalah menjaga lidah Anda!
**JIKA ANDA MERASA "SANGAT LELAH" DIMALAM HARI, MUNGKIN
ITU DIKARENAKAN ANDA "GERAM' SEPANJANG HARI.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
sedapat-dapatnya, kalau hal itu begantung padamu,
hiduplah dalam damai dengan semua orang !
Jenderal Horace Porter pernah menulis tentang percakapannya dengan Jendreal Ulysses Grant suatu malam saat mereka duduk di dekat api unggun. Ditulis oleh Porter,"Jenderal, adalah luar biasa bahwa walaupun Anda telah mengalami segala permainan kasar dalam tugas kemiliteran dan dalam kehidupan di garis depan, Anda tidak pernah terpancing untuk mengumpat. Saya tidak pernah mendengar Anda mengucapkan kata-kata kasar satu kali pun."
Grant menjawab,"Dengan cara bagaimanapun, saya tidak pernah belajar mengumpat. Semasa remaja, agaknya saya tidak suka untuk mengucapkan kata-kata kasar, dan ketika saya dewasa, saya memandang tindakan ini sebagai suatu kebodohan. Saya berpendapat bahwa kata-kata kasar membangkitkan kemarahan seseorang; dan pada saat dia marah, dia dapat dikalahkan oleh lawannya yang berkepala dingin. Benar, saya tidak pernah melihat nilai dalam sebuah umpatan. Menurut saya, ini sama kasusnya dengan banyak orang yang mengumpat secara berlebihan sehingga menjadi suatu kebiasaan..
mereka tidak bermaksud mengucapkan kata-kata yang senonoh; dengan istilah yang lebih halus, mengumpat hanya menghabiskan waktu."
Tidak saja kemarahan membangkitkan kata-kata kasar,namun kata-kata kasar juga membangkitkan kemarahan. Jiwa yang bergelegak menghabiskan energi batiniah yang berharga sehingga mengurangi fungsi jiwa, pikiran dan tubuh yang sehat dan normal. Agar Anda terbebas dari perasaan marah dan frustasi, langkah pertama yang agaknya dapat diambil adalah menjaga lidah Anda!
**JIKA ANDA MERASA "SANGAT LELAH" DIMALAM HARI, MUNGKIN
ITU DIKARENAKAN ANDA "GERAM' SEPANJANG HARI.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 16 Maret 2010
Miliki hati yang mengampuni
FIrman Tuhan** Matius 6:14 **
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga.
Pada suatu minggu sore, Doris Louse Seger membuka pintu kantor gerejanya untuk berlatih biola solo yang harus dimainkannya pada petang itu, namun yang ditemukan hanyalah sebuah biola yang hancur lebur diaras lantai. Hati Doris juga hancur. Dia mendapatkan biola itu 50 tahun yang lalu sebagai kado dari orang tuanya ketika dia lulus dari SMU. Dia berpikir, Siapa? Mengapa? Bagaimana aku dapat memaafkan pelakunya?
Seminggu kemudian polisi menemukan pelaku tindak kejahatan itu dan Doris pergi kerumah orang tersebut. Saat dia melihat seorang anak laki-laki kurus kering berusia 11 tahun yang duduk di samping ayahnya, dia memahami bahwa tragedi sebenarnya tidak menimpa biolanya yang hancur, namun kehidupan seorang anak muda yang terlihat sedang menuju kehancuran. Doris menjelaskan kepada keluarga tersebut tentang nilai biolanya dan dia akhirnya sanggup mengatakan,"Saya memaafkan kamu, dan Tuhan juga akan memaafkan, jika engkau meminta kepada-Nya."
Beberapa hari kemudian, anak tersebut datang ke kantor gembala dan bertanya dengan ragu-ragu,"Apakah ada pekerjaan yang dapat saya lakukan di gereja untuk mengganti harga biola itu?" Melihat tanda-tanda dari hati yang bertobat, gembala itu membagikan iinji kepadanya sehingga anak tersebut menerima Yesus sebagai Juruselamatnya hari itu.
Doris membeli biola baru, namun seperti yang dia tulis di kemudian hari, "Tak sebanding dengan `jiwa baru` dalam Kristus Yesus. Saya belajar hal baru bahwa anugerah-Nya cukup untuk memberi saya hati yang mengampuni."
** Orang yang tidak dapat mengampuni menghancurkan jembatan yang harus dia lewati **
Tuhan memberkati.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga.
Pada suatu minggu sore, Doris Louse Seger membuka pintu kantor gerejanya untuk berlatih biola solo yang harus dimainkannya pada petang itu, namun yang ditemukan hanyalah sebuah biola yang hancur lebur diaras lantai. Hati Doris juga hancur. Dia mendapatkan biola itu 50 tahun yang lalu sebagai kado dari orang tuanya ketika dia lulus dari SMU. Dia berpikir, Siapa? Mengapa? Bagaimana aku dapat memaafkan pelakunya?
Seminggu kemudian polisi menemukan pelaku tindak kejahatan itu dan Doris pergi kerumah orang tersebut. Saat dia melihat seorang anak laki-laki kurus kering berusia 11 tahun yang duduk di samping ayahnya, dia memahami bahwa tragedi sebenarnya tidak menimpa biolanya yang hancur, namun kehidupan seorang anak muda yang terlihat sedang menuju kehancuran. Doris menjelaskan kepada keluarga tersebut tentang nilai biolanya dan dia akhirnya sanggup mengatakan,"Saya memaafkan kamu, dan Tuhan juga akan memaafkan, jika engkau meminta kepada-Nya."
Beberapa hari kemudian, anak tersebut datang ke kantor gembala dan bertanya dengan ragu-ragu,"Apakah ada pekerjaan yang dapat saya lakukan di gereja untuk mengganti harga biola itu?" Melihat tanda-tanda dari hati yang bertobat, gembala itu membagikan iinji kepadanya sehingga anak tersebut menerima Yesus sebagai Juruselamatnya hari itu.
Doris membeli biola baru, namun seperti yang dia tulis di kemudian hari, "Tak sebanding dengan `jiwa baru` dalam Kristus Yesus. Saya belajar hal baru bahwa anugerah-Nya cukup untuk memberi saya hati yang mengampuni."
** Orang yang tidak dapat mengampuni menghancurkan jembatan yang harus dia lewati **
Tuhan memberkati.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 02 Maret 2010
UJIAN CINTA SEJATI BAG.2
Kisah ini merupakan teladan tentang seorang gadis muda yang bersedia untuk menunggu seorang lelaki yang memiliki integritas sejati-dan seorang pria yang diberi upah karena ia tidak mengikuti keinginan dagingnya, melainkan merespons dengan karakter Kristus.
Nilai dari kisah ini: untuk para gadis, jika kau bersedia belajar untuk menunggu dengan sabar dan yakin bahwa Tuhan akan mengantarkan seorang pria yang berkarakter seperti Kristus ke dalam hidupmu, kamu tidak akan kecewa. Dan untuk para pemuda, belajarlah untuk memperlakukan wanita seperti Pria Sejati Yang Sempurna, Yesus Kristus. Dengan melakukannya, kamu tidak hanya dipromosikan dari statusmu sebagai seorang "brengsek", tetapi kamu kemudian layak mendapatkan putri yang suci dan cantik, yang menjaga dirinya hanya untukmu. Kebanyakan gadis di masa kini bukan putri yang suci. Seorang wanita acap kali dapat menjadi begitu manipulatif, suka menggoda, dan berfokus pada diri sendiri saat menjalin hubungan dengan pria. Mereka bisa memainkan perasaan pria. Jika seorang perempuan saleh sulit memercayai bahwa ksatria dengan karakter seperti Kristus benar-benar ada, acap kali sulit pula bagi seorang pria berintegritas untuk memercayai bahwa Tuhan akan memberikan putri suci yang memiliki karakter seperti Kristus. Standar kita mengenai apa yang kita cari dalam suatu hubungan tidak boleh ditentukan oleh budaya kita. Standar kita harus secara radikal lebih tinggi dari semua standar di dunia ini. Banyak orang kristiani yang bahkan tidak merasa hal ini mungkin. Standar mereka merosot sangat jauh. Hati Tuhan pasti terluka ketika mengetahui bahwa sesuatu yang indah, yang Dia rencanakan sering kita lewatkan karena kebodohan kita.
TUHAN MEMBERKATI
Sumber : Eric dan Lesllie Ludy
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Nilai dari kisah ini: untuk para gadis, jika kau bersedia belajar untuk menunggu dengan sabar dan yakin bahwa Tuhan akan mengantarkan seorang pria yang berkarakter seperti Kristus ke dalam hidupmu, kamu tidak akan kecewa. Dan untuk para pemuda, belajarlah untuk memperlakukan wanita seperti Pria Sejati Yang Sempurna, Yesus Kristus. Dengan melakukannya, kamu tidak hanya dipromosikan dari statusmu sebagai seorang "brengsek", tetapi kamu kemudian layak mendapatkan putri yang suci dan cantik, yang menjaga dirinya hanya untukmu. Kebanyakan gadis di masa kini bukan putri yang suci. Seorang wanita acap kali dapat menjadi begitu manipulatif, suka menggoda, dan berfokus pada diri sendiri saat menjalin hubungan dengan pria. Mereka bisa memainkan perasaan pria. Jika seorang perempuan saleh sulit memercayai bahwa ksatria dengan karakter seperti Kristus benar-benar ada, acap kali sulit pula bagi seorang pria berintegritas untuk memercayai bahwa Tuhan akan memberikan putri suci yang memiliki karakter seperti Kristus. Standar kita mengenai apa yang kita cari dalam suatu hubungan tidak boleh ditentukan oleh budaya kita. Standar kita harus secara radikal lebih tinggi dari semua standar di dunia ini. Banyak orang kristiani yang bahkan tidak merasa hal ini mungkin. Standar mereka merosot sangat jauh. Hati Tuhan pasti terluka ketika mengetahui bahwa sesuatu yang indah, yang Dia rencanakan sering kita lewatkan karena kebodohan kita.
TUHAN MEMBERKATI
Sumber : Eric dan Lesllie Ludy
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
UJIAN CINTA SEJATI BAG.1
Letnan John Blanchard sedang berada di Grand Central Station, New York City, dan ia memandangi jam besar yang ada di situ. Jam menunjukkan pukul enam kurang lima menit. Jantungnya berpacu. Tepat pukul enam ia akan bertemu dengan seorang gadis yang menurutnya ia cintai, tetapi belum pernah bertemu. Berikut kisahnya....
