JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)

RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN

RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label "GRACE COMMUNITY". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "GRACE COMMUNITY". Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Mei 2010

GEREJA DI CHINA

Suatu hari, saya pulang
dari gereja. Di jalan
saya ngobrol dengan
teman-teman saya.
Topik kita, apa bedanya
gereja di China dengan
gereja di Indo?!
Di China saya beribadah
di 1 gereja kecil tapi
punya iman sangat
besar. Punya iman yang
bisa mengoncang surga.
Tempat ibadah kita itu
sempit sekali. kita harus
duduk berdesak-
desakan. Malahan sering
banget saya kebagian
tempat duduk persis di
sebelah WC. Gereja
saya ngga punya band.
Kita cuman kebaktian
pake piano. Yang maen
piano juga biasa aja.
Pemimpin pujiannya juga
orang-orang biasa. Ada
kasir rumah sakit, ada
guru. Ngga ada yang
punya kemampuan MC
yang wah … yang bisa
menarik jemaat. Lagu-
lagunya juga lagu-lagu
biasa. Yang khotbah
juga orang-orang biasa.
Ngga ada yang lulusan
STT. Mereka semua
orang-orang 'awam'. Ada
yang dokter, dosen.
Pokoknya semua orang
biasa.
Tapi guys, suasananya
luar biasa. Saya belum
pernah di Indo dateng
ke 1 kebaktian yang
suasananya bisa
menandingi atmosfir
penyembahan di gereja
itu. Begitu jemaat berdiri
dan kita nyanyi 1 lagu,
suci-suci-suci, hadirat
Tuhan langsung turun.
Begitu pemimpin
pujiannya membacakan 1
bagian dari mazmur,hati
saya bisa langsung
nyesss … seolah-olah
Tuhan sendiri yang
berbicara. Kalau pas
pengkhotbahnya yang
notabene orang-orang
awam khotbah, semua
jemaat diam. Saya
sendiri bisa terheran-
heran, apa yang mereka
bicarakan, banyak yang
saya sudah tau, tapi
kalau mereka bicara itu
beda. Mereka punya
kuasa. Mereka tidak
khotbah dengan bahasa
yang tinggi-tinggi,
mereka ngga pernah
kutip kata-kata orang-
orang terkenal, mereka
khotbah dengan bahasa
yang sangat sederhana
sehingga saya yang
mandarinnya pas-pasan
aja bisa ngerti dengan
jelas.
Apa sih yang mereka
khotbahkan?!
Berkat?! Kesembuhan?!
Bisnis lancar?! NGGA.
Dari minggu ke minggu
yang mereka
khotbahkan intinya
selalu sama.
PENGABARAN INJIL.
Topiknya bisa beda-
beda, tapi intinya selalu
sama. PI. Mereka juga
bicara soal kasih
Tuhan , soal
pengampunan, soal
tanggung jawab, tapi
mereka selalu membawa
kepada PI. Berapa
banyak orang yang
sudah kamu bawa
kepada Tuhan ?! Apa
semua keluargamu
sudah percaya?!?!
Dan kalau denger
kesaksian mereka, saya
dan temen-temen saya
selalu terharu.
Kesaksian mereka 'beda'
dengan yang kita sebut
dengan kesaksian di
Indo. biasanya di Indo
orang bersaksi, dulu
saya sakit. Puji Tuhan
sekarang sembuh. Bisnis
saya dulu bangkrut, Puji
Tuhan sekarang lancar.
Tapi di China …
Ada kesaksian tentang
seorang anak
perempuan. Papa
mamanya ngga percaya
Tuhan . Tiap kali
anaknya berdoa selalu
diomelin. Kalau di Indo
kita pasti berharap
akhirnya papa mamanya
percaya. Memang
akhirnya papa mamanya
percaya. Tapi papa
mamanya percaya justru
di hari PEMAKAMAN anak
perempuan itu. Anak itu
akhirnya mati karena
kecelakaan yang tragis
… menurut kita itu ngga
happy end … tapi
setelah papa mamanya
percaya Tuhan, mereka
selalu bawa orang ke
gereja. Pernah di 1
kebaktian mereka bawa
8 orang!! Dan semuanya
(8 org itu) percaya
Tuhan! Ada kesaksian
tentang seorang
pensiunan kepala
sekolah yang akhirnya
bertobat. 4 hari sesudah
dia bertobat, dia bawa 2
orang percaya Tuhan . 6
bulan kemudian, dia
buka 1 persekutuan di
rumahnya! Kepala
sekolah ini tiap kali baca
alkitab pasti nangis …
dia menyesal kenapa
ngga dari dulu percaya
Tuhan !
Ada lagi kesaksian
tentang seorang yang
bisnisnya bangkrut,
karena stress dia sakit
parah, lalu di rumah
sakit dia percaya Tuhan
Yesus (kalau di Indo
biasanya 'akhirnya
happy ending'
penyakitnya sembuh,
bisnisnya lancar), tapi
dia ngga. Setelah dia
percaya Tuhan Yesus,
sakitnya tambah parah.
Akhirnya … MATI. Ngga
happy end kan?! Itu kan
menurut kita … menurut
Tuhan itu happy END!
Kesaksian yang laen
tentang seorang suami,
istrinya meninggal (ngga
disembuhkan Tuhan loh!)
Trus dia malah
kesaksian. Selesai
kesaksian dia nyanyi 1
lagu. You Yi Wei Shen
(There's A God).
Guys, can u see the
difference?!
Mereka TIDAK PERNAH
MEMIKIRKAN KENYAMAN
MEREKA! itu bedanya
dengan kita. Yang
mereka pikirkan itu
kemuliaan Tuhan, jiwa-
jiwa bukan bisnis lancar!
Bukan kesembuhan.
Pikiran mereka selalu,
gimana caranya supaya
ada lebih banyak lagi
orang yang percaya
sama Tuhan ..
Fokus dari anak-anak
Tuhan di China itu
adalah jiwa-jiwa, jiwa-
jiwadan JIWA-JIWA.
Mereka ngga pernah
berdoa minta sound
system terbaru, mereka
tidak pernah berdoa
untuk mobil pastori yang
baru … boro-boro mikir
mobil, punya sepeda aje
udeh Haleluya Puji
Tuhan! yang mereka
doakan adalah, TUHAN
NYATAKAN
KEMULIAANMU.
Tambahkan jumlah
orang-orang yang
percaya. Kau sudah
berkati kami dengan
kasih-Mu yang
melimpah, kami mau
orang-orang laen juga
percaya, juga menikmati
kasih-Mu.
Ngga heran kalau jumlah
orang percaya terus
bertambah! Karena
MEREKA TIDAK PERNAH
MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI.
yang mereka pikirkan itu
Tuhan! Gimana Tuhan
ngga mengabulkan doa
mereka, kalau mereka
meminta apa yang jadi
kerinduan Tuhan?!
Guys, saya ngga bilang
tidak boleh berdoa
supaya bisnis lancar,
bukan itu. tapi kemana
fokus hati kita! Berapa
sering di Indo kita
khotbah soal PI?!?! 1
bulan 1 kali … itu udeh
banyak. Mereka tiap
minggu! Dan ngga ada
yang bosen. Kenapa?!
Karena siapa pun yang
khotbah, ada kuasa
Tuhan yang bekerja.
Dan banyak yang
bertobat.
Hari ini, sebelon selesai
kebaktian, ada seorang
dokter yang bilang,
bahwa dia yakin bahwa
Tuhan PASTI akan
menambah jumlah
orang-orang percaya.
Dia ngga bilang, semoga
Tuhan menambah jumlah
orang-orang percaya.
Atau, Kalau Tuhan
berkehendak. Dia bilang,
Tuhan PASTI. Itu yang
saya bilang iman yang
bisa mengoncang surga.
Mereka orang-orang
yang sederhana, tapi
mereka orang-orang
yang mengerti HATI
TUHAN!
Saya sih ngga heran
kalau nanti di surga
saya melihat ada encim-
encim yang jualan sayur
di pasar punya
kedudukannya lebih
tinggi daripada banyak
pendeta. Karena dia
mengerti hati Tuhan!
Kemana hati
Tuhantertuju! JIWA-
JIWA . Itu hati Tuhan.
Di Indo kita ribut soal
transformasi … tapi
masalahnya itu ngga
akan bisa terjadi kalau
orang-orang Kristen di
Indo terus bersikap
kayak anak-anak
MANJA, yang cuman
peduli dengan
kesehatan saya, mobil
saya, gereja saya,
rumah saya, bisnis
saya, anjing saya …
saya saya saya dan
saya. selama gereja
cuman peduli dengan
KESEJAHTERAAN
gerejanya … non sense.
Kalau gereja cuman
peduli sama nama baik
gereja, tata tertib
gereja, mobil gereja,
doktrin gereja, sound
system gereja … pernah
ngga sih kita berpikir,
apa Tuhan seneng
denger doa yang isinya
cuman berkati saya,
berkati saya, berkati
anjing saya!
guys, GROW UP!! STOP
MIKIRIN DIRI SENDIRI.
pikirkan orang laen!
Pikirkan gereja lain.
Jangan cuman
kebutuhan gerejamu!
Pikirkan negaramu,
jangan cuman dirimu!
Guys, saya dan teman-
teman saya di sini
berpikir … kapan yah,
kalau kita balik ke Indo
kita bisa liat gereja-
gereja berubah. Ngga
saling berantem. Ngga
saling tuding-tuding,
"Sesat loe! Gereja gue
paling bener, paling
sah." Kapan yah kita
bisa liat anak-anak
muda di banyak gereja,
bisa puji Tuhan dengan
semangat sekalipun
tanpa musik … kapan
yah kita bisa liat anak-
anak Tuhan di Indo
punya semangat yang
berkobar-kobar untuk
PI ke orang-orang di
sekelilingnya. Kapan yah
kita bisa denger
kesaksian-kesaksian
yang lahir dari
kesesakan … bukan
cuman karena dapet
rejeki nomplok! Ujian
lulus! Kapan ya …
Saya rindu, itu sudah
terjadi sebelon Tuhan
Yesus datang kembali.
Oleh: Andryonald Ando

Selasa, 09 Maret 2010

PENDERITAAN MENGERJAKAN KEMULIAAN KEKAL // DO THE GLORY OF ETERNAL SUFFERING

*SERI RENUNGAN*

"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manuisia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari." 2 Korintus 4:6

Banyak orang sulit menerima kenyataan hidup sehari-hari, apalagi bila kenyataan hidup itu berhubungan dengan ekonomi, pasti ini akan semakin menyakitkan dan membuat banyak orang akan menyesali keadaannya. Dan tidak jarang menyalahkan diriny dan orang-orang yang dekat dengannya. Keadaan-keadaan seperti ini akan secara otomatis mempengaruhi dan menjauhkan orang-orang ini dengan lingkungan atau bahkan persekutuan. Berkali-kali penulis, sebagai hamba Tuhan terjun melayani para anak-anak jalanan, pengemis dan pengamen dan selalu yang terlontar dari mulut mereka adalah penyesalan kenapa mereka dilahirkan menjadi seperti ini .

Sebagai orang percaya apabila mengalami atau merasakan kenyataan hidup yang menyakitkan jangan pernah kita menyesali atau menyalahkan siapa-siapa karena hal itu tidak ada gunanya, namun kita harus bangkit karena Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya (baca Ibrani 13:5-6)

Saudara, sesuai dengan firman Tuhan tersebut di atas, kehidupan daging kita memang mengalami kemerosotan, termasuk merosot karena masalah-masalah dan kenyatan hidup yang kita alami. Namun janji Tuhan bagi kita sungguh indah bahwa justeru persoalan-persoalan dalam kenyataan hidup sehari-hari itu, mengerjakan bagi kita suatu kemuliaan kekal yang jauh lebih besar dari pada penderitaan dan persoalan yang kita rasakan saat ini. Dalam Roma 8:18 dikatakan, "…bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita." Manusia lahiriah kita boeh merosot tetapi manusia batiniah kita dibaharui dari sehari ke sehari.

Untuk itu, tetap hadapi kehidupan ini dengan penuh ucapan syukur dan sukacita, karena satu saat kita tidak akan pernah lagi bertemu dengan persoalan-persoalan sekecil apapun di sorga dalam kemuliaan bersama Tuhan Yesus.

Mari arahkan hidup kita, pada pembaharuan manusia batiniah kita dari hari ke sehari, sambil terus menanti Tuhan Yesus yang akan datang menjemput kita, bertemu dengan-Nya di angkasa. Amin!

*REFLECTION SERIES*

"For which cause we faint not; but though our outward man perish, yet the inward man is renewed day by day." 2 Corinthians 4:16

Many people find it difficult to accept the reality of everyday life, especially when the reality of life is related to the economy, it will be more painful and makes a lot of people will regret it. And often blame diriny and the people close to him. Things like that will automatically affect and alienate the people with the environment or even alliance. Many times a writer, as a servant of God waterfalls serve street children, beggars and buskers, and always comes out of their mouths regret why they were born to be like this.

As believers, if you experience or feel the painful fact of life that we never regret or blame others for no good, but we must rise because God never allow the children to Him (see Hebrews 13:5-6)

Brother, according to the word of God is mentioned above, our flesh life decline, including declining because of the problems and realities that we experience life. But the promise of God for us so beautifully, that the issues right in the reality of everyday life, work for our eternal glory that far greater than the suffering and problems that we feel today. In Romans 8:18 says, "... that the sufferings of this present time can not be compared with the glory which shall be revealed in us." Beyond our human boeh down, but our inner man renewed day by day.

For that, still face this life with gratitude and joy, because one day we will never again met with little trouble in glory in heaven with Jesus.

Let us direct our lives, our inner human renewal from day to day, while waiting for the Lord Jesus who will come pick us up, met with him in space. Amen!

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Senin, 08 Maret 2010

SEMANGAT MULA-MULA // FIRST SPIRIT FIRST

"Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." Wayu 2:4

Merefleksikan masa lalu dalam kehidupan sekarang memang menyenangkan, karena banyak kisah masa lalu yang indah untuk dikenang. Namun tak jarang ada juga masa lalu yang tidak menyenangkan. Itulah sebabnya masa lalu mempunyai kenangan tersendiri dan sulit terlupakan. Dalam sebuah artikel majalah keluarga, diceriterakan bagaimana seorang ibu diberi kesempatan untuk menceriterakan masa lalunya. Dan dengan penuh semangat ibu ini berceritera tentang masa lalunya, dan ceriteranya mengalir lancar karena ibu ini begitu mengingat masa-masa indahnya dulu yang jauh berbeda dengan kenyataan yang dihadapinya sekarang, setelah ia berkeluarga.

Kehidupan rohani anak Tuhan juga demikian. Anak-anak Tuhan banyak kali, dalam ceritera-ceritera ataupun ketika bersaksi tentang kehidupan rohaninya, tidak jarang membuka kembali masa-masa indah ketika pertama kali bertobat dan menjadi anak Tuhan. Ada semangat yang berkobar-kobar dalam pelayanan, bersaksi kemana-mana tanpa memperhitungkan waktu, uang dan pengorbanan. Namun seiring bergulirnya waktu, lambat laun semangat melayani memudar, waktu, uang dan pengorbanan menjadi ukuran pendorong semangat dalam pelayanan sekarang. Bagi anak-anak Tuhan sekarang, apabila kita merenungkan dan membandingkan "prestasi" kita dahulu ketika pertama kali menerima Tuhan Yesus dengan semangat penginjilan kita sekarang, sangat jauh berbeda. Terasa mulai tergusur dan di telan waktu, kita loyoh, lemah dan kehilangan kasih dan semangat dalam menginjil. Jauh dibandingkan dengan semangat mula-mula.

Saudara, Jemaat Efesus diingatkan betapa mereka hebat dalam mengasihi dan melayani Tuhan namun pada akhirnya harus menerima celaan dari Tuhan, mengapa? Karena semangat mula-mula itu tidak ada lagi dalam pelayanan mereka. Dan Tuhan mengingatkan mereka agar ada pertobatan apabila tidak karunia kaki dian akan diangkat atau diambil lagi oleh Allah.

Bagaimana dengan saudara? Masikah terus membara kasih mula-mula dalam pelayanan saudara, masih adakah semangat mula-mula itu? Amin!

*REFLECTION SERIES*

"Nevertheless I have somewhat against thee, becouse thouhast left thy firs love." Revelation 2:4

Pondering the past in this present life pleasant, as many stories the good old days to remember. But often there is also a past that was not fun. That's why the past has been forgotten memories and difficult. In a family magazine article, diceriterakan how a mother was given the opportunity to connect with his past. And with this mother excitedly told her about his past, and flows smoothly because the mother ceriteranya so remember this wonderful time was far different from the reality it faces now, after he got married.

Spiritual life and the children of God. The children of God many times, in the stories, or when giving testimony about the spiritual life, not infrequently reopen the good times when she first converted, and become children of God. There is a spirit burning in the ministry, testified everywhere without time, money and sacrifice. But over time, gradually faded spirit of service, time, money and sacrifice in the service drive sizes now. For the children of God now, when we reflect on and compare the "performance" we used to when I first received the Lord Jesus with our evangelistic zeal now, very much different. Beginning on refugees and swallowing time, we weakness and loss of love and passion in evangelism. Many compared with the first spirit.

My brother, Ephesus was reminded how much they loved each other and serve God, but ultimately must accept criticism from God, why? Since the first spirit is no longer in their service. And God reminds them that there is repentance, if not the gift of the lampstand removed or taken back by God.

How about you? Kept burning love at first in the civil service, the spirit is still there that early? Amen!

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Kamis, 04 Maret 2010

TIDAK MUNDUR SEKALIPUN // NOT RETREAT EVEN

"…tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." Daniel 6:11

Banyak orang takut terhadap ancaman atau kesulitan yang akan dialaminya apabila giat dalam melayani Tuhan. Alasannya akhir-akhir ini orang percaya dikejar-kejar dan mengalami penderitaan karena keyakinannya kepada Tuhan Yesus. Bahkan ancaman akhir-akhir ini semakin nyata di depan mata, bagaimana orang kristen dibunuh. Tentu ini lebih menambah ketakutan lagi.

Namun berbeda dengan orang percaya yang satu ini, Daniel. Ditengah ancaman yang sudah jelas karena melawan perintah Raja tetapi dia tetap tidak takut dan goyah, malahan dia lebih bergiat melakukan tanggung jawabnya beribadah kepada Allah.

Daniel bukannya mundur atau kendur imannya, tetapi justeru ia semakin maju menentang larangan Raja untuk tidak menyembah, melayani dan berbakti kepada Allahnya. Malahan ia pergi di tempat terbuka dan melakukan aktivitasnya menyembah dan bersekutu dengan Tuhannya. Padahal ia tahu persis, hukuman apa yang akan ia terima apabila melawan titah Raja saat itu. Tak tanggung-tanggung nyawa taruhannya. Namun dia sadar betul bahwa yang dia lebih takut adalah perintah Allahnya.

Orang Kristen saat ini memang lagi berada di bawah tekanan dan ancaman namun seperti Daniel kita tidak perlu takut, kita harus lebih takut apabila tidak melakukan kehendak Allah. Ancaman pembakaran gereja beredar kemana-mana tetapi sebagai anak Tuhan kita tidak perlu kuatir, kalau Tuhan yang disembah Daniel mampu melepaskan dia dari ancaman Raja saat itu, tentu Tuhan yang sama, yang saat ini kita sembah di dalam nama Tuhan Yesus pasti akan melepaskan kita juga dari berbagai ancaman dan tekanan saat ini.

Untuk itu, sebagai anak Tuhan hadapilah setiap tantangan, ancaman atau apapun dalam melayani Tuhan tanpa pernah mundur selangka pun namun kita harus lebih maju berpuluh-puluh langkah. Bahkan kita harus semakin giat melakukannya, menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Daniel tetap melakukan ibadahnya ditengah ancaman sekalipun seperti biasanya dia lakukan. Bagaimana dengan saudara, apakah saudara akan mundur atau maju bila menghadapi tekanan dan ancaman dalam beribadah dan melayani Tuhan? Amin!

*REFLECTION SERIES*

"... Three times a day he knelt, prayed and praised God, as he always did." Daniel 6:11

Many people are afraid of the threat or will have trouble when active in serving the Lord. Reason lately believers persecuted and suffering for the faith in the Lord Jesus. Even the recent threat of more and more evident in front of the eyes, how the Christians were killed. Of course this adds a sense of fear.

But different people believe this one, Daniel. In the middle of a clear threat to decline the command of King, but he was not afraid and trembling, he was even more scathing of their responsibilities to worship God.

Daniel instead of backward or loose faith, but instead he is more advanced for the prohibition against the king not to worship, serve and worship God. Instead he went out in the open and to carry out their worship and fellowship with God. And he knew exactly what he would receive punishment if the decree of the King at that time. Life unmitigated stakes. But he realized that he was more afraid of the command of God.

Christians today again under pressure and threats but like Daniel, we need not fear, we should be more afraid of not doing the will of God. Church arson threats circulated everywhere, but as children of God, we do not need to worry, that God is worshiped Daniel able to detach itself from the threat of the King at that time, the same God we worship today in the name of the Lord Jesus will be saved We, also from the various threats and pressures at this time.

Therefore, as God's children face every challenge, threat or anything in the service of God no one has ever supported collarbone but we need more advanced in dozens of steps. Even the more active we have to do, see the Day approaching.

Daniel still do worship in the face even when he used to. How about you, whether you're going backward or forward when facing pressure and threats in the worship and serve God? Amen!

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Senin, 01 Maret 2010

ALLAH AKAN MEMENUHI KEPERLUANMU // GOD WILL MEET YOUR NEEDS

*SERI RENUNGAN*

"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Krisus Yesus." Filipi 4:19

Ini adalah janji Tuhan bagi orang percaya yang telah di angkat Tuhan menjadi anak-anak-Nya. Allah setia dengan janji-Nya. Alkitab mengatakan Allah tidak pernah berdusta. (Titus 1:2b) Kalau demikian apa lagi yang perlu kita kuatirkan?

Rasul Paulus menulis surat kepada Jemaat di Filipi bahwa dia sangat mengucap syukur pada Tuhan atas beban jemaat bagi pengembangan pelayanan yang dilakukannya. Jemaat begitu memperhatikan dan peduli dengan kehidupan Rasul Paulus. Ayat 18b dari pasl 4 mengatakan, "aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah." Surat tersebut tidak berhenti sampai pada kehidupan Rasul Paulus yang telah berkelimpahan, sehingga tekesan seolah-olah akan ada kemiskinan bagi setiap Jemaat yang memberi, namun justeru Rasul Paulus mau menunjukan bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan orang percaya dalam kekurangan atau kemiskinan karena telah berbeban dan memberi bagi pekerjaan Tuhan.

Firman Tuhan seperti di kutip di atas, memberikan jaminan bahwa janji Tuhan bagi anak-anak Tuhan jelas, bahwa Dia akan memenuhi segala keperluanmu akan diwujudkan sesuai dengan kekayaan dan kemuliaan-Nya. Untuk itu, jangan pernah lalai dan mengabaikan pekerjaan Tuhan, karena bagaimanapun juga ketika pekerjaan dan pelayanan Tuhan terabaikan karena orang percaya kehilangan beban untuk memberi bagi pelayanan dan pekerjaan Tuhan akan mustahil bahwa janji Tuhan akan memenuhi keperluanmu tergenapi.

Jadi marilah kita tidak lalai dalam memperhatikan pekerjaan dan pelayanan Tuhan. Mungkin saudara punya banyak waktu, berilah waktu saudara untuk Tuhan atau saudara tidak memiliki waktu, melakukan pelayanan dan pekerjaan Tuhan tapi saudara terbeban berilah uang saudara. Rasul Paulus bisa eksis melakukan pelayanan karena ada saudara-saudara seiman yang berbeban, mereka memberi sehingga Rasul Paulus tidak berkekurangan.

Saudara, berbeban bagi pekerjaan Tuhan tidak akan membuat anda miskin, tetapi justeru firman Allah tergenapi dalam hidup saudara, bahwa Dia akan memenuhi segala keperluanmu sesuai dengan kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Bagaimana dengan saudara? Tuhan pasti akan memenuhi segala keperluanmu. Amin!

*REFLECTION SERIES*

"But my God shall supply all your need according to his richies in glory by Christ Jesus." Philippians 4:19

This is the promise of God to believers who have been in the foster-child of God to be His children. God is faithful to his promise. The Bible says God never lied. (Titus 1:2 b) If so what else should we worry?

The Apostle Paul wrote a letter to the Philippians that he was very grateful to God for the burden to develop community services do. The church was so caring and concerned with the life of Paul. Paragraph 18b of pasl 4 said, "I am abundant, because I have received from Epaphroditus kirimanmu, a fragrant offering, a sacrifice well-pleasing to God." The letter did not stop until Paul's life has been abundant, so tekesan as if there will be poverty for every church to give, but that the apostle Paul to show that God will never let the people believe in poverty due to lack or have been taken and given to the work of God.

The Word of God as the quotation above, gives assurance that the promise of God to the children of God is clear, that He will meet all your needs will be realized in accordance with the riches and glory. Therefore, never ignore and neglect the work of God, because after all the work and ministry of God's ignored because people believe that losing weight to be given to the ministry and the Lord's work is not possible that the promise of God will meet your needs met.

So let us not neglect attention to the work and ministry of God. Maybe you have a lot of time, giving time for the Lord's brother or sister does not have the time, do the ministry and the work of God, but you are burdened to give you money. The Apostle Paul may have been there to do ministry because there brothers and sisters in Christ are loaded, they gave the Apostle Paul was not harmed.

Brother, loaded to the work of God will not make you poor, but instead the word of God was fulfilled in your life, that He will meet all your needs according to His riches and glory.

How about you? God will surely fulfill all your needs. Amen!

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Rabu, 24 Februari 2010

KAYA DALAM KEMURAHAN // RICH IN MERCY

"Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan." 2 Korintus 8:2

Sulit mungkin bagi akal kita menerima pernyataan firman Tuhan, seperti dikatakan dalam 2 Korintus 8:2 di atas. Bagaimana tidak, dalam keadaan menghadapi pergumulan berat dan pelbagai penderitaan , yang tentu ini sangat mengganggu kehidupan mereka, namun saat-saat seperti inilah justeru terpancar luapan sukacita. Anda bisa membayangkan, apa itu luapan?

Mungkin ilustrasi paling gampang, kalau kita memperhatikan air yang tumpah dari ember yang telah penuh, artinya ember itu tidak lagi mampu menampung air, sehingga yang ada adalah luapan air. Atau air kali yang meluap karena hujan deras, parit tidak sanggup lagi menampung air hujan itu sehingga yang terjadi, air meluap ke mana-mana.

Itulah gambaran sukacita yang yang dimiliki orang percaya di Makedonia, seperti yang disaksikan oleh Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Mereka penuh dengan sukacita, sukacita mereka meluap-luap. Mengapa? Apa rahasianya sehingga sukacita mereka bisa meluap-luap?

Jawabannya sederhana, yakni karena mereka tidak melalaikan firman Tuhan mengenai pelayanan kasih. Mereka memberi bagi pekerjaan Tuhan sekalipun mereka menderita dan miskin. Karena disinilah letak sukacita itu. Alkitab mengatakan adalah terlebih berbahagia memberi dari pada menerima. Kisah Rasul 20:35. Keadaan dan situasi yang menekan anak-anak Tuhan di Makedonia tidak mempengaruhi mereka untuk kehilangan kemurahan, tetapi justru tekanan, kemiskinan dan pelbagai penderitaan itu menjadikan mereka kaya dalam kemurahan.

Saudara, kita memang berbeda tempat dan waktu, namun prinsip kebenarannya sama bahwa mereka tidak melalaikan kehendak Tuhan yakni pelayanan kasih.

Bagaimana dengan anda, apakah ada luapan sukacita dan bahagia ketika memberi bagi pekerjaan Tuhan? Adakah saudara kaya dalam kemurahan? Amin!

*REFLECTION SERIES*

"How that in great trial of affiction the abundance of their joy and their deep poverty abounded unto the riches of their liberality." 2 Corinthians 8:2

Difficult as possible for our minds to accept the statement of God's word, as it says in 2 Corinthians 8:2 above. How not, in the face of different circumstances and suffering severe struggle, which of course very disturbing their lives, but moments like this just reflects elation. You can imagine, what the surge?

Perhaps the easiest illustration, if we assume the water that spilled from the bucket was full, which means that the bucket is no longer able to hold water, so there was a wave of water. Or water to overflow when heavy rains, sewers can no longer accommodate the rain water that has happened, the water flowing everywhere.

The picture was glad that the people believe in Macedonia, as witnessed by the Apostle Paul to the Corinthians. They are filled with joy, their joy overflowed. Why? What's the secret so that they can be ecstasy?

The answer is simple, that is because they do not ignore God's word about the service of love. They give to the Lord's work even though they suffer and the poor. Since this is the place joy it. The Bible says especially happy to give than to receive. The Acts 20:35. Conditions and stressful situations childs of God in Macedonia does not affect them for the loss of aid, but the pressure, poverty and much suffering that made them rich in mercy.

Brother, we place and different times, but the same principles of truth that they did not neglect the service of God's love.

How about you, whether there is a surge of joy and happiness when he gives to the work of God? Are you rich relatives to mercy? Amen!

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

TIDAK SEBANDING // NOT COMPARIBLE

"Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita." Roma 8:18

Sering sengaja atau tidak sengaja, terlontar dari mulut kita, "ah itu tidak sebanding dengan apa yang telah aku korbankan." Apa lagi bila kita dihadapkan dengan keuntungan atau kerugian, pasti lebih lagi kita akan bersungut dengan tidak karu-karuan.

Merupakan manusiawi bila kita membuat perbandingan dari setiap apa yang telah kita perbuat atau korbankan. Hal yang sama juga ditulis Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma, yakni dengan memberikan gambaran perbandingan kepada Jemaat bahwa mereka memang merasakan bagaimana penderitaan yang harus mereka hadapi karena beriman kepada Tuhan Yesus. Namun dengan ilham Roh, Rasul Paulus memberikan penjelasan, sekaligus penghiburan dan motivasi bahwa penderitaan yang dialami mereka tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang akan dinyatakan dan dirasakan nanti. Pendekatan yang dibuat Rasul Paulus persis dengan ungkapan yang sering keluar dari mulut kita.

Saudara, apapun pengalaman pahit atau penderitaan yang kita rasakan karena ketaatan dan kesetiaan mengiring Tuhan Yesus, itu semua tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan kita terima, ketika kita dijemput Tuhan Yesus bertemu dengan-Nya di angkasa. Ini janji Tuhan bagi kita orang percaya.

Sudahkah janji Tuhan ini, menguatkan saudara hidup menyenangkan Tuhan sekalipun cemoohan atau penderitaan? Amin!

*REFLECTION SERIES*

"For I reckon that the sufferings of this present time ar not worthy to be compared with the glory which shall be revealed in us." Romans 1:18

Often intentionally or unintentionally, our lips, "ah it was not comparable with what I give up." What more if we are faced with profit or loss, certainly more so we will sulk without gift'

Man is when we make a comparison of each of what we have done or sacrificed. The same was written Apostle Paul to the Romans, by providing a comparative picture of the Church that they did not feel the suffering that they must deal through faith in the Lord Jesus. But with the inspiration of the Holy Spirit, the Apostle Paul gives an explanation, and comfort and motivation that their sufferings are not worth the eternal glory which shall be revealed and feel later. The Apostle Paul's approach is made precise in terms that are often out of our mouths.

Brother, or the bitter experience of suffering that we feel because of obedience and loyalty mengiring Lord Jesus, can not be compared with the glory we will receive, when we met the Lord Jesus met him in space. This promise of God for us believers.

Is the promise of God, to strengthen civilian life pleasing to God even ridicule or suffering? Amen!

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Minggu, 21 Februari 2010

TRAGEDI ROHANI // SPIRITUAL TRAGEDY

"Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri." 2 Korintus 12:7

Penyimpangan paling berbahaya dalam kehidupan rohani adalah dosa kesombongan. Dosa ini adalah merupakan tragedi paling fatal yang dialami Lucifer. Dosa kesombongannya, yakni ingin meninggikan diri sama seperti Allah. (baca: Yesaya 14:12-14). Lucifer, Bintang Fajar, Malaikat kepercayaan Allah yang diberi keagungan, tetapi menyalahgunakan keagungannya. Dia jatuh dalam dosa yang sangat fatal, mau menyamai Sang Pencipta. Pada akhirnya, Allah harus membuang dia keluar dari kemuliaan sorgawi, dihukum dalam kekelaman murka Allah.

Rasul Paulus, memberi kesaksian mengenai pengalaman rohani yang luar biasa, yang dialaminya. Ia diberi wisata rohani oleh Allah, berkunjung dan menikmati alam sorgawi yang sangat luar biasa kemegahannya, sehingga membuat dia hampir terjerumus di dalam dosa kesombongan yakni meninggikan diri. Dan Allah harus menahannya dari kesalahan tersebut dengan memberi duri dalam dagingnya, melalui utusan Iblis supaya dia sadar dan tidak masuk dalam lobang kesalahan yang sama seperti Lucifer, meninggikan diri alias sombong.

Banyak anak Tuhan tidak menyadari bahkan tidak mau menyadari bahwa dirinya telah masuk dalam kesalahan dan dosa kesombongan. Coba kita amati keseharian hidup anak Tuhan, praktek hidupnya tidak lagi menunjukkan keteladanan atau kerendahan hati. Bahkan ada anak Tuhan, mentang-mentang telah diselamatkan, mengabaikan banyak rambu-rambu kehendak Allah, dengan merasa hebat, sok pintar, tinggi hati, sehingga meninggalkan kesan 'sombong rohani' meminjam istilah orang-orang dunia. Dan cara hidup anak Tuhan seperti ini berdampak pada rusaknya kesaksian hidup yang membuat anak Tuhan kehilangan respek dari orang-orang yang akan diinjili.

Untuk itu, firman Tuhan di atas mengingatkan kita, sebagai orang percaya agar dapat menguasai dan mengendalikan diri agar kita tidak terjerumus dalam dosa dan kesalahan yang sama seperti Lucifer, sombong dan ketinggian, sehingga kita benar-benar menjadi firman Allah yang hidup, dibaca banyak orang. Tidak diberi duri dalam daging untuk menahan kita dari kesalahan dan dosa kesombongan, meninggikan diri. Amin!

*REFLECTION SERIES*

"And lest I should be exalted above measure through the abundance of the revelations, there was given to me a thorn in the flesh, the messenger of Satan to buffet me, lest I should be exalted above measure." 2 Corinthians 12:7

Diversion of the most dangerous in the spiritual life is the sin of pride. This sin is the most fatal tragedy experienced by Lucifer. The sin of pride, which is to lift himself as God. (read: Isaiah 14:12-14). Lucifer, Morning Star, Angel was given the belief that the greatness of God, but the abuse of greatness. He fell in a very serious sin, want to imitate the Creator. In the end, God had to throw him out of the heavenly glory, was sentenced in the darkness of God's wrath.

The Apostle Paul, testified about the spiritual experience extraordinary, going through. He was given by God a spiritual tour, visit and enjoy the heavenly nature of extraordinary splendor, making it almost fell on the sin of pride that exalts himself. And God will be held from these mistakes by providing a thorn in the flesh, the messenger of Satan so that he was aware and not fall into the same hole as error Lucifer, aka exalts himself proudly.

Many children do not realize God will not even realize that he has entered in error and sin of pride. Let us look at everyday life children of God, the practice of his life is no longer displayed exemplary or humility. Even a child of God, has been saved, ignoring the many signs of God's will, to feel great, intelligent, high-heart, so that leaves the impression 'spiritual arrogance' to borrow a phrase from the people in the world. And God's way of life these kids have an impact on the destruction of a living witness to God's children lose respect from the people who will be evangelized.

For that, the word of God reminds us, as believers in order to dominate and control ourselves so that we do not fall into sin and the same mistake as Lucifer, proud and tall, so that we truly become the living word of God, read by many people. Not given a thorn in the flesh to keep us from error and sin of pride, exalts himself. Amen!

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Sabtu, 20 Februari 2010

TUJUAN BERIMAN // PURPOSE BELIEVERS

"Karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu." 1 Petrus 1:9

Apapun yang kita lakukan, pasti memiliki tujuan. Tak terkecuali beriman.

Anda mungkin pernah mendengar tentang manusia perahu , mereka adalah imigran gelap yang keluar dari negeri mereka dengan menggunakan perahu seadanya berlayar tanpa tujuan, karena negeri mereka di landa berbagai konflik sosial maupun politik. Mereka terombang-ambing di lautan lepas, dan dihempas arus laut, terdampar di Indonesia. Setelah ditanya apakah memang tujuan mereka Indonesia, jawaban mereka, "Indonesia bukan tujuan kami." Mereka berlayar tanpa tujuan dan kehilangan arah, sehingga ada diantara mereka meninggal karena kehabisan makanan.

Saudara, dapat kita bayangkan kalau perjalanan hidup kita ini tanpa tujuan seperti manusia perahu. Kita akan terombang-ambing dan kehilangan daya dan pada akhirnya kehilangan segalanya bahkan nyawa kita. Coba anda ikuti kesaksian para mantan pecandu, baik narkotika atau alkoholik. Pada umumnya kesaksian mereka adalah kehilangan tujuan hidup, sehingga narkotika dan barang-barang haram lainnya menjadi tempat pelarian. Hidup mereka kosong tanpa harapan.
Beriman juga demikian. Betapa berbahaya bila kita memiliki iman yang tanpa tujuan. Hidup kita akan berakhir sia-sia. Banyak orang memiliki iman, tetapi mereka tidak tahu kemana tujuan imannya. Jadi iman yang dimiliki banyak orang sekarang ini adalah iman tanpa tujuan. Dan ini adalah kesia-sian belaka.

Berbeda dengan kekristenan, anda dan saya ketika beriman pada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, ada tujuan jelas. Tujuannya yakni keselamatan jiwa. Dan tujuan itu pasti, bukan semoga, insyah Allah atau walahualam karena telah kita capai sebab yang kita imani adalah pemberi keselamatan itu sendir I yaitu Tuhan Yesus Kristus. (baca: Yohanes 14:6; Kisah para Rasul 4:12)

Jadi saudara, kita yang percaya Yesus bukan lagi orang yang diombang-ambing dalam pelayaran kehidupan tanpa tujuan seperti manusia perahu. Kita adalah orang percaya yang memiliki tujuan iman yang pasti yakni keselamatan jiwa alias pasti ke sorga.(baca: 1 Yoh. 5:13; Roma 8:1; 5:8-9)

Sudahkah iman saudara jelas tujuannya? Amin!

*REFLECTION SERIES*

"Receiving the end of your faith, even the salvation of your souls." 1 Peter 1:9

Whatever we do must have a goal exception not believe.

You may have heard about the boat people, they are illegal immigrants from their countries by using the emergency boat to sail without a destination, because of their country in an alkali solution of social or political conflicts. They were drifting out to sea, and slammed by the ocean currents, stranded in Indonesia. When asked whether Indonesia is their goal, they said, "Indonesia is not our goal." They sailed without losing direction and purpose, so that any of them died due to run out of food.

Brother, can you imagine if we lived this journey without a destination like a boat. We will vacillate and lose power and eventually lost everything, even our lives. Try to follow the testimony of former addicts, either drugs or alcohol. In general, the testimony they lost purpose in life, so that the goods unlawful drugs and other protection. Empty their lives without hope.

Trust in the same way. How dangerous if we have faith without purpose. Our lives will end in vain. Many people have faith, but they do not know where to aim his faith. So the faith that many people have today is faith without a purpose. And this is mere futility sian.

Unlike the Christians, you and I as believers in the Lord Jesus Christ as Savior, there is a clear purpose. The purpose of the salvation of souls. And the goal must be, not possible, insya Allah or walahualam because we have achieved because we are righteous of my savior, the Lord Jesus Christ. (read: John 14:6; Acts 4:12)

So brothers and sisters, we who believe in Jesus is no longer people who shipping back and forth in a life without purpose like the boat people. We are believers who have a definite goal of faith the salvation of souls would go to heaven. (Read: 1 Jhon 5:13, Romans 8:1; 5:8-9)

Brother, are you have faith clear objectives? Amen!

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Jumat, 19 Februari 2010

BERHARAP PADA YANG TIDAK MENGECEWAKAN // WHO DO NOT WISH TO DISAPPOINT

"Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia." Ratapan 3:25

Banyak orang kecewa dalam hidupnya karena harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Apalagi harapan itu digantungkan pada seseorang atau materi.

Tentu masih hangat ditelinga kita, slogan-slogan dan janji-janji ketika pendekar-pendekar politik beradu janji diajang kampanye untuk menarik simpati para pemilih. Namun, begitu kursi empuk sudah diduduki, slogan-slogan dan janji-janji tesebut hanyalah tinggal janji, para pemilih dilupakan. Harapan pemilih yang digantungkan kepada para pendekar politik tersebut, juga hanyalah tinggal harapan. Harapan yang berujung pada kekcewaan.

Oleh sebab itu, tidak heran terjadi berbagai demo, bahkan demo besar-besaran menagih janji tentang berbagai harapan masyarakat. Para pengamat, memberikan berbagai komentar diantarnya mengatakan bahwa demo-demo saat ini, merupakan cetusan akumulasi dari berbagai harapan masyarakat yang mengecewakan.

Saudara, banyak orang merasa dikecewakan karena mereka menggantungkan harapan mereka pada hal-hal yang sulit dijadikan tempat berharap. Seorang gadis kecewa berat bahkan putus asa dan menjadi frustasi gantung diri ketika cinta yang diharapkan pada pacarnya, pupus ditengah jalan. Seorang pendeta, rekan penulis pernah mengungkapkan berbagai kekecewaannya manakala dia berharap pada orang-orang yang dipikirnya pasti dapat membantu namun pada ujungnya harapan itu ternyata mengecewakan.

Sebagai anak Tuhan, kita berbeda dengan kebanyakan orang. Mengapa? Karena saudara dan saya adalah umat tebusan Allah, yang memiliki "sense of spiritual" kepekaan rohani. Nah, kita memiliki panduan yang luar biasa, yang mengarahkan kita pada tujuan yang tepat, sehingga kita terhindar dari kekecewaan yang berlebihan. Dan di saat-saat inilah kepekaan rohani itu diperlukan.

Firman Tuhan di atas, menasehati kita bahwa tidak ada tempat berharap yang lebih baik, selain berharap pada Tuhan, dan berharap pada Tuhan tidak pernah mengecewakan. Kita tidak hanya berharap pada Tuhan untuk hal-hal yang akan datang, tetapi untuk saat ini dan di dunia ini juga, harapan-harapan itu harus kita taruh di tangan Tuhan. Karena Tuhan itu baik untuk orang-orang yang berharap pada-Nya dan jiwa yang mencari Dia.

Saudara, masihkah kita berharap pada manusia dan materi yang tidak tentu juntrungannya, yang pada ujungnya mengecewakan? Jawabannya tentu tidak. Hanya kepada Tuhanlah kita berharap. Amin!

*REFLECTION SERIES*

"The LORD is good to thouse who wait for Him, to the soul who seeks Him." Lamentation 3:25

Many people are disappointed in life because they do not match expectations with reality. In addition, expectations that depend on the person or material.

Of course we are still warm on the ear, slogans and promises of political warriors clashed the arena campaign, promises to attract the sympathy of voters. However, once occupied the overstuffed chair, the slogans and promises only still promises, the voters ignored. Expectations of voters who hanged political soldiers, also lived hope. Hope to which disappointed.

Therefore, no wonder there are lots of demos, and even large-scale demonstration to collect the promise of hope. Analysts, provides various comment saying that the demo today, is the accumulation of different spark disappointing public expectations.

My brother, many people feel disappointed because they pinned their hopes on things that are difficult to be a place of hope. One girl even disappointed and desperate to hang himself in frustration when the expected love for his girlfriend, disappeared in the middle of the road. A priest, co-author had expressed disappointment when he hoped the people who he thought would help but at the end of a disappointing expectations.

As a child of God, we are different from most people. Why? Because my brother and the ransom is the people of God, who has a spiritual sensitivity. Well, we have an extraordinary guide, which brings us to the right destination, so we avoid excessive disappointment. And at this moment of spiritual sensitivity required.

Word of God above, we suggest that there is no better place of hope, but hope in God, and hope to God never fails. We do not just hope to God for the things that will come, but for now, and in this world, those expectations should we put in the hands of God. Because God is good for people who expect Him and the souls who seek him.

Brothers and sisters, we hope to still human and material that are not necessarily, which ultimately disappointing? The answer is of course not. Only God is our hope. Amen!

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Selasa, 16 Februari 2010

PERSEMBAHAN YANG BERKENAN // PLEASING OFFERINGS

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." Roma 12:1

Persembahan diambil dari kata dasar sembah yang dibubuhi awalan per dan akhiran an, untuk semakin memperkuat makna yang dikandung dari kata tersebut. Ini mengartikan bahwa persembahan hanya dapat diberikan dan dilakukan untuk suatu pemujaan terhadap kuasa besar yang ada di luar kemampuan diri kita atau diri orang lain.

Biasanya bagi orang bukan kristen, mereka akan melakukan pemujaan terhadap suatu kuasa yang diyakini mampu melepaskan atau memberi keuntungan bagi mereka, dan ini mereka lakukan secara total, bila perlu nyawa taruhannya. Biasanya yang menjadi tumbal adalah anak, saudara atau kawan mereka sebagai sesembahan bagi suatu kuasa yang dipercayai mampu membantu atau mengganggu kehidupan mereka.

Berbeda dengan kita orang Kristen, persembahan yang kita lakukan hanya kepada Allah di dalam Kristus Yesus, karena hanya Dia yang layak menerima persembahan kita. Nah, persembahan yang bagaimanakah yang Allah ingin kita berikan kepada-Nya?

Alkitab memberi tahu persembahan yang harus kita berikan kepada Allah dan ini mutlak, tidak bisa tidak, yakni persembahan Tubuh kita. Mengapa tubuh kita? Ada tiga alasan, yaitu: pertama, tubuh merupakan persembahan yang hidup; kedua, tubuh merupakan persembahan yang kudus; ketiga, tubuh merupakan persembahan yang disukai atau berkenan kepada Allah. Dan ini adalah persyaratan dari ibadah kita yang sejati, dihadapan Allah. Tidak ada lain.

Untuk itu, marilah kita mempersembahkan totalitas dari hidup kita: waktu, tenaga, uang dan kesenangan. Namun tidak mengabaikan aspek-aspek sosial. Sebagai persembahan kita kepada Allah, karena Tuhan Yesus telah lebih dahulu berkorban mempersembahkan diri-Nya untuk pengampunan dosa dan keselamatan diri kita dari ancaman maut, lautan api. Amin!

*REFLECTION SERIES*

"I beseesch you therefore, brethren, by the mercies of God, that ye present your bodies a living sacrifice, holy, acceptable unto God, which is your reasonable service." Romans 12:1

Offering taken from the bottom of worship, mixed with the prefix and suffix from, to further strengthen the conception of the meaning of the word. This means that the offering can only be given and taken to a cult of power outside of ourselves or others.

Usually people are not Christians, they will do the worship of power that is believed capable of releasing or provide benefits for them, and they do so in total, if necessary, the lives at stake. Antidote are usually children, relatives or their friends as the god of strength which is believed to help or interfere with their lives.

Unlike the Christians we are, offering what we do is only to God in Christ Jesus, because only He is worthy to receive offerings. Well, God offers how we intend to give?

The Bible tells us to offer to give to God and is absolute, can not, namely the offering of our bodies. Why do our bodies? There are three reasons, namely: first, the body is a living sacrifice, second, the body is holy; third, the body is a choice or pleasing offering to God. And this is a requirement of true worship, in the presence of God. There are others.

For that, let us present the totality of our lives: time, energy, money and pleasure. But do not ignore the social aspects. As our offerings to God, because the Lord Jesus before offering to sacrifice himself for the forgiveness of sins and our salvation from the threat of death, the lake of fire. Amen!

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Jumat, 12 Februari 2010

ALLAH KITA KAYA // GOD WE ARE RICH

"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." Filipi 4:19

Banyak kali dalam kehidupan ini, kita selalu dipengaruhi oleh pemikiran yang membawa kita pada pilihan-pilihan agar tidak bertindak dan melangkah seturut dengan janji Tuhan.

Kisah ini mungkin dapat meneguhkan keyakinan kita bahwa janji Tuhan selalu ya dan pasti.

Konon seorang nenek tua dan buta, hidup terlunta-lunta didera kemiskinan yang dirasakannya setelah suaminya meninggalkan dia untuk selama-lamanya. Nenek ini hidup sebatang kara, tidak memiliki sanak saudara. Dan dalam kesendiriannya nenek ini mengalami jatuh sakit pula. Beruntung ada seorang yang berbaik hati, mau merawat dan menjaga nenek ini. Sampai pada suatu waktu nenek ini sembuh dari sakitnya.

Dan mulailah nenek ini, berkisah tentang hidupnya, pada orang yang telah merawatnya, dengan berkata bahwa suaminya ketika mati hanya meninggalkan selembar kertas dan berpesan agar menyimpan kertas itu dengan sebaik-baiknya, karena di atas kertas itulah tertulis kekayaan mereka. Namun, nenek itu melanjutkan bahwa kertas itu hanya disimpan begitu saja tanpa mau tahu dan percaya isinya.

Kemudian kertas itu diserahkan kepada orang yang telah merawatnya dan betapa terkejutnya orang itu, ketika membaca isinya, ternyata nenek tua itu adalah orang yang sangat kaya-raya.

Saudara, tidak sedikit anak Tuhan seperti nenek tua dalam kisah di atas. Alkitab firman Tuhan telah menulis bahwa Allah akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemulian-Nya tetapi terkadang kita tidak meyakini janji itu, bahkan Alkitab yang berisi janji firman Tuhan tersebut kita simpan dan tidak membaca serta tidak pernah mau tahu isinya. Sehingga kita terus merasa miskin.

Oleh sebab itu sekaranglah saatnya, apabila ada diantara saudara yang tidak pernah membaca janji Tuhan atau pernah tapi tidak meyakini. Bertindaklah saat ini, yakinilah bahwa Tuhan akan memenuhi segala keperluanmu sesuai dengan kekayaan dan kemuliaan-Nya, karena Allah kita kaya dan janji-Nya ya dan pasti. Amin.

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Rabu, 03 Februari 2010

TANPA MENGHIRAUKAN NYAWA

"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil Kasih Karunia Allah." Kisah Rasul 20:24

Kita tentu pernah menyaksikan olah raga tinju, bahkan mungkin pernah ikut latihan dan sangat menyenangi olah raga ini. Sehigga setiap kali ada tayangan atau pertarungan tinju kita pasti menyaksikannya. apalagi kalau yang bertinju adalah petinju-petinju kelas berat dunia, semisal Mike Tyson atau petinju legendaris Muhamad Ali, tentu kita tidak akan membiarkan tayangan ini berlalu begitu saja tanpa kita saksikan.

Apa sebenarnya yang menarik dari olah raga tinju? atau pelajaran apa yang dapat kita ambil dari olah raga bertinju ini? Sebenarnya ada banyak hal menarik yang dapat kita jadikan pelajaran dari olah raga tinju ini, diantaranya, yakni: 1) Semangat bertarung; 2) Disiplin berlatih; 3). Taruhannya adalah nyawa; 4). hadiah dan upahnya bergengsi, sampai jutaan dolar AS.

Begitu juga sesungguhnya dengan kita orang percaya, ibarat petinju kita seharusnya terus-menerus bersemangat melayani Tuhan, disiplin menggunakan waktu yang Tuhan berikan dalam melayani-Nya, dan tidak menghiraukan sekalipun nyawa kita demi pelayanan, karena kita tahu, apa yag disediakan Tuhan Yesus bagi kita di sorga, yakni upah abadi dan sangat bergengsi yang tidak akan dimakan ngengat dan karat.

Kalau petinju, mati-matian bertarung hanya untuk sebuah gengsi sesaat, bagaimana dengan kita anak Tuhan? Sudahkah saudara bertarung mati-matian dengan cara bersaksi tentang kabar sukacita Injil Kasih Karunia Allah pada orang-orang yang belum sama sekali mendengar? Bila belum, sekaranglah saatnya, Rasul Paulus dengan gamblang mengatakan, sekalipun nyawanya taruhannya, dia harus menyelesaikan tugas yang dipercayakan Tuhan Yesus kepadanya memberi kesakian tentang Injil Kasih Karunia (Kisah 20:4). Bagaimana dengan Anda? Undanglah sahabat-sahabat anda, kabarkan Injil Kasih Karunia Allah. Amin!

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY