JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)

RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN

RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label "GPPS Jemaat Bibis Surabaya". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "GPPS Jemaat Bibis Surabaya". Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Maret 2010

KESAKSIAN

Dari kecil aku udah ngerasain kepahitan bertahun-tahun sampai usia ku menginjak remaja dan Puji Tuhan aku udah bebas dari segala sakit itu, pahit, bahkan segala dendam yang aku simpan rapi selama bertahun-tahun
Dari kecil aku udah hidup tampa sosok ayah, aku gak pernah tahu wajah ayahku siapa bahkan namanya mama ku seolah mengubur semuanya . yang aku tahu ayahku udah meningkal karena kecelakan saat aku baru berumur beberapa bulanan
Awalnya hidupku normal-normal saja ketika tinggal bersama kakek dan nenekku… hingga suatu hari mama ku memutuskan untuk menikah dengan teman kerjanya sewkatu di singapur
Semua dimulai ketika hadir adik tiriku, aku mulai merasa tidak memiliki keluarga, ayah tiriku dan mama ku terfokus pada adik tiriku . . . bertahun-tahun aku menerima ketidak adilan itu bahkan makin tahun makin parah, yang paling menyakitkan ayah tiriku pernah melecehkan aku, mama ku slalu menikamku dengan kata-kata yang menyakitkan, sedikit saja aku melakukan kesalahan dia akan berkata seperti ini " sama saja kamu seperti ayahmu yang udah mati itu, selalu menyusahkan" , hatiku sangat sakit mendengar itu berulang ulang kali, banyak makian lain nya pembawa sial tak berguna dan lainya
Dalam diamku yang tertekan, benciku bersarang, aku merasa lebih baik menjadi anak yatim, aku tidak merasa memiliki keluarga, bagiku ini bukanlah keluarga . . . kata-kata yang menyakitkan dari mamaku semakin haripun semakin tajam, jujur aku pernah bahkan sering mempersalahkan Tuhan
Aku paling benci bila pendeta atau tentor youth mengatakan mintalah maka Tuhan akan memberikan apa yang kamu minta, karena permintaanku cuman ayahku hidup lagi, aku gak mau punya ayah tiri yang bejat .
Katanya tiada yang musthil bagi Tuhan, tapi nyatanya mustahil bukan agar ayahku hidup lagi, dari kecil aku sangat merindukan sosok ayah yang benar-benar baik dalam hari-hariku, diam-diam aku sering menangis kalau melihat ayah teman-temanku saat pengambilan rapor disekolah, ingin rasanya saat dipeluk ayah yang menyanyangi kita.
Ketika aku mulai remaja aku baru sadar hubungan ayah tiriku dan mamaku tidak sehat, keluarga macam apa yang dalam sebulan hanya bertemu 2 kali, ayah tiriku masih bekerja disngapur, dan saat dia pulang hanya untung mengantar uang ke mama ku, paginya datang dan sore kembali ke singapur, setelah kuperhatikan mama ku lama kelamaan menjadi hamba uang, dia akan sangat marah klau ayah tiriku mengambil cuti karena baginya itu akan mengurangi uang bulanannya, dan 2 tahun terakhir ayahku mulai ngadat ngasih pemasukan, pertengkaran pun udah hal biasa saat ayah tiriku pulang, tapi justru hubungan aku dan dia mulai terjalin, akhirnyaku merasakan dia ayah yang baik bahkan tak pernah lagi dia berkelakuan buruk bagiku, aku sangat senang sekali . . . tapi lama kelamaan dia jadi sering tidak memberi uang lagi pada mama, dan kemudian dia jadi jarang pulang kerumah, dan entah darimana mamaku mencari informasi ayahku ternyata dua tahun belakangan ini selingkuh bahkan punya anak dari selingkuhannya, dan hingga detik ini dia tidak pernah lagi pulang kerumah, enyah sudah sosok ayah yang sempat aku dapatkan, emosi mamaku semakin hari semakin tidak stabil, dengan sadar atau tidak sadar dia selalu memaki ku, menghujatku, bahkan aku sering ditampar dan diludahi.
Tiap malam aku menagis dalam kamarku, aku mau kabur, tapi kemana???, kalau kabur aku tidak bisa sekolah lagi, hingga akhirnya aku bertekat aku bertahan dirumah hanya karena menyelesaikan sekolahku.aku merasa semakin hari semakin sakit.
Dan Aku mulai terlibat dalam pelayanan Youth, aku merasa mendapat lingkungan baru,kebetulan juga tentor nya anak paman aku, aku biasa pangil dia cici, hanya saja aku merasa timpang, susah memang melayani , tidak semudah yang kukira, teman-temanku harus dibujuk –bujuk harus dijemput, Youth emang tidak banyak hanya sedikit dulu sempat 20 orang, sekarng tinggal kira-kira 15 orang, dan itupun belum tentu semuanya hadir saat ibadah, awalnya aku kuat , tapi entah kenapa imanku lama-kelamaan mengendur , karna aku sempat merasa aku ada untuk menguatkan teman-temanku, tapi saat aku lemah mereka gak ada buat menguatkanku, dan lagi ciciku mulai sibuk dengan pekerjaannya sehingga Youth sering digabung ke ibadah raya, biasanya saat aku merasa sedih aku pasti sharing ke ciciku, tapi dengan kesibukannya sekarang aku merasa tidak enak harus mengganggunya dengan masalahku. Dan akhirnya semuanya kusimpan sendiri
Dan waktu itu walaupun aku teralibat pelayanan, aku belum terlepas dari kepahitan, pada suatu ketika tim gerejaku dari pusat yang disolo, mengadakan seminar ke tempatku, dan topik waktu itu entah mengapa aku merasa untuk aku, dimana aku dipaksa lepas dari segala kepahitanku, pada pada saat itulah aku benar-benar dipulihkan, saat itu aku merasa dengan mudah mengangkat semua sakitku dan membuangnya jauh, aku benar-benar merasakan kasih Tuhan yang luar biasa. Saat itulah aku merasakan lahir baru, dan entah atas dorongan apa aku kemudian mengambil ponselku dan mengetik sesuatu yang bagiku itu gila, aku minta maaf sama mamaku kalau selama ini bikin mamaku susah dan sedih, dan dikalimat terakhir aku menekankan "aku sayang mama". Padahal dulu aku sampai bersumpah orang yang paling aku benci adalah mamaku. Aku merasakan kasih Tuhan membalut setiap luka dihatiku, Dia pulihkanku,
Dan hingga detik ini aku bergumul agar ayah tiriku bertobat, mamaku juga agar benar –benar mengalami kasih kristus, sebenci apapun dulu aku pada adik tiriku, aku tak ingin dia merasakan sakitnya tumbuh tampa sosok ayah, dan akhirnya aku mengerti kasih dalam kristus, seburuk apa pun mamaku dialah mama yang diberikan Tuhan padaku, dialah yang terbaik untukku, Tuhan tidak pernah salah aku Yakin itu, justru Tuhan Yesus mengajarkanku mengasihi dengan benar, kita tidak boleh meninggalkan atau membenci orang karena keburukannya, tapi kasih itu tidak terbatas, kasih tidak dibatasi kesalahan, kelakuan buruk, waktu, bahkan tempat, itulah kasih yang kupelajari dari Yesus, siapapun dia, apapun masalalunya, apa pun perbuatannya yang telah menyakitiku, tidak bisa untuk membuat aku tidak mengasihinya. Karena mama adalah anugerah yang Tuhan Yesus kasih buat aku, dan ketegaranku bukanlah kerena kehebatan dan kegigihanku, tapi karena Yesus yang menopangku, Dan dia juga yang mengangkat ketika aku terjatuh. Apa pun itu aku yakin Tuhan lah yang tahu apa yang terbaik untukku, Dia mengasihiku dan mendidikku dengan bijaksana hingga aku beroleh kedewasaan.

Buat siapa pun yang mengalami kepahitan, apa pun itu, lepaskanlah karena kepahitan itu akan merampas sukacitamu, mungkin kamu pribadi tidak akan bisa melakukannya, Tapi Tuhan Yesus bisa dengan mudah, mengangkatnya, mencabut kepahitanmu hingga ke akarnya, kuncinya apabila kita mau dan datang berserah pada Yesus. Kamu tidak bisa melakukannya sendiri, kamu butuh Yesus.
Dan kamu tahu , sangat indah, bebas dan lepas rasanya ketika kita berhasil lepas dari kepahitan.


Blessing Family Centre Ministry

KESAKSIAN NUR LAILA

Nama saya Nur Laila. Saya adalah seorang Muslimah yang telah mengikut dan mentaati segala-gala yang telah diajari oleh ibu-bapa saya, terutamanya dalam hal-hal iman dan keislaman. Tetapi walaupun begitu, semakin saya lebih membesar, hati dan jiwa saya masih kekosongan sahaja walaupun saya telah mencari jawapan soalan-soalan kehidupan dari agama Islam serta ajaran-ajarannya.

Pada satu hari, saya telah terjumpa dengan jawapan serta penyelesaian kepada segala keruncingan dan keresahan rohani di dalam jiwa dan hati saya. Sejak waktu itu, saya telah dapat mengenalNya lebih mendalam lagi, hari demi hari.

Saya dilahirkan dalam keluarga Islam. Ibu dan bapa saya adalah pengikut Islam yang cukup warak dan bertakwa. Datuk saya telah mengajar saya mengaji al-Quran sejak saya berumur empat tahun sampai saya mencecah tujuh tahun. Sebagai seorang Muslimah yang bertaqwa, saya menunaikan ibadat solat saya lima kali sehari dan telaah pengajian Islam dari jam 6 petang sampai 8.30 malam setiap hari Sabtu ke Kamis.

Sesudah selesainya pembelajaran di sekolah menengah, pendidikan saya dilanjutkan lagi di institut pengajian tinggi (IPT) di mana saya telah belajar pendidikan biasa dan juga pendidikan Islam. Saya telah mempelajari begitu banyak tentang agama Islam, serta mendalami ilmu-ilmunya dengan cukup mantap, walau pun begitu, Islam tidak mampu menenangkan jiwa saya atau menghasilkan kehidupan yang bermakna atau pun menjadi panduan hidup bagi saya secara serius. Keadaan dalam hati dan jiwa saya masih lagi kosong dan gelisah sahaja dan saya tidak pernah menikmati apa yang difahami sebagai kasih-sayang Tuhan Allah agama Islam itu!

Setelah mendalami telahaan dan pengajian agama Islam, saya dapati bahawa seolah-olah kasih-sayang Allah itu bukanlah kasih sayang Tuhan yang sebenar atau kesayangan yang sesungguhnya. Lebih-lebih lagi, kasih sayang Allah agama Islam adalah amat terbatas dan bersyarat sekali; saya terpaksa melakukan segala macam hal dan peraturan supaya saya melayakkan diri untuk dapat mengalami kasih-sayang-Nya, yaitu 'irrahman dan arrahim-Nya'! Saya tidak menimbulkan soalan-soalan seperti ini kepada orangtua saya kerana mereka menganggapi pertanyaan seperti itu adalah 'dosa besar'!

Pada suatu hari, sesudah saya menunaikan ibadah solat saya kepada Allah, saya telah menangis dan rasa haru menyelubungi saya oleh kerana saya tidak dapat mengenal atau merasa apakah itu kasih dan sayang Allah swt itu! Tidak lama kemudian, saya telah membuka radio saya dan kebetulan sekali, tepat pada saat itu merupakan siaran steyen radio Kristian. Seorang wanita Kristian sedang membaca daripada Kitab Suci Injil, Matius fasal 11 ayat 28, yang berbunyi : 'Sayidina Isa berkata: "Marilah kepada-Ku, hai kamu semua yang lelah dan menanggung beban berat, Aku akan memberikan kelegaan bagimu."'

Saya telah berfikir pada diri saya : "Siapakah Sayidina Isa ini, yang mampu dan sanggup menganugerahkan kelegaan kepada umat manusia yang berbeban berat? Saya masih ingat mengatakan kepadaNya, "Kalau Engkau sungguhnya Ilahi, dan Sayidina Isa yang sebenarnya telah menyatakan seperti itu, tolonglah, biarlah saya mengenal Engkau!"

Pada Tahun Pertama saya di Universiti, saya dijemput ke satu keramaian oleh teman-teman saya. Kebanyakan mereka di situ adalah orang beragama Kristian. Saya telah mendengar cerita tentang Sayidina Isa Al-Masih sekali lagi. Satu ungkapan yang cukup unik telah menarik perhatian saya, yakni: "Sayidina Isa mengasihi anda." Saya teringat pada masa yang lalu, di mana pencarian saya bagi kebenaran kasih-sayang Allah swt adalah hampa sahaja. Jadi pada saat itu, saya teringin untuk kenali siapakah Sayidina Isa itu sebenarnya kerana jika Dia sesungguhnya mengasihi saya, saya akan menjadi pengikutNya yang setia! Oleh sebab itulah, saya telah berkata kepada Sayidina Isa : "Sayidina Isa Al-Masih, jika sesungguhnya Engkau ilahi, dan mengasihi saya, izinkanlah saya mengenal Engkau!"

Dua malam kemudian, sambil tidur saya telah bermimpi. Mimpi saya itu tampakkan satu cahaya yang sangat indah di depan pintu rumah saya! Saya ingin menjamah cahaya itu, tetapi kaki saya tersangkut kepada lantai pula! Pada waktu yang sama, terdengar suara ibu saya :"Jangan mendekati cahaya itu."  Saya telah terjaga dengan tiba-tiba dalam keadaan berpeluh. Saya kurang faham apakah maksud cahaya indah itu dan menceritakannya kepada teman Kristian saya tentang mimpi saya dan dia menjelaskan bahawa saya harus menelaah Kitab Injil untuk mendapati jawapannya. Dan jawapannya terdapat di dalam nas Injil, Yahya fasal ayat 5: "Selagi Aku ada di dunia ini, AKULAH TERANG DUNIA."

Begitulah bunyinya kata-kata Sayidina Isa dan sesungguhnya Baginda adalah terang dunia. Saya menginsafi pada saat itu juga Baginda inginkan saya sedar dan mengakui bahawa Dialah satu-satunya Terang Dunia dan saya harus mengikuti jalan Baginda! Sejak mimpi saya itu, saya telah membaca, mengkaji dan menelaah kitab Perjanjian Baru dalam Kitab Suci Injil pada setiap hari. Semakin saya mendalami ilmu pengetahuan saya dalam Sayidina Isa Al-Masih dan menginsafi siapakah Baginda sebenarnya, semakin jelas sekali bahwa konsep Isa Al-Masih di dalam Islam dan al-Quran amatlah dangkal sekali!

Saya telah menyerahkan segala jiwa dan kehidupan saya ke dalam genggaman Sayidina Isa! Saya juga telah khuatir akan perhubungan saya dengan keluarga saya kerana mereka adalah Muslim; dan saya, sebagai seorang pengikut Sayidina Rabbani isa Al-Masih mungkin akan menganiayai saya. Walau bagaimanapun, Tuhan Allah telah memberkati hikmat-Nya kepada saya untuk bertahan segala macam rintangan dan cabaran. Jikalau iman saya tidak tabah, keluarga saya tidak akan dapat mengenali Tuhan dan Allah yang sebenar.

Kemudian, Tuhan menganugerahkan saya mimpi-mimpi yang telah menjadi nyata! Walau pun bahasa ibunda saya bahasa Melayu, saya juga fasih dalam bahasa Thai. Satu daripada mimpi tersebut melibatkan keluarga sahabat saya yang mana ibu-bapanya mempelajari bahasa Thai daripada saya. Di dalam mimpi saya itu, mereka berada di atas sebuah bukit dan keadaan di sana sangatlah kering. Mereka kelihatan sangat letih dan tiba-tiba anak lelaki bongsu mereka telah jatuh tergelincir ke dalam lembah di bawah bukit itu. Mereka sangat gelisah tentang anak mereka itu dan menangis bersedu-sedu kerana keadaannya. Pada saat itu, saya pun telah tiba-tiba terjaga dari tidur dan sedari bahawa Tuhan Allah inginkan saya mendoakan bagi keselamatan keluarga di dalam mimpi saya itu. Dua hari kemudian, seorang teman memberitahu saya bahwa keluarga ini sedang berada di dalam hospital dan anak lelaki bongsu mereka juga dimasuki ke hospital dalam keadaan yang serius.

Syukur Alhamdulillah! Setelah saya mendoakan untuk mereka serta untuk pemulihan mereka sekeluarga, di dalam nama Sayidina Isa Al-Masih, mereka semua telah sembuh dan kesihatan mereka sudah pulih kembali seperti biasa 100 peratus! Mimpi-mimpi dari Allah seperti inilah telah menolong saya mengukuhkan iman saya di dalam Allah serta di dalam Jalan-Nya yang benar - yakni Sayidina Rabbani Isa sendiri, yang telah menyatakan : "Akulah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP. Tidak seorang pun datang kepada Tuhan Allah kecuali melalui Aku."Yahya 14 ayat 6.

Dua tahun kemudian sesudah peristiwa mimpi tersebut, saya telah memeluk ajaran Injil serta menerima Sayidina Isa Al-Masih sebagai penebus dosa saya dan juga sebagai Rabbi dan Tuhan saya sendiri! Saya juga telah menjelaskan kepada ibu saya sebab-sebab mengapa saya membuat keputusan tersebut. Seperti biasa, dia menganggap bahwa saya melakukan sesuatu yang 'kurang bijak', akan tetapi, saya memberitahukan kepadanya bahawa saya telah mengenal Tuhan Allah yang sesungguhnya hakiki dan benar. Orangtua saya kurang senang dengan keputusan saya untuk menjadi seorang pengikut Sayidina Isa Al-Masih. Inilah reaksi yang lazim bagi ramai umat Islam khasnya apabila mereka cuba menangani orang Islam yang telah menolak ajaran Islam dan ingin menjadi pengikut Sayidina Isa yang sejati walaupun atas sebab-sebab yang cukup wajar! Walaupun begitu, sebagai seorang yang sudah dewasa, mereka sedar bahwa keputusan saya ini harus dihormati oleh semua pihak.Saya telah pun serahkan keluarga saya yang tersayang ke dalam tangan Allah swt, dan saya yakin mereka juga akan menginsafi siapakah Tuhan Allah yang sebenarnya serta memeluknya dengan sebulat hati.

Blessing Family Centre Ministry

Rabu, 03 Maret 2010

HATI SEBAGAI PEMENANG

1 Yohanes 5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Suatu hari Daud remaja lari tergopoh-gopoh mendatangi Nabi Samuel sambil berteriak-teriak panik, "Guru, Guru! Ada beruang besar sekali sedang mengincar domba-dombaku. Aku tidak mungkin mengalahkannya." Nabi Samuel pun bertanya, "Apa senjata yang engkau punya?" Daud menjawab, "Hanya pedang biasa ini, mana mungkin bisa membunuh beruang sebesar itu?" Nabi Samuel berkata, "Cukuplah itu." Ia mengambil pedang Daud, masuk ke dalam kemahnya, dan kemudian, ia kembali keluar dan berkata, "Anakku, pedang ini sudah kuurapi sehingga memiliki kekuatan pedang Yosua yang mengalahkan raja-raja Kanaan. Pergunakanlah dalam nama TUHAN. Niscaya beruang itu kalah di tanganmu."

Daud berseri-seri dan pergi. Tak lama kemudian ia kembali dan melaporkan, "Terimakasih Guru atas pengurapannya sehingga jangankan beruang, naga sekalipun pasti dapat dikalahkannya." Nabi Samuel tertawa dan menjelaskan, "Urapan itu ada padamu, Anakku. Tadi aku hanya mengetes apakah pedang ini cukup tajam untuk memotong kayu. Aku tidak mengapa-apakannya. Bukan pedang itu yang bisa mengalahkan musuh, tetapi ketika tanganmu terus berlatih dan hatimu terus beriman kepada TUHAN, maka seperti Yosua bisa mengalahkan raja-raja, engkau pun bisa mengalahkan raksasa manapun dengan senjata apapun."
Bukalah mataku TUHAN, untuk dapat melihat kelebihan yang Kau b'rikan padaku. Kesuksesan bukan diraih oleh orang yang tidak punya kelemahan, tetapi yang berfokus pada kelebihannya daripada memperhatikan kelemahannya. Rindu memandang kemuliaan TUHAN? Pandanglah cermin, karena kita adalah adikaryaNya di atas segala ciptaanNya yang lain. Buktinya, TUHAN tidak pernah menebus planet, gunung, atau malaikat., tapi IA mau menebus kita dari kematian kekal. Mengapa? Karena kita semua pasti memiliki minimal satu talenta yang bisa memuliakan TUHAN, bermanfaat bagi orang lain, dan mendatangkan berkat atas diri kita sendiri.

Urapi tanganku TUHAN, tuk dapat mengembangkan setiap talenta bagi kemuliaanMu. Hidup ini adalah pemberian TUHAN bagi kita, tetapi bagaimana kita mengisi hidup ini adalah pemberian kita bagi TUHAN. Tugas ilahi setiap pribadi di bumi ini adalah mengembangkan talenta, karena inilah yang akan dipertanggungjawabkan saat kita bertemu TUHAN. Seseorang berdosa bukan karena tidak memiliki talenta baik, tetapi karena ia salah mengaplikasikan talenta tersebut.

Biar ku menghadapi setiap persoalan, dengan hati sebagai pemenang. Ketika kita gagal, musuh hanya menang. Tetapi hanya ketika kita menyerah, kita baru kalah. Peperangan memang adalah milik TUHAN tetapi bukan berarti kita tidak perlu berjuang. Kemenangan memang sudah TUHAN berikan, tetapi bukan berarti iblis mau begitu saja dikalahkan. Pemenang bukan tidak pernah jatuh, tetapi selalu bangkit untuk kembali berjuang saat ia jatuh. Mengapa kita perlu bangkit? Minimal musuh lebih bisa dihadapi saat seseorang berada di posisi berdiri daripada posisi tidur.

Ku pasti mengalami janjiMu ya TUHAN. Ku hidup di dalam kemenangan (lagu HATI SEBAGAI PEMENANG album UNSTOPPABLE). Kematian Yesus memberikan saya inspirasi, bahwa tiada hasil tanpa pengorbanan. Kebangkitan Yesus memberikan saya inspirasi, bahwa pengorbanan kita pasti berakhir pada kemenangan. Kemenangan diraih oleh orang yang memandang janji TUHAN sebagai motivasi untuk melakukan bagiannya, sementara yang lain hanya menantikan atau sibuk mengklaim TUHAN menepati janjiNya.

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Senin, 09 November 2009

Penglihatan atas Indonesia

Amos 3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
1Tes 5:19-21 Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Dengan berbekal kedua ayat diatas, setelah berdoa dan bergumul, akhirnya kami memutuskan untuk mengetik tulisan ini. Dengan takut dan gentar kepada Tuhan yang hidup, yang kami layani dengan hati nurani yang murni, kami ingin membagikan beberapa penyataan yang Tuhan berikan kepada kami berdua, suami istri. Kami tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, yaitu menyimpan pesan Tuhan dan tidak membagikannya dan tidak berbuat apa-apa (istri saya pernah mendapa t penglihatan bahwa langit di daerah dekat rumah kami menjadi merah menyala, padahal hari sudah malam. Tidak lama kemudian, Depo Pertamina Plumpang meledak).

Malam ini kami mendapat sebuah SMS yang mengejukan dari seorang sahabat. Ternyata SMS tersebut adalah sebuah pesan terusan (forwarded message) dari tim Pendoa Mahanaim (dibawah pimpinan Ev Iin Cipto). Yang mengejutkan adalah, tidak hanya isinya, tapi juga karena apa yang disampaikan dalam SMS tersebut sama persis dengan apa yang kami terima sebelumnya dari Tuhan.

Demikian bunyi SMS tsb:
"Fw>> ini dr pendoa Mahanaim (Ev iin Cipto).Info: ada pendoa yang disuruh Tuhan doa puasa sampai akhir tahun, akan ada banyak bencana. Mari Saudara2, kita naik ke gunung kudusNya dan memohon belas kasihanNYA atas Indonesia supaya diluputkan dari murkaNYA yang menyala-nyala, karena Allah kita adalah api yang menghanguskan. Penglihatan yang kami terima semalam: akan datang bencana yg sangat dahsyat lagi, AIR BAH melanda JKT, terlihat di bundaran HI, gedung2 tinggi hancur & air menutup kota sampai kepelosok2 gang2, menghancurkan sgala kemegahan & keangkuhan manusia. Ttpi ada suatu tangan yg besar menerobos air, mcari & menyelamatkan org2 yg diurapiNYA & membwanya kesatu tempat yg aman. (ayat yang kami terima: Hab 3:1-19)."

Kami memberanikan diri mengetik tulisan ini dan membagikankesaksian kami karena jauh hari sebelum SMS ini kami terima, istri saya sudah terlebih dahulu mendapatkan PESAN YANG SAMA lewat mimpi, TIGA KALI, dan dengan detail yang SAMA PERSIS. Demikian 3 penglihatan/mimpi yang diterima istri saya tahun lalu pada hari yang berbeda-beda:

Mimpi Pertama: "Saya berada disebuah kota besar (mungkin Jkt). Banyak gedung-gedung tinggi. Saya melihat air bah menerjang, banyak orang-orang yang tidak dapat menyelamatkan diri. Tapi anehnya, saya dan beberapa orang sudah berada di atas gedung-gedung tinggi. Dan kami semua menyaksikan air bah melahap orang-orang dan bangunan-bangunan yang dilaluinya."

Mimpi Kedua: "Saya berada disebuah kota kecil. Saya melihat matahari menyinari kota . Karena ternyata hari cerah dan terang, saya memutuskan untuk melihat kesekeliling saya. Betapa terkejutnya saya, karena ternyata keadaan sekitar saya sudah hancur berantakkan. Bangunan-bangunan hancur, puing-puing dimana-mana. Ada genangan air dimana-mana, bahkan ada beberapa area yang su dah tenggelam. Lalu saya melihat orang banyak lari panik, ketakutan, semua berusaha menyelamatkan diri. Tiba-tiba saya merasa 'seseorang' menarik saya dan membawa saya pergi dengan cepat ke tempat yang aman (teringat Kej 19:15-16). Sementara saya berlari, saya menatap ke langit, tiba-tiba saya melihat sebuah tangan raksasa, besar sekali, sepertinya tangan kanan, turun dari langit dan turun menelusuri kota itu."

Mimpi Ketiga: "Saya berada disebuah tempat yang nampaknya bukan daerah perkotaan. Daerah perbukitan dan ada sungai kecil. Tiba-tiba saya mendengar orang-orang berteriak-teriak, "AWAAASS.. ADA AIR BAAAHH!!!" Lalu air itu melanda dan banyak orang hanyut. Air itu muncul dari daerah/dataran tinggi mengalir kebawah dengan deras sekali. Tiba-tiba, sekali lagi, ada 'seseorang' menarik saya ke dataran yang tinggi. Tiba-tiba selamatlah saya (saya teringat Mazmur 91). Dan dari tempat tersebut, kami menyaksikan kehancuran akibat air bah yang melanda jiwa-jiwa dan bangunan -bangunan dibawah."

Kesamaan-kesamaan antara penglihatan yang diterima istri saya dan penglihatan yang diterima rekan pendoa di Mahanaim adalah sbb:
. Adanya (semacam) AIR BAH yang melanda.
. Air Bah tersebut MENGHANCURKAN kota dan membinasakan banyak orang.
. Ada TANGAN BESAR yang turun menolong umat yang mengasihi-Nya.

KESIMPULAN KAMI:
. Kami yakin (oleh peneguhan dari SMS ini dan dari beberapa rekan seiman) bahwa ini adalah pesan dari Tuhan sendiri sebagai sebuah peringatan.
. Kami tidak tahu kapan ini akan terjadi, namun kami simpulkan bahwa ini akan melanda sebuah wilayah yang luas (beberapa kota ? Provinsi? Nasional?) tapi tidak global, karena Tuhan sudah berjanji untuk tidak memakai Air Bah lagi untuk memusnahkan isi Bumi (Kej 9:11).
. Kami tidak tahu apakah ini peristiwa Akhir Jaman menjelang kedatangan Tuhan atau sebuah peristiwa Bencana Alam yang mahadahsyat.
. Kami yakin, jika Tuhan memberikan Peringatan (Warning) seperti ini, semata-mata karena ia mengasihi umat-Nya dan mau supaya semua orang bertobat agar penghukuman-Nya dibatalkan (belajar dari peristiwa Yunus dan Kota Niniwe).
. Dan jika kota/bangsa yang diperingatkan tidak juga mau bertobat, maka penghukuman-Nya itu akan tetap turun, namun pertolongan-Nya akan menyertai orang-orang yang sungguh-sungguh mengasihi Dia (belajar dari peristiwa Nuh, dan juga dari peristiwa Keluarga Lot di kota Sodom dan Gomora).

Tambahan Kesaksian:
Tahun lalu (November 2008) saya divonis terkena Kanker Paru stadium 3. Saat dalam perjalanan untuk berobat ke Singapore , kami singgah sebentar di Kota Batam untuk bergabung dengan orangtua kami (yang sedang menerima undangan pelayanan di beberapa gereja di sana , hari itu). Setibanya di hotel, siang itu saya dipapah untuk duduk di samping tempat tidur. Mungkin karena terlalu lelah akibat menahan sakit, saya lalu tertidur dalam posisi duduk, hanya sekitar beberapa menit yang singkat. Pada saat yang singkat itu, saya mendapat sebuah penglihatan.

Saya diperhadapkan ke muka sebuah Buku/Kitab yang besar sekali. Tapi kitab ini bukanlah Kitab Kehidupan, melainkan sebuah kitab yang mencatat semua rincian perbuatan yang saya lakukan semasa saya hidup (Wah 20:12). Saya sadar, saya akan dihakimi berdasarkan isi kitab ini. Aaaah.. betapa malunya saya. Karena saya tahu betul apa saja yang sudah saya perbuat dalam hidup ini. Tapi betapa kagetnya saya ketika saya didorong untuk melihat lebih dekat. Saya perhatikan kitab itu dengan lebih seksama, dan ternyata.. PUJI TUHAN !!! Kitab itu bersih mengkilat, putih seperti lantai keramik yang kinclong (cemerlang) berkilau-kilau. Sama sekali tidak ada isinya. Semua perbuatan saya yang memalukan sama sekali tidak tertulis disana.

Apa yang terjadi?

Dalam sekejap, Tuhan langsung memberikan saya pengertian bahwa apa yang saya lihat itu adalah hasil dari Darah Anak Domba Allah yang sudah menghapus semua tulisan yang buruk disana. Puji Tuhan, semua catatan dosa saya sudah dihapus bersih oleh Darah Tuhan Yesus! HALELUYAH !!! Saya merasakan kelegaan yang luarbiasa. Sukacita tak terkatakan mengisi hati saya. Nama saya tercatat dalam Kitab Kehidupan Anak Domba. Namun mendadak sesuatu mengagetkan saya.

Saya mendengar sebuah suara berteriak. Entah dari mana asalnya. Saya tidak tahu siapa yang berteriak. Apakah salah satu dari malaikat atau salah satu dari 24 tua-tua, atau salah satu dari penghuni Sorga lainnya? Dengan keras, suara itu bertanya pada Tuhan dan berkata, "Bagaimana dengan yang 90 lagi?" Lalu Tuhan memberikan Yohanes 14:16-17 kepada saya sebagai penghiburan, dan langsung saya terbangun sambil berteriak-teriak menyebut ayat tersebut dan memanggil istri saya. Saya tahu lewat ayat ini bahwa saya tidak perlu takut perihal penyakitku lagi. Karena lewat ayat ini, Tuhan kembali meneguhk an penyertaan-Nya pada saya, Dan itu berarti 'everything is going to be alright.' (Kesaksian kesembuhan saya akan ditulis di kesempatan lain).

Kembali ke soal 'yang 90 lagi'. Saya sungguh-sungguh bergumul minta pengertian dari Tuhan perihal kalimat tersebut. Dan inilah pengertian yang saya dapat dari Tuhan:

"Kalau Tuhan datang kembali nanti, banyak orang tidak akan siap (Luk 18:8)!!! Banyak orang yang tidak lagi beriman pada Kristus (karena ternyata mereka memang tidak pernah benar-benar jadi pengikut Kristus, dan tidak pernah benar-benar lahir baru. Kitab catatan kehidupan mereka tetap kotor). Goncangan demi goncangan (ekonomi, bencana, masalah, dll) akan menunjukkan siapa mereka sebenarnya (Ibr 12:26). Hanya yang tak tergoncangkanlah yang dapat bertahan. Yang bertahan dan siap hanya 10%. Sedangkan yang 90% lagi.. hhegh... tidak siap (saya menangis tersedu-sedu merenungkan hal ini). Mereka mungkin hadir di kebaktian, mereka mungkin adalah anggota jemaat gereja , bahkan mungkin mereka aktif pelayanan, namun Tuhanlah yang melihat hati. Dia mengetahui siapa yang sungguh-sungguh kepunyaan-Nya (2 Tim 2:19).

Kami sungguh-sungguh kuatir. Jika Tuhan datang, atau jika bencana 'Air Bah' yang dinyatakan dalam penglihatan istri saya itu terjadi, berarti hanya sedikit sekali yang diselamatkan. Saudara, tugas kita masih banyak. Puji Tuhan saya masih diijinkan hidup untuk melakukan tugas mulia ini. Mari Saudara, singsingkanlah lengan baju. Kita rebut jiwa-jiwa bagi Tuhan "selagi hari masih siang." Mari kita berdoa minta belas kasihan Tuhan agar pengampunan-Nya turun dan waktunya diperpanjang.

Mat 22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Mat 7:13-14 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya ."

Bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus,

Iman & Mona T.

BERKENAN DI HATI TUHAN UNTUK SUKSES

Bilangan 14:8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

Meskipun semua sudah TUHAN rencanakan, tidak berarti kita tidak perlu membuat rencana lagi. Tahap awal dari rencana sukses adalah sukses membuat rencana. Seumpama perusahaan, Bos membuat perusahaan dengan rencananya. Semua pimpinan dan karyawan mesti berjalan menurut rencana induknya. Tapi ini tidak berarti anak-buah tidak usah membuat proposal pekerjaan. Proposal itu yang menunjukkan apakah kinerja anak-buahnya tetap dalam visi owner perusahaan. Demikian pula kita yang tinggal dan melayani Kerajaan Allah. Buatlah rencana (proposal) yang mendukung visi TUHAN atas kita, sehingga menolong kita mencapai visi (rencana induk) TUHAN bagi kita: Bilangan 14:8

Bagaimana membuat proposal spiritual yang berkenan kepada TUHAN?

Imamat 19:5 Apabila kamu mempersembahkan korban keselamatan kepada TUHAN, kamu harus mempersembahkannya sedemikian, hingga TUHAN berkenan akan kamu.
Mulailah dan teruslah membuat rencana kerja di keluarga, pendidikan, karir, dan bisnis kita (kalau saya sebagai fulltimer di pelayanan saya) sebagai mempersembahkan korban bakaran bagi TUHAN. Sehingga apapun yang kita rencanakan, itu bukan demi kita sendiri tetapi demi kemuliaan TUHAN.

1 Samuel 15:22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
Setelah membuat rencana, laksakanlah rencana tersebut sesuai kehendak TUHAN. Lebih baik membuat rencana kecil yang bisa diimplementasikan daripada rencana besar yang tidak bisa diimplementasikan. Ingat dalam membuat rencana, jangan GILA dong (great ideas lack application)… Salam inspirasi.

Selamat menjadi penyembah terbaik (di mata TUHAN dan dunia) sehingga menerima yang terbaik dari TUHAN

Lepaskan Bebanmu

Mengapa bebanku berat sekali?" aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan
bersender.

"Tidak adakah istirahat dari hidup ini? "

Aku menghempaskan badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal.

"Ya Tuhan, " aku menangis, "Biarkan aku tidur...Biarkan aku tidur dan tidak pernah bangun
kembali!" Dengan tersedu-sedu, aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan.

Tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku, Lalu, suatu cahaya yang sangat bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar. Aku memusatkan perhatianku pada sumber cahaya itu. Sesosok pria berdiri di depan salib.

"Anakku, " orang itu bertanya, " Mengapa engkau datang kepada-Ku sebelum Aku siap memanggilmu? "

" Tuhan, aku mohon ampun. Ini karena... aku tidak bisa melanjutkannya. Kau lihat! betapa
berat hidupku. Lihat beban berat di punggungku. Aku bahkan tidak bisa mengangkatnya lagi. "

" Tetapi, bukankah Aku pernah bersabda kepadamu untuk datang kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, karena Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. "

" Aku tahu Engkau pasti akan mengatakan hal itu. Tetapi kenapa bebanku begitu berat?"

" Anak-Ku, setiap orang di dunia memiliki beban. Mungkin kau ingin mencoba salib yang lain?"

" Aku bisa melakukan hal itu?"

Ia menunjuk beberapa salib yang berada di depan kaki-Nya. Kau bisa mencoba semua ini.
Semua salib itu berukuran sama. Tetapi setiap salib tertera nama orang yang memikulnya.

" Itu punya Joan, " kataku.

Joan menikah dengan seorang kaya raya. Ia tinggal di lingkungan yang nyaman dan
memiliki 3 anak perempuan yang cantik dengan pakaian yang bagus-bagus.

Kadangkala ia menyetir sendiri ke gereja dengan mobil Cadillac suaminya kalau mobilnya
rusak. "Umm, aku coba punya Joan. Sepertinya hidupnya tenang-tenang saja. Seberat apa
beban yang Joan panggul? " pikirku.

Tuhan melepaskan bebanku dan meletakkan beban Joan di pundakku. Aku langsung terjatuh seketika.

"Lepaskan beban ini! " teriakku.

" Apa yang menyebabkan beban ini sangat berat?"

" Lihat ke dalamnya."

Aku membuka ikatan beban itu dan membukanya. Di dalamnya terdapat gambaran ibu
mertua Joan, dan ketika aku mengangkatnya, ibu mertua Joan mulai berbicara,
"Joan, kau tidak pantas untuk anakku, tidak akan pernah pantas. Ia tidak seharusnya menikah denganmu.Kau adalah wanita yang terburuk untuk cucu-cucuku. .."

Aku segera meletakkan gambaran itu dan mengangkat gambaran yang lain. Itu adalah Donna, adik terkecil Joan. Kepala Donna dibalut sejak operasi epilepsi yang gagal itu.

Gambaran yang ketiga adalah adik laki-laki Joan. Ia kecanduan narkoba,
telah dijatuhi hukuman karena membunuh seorang perwira polisi.

" Aku tahu sekarang mengapa bebannya sangat berat, Tuhan. Tetapi ia selalu tersenyum dan suka menolong orang lain. Aku tidak menyadarinya. .. "

" Apakah kau ingin mencoba yang lain?" tanya Tuhan dengan pelan.

Aku mencoba beberapa.

Beban Paula terasa sangat berat juga: Ia melihara 4 orang anak laki-laki tanpa suami.

Debra punya juga demikian: masa kecilnya yang dinodai olah penganiayaan seksual dan
menikah karena paksaan.

Ketika aku melihat beban Ruth, aku tidak ingin mencobanya. Aku tahu di dalamnya ada
penyakit Arthritis, usia lanjut, dan tuntutan bekerja penuh sementara suami tercintanya
berada di Panti Jompo.

" Beban mereka semua sangat berat, Tuhan " kataku..

" Kembalikan bebanku"

Ketika aku mulai memasang bebanku kembali, aku merasa bebanku lebih ringan dibandingkan yang lain.
"Mari kita lihat ke dalamnya, " Tuhan berkata.
Aku menolak, menggenggam bebanku erat-erat.
" Itu bukan ide yang baik, " jawabku,
" Mengapa?"
" Karena banyak sampah di dalamnya."
" Biar Aku lihat"
Suara Tuhan yang lemah lembut membuatku luluh. Aku membuka bebanku.
Ia mengambil satu buah batu bata dari dalam bebanku.

" Katakan kepada-Ku mengenai hal ini."

" Tuhan, Engkau tahu itu. Itu adalah uang. Aku tahu kalau kami tidak semenderita seperti orang lain di beberapa negara atau seperti tuna wisma di sini. Tetapi kami tidak memiliki asuransi,
dan ketika anak-anak sakit, kami tidak selalu bisa membawa mereka ke dokter.
Mereka bahkan belum pernah pergi ke dokter gigi. Dan aku sedih untuk memberikan mereka pakaian bekas. "

"Anak-Ku, Aku selalu memberikan kebutuhanmu. ... dan semua anak-anakmu. Aku selalu memberikan mereka badan yang sehat. Aku mengajari mereka bahwa pakaian mewah tidak membuat seorang berharga di mataKu. "

Kemudian ia mengambil sebuah gambaran seorang anak laki-laki.!

" Dan yang ini? " tanya Tuhan.

" Andrew..." aku menundukkan kepala, merasa malu untuk menyebut anakku sebagai
sebuah beban.

"Tetapi, Tuhan, ia sangat hiperaktif. Ia tidak bisa diam seperti yang lain, ia bahkan membuatku sangat kelelahan. Ia selalu terluka, dan orang lain yang membalutnya berpikir akulah yang menganiayanya. Aku berteriak kepadanya selalu. Mungkin suatu saat aku benar-benar menyakitinya. .. "

" Anak-Ku," Tuhan berkata.

" Jika kau percayakan kepada-Ku, aku akan memperbaharui kekuatanmu, dan jika engkau mengijinkan Aku untuk mengisimu dengan Roh Kudus, aku akan memberikan engkau
kesabaran."

Kemudian Ia mengambil beberapa kerikil dari bebanku.

" Ya, Tuhan.." aku berkata sambil menarik nafas panjang.

" Kerikil-kerikil itu memang kecil. Tetapi semua itu adalah penting. Aku membenci rambutku. Rambutku tipis, dan aku tidak bisa membuatnya kelihatan bagus. Aku tidak mampu untuk
pergi ke salon. Aku kegemukan dan tidak bisa menjalankan diet. Aku benci semua pakaianku. Aku benci penampilanku! "

" Anak-Ku, orang memang melihat engkau dari penampilan luar, tetapi Aku melihat jauh sampai ke dalamnya hatimu. Dengan Roh Kudus, kau akan memperoleh pengendalian diri untuk menurunkan berat badanmu. Tetapi keindahanmu tidak harus datang dari luar. Bahkan, seharusnya berasal dari dalam hatimu, kecantikan diri yang tidak akan pernah hilang dimakan waktu. Itulah yang berharga di mata-Ku. "

Bebanku sekarang tampaknya lebih ringan dari sebelumnya.

" Aku pikir aku bisa menghadapinya sekarang, " kataku,

" Yang terakhir, berikan kepada-Ku batu bata yang terakhir." kata Tuhan.

" Oh, Engkau tidak perlu mengambilnya. Aku bisa mengatasinya. "

" Anak-Ku, berikan kepadaKu."

Kembali suara-Nya membuatku luluh. Ia mengulurkan tangan-Nya, dan untuk pertama kalinya Aku melihat luka-Nya.

"Tuhan....Bagaimana dengan tangan-Mu? Tangan-Mu penuh dengan luka!! "

Aku tidak lagi memperhatikan bebanku, aku melihat wajah-Nya untuk pertama kalinya..
Dan pada dahi-Nya, kulihat luka yang sangat dalam.... tampaknya seseorang telah menekan
mahkota duri terlalu dalam ke dagingNya.

"Tuhan, " aku berbisik.

" Apa yang terjadi dengan Engkau?"

Mata-Nya yang penuh kasih menyentuh kalbuku.

" AnakKu, kau tahu itu.. Berikan kepadaku bebanmu. Itu adalah milikKu.
Aku telah membelinya. "

" Bagaimana?"

" Dengan darah-Ku"

" Tetapi kenapa Tuhan?"

" Karena aku telah mencintaimu dengan cinta abadi, yang tak akan punah dengan waktu.
Berikan kepadaKu."

Aku memberikan bebanku yang kotor dan mengerikan itu ke tangan-Nya yang terluka. Beban itu penuh dengan kotoran dan iblis dalam kehidupanku: kesombongan, egois, depresi yang terus-menerus menyiksaku. KemudianIamengambil salibku kemudian menghempaskan salib itu ke
kolam yang berisi dengan darahNya yang kudus.

Percikan yang ditimbulkan oleh salib itu luar biasa besarnya.

" Sekarang anak-Ku, kau harus kembali. Aku akan bersamamu selalu. Ketika kau berada dalam masalah, panggillah Aku dan Aku akan membantumu dan menunjukkan hal-hal yang tidak bisa kau bayangkan sekarang. "

" Ya, Tuhan, aku akan memanggil-Mu. "

Aku mengambil kembali bebanku.

" Kau boleh meninggalkannya di sini jika engkau mau. Kau lihat beban-beban itu?
Mereka adalah kepunyaan orang-orang yang telah meninggalkannya di kakiKu, yaitu Joan,
Paula, Debra, Ruth... Ketika kau meninggalkan bebanMu di sini, aku akan menggendongnya bersamamu. Ingat, kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. "

Seketika aku meletakkan bebanku, cahaya itu mulai menghilang. Namun, masih kudengar
suaraNya berbisik, " Aku tidak akan meninggalkanmu, atau melepaskanmu. "
TUHAN PIMPIN DAN SERTAI DI SETIAP LANGKAHKU..
UCAPKANLAH KATA2 INI

SETIA DALAM PERKARA KECIL

Matius 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.


Sudah mengalami perkara besar dari TUHAN? Apa yang disebut perkara besar boleh jadi sebenarnya merupakan kumpulan perkara kecil yang dilakukan dengan pengetahuan, kemauan, dan kemampuan yang besar. Seperti inspirasi yang saya peroleh dari hikayat berikut ini.

Alkisah, Daud remaja berlatih melempar ali - ali ke sasaran. Karena meleset terus, ia bosan dan mengeluh kepada Nabi Samuel yang sedang mengisi minyak urapan ke tabung kecil, "Guru, untuk apa aku berlatih hal kecil seperti ini? Bukankah sebagai raja yang diurapi TUHAN, seharusnya aku belajar sesuatu yang besar?"

Mendengar keluhan Daud, nabi Samuel menantang Daud, "Jikalau engkau bisa mengisi tabung kecil ini dengan minyak urapan tanpa tumpah setetespun lebih cepat daripadaku, niscaya engkau akan menjadi raja secepat itu." Daud memandang ringan dan menyetujuinya.

Namun berkali - kali mencoba, Daud tidak bisa mengalahkan Nabi Samuel. Kalau dituang terlalu cepat, minyak urapan itu tumpah. Kalau dituang terlalu lambat, tabung itu lama penuhnya. Lalu Daud pun menyerah dan berkata, "Ternyata ini tidak semudah kelihatannya. Bagaimana Guru bisa melakukannya dengan cepat tanpa tumpah sama sekali?"

Nabi Samuel menjawab,"Jawabannya sama dengan pertanyaan mengapa engkau perlu berlatih perkara kecil terus - menerus. Supaya pada saat perkara besar itu datang, engkau sudah bisa menanggungnya." Daud pun semangat berlatih, sampai kelak ia berhasil mengalahkan raksasa Goliat dengan ali - alinya.


Kaulah yang selidiki jauh sampai lubuk hati. Kau paling memahami seberapa batas kekuatanku.
Persoalan bisa saja dilihat sebagai bukti, bahwa TUHAN tidak baik. Atau sebagai tanda, bahwa TUHAN sedang memberikan kesempatan melatih diri kita menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Cara pandangnya ada di mata kita sendiri.

Di saat ku diuji, jalan keluar Kau beri. Hingga ku cakap menanggung perkara dengan kuat kuasaMu.
Ujian kehidupan bisa merupakan cara TUHAN membuat kita tahu seberapa besar kekuatan kita. Sehingga kita menyadari betapa perlunya bersandar pada hikmat, kekuatan, kasih setia, dan anugrahNya setiap hari.

Ku bertekad tetap setia. Walau dalam perkara kecil juga. Sampai Kau percayakan tanggung jawab yang besar.
Orang gagal dan orang sukses sebetulnya sama - sama setia. Bedanya, orang gagal setia melakukan perkara-perkara remeh, yang tidak penting bagi siapapun selain memuaskan dirinya sendiri. Sebaliknya orang sukses setia melakukan perkara kecil yang bernilai manfaat sebesar mungkin bagi sesama.

Rohku tetap 'kan menyala melayaniMu di mana ku ada. Sampai Kau mengundangku masuk kemuliaanMu spanjang masa.
Pada akhirnya TUHAN tidak bertanya seberapa banyak harta, tahta, dan talenta yang berhasil kita peroleh. Yang TUHAN tanyakan adalah apa yang kita perbuat dengan harta, tahta, dan talenta yang Ia titipkan kepada kita. Ladang pelayanan bukan hanya di gereja. Tetapi di manapun kita melakukan sesuatu untuk melakukan memuliakan TUHAN maka itulah pelayanan kita. Di manapun kita melakukan sesuatu untuk memberkati sesama, maka di situlah ladang pelayanan kita.

Tetap bertumbuh menjadi orang yang penting yang TUHAN rancangkan bagi kita semua. Tetap menyembah dan salam inspirasi dari worship partner Anda.

Sabtu, 07 November 2009

SETIA DALAM PERKARA KECIL

SETIA DALAM PERKARA KECIL
by Jonathan Prawira


Matius 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.


Sudah mengalami perkara besar dari TUHAN? Apa yang disebut perkara besar boleh jadi sebenarnya merupakan kumpulan perkara kecil yang dilakukan dengan pengetahuan, kemauan, dan kemampuan yang besar. Seperti inspirasi yang saya peroleh dari hikayat berikut ini.

Alkisah, Daud remaja berlatih melempar ali - ali ke sasaran. Karena meleset terus, ia bosan dan mengeluh kepada Nabi Samuel yang sedang mengisi minyak urapan ke tabung kecil, "Guru, untuk apa aku berlatih hal kecil seperti ini? Bukankah sebagai raja yang diurapi TUHAN, seharusnya aku belajar sesuatu yang besar?"

Mendengar keluhan Daud, nabi Samuel menantang Daud, "Jikalau engkau bisa mengisi tabung kecil ini dengan minyak urapan tanpa tumpah setetespun lebih cepat daripadaku, niscaya engkau akan menjadi raja secepat itu." Daud memandang ringan dan menyetujuinya.

Namun berkali - kali mencoba, Daud tidak bisa mengalahkan Nabi Samuel. Kalau dituang terlalu cepat, minyak urapan itu tumpah. Kalau dituang terlalu lambat, tabung itu lama penuhnya. Lalu Daud pun menyerah dan berkata, "Ternyata ini tidak semudah kelihatannya. Bagaimana Guru bisa melakukannya dengan cepat tanpa tumpah sama sekali?"

Nabi Samuel menjawab,"Jawabannya sama dengan pertanyaan mengapa engkau perlu berlatih perkara kecil terus - menerus. Supaya pada saat perkara besar itu datang, engkau sudah bisa menanggungnya." Daud pun semangat berlatih, sampai kelak ia berhasil mengalahkan raksasa Goliat dengan ali - alinya.


Kaulah yang selidiki jauh sampai lubuk hati. Kau paling memahami seberapa batas kekuatanku.
Persoalan bisa saja dilihat sebagai bukti, bahwa TUHAN tidak baik. Atau sebagai tanda, bahwa TUHAN sedang memberikan kesempatan melatih diri kita menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Cara pandangnya ada di mata kita sendiri.

Di saat ku diuji, jalan keluar Kau beri. Hingga ku cakap menanggung perkara dengan kuat kuasaMu.
Ujian kehidupan bisa merupakan cara TUHAN membuat kita tahu seberapa besar kekuatan kita. Sehingga kita menyadari betapa perlunya bersandar pada hikmat, kekuatan, kasih setia, dan anugrahNya setiap hari.

Ku bertekad tetap setia. Walau dalam perkara kecil juga. Sampai Kau percayakan tanggung jawab yang besar.
Orang gagal dan orang sukses sebetulnya sama - sama setia. Bedanya, orang gagal setia melakukan perkara-perkara remeh, yang tidak penting bagi siapapun selain memuaskan dirinya sendiri. Sebaliknya orang sukses setia melakukan perkara kecil yang bernilai manfaat sebesar mungkin bagi sesama.

Rohku tetap 'kan menyala melayaniMu di mana ku ada. Sampai Kau mengundangku masuk kemuliaanMu spanjang masa.
Pada akhirnya TUHAN tidak bertanya seberapa banyak harta, tahta, dan talenta yang berhasil kita peroleh. Yang TUHAN tanyakan adalah apa yang kita perbuat dengan harta, tahta, dan talenta yang Ia titipkan kepada kita. Ladang pelayanan bukan hanya di gereja. Tetapi di manapun kita melakukan sesuatu untuk melakukan memuliakan TUHAN maka itulah pelayanan kita. Di manapun kita melakukan sesuatu untuk memberkati sesama, maka di situlah ladang pelayanan kita.

Tetap bertumbuh menjadi orang yang penting yang TUHAN rancangkan bagi kita semua.. Tetap menyembah dan salam inspirasi dari worship partner Anda.

Blessing Family Centre

BERKENAN DI HATI TUHAN UNTUK SUKSES

Bilangan 14:8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

Meskipun semua sudah TUHAN rencanakan, tidak berarti kita tidak perlu membuat rencana lagi. Tahap awal dari rencana sukses adalah sukses membuat rencana. Seumpama perusahaan, Bos membuat perusahaan dengan rencananya. Semua pimpinan dan karyawan mesti berjalan menurut rencana induknya. Tapi ini tidak berarti anak-buah tidak usah membuat proposal pekerjaan. Proposal itu yang menunjukkan apakah kinerja anak-buahnya tetap dalam visi owner perusahaan. Demikian pula kita yang tinggal dan melayani Kerajaan Allah. Buatlah rencana (proposal) yang mendukung visi TUHAN atas kita, sehingga menolong kita mencapai visi (rencana induk) TUHAN bagi kita: Bilangan 14:8

Bagaimana membuat proposal spiritual yang berkenan kepada TUHAN?

Imamat 19:5 Apabila kamu mempersembahkan korban keselamatan kepada TUHAN, kamu harus mempersembahkannya sedemikian, hingga TUHAN berkenan akan kamu.
Mulailah dan teruslah membuat rencana kerja di keluarga, pendidikan, karir, dan bisnis kita (kalau saya sebagai fulltimer di pelayanan saya) sebagai mempersembahkan korban bakaran bagi TUHAN. Sehingga apapun yang kita rencanakan, itu bukan demi kita sendiri tetapi demi kemuliaan TUHAN.

1 Samuel 15:22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
Setelah membuat rencana, laksakanlah rencana tersebut sesuai kehendak TUHAN. Lebih baik membuat rencana kecil yang bisa diimplementasikan daripada rencana besar yang tidak bisa diimplementasikan. Ingat dalam membuat rencana, jangan GILA dong (great ideas lack application)… Salam inspirasi.

Selamat menjadi penyembah terbaik (di mata TUHAN dan dunia) sehingga menerima yang terbaik dari TUHAN.

Blessing Family Centre

Kamis, 29 Oktober 2009

kemalangan atau berkat?

Sebutlah sebuah kisah nyata yang dialami oleh keluarga Clark di Scotlandia, mereka mempunyai impian sekeluarga untuk berlibur dan jalan-jalan ke Amerika bersama sembilan anaknya. Clark dan istrinya bekerja keras untuk mengumpulkan uang. setelah setahun tabungan mereka sudah cukup untuk sebuah perjalanan itu. mereka segera mengurus kelengkapan untuk persiapan perjalanan itu.

Seluruh keluarga sangat bergembira menantikan saat-saat perjalanan mereka. akan tetapi rupanya yang namanya halangan itu kapan saja bisa datang. tujuh hari sebelum keberangkatan Anak bungsu mereka digigit anjing dengan luka yang cukup serius dan harus dikarantina selama kurang lebih dua minggu.untuk menghindari Rabies.

Inpian mereka seketika jadi buyar, mereka tidak mungkin mengadakan perjalanan dengan meninggalkan si bungsu sendirian. saat hari keberangkatan tiba keluarga itu hanya bisa melihat kepergian kapal dengan sedih dan menitikkan airmata. mereka merasa sangat kecewa,marah dan Mengutuk Tuhan dan putranya untuk kemalangan ini.
Lima hari waktu berlalu kemudian tersebar berita yang sangat mengejutkan, kapal yang menuju Amerika Tenggelam dan menewaskan seluruh penumpangnya.

Keluarga Clark yang seharusnya dikapal itu terselamatkan karena putra bungsunya digigit Anjing. Mendengar berita itu Clark segera memeluk dan menciumi anaknya serta berterima kasih karena telah menyelamatkan keluarga. dan terutama berterima kasih pada Tuhan yang telah menyelamatkan hidup mereka.

Rancangan Tuhan itu selalu jauh lebih indah dari dari rancangan Manusia. manusia boleh saja berencana tetapi Tuhan selalu punya rencana yang jauh lebih indah dari rencana Manusia.

Blessing Family Centre

SEMUA KAU TAMBAHKAN

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ada yang merasa hal-hal rohani menghalangi mereka meraih hal-hal terbaik di dunia. Sebaliknya, ada yang merasa dunia ini menghalangi mereka dekat dengan TUHAN. Alkisah seorang pertapa merasa ia-lah yang paling dekat dengan TUHAN karena yang dilakukannya sepanjang hari hanyalah bermeditasi dan merenung mencari kebenaran sejati. Sampai suatu ketika TUHAN berkata: "Ketahuilah, ada seorang anak yang lebih dekat padaKu daripada engkau." Pertapa itu bertanya: "TUHAN, siapa dia dan apa yang dilakukannya bagiMu sehingga ia bisa dekat padaMu?" Lalu TUHAN bersabda: "Pergilah, dan perhatikan bagaimana anak itu dekat padaku." Maka sesuai petunjuk TUHAN, pergilah pertapa itu untuk memperhatikan apa yang anak itu lakukan.

Namun yang ia dapati mengherankan hatinya. Pagi-pagi buta, seorang anak mengeluarkan dombanya dari kandang sambil bernyanyi, "Hatiku siap membangunkan fajar." Kemudian siang hari setelah anak itu menghalau binatang-binatang buas yang hendak menerkam dombanya, ia memainkan kecapinya menghibur domba-dombanya, "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku." Pada sore harinya anak itu kembali membawa masuk dombanya ke kandang sambil memuji: "Dari terbit matahari sampai pada masuknya, biarlah nama TUHAN yang kupuji." Demikian seterusnya sampai anak itu tidur.

Lalu TUHAN datang dan bertanya kepada pertapa itu: "Apa yang engkau lihat?" Pertapa itu menjawab, "Ah TUHAN, aku hanya melihat seorang anak biasa-biasa saja yang memuji engkau tujuh kali di tengah-tengah kesibukannya." Lalu TUHAN bertanya: "Berapa kali engkau memujiKu hari ini?" Pertapa itu menjawab, "Tidak sama sekali TUHAN, aku sibuk memperhatikan anak itu." TUHAN pun menjelaskan, "Nah, di tengah kesibukannya anak itu ingat kepadaKu, sedangkan baru satu tugas yang Kuberikan engkau sudah melupakanKu. Tidak heran bukan, anak itu lebih dekat kepadaKu daripada engkau?"

Ku mau mencari lebih dahulu k'rajaanMu dan keb'naranMu.
Mencari kerajaan dan kebenaran TUHAN tidak berarti kita mesti meninggalkan dunia. Karena TUHAN tidak pernah menyuruh kita meninggalkan dunia ataupun bersahabat dengan dunia, tetapi sejak manusia pertama dipanggil untuk mengalahkan dan mengelola dunia. Mencari kerajaan dan kebenaran TUHAN artinya kita membawanya ke kehidupan kita sehari-hari.

Ku tak kuatir, ku ada di tangan TUHAN yang menyediakan.
TUHAN menyuruh kita tidak kuatir akan hari esok, bukannya tidak merencanakan hari esok. Kuatir adalah sinyal hati yang menyala bila dua hal terjadi: kita tidak mempersiapkan diri dengan baik atau kita tidak menyerahkan perkara itu kepada TUHAN. Cara mematikan alarm kuatir adalah melakukan kedua hal tersebut secara seimbang. Tidak menyerah pada keadaan, tetapi berserah pada hasil yang TUHAN tentukan.

Semua Kau tambahkan, dimana ku kekurangan, Bapa tahu yang kuperlu sebelum kupinta.
Jika kita adalah seorang bos sejati, maka apapun yang dibutuhkan anak-buah kita untuk membawa keuntungan bagi perusahaan pasti kita dukung. Apalagi TUHAN, Pemimpin yang baik, Ia pasti mensupport setiap usaha kita membawa nilai-nilai Kerajaan TUHAN di dunia untuk memuliakan namaNya.

Asalkan kulakukan segala yang Kau inginkan, Kau memberi upah bagi ketaatanku (dari album UNSTOPPABLE)
Saksi-saksi iman di marketplace seperti Abraham, Ishak, Yakub, Ayub, Ester, Ruth, Maria dan sebagainya menginspirasi saya bahwa success is our reward. Kalau kita berfokus pada mengaplikasikan firman TUHAN di kehidupan untuk menyelesaikan problem daripada berfokus pada besarnya problem, kuatir, dan takut, maka kita akan meraih janji TUHAN, bahwa apapun yang kita kurang, semua akan TUHAN tambahkan dalam hidup kita.

Kalau di tengah kesibukannya, orang Majus yang sukses dan terpandang sempat mencari TUHAN, pastilah mereka sudah mengatur waktu dan pekerjaan dengan baik. Kita juga bisa menjadi orang-orang Majus tersebut. Salam inspirasi dan selamat mengalami kerajaan TUHAN turun di tempat Anda seperti di surga.

Worship partner Anda – Jonathan Prawira

Blessing Family Centre

Kehidupan adalah Kisah Cinta

Matius 6:33
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Tahukah Anda bahwa diri Anda begitu penting bagi Allah? Dia membutuhkan Anda untuk menjadi alat kemuliaan-Nya di dunia ini yang semakin hari semakin hancur dengan keinginannya. Dunia yang sedang sekarat ini menantikan orang-orang yang bisa memberikan jawaban atas permasalahan mereka dan semuanya itu hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang mengenal Allah.

Seringkali kita terlalu memusingkan bagaimana menjadi seorang Kristen yang baik dihadapan orang lain. Padahal sebagai anak-anakNya, kehidupan bersama dengan Allah yang seharusnya menjadi prioritas setiap kita. Itu adalah kerinduan-Nya.

Dia ingin Anda tahu bahwa setiap hari ketika Anda berdoa kepada-Nya atau berjalan dalam iman saat sedang dalam kesulitan, itu semua bagi-Nya adalah suatu kehidupan penuh kisah cinta; kehidupan yang tidak akan dapat dirasakan ketika kita jauh dari-Nya.

Pada saat Anda bersekutu dengan Allah maka segala sesuatu yang Anda minta di dunia ini akan Anda dapatkan. Kesembuhan, kekuatan, sukacita, bahkan kekayaan akan Anda peroleh saat hati Allah terpaut kepada Anda dan begitu juga hati Anda kepada Alllah.

Jadikan Allah sebagai prioritas utama di dalam hidup Anda maka lihatlah hidup Anda tidak akan pernah sama lagi.

Blessing Family Centre

Anggaplah Sebagai Kebahagiaan

Yakobus 1:12
"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia."

Seorang pendeta memasang tanda di pintunya: Jika Anda bermasalah, masuklah dan ceritakanlah kepada saya masalah itu. Jika Anda tidak bermasalah, masuk dan ceritakanlah kepada saya bagaimana Anda menghindarinya.

Apa yang kita lakukan saat masalah besar datang tanpa pemberitahuan? Yokobus mengatakan agar kita menganggapnya sebagai suatu kebahagiaan, karena ujian tidak terjadi tanpa sebab. Ia berkata, "sebab kamu tahu, ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun" (Yakobus 1:3,4). Dengan adanya pemahaman ini, doa-doa kita kepada Allah akan berubah dari bertanya mengapa menjadi bersyukur atas semua yang telah Dia lakukan dalam hidup kita.

Suatu hari seorang penulis renungan harian Joanne Yoder yang sedang bergumul dengan penyakit kanker dalam tubuhnnya menuliskan pemikirannya dalam surat: Saya telah menyerahkan masa depan saya pada kehendak Allah. Puji Tuhan, tidak ada satu pun, bahkan kanker, dapat menghalangi kehendak-Nya. Saya mungkin memiliki kanker, namun kanker tidak memiliki saya. Hanya Allah yang memiliki saya. Karena itu, saya menghargai doa-doa Anda agar Kristus dimuliakan dalam tubuh saya, entah hidup atau mati.

Seringkali ujian datang dalam hidup ini tanpa diduga. Kita juga tidak bisa menghindari agar tidak mengalaminya. Namun, dengan menyadari bahwa Allah menyertai kita dan ujian-ujian itu hanyalah sebuah media untuk mendewasakan kita, maka kita dapat menganggapnya kebahagiaan.

Anda tidak dapat bertahan bahkan melewati ujian hidup bila Tuhan Yesus tidak tinggal dalam diri Anda.

Blessing Family Centre

Sabtu, 24 Oktober 2009

Jangan Menangis Mama

Bu Sally segera bangun ketika melihat dokter bedah keluar dari kamar operasi.
Dia bertanya dengan penuh harapan: "Bagaimana anakku?
Apakah dia dapat  disembuhkan? Kapan saya boleh menemuinya?"
Dokter bedah menjawab, "Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi sayangnya anak ibu tidak tertolong"
Bu Sally bertanya dengan hati remuk, "Mengapa anakku  yang tidak berdosa bisa terkena kanker?

Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi?" Dimana Engkau Tuhan ketika anak laki-lakiku membutuhkanMu? "
Dokter bedah bertanya, "Apa Ibu ingin bersama dengan anak ibu selama beberapa waktu?

Perawat akan keluar untuk beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke universitas. Bu Sally meminta perawat tinggal bersamanya saat dia akan  mengucapkan selamat jalan kepada anak lelakinya. Dengan penuh kasih dia mengusap rambut anaknya yang hitam itu.
"Apa ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai kenangan?"  perawat itu  bertanya.
Bu Sally mengangguk. Perawat memotong sedikit rambut dan menaruhnya didalam kantung plastik untuk disimpan.

Ibu Sally berkata, "Jimmy anakku ingin mendonorkan  tubuhnya untuk diteliti di Universitas. Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia dapat menolong  orang lain yang memerlukan. Awalnya saya tidak membolehkan tapi Jimmy  menjawab, 'Ma, saya kan sudah tidak membutuhkan tubuh ini setelah mati  nanti.

Mungkin tubuhku dapat membantu anak lain untuk bisa  hidup lebih lama dengan ibunya.' " Bu Sally terus bercerita, "Anakku itu memiliki hati emas.
Jimmy selalu memikirkan orang lain. Selalu ingin membantu orang lain selama dia bisa melakukannya. "
Bu Sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan  waktunya selama enam  bulan di sana untuk merawat Jimmy. Dia membawa kantung yang berisi barang-barang anaknya..  Perjalanan pulang sungguh sulit baginya.

Lebih sulit lagi ketika dia memasuki rumah yang terasa kosong. Barang-barang Jimmy ditaruhnya bersama kantung plastik yang berisi segenggam  rambut itu di dalam kamar anak lelakinya. Dia meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik pribadi Jimmy, anaknya, di tempat Jimmy biasa menyimpan  barang-barang itu. Kemudian dibaringkan dirinya di tempat tidur. Dengan  membenamkan wajahnya pada bantal, dia menangis hingga tertidur.

Di sekitar tengah malam, bu Sally terjaga.. Di samping bantalnya terdapat sehelai surat yang terlipat. Surat itu berbunyi: "Mama tercinta, Saya tahu mama akan kehilangan saya;  tetapi saya akan selalu  mengingatmu ma dan tidak akan berhenti mencintaimu walaupun saya sudah tidak  bisa mengatakan 'Aku sayang mama'.
Saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan semakin  sayang padamu ma. Sampai suatu saat kita akan bertemu lagi. Sebelum saat itu  tiba, jika mama  mau mengadopsi anak lelaki agar tidak kesepian, bagiku tidak apa-apa ma.. Dia boleh tidur di kamarku dan bermain dengan mainanku.
Tetapi jika mama memungut anak perempuan, mungkin dia tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kami, anak lelaki.

Mama harus membelikannya boneka dan barang-barang  yang diperlukan oleh anak perempuan. Jangan sedih karena  memikirkan aku ma. Tempat aku berada sekarang begitu indah. Kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai di sana dan mereka menunjukkan  tempat-tempat yang indah. Tapi perlu waktu lama untuk melihat segalanya di sana. Malaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin. Tapi saya senang melihatnya terbang.

Dan apa mama tahu apa yang kulihat? Yesus tidak terlihat seperti gambar-gambar yang dilukis manusia. Tapi, ketika aku  melihat-Nya, aku yakin Dia adalah Yesus. Yesus sendiri mengajakku menemui Allah Bapa! Tebak ma apa yang terjadi? Aku boleh duduk di pangkuan Bapa dan  berbicara dengan-Nya seolah-olah aku ini orang yang sangat penting. Aku menceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis surat  kepada mama untuk  mengucapkan selamat tinggal dan kata-kataku yang lain.
Namun aku sadar bahwa  hal ini pasti tidak diperbolehkan- Nya. Tapi mama tahu, Allah sendiri memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk menulis  surat ini kepada mama. tercinta. Saya pikir malaikat Gabriel akan mengirimkan surat ini  kepadamu ma.

Allah  mengatakan akan menjawab pertanyaan mama ketika mama bertanya  'Di mana Allah  pada saat aku membutuhkan- Nya?' Allah mengatakan Dia  berada bersama diriku seperti halnya ketika putera-Nya Yesus disalib. Dia ada di sana ma, dan dia selalu berada bersama semua anak. Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa yang aku tulis  selain mama sendiri. Bagi orang lain, surat ini hanya  merupakan sehelai  kertas kosong. Luar biasa kan ma? Sekarang saya harus mengembalikan pensil  Bapa yang aku pinjam. Bapa memerlukan pensil ini untuk menuliskan nama-nama dalam  Buku Kehidupan.

Malam ini aku akan makan bersama dengan Yesus dalam  perjamuan-Nya. Aku yakin  makanannya akan lezat sekali. Oh, aku hampir lupa memberitahukanmu ma.
Aku  sudah tidak kesakitan lagi. Penyakit kanker itu sudah hilang. Aku senang  karena aku tidak tahan merasakan sakit itu dan Bapa juga  tidak tahan melihat aku kesakitan. Itulah sebabnya mengapa Dia mengirim Malaikat Pembebas  untuk menjemputku. Malaikat itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman  istimewa!

Bagaimana  ma? Salam kasih dari Allah Bapa, Yesus & aku. "

Jumat, 23 Oktober 2009

Nyawa Cadangan

Tanggal 11 Februari 1998, 3 bulan sebelum krisis moneter dan kerusuhan massal melanda bangsa kita ini, saya berjalan dengan tidak memiliki prasangka apa-apa bahwa akan ada kejadian luar biasa yang akan menimpa saya hari itu.

Saya ada di daerah Buaran, Bekasi, dekat dengan kota Legenda. Saat itu pukul 16.00, dan peristiwanya terjadi begitu cepat. Saya dirampok, dua peluru ditembakkan dari belakang oleh para perampok.

Saya jatuh tak berdaya, dengan tubuh bersimbah darah. Satu hal yang saya pikirkan saat itu adalah sebentar lagi saya akan mati. Saya menjadi sangat takut akan kematian, teringat anak saya yang masih kecil, yang baru berusia 9 bulan. Kalau saya mati, siapa yang akan mengurusnya? Bagaimana nanti dengan keluarga saya?

Saat itu, saya langsung berseru berdoa, "Darah Tuhan Yesus, tutup bungkus saya!"

Mendadak sebuah ketenangan menyelimuti saya, saya percaya bahwa itu hadirat Tuhan yang bersama dengan saya.

Masyarakat sekitar datang mengerumuni saya, mereka menghentikan taksi dan meminta sopirnya membawa saya ke rumah sakit terdekat. Taksi itu pun segera membawa saya ke Rumah Sakit Umum Bekasi. Setiba di sana, kata dokter saya harus segera dioperasi darurat untuk menyelamatkan nyawa saya. Tapi operasi seperti itu tidak bisa mereka lakukan, saya harus dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

"Ya sudah, tunggu apa lagi, bawa saja saya ke sana," ujar saya lemah.

Namun anehnya pihak rumah sakit menolak, katanya harus ada keluarga yang datang dahulu mengurus administrasinya. Saya mengerti maksud mereka, pasti masalah biaya. Dalam keadaan sekarat, soal hidup dan mati seperti ini, saya tidak habis pikir mengapa mereka masih melakukan itu. Saya pun segera telepon ke rumah, tapi ternyata di rumah tidak ada orang.

Bagaimana ini, satu nomor lagi yang saya ingat hanyalah saudara saya yang berkantor di Pamulang. Namun, dari Pamulang ke Bekasi sangatlah jauh, butuh waktu beberapa jam perjalanan. Tapi saya tidak punya pilihan, saya tetap harus meneleponnya.

Saudara saya, setelah menerima telepon saya, langsung menelepon temannya yang memilki toko di Bekasi. Sebenarnya temannya itu sudah menutup tokonya dan pulang. Namun entah mengapa, ada sebuah suara kuat yang menyuruhnya kembali ke toko. Sehingga tepat saat ia tiba di tokonya, saat itu pula juga telepon berbunyi. Saat itu telepon seluler belumlah lazim digunakan seperti sekarang, bayangkan bila temannya itu tidak kembali ke tokonya, saya tidak tahu apa yang akan terjadi, saya mungkin tertahan dan meninggal di rumah sakit.

Karena dia terburu-buru ke rumah sakit, maka dia tidak sempat membawa uang. Sesampainya di rumah sakit, administrasi rumah sakit tidak mau menerima jaminan KTP-nya. Maka dia harus pulang kembali ke rumah untuk mengambil uang. Setelah dia kembali dan membayarnya, baru pihak rumah sakit mau melepas saya ke RSCM.

Sampai di RSCM, saya juga tertahan karena ada beberapa hal. Sehingga masuk ruang operasi sudah pukul 21.00. Operasi yang harusnya sesegera mungkin dilakukan untuk menyelamatkan nyawa saya, karena pendarahan membuat darah saya hampir habis, tertunda selama 5 jam lebih. Namun, penyelamatan yang cepat seperti yang kita harapkan dari pihak medis itu tidak terjadi.

Hal itu menunjukkan bahwa kita tidak bisa bergantung pada usaha manusia untuk menolong kita. Hanya satu tempat di mana kita bias bergantung, yang membuat saya bisa bertahan selama itu, yaitu pertolongan Tuhan sendiri.

Saat operasi dimulai, saya pun dibius dan saya merasakan para dokter segera bekerja membelah tubuh saya. Saya pun merasa melayang-layang, masuk alam tidak sadar. Semuanya menjadi gelap, dan tubuh saya menjadi sangat ringan melayang-layang, rasanya sangat mengerikan, seperti berada dekat sekali dengan alam maut.

Saat melayang seperti itu, saya merasa tiba-tiba ditangkap oleh sebuah kekuatan yang mengerikan. Saya tahu itu kuasa maut yang menangkap saya, saya tidak bisa bergerak, disekap seperti akan mati.

Saya berteriak padanya bahwa saya adalah anak Tuhan Yesus! Raja di atas segala raja! Maka kekuatan itu pun melepas saya. Hal itu terjadi beberapa kali, perasaannya sama, seperti akan mati. Dan setiap kali saya ditangkap, saya mengucapkan hal yang sama, kemudian saya pun dilepas lagi melayang-layang.

Hal itu membuat saya menjadi kesaksian hidup pada Saudara saat ini, dan telah membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Tuhan yang berkuasa di alam roh dan alam maut. Malaikat maut takut dan patuh akan kuasa nama-Nya di sana.

Operasi berlangsung selama 3,5 jam. Dengan banyak komplikasi karena banyak organ tubuh saya yang terluka, yaitu ginjal, paru-paru, dan hati. Paru-paru saya dijahit, dan hati saya harus dipotong seperempatnya. Proses operasi itu, menurut dokter, harus mengeluarkan semua organ saya dahulu, baru dikembalikan lagi. Sehingga mereka khawatir timbul komplikasi saat tubuh coba menyesuaikan dengan organ-organ itu lagi.

Setelah operasi, saya masih ada dalam masa kritis, sehingga selama 13 hari saya dirawat di ICU. Setelah melewati masa kritis, perawatan dilanjutkan di bagian rawat inap.

Obat-obatan yang diberikan pada saya, membuat saya tidak bisa tidur dan sangat gelisah. Hal apapun dapat membuat saya marah-marah karena efek obat-obat itu. Belum lagi setiap inci dari tubuh saya sangat sakit. Bagian apapun yang saya gerakkan sakitnya tidak terkira, apalagi menggerakkan bagian-bagian besar seperti tangan atau kaki.

Dalam kesakitan dan kegelisahan yang luar biasa karena tidak bias tidur seperti itu, saya mendengar sebuah suara, "Mengapa kau masih tergantung pada obat, bukankah Aku sudah menyembuhkan engkau." Saat mendengar itu saya menangis, saya berdoa pada-Nya: "Tuhan ampuni saya, saya lelah dengan keadaan seperti ini, berikanlah saya ketenangan agar dapat tidur dan beristirahat."

Setelah itu, saya memutar lagu-lagu pujian dan penyembahan. Saat mendengarkan lagu-lagu itu saya merasakan ketenangan melingkupi saya. Bahkan setelah beberapa lagu, saya seakan ingin menari, tangan saya bisa digerakkan tanpa terasa sakit. Demikian juga kaki saya dapat saya gerakkan tanpa sakit, sungguh luar biasa!

Hal itu membuat saya ingin bangun dan turun dari tempat tidur. Sehingga ayah saya yang sedang menjaga saya langsung berteriak-teriak protes keberatan saat saya bangun dan ingin turun dari tempat tidur. Itu benar-benar sungguh sebuah mukjizat. Saya merasakan sebuah cahaya yang sangat terang di sekitar saya, dan hadirat Tuhan terasa sangat nyata. Turun sebuah sukacita melimpah memenuhi hati saya, sedemikian melimpahnya sukacita itu terus saya rasakan sampai hari ini.

Tuhan itu sungguh sangat baik. Banyak hal tidak berkenan baginya yang telah kita lakukan, tapi Dia tetap setia, asal kita sungguh-sungguh bertobat dan minta ampun pada-Nya. Dia akan turun tangan memulihkan hidup kita. Yang penting kita punya iman pada-Nya, Tuhan akan bekerja dalam banyak cara dalam kehidupan kita.

Dokter yang menjadi kepala tim operasi berkata pada suster sesaat setelah mengoperasi saya, "Ini orang punya nyawa cadangan." Setelah melewati hal-hal yang sangat berat seperti itu, saya masih tetap hidup. Tapi saya tahu benar bahwa saya tidak punya nyawa cadangan, dan itu bukan karena kuat gagah saya. Tapi "nyawa cadangan" saya terletak pada ffirman Tuhan yang berkata, "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."

Lilin Kecil

Ada sebuah kisah tentang lilin kecil yang dibawa oleh seorg pria menaiki tangga yang cukup tinggi, menuju sebuah menara. Di dalam perjalanan mereka menaiki tangga tersebut, sililin kecil bertanya Kepada pria yang membawanya, "Kita hendak kemana?"

"Kita akan naik lebih tinggi dan akan memberi petunjuk Kepada kapal-kapal besar di tengah lautan yang luas."

"Apa? Mana mungkin aku bisa memberi petunjuk Kepada kapal-kapal besar dengan cahayaku yang sangat kecil? Kapal-kapal besar itu tidak akan bisa melihat cahayaku," jawab lilin kecil lemah.

"Itu bukan urusanmu. Jika nyalamu memang kecil, biarlah. Yang harus engkau lakukan adalah tetap menyala dan urusan selanjutnya adalah tugasku," jawab pria itu.

Tidak lama sampailah mereka di puncak menara dimana terdapat lampu yang sangat besar dgn kaca pemantul yang tersedia di belakangnya. Pria itu menyalakan lampu besar dengan memakai nyala lemah si lilin kecil. Dalam sekejap, tempat itu memantulkan sinar yang terang benderang sehingga kapal-kapal yang ada di tengah laut melihat cahayanya.

Dengan keberadaan dan keterbatasan kita, memang kita tidak akan sanggup melakukan sesuatu yang berarti. Tetapi satu hal yang harus anda ingat, bahwa hidup anda seumpama LILIN KECIL yang ada DI TANGAN ALLAH YANG PERKASA. Segala kemampuan dan keahlian anda hanya akan tetap seperti nyala lilin kecil jika anda tidak menaruh hidup anda di dalam tangan Allah untuk IA pakai menjadi alat-Nya yang mulia.

Sebaliknya walaupun nyala anda sangat kecil bahkan mungkin redup, tapi jika Anda mempercayakan seluruh keberadaan anda kepada Allah, maka Ia sanggup menjadikan nyala kecil anda menjadi nyala besar yang membawa manfaat besar bagi banyak orang.

Bahkan bukan tidak mungkin Yosua yang adalah abdi Musa itu merasakan sedikit gentar di dalam hatinya ketika Allah memerintahkan kepadanya utk memimpin bangsa Israel merebut tanah Kanaan. Allah menghibur dan menguatkan dia bahwa Allah tidak akan meninggalkannya. Allah menjanjikan kemenangan demi kemenangan bagi dia.

Allah hanya meminta kepadanya, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu dan jangan menyimpang dari seluruh hukum yang telah diperintahkan Kepadamu" (Yosua1:7)

Jangan memandang ketidakmampuan, keterbatasan, dan kelemahan anda. Jika Allah mempercayakan sesuatu Kepada Anda entah itu suatu pekerjaan besar ataupun suatu pelayanan, percayalah bahwa ANDA ADA DI DALAM TANGANNYA YANG PERKASA. Dia akan memakai anda sesuai kehendakNya. KITA HANYALAH SEBAGAI ALATNYA.

Ketika kita mempercayakan seluruh keberadaan kita kepada Allah, maka anda akan melihat bagaimana Ia memakai hidup Anda dan tidak mustahil keterbatasan Anda menjadi berkat yang besar!

Blessing Family Centre