Ia berada di Florida untuk mengikuti pelatihan pilot selama Perang Dunia II. Selama di sana, ia sempat mengunjungi perpustakaan dan membaca sebuah buku. Ketika ia membolak-balik halaman-halaman buku itu, ia memerhatikan bahwa seseorang telah membuat catatan di tepi halamannya. Saat membaca pengamatan yang cerdas dalam tulisan tangan yang indah itu, ia berkata dalam hati, 'Aku ingin sekali menemui siapa pun yang telah menulis catatan-catatan ini, kelihatannya ia begitu baik, lembut, dan bijaksana.' Ia melihat sampul depan buku itu dan melihat sebuah nama: Hollis Maynell, New York City. Ia memutuskan untuk mencoba mencarinya. Dengan bantuan buku telepon New York City, ia menemukan alamat perempuan itu dan menulis surat padanya. Sehari setelah ditulisnya surat itu, ia berlayar ke seberang lautan untuk berperang. Sungguh tak disangka, Hollis membalas surat John. Mereka pun mulai saling berkirim surat selama perang berlangsung. "Surat-surat yang dikirimkan gadis itu persis seperti catatan-catatan luar biasa yang ditulisnya di dalam buku itu," kenang John. "Ia sungguh penuh penghiburan dan pertolongan."
Suatu kali dalam sepucuk suratnya, John mengaku ketakutan setengah mati ketika ia dan pasukannya terbang ke Jerman. Hollis memberinya semangat,"Semua pria pemberani sesekali pernah merasa takut. Lain kali saat kamu merasa takut, katakan saja,'Hmm, meskipun aku berjalan di lembah kekelaman, aku tak takut bahaya, karena Engkau besertaku'." Mereka terus saling berkirim surat, dan John mulai menyadari bahwa ia mulai jatuh cinta kepada Hollis. Ia menulis, "Kirimi aku fotomu," dan gadis itu menjawab, "Tidak, aku tidak mau. Suatu hubungan tidak dibangun dari penampilan semata." Namun, John masih saja penasaran dan ingin sekali bertemu dengannya. Akhirnya tibalah hari untuk pulang ke Amerika. Dalam salah satu suratnya, ia berkata bahwa ia sedang dalam perjalanan pulang dan ingin mengajak Hollis makan malam. Hollis mengatur pertemuannya dengan John di Grand Central Station, New York City, pukul 18.00, di bawah jam besar. "Aku akan memakai mawar merah supaya kamu mengenaliku," katanya. Akhirnya tibalah hari itu. John menunggu dengan gugup karena akhirnya sebentar lagi ia bisa bertemu dengan gadis yang menurutnya ia cintai. John menggambarkan pertemuan pertamanya dengan Hollis Maynell demikian: Seorang wanita muda berjalan menghampiriku, sosoknya tinggi dan langsing. Rambut pirang ikalnya tergerai di balik telinganya yang lembut. Matanya sebiru bunga. Bibir dan dagunya lembut tetapi tegas, dan dalam balutan setelan berwarna hijau pucat, ia kelihatan seperti musim semi yang begitu hidup! Dengan girang aku mulai berjalan menyambutnya, tanpa menyadari kalau ia tidak memakai mawar merah. Saat aku mendekatinya, ia memerhatikanku. Senyum kecil yang mengundang tersungging di bibirnya. "Kamu ingin menemuiku, Prajurit?" tanyanya malu-malu. Ketika aku mengayunkan satu langkah mendekat ke arahnya, saat itulah aku melihat...Hollis Maynell dengan mawar merah tersemat di mantelnya, tepat di belakang gadis bermantel hijau itu. Aku kecewa. Usia wanita itu sepertinya lebih dari 40 tahun. Tubuhnya bulat. Rambut kelabunya menyembul dari topi usangnya. Pergelangan kakinya yang gemuk dijejalkan di sepatunya yang berhak rendah. Gadis bermantel hijau itu berjalan menjauh dengan cepat. Aku harus membuat pilihan. Apakah sebaiknya aku membuntuti gadis cantik yang baru saja berbicara padaku? Atau, aku tetap tinggal dan menghadapi Hollis Maynell yang malang?
Aku membuat keputusan tanpa ragu sedikit pun. Aku membalikkan tubuh menghadap ke wanita itu, dan tersenyum. Bahkan saat aku mulai berbicara, aku merasa dicekik oleh kekecewaan yang pahit. "Anda pasti Miss Maynell," sapaku sambil mengulurkan tangan. "Senang sekali Anda dapat menemui saya. Maukah Anda makan malam bersama saya?" Wajah wanita yang lebih tua itu melebar membentuk senyuman. "Aku tidak tahu, apa maksud semua ini, Nak," sahutnya, "tetapi kau tahu perempuan bermantel hijau yang baru saja pergi itu? Aku bertemu dengannya di kereta, dan ia memohon padaku untuk mengenakan mawar ini di mantelku. Ia berkata padaku jika kamu ingin mengajakku makan malam, ia ingin aku memberi tahumu bahwa ia sedang menunggumu di restoran besar di seberang jalan itu. Katanya ini semacam tes."
BERSAMBUNG...
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Ia berada di Florida untuk mengikuti pelatihan pilot selama Perang Dunia II. Selama di sana, ia sempat mengunjungi perpustakaan dan membaca sebuah buku. Ketika ia membolak-balik halaman-halaman buku itu, ia memerhatikan bahwa seseorang telah membuat catatan di tepi halamannya. Saat membaca pengamatan yang cerdas dalam tulisan tangan yang indah itu, ia berkata dalam hati, 'Aku ingin sekali menemui siapa pun yang telah menulis catatan-catatan ini, kelihatannya ia begitu baik, lembut, dan bijaksana.' Ia melihat sampul depan buku itu dan melihat sebuah nama: Hollis Maynell, New York City. Ia memutuskan untuk mencoba mencarinya. Dengan bantuan buku telepon New York City, ia menemukan alamat perempuan itu dan menulis surat padanya. Sehari setelah ditulisnya surat itu, ia berlayar ke seberang lautan untuk berperang. Sungguh tak disangka, Hollis membalas surat John. Mereka pun mulai saling berkirim surat selama perang berlangsung. "Surat-surat yang dikirimkan gadis itu persis seperti catatan-catatan luar biasa yang ditulisnya di dalam buku itu," kenang John. "Ia sungguh penuh penghiburan dan pertolongan."
Suatu kali dalam sepucuk suratnya, John mengaku ketakutan setengah mati ketika ia dan pasukannya terbang ke Jerman. Hollis memberinya semangat,"Semua pria pemberani sesekali pernah merasa takut. Lain kali saat kamu merasa takut, katakan saja,'Hmm, meskipun aku berjalan di lembah kekelaman, aku tak takut bahaya, karena Engkau besertaku'." Mereka terus saling berkirim surat, dan John mulai menyadari bahwa ia mulai jatuh cinta kepada Hollis. Ia menulis, "Kirimi aku fotomu," dan gadis itu menjawab, "Tidak, aku tidak mau. Suatu hubungan tidak dibangun dari penampilan semata." Namun, John masih saja penasaran dan ingin sekali bertemu dengannya. Akhirnya tibalah hari untuk pulang ke Amerika. Dalam salah satu suratnya, ia berkata bahwa ia sedang dalam perjalanan pulang dan ingin mengajak Hollis makan malam. Hollis mengatur pertemuannya dengan John di Grand Central Station, New York City, pukul 18.00, di bawah jam besar. "Aku akan memakai mawar merah supaya kamu mengenaliku," katanya. Akhirnya tibalah hari itu. John menunggu dengan gugup karena akhirnya sebentar lagi ia bisa bertemu dengan gadis yang menurutnya ia cintai. John menggambarkan pertemuan pertamanya dengan Hollis Maynell demikian: Seorang wanita muda berjalan menghampiriku, sosoknya tinggi dan langsing. Rambut pirang ikalnya tergerai di balik telinganya yang lembut. Matanya sebiru bunga. Bibir dan dagunya lembut tetapi tegas, dan dalam balutan setelan berwarna hijau pucat, ia kelihatan seperti musim semi yang begitu hidup! Dengan girang aku mulai berjalan menyambutnya, tanpa menyadari kalau ia tidak memakai mawar merah. Saat aku mendekatinya, ia memerhatikanku. Senyum kecil yang mengundang tersungging di bibirnya. "Kamu ingin menemuiku, Prajurit?" tanyanya malu-malu. Ketika aku mengayunkan satu langkah mendekat ke arahnya, saat itulah aku melihat...Hollis Maynell dengan mawar merah tersemat di mantelnya, tepat di belakang gadis bermantel hijau itu. Aku kecewa. Usia wanita itu sepertinya lebih dari 40 tahun. Tubuhnya bulat. Rambut kelabunya menyembul dari topi usangnya. Pergelangan kakinya yang gemuk dijejalkan di sepatunya yang berhak rendah. Gadis bermantel hijau itu berjalan menjauh dengan cepat. Aku harus membuat pilihan. Apakah sebaiknya aku membuntuti gadis cantik yang baru saja berbicara padaku? Atau, aku tetap tinggal dan menghadapi Hollis Maynell yang malang?
Aku membuat keputusan tanpa ragu sedikit pun. Aku membalikkan tubuh menghadap ke wanita itu, dan tersenyum. Bahkan saat aku mulai berbicara, aku merasa dicekik oleh kekecewaan yang pahit. "Anda pasti Miss Maynell," sapaku sambil mengulurkan tangan. "Senang sekali Anda dapat menemui saya. Maukah Anda makan malam bersama saya?" Wajah wanita yang lebih tua itu melebar membentuk senyuman. "Aku tidak tahu, apa maksud semua ini, Nak," sahutnya, "tetapi kau tahu perempuan bermantel hijau yang baru saja pergi itu? Aku bertemu dengannya di kereta, dan ia memohon padaku untuk mengenakan mawar ini di mantelku. Ia berkata padaku jika kamu ingin mengajakku makan malam, ia ingin aku memberi tahumu bahwa ia sedang menunggumu di restoran besar di seberang jalan itu. Katanya ini semacam tes."
BERSAMBUNG...
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
DARAH YESUS
Pada suatu malam di gereja, seorang wanita muda merasakan panggilan Tuhan pada hatinya. Ia meresponnya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Wanita muda itu pernah mempunyai masa lalu yang sulit, terlibat dalam alkohol, obat-obatan, dan tindakan asusila. Tetapi, perubahan dalam dirinya sangat nyata.
Sejalan dengan waktu, ia menjadi anggota gereja yang setia. Setahap demi setahap ia terlibat dalam pelayanan, mengajar anak-anak muda. Tak seberapa lama kemudian, wanita muda ini tertarik dengan anak lak-laki pendeta. Hubungan bertumbuh dan mereka mulai merencanakan pernikahan, dan di sinilah persoalan timbul.
Kamu tahu, hampir separuh anggota gereja berpikir bahwa seorang wanita muda dengan masa lalu demikian tidak cocok dengan anak laki-laki pendeta. Gereja mulai berselisih pendapat dan bertengkar tentang masalah ini. Kemudian, mereka memutuskan untuk mengadakan sebuah pertemuan. Pertemuan itu pun tidak dapat dikendalikan karena masing-masing berargumentasi dan ketegangan pun memuncak.
Wanita muda ini menjadi sangat terguncang karena masa lalunya dikorek-korek. Anak laki-laki pendeta itu tidak dapat menahan derita yang dialami calon istrinya. Ketika ia mulai menangis, anak laki-laki pendeta itu berdiri dan berbicara.
"Aku menantang tiap-tiap kamu semua untuk benar-benar berpikir apa yang terjadi malam ini. Bukan masa lalu tunanganku yang sedang diuji coba di sini. Yang sebenarnya kalian pertanyakan adalah kemampuan darah Yesus untuk menyucikan dosa. Hari ini kalian sudah meragukan dan menguji coba darah Yesus. Jadi, apa keputusan kalian? Apakah darah Yesus dapat menyucikan dosa? ... atau tidak?"
Air mata mengucur dari mata tiap orang Kristen di auditorium itu. Semua menangis ketika menyadari bahwa mereka sudah menghina darah Yesus Kristus.
Terlalu sering, bahkan para umat Kristen, kita mengorek masa lalu dan menggunakannya sebagai senjata untuk melawan saudara-saudara kita, atau bahkan melawan diri kita sendiri. Pengampunan adalah bagian dasar dari injil Yesus Kristus. Jika darah Yesus tidak dapat membersihkan jiwa tiap orang, maka kita akan mengalami kesulitan yang besar.
Puji-pujian mazmur berkata," Apa yang dapat menyucikan dosaku? Tidak ada satupun kecuali DARAH YESUS!"
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sejalan dengan waktu, ia menjadi anggota gereja yang setia. Setahap demi setahap ia terlibat dalam pelayanan, mengajar anak-anak muda. Tak seberapa lama kemudian, wanita muda ini tertarik dengan anak lak-laki pendeta. Hubungan bertumbuh dan mereka mulai merencanakan pernikahan, dan di sinilah persoalan timbul.
Kamu tahu, hampir separuh anggota gereja berpikir bahwa seorang wanita muda dengan masa lalu demikian tidak cocok dengan anak laki-laki pendeta. Gereja mulai berselisih pendapat dan bertengkar tentang masalah ini. Kemudian, mereka memutuskan untuk mengadakan sebuah pertemuan. Pertemuan itu pun tidak dapat dikendalikan karena masing-masing berargumentasi dan ketegangan pun memuncak.
Wanita muda ini menjadi sangat terguncang karena masa lalunya dikorek-korek. Anak laki-laki pendeta itu tidak dapat menahan derita yang dialami calon istrinya. Ketika ia mulai menangis, anak laki-laki pendeta itu berdiri dan berbicara.
"Aku menantang tiap-tiap kamu semua untuk benar-benar berpikir apa yang terjadi malam ini. Bukan masa lalu tunanganku yang sedang diuji coba di sini. Yang sebenarnya kalian pertanyakan adalah kemampuan darah Yesus untuk menyucikan dosa. Hari ini kalian sudah meragukan dan menguji coba darah Yesus. Jadi, apa keputusan kalian? Apakah darah Yesus dapat menyucikan dosa? ... atau tidak?"
Air mata mengucur dari mata tiap orang Kristen di auditorium itu. Semua menangis ketika menyadari bahwa mereka sudah menghina darah Yesus Kristus.
Terlalu sering, bahkan para umat Kristen, kita mengorek masa lalu dan menggunakannya sebagai senjata untuk melawan saudara-saudara kita, atau bahkan melawan diri kita sendiri. Pengampunan adalah bagian dasar dari injil Yesus Kristus. Jika darah Yesus tidak dapat membersihkan jiwa tiap orang, maka kita akan mengalami kesulitan yang besar.
Puji-pujian mazmur berkata," Apa yang dapat menyucikan dosaku? Tidak ada satupun kecuali DARAH YESUS!"
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
BERSYUKURLAH....
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga.
Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.
"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas.
"Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan "terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata : Terima kasih, Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu serta jauhilah kejahatan".
"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ...
engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup
hingga hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat .... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.
"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu.
Selamat menjalani hidup baru dengan penuh Rahmat Tuhan......!
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.
"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas.
"Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan "terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata : Terima kasih, Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu serta jauhilah kejahatan".
"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ...
engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup
hingga hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat .... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.
"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu.
Selamat menjalani hidup baru dengan penuh Rahmat Tuhan......!
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
CINTA KASIH TUHAN BAG.3 (END)
Sambungan....
Tahun demi tahun berlalu, Mikhail tetap tidak pernah tersenyum kecuali pada dua kali peristiwa tadi. Meskipun penasaran, Simon dan Matrena tak pernah berani menyinggung-nyinggung soal asal-usul Mikhail karena takut ia akan meninggalkan mereka.
Suatu hari datanglah seorang ibu dengan dua orang anak kembar yang salah satu kakinya pincang! Ia minta dibuatkan sepatu untuk kedua anak itu. Simon heran sebab Mikhail tampak sangat gelisah. Mukanya muram, padahal biasanya tidak pernah begitu.
Saat mereka hendak pulang, Matrena bertanya pada ibu itu, "Mengapa salah satu dari si kembar ini kakinya pincang?"
Ibu itu menjelaskan, "Sebenarnya mereka bukan anak kandungku. Mereka kupungut ketika ibunya meninggal sewaktu melahirkan mereka. Padahal belum lama ayah mereka juga meninggal. Kasihan, semalaman ibu mereka yang sudah meninggal itu tergeletak dan menindih salah satu kaki anak ini Itu sebabnya ia pincang. Aku sendiri tak punya anak, jadi kurawat mereka seperti anakku sendiri."
"TUHAN Maha Baik, manusia dapat hidup tanpa ayah ibunya, tapi tentu saja manusia takkan dapat hidup tanpa TUHAN-nya", kata Matrena.
Mendengar itu, Mikhail kembali berseri-seri dan tersenyum untuk ketiga kalinya. Kali ini bukan wajahnya saja yg bercahaya, tapi seluruh tubuhnya. Sesudah tamu tersebut pulang, ia membungkuk di depan Simon dan Matrena sambil berkata, "Maafkan semua kesalahan yang pernah kuperbuat, apalagi telah membuat gelisah dengan tidak mau menceritakan asal usulku.
Aku dihukum TUHAN, tapi hari ini TUHAN telah mengampuni aku. Sekarang aku mohon pamit."
Simon dan Matrena tentu saja heran dan terkejut, "Nanti dulu Mikhail, tolong jelaskan pada kami siapakah sebenarnya kau ini?"
Mikhail menjawab sambil terus tersenyum, "Sebenarnya aku adalah salah satu malaikat TUHAN. Bertahun-tahun yang lalu TUHAN menugaskan aku menjemput nyawa ibu kedua anak tadi. Aku sempat menolak perintah Tuhan itu tapi kuambil juga nyawa ibu mereka.
Aku menganggap TUHAN kejam. Belum lama mereka ditinggal ayahnya, sekarang ibunya harus meninggalkan mereka juga. Dalam perjalanan ke surga, Tuhan mengirim badai yang menghempaskanku ke bumi. Jiwa ibu bayi menghadap Tuhan sendiri.
Tuhan berkata padaku, "Mikhail, turunlah ke bumi dan pelajari ketiga KEBENARAN ini hingga kau mengerti: Pertama, apakah yang hidup dalam hati manusia? Kedua, apa yang tak diizinkan pada manusia? Ketiga, apa yang paling diperlukan manusia?"
"Aku jatuh di halaman gereja, kedinginan dan kelaparan. Simon menemukan dan membawaku pulang. Waktu Matrena marah-marah dan hendak mengusir aku, kulihat maut di belakangnya. Seandainya ia jadi mengusirku, ia pasti mati malam itu. Tapi Simon berkata, "Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?" Matrena jatuh iba dan memberi aku makan. Saat itulah aku tahu kebenaran pertama: "Yang hidup dalam hati manusia adalah BELAS KASIH."
"Kemudian ada orang kaya yg memesan sepatu yg tahan satu tahun sambil marah-marah. Aku melihat maut di belakangnya. Ia tidak tahu ajalnya sudah dekat. Aku tersenyum utk kedua kalinya. Saat itulah aku tahu kebenaran kedua: "Manusia tidak diizinkan mengetahui masa depannya. Masa depan manusia ada di tangan TUHAN."
"Hari ini datang ibu angkat bersama kedua anak kembar tadi. Ibu kandung si kembar itulah yang diperintahkan TUHAN untuk kucabut nyawanya. Dan aku melihat si kembar dirawat dengan baik oleh ibu lain. Aku tersenyum untuk ketiga kalinya dan kali ini tubuhku bercahaya.
Aku tahu kebenaran yang ketiga: "Manusia dapat hidup tanpa Ayah dan Ibunya tapi manusia tidak akan dapat hidup tanpa TUHAN-nya."
Simon, Matrena, terima kasih atas kebaikan kalian berdua. Aku telah mengetahui ketiga kebenaran itu, TUHAN telah mengampuniku. Semoga kasih TUHAN senantiasa menyertai kalian sepanjang hidup." Mikhail pun kembali ke surga.
"GOD wants Us to meet a few wrong people before meeting the Right One"
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Tahun demi tahun berlalu, Mikhail tetap tidak pernah tersenyum kecuali pada dua kali peristiwa tadi. Meskipun penasaran, Simon dan Matrena tak pernah berani menyinggung-nyinggung soal asal-usul Mikhail karena takut ia akan meninggalkan mereka.
Suatu hari datanglah seorang ibu dengan dua orang anak kembar yang salah satu kakinya pincang! Ia minta dibuatkan sepatu untuk kedua anak itu. Simon heran sebab Mikhail tampak sangat gelisah. Mukanya muram, padahal biasanya tidak pernah begitu.
Saat mereka hendak pulang, Matrena bertanya pada ibu itu, "Mengapa salah satu dari si kembar ini kakinya pincang?"
Ibu itu menjelaskan, "Sebenarnya mereka bukan anak kandungku. Mereka kupungut ketika ibunya meninggal sewaktu melahirkan mereka. Padahal belum lama ayah mereka juga meninggal. Kasihan, semalaman ibu mereka yang sudah meninggal itu tergeletak dan menindih salah satu kaki anak ini Itu sebabnya ia pincang. Aku sendiri tak punya anak, jadi kurawat mereka seperti anakku sendiri."
"TUHAN Maha Baik, manusia dapat hidup tanpa ayah ibunya, tapi tentu saja manusia takkan dapat hidup tanpa TUHAN-nya", kata Matrena.
Mendengar itu, Mikhail kembali berseri-seri dan tersenyum untuk ketiga kalinya. Kali ini bukan wajahnya saja yg bercahaya, tapi seluruh tubuhnya. Sesudah tamu tersebut pulang, ia membungkuk di depan Simon dan Matrena sambil berkata, "Maafkan semua kesalahan yang pernah kuperbuat, apalagi telah membuat gelisah dengan tidak mau menceritakan asal usulku.
Aku dihukum TUHAN, tapi hari ini TUHAN telah mengampuni aku. Sekarang aku mohon pamit."
Simon dan Matrena tentu saja heran dan terkejut, "Nanti dulu Mikhail, tolong jelaskan pada kami siapakah sebenarnya kau ini?"
Mikhail menjawab sambil terus tersenyum, "Sebenarnya aku adalah salah satu malaikat TUHAN. Bertahun-tahun yang lalu TUHAN menugaskan aku menjemput nyawa ibu kedua anak tadi. Aku sempat menolak perintah Tuhan itu tapi kuambil juga nyawa ibu mereka.
Aku menganggap TUHAN kejam. Belum lama mereka ditinggal ayahnya, sekarang ibunya harus meninggalkan mereka juga. Dalam perjalanan ke surga, Tuhan mengirim badai yang menghempaskanku ke bumi. Jiwa ibu bayi menghadap Tuhan sendiri.
Tuhan berkata padaku, "Mikhail, turunlah ke bumi dan pelajari ketiga KEBENARAN ini hingga kau mengerti: Pertama, apakah yang hidup dalam hati manusia? Kedua, apa yang tak diizinkan pada manusia? Ketiga, apa yang paling diperlukan manusia?"
"Aku jatuh di halaman gereja, kedinginan dan kelaparan. Simon menemukan dan membawaku pulang. Waktu Matrena marah-marah dan hendak mengusir aku, kulihat maut di belakangnya. Seandainya ia jadi mengusirku, ia pasti mati malam itu. Tapi Simon berkata, "Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?" Matrena jatuh iba dan memberi aku makan. Saat itulah aku tahu kebenaran pertama: "Yang hidup dalam hati manusia adalah BELAS KASIH."
"Kemudian ada orang kaya yg memesan sepatu yg tahan satu tahun sambil marah-marah. Aku melihat maut di belakangnya. Ia tidak tahu ajalnya sudah dekat. Aku tersenyum utk kedua kalinya. Saat itulah aku tahu kebenaran kedua: "Manusia tidak diizinkan mengetahui masa depannya. Masa depan manusia ada di tangan TUHAN."
"Hari ini datang ibu angkat bersama kedua anak kembar tadi. Ibu kandung si kembar itulah yang diperintahkan TUHAN untuk kucabut nyawanya. Dan aku melihat si kembar dirawat dengan baik oleh ibu lain. Aku tersenyum untuk ketiga kalinya dan kali ini tubuhku bercahaya.
Aku tahu kebenaran yang ketiga: "Manusia dapat hidup tanpa Ayah dan Ibunya tapi manusia tidak akan dapat hidup tanpa TUHAN-nya."
Simon, Matrena, terima kasih atas kebaikan kalian berdua. Aku telah mengetahui ketiga kebenaran itu, TUHAN telah mengampuniku. Semoga kasih TUHAN senantiasa menyertai kalian sepanjang hidup." Mikhail pun kembali ke surga.
"GOD wants Us to meet a few wrong people before meeting the Right One"
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
CINTA KASIH TUHAN BAG. 2
Sambungan....
Besoknya, Mikhail mulai bekerja membantu Simon membuat dan memperbaiki sepatu. Di bengkelnya, Simon mengajari Mikhail memintal benang dan membuat pola serta menjahit kulit untuk sepatu. Sungguh aneh, baru tiga hari belajar, Mikhail sudah bisa membuat sepatu lebih baik dan rapi daripada Simon.
Lama kelamaan bengkel sepatu Simon mulai terkenal karena sepatu buatan Mikhail yang bagus. Banyak pesanan mengalir dari desa-desa yang penduduknya kaya. Simon tidak lagi miskin. Keluarga itu sangat bersyukur karena mereka sadar, tanpa bantuan tangan terampil Mikhail, usaha mereka takkan semaju ini.
Namun mereka juga terus bertanya-tanya dalam hati, siapa sebenarnya Mikhail ini. Anehnya, selama Mikhail tinggal bersama mereka, baru sekali saja ia tersenyum, yaitu dulu saat Matrena memberi Mikhail makan. Namun meski tanpa senyum, muka Mikhail selalu berseri sehingga orang tak takut melihat wajahnya.
Suatu hari datanglah seorang kaya bersama pelayannya. Orang itu tinggi besar, galak dan terlihat kejam. "Hai Simon, Aku minta dibuatkan sepatu yang harus tahan setahun mengahadapi cuaca dingin. Kalau sepatu itu rusak sebelum setahun, kuseret kau ke muka hakim untuk dipenjarakan!! Ini, kubawakan kulit terbaik untuk bahan sepatu. Awas, hati-hati ini kulit yang sangat mahal!"
Di pojok ruangan, Mikhail yang sedari tadi duduk diam, tiba-tiba tersenyum. Mukanya bercahaya, persis seperti dulu ketika ia pertama kalinya tersenyum. Sebenarnya Simon enggan berurusan dengan orang ini. Ia baru saja hendak menolak pesanan itu ketika Mikhail memberi isyarat agar ia menerima pesanan itu.
Simon berkata, "Mikhail, kau sajalah yang mengerjakan sepatu itu. Aku sudah mulai tua. Mataku agak kurang awas untuk mengerjakan sepatu semahal ini. Hati-hati ya. Aku tak mau salah satu atau malah kita berdua masuk penjara."
Ketika Mikhail selesai mengerjakan sepatu itu, bukan main terkejutnya Simon. "Astaga, Mikhail, kenapa kau buat sepatu anak-anak? Bukankah yang memesan itu orangnya tinggi besar? Celaka, kita bisa masuk penjara karena…."
Belum selesai Simon berkata, datang si pelayan orang kaya. "Majikanku sudah meninggal. Pesanan dibatalkan. Jika masih ada sisa kulit, istri majikanku minta dibuatkan sepatu anak-anak saja".
"Ini, sepatu anak2 sudah kubuatkan. Silakan bayar ongkosnya pada Simon", Mikhail menyerahkan sepatu buatannya pada pelayan itu. Pelayan itu terkejut, tapi ia diam saja meskipun heran darimana Mikhail tahu tentang pesanan sepatu anak2 itu.
BERSAMBUNG....
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Besoknya, Mikhail mulai bekerja membantu Simon membuat dan memperbaiki sepatu. Di bengkelnya, Simon mengajari Mikhail memintal benang dan membuat pola serta menjahit kulit untuk sepatu. Sungguh aneh, baru tiga hari belajar, Mikhail sudah bisa membuat sepatu lebih baik dan rapi daripada Simon.
Lama kelamaan bengkel sepatu Simon mulai terkenal karena sepatu buatan Mikhail yang bagus. Banyak pesanan mengalir dari desa-desa yang penduduknya kaya. Simon tidak lagi miskin. Keluarga itu sangat bersyukur karena mereka sadar, tanpa bantuan tangan terampil Mikhail, usaha mereka takkan semaju ini.
Namun mereka juga terus bertanya-tanya dalam hati, siapa sebenarnya Mikhail ini. Anehnya, selama Mikhail tinggal bersama mereka, baru sekali saja ia tersenyum, yaitu dulu saat Matrena memberi Mikhail makan. Namun meski tanpa senyum, muka Mikhail selalu berseri sehingga orang tak takut melihat wajahnya.
Suatu hari datanglah seorang kaya bersama pelayannya. Orang itu tinggi besar, galak dan terlihat kejam. "Hai Simon, Aku minta dibuatkan sepatu yang harus tahan setahun mengahadapi cuaca dingin. Kalau sepatu itu rusak sebelum setahun, kuseret kau ke muka hakim untuk dipenjarakan!! Ini, kubawakan kulit terbaik untuk bahan sepatu. Awas, hati-hati ini kulit yang sangat mahal!"
Di pojok ruangan, Mikhail yang sedari tadi duduk diam, tiba-tiba tersenyum. Mukanya bercahaya, persis seperti dulu ketika ia pertama kalinya tersenyum. Sebenarnya Simon enggan berurusan dengan orang ini. Ia baru saja hendak menolak pesanan itu ketika Mikhail memberi isyarat agar ia menerima pesanan itu.
Simon berkata, "Mikhail, kau sajalah yang mengerjakan sepatu itu. Aku sudah mulai tua. Mataku agak kurang awas untuk mengerjakan sepatu semahal ini. Hati-hati ya. Aku tak mau salah satu atau malah kita berdua masuk penjara."
Ketika Mikhail selesai mengerjakan sepatu itu, bukan main terkejutnya Simon. "Astaga, Mikhail, kenapa kau buat sepatu anak-anak? Bukankah yang memesan itu orangnya tinggi besar? Celaka, kita bisa masuk penjara karena…."
Belum selesai Simon berkata, datang si pelayan orang kaya. "Majikanku sudah meninggal. Pesanan dibatalkan. Jika masih ada sisa kulit, istri majikanku minta dibuatkan sepatu anak-anak saja".
"Ini, sepatu anak2 sudah kubuatkan. Silakan bayar ongkosnya pada Simon", Mikhail menyerahkan sepatu buatannya pada pelayan itu. Pelayan itu terkejut, tapi ia diam saja meskipun heran darimana Mikhail tahu tentang pesanan sepatu anak2 itu.
BERSAMBUNG....
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
CINTA KASIH TUHAN BAG. I
Jaman dahulu kala di Rusia hidup pasangan suami-istri Simon dan Matrena. Simon yg miskin ini adalah seorang pembuat sepatu. Meskipun hidupnya tidaklah brkecukupn, Simon adalah seorang yang mensyukuri hidupnya yg pas-pasan. Masih banyak orang lain yang hidup lebih miskin daripada Simon. Banyak orang-orang itu yang malah berhutang padanya.

Kebanyakan berhutang ongkos pembuatan sepatu. Maklumlah, di Rusia sangat dingin sehingga kpemilikan sepatu dan mantel merupakan hal yang mutlak jika tidak mau mati kedinginan.
Suatu hari keluarga tsb hendak membeli mantel baru karena mantel mereka sudah banyak yang berlubang-lubang. Uang simpanan mereka hanya 3 rubel (rubel=mata uang Rusia) padahal mantel baru yg paling murah harganya 5 rubel.
Maka Matrena meminta pada suaminya untuk menagih hutang orang-orang yang telah mereka buatkan sepatu. Simon pun brangkat pergi menagih hutang. Tapi tak satupun yang membayar. Dengan sedih Simon pulang. Ia batal membeli mantel.
Dalam perjalanan pulang, Simon melewati gereja, dan saat itu ia melihat sesosok manusia yg sangat putih bersandar di dinding luar gereja. Orang itu tak berpakaian dan kelihatan sekali ia sangat kedinginan.
Simon ketakutan, "Siapakah dia? Setankah? Ah, daripada terlibat macam-macam lebih baik aku pulang saja". Simon bergegas mempercepat langkahnya sambil sesekali mengawasi belakangnya, ia takut kalau orang itu tiba-tiba mengejarnya.
Namun ketika semakin jauh, suara hatinya berkata, "Hai Simon, tak malukah kau? Kau punya mantel meskipun sudah berlubang-lubang, sedangkan orang itu telanjang. Pantaskah orang meninggalkan sesamanya begitu saja?"
Simon ragu, tapi akhirnya toh ia balik lagi ke tempat orang itu bersandar. Ketika sudah dekat, dilihatnya orang itu ternyata pria yang wajahnya sungguh tampan. Kulitnya bersih seperti kulit bangsawan. Badannya terlihat lemas dan tdk berdaya, namun sorot matanya menyiratkan rasa terima kasih yang amat sangat ketika Simon memakaikan mantel luarnya kepada orang itu dan memapahnya berdiri. Ia tidak bisa menjawab sepatah kata pun atas pertanyaan-pertanyaan Simon, sehingga Simon memutuskan untuk membawanya pulang.
Sesampainya di rumah, Matrena marah sekali karena Simon tidak membawa mantel baru dan membawa seorang pria asing. "Simon, siapa ini? Mana mantel barunya?"
Simon mencoba menyabarkan Matrena, "Sabar, Matrena…dengar dulu penjelasanku. Orang ini kutemukan di luar gereja, ia kedinginan, jadi kuajak sekalian pulang".
"Bohong!! Aku tak percaya….sudahlah , pokoknya aku tak mau dengar ceritamu! Sudah tahu kita ini miskin kok masih sok suci menolong orang segala!! Usir saja dia!!"
"Astaga, Matrena! Jngn berkata begitu, seharusnya kita bersyukur karena kita masih bisa makan & punya pakaian, sedangkan orang ini telanjang & kelaparan. Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?"
Matrena menatap wajah pria asing itu, mendadak ia merasa iba. Lalu disiapkannya makan malam sederhana berupa roti keras dan bir hangat. "Silahkan makan, hanya sebeginilah makanan yg ada. Siapa namamu dan darimana asalmu? Bagaimana ceritanya kau bisa telanjang di luar gereja?"
Tiba-tiba wajah pria asing itu bercahaya. Mukanya berseri dan ia tersenyum untuk pertama kalinya. "Namaku Mikhail, asalku dari jauh. Sayang sekali banyak yang tak dapat kuceritakan. Kelak akan tiba saatnya aku boleh menceritakan semua yang kalian ingin ketahui tentang aku. Aku akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menerimaku bekerja di sini."
"Ah, Mikhail, usaha sepatuku ini cuma usaha kecil. Aku takkan sanggup menggajimu", demikian Simon menjawab.
"Tak apa, Simon. Kalau kau belum sanggup menggajiku, aku tak keberatan kerja tanpa gaji asalkan aku mendapat makan dan tempat untuk tidur."
"Baiklah kalau kau memang mau begitu. Besok kau mulai bekerja".
Malamnya pasangan suami-istri itu tak dpt tidur. Mereka bertanya-tanya. "Simon tidakkah kita keliru menerima orang itu? Bagaimana jika Mikhail itu ternyata buronan?" Matrena bertanya dengan gelisah pada Simon.
BERSAMBUNG....
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Kebanyakan berhutang ongkos pembuatan sepatu. Maklumlah, di Rusia sangat dingin sehingga kpemilikan sepatu dan mantel merupakan hal yang mutlak jika tidak mau mati kedinginan.
Suatu hari keluarga tsb hendak membeli mantel baru karena mantel mereka sudah banyak yang berlubang-lubang. Uang simpanan mereka hanya 3 rubel (rubel=mata uang Rusia) padahal mantel baru yg paling murah harganya 5 rubel.
Maka Matrena meminta pada suaminya untuk menagih hutang orang-orang yang telah mereka buatkan sepatu. Simon pun brangkat pergi menagih hutang. Tapi tak satupun yang membayar. Dengan sedih Simon pulang. Ia batal membeli mantel.
Dalam perjalanan pulang, Simon melewati gereja, dan saat itu ia melihat sesosok manusia yg sangat putih bersandar di dinding luar gereja. Orang itu tak berpakaian dan kelihatan sekali ia sangat kedinginan.
Simon ketakutan, "Siapakah dia? Setankah? Ah, daripada terlibat macam-macam lebih baik aku pulang saja". Simon bergegas mempercepat langkahnya sambil sesekali mengawasi belakangnya, ia takut kalau orang itu tiba-tiba mengejarnya.
Namun ketika semakin jauh, suara hatinya berkata, "Hai Simon, tak malukah kau? Kau punya mantel meskipun sudah berlubang-lubang, sedangkan orang itu telanjang. Pantaskah orang meninggalkan sesamanya begitu saja?"
Simon ragu, tapi akhirnya toh ia balik lagi ke tempat orang itu bersandar. Ketika sudah dekat, dilihatnya orang itu ternyata pria yang wajahnya sungguh tampan. Kulitnya bersih seperti kulit bangsawan. Badannya terlihat lemas dan tdk berdaya, namun sorot matanya menyiratkan rasa terima kasih yang amat sangat ketika Simon memakaikan mantel luarnya kepada orang itu dan memapahnya berdiri. Ia tidak bisa menjawab sepatah kata pun atas pertanyaan-pertanyaan Simon, sehingga Simon memutuskan untuk membawanya pulang.
Sesampainya di rumah, Matrena marah sekali karena Simon tidak membawa mantel baru dan membawa seorang pria asing. "Simon, siapa ini? Mana mantel barunya?"
Simon mencoba menyabarkan Matrena, "Sabar, Matrena…dengar dulu penjelasanku. Orang ini kutemukan di luar gereja, ia kedinginan, jadi kuajak sekalian pulang".
"Bohong!! Aku tak percaya….sudahlah , pokoknya aku tak mau dengar ceritamu! Sudah tahu kita ini miskin kok masih sok suci menolong orang segala!! Usir saja dia!!"
"Astaga, Matrena! Jngn berkata begitu, seharusnya kita bersyukur karena kita masih bisa makan & punya pakaian, sedangkan orang ini telanjang & kelaparan. Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?"
Matrena menatap wajah pria asing itu, mendadak ia merasa iba. Lalu disiapkannya makan malam sederhana berupa roti keras dan bir hangat. "Silahkan makan, hanya sebeginilah makanan yg ada. Siapa namamu dan darimana asalmu? Bagaimana ceritanya kau bisa telanjang di luar gereja?"
Tiba-tiba wajah pria asing itu bercahaya. Mukanya berseri dan ia tersenyum untuk pertama kalinya. "Namaku Mikhail, asalku dari jauh. Sayang sekali banyak yang tak dapat kuceritakan. Kelak akan tiba saatnya aku boleh menceritakan semua yang kalian ingin ketahui tentang aku. Aku akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menerimaku bekerja di sini."
"Ah, Mikhail, usaha sepatuku ini cuma usaha kecil. Aku takkan sanggup menggajimu", demikian Simon menjawab.
"Tak apa, Simon. Kalau kau belum sanggup menggajiku, aku tak keberatan kerja tanpa gaji asalkan aku mendapat makan dan tempat untuk tidur."
"Baiklah kalau kau memang mau begitu. Besok kau mulai bekerja".
Malamnya pasangan suami-istri itu tak dpt tidur. Mereka bertanya-tanya. "Simon tidakkah kita keliru menerima orang itu? Bagaimana jika Mikhail itu ternyata buronan?" Matrena bertanya dengan gelisah pada Simon.
BERSAMBUNG....
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 24 Februari 2010
PANCAKE UNTUK MAMA DAN PAPA
Pada suatu hari Sabtu pagi, si kecil Brandon yang berumur enam tahun memutuskan untuk menyiapkan pancake untuk kedua orangtuanya. Ia mengambil sebuah mangkok besar dan sendok, menarik kursi ke meja dapur, membuka almari dan menarik kantong tepung yang berat, menumpahkan sebagian isinya ke atas lantai. Ia menyendok tepung dan memasukkannya ke dalam mangkok dengan tangannya, menuangkan segelas susu serta menambahkan sedikit gula, meninggalkan ceceran tepung di atas lantai, yang sekarang bergambar jejak-jejak kaki yang ditinggalkan oleh anak kucing kecil kesayangannya.
Tubuh Brandon berlumuran tepung dan ia mulai putus asa. Ia ingin melakukan sesuatu yang istimewa bagi Mama dan Papa, tetapi hasilnya sungguh mengecewakan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang, apakah menempatkan seluruh adonan ke dalam oven? Ia bahkan tidak tahu bagaimana menyalakan kompor. Sekonyong-konyong, ia melihat anak kucingnya menjilat-jilat dari adonan kuenya, maka ia menghalau dengan tangannya untuk mengusir, saat itu tersenggolah tempat telor di atas meja sehingga telur-telur berluncuran ke atas lantai. Dengan panik Brandon berusaha membersihkan telur-telur yang pecah berantakan, tak disangka ia tergelincir jatuh di atas cairan telur sehingga piyamanya menjadi basah dan lengket. Tepat saat itulah ia melihat Papa berdiri di ambang pintu. Maka, mengalirlah butir-butir airmata sebesar kacang menuruni pipinya. Sungguh, ia ingin melakukan sesuatu yang baik, tetapi yang ia hasilkan adalah suatu kekacauan besar. Ia yakin bahwa ia akan segera mendengar makian, mungkin malah pukulan di pantatnya.
Tetapi Papa hanya memandangnya. Kemudian, Papa berjalan di antara barang-barang yang kacau berantakan di atas lantai. Ia mengangkat puteranya yang sedang menangis, memeluknya erat dan menciumnya dengan sayang, tanpa menghiraukan piyamanya sendiri ikut menjadi basah dan kotor.
Begitulah Allah yang baik menghadapi kita. Kita berusaha melakukan yang baik dalam hidup, tetapi, sebaliknya kekacauan dan masalah yang kita dapat. Perkawinan kita berantakan, atau kita bertengkar dengan teman, atau kita tertekan menghadapi pekerjaan kita, atau kesehatan kita semakin memburuk. Terkadang kta hanya berdiri di sana dengan airmata bercucuran, sebab kita tidak tahu lagi apa yang harus kita lakukan.
Itulah saat Tuhan mengangkat kita dan melimpahi kita dengan kasih-Nya serta mengampuni segala kesalahan kita, meskipun akibat kesalahan dan dosa kita itu harus ditanggung-Nya. Tetapi, adanya kemungkinan kita melakukan kesalahan, janganlah sampai menyebabkan kita lalu berhenti berusaha "membuat pancake" bagi Tuhan dan sesama. Suatu saat kelak, cepat atau lambat, kita akan membuatnya dengan baik, dan Tuhan serta sesama kita, akan senang bahwa kita telah berusaha.
Tuhan Memberkati.
Tuhan memberkati.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Tubuh Brandon berlumuran tepung dan ia mulai putus asa. Ia ingin melakukan sesuatu yang istimewa bagi Mama dan Papa, tetapi hasilnya sungguh mengecewakan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang, apakah menempatkan seluruh adonan ke dalam oven? Ia bahkan tidak tahu bagaimana menyalakan kompor. Sekonyong-konyong, ia melihat anak kucingnya menjilat-jilat dari adonan kuenya, maka ia menghalau dengan tangannya untuk mengusir, saat itu tersenggolah tempat telor di atas meja sehingga telur-telur berluncuran ke atas lantai. Dengan panik Brandon berusaha membersihkan telur-telur yang pecah berantakan, tak disangka ia tergelincir jatuh di atas cairan telur sehingga piyamanya menjadi basah dan lengket. Tepat saat itulah ia melihat Papa berdiri di ambang pintu. Maka, mengalirlah butir-butir airmata sebesar kacang menuruni pipinya. Sungguh, ia ingin melakukan sesuatu yang baik, tetapi yang ia hasilkan adalah suatu kekacauan besar. Ia yakin bahwa ia akan segera mendengar makian, mungkin malah pukulan di pantatnya.
Tetapi Papa hanya memandangnya. Kemudian, Papa berjalan di antara barang-barang yang kacau berantakan di atas lantai. Ia mengangkat puteranya yang sedang menangis, memeluknya erat dan menciumnya dengan sayang, tanpa menghiraukan piyamanya sendiri ikut menjadi basah dan kotor.
Begitulah Allah yang baik menghadapi kita. Kita berusaha melakukan yang baik dalam hidup, tetapi, sebaliknya kekacauan dan masalah yang kita dapat. Perkawinan kita berantakan, atau kita bertengkar dengan teman, atau kita tertekan menghadapi pekerjaan kita, atau kesehatan kita semakin memburuk. Terkadang kta hanya berdiri di sana dengan airmata bercucuran, sebab kita tidak tahu lagi apa yang harus kita lakukan.
Itulah saat Tuhan mengangkat kita dan melimpahi kita dengan kasih-Nya serta mengampuni segala kesalahan kita, meskipun akibat kesalahan dan dosa kita itu harus ditanggung-Nya. Tetapi, adanya kemungkinan kita melakukan kesalahan, janganlah sampai menyebabkan kita lalu berhenti berusaha "membuat pancake" bagi Tuhan dan sesama. Suatu saat kelak, cepat atau lambat, kita akan membuatnya dengan baik, dan Tuhan serta sesama kita, akan senang bahwa kita telah berusaha.
Tuhan Memberkati.
Tuhan memberkati.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
EXCUISITIS SYNDROME
Judul diatas merupakan nama penyakit yang jauh lebih mengerikan ketimbang kanker. Bahkan, boleh dikatakan sama atau lebih mengerikan ketimbang AIDS. Jika kanker, yang menderita hanyalah orang yang bersangkutan dan inner circlenya__keluarga inti dan saudara dekat__penyakit ini, seperti AIDS, sangat menular.
Apa sih sebenarnya "Excuisitis syndrome"? penyakit yang diderita oleh orang-orang yang suka mencari alasan. Di dalam alkitab, orang2 ini dikenal dengan istilah "orang2 berdalih". Pada suatu sore, ketika saya masih mengajar bahasa inggris di sebuah kampus, seorang mahasiswi mengirim pesan singkat lewat Hp-nya yang berbunyi:"Pak, hari ini saya tidak bisa masuk kuliah karena tidak enak badan!"
Saya membaca SMS itu, saya tertawa. Mengapa? Jujur saja, saya pun merasa tidak enak badan sore itu, karena hujan turun dengan lebatnya. Dengan segera SMS itu saya balas: "istirahat saja di rumah. Tetapi sore ini saya akan memberikan ujian, dan tidak akan ada ujian susulan!"
Setelah jam kerja selesai, saya mandi di kantor, dan langsung ke kampus untuk mengajar. Tiba di depan gerbang kampus, saya melihat mahasiswi itu datang dengan tubuh bugar dan wajah segar. "Lho, katanya sakit?" tanya saya. Dengan malu2, mahasiswa itu menjawab, "Saat tahu kalau hari ini ada ujian, saya merasa langsung sehat Pak!"
Penyakit ini sangat menular, persis seperti yang dikatakan firman Tuhan, "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (Kor 15:33). Mau contoh? Anak teman saya baru pulang dari Amerika Serikat. Suatu kali, ia "jalan" di Indonesia bersama teman2nya. Ketika rombongan itu mau buang air kecil di tepi jalan, ia kebingungan dan bertanya dengan wajah polosnya,"Lho, mana WC-nya?" yang segera saja dijawab serempak, "di balik pohon saja!"
Orang Indonesia sangat pandai cari alas an. Itu sudah menjadi rahasia umum. Jika telat datang ke kantor, alasannya macet. Jika tidak mengerjakan tugas, alasannya lupa. Jika tidak datang saat dimintai keterangan oleh yang berwajib, alasannya sakit. Jika ketahuan mencuri, alasannya sulit cari pekerjaan. Jika ketahuan diberi atau memberi suap, alasannya TST-lah? Jika anda tidak tahu singkatan "TST" berarti anda belum terkontaminasi oleh penyakit ini.
Apa kata alkitab?"Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli padang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat dating" (Luk 14:17-20).
Mengapa Yesus, memberikan perumpamaan tentang orang2 yang berdalih ini? Karena Dia tahu persis bahwa di dunia pelayanan pun kita suka cari alas an. Disuruh baca pengumuman, alasannya suaranya serak atau sedang batuk (batuk kok terus-terusan). Disuruh jadi guru sekolah minggu, alasannya tidak suka anak-anak (bagaimana dengan anak sendiri?). Disuruh main musik, katanya satu-satunya alat musik yang ia kuasai adalah gendang (memangnya mau ngiringi penyanyi dangdut?). Jadi, jangan cari alasan lagi. Setuju?
Sumber: QXP
God Bless!
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Apa sih sebenarnya "Excuisitis syndrome"? penyakit yang diderita oleh orang-orang yang suka mencari alasan. Di dalam alkitab, orang2 ini dikenal dengan istilah "orang2 berdalih". Pada suatu sore, ketika saya masih mengajar bahasa inggris di sebuah kampus, seorang mahasiswi mengirim pesan singkat lewat Hp-nya yang berbunyi:"Pak, hari ini saya tidak bisa masuk kuliah karena tidak enak badan!"
Saya membaca SMS itu, saya tertawa. Mengapa? Jujur saja, saya pun merasa tidak enak badan sore itu, karena hujan turun dengan lebatnya. Dengan segera SMS itu saya balas: "istirahat saja di rumah. Tetapi sore ini saya akan memberikan ujian, dan tidak akan ada ujian susulan!"
Setelah jam kerja selesai, saya mandi di kantor, dan langsung ke kampus untuk mengajar. Tiba di depan gerbang kampus, saya melihat mahasiswi itu datang dengan tubuh bugar dan wajah segar. "Lho, katanya sakit?" tanya saya. Dengan malu2, mahasiswa itu menjawab, "Saat tahu kalau hari ini ada ujian, saya merasa langsung sehat Pak!"
Penyakit ini sangat menular, persis seperti yang dikatakan firman Tuhan, "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (Kor 15:33). Mau contoh? Anak teman saya baru pulang dari Amerika Serikat. Suatu kali, ia "jalan" di Indonesia bersama teman2nya. Ketika rombongan itu mau buang air kecil di tepi jalan, ia kebingungan dan bertanya dengan wajah polosnya,"Lho, mana WC-nya?" yang segera saja dijawab serempak, "di balik pohon saja!"
Orang Indonesia sangat pandai cari alas an. Itu sudah menjadi rahasia umum. Jika telat datang ke kantor, alasannya macet. Jika tidak mengerjakan tugas, alasannya lupa. Jika tidak datang saat dimintai keterangan oleh yang berwajib, alasannya sakit. Jika ketahuan mencuri, alasannya sulit cari pekerjaan. Jika ketahuan diberi atau memberi suap, alasannya TST-lah? Jika anda tidak tahu singkatan "TST" berarti anda belum terkontaminasi oleh penyakit ini.
Apa kata alkitab?"Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli padang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat dating" (Luk 14:17-20).
Mengapa Yesus, memberikan perumpamaan tentang orang2 yang berdalih ini? Karena Dia tahu persis bahwa di dunia pelayanan pun kita suka cari alas an. Disuruh baca pengumuman, alasannya suaranya serak atau sedang batuk (batuk kok terus-terusan). Disuruh jadi guru sekolah minggu, alasannya tidak suka anak-anak (bagaimana dengan anak sendiri?). Disuruh main musik, katanya satu-satunya alat musik yang ia kuasai adalah gendang (memangnya mau ngiringi penyanyi dangdut?). Jadi, jangan cari alasan lagi. Setuju?
Sumber: QXP
God Bless!
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
PEGANGAN YANG ERAT
Nek, naik boncengan ya! Dan jangan lupa pengangan yang erat ya!" lalu si Nenek menjawab, "Iya, ini juga Nenek sudah pegangan erat koq!" Dan sekali lagi Udin mengingatkan si Nenek, "Bener lho Nek, jangan lupa pegangan yang erat ya!!" Lalu si Nenek dengan agak kesal berkata,"Iya, Nenek sudah pegangan erat nih! Kamu cerewet amat sih, sama persis kaya bapakmu!
Maka Udin pun berkata, "Ok deh, kalau begitu. Kita berangkat ya Nek!" Dan Udin pun mulai menjalankan motornya, lalu dua tiga detik kemudian terdengarlah suara keras seperti benda jatuh,… Dubrakk!! Udin sangat kaget, lalu menoleh ke belakang, dan ternyata si Nenek terjatuh dari motornya.
Udin pun segera menghentikan motornya dan segera menolong Neneknya. Lalu Udin berkata, " Nek, nggak apa-apa, khan? Lho koq bisa jatuh sih, Nek ? Apa Nenek tadi nggak pegangan ya?" Lalu sambil menahan rasa sakit si Nenek menjawab "Nenek sudah pengangan yang erat koq!!" dan spontan Udin bertanya lagi, "Memangnya Nenek pegangan apa ?" Lalu si Nenek menjawab, "Nenek pegangan erat ke pagar rumah!" Si Udin pun spontan berkomentar, "Ya ampun, Nek!"
Pertanyaan penting hari ini, apakah pegangan hidup Anda sekarang ? apa yang Anda andalkan dalam hidup ini ? Kekayaan ?? Kepintaran ?? Kedudukan?? orang tua?? suami/istri yang kaya ?? sahabat ?? relasi ?? kerabat?? Atau apa?? Atau mungkin Anda mengandalkan diri sendiri ??
Segala sesuatu tidak abadi! Kekayaan, kemuliaan, kehormatan, harta benda, kedudukan,… suatu saat bisa saja hilang lenyap! Suami, orang tua, sahabat bahkan siapa pun suatu saat kelak pasti akan membuat kita kecewa! Kepintaran, pekerjaan, dan bahkan apapun di dunia ini suatu saat pasti akan lenyap, karena dunia ini dengan segala keberadaannya adalah fana! (TimHen)
Jangan pernah anda salah berpegang karena sangatlah fatal akibatnya! Alkitab dengan jelas mengatakan, "beginilah firman Tuhan: terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatan sendiri, dan yang hatinya menjauh daripada Tuhan!" (Yer. 17:5).
Andalkan selalu Tuhan didalam seluruh kehidupan kita, karena Dia menjanjikan untuk memberkati orang- orang yang menaruh pengharapan dan masa depannya hanya kepada Tuhan!
"Diberkatilah orang yang mengandalkanTuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! (Yer. 17:7)"
Tuhan memberkati.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Maka Udin pun berkata, "Ok deh, kalau begitu. Kita berangkat ya Nek!" Dan Udin pun mulai menjalankan motornya, lalu dua tiga detik kemudian terdengarlah suara keras seperti benda jatuh,… Dubrakk!! Udin sangat kaget, lalu menoleh ke belakang, dan ternyata si Nenek terjatuh dari motornya.
Udin pun segera menghentikan motornya dan segera menolong Neneknya. Lalu Udin berkata, " Nek, nggak apa-apa, khan? Lho koq bisa jatuh sih, Nek ? Apa Nenek tadi nggak pegangan ya?" Lalu sambil menahan rasa sakit si Nenek menjawab "Nenek sudah pengangan yang erat koq!!" dan spontan Udin bertanya lagi, "Memangnya Nenek pegangan apa ?" Lalu si Nenek menjawab, "Nenek pegangan erat ke pagar rumah!" Si Udin pun spontan berkomentar, "Ya ampun, Nek!"
Pertanyaan penting hari ini, apakah pegangan hidup Anda sekarang ? apa yang Anda andalkan dalam hidup ini ? Kekayaan ?? Kepintaran ?? Kedudukan?? orang tua?? suami/istri yang kaya ?? sahabat ?? relasi ?? kerabat?? Atau apa?? Atau mungkin Anda mengandalkan diri sendiri ??
Segala sesuatu tidak abadi! Kekayaan, kemuliaan, kehormatan, harta benda, kedudukan,… suatu saat bisa saja hilang lenyap! Suami, orang tua, sahabat bahkan siapa pun suatu saat kelak pasti akan membuat kita kecewa! Kepintaran, pekerjaan, dan bahkan apapun di dunia ini suatu saat pasti akan lenyap, karena dunia ini dengan segala keberadaannya adalah fana! (TimHen)
Jangan pernah anda salah berpegang karena sangatlah fatal akibatnya! Alkitab dengan jelas mengatakan, "beginilah firman Tuhan: terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatan sendiri, dan yang hatinya menjauh daripada Tuhan!" (Yer. 17:5).
Andalkan selalu Tuhan didalam seluruh kehidupan kita, karena Dia menjanjikan untuk memberkati orang- orang yang menaruh pengharapan dan masa depannya hanya kepada Tuhan!
"Diberkatilah orang yang mengandalkanTuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! (Yer. 17:7)"
Tuhan memberkati.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jumat, 19 Februari 2010
KESENDIRIAN TIDAK SELALU MEMATIKAN...!!!
Note : ganti nama "bfcm sby" dengan namamu !!!!
Untuk....
Bfcm sby - Insan Manusia Yang Luar Biasa!
Di bawah adalah artikel yang saya janjikan!
Jika artikel-artikel saya dirasa bermanfaat, tolong
beritahu teman-teman ya! :-)
Ditulis Oleh: Anne Ahira
Bfcm, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.
'Sendiri aduh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!
Apakah Bfcm termasuk yang demikian? :-)
Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!
Kesendirian bisa memiliki dua makna...
Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.
Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin Bfcm pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain
sebagainya..!
Satu hal yang perlu Bfcm ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.
Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :
1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
yang sangat Bfcm sukai, misalnya dengan membaca,
menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaan
Bfcm. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
menyenangkan!
2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi
impian Bfcm dan belum sempat dilakukan. Bfcm bisa
membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman
dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.
Percaya, cara ini akan menyadarkan Bfcm akan
sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi
menyenangkan? ;-)
3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang
keinginan yang ingin Bfcm wujudkan selagi masih
hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
'keinginan gila' saat Bfcm masih kecil? Atau mimpi-
mimpi lain yang belum terlaksanakan?
Saat itu Bfcm akan sadar, ternyata banyak sekali
hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!
4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal
'utama' dan yang pertama yang harus Bfcm lakukan...
Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Bfcm.
Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat
keberadaan Bfcm di dunia.
Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
kokoh kemampuan Bfcm mengarungi kehidupan,
dengan segala situasinya.
Intinya, jangan biarkan Bfcm terjebak dalam kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Bfcm putus asa.
Kalau Bfcm mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita. Salah satunya ada Anne Ahira :-)
Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Bfcm
jadikan teman, dan ajak bicara!
Jika Bfcm mau terbuka, dalam kesendirian Bfcm bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Bfcm bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang Bfcm miliki.
Dalam kesendirian pula Bfcm bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali Bfcm temukan di keramaian!
Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Bfcm.
Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Bfcm sedang
dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',
Bfcm harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!
Kelola-lah perasaan Bfcm dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)
Selamat Mencoba :)
GBU all
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Untuk....
Bfcm sby - Insan Manusia Yang Luar Biasa!
Di bawah adalah artikel yang saya janjikan!
Jika artikel-artikel saya dirasa bermanfaat, tolong
beritahu teman-teman ya! :-)
Ditulis Oleh: Anne Ahira
Bfcm, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.
'Sendiri aduh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!
Apakah Bfcm termasuk yang demikian? :-)
Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!
Kesendirian bisa memiliki dua makna...
Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.
Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin Bfcm pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain
sebagainya..!
Satu hal yang perlu Bfcm ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.
Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :
1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
yang sangat Bfcm sukai, misalnya dengan membaca,
menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaan
Bfcm. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
menyenangkan!
2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi
impian Bfcm dan belum sempat dilakukan. Bfcm bisa
membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman
dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.
Percaya, cara ini akan menyadarkan Bfcm akan
sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi
menyenangkan? ;-)
3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang
keinginan yang ingin Bfcm wujudkan selagi masih
hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
'keinginan gila' saat Bfcm masih kecil? Atau mimpi-
mimpi lain yang belum terlaksanakan?
Saat itu Bfcm akan sadar, ternyata banyak sekali
hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!
4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal
'utama' dan yang pertama yang harus Bfcm lakukan...
Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Bfcm.
Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat
keberadaan Bfcm di dunia.
Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
kokoh kemampuan Bfcm mengarungi kehidupan,
dengan segala situasinya.
Intinya, jangan biarkan Bfcm terjebak dalam kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Bfcm putus asa.
Kalau Bfcm mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita. Salah satunya ada Anne Ahira :-)
Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Bfcm
jadikan teman, dan ajak bicara!
Jika Bfcm mau terbuka, dalam kesendirian Bfcm bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Bfcm bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang Bfcm miliki.
Dalam kesendirian pula Bfcm bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali Bfcm temukan di keramaian!
Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Bfcm.
Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Bfcm sedang
dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',
Bfcm harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!
Kelola-lah perasaan Bfcm dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)
Selamat Mencoba :)
GBU all
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 02 Februari 2010
KADO UNTUK TUHAN (BAG 2)
SAMBUNGAN....
Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang. ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut.
Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.
Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.Orang- orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,
"Maaf Tuan.apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya? "
Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalamsegera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku."
Hanya itulah yang dia katakan. Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang.
Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...
Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut.
Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andy.
"Bagaimana anda mengetahui putera andameninggal ?"
"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy terisak.
"Apa katanya ?"
Ayah Andy berkata ,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu ...
"Apa yang dia katakan?"
"Dia berkata kepada puteraku ..." Ujar sang Ayah "Terima kasih buat kadonya .. Aku akan segera berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku."
Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu Kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku.
Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di gerejamu? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal ."
Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes di pipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa. kecuali dengan Tuhan."
Kiranya renungan ini memberkati dan menguatkan kita semua bahwa Yesus selalu mendengar semua apa yang kita perkatakan di hadapanNya...Praise the Lord!!!
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang. ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut.
Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.
Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.Orang- orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,
"Maaf Tuan.apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya? "
Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalamsegera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku."
Hanya itulah yang dia katakan. Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang.
Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...
Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut.
Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andy.
"Bagaimana anda mengetahui putera andameninggal ?"
"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy terisak.
"Apa katanya ?"
Ayah Andy berkata ,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu ...
"Apa yang dia katakan?"
"Dia berkata kepada puteraku ..." Ujar sang Ayah "Terima kasih buat kadonya .. Aku akan segera berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku."
Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu Kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku.
Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di gerejamu? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal ."
Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes di pipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa. kecuali dengan Tuhan."
Kiranya renungan ini memberkati dan menguatkan kita semua bahwa Yesus selalu mendengar semua apa yang kita perkatakan di hadapanNya...Praise the Lord!!!
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
KADO UNTUK TUHAN...(BAG.1)...
Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.
Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut. "Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah?"
"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut. Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,"Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."
"Terima kasih, Bapa Pendeta."
"Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"
"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan ......sahabatku. "
Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.
"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. aku makan satu kue dan minum airku."
"Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan!"
"aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya. lucunya, aku nggak begitu lapar."
"Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa ... paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah."
"Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah ..Tolong Bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ??"
"Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.Tuhan . Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan.....?? Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami."
"Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita .... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ???"
"Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku."
"Hei ...... ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira?? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu .tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya."
"Ooops aku harus pergi sekarang." Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta ....Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!"
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen sekalipun. Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.
Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.
Mereka sedang berlutut memegangi rosa rio mereka ketika Andy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ...'
"Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"
Andy begitu terkejut, " Dimana Bapa Pendeta Agaton.??? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya . dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya.... "
Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari
keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah..kamu akan mendapatkannya !!!" BERSAMBUNG....
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut. "Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah?"
"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut. Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,"Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."
"Terima kasih, Bapa Pendeta."
"Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"
"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan ......sahabatku. "
Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.
"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. aku makan satu kue dan minum airku."
"Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan!"
"aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya. lucunya, aku nggak begitu lapar."
"Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa ... paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah."
"Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah ..Tolong Bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ??"
"Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.Tuhan . Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan.....?? Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami."
"Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita .... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ???"
"Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku."
"Hei ...... ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira?? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu .tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya."
"Ooops aku harus pergi sekarang." Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta ....Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!"
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen sekalipun. Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.
Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.
Mereka sedang berlutut memegangi rosa rio mereka ketika Andy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ...'
"Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"
Andy begitu terkejut, " Dimana Bapa Pendeta Agaton.??? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya . dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya.... "
Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari
keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah..kamu akan mendapatkannya !!!" BERSAMBUNG....
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kamis, 21 Januari 2010
ALLAH PEDULI KEPADA UMAT-NYA
Terkadang ketika mengalami pencobaan, sebagian orang percaya mulai menyalahkan ALLAH, orang lain atau keadaan yang membuat mereka seperti itu. Ada yang menganggap ALLAH tidak mendengar doanya dan tidak adil, sehingga ia hidup dalam kepahitan kepada ALLAH. Tetapi ada sebagian orang tetap bertekun meskipun mereka mengalami berbagai-bagai pencobaan.
"Pencobaan hidup tidak hanya membuat kita mengenal ALLAH tetapi juga menemukan DIA"
Bukankan kita sering berdoa agar ALLAH mengangkat masalah atau beban kita? Kita meminta TUHAN agar mengeluarkan kita dari kesulitan yang kita hadapi. Jika kita mengerti dan meyakini firmanNYA bahwa DIA tidak akan pernah membiarkan anak-anakNYA di cobai melebihi kekuatan kita, maka seharusnya kita mengubah doa-doa kita.
"JANGAN BERDOA MEMINTA ALLAH AGAR MERINGANKAN BEBAN KITA, TAPI MINTALAH BAHU YANG KUAT UNTUK MEMIKULNYA, JANGAN MEMINTA ALLAH AGAR KITA MELALUI JALAN YANG MUDAH,TETAPI MINTALAH KAKI YANG KOKOH UNTUK KITA DAPAT MELALUINYA, JANGAN PULA MEMINTA ALLAH AGAR MERINGANKAN ATAU MENGANGKAT BEBAN KITA, TETAPI BERDOALAH AGAR MENDAPATKAN JALAN KELUAR YANG TEPAT"
Karena, ketika TUHAN mengijinkan masalah atau pencobaan hidup terjadi, DIA pun sudah menyiapkan jalan keluar dan kekuatan bagi kita untuk menghadapi itu semua menurut kapasitas ukuran umat-umat ciptaan NYA, karena DIA yang menciptakan kita, DIAlah yang maha mengetahui segalanya tentang kita.
Sewaktu saya melayani di salah satu Gereja di daerah Parung Bogor, sebuah desa pedalaman, ada seorang Ibu yang memberikan kesaksian hidupnya yang menderita kanker selama bertahun-tahun, dan bagaimana ia tetap tegar menjalani hidupnya meskipun sang ibu merasa seolah-olah ALLAH sudah melupakannya, namun dia tetap percaya dan dan tetap setia kepada ALLAH dan akhirnya dia mengalami mukjizat kesembuhan dari TUHAN. Dalam kesaksiannya sang ibu ini justru tidak menceritakan sukacitanya karena mengalami mukjizat TUHAN, tetapi dia menceritakan bagaimana penderitaannya selama bertahun-tahun dan ketegaran hatinya untuk tetap bertahan dan tetap percaya kepada kesetiaan ALLAH. Ia mengatakan bahwa ia tidak lagi menggengam erat hidupnya, bahkan ia selau siap sedia untuk apapun yang ALLAH ingin lakukan di dalam hidupnya, bahkan sempat terlintas di pikirannya, jika ALLAH menginginkan nyawanya. Meskipun kesembuhan itu tak kunjung datang seperti yang dia harapkan tetapi ia selalu bersyukur dan menghadapi kenyataan hidup dengan tegar tapi pada akhirnya RANCANGAN TUHAN memang bukan rancangan manusia sampai Ibu ini mengalami kesembuhan yang dari TUHAN dengan cara yang sangat indah dan luar biasa dan tak pernah terpikir dengan jangkauan pikiran manusia.
Memang sudah seharusnya kita menghadapi kenyataan hidup dengan lapang dada dan menganggap pencobaan yang ada sebagai sesuatu yang wajar. Dalam kondisi bagaimanapun, kita perlu mempercayai ALLAH sepenuhnya, termasuk mempercayai kebijakan-kebijakanNYA. Jangan pernah lupa bahwa ALLAH tetap mengasihi dan menginginkan hanya yang baik bagi anak-anakNYA, meskipun kita tidak sepenuhnya memahami cara kerjaNYA. Ingatlah bahwa kemanapun ALLAH membawa kita, di situ tersedia kasih karunia yang cukup bahkan berkelimpahan, karena DIA tidak pernah membiarkan kita sendirian.
"THE WILL OF GOD WILL NEVER LEAD YOU WHERE THE GRACE OF GOD CANNOT KEEP YOU" artinya "Kehendak ALLAH tidak akan pernah menuntun mu di mana anugerahNYA tidak dapat memeliharamu"
TUHAN mau kita selalu berusaha & tetap semangat dalam menghadapi rintangan hidup. Walaupun punya kuasa untuk menolong saat kita jatuh, DIA mau kita tetap berusaha untuk bangkit. Dia mau anak-anakNYA menjadi anak-anak yang tangguh & tidak mudah menyerah oleh keadaan yang sukar. Saat ini Tuhan bertanya "apa kita masih mau melanjutkan ujian dari-NYA & menjadi pemenang sejati?" jika iya, berusahalah terus saat kita merasa gagal & jatuh. Percayalah tangan-Nya selalu siap membantu ketika kita membutuhkannya.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
"Pencobaan hidup tidak hanya membuat kita mengenal ALLAH tetapi juga menemukan DIA"
Bukankan kita sering berdoa agar ALLAH mengangkat masalah atau beban kita? Kita meminta TUHAN agar mengeluarkan kita dari kesulitan yang kita hadapi. Jika kita mengerti dan meyakini firmanNYA bahwa DIA tidak akan pernah membiarkan anak-anakNYA di cobai melebihi kekuatan kita, maka seharusnya kita mengubah doa-doa kita.
"JANGAN BERDOA MEMINTA ALLAH AGAR MERINGANKAN BEBAN KITA, TAPI MINTALAH BAHU YANG KUAT UNTUK MEMIKULNYA, JANGAN MEMINTA ALLAH AGAR KITA MELALUI JALAN YANG MUDAH,TETAPI MINTALAH KAKI YANG KOKOH UNTUK KITA DAPAT MELALUINYA, JANGAN PULA MEMINTA ALLAH AGAR MERINGANKAN ATAU MENGANGKAT BEBAN KITA, TETAPI BERDOALAH AGAR MENDAPATKAN JALAN KELUAR YANG TEPAT"
Karena, ketika TUHAN mengijinkan masalah atau pencobaan hidup terjadi, DIA pun sudah menyiapkan jalan keluar dan kekuatan bagi kita untuk menghadapi itu semua menurut kapasitas ukuran umat-umat ciptaan NYA, karena DIA yang menciptakan kita, DIAlah yang maha mengetahui segalanya tentang kita.
Sewaktu saya melayani di salah satu Gereja di daerah Parung Bogor, sebuah desa pedalaman, ada seorang Ibu yang memberikan kesaksian hidupnya yang menderita kanker selama bertahun-tahun, dan bagaimana ia tetap tegar menjalani hidupnya meskipun sang ibu merasa seolah-olah ALLAH sudah melupakannya, namun dia tetap percaya dan dan tetap setia kepada ALLAH dan akhirnya dia mengalami mukjizat kesembuhan dari TUHAN. Dalam kesaksiannya sang ibu ini justru tidak menceritakan sukacitanya karena mengalami mukjizat TUHAN, tetapi dia menceritakan bagaimana penderitaannya selama bertahun-tahun dan ketegaran hatinya untuk tetap bertahan dan tetap percaya kepada kesetiaan ALLAH. Ia mengatakan bahwa ia tidak lagi menggengam erat hidupnya, bahkan ia selau siap sedia untuk apapun yang ALLAH ingin lakukan di dalam hidupnya, bahkan sempat terlintas di pikirannya, jika ALLAH menginginkan nyawanya. Meskipun kesembuhan itu tak kunjung datang seperti yang dia harapkan tetapi ia selalu bersyukur dan menghadapi kenyataan hidup dengan tegar tapi pada akhirnya RANCANGAN TUHAN memang bukan rancangan manusia sampai Ibu ini mengalami kesembuhan yang dari TUHAN dengan cara yang sangat indah dan luar biasa dan tak pernah terpikir dengan jangkauan pikiran manusia.
Memang sudah seharusnya kita menghadapi kenyataan hidup dengan lapang dada dan menganggap pencobaan yang ada sebagai sesuatu yang wajar. Dalam kondisi bagaimanapun, kita perlu mempercayai ALLAH sepenuhnya, termasuk mempercayai kebijakan-kebijakanNYA. Jangan pernah lupa bahwa ALLAH tetap mengasihi dan menginginkan hanya yang baik bagi anak-anakNYA, meskipun kita tidak sepenuhnya memahami cara kerjaNYA. Ingatlah bahwa kemanapun ALLAH membawa kita, di situ tersedia kasih karunia yang cukup bahkan berkelimpahan, karena DIA tidak pernah membiarkan kita sendirian.
"THE WILL OF GOD WILL NEVER LEAD YOU WHERE THE GRACE OF GOD CANNOT KEEP YOU" artinya "Kehendak ALLAH tidak akan pernah menuntun mu di mana anugerahNYA tidak dapat memeliharamu"
TUHAN mau kita selalu berusaha & tetap semangat dalam menghadapi rintangan hidup. Walaupun punya kuasa untuk menolong saat kita jatuh, DIA mau kita tetap berusaha untuk bangkit. Dia mau anak-anakNYA menjadi anak-anak yang tangguh & tidak mudah menyerah oleh keadaan yang sukar. Saat ini Tuhan bertanya "apa kita masih mau melanjutkan ujian dari-NYA & menjadi pemenang sejati?" jika iya, berusahalah terus saat kita merasa gagal & jatuh. Percayalah tangan-Nya selalu siap membantu ketika kita membutuhkannya.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Langganan:
Postingan (Atom)