Percaya kepada Tuhan merupakan suatu hal yang harus diuji. Percaya bukanlah hanya manis di mulut dengan perkataan, tapi harus dibuktikan dengan perbuatan dan pengalaman sehingga hati menjadi lebih dekat dengan Dia dan juga menjadi kesaksian bagi orang lain. Mengatakan suatu hal yang menyatakan rasa percaya kepada Tuhan lebih mudah daripada mengalaminya namun hasilnya tidak membuat orang lain menjadi percaya kepada Kristus. Ketika ditanya orang mengenai tingkat kepercayaan kita kepada Tuhan, maka kita mengatakan bahwa sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dan sungguh-sungguh menaruh harapan kepadaNya. Namun ketika mengalami sendiri suatu cobaan atau suatu ujian, kadang kala kita merasa ragu apakah Tuhan itu benar ada dan benar-benar campur tangan atau tidak dalam kehidupan.
Kitab Ibrani 11 menyampaikan kepada kita begitu banyak saksi-saksi iman. Kitab ini menceritakan kembali bagaimana perjalanan iman tokoh-tokoh alkitab yang melalui begitu banyak ujian dan cobaan untuk menyatakan iman percaya kepada Tuhan. Disebutkan contoh saksi iman seperti Habel, Henokkh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Sarah, Yusuf, Musa dan lain sebagainya. Mereka dapat disebut tokoh iman karena mereka telah membuktikan iman kepada Tuhan dan sejarah Alkitab Perjanjian Lama mencatat hal itu.
Kalau melihat bagaimana tokoh-tokoh Alkitab diuji kepercayaannya kepada Tuhan, maka kita hanya dapat bergumam "Amin". Ketika melihat bagaimana Abram dengan imannya berani pergi keluar dari tanah Ur-Kasdim hanya untuk memenuhi panggilan Tuhan, kita hanya dapat mengatakan "luar biasa iman Abram". Ketika melihat bagaimana seorang Sarah dapat melahirkan di usia yang sudah tua 90 tahun, kita hanya dapat berkata "terpujilah nama Tuhan". Ketika melihat bagaimana seorang Ayub dapat bertahan dalam penderitaannya yang begitu lama dan menyesakkan, kita hanya dapat berkata "semua tepat pada waktunya", dan lain sebagainya. Kita dapat berkata demikian karena kita sudah tahu akhir dari cerita iman mereka. Tapi, ketika kita mengalami sendiri kenyataan sebenarnya dimana iman kita diuji, kita kadang kala bahkan sering tidak menyadari bahwa Tuhan ada beserta dengan kita. Kita bahkan mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada, Tuhan itu tidak menolong kita, Tuhan itu diam saja dan lain sebagainya.
Kita menginginkan iman seperti Abram diuji dengan menyuruh pergi dari tanah Ur-Kasdim ke tanah Kanaan, tapi tatkala pimpinan perusahaan dimana kita bekerja menempatkan kita di kantor cabang yang jauh dari yang diharapkan, kita sudah menggerutu dan mengeluh serta minta pindah. Kita tidak mengerti bahwa itu adalah bagian dari rencana Tuhan dalam hidup kita. Kita menginginkan iman seperti Yusuf yang akhirnya bisa jadi pejabat tinggi di Mesir, namun ketika karir pekerjaan kita belum meningkat, kita menjadi malas bekerja dan tidak ada semangat, padahal itu adalah bagian dari ujian agar kita semakin setia kepadaNya. Kita menginginkan iman seperti Ayub, namun ketika usaha yang dirintis dengan susah payah mulai bangkrut, kita mengatakan bahwa Tuhan sudah meninggalkan dan tidak lagi memberkati kita, padahal Tuhan ingin agar kita lebih giat lagi berusaha sehingga menjadi tahan banting. Kita menginginkan iman seperti Hanna yang tahan uji dalam rumah tangganya, namun ketika suami belum menunjukkan tanda perubahan sikap dan masih suka memukul istri, kita mengatakan bahwa sudah tak tahan lagi, padahal Tuhan ingin agar kita dapat menunjukkan kasih dalam bentuk kesabaran. Ada begitu banyak keinginan agar kita bisa memiliki iman seperti tokoh-tokoh Alkitab, tapi ada begitu banyak pula kita mengeluh karena penderitaan yang dialami. Rasa percaya kepada Tuhan hanya di bibir saja, hanya sebatas pikiran saja dan hanya di angan-angan saja. Padahal tanpa kita sadari, sebenarnya Tuhan juga selalu melakukan ujian bagi iman percaya kita. Setiap saat, setiap hari, setiap langkah dari kehidupan kita selalu mengalami yang namanya perkembangan iman dengan melalui begitu banyak hal. Sering kita tidak menyadari bahwa kita sudah masuk dalam rencana Tuhan, sudah masuk dalam ujian iman yang dikendalikan oleh Tuhan. Namun satu hal yang perlu kita ingat, bahwa setiap hal yang kita lakukan, selalu dan selalu dalam pengawasan serta pemeliharaan Tuhan. Dia tidak pernah membiarkan kita sendirian menghadapi segala persoalan dan Dia tahu kadar iman yang dimiliki. Oleh sebab itu, mari kita mengerti bahwa setiap langkah kehidupan kita ada ujian yang diberikan oleh Tuhan bagi iman kita sehingga kuat menghadapinya. Terpujilah nama Tuhan. Haleluya. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sekretariat : Jalan Bibis IV/2 Surabaya 60161. Telp. (031)3521551 Fax. (031)3534808
JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label "NETWORK-MINISTRY-MISSI KRISTUS". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "NETWORK-MINISTRY-MISSI KRISTUS". Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Maret 2010
Selasa, 16 Maret 2010
DI DALAM YESUS ADA KEKUATAN
Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya.
Yohanes 19:2-3
Di dalam mengikut Yesus begitu banyak masalah yang terjadi dalam hidup kita. Ketika belum mengenal dan percaya kepadaNya, ketika kita belum sungguh-sungguh percaya dan sungguh-sungguh mengikutiNya, ketika kita belum menaruh harapan kepadaNya, kita merasakan bahwa kenikmatan duniawi, kesejahteraan sosial, kekayaan materi dan lain sebagainya yang bersifat duniawi, begitu gampang untuk diperoleh. Karir yang gampang naik, uang yang banyak melimpah dapat dengan mudah diperoleh, jabatan dengan mudah digapai dan lain sebagainya. Namun setelah mengenal Yesus, segalanya malah terbalik. Begitu banyak masalah. Kita tertekan, kita sakit hati, kita menderita dan menjadi tidak kuat dalam menghadapi semuanya itu.
Injil Matius, Markus dan Yohanes menceritakan bagaimana Yesus diperlakukan seperti orang yang sangat jahat ketika Dia keluar dari persidangan. Penjahat sekalipun pada masa itu tidak pernah diperlakukan seperti itu, ditelanjangi , diludahi, dipentung, disepak dan disesah serta diperlakukan dengan sewenang-wenang. Perlakuan sangat kasar sudah diterima oleh Yesus dari begitu banyak orang yang menghukum Dia. Yesus menderita karena berpegang pada kebenaran dan karena Dia orang Benar.
Saudara, kalau melihat bagaimana Yesus diperlakukan, mungkin hati kita sangat sedih dan teriris. Visualisasi dari perlakuan orang banyak kepada Yesus dalam film The Passion of The Christ, merupakan suatu perlakuan yang sangat tidak manusiawi. Sebagai umat Tuhan, perlakuan orang lain kepada kita mungkin bukan dengan penyiksaan secara fisik seperti yang dialami Yesus, namun lebih mengarah kepada penyiksaan hati dan bathin. Pacar meninggalkan kita dengan sejuta kenangan manis yang tak terlupakan sehingga kita dendam, tidak percaya dan tidak suka dengan seorang pria atau wanita. Kita sering diejek dan diperlakukan tidak baik karena kondisi diri kita yang tidak normal, karena cacat, karena kondisi kita sebagai pria tidak berlaku sebagai pria normal alias banci, dan lain sebagainya. Kita difitnah di kantor dengan tuduhan menggelapkan uang dan dituduh sebagai pencuri. Sebagai tenaga kerja rendahan diperlakukan tidak adil dan hak-hak kita diperkosa. Kita sering menerima perlakuan yang tidak wajar karena sebagai pria atau wanita yang sudah berumur belum memiliki pasangan hidup. Istri mengalami perlakuan tidak semestinya dari suami yang suka pulang malam, main judi dan main perempuan. Sebagai pengikut Kristus kita diperlakukan tidak adil di lingkungan sekitar dan lain sebagainya. Ada begitu banyak masalah dalam mengiring Yesus dan kita hampir putus asa. Ketika kita menghadapi suatu masalah dalam perjalanan hidup kita, ketika kita mengalami siksaan secara hati dan bathin, ketahuilah bahwa Yesus sudah mengalaminya terlebih dahulu. Dia sudah menderita lebih dahulu, sudah mengalami kesakitan lebih dahulu. Dia tidak pernah berjanji akan memberikan kenikmatan kepada setiap orang yang mengikuti dan meneladaniNya, tetapi Dia berjanji akan memberikan seorang Penolong, seorang Penghibur, seorang yang akan memelihara jiwa dan hati kita yaitu Roh Kudus. Roh Kudus akan memberikan kita kekuatan, akan memberi kita kemampuan, dan juga memberikan kita jalan keluar serta kemenangan dari setiap masalah kita dan dari setiap penderitaan kita. Mari datang kepadaNya dan mintalah kekuatan, mintalah jalan keluar,dan rasakan pertolonganNya serta rasakan pemulihan yang diberikanNya dalam hidup kita, karena DI DALAM YESUS ADA KEKUATAN. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Yohanes 19:2-3
Di dalam mengikut Yesus begitu banyak masalah yang terjadi dalam hidup kita. Ketika belum mengenal dan percaya kepadaNya, ketika kita belum sungguh-sungguh percaya dan sungguh-sungguh mengikutiNya, ketika kita belum menaruh harapan kepadaNya, kita merasakan bahwa kenikmatan duniawi, kesejahteraan sosial, kekayaan materi dan lain sebagainya yang bersifat duniawi, begitu gampang untuk diperoleh. Karir yang gampang naik, uang yang banyak melimpah dapat dengan mudah diperoleh, jabatan dengan mudah digapai dan lain sebagainya. Namun setelah mengenal Yesus, segalanya malah terbalik. Begitu banyak masalah. Kita tertekan, kita sakit hati, kita menderita dan menjadi tidak kuat dalam menghadapi semuanya itu.
Injil Matius, Markus dan Yohanes menceritakan bagaimana Yesus diperlakukan seperti orang yang sangat jahat ketika Dia keluar dari persidangan. Penjahat sekalipun pada masa itu tidak pernah diperlakukan seperti itu, ditelanjangi , diludahi, dipentung, disepak dan disesah serta diperlakukan dengan sewenang-wenang. Perlakuan sangat kasar sudah diterima oleh Yesus dari begitu banyak orang yang menghukum Dia. Yesus menderita karena berpegang pada kebenaran dan karena Dia orang Benar.
Saudara, kalau melihat bagaimana Yesus diperlakukan, mungkin hati kita sangat sedih dan teriris. Visualisasi dari perlakuan orang banyak kepada Yesus dalam film The Passion of The Christ, merupakan suatu perlakuan yang sangat tidak manusiawi. Sebagai umat Tuhan, perlakuan orang lain kepada kita mungkin bukan dengan penyiksaan secara fisik seperti yang dialami Yesus, namun lebih mengarah kepada penyiksaan hati dan bathin. Pacar meninggalkan kita dengan sejuta kenangan manis yang tak terlupakan sehingga kita dendam, tidak percaya dan tidak suka dengan seorang pria atau wanita. Kita sering diejek dan diperlakukan tidak baik karena kondisi diri kita yang tidak normal, karena cacat, karena kondisi kita sebagai pria tidak berlaku sebagai pria normal alias banci, dan lain sebagainya. Kita difitnah di kantor dengan tuduhan menggelapkan uang dan dituduh sebagai pencuri. Sebagai tenaga kerja rendahan diperlakukan tidak adil dan hak-hak kita diperkosa. Kita sering menerima perlakuan yang tidak wajar karena sebagai pria atau wanita yang sudah berumur belum memiliki pasangan hidup. Istri mengalami perlakuan tidak semestinya dari suami yang suka pulang malam, main judi dan main perempuan. Sebagai pengikut Kristus kita diperlakukan tidak adil di lingkungan sekitar dan lain sebagainya. Ada begitu banyak masalah dalam mengiring Yesus dan kita hampir putus asa. Ketika kita menghadapi suatu masalah dalam perjalanan hidup kita, ketika kita mengalami siksaan secara hati dan bathin, ketahuilah bahwa Yesus sudah mengalaminya terlebih dahulu. Dia sudah menderita lebih dahulu, sudah mengalami kesakitan lebih dahulu. Dia tidak pernah berjanji akan memberikan kenikmatan kepada setiap orang yang mengikuti dan meneladaniNya, tetapi Dia berjanji akan memberikan seorang Penolong, seorang Penghibur, seorang yang akan memelihara jiwa dan hati kita yaitu Roh Kudus. Roh Kudus akan memberikan kita kekuatan, akan memberi kita kemampuan, dan juga memberikan kita jalan keluar serta kemenangan dari setiap masalah kita dan dari setiap penderitaan kita. Mari datang kepadaNya dan mintalah kekuatan, mintalah jalan keluar,dan rasakan pertolonganNya serta rasakan pemulihan yang diberikanNya dalam hidup kita, karena DI DALAM YESUS ADA KEKUATAN. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Senin, 08 Maret 2010
JAGALAH HATIMU
Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Hati manusia sangat rentan untuk berubah. Ketika diberkati hati begitu berbunga-bunga dan penuh dengan sukacita. Namun tak jarang hal ini membuat hati menjadi berpaling dari Tuhan dan melupakanNya. Ketika ditimpa musibah yang bertubi-tubi, hati menjadi sedih dan kekalutan menjadi-jadi karena serasa Tuhan meninggalkannya. Ada begitu banyak orang yang lupa untuk menjaga hatinya agar jangan berpaling ke lain hati. Hati seorang suami berpaling dari istri karena istri sudah tua dan tubuh sudah melar serta membandingkannya dengan perempuan lain. Hati seorang istri berpaling dari suami karena suami sudah sakit-sakitan dan tidak lagi mempunyai penghasilan. Keutuhan rumah tangga terancam karena masalah hati.
Kitab Amsal ini mengajak umat Tuhan untuk dapat menjaga hati karena dari hatilah terpancar kehidupan. Segala apa yang dipikirkan dan dilakukan manusia timbul dari hati. Yesus berkata bahwa segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat timbul dari hati. (Mat 15:19).
Saudara, kehancuran umat manusia berasal dari hati. Ketika Hawa takluk ke dalam tipuan Iblis dan jatuh ke dalam dosa, hal ini dikarenakan hatinya terpaut pada buah yang begitu indah dan enak untuk dimakan. (Kejadian 3:6). Adam jatuh ke dalam dosa karena tidak kuasa melihat kecantikan Hawa dan menuruti apa yang dikatakan perempuan itu. Rumah tangga manusia pertama yaitu Adam dan hawa jatuh kedalam dosa karena masalah hati yang tidak lagi fokus kepada perintah Tuhan. Dari mata turun ke hati yang menimbulkan hasrat hati untuk dipuaskan, itulah yang membuat kehancuran sebuah rumah tangga Adam dan Hawa. Hati mereka penuh dengan coba-coba. Ketika suami melihat perempuan muda dan cantik dan membanding-bandingkannya dengan keadaan istri, dari situlah hati mulai menyimpang dan timbul perzinahan, percabulan serta perselingkuhan. Ketika istri melihat kekayaan dan kejayaan suami orang lain dan membandingkannya dengan keadaan suami, dari situlah mulai timbul pertengkaran dan perselisihan. Ada begitu banyak rumah tangga umat Tuhan mulai hancur karena masalah hati yang tidak lagi fokus kepada Tuhan. Tuhan yang telah menyatukan dua hati menjadi satu, diabaikan dalam sebuah perjalanan rumah tangga. Tidak ada panutan, tidak ada teladan dan tidak ada pimpinan Tuhan dalam rumah tangga. Yesus menjadi nomor dua di dalam suatu rumah tangga, hati suami dan istri menjauh dari Tuhan. Oleh karena itu, agar keutuhan rumah tangga dapat selalu terjaga, marilah kita menjaga hati kita dan menaruhnya dalam hadirat Tuhan. Ketika hati kita mulai meredup dan mulai menyimpang, mintalah kepada Tuhan agar diberikan hati yang baru, hati yang selalu tertuju kepada-Nya. JAGALAH HATIMU dengan segala kewaspadaan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Hati manusia sangat rentan untuk berubah. Ketika diberkati hati begitu berbunga-bunga dan penuh dengan sukacita. Namun tak jarang hal ini membuat hati menjadi berpaling dari Tuhan dan melupakanNya. Ketika ditimpa musibah yang bertubi-tubi, hati menjadi sedih dan kekalutan menjadi-jadi karena serasa Tuhan meninggalkannya. Ada begitu banyak orang yang lupa untuk menjaga hatinya agar jangan berpaling ke lain hati. Hati seorang suami berpaling dari istri karena istri sudah tua dan tubuh sudah melar serta membandingkannya dengan perempuan lain. Hati seorang istri berpaling dari suami karena suami sudah sakit-sakitan dan tidak lagi mempunyai penghasilan. Keutuhan rumah tangga terancam karena masalah hati.
Kitab Amsal ini mengajak umat Tuhan untuk dapat menjaga hati karena dari hatilah terpancar kehidupan. Segala apa yang dipikirkan dan dilakukan manusia timbul dari hati. Yesus berkata bahwa segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat timbul dari hati. (Mat 15:19).
Saudara, kehancuran umat manusia berasal dari hati. Ketika Hawa takluk ke dalam tipuan Iblis dan jatuh ke dalam dosa, hal ini dikarenakan hatinya terpaut pada buah yang begitu indah dan enak untuk dimakan. (Kejadian 3:6). Adam jatuh ke dalam dosa karena tidak kuasa melihat kecantikan Hawa dan menuruti apa yang dikatakan perempuan itu. Rumah tangga manusia pertama yaitu Adam dan hawa jatuh kedalam dosa karena masalah hati yang tidak lagi fokus kepada perintah Tuhan. Dari mata turun ke hati yang menimbulkan hasrat hati untuk dipuaskan, itulah yang membuat kehancuran sebuah rumah tangga Adam dan Hawa. Hati mereka penuh dengan coba-coba. Ketika suami melihat perempuan muda dan cantik dan membanding-bandingkannya dengan keadaan istri, dari situlah hati mulai menyimpang dan timbul perzinahan, percabulan serta perselingkuhan. Ketika istri melihat kekayaan dan kejayaan suami orang lain dan membandingkannya dengan keadaan suami, dari situlah mulai timbul pertengkaran dan perselisihan. Ada begitu banyak rumah tangga umat Tuhan mulai hancur karena masalah hati yang tidak lagi fokus kepada Tuhan. Tuhan yang telah menyatukan dua hati menjadi satu, diabaikan dalam sebuah perjalanan rumah tangga. Tidak ada panutan, tidak ada teladan dan tidak ada pimpinan Tuhan dalam rumah tangga. Yesus menjadi nomor dua di dalam suatu rumah tangga, hati suami dan istri menjauh dari Tuhan. Oleh karena itu, agar keutuhan rumah tangga dapat selalu terjaga, marilah kita menjaga hati kita dan menaruhnya dalam hadirat Tuhan. Ketika hati kita mulai meredup dan mulai menyimpang, mintalah kepada Tuhan agar diberikan hati yang baru, hati yang selalu tertuju kepada-Nya. JAGALAH HATIMU dengan segala kewaspadaan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kamis, 04 Maret 2010
WASPADA, TERNYATA HARI BENAR-BENAR DIPERSINGKAT!
http://www.facebook.com/l/b0947;jawapos.com/halaman/index.php?act=showpage&kat=4
Berita hari ini membuat saya merenung lebih lama dari biasanya.
Fenomena gempa yang susul menyusul, baru pekan lalu Chile dilanda gempa dahsyat 8,8 skala Richter, hari ini Taiwan dilanda gempa 6,5 skala Richter, dan tidak tahu lagi negara mana giliran untuk besok, mengingatkan pada nubuatan Yesus tentang Akhir Zaman di kitab Injil.
Dan pernyataan NASA, badan antariksa Amerika Serikat memunculkan ide mengejutkan di benak saya tentang rencana Allah.
Matius 24:7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat
Matius 24:22 Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.
Sebelum melihat sendiri secara nyata dengan konfirmasi dari analisis ilmuwan sekuler, saya belum mengerti bahwa ternyata waktu yang dipersingkat memang terjadi secara harafiah.
Dengan terjadinya gempa diberbagai tempat, mau tidak mau, Bumi ternyata terpengaruh. Pergantian hari, siang dan malam di Bumi yang terjadi karena proses rotasi bumi, ternyata memang bisa dipersingkat bila Bumi diguncang gempa.
Masihkah kita berleha-leha, berfoya-foya, dan tidak mau peduli dengan hal ini? Peringatan Alkitab tentang akhir zaman sangat jelas bagi kita untuk semakin hari, semakin giat dalam pengenalan kepada DIA.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Berita hari ini membuat saya merenung lebih lama dari biasanya.
Fenomena gempa yang susul menyusul, baru pekan lalu Chile dilanda gempa dahsyat 8,8 skala Richter, hari ini Taiwan dilanda gempa 6,5 skala Richter, dan tidak tahu lagi negara mana giliran untuk besok, mengingatkan pada nubuatan Yesus tentang Akhir Zaman di kitab Injil.
Dan pernyataan NASA, badan antariksa Amerika Serikat memunculkan ide mengejutkan di benak saya tentang rencana Allah.
Matius 24:7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat
Matius 24:22 Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.
Sebelum melihat sendiri secara nyata dengan konfirmasi dari analisis ilmuwan sekuler, saya belum mengerti bahwa ternyata waktu yang dipersingkat memang terjadi secara harafiah.
Dengan terjadinya gempa diberbagai tempat, mau tidak mau, Bumi ternyata terpengaruh. Pergantian hari, siang dan malam di Bumi yang terjadi karena proses rotasi bumi, ternyata memang bisa dipersingkat bila Bumi diguncang gempa.
Masihkah kita berleha-leha, berfoya-foya, dan tidak mau peduli dengan hal ini? Peringatan Alkitab tentang akhir zaman sangat jelas bagi kita untuk semakin hari, semakin giat dalam pengenalan kepada DIA.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 02 Maret 2010
BERSUKACITALAH DALAM PENGHARAPAN
Bersukacitalah dalam pengharapan (Roma 12:12)
Jemaat di Roma mengalami begitu banyak penderitaan, aniaya dan penindasan ketika mengekspresikan iman percaya mereka kepada Yesus Kristus. Ada begitu banyak umat Tuhan di Roma yang menderita karena percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Paulus memberikan suatu nasehat kepada jemaat di Roma agar selalu bersukacita dalam pengharapan, suatu nasehat yang kontradiktif dengan keadaan pada masa itu.
Mungkin nasehat ini secara manusia mengada-ngada dan tidak masuk di akal. Bagaimana mungkin orang yang menderita diajak untuk bersuka cita dan bagaimana mungkin orang yang disiksa dan dianiaya diajak untuk bergembira. Mungkin orang-orang di luar jemaat Roma yang membaca hal ini akan mengatakan bahwa Paulus sudah tidak waras dan tidak logis cara berpikirnya. Seharusnya surat yang disampaikan Paulus berbunyi :"saya ikut prihatin dan ikut bersedih melihat penderitaan yang saudara alami, dan seterusnya". Tapi itulah ke-Kristen-an, selalu kontradiktif dengan keadaan dunia ini. Ketika orang lain bersuka cita, umat Tuhan ikut bersuka cita, ketika orang lain bersedih, umat Tuhan tidak ikut-ikutan bersedih, tapi bangkit sebagai motivator untuk memberikan kekuatan dan penghiburan.
Paulus berani berkata seperti itu dikarenakan ada kasih karunia Yesus dalam dirinya. Dia sudah merasakan bagaimana Yesus memberikan dia kekuatan untuk menghadapi masalah, menghadapi penindasan dan aniaya selama dalam pelayanannya. Paulus sudah merasakan bagaimana Yesus memberikan jalan keluar ketika mereka di penjara (Kisah Para Rasul 16:26). Banyak hal yang dia telah alami bersama dengan Yesus dan sudah membuktikan sendiri bahwa hidup bersama dengan Yesus penuh dengan suka cita dan damai sejahtera. Pengalaman hidup bersama dengan Yesus dia tularkan kepada orang lain dan dia menjadi berkat. Demikian juga kita sebagai umat Tuhan, harus mengalami terlebih dahulu berkat Tuhan dan mengalami terlebih dahulu suka cita di dalam Tuhan, sehingga kita dapat menularkan suka cita ini kepada orang lain. Kita bisa mengatakan kepada orang lain agar bersuka cita di dalam pengharapan kepada Yesus Kristus apabila kita juga sudah bersuka cita di dalam Yesus. Apapun masalah dan keadaan kita saat ini, apakah sedang sakit, sedang menghadapi masalah, sedang berbeban berat, sedang ditimpa musibah, sedang kesulitan keuangan, sedang menghadapi jalan buntu dan lain sebagainya, mari selalu bersuka cita dalam pengharapan bersama dengan Yesus. Karena Dialah yang memberikan suka cita, damai sejahtera dan kekuatan yang luar biasa bagi kita. Bersukacitalah dalam pengharapan.Tuhan Yesus memberkati. Amin
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jemaat di Roma mengalami begitu banyak penderitaan, aniaya dan penindasan ketika mengekspresikan iman percaya mereka kepada Yesus Kristus. Ada begitu banyak umat Tuhan di Roma yang menderita karena percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Paulus memberikan suatu nasehat kepada jemaat di Roma agar selalu bersukacita dalam pengharapan, suatu nasehat yang kontradiktif dengan keadaan pada masa itu.
Mungkin nasehat ini secara manusia mengada-ngada dan tidak masuk di akal. Bagaimana mungkin orang yang menderita diajak untuk bersuka cita dan bagaimana mungkin orang yang disiksa dan dianiaya diajak untuk bergembira. Mungkin orang-orang di luar jemaat Roma yang membaca hal ini akan mengatakan bahwa Paulus sudah tidak waras dan tidak logis cara berpikirnya. Seharusnya surat yang disampaikan Paulus berbunyi :"saya ikut prihatin dan ikut bersedih melihat penderitaan yang saudara alami, dan seterusnya". Tapi itulah ke-Kristen-an, selalu kontradiktif dengan keadaan dunia ini. Ketika orang lain bersuka cita, umat Tuhan ikut bersuka cita, ketika orang lain bersedih, umat Tuhan tidak ikut-ikutan bersedih, tapi bangkit sebagai motivator untuk memberikan kekuatan dan penghiburan.
Paulus berani berkata seperti itu dikarenakan ada kasih karunia Yesus dalam dirinya. Dia sudah merasakan bagaimana Yesus memberikan dia kekuatan untuk menghadapi masalah, menghadapi penindasan dan aniaya selama dalam pelayanannya. Paulus sudah merasakan bagaimana Yesus memberikan jalan keluar ketika mereka di penjara (Kisah Para Rasul 16:26). Banyak hal yang dia telah alami bersama dengan Yesus dan sudah membuktikan sendiri bahwa hidup bersama dengan Yesus penuh dengan suka cita dan damai sejahtera. Pengalaman hidup bersama dengan Yesus dia tularkan kepada orang lain dan dia menjadi berkat. Demikian juga kita sebagai umat Tuhan, harus mengalami terlebih dahulu berkat Tuhan dan mengalami terlebih dahulu suka cita di dalam Tuhan, sehingga kita dapat menularkan suka cita ini kepada orang lain. Kita bisa mengatakan kepada orang lain agar bersuka cita di dalam pengharapan kepada Yesus Kristus apabila kita juga sudah bersuka cita di dalam Yesus. Apapun masalah dan keadaan kita saat ini, apakah sedang sakit, sedang menghadapi masalah, sedang berbeban berat, sedang ditimpa musibah, sedang kesulitan keuangan, sedang menghadapi jalan buntu dan lain sebagainya, mari selalu bersuka cita dalam pengharapan bersama dengan Yesus. Karena Dialah yang memberikan suka cita, damai sejahtera dan kekuatan yang luar biasa bagi kita. Bersukacitalah dalam pengharapan.Tuhan Yesus memberkati. Amin
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
10 kualitas pribadi yang di sukai
10 Kualitas Pribadi yang Disukai
October 21, 2008 · Filed Under Artikel Motivasi, Tips Motivasi by Resensinet
Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.
Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
October 21, 2008 · Filed Under Artikel Motivasi, Tips Motivasi by Resensinet
Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.
Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Senin, 01 Maret 2010
YESUS ADALAH JAWABAN
Dalam menghadapi permasalahan hidup ini, ada begitu banyak jalan buntu yang kita temui dan sepertinya tidak ada jalan keluar. Tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menghadapi semua permasalahan yang ada, tidak tahu lagi harus bagaimana dan kita merasa terdesak dan putus asa. Kita habis akal dan tidak dapat lagi berpikir sedemikian rupa.
Rasul Paulus pernah mengalami kehabisan akal dalam menghadapi jemaat di Galatia.(Galatia 4:20). Dia tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi jemaat yang keras kepala ini. Paulus sudah mengajarkan jemaat Galatia mengenai keselamatan berdasarkan anugrah di dalam Yesus Kistus, tapi jemaat ini masih saja mengutamakan keselamatan dengan menjalankan hukum Taurat. Sehingga jalan keluar yang harus ditempuhnya adalah harus datang dan berbicara secara langsung dengan mereka. Paulus tidak pernah putus asa menghadapi jemaat Galatia ini.
Menghadapi persoalan hidup yang begitu berat dan datang bertubi-tubi membuat jalan pikiran kita menjadi buntu. Kita tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kita buntu menghadapi masalah kesehatan yang belum membaik, kita buntu menghadapi masalah pekerjaan dimana karir belum mengalami peningkatan, kita buntu menghadapi masalah rumah tangga yang berantakan, kita buntu menghadapi masalah keuangan yang belum membaik, kita buntu menghadapi karyawan yang demonstrasi dan menuntut kenaikan upah di tengah kesulitan ekonomi seperti ini, kita buntu menghadapi masalah teman hidup yang belum ada, kita buntu karena rumah tangga belum dikaruniakan seorang anakpun dan lain sebagainya. Ada begitu banyak persoalan yang membuat pikiran buntu dan kehabisan akal. Namun dalam semuanya itu, firman TUhan mengatakan bahwa ketika menghadapi masalah dan persoalan berat yang membuat kita kehabisan akal dan sepertinya menghadapi jalan buntu, kita tidak pernah mengalami yang namanya putus asa (II Korintus 4:8). Ini dikarenakan kita menyertakan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Yesus yang adalah Tuhan memberikan kekuatan dan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi. Jalan yang kelihatan buntu dihancurkanNya untuk membuat jalan keluar itu. Jesus adalah jawaban dari semua permasalahan kita. Seperti Paulus yang tidak kenal putus asa dalam menghadapi segala persoalannya karena Yesus ada dalam kehidupannya, demikian juga kita umat Tuhan, kita tidak akan mengalami putus asa jika Yesus ada bersama dengan kita. Oleh karena itu, mari datang kepada Yesus dan menyertakan Dia dalam kehidupan sehari-hari agar kita tidak mudah menyerah dan putus asa menghadapi persoalan hidup ini, karena Yesus adalah jawaban. Tuhan Yesus memberkati. AMin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rasul Paulus pernah mengalami kehabisan akal dalam menghadapi jemaat di Galatia.(Galatia 4:20). Dia tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi jemaat yang keras kepala ini. Paulus sudah mengajarkan jemaat Galatia mengenai keselamatan berdasarkan anugrah di dalam Yesus Kistus, tapi jemaat ini masih saja mengutamakan keselamatan dengan menjalankan hukum Taurat. Sehingga jalan keluar yang harus ditempuhnya adalah harus datang dan berbicara secara langsung dengan mereka. Paulus tidak pernah putus asa menghadapi jemaat Galatia ini.
Menghadapi persoalan hidup yang begitu berat dan datang bertubi-tubi membuat jalan pikiran kita menjadi buntu. Kita tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kita buntu menghadapi masalah kesehatan yang belum membaik, kita buntu menghadapi masalah pekerjaan dimana karir belum mengalami peningkatan, kita buntu menghadapi masalah rumah tangga yang berantakan, kita buntu menghadapi masalah keuangan yang belum membaik, kita buntu menghadapi karyawan yang demonstrasi dan menuntut kenaikan upah di tengah kesulitan ekonomi seperti ini, kita buntu menghadapi masalah teman hidup yang belum ada, kita buntu karena rumah tangga belum dikaruniakan seorang anakpun dan lain sebagainya. Ada begitu banyak persoalan yang membuat pikiran buntu dan kehabisan akal. Namun dalam semuanya itu, firman TUhan mengatakan bahwa ketika menghadapi masalah dan persoalan berat yang membuat kita kehabisan akal dan sepertinya menghadapi jalan buntu, kita tidak pernah mengalami yang namanya putus asa (II Korintus 4:8). Ini dikarenakan kita menyertakan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Yesus yang adalah Tuhan memberikan kekuatan dan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi. Jalan yang kelihatan buntu dihancurkanNya untuk membuat jalan keluar itu. Jesus adalah jawaban dari semua permasalahan kita. Seperti Paulus yang tidak kenal putus asa dalam menghadapi segala persoalannya karena Yesus ada dalam kehidupannya, demikian juga kita umat Tuhan, kita tidak akan mengalami putus asa jika Yesus ada bersama dengan kita. Oleh karena itu, mari datang kepada Yesus dan menyertakan Dia dalam kehidupan sehari-hari agar kita tidak mudah menyerah dan putus asa menghadapi persoalan hidup ini, karena Yesus adalah jawaban. Tuhan Yesus memberkati. AMin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 24 Februari 2010
LUPAKAN BAYANG-BAYANG MASA LALU
Ketika seorang anak kecil hendak mengutarakan isi hatinya untuk meminta sesuatu dari orang tuanya, kadang kala anak tersebut diliputi oleh rasa takut apabila permintaannya tidak dipenuhi. Sang anak merasa takut karena dia merasa mengetahui pikiran orang tuanya bahwa orangtuanya tidak akan memenuhi permintaannya. Ketakutan ini pada dasarnya karena dia pernah melakukan kesalahan di masa lalu, dia ingat masa lalunya. Hal ini mengakibatkan dia tidak jadi mengutarakan isi hatinya dan membuatnya menjadi "ngambek", murung, gelisah dan kurang gairah sebagai tanda untuk menunjukkan kepada orang tuanya bahwa dia menginginkan sesuatu. Hal inilah yang sering melanda umat Tuhan dimana ada ketakutan dalam hidupnya. Ketakutan dikarenakan adanya kesalahan di masa lalu, ketakutan akibat trauma masa lalu yang belum dibereskan, masih ingat akan kebencian masa lalu, dan lain sebagainya.
Yohanes mengatakan kepada jemaatnya bahwa apabila kita tinggal di dalam hadirat Tuhan, tinggal di dalam kasih Tuhan dan Tuhan di dalam kita, maka seharusnya tidak ada ketakutan di dalam hidup karena kasih yang sempurna di dalam Yesus telah meleyapkan ketakutan itu. Kalau masih ada rasa takut, berarti ada sesuatu yang tidak beres di dalam hidup kita ketika mau hidup di dalam kasih yang sempurna itu. (I Yohanes 4:18). Dalam hal ini kita masih ingat masa lalu yang pernah terjadi atau dengan kata lain masih trauma akan kejadian masa lalu, masih ada kebencian yang belum pupus dalam hati kita.
Saudara, ketika melakukan kesalahan atau melakukan dosa, atau mungkin telah menyakiti hati orang lain, atau mungkin telah disakiti, sering terjadi ada rasa bersalah dalam hidup kita. Memang kita sudah meminta maaf kepada orang yang kita sakiti, memang dia sudah memaafkan kita, kita sudah saling memaafkan satu sama lain, tetapi ada satu hal yang masih mendominasi kehidupan kita yaitu masih ingat akan kejadian tersebut. Kita masih trauma dan ada rasa takut dalam diri apabila hal tersebut terulang kembali. Kejadian yang pernah terjadi selalu membayangi kehidupan kita. Hidup tidak tenang, gelisah dan menjadi tidak konsentrasi di dalam berdoa kepada Tuhan. Hal ini membuat kita menjadi tidak nyaman. Karena trauma masa lalu, hubungan kita dengan Tuhan menjadi rusak dan hubungan dengan sesama menjadi tidak nyaman. Kasih yang sempurna itu telah telah datang dan telah mengalahkan ketakutan, tetapi kita sendiri masih dilingkupi ketakutan karena bayang-bayang masa lalu. Firman Tuhan katakan bahwa orang yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid Yesus (Luk 14:33). Orang yang tidak dapat melepaskan dirinya dari bayang-bayang masa lalunya, tidak dapat menjadi murid Yesus. Orang yang masih ingat dan masih membenci saudaranya, tidak dapat menjadi murid Yesus. Orang yang masih ingat dan mengungkit-ungkit masa lalu dan tidak dapat melupakannya tidak akan dapat menjadi bagian dari kasih yang sempurna itu. Tuhan adalah mahakasih dan Dia sudah mengampuni dosa dan pelanggaran manusia serta sudah tidak mengingat-ingat lagi akan dosa manusia.( Yesaya 43:25). Namun kita sendiri yang mengatakan sudah memaafkan, mengatakan sudah mengampuni, masih belum bisa melupakan segala sesuatu tentang kesalahan orang lain, masih menyimpan trauma, masih suka mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu. Memang tidak mudah untuk melupakan hal tersebut dan tidak mudah terlepas dari trauma masa lalu. Tapi oleh pertolongan Tuhan dan oleh pertolongan Roh Kudus, kita bisa melakukan hal tersebut. Percaya saja. Oleh karena itu, mari kita melupakan masa lalu kita agar kasih yang sempurna itu dapat menjadi bagian kita. Minta pertolongan Roh Kudus untuk memampukan kita melakukan semuanya itu. LUPAKAN BAYANG-BAYANG MASA LALU. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Yohanes mengatakan kepada jemaatnya bahwa apabila kita tinggal di dalam hadirat Tuhan, tinggal di dalam kasih Tuhan dan Tuhan di dalam kita, maka seharusnya tidak ada ketakutan di dalam hidup karena kasih yang sempurna di dalam Yesus telah meleyapkan ketakutan itu. Kalau masih ada rasa takut, berarti ada sesuatu yang tidak beres di dalam hidup kita ketika mau hidup di dalam kasih yang sempurna itu. (I Yohanes 4:18). Dalam hal ini kita masih ingat masa lalu yang pernah terjadi atau dengan kata lain masih trauma akan kejadian masa lalu, masih ada kebencian yang belum pupus dalam hati kita.
Saudara, ketika melakukan kesalahan atau melakukan dosa, atau mungkin telah menyakiti hati orang lain, atau mungkin telah disakiti, sering terjadi ada rasa bersalah dalam hidup kita. Memang kita sudah meminta maaf kepada orang yang kita sakiti, memang dia sudah memaafkan kita, kita sudah saling memaafkan satu sama lain, tetapi ada satu hal yang masih mendominasi kehidupan kita yaitu masih ingat akan kejadian tersebut. Kita masih trauma dan ada rasa takut dalam diri apabila hal tersebut terulang kembali. Kejadian yang pernah terjadi selalu membayangi kehidupan kita. Hidup tidak tenang, gelisah dan menjadi tidak konsentrasi di dalam berdoa kepada Tuhan. Hal ini membuat kita menjadi tidak nyaman. Karena trauma masa lalu, hubungan kita dengan Tuhan menjadi rusak dan hubungan dengan sesama menjadi tidak nyaman. Kasih yang sempurna itu telah telah datang dan telah mengalahkan ketakutan, tetapi kita sendiri masih dilingkupi ketakutan karena bayang-bayang masa lalu. Firman Tuhan katakan bahwa orang yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid Yesus (Luk 14:33). Orang yang tidak dapat melepaskan dirinya dari bayang-bayang masa lalunya, tidak dapat menjadi murid Yesus. Orang yang masih ingat dan masih membenci saudaranya, tidak dapat menjadi murid Yesus. Orang yang masih ingat dan mengungkit-ungkit masa lalu dan tidak dapat melupakannya tidak akan dapat menjadi bagian dari kasih yang sempurna itu. Tuhan adalah mahakasih dan Dia sudah mengampuni dosa dan pelanggaran manusia serta sudah tidak mengingat-ingat lagi akan dosa manusia.( Yesaya 43:25). Namun kita sendiri yang mengatakan sudah memaafkan, mengatakan sudah mengampuni, masih belum bisa melupakan segala sesuatu tentang kesalahan orang lain, masih menyimpan trauma, masih suka mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu. Memang tidak mudah untuk melupakan hal tersebut dan tidak mudah terlepas dari trauma masa lalu. Tapi oleh pertolongan Tuhan dan oleh pertolongan Roh Kudus, kita bisa melakukan hal tersebut. Percaya saja. Oleh karena itu, mari kita melupakan masa lalu kita agar kasih yang sempurna itu dapat menjadi bagian kita. Minta pertolongan Roh Kudus untuk memampukan kita melakukan semuanya itu. LUPAKAN BAYANG-BAYANG MASA LALU. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Senin, 22 Februari 2010
TEBARKAN KASIH KEPADA SESAMA
Ada begitu banyak orang masih membeda-bedakan antara mengasihi Tuhan dengan mengasihi sesama. Seseorang berkata bahwa dia sangat mengasihi Tuhan, tetapi ketika dia melihat seterunya lewat langsung rasa hati menjadi panas. Mengaku anak Tuhan, tapi ketika melihat orang lain diberkati, usaha orang lain maju, dan lain sebagainya, ada rasa iri hati yang tidak membangun di dalam diri. Ketika ada tetangga atau saudara mengadakan pesta ucapan syukur karena keberhasilan yang diperoleh, tidak mau hadir karena merasa iri dan ada kedengkian melihat orang lain berhasil. Kita mengaku mengasihi dan mengaku tinggal di dalam kasih tapi sebenarnya tidak ada kasih dalam diri karena masih ada kebencian, kedengkian dan iri hati melihat sesama.
Di dalam I Yohanes 3:11, penulis Yohanes mengingatkan jemaat Tuhan bahwa hal pertama yang didengar dari firman Tuhan adalah agar manusia saling mengasihi. Jemaat Tuhan diajak untuk saling mengasihi karena memang Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi manusia dengan memberikan AnakNya yang tunggal sebagai ganti dosa. Hubungan antara manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama telah dipulihkan dengan Darah Anak Domba. Kita diangkat dari kegelapan menjadi terang, agar kita dapat bercahaya dan menyinari sesama.
Saudaraku, mengasihi sesama adalah merupakan perwujudan dari pemberian kasih dari Tuhan. Kita yang berdosa telah diperdamaikan oleh Tuhan dengan menunjukkan Kasih-Nya kepada kita. Kasih itu telah melingkupi kehidupan kita dan kita telah tinggal di dalam kasih itu. Yesus telah mengajarkan kita bahasa kasih itu, mengajarkan kita bagaimana mengasihi sesama, mengajarkan bagaimana mengampuni orang lain dan mengajarkan kita bagaimana agar dapat hidup dalam damai. Kalau Kasih itu telah tinggal di dalam kita, dan kita tinggal di dalamNya, berarti semua perbuatan, kelakuan dan tingkah laku kita mencerminkan ada kasih. Hubungan antara manusia dengan Tuhan telah dipulihkan di dalam kasih, hubungan manusia dengan sesama telah dipulihkan dengan kasih. Dengan demikian, apabila kita berkata bahwa kita telah tinggal di dalam Kasih Tuhan, tetapi masih membenci sesama berarti kita adalah berdusta, karena kenyataanya hubungan dengan sesama belum dipulihkan. Tinggal di dalam kasih, berarti kita berada dan hidup di dalam kasih serta memiliki kasih. Hal ini dapat diibaratkan seperti seorang yang mengaku telah memiliki dan tinggal di sebuah rumah mewah, tetapi untuk membeli makanan sesuap nasi saja tidak mampu. Mengaku memiliki mobil mewah, tapi mau kemana-kemana berjalan kaki. Kita mengaku sudah tinggal di dalam kasih tetapi hidup tidak menunjukkan kasih Kristus, mengaku tinggal di dalam damai sejahtera, tetapi hidup bertengkar dengan sesama, mengaku hidup tinggal di dalam terang tetapi kelakuan masih di dalam kegelapan, mengaku mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan tapi mengasihi sesama yang kelihatan tidak bisa dan tetap membencinya. Tidak ada kebenaran dalam hidup yang membuat orang lain dapat percaya kepada Kebenaran yang sebenarnya. Oleh karena itu, agar kasih itu nyata dalam kehidupan kita, agar orang lain dapat mengetahui dan mengenal bahwa kita tinggal di dalam Kasih dan hidup dalam Kristus, mari perkenalkan diri sebagai anggota keluarga Kristus dengan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri dan hidup berdamai satu sama lain. TEBARKAN KASIH KEPADA SESAMA. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Di dalam I Yohanes 3:11, penulis Yohanes mengingatkan jemaat Tuhan bahwa hal pertama yang didengar dari firman Tuhan adalah agar manusia saling mengasihi. Jemaat Tuhan diajak untuk saling mengasihi karena memang Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi manusia dengan memberikan AnakNya yang tunggal sebagai ganti dosa. Hubungan antara manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama telah dipulihkan dengan Darah Anak Domba. Kita diangkat dari kegelapan menjadi terang, agar kita dapat bercahaya dan menyinari sesama.
Saudaraku, mengasihi sesama adalah merupakan perwujudan dari pemberian kasih dari Tuhan. Kita yang berdosa telah diperdamaikan oleh Tuhan dengan menunjukkan Kasih-Nya kepada kita. Kasih itu telah melingkupi kehidupan kita dan kita telah tinggal di dalam kasih itu. Yesus telah mengajarkan kita bahasa kasih itu, mengajarkan kita bagaimana mengasihi sesama, mengajarkan bagaimana mengampuni orang lain dan mengajarkan kita bagaimana agar dapat hidup dalam damai. Kalau Kasih itu telah tinggal di dalam kita, dan kita tinggal di dalamNya, berarti semua perbuatan, kelakuan dan tingkah laku kita mencerminkan ada kasih. Hubungan antara manusia dengan Tuhan telah dipulihkan di dalam kasih, hubungan manusia dengan sesama telah dipulihkan dengan kasih. Dengan demikian, apabila kita berkata bahwa kita telah tinggal di dalam Kasih Tuhan, tetapi masih membenci sesama berarti kita adalah berdusta, karena kenyataanya hubungan dengan sesama belum dipulihkan. Tinggal di dalam kasih, berarti kita berada dan hidup di dalam kasih serta memiliki kasih. Hal ini dapat diibaratkan seperti seorang yang mengaku telah memiliki dan tinggal di sebuah rumah mewah, tetapi untuk membeli makanan sesuap nasi saja tidak mampu. Mengaku memiliki mobil mewah, tapi mau kemana-kemana berjalan kaki. Kita mengaku sudah tinggal di dalam kasih tetapi hidup tidak menunjukkan kasih Kristus, mengaku tinggal di dalam damai sejahtera, tetapi hidup bertengkar dengan sesama, mengaku hidup tinggal di dalam terang tetapi kelakuan masih di dalam kegelapan, mengaku mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan tapi mengasihi sesama yang kelihatan tidak bisa dan tetap membencinya. Tidak ada kebenaran dalam hidup yang membuat orang lain dapat percaya kepada Kebenaran yang sebenarnya. Oleh karena itu, agar kasih itu nyata dalam kehidupan kita, agar orang lain dapat mengetahui dan mengenal bahwa kita tinggal di dalam Kasih dan hidup dalam Kristus, mari perkenalkan diri sebagai anggota keluarga Kristus dengan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri dan hidup berdamai satu sama lain. TEBARKAN KASIH KEPADA SESAMA. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Minggu, 21 Februari 2010
JANGANLAH TAHUNYA HANYA MENUNTUT
Ketika seorang anak kecil meminta sesuatu kepada orang tuanya, pada umumnya seorang anak akan berkata dengan nada mengancam bahwa apabila keinginannya tidak dituruti dia tidak mau sekolah, dia tidak mau mencuci piring dan lain sebagainya. Perilaku anak kecil sering membuat kesal hati orang tuanya. Anak kecil tidak mau tahu apa yang ada di dalam pikiran orang tuanya, yang ada dalam pikirannya adalah keinginannya dapat terkabul dan dapat dipenuhi dengan segera. Dia hanya tahu menuntut dan tidak mau tahu kondisi yang ada. Demikian juga umat Tuhan, adakalanya ketika apa yang diinginkan hati, ketika apa yang menjadi pergumulan belum terpenuhi, seseorang cenderung mengancam dan bahkan menyatakan niatnya untuk tidak lagi melakukan apa yang menjadi bagiannya. Tahunya hanya menuntut.
Rasul Petrus dalam suratnya menasehati jemaatnya agar dapat meneladani sikap Yesus bahwa ketika Dia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.(1 Petrus 2:23). Yesus mempunyai sikap bahwa walaupun Dia menderita, Ia tidak pernah mengancam akan melakukan sesuatu tindakan yang mungkin bisa melepaskan Dia dari penderitaan itu. Ia menyerahkan sepenuhnya menurut skenarionya Tuhan, menurut kehendak Tuhan.
Saudara, ada begitu banyak umat Tuhan berperilaku seperti anak kecil yang selalu menuntut dan menuntut serta tidak mau tahu mengenai kehendak Bapa yang memberikan suatu jalan kehidupan yang mengharuskannya bersabar. Ketika belum dikaruniakan seorang anak, seorang suami berkata kepada sang istri akan menceraikannya dan akan kawin lagi untuk memperoleh anak. Ketika belum mendapat jodoh dan didesak oleh orangtuanya untuk segera menikah karena ingin menimang cucu, sang anak mengancam akan pergi jauh dan tidak akan menikah seumur hidup. Ketika seorang pegawai belum mendapat posisi dengan jabatan yang pas, dia mengancam pimpinan dengan mengatakan akan keluar dari perusahaan tersebut bila jabatan tidak diberikan. Ketika seorang jemaat merasa tidak diperhatikan oleh gembala, dia mengancam akan keluar dari persekutuan di gereja apabila sang gembala tidak datang menjenguknya. Ketika seorang jemaat berselisih pendapat dengan pendeta, dia mengancam akan keluar dari sinode apabila ide dan masukannya tidak diterima. Ketika sakit penyakit belum menunjukkan gejala akan membaik dan sembuh, kita mengancam dan berkata bahwa lebih baik mati daripada menderita seperti ini. Ada begitu banyak penderitaan yang membuat kita menjadi seperti ini. Kita merasa Tuhan tidak memperhatikan hidup kita, tidak melawat kita, tidak menyembuhkan kita, tidak memberikan jalan keluar bagi permasalahan kita dan lain sebagainya. Kita merasa lelah, padahal sebenarnya kita belum berjalan jauh. Kita merasa putus asa, padahal kita belum pernah mencoba. Tidak ada semangat dalam menjalani hidup ini, karena yang ada dalam hidup kita adalah hanya menuntut dan menuntut. Tuhan menginginkan agar jemaat Tuhan menjadi jemaat yang penuh dengan sukacita (Filipi 4:4), penuh dengan kekuatan yang dari Tuhan untuk menjalani hari-hari yang semakin sulit, sabar dalam menanggung segala sesuatu (1Kor 13:7) dan bertekun dalam doa (1Tim 5:5). Ketahuilah bahwa Tuhan selalu memperhatikan dan memelihara kehidupan kita bagaimanapun kondisi yang sedang dialami pada saat ini. Tuhan Yesus peduli terhadap kehidupan masa depan umatNya. Oleh karena itu, marilah kita dapat meneladani sikap Tuhan kita Yesus Kristus yang tidak mengancam ketika Dia mengalami penderitaan. JANGANLAH TAHUNYA HANYA MENUNTUT. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rasul Petrus dalam suratnya menasehati jemaatnya agar dapat meneladani sikap Yesus bahwa ketika Dia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.(1 Petrus 2:23). Yesus mempunyai sikap bahwa walaupun Dia menderita, Ia tidak pernah mengancam akan melakukan sesuatu tindakan yang mungkin bisa melepaskan Dia dari penderitaan itu. Ia menyerahkan sepenuhnya menurut skenarionya Tuhan, menurut kehendak Tuhan.
Saudara, ada begitu banyak umat Tuhan berperilaku seperti anak kecil yang selalu menuntut dan menuntut serta tidak mau tahu mengenai kehendak Bapa yang memberikan suatu jalan kehidupan yang mengharuskannya bersabar. Ketika belum dikaruniakan seorang anak, seorang suami berkata kepada sang istri akan menceraikannya dan akan kawin lagi untuk memperoleh anak. Ketika belum mendapat jodoh dan didesak oleh orangtuanya untuk segera menikah karena ingin menimang cucu, sang anak mengancam akan pergi jauh dan tidak akan menikah seumur hidup. Ketika seorang pegawai belum mendapat posisi dengan jabatan yang pas, dia mengancam pimpinan dengan mengatakan akan keluar dari perusahaan tersebut bila jabatan tidak diberikan. Ketika seorang jemaat merasa tidak diperhatikan oleh gembala, dia mengancam akan keluar dari persekutuan di gereja apabila sang gembala tidak datang menjenguknya. Ketika seorang jemaat berselisih pendapat dengan pendeta, dia mengancam akan keluar dari sinode apabila ide dan masukannya tidak diterima. Ketika sakit penyakit belum menunjukkan gejala akan membaik dan sembuh, kita mengancam dan berkata bahwa lebih baik mati daripada menderita seperti ini. Ada begitu banyak penderitaan yang membuat kita menjadi seperti ini. Kita merasa Tuhan tidak memperhatikan hidup kita, tidak melawat kita, tidak menyembuhkan kita, tidak memberikan jalan keluar bagi permasalahan kita dan lain sebagainya. Kita merasa lelah, padahal sebenarnya kita belum berjalan jauh. Kita merasa putus asa, padahal kita belum pernah mencoba. Tidak ada semangat dalam menjalani hidup ini, karena yang ada dalam hidup kita adalah hanya menuntut dan menuntut. Tuhan menginginkan agar jemaat Tuhan menjadi jemaat yang penuh dengan sukacita (Filipi 4:4), penuh dengan kekuatan yang dari Tuhan untuk menjalani hari-hari yang semakin sulit, sabar dalam menanggung segala sesuatu (1Kor 13:7) dan bertekun dalam doa (1Tim 5:5). Ketahuilah bahwa Tuhan selalu memperhatikan dan memelihara kehidupan kita bagaimanapun kondisi yang sedang dialami pada saat ini. Tuhan Yesus peduli terhadap kehidupan masa depan umatNya. Oleh karena itu, marilah kita dapat meneladani sikap Tuhan kita Yesus Kristus yang tidak mengancam ketika Dia mengalami penderitaan. JANGANLAH TAHUNYA HANYA MENUNTUT. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sabtu, 20 Februari 2010
CARILAH TUHAN DAN KEBENARANNYA
Ada begitu banyak orang saat ini putus asa menghadapi keadaan yang tidak menentu. Tidak tahu harus berbuat apa. Katanya sudah berdoa, berdoa dan berdoa tapi tetap saja tidak ada perubahan. Datang ke gereja menghadap pendeta minta didoakan, rajin datang ke persekutuan untuk mencari kedamaian, tapi sepertinya tidak ada jalan keluar untuk semua permasalahan yang ada, tidak ada damai sejahtera dan suka cita yang diperoleh, namun sebaliknya kehidupan semakin rusak. Adakah yang salah dari semuanya ini?
Yesus berkata dalam Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Disini Tuhan Yesus menyampaikan kepada umat Tuhan agar jangan kuatir terhadap apapun juga mengenai hari esok dan terhadap masa depan kita. Tuhan Yesus mengajar dan mengajak kita agar mengutamakan Kerajaan Sorga dengan pengertian bahwa kita menyatu dengan-Nya, bersekutu dengan-Nya, mengetahui rancangan-rancanganNya bagi umat Tuhan dan ambil bagian dalam rencana-Nya Tuhan.
Saudara, seringkali ketika datang ke gereja atau datang ke pendeta dan hamba Tuhan untuk minta didoakan, yang ada dalam benak kita adalah masalah yang ada segera selesai. Kita tidak peduli mengenai Tuhan Yesus, kita tidak ingin mengetahui siapa Dia dengan lebih dalam, tidak ada perasaan di hati kita untuk lebih dekat lagi denganNya. Ketika berdoa kepada-Nya, sering kita mengkondisikan diri sendiri seperti pengemis di tengah jalan minta belas kasihan, minta ini, minta itu dan minta masalah kita segera dituntaskan. Hal ini dapat diibaratkan seperti seorang pegawai di sebuah perusahaan yang meminta bonus, meminta kenaikan gaji atau minta dipromosi, namun dia tidak pernah tahu bagaimana sistem bonus, sistem kenaikan gaji dan sistem promosi diberlakukan di perusahaan tersebut. Yang dia tahu hanya menuntut dan menuntut dan bahkan berdemonstrasi. Itu sebabnya pegawai tersebut menjadi putus asa dan stres. Tuhan Yesus meminta kita untuk lebih dari sekedar meminta. Dia ingin agar kita menjadi bagian dari Kerajaan Sorga, kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita. ( Yohanes 6:56). Dia ingin agar kita menjadi anak Tuhan, sahabat Tuhan dan Dia tidak ingin kita jadi pengemis. Sebagai bagian dari Kerajaan Sorga, segala apa yang ada telah disediakan Tuhan bagi kita. Sebagai bagian dari Kerajaan Sorga, Tuhan menginginkan kita mengetahui rencana Tuhan atas kehidupan yang ada dan mengetahui bahwa apa yang Dia perbuat bagi kehidupan kita adalah baik. Raja Daud sudah menyaksikan sendiri bahwa Tuhan memelihara keturunan umat Tuhan dan dia tidak pernah melihat anak cucu umat Tuhan meminta-minta (Mzm 37:25). Kita perlu memahami bahwa Tuhan sudah menyediakan berkat di sekitar kita, Tuhan sudah menyediakan jalan keluar bagi permasalahan kita, Tuhan sudah menyediakan karir yang baik bagi pekerjaan kita, Tuhan sudah menyediakan jodoh sebagai teman hidup kita, Tuhan sudah menyediakan anak bagi kehidupan rumah tangga kita dan Tuhan sudah menyediakan segala sesuatu yang baik bagi kehidupan kita. Semua adalah bonus bagi kita apabila mau mencari Tuhan, mau menyatu dengan Dia dan setia berada di dalam Kerajaan-Nya. Oleh karena itu, carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, masuklah dalam rancangan-Nya dan pahamilah jalan-jalanNya, maka semuanya akan ditambahkan padamu. Dengan mengetahui semuanya itu, maka tidak ada istilah bagi umat Tuhan untuk kata "putus asa dan stres". Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Yesus berkata dalam Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Disini Tuhan Yesus menyampaikan kepada umat Tuhan agar jangan kuatir terhadap apapun juga mengenai hari esok dan terhadap masa depan kita. Tuhan Yesus mengajar dan mengajak kita agar mengutamakan Kerajaan Sorga dengan pengertian bahwa kita menyatu dengan-Nya, bersekutu dengan-Nya, mengetahui rancangan-rancanganNya bagi umat Tuhan dan ambil bagian dalam rencana-Nya Tuhan.
Saudara, seringkali ketika datang ke gereja atau datang ke pendeta dan hamba Tuhan untuk minta didoakan, yang ada dalam benak kita adalah masalah yang ada segera selesai. Kita tidak peduli mengenai Tuhan Yesus, kita tidak ingin mengetahui siapa Dia dengan lebih dalam, tidak ada perasaan di hati kita untuk lebih dekat lagi denganNya. Ketika berdoa kepada-Nya, sering kita mengkondisikan diri sendiri seperti pengemis di tengah jalan minta belas kasihan, minta ini, minta itu dan minta masalah kita segera dituntaskan. Hal ini dapat diibaratkan seperti seorang pegawai di sebuah perusahaan yang meminta bonus, meminta kenaikan gaji atau minta dipromosi, namun dia tidak pernah tahu bagaimana sistem bonus, sistem kenaikan gaji dan sistem promosi diberlakukan di perusahaan tersebut. Yang dia tahu hanya menuntut dan menuntut dan bahkan berdemonstrasi. Itu sebabnya pegawai tersebut menjadi putus asa dan stres. Tuhan Yesus meminta kita untuk lebih dari sekedar meminta. Dia ingin agar kita menjadi bagian dari Kerajaan Sorga, kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita. ( Yohanes 6:56). Dia ingin agar kita menjadi anak Tuhan, sahabat Tuhan dan Dia tidak ingin kita jadi pengemis. Sebagai bagian dari Kerajaan Sorga, segala apa yang ada telah disediakan Tuhan bagi kita. Sebagai bagian dari Kerajaan Sorga, Tuhan menginginkan kita mengetahui rencana Tuhan atas kehidupan yang ada dan mengetahui bahwa apa yang Dia perbuat bagi kehidupan kita adalah baik. Raja Daud sudah menyaksikan sendiri bahwa Tuhan memelihara keturunan umat Tuhan dan dia tidak pernah melihat anak cucu umat Tuhan meminta-minta (Mzm 37:25). Kita perlu memahami bahwa Tuhan sudah menyediakan berkat di sekitar kita, Tuhan sudah menyediakan jalan keluar bagi permasalahan kita, Tuhan sudah menyediakan karir yang baik bagi pekerjaan kita, Tuhan sudah menyediakan jodoh sebagai teman hidup kita, Tuhan sudah menyediakan anak bagi kehidupan rumah tangga kita dan Tuhan sudah menyediakan segala sesuatu yang baik bagi kehidupan kita. Semua adalah bonus bagi kita apabila mau mencari Tuhan, mau menyatu dengan Dia dan setia berada di dalam Kerajaan-Nya. Oleh karena itu, carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, masuklah dalam rancangan-Nya dan pahamilah jalan-jalanNya, maka semuanya akan ditambahkan padamu. Dengan mengetahui semuanya itu, maka tidak ada istilah bagi umat Tuhan untuk kata "putus asa dan stres". Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 16 Februari 2010
YESUSKU DAHSYAT
Ada satu lagu pujian yang berkata, