JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)

RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN

RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label "Komunitas Kristen Indonesia". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "Komunitas Kristen Indonesia". Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Maret 2010

Kesaksian Dari BalikPapan.

oleh : Muhammad Abdullah Harianto March 23 at 9:39am

Ini adalah Kesaksian dari Balikpapan, diberikan oleh Sdr. Muhammad Abdulla Harianto.
group ex Kedar dan Nebayot.

Saya dibesarkan oleh Kakek dan Nenek yang berpindah-pindah dari Jawa ke Sumatera dan akhirnya tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur. Saya masuk SD di sana dan diberi pelajaran agama Islam sampai semester akhir kelas VI.

Setiap hari sesudah pulang dan habis makan saya selalu pergi ke Mesjid untuk mempelajari agama Islam. Juga pada sore hari sebab saya ingin sekali keselamatan itu baik dalam hidup ini terlebih setelah meninggal dunia. Karena saya begitu rajin maka seringkali di sekolah saya menjadi contoh membaca doa dan cara sembahyang untuk teman-teman sekelas. Saya juga selalu pergi ke Mesjid belajar agama dan melakukan sembahyang lima waktu jum'atan tetapi dalam diri saya tidak pernah tumbuh belas kasihan terhadap sesama bahkan saya dibenci oleh tetangga karena menjadi biang-keladi anak-anak nakal.

Kerinduan mempelajari Injil

Saya mulai sangat benci terhadap orang-orang Kristen, bahkan di Mesjid saya berjanji (sumpah) demi Nama Allah, Nabi Muhammad, dan isi alam semesta, saya tidak akan meninggalkan ajaran Islam. Saya mulai membenci gambar Isa [Yesus]. Dalam puncak kebencian inilah setiap saya menemukan gambar Isa saya cungkil matanya sehingga gambar Isa itu menjadi buta.

Pada suatu sore saya tidak pergi ke Mesjid, dan saat-saat termenung saya mendengar nyanyian-nyanyian orang Kristen dari tetangga yang satu-satunya orang Kristen di tempat itu. Karena puji-pujian itu, timbul dalam hati saya suatu kerinduan untuk mempelajari Injil. Ternyata dalam Injil itu juga menawarkan keselamatan baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. Tanpa malu-malu saya datang pada tetangga untuk meminjam buku-buku Kristen dan juga Alkitab. Saya makin dipengaruhi oleh isi Alkitab sehingga selama dua tahun saya berusaha mengikuti baik agama Islam maupun agama Kristen. Akhirnya, sesudah lama mempertimbangkan kedua-duanya, saya mengambil keputusan untuk menjadi pengikut Isa Al-Masih.

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri." (Injil, Surat Efesus 2:8-9) .

Kiranya menjadi berkat..

Raja Dan Tuhan Yesus Memberkati.

Minggu, 14 Maret 2010

Anugerah (part2)

FILIPI 2 : 5 - 11
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam KRISTUS YESUS, yang walaupun dalam rupa ALLAH, tidak menganggap kesetaraan dengan ALLAH itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan Diri-NYA sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, IA telah merendahkan Diri-Nya dan taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya ALLAH sangat meninggikan DIA dan mengaruniakan kepada-NYA, nama diatas segala nama, supaya dalam nama YESUS, bertekuk lutut segala yang ada dilangit dan yang ada diatas bumi dan yang ada dibawah bumi dan segala lidah mengaku "YESUS KRISTUS adalah TUHAN, bagi kemuliaan ALLAH, BAPA!

Salah satu kunci penting untuk memahami augerah dengan benar adalah mengerti bahwa letak anugerah itu terdapat pada kesediaan ALLAH menjadi manusia. Tidakkah tindakan ini adalah tindakan yang luar biasa? Kesediaan ALLAH menjadi manusia tidak dapat kita mengerti tetapi dapat kita percaya. Dalam hal inilah diperlukan iman untuk menerima bahwa keselamatan itu adalah anugerah ALLAH, karena untuk menyelamatkan manusia, ALLAH telah bersedia menjadi manusia. Kejadian ini dahsyat, Anak ALLAH bersedia meninggalkan kemuliaan, merendahkan Diri-NYA, mati di kayu salib dengan penghinaan yang menyakitkan, semua diterima-NYA, sekalipun IA adalah ALLAH yang telah bersama dengan BAPA didalam kekekalan dan kemuliaan FILIPI 2 : 7 - 8, YOH. 1 : 1, 12 - 14.

Kedatangan-NYA didunia merupakan kejadian yang sangat luar biasa, dalam keberadaan TUHAN YESUS KRISTUS. Kita tidak tahu seperti apa tubuh yang dikenakan-NYA sebelum turun ke bumi. Yang kita ketahui dan kita percayai adalah IA mengenakan tubuh fana manusia, lahir sebagai bayi di kandang binatang, tumbuh besar dalam asuhan orangtuanya dan setelah menyelesaikan tugas kemesiasan-NYA, IA kembali kesurga dengan tubuh yang sama seperti yang dikenakan-NYA dibumi (setelah dipermuliakan), dengan bekas lubang paku ditangan dan kaki-NYA dan bekas tombak dilambung-NYA (YOH. 20 : 26 - 31). Luka itu menjadi kenangan abadi sekaligus bukti kasih-NYA kepada manusia.

Ketika manjadi manusia, YESUS benar2 telah mengosongkan Diri-NYA (dlm bahasa aslinya di tuliskan "kenosis" - Filipi 2 : 6) Harus dicatat bahwa sebagai bayi kecil yang tidak berdaya menunjukkan bahwa IA benar2 meninggalkan kesadaran-NYA yang Maha Sempurna sebagai pribadi ALLAH yang Maha tinggi. Sebagai manusia seperti kita, IA harus bertumbuh dewasa dan belajar menyadari keberadaan-NYA sebagai utusan BAPA. IA harus belajar (bergumul) untuk taat kepada BAPA di surga (IBRANI 5 : 8; ""Dan sekalipun IA adalah Anak, IA telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-NYA,) Bahkan IA juga diperhadapkan dengan potensi untuk berbuat salah (Matius 4 : 1 - 11). Bayangkan seandainya YESUS gagal mengemban tugas menjadi Mesias, IA tidak akan pernah kembali ke surga.

Sebagai mahkluk fana, di dunia ini YESUS juga rentan terhadap bahaya dan ancaman mengerikan dari orang2 disekitar-NYA yang tidak menyukai pengajaran-NYA (Ahli Taurat, Imam2 kepala, orang Farisi dan orang Saduki) yang notabene adalah tokoh2 agama pada zaman itu yang sangat ditakuti dan dihormati oleh masayarakat yahudi pada waktu itu, lalu masih ada pemerintah Romawi yang menjajah bangsa Israel saat itu. Semua merupakan ancaman dalam pelayanan-NYA selama dibumi. Tidak dapat disangkal pula, bahwa sebagai manusia, IA pernah berdoa dalam kegentaran (ketakutan) yang luar biasa dan menyampaikan permohonan "ya BAPA-KU, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripada-KU...." (Matius 26 : 36 - 42). Kalau doa itu dikabulkan BAPA, maka tidak akan pernah ada korban penebusan dosa, maka BAPA tidak mengabulkan permohonan YESUS. BAPA tetap memerintahkan YESUS untuk meminum cawan penderitaan itu, demi keselamatan umat manusia.

Jadi sesungguhnya inilah "Anugerah" itu, yaitu kesediaan ALLAH menjadi manusia, mengosongkan Diri-NYA menjadi seorang hamba dan merelakan Diri-NYA menjadi korban penebus dosa, inilah anugerah yang tiada bandingnya itu. Inilah pemberian cuma2 dari ALLAH, yang diberikan-NYA sama sekali bukan karena usaha atau kebaikan manusia, melainkan karena kasih karunia-NYA.

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Anugerah (part 1)

EFESUS 2 : 8 - 10 "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian ALLAH, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan ALLAH, diciptakan dalam KRISTUS YESUS untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan ALLAH sebelumnya. IA mau, supaya kita hidup didalamnya.

Dari banyak kata yang sering muncul dikalangan orang kristen, kata "Anugerah" adalah salah satunya. Dalam bahasa Ibrani "anugerah" disebut "khen", dan dalam bahasa Yunani disebut "kharis". Dua kata ini memiliki kesamaan pengertian, yaitu "pemberian atau perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang yang berkedudukan tinggi kepada orang yang levelnya lebih rendah" . Kata "khen" dan "kharis" juga berarti "sebuah pemberian yang diberikan tanpa melihat kepantasan si penerima pemberian tersebut" yang juga berarti "pemberian yang memiliki nilai tinggi dan sangat dibutuhkan". Kata "anugerah" sama juga pengertian nya dengan kata "kasih karunia" atau "rahmat" yang ditulis dalam Efesus 2 : 8.

Untuk dapat menerima anugerah TUHAN dengan benar, maka kita harus mengerti dimana letak anugerah dalam keselamatan yang TUHAN berikan kepada kita. Apakah terletak pada cara kita menerima keselamatan? Atau, apakah anugerah itu terletak pada nilai keselamatan itu sendiri, yaitu kesediaan ALLAH menjadi manusia? Atau, apakah nilai anugerah terletak pada kedua2nya?

Doktrin keselamatan hanya oleh anugerah (bahasa Inggris; only by grace, Latin; sola gratia) terambil dari EFESUS 2 : 8 - 9. Teks ini lebih populer dikalangan gereja2 yang menekankan kemutlakan kedaulatan ALLAH dalam menentukan keselamatan atas setiap individu. Sayangnya kelompok ini tidak jarang memberikan penekanan yang tidak pada proporsinya terhadap proses penyelamatan umat manusia. Dikatakan untuk menerima keselamatan, manusia tidak perlu berbuat apa2, yang penting mengaku dengan mulut, percaya dengan hati, lalu sudah selamat. Dikesankan bahwa sekalipun seorang manusia bertindak pasif, tidak melakukan sesuatu yang benar dihadapan ALLAH setelah menerima keselamatan itu, asalkan dia orang yang terpilih, maka dia akan tetap selamat. Padahal dalam Perjanjian Baru (INJIL) sesuai yang telah diajarkan TUHAN YESUS, tidak ada satupun ayat yang menyatakan bahwa cara menyambut keselamatan juga bernilai anugerah.

LUKAS 13 : 23 - 24, "Dan ada seorang yang berkata kepada-NYA; "TUHAN, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?". Jawab YESUS kepada orang2 disitu; "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab AKU berkata kepadamu; Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat".

Jadi tetap harus ada perjuangan, ada usaha, ada barter yang harus kita lakukan dalam merespons keselamatan yang sudah TUHAN berikan karena kasih karunia_NYA itu (barter = menukar kehidupan lama kita, dengan hidup yang baru yang TUHAN inginkan) - ROMA 12 : 1 - 2, 2 Korintus 5 : 17, Galatia 5 : 24.
Manusia harus secara aktif menyambut keselamatan itu melaui iman (Efesus 2 : 8), dan iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2 : 26).

Kata2 "bukan hasil usahamu, tetapi pemberian ALLAH... bukan hasil pekerjaanmu" kalau tidak dimengerti dengan benar, bisa membangkitakan suatu kesan bahwa perbuatan baik yang harus dilakukan dalam menyambut keselamatan itu, tidak diperlukan. Bahkan membangun kecurigaan, seolah2 perbuatan baik dalam kekristenan dapat menjadi ancaman dan bisa merusak doktrin keselamatan sola gratia (only by grace). Seharusnya setiap individu menyambut dan menerima anugerah itu secara aktif, sehingga perbuatan baik yang dilakukan sejalan dengan dengan sola gratia (Efesus 2 : 10; "Karena kita ini buatan ALLAH, diciptakan dalam KRISTUS YESUS untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan ALLAH sebelumnya. IA mau, supaya kita hidup didalamnya."Tetap harus ada perbuatan baik yang dilakukan, karena itu telah dipersiapkan ALLAH sebelumnya. Marilah kita memahami doktin keselamatan ini dengan benar, sehingga kita dapat menerima keselamatan secara maksimal.


Nilai keselamatan itu adalah Anugerah
Tetapi cara menerima keselamatan bukan anugerah, melainkan
melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan ALLAH sebelumnya.

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Selasa, 09 Maret 2010

Kesaksian Putra Ketua HAMAS Murtad---->Masuk Kristen.

Sejenak sebelum makan malam, Mosab, anak dari ketua Hamas di Tepi Barat yakni Sheikh Hassan Yousef, memandang pada temannya yang menemaninya makan di restoran tempat mereka bertemu. Mereka membisikkan beberapa patah kata dan lalu mengucapkan doa syukur, berterima kasih pada Tuhan dan Yesus karena menyediakan makanan di piring2 mereka.

Dibutuhkan beberapa detik untuk mencerna pemandangan ini: anak dari ketua Hamas yang merupakan tokoh terkenal dari organisasi Islam ekstrimis, seorang pemuda yang membantu bapaknya selama bertahun-tahun dalam aktivitas politiknya, sekarang malah murtad dan jadi Kristen. “Sekarang aku bernama Joseph,” katanya.
Masab tahu bahwa dia tidak punya banyak harapan kembali ke tanah suci di dalam hidupnya sekarang.

“Aku tahu kok aku membahayakan nyawaku dan bahkan kemungkinan besar aku kehilangan ayahku, tapi aku berharap dia akan mengerti hal ini dan Tuhan akan memberi dirinya dan keluargaku kesabaran dan kemauan untuk membuka mata mereka pada Yesus dan Kristen. Mungkin suatu hari nanti aku bisa kembali ke Palestina dan juga ke Ramallah bersama Yesus, di Kerajaan Tuhan.”

Dia juga tidak menutupi rasa cintanya pada Israel, atau kebenciannya akan semua hal yang mewakili lingkungan di mana dia dibesarkan: negaranya, agamanya, organisasinya.

”Kirim salam ya kepada Israel, aku rindu padanya. Aku menghormati Israel dan mengagumi negara itu,” katanya.

”Kalian para Yahudi harus waspada: Kalian tidak akan, tidak akan pernah bisa berdamai dengan Hamas. Islam, ideologi yang mereka anut itu, tidak memperbolehkan mereka mengalami perdamaian dengan kaum Yahudi. Mereka percaya pada hadis yang mengatakan Nabi Muhammad berperang melawan Yahudi sehingga mereka pun harus melanjutkan peperangan itu sampai mati.”

Apakah ini sebabnya para Muslim melakukan serangan bunuh diri?

”Lebih dari sekedar itu sih. Seluruh masyarakat memuliakan kematian dan teroris bunuh diri. Di dalam budaya Palestina, teroris bunuh diri jadi pahlawan syahid. Para Sheikh mengajarkan pada murid2nya tentang ‘kepahlawanan dalam syahid’.”

Meskipun banyak kritik datang dari tempat asalnya, California yang sekarang jadi tempat tinggalnya, tidak dapat menghilangkan kerinduan hatinya.

”Aku rindu Ramallah,” katanya. “Orang2 yang berpikiran terbuka… Aku terutama merindukan ibuku, saudara2 laki dan perempuanku, tapi aku tahu bahwa akan sulit sekali bagiku kembali ke Ramallah saat ini.”

Menikmati kehidupan barunya di California, USA, Yousef junior sadar betul akan dampak wawancaranya ini. Bukan hanya ia akan menyinggung perasaaan keluarganya, ia kini ragu bisa pulang kembali ke Ramallah. “Saya tahu saya me,pertaruhkan nyawa saya dan jelas akan kehilangan ayah saya. Tapi saya harap ia akan mengerti ini dan Tuhan akan memberikan dirinya dan seluruh keluarga saya kesabaran dan keinginan utk membuka mata mereka bagi Yesus dan agama Kristen.”

Selengkapnya:
http://beritamuslim.wordpress.com/2009/12/18/putra-ketua-hamas-murtad/#more-734.

MENGAPA NABIULAH(MUHAMMAD S.A.W.) DISALAWATKAN?.

Ya Tuhanku,Tertipu aku.

Setiap umat muslim pasti disuruh memanjatkan Salawat Nabi.Permohonan agar sejahtera ilahi dilimpahkan kepada Muhammad.Itu sebabnya Muhammad bergelar s.a.w(S.A.W.dalam bahasa Inggris:"PBUH",Peace and Blessings Be Upon Him;kedamaian dan kesejahteraan kiranya memenuhi Muhammad(yang sudah almarhum).Jadi masih harus dimohonkan damai sejahtera bagi Muhammad.

Jika Nabiullah sudah di surga,sumbar damai sejahtera,tentu tidak perlu gelar s.a.w.itu.Berarti Muhammad sampai saat ini(masih disalawatkan)belum bergabung dengan sorga kekal!Berbeda sekali halnya dengan Yesus/Isa a.s.(alaihi salam,berarti sudah selamat!)Ahlul Sorga 'Isa/Yesus itu!

Rupanya ,menjelang ajal,Muhammada sadar bahwa dia akan menuju neraka!(Hadits mencatat banyak perbuatan jahat yang Muhammad lakukan).Apalagi Muhammad sendiri telah lafazkan ayat dari Surat Maryam(19):71.Dan tidak ada seorang pun dari padamu,melainkan mendatangi neraka itu.Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

___________________________________________________________________

Muhammad menemui ajalnya akibat diracuni oleh seorang perempuan Yahudi.Yahudi dendam kepada Muhammad,karena pernah,dalam suatu hari,dengan tangannya sendiri,Muhammad memenggal kepala 700- orang Yahudi yang lebih dahulu diikat dan diselubungi kepalanya,tanpa belas kasihan!
Racun itu sudah mengazab Muhammad menjelang ajalnya,maka Muhammad sadar akan dahsyatnay azab neraka.Mengizsyafi bahwa dirinya akan memasuki neraka maka Muhammad meminta umatnya men-salawati dia!
_____________________________________________________________________

Namun Muhammad masih berharap diselamatkan melalui salawat umatnya.Maka Muhammad meminta agar para sahabat dan pengikutnya bersalawat bagi dirinya.

Sobat yang kami kasihi,mohon maaf jika Saudara tergoncang oleh penyampaian kebenaran ini.Walaupun kebenaran tadi tidak dapat disangkali,ada saja Pembaca yang beringas,menyatakan 'darah penulis halal untuk ditumpahkan.Penulis rela memikul resiko sedemikian karena KASIH,semoga banyak Pembaca yang disadarkan,lalu keluar dari tipuan sihir Jin Arab,menerima kebenaran sorgawi.Bukankah Yesus(Muhammad sebut"Almasih:Isa) juga dimusuhi karena kebenaran-Nya?.

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Rabu, 03 Maret 2010

Apa yang harus dilakukan ketika mengalami masalah berat?

Kisah Rasul 28:1-6

Rasul Paulus adalah hamba Tuhan yang luar biasa dan diurapi,berpendidikan,berdedikasi,tetapi dia sering menghadapi masalah:
-Ditangkap
-masuk tahanan.
-hingga menjadi martir.

Ketika kapal karam(ketika masalah berat) yang harus dilakukan:

1.Menepi ke tempat yang aman.
(Yesus adalah sumber jawaban dan pertolongan kita yang benar)

2.Mengumpulkan ranting agar api menyala untuk kehangatan bersama(Kerjasama).Untuk meyalakan api Kebangunan Rohani adalah tugas bersama dan hanya dapat terjadi jika ada kesatuan(Unity).

3.Menambahkan ranting agar api tetap menyala dan semakin besar.
(sama dengan untuk menjaga tetap dalam pengurapan kita perlu bekerja ekstra).

Pengurapan mematahkan segala kutuk dan membuang segala beban yang berlebihan.

Ular beludak tidak tahan panas api dan menggigit Rasul Paulus supaya :mati,tetapi rasul Paulus mendemonstrasikan kuasa Tuhan dan tetap hidup.(sama dengan Iblis tidak tahan terhadapa api Kebangunan Rohani dan berusaha menyerang kita-tapi kita perlu mendemonstrasikan kuasa Tuhan yang besar melalui kehidupan kita)

3(tiga)tipe orang datang ke gereja:

1.Datang ke gereja-membawa minyak(dengan doa dan persiapan)
2.Datang ke gereja-membawa air(memadamkan api)
3.Datang ke gereja-tidak membawa minyak maupun air(Jadi pengamat).

Tipe yang manakah kita?

Tuhan Yesus memberkati.

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Selasa, 23 Februari 2010

Renungan Keluarga I Raja-Raja (1).

“Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya… Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuanNya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kau lakukan dan dalam segala yang kautuju, dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkanNya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup dihadapanKu dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel “ [ I Raja-Raja 2:1, 3-4 ].

Daud adalah seorang yang mendapatkan janji Allah. JanjiNya kepada Daud adalah, “Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan aku akan mengokohkan kerajaannya “ (II Samuel 7:12). Tuhan berjanji bahwa kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya, dan ini berarti kerajaan Daud tidak akan berhenti generasi demi generasi. Keturunan Daud akan terus menerus mendapat kasih karunia untuk memerintah. Inilah janji Tuhan, dan juga berkatNya bagi Daud serta keturunannya atau keluarganya.

Walaupun janji Allah bagi Daud dan keluarganya terjadi karena pilihanNya, dan merupakan kasih karunia, namun setelah kasih karunia itu datang kedalam kehidupan Daud, maka ada bagian yang harus Daud lakukan agar Allah dapat menggenapi janjiNya. Pada ayat kita diatas, bagian yang harus Daud lakukan adalah mengingatkan anaknya untuk tetap hidup dihadapan Tuhan dengan setia, dan dengan menuruti apa yang sudah tertulis dalam hukum Musa.

Kita tahu bahwa janji Tuhan kepada Daud tergenapi didalam dan melalui kerajaan Salomo, anak kandungnya. Kerajaan Salomo sangat kokoh (I Raja-Raja 2: 46). Walaupun memang Salomo jatuh dalam penyembahan berhala, tetapi oleh karena Daud, Tuhan tidak mengoyakkan kerajaan Salomo (I Raja-Raja 11). Pada dasarnya, Daud berhasil menjalankan perannya sebagai bapa, sehingga janji Tuhan kepadanya dapat digenapi.

Apa yang menyebabkan Daud berhasil menjalankan perannya sebagai bapa, sehingga janji Tuhan digenapi ? Daud bukanlah seorang bapa yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Sebenarnya, cerita tentang kelahiran Salomo dimulai dari kesalahan Daud karena mengambil isteri orang lain. Tetapi Tuhan mengampuni dan memulihkan kehidupan Daud sebagai seorang bapa. Kami percaya bahwa salah satu penyebab utama keberhasilan Daud dalam menjalankan perannya sebagai bapa bagi Salomo adalah kecintaannya terhadap Taurat Tuhan.

Dalam seluruh mazmurnya, kita dapat merasakan betapa Daud mencintai Taurat Tuhan. Daud merenungkannya siang dan malam. Daud banyak menghabiskan waktunya berurusan dengan Taurat Tuhan. Itu sebabnya pesan Daud kepada anaknya sebelum kematiannya sangat berkaitan dengan, “… yang tertulis dalam hukum Musa “.

Bagaimana dengan para bapa saat ini ? Apakah kita begitu mencintai firman Tuhan ? Apakah kita banyak menghabiskan waktu kita mempelajari firmanNya ? Apakah kita melakukan banyak meditasi firman dalam kehidupan doa kita ? Tuhan tidak menuntut kesempurnaan kita sebagai seorang bapa, tetapi memang Tuhan meminta kita untuk sungguh-sungguh mencintai firmanNya, agar janjiNya bagi kita dapat digenapi.

Gema Sion Ministry.

Senin, 01 Februari 2010

PERSEMBAHAN BUAH SULUNG.(GOD BLESS YOU)

MEMBAWA BUAH SULUNG KE TEMPAT KUDUS.

* Keluaran 23:19
"Yang terbaik dari buah bungaran hasil tanahmu haruslah kaubawa ke dalam rumah TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam susu induknya.


MITSVOT ke-560:
MEMBACA BAGIAN TENTANG PERSEMBAHAN BUAH SULUNG

* Ulangan 26:5-10
26:5 Kemudian engkau harus menyatakan di hadapan TUHAN, Allahmu, demikian: Bapaku dahulu seorang Aram, seorang pengembara. Ia pergi ke Mesir dengan sedikit orang saja dan tinggal di sana sebagai orang asing, tetapi di sana ia menjadi suatu bangsa yang besar, kuat dan banyak jumlahnya.
26:6 Ketika orang Mesir menganiaya dan menindas kami dan menyuruh kami melakukan pekerjaan yang berat,
26:7 maka kami berseru kepada TUHAN, Allah nenek moyang kami, lalu TUHAN mendengar suara kami dan melihat kesengsaraan dan kesukaran kami dan penindasan terhadap kami.
26:8 Lalu TUHAN membawa kami keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung, dengan kedahsyatan yang besar dan dengan tanda-tanda serta mujizat-mujizat.
26:9 Ia membawa kami ke tempat ini, dan memberikan kepada kami negeri ini, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
26:10 Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dari bumi yang telah Kauberikan kepadaku, ya TUHAN. Kemudian engkau harus meletakkannya di hadapan TUHAN, Allahmu; engkau harus sujud di hadapan TUHAN, Allahmu.
Immanuel(Tuhan Beserta Kita).

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Rabu, 27 Januari 2010

Melompat ke Bulan

Roma 3:21-26


Dalam olahraga lompat tinggi, atlet yang berhasil melompat setinggi 6 meter dapat merasa lebih baik daripada mereka yang hanya bisa melompat setinggi 5 meter. Namun, betapa bodoh kalau ia lalu berpikir ia lebih mampu untuk melompat ke bulan daripada orang lain! Namun, bagaimana kalau diadakan lomba melompat ke bulan tanpa menggunakan alat? Ada yang lebih baik daripada orang lain? Tidak ada!


Dalam hal dosa, kita cenderung membandingkan diri dengan orang lain seperti dalam olahraga lompat tinggi. Kita menggunakan standar penilaian kurva normal. "Orang kudus" dan "orang jahat" itu sama-sama minoritas, mayoritas adalah "orang baik-baik"-dan kita merasa aman tergolong dalam mayoritas itu.


Sungguh keliru! Alkitab menyatakan semua orang sudah berdosa (ayat 23). Tolok ukurnya bukan taraf kebaikan kita masing-masing-manusia tidak sedang bertanding lompat tinggi dengan sesamanya. Standarnya adalah kemuliaan Allah Yang Mahakudus dan Sempurna-itu seperti lomba melompat ke bulan! Di hadapan standar ini, tidak ada satu orang pun yang memenuhi syarat. Semuanya gagal. Hanya oleh anugerah Allah-"pesawat ruang angkasa rohani", kita mampu mengatasi gravitasi dosa dan terbang ke bulan.


Masa prapaskah menyediakan kesempatan khusus untuk merenungkan kembali kebenaran tersebut. Gereja Ortodoks menggambarkannya sebagai perpaduan antara dukacita dan sukacita. Kita berdukacita dengan berintrospeksi dan bertobat, merendahkan diri di hadapan Allah, menyadari keberdosaan dan keterbatasan kita. Selanjutnya kita mengucap syukur dan bersukacita karena anugerah yang telah disediakan-Nya melalui karya penebusan Kristus - ARS


KITA BERDOSA BUKAN KARENA KITA TELAH BERBUAT DOSA


TETAPI KITA BERBUAT DOSA KARENA KITA ORANG BERDOSA - R.C. Sproul

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Rabu, 20 Januari 2010

Meresponi Penderitaan (2)

2 Timotius 2:1-13

"Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga." 2 Timotius 2:5

Penderitaan merupakan bagian hidup manusia. Semua kita pernah mengalami penderitaan. Atau mungkin sementara Anda membaca renungan ini Anda sedang dalam penderitaan. Jika kedua-duanya tidak, pasti Anda akan mengalaminya. Kita sering kali mendengar jemaat Tuhan mengeluh ketika datang penderitaan. Atau mungkin kita pun mengalami hal yang sama. Apalagi merasa telah hidup benar di hadapan Tuhan. Pertanyaan yang hampir sama yang sering kita dengar adalah "mengapa?" dan "kenapa?" "Mengapa hal ini terjadi padaku? Kenapa bukan mereka yang jahat?" Barangkali kita tidak pernah mendapatkan jawabannya. Tetapi ada hal yang lebih penting untuk kita kerjakan, daripada sibuk dengan pertanyaan "mengapa?" maupun "kenapa?" Yaitu: menghadapinya, mengalahkannya dan mengatasinya.

Tepatlah jika Paulus menggambarkan seorang olahragawan dan menghubungkannya dengan penderitaan. Seorang olahragawan bukan saja seorang yang hobi olah raga. Tetapi seorang olahragawan adalah seorang yang dipersiapkan sedemikian rupa untuk menjadi seorang atlet. Seorang atlet harus siap terjun di dalam perlombaan. Dan bukan sekedar ikut perlombaan, tetapi harus dapat memenangkannya. Agar tidak didiskualifikasi sebelum pertandingan selesai, seorang atlet harus mengikuti peraturan yang berlaku di dalam perlombaan tersebut. Oleh karena, itu Paulus berkata:" . . . memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga." (2 Timotius 2:5).

Pada prinsipnya Paulus sedang menasihatkan, ketika mengalami penderitaan, kita tidak cukup untuk menghadapinya seperti seorang prajurit. Tetapi harus terjun di dalam penderitaan tersebut dan kemudian mengalahkannya. Bagaimana caranya? Kita bergumul di dalamnya, tetapi tetap berpegang kepada kebenaran Firman Tuhan. Kenapa demikian? Penderitaan memberikan potensi untuk berbuat dosa. Bahkan penderitaan memberikan potensi untuk kemurtadan. Ada berapa banyak orang percaya meninggalkan imannya, ketika datang penderitaan. Penderitaan memberikan dua pilihan. Kita di kalahkannya atau kita mengalahkannya dan tampil sebagai pemenang. Bersama dengan Tuhan kita hadapi penderitaan. Kalahkan dengan berpegang teguh kepada Firman Tuhan. Maukah Anda menjadi seorang pemenang? Ikuti cara-Nya!

http://www.facebook.com/l/ec40c;Sumber:Sabda.org

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Selasa, 19 Januari 2010

Kekuatan Yang Dijanjikan.

Yesaya 40: 10,11,28-31


Pada usia 6 tahun, Jonah Sorrentino sangat terluka saat orangtuanya bercerai. Akibatnya, ia menyimpan kepahitan dan kemarahan hebat. Puji Tuhan, pada usia 15 tahun Jonah mengenal kasih Allah baginya dan menjadi orang percaya.


Jonah, yang juga penyanyi KJ-52, mengaku terbiasa menjadi korban lingkungan. Saat diwawancara Christianity Today, ia menjelaskan pemulihannya, "Anda harus mengakui kondisi buruk Anda."


Ia menambahkan, "Anda juga harus sampai ke titik di mana Anda akan berkata, 'Aku tak mau tinggal di masa lalu ... dalam kemarahan, kepahitan, atau luka batin. Aku mau berjalan maju karena Allah akan memberiku kekuatan.'" Allah menolongnya untuk mengampuni orangtuanya. Ia pun menulis lirik lagu ini untuk menguatkan orang lain:


Kau akan selalu menemukan kekuatan dalam Kristus;

Allah memiliki rencana dalam setiap sisi hidupmu

Mungkin ini sulit dipahami saat engkau susah

Namun ke mana pun kau melangkah,

Dia hadir dengan lengan terbuka lebar.


Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana kita dapat hidup ber-sama masa lalu yang menyakitkan. Allah dapat mengenyahkan ke-pedihan kita seketika dan selamanya, jika Dia menghendaki. Namun, Dia kerap memulihkan kita secara perlahan hingga bekas luka itu tetap ada. Dia menggendong kita dan dengan hati-hati menuntun kita seperti gembala yang mengurus kawanannya (Yesaya 40:11).


Mungkin kita tak dipulihkan seutuhnya dalam hidup sekarang ini, tetapi kita dapat mengandalkan janji Allah. Dia memberi "kekuatan kepada yang lemah" dan menambah semangat mereka (ayat 29) -AMC


Sumber: http://www.facebook.com/l/3eff8;Sabda.org

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Meresponi Penderitaan(1).

2 Timotius 2:1-13

"Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus." 2 Timotius 2:3

Seorang dramawan Inggris berkata: "Hidup ini memang tidak berjalan seperti yang kita ingini, tetapi inilah satu-satunya hidup yang kita miliki." Dengan kata lain betapa pun hidup ini tidak menyenangkan, inilah kenyataan hidup yang manusia miliki. Bahkan Alkitab berkata bagi orang-orang percaya, kita bukan saja dikaruniakan untuk percaya, tetapi juga untuk menderita di dalam Dia (Filipi 1:29). Oleh karena itu Paulus berkata: "Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit," (2 Timotius 2:3a). Ayat ini merupakan kata kunci dari bacaan kita hari ini.

Paulus memberikan tiga profesi dan menghubungkannya dengan penderitaan. Jika di selidiki kita akan menemukan tiga bentuk sikap yang berbeda dari ketiga profesi tersebut. Yang pertama Paulus memberikan gambaran seperti seorang prajurit. Seorang prajurit dipersiapkan untuk menjaga keamanan negara. Harus siap siaga mempertahankan negara jika sedang terancam. Tidak ada jalan lain, kecuali menghadapinya. Dan yang terpenting adalah, seorang prajurit tidak akan bertindak sebelum mendapat aba-aba dari komandannya. Ketika penderitaan datang yang harus kita lakukan adalah menghadapinya. Bagaimana menghadapinya? Sebagai prajurit Kristus kita harus senantiasa patuh kepada Sang Komandan, yang tidak lain adalah Kristus.

Pada prinsipnya Paulus menasihatkan ketika kita mengalami penderitaan hadapilah dengan bergantung kepada Tuhan. Tidak sedikit orang menjadi sakit jiwa karena penderitaan. Kenapa bisa sampai demikian? Persoalannya, orang-orang tersebut tidak siap terhadap penderitaan. Atau mungkin siap, tetapi tidak mampu menyelesaikannya, karena mencoba dengan kekuatannya sendiri. Oleh karena itu kita harus tetap fokus kepada Tuhan. Agar dalam keadaan apa pun, bersama dengan Tuhan kita siap menghadapinya. Benarkah Anda seorang prajurit Kristus?

http://www.facebook.com/l/3eff8;Sumber:sabda.org

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Sabtu, 16 Januari 2010

6 Langkah Keselamatan

1. Menyadari
" Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23) "Ya Allah kasihanilah aku orang berdosa ini (Lukas18:13

2. Bertobat
"Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian"(Lukas13:3). "Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan"(kisah 3:19)

3. Mengakui
"Jika kita mengaku dosa kita, maka ia setia dan adil, sehingga ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan".(1 Yoh1:9) "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan,dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan" (Roma 10:9)

4. Meninggalkan
"Baiklah orang fasik meninggalkan jalanya, baiklah ia kembali kepada Tuhan; sebab ia memberi pengampunan dengan limpahnya".(Yesaya 55 :7)

5. Percaya
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yoh 3 :16) Siapa yangpercaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum (Markus 16:6)

6. Menerima
"Ia datang kepada milik kepunyanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimanya.Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya" (Yohanes 1:11,12)

Bulletin Suara
FGBMFI

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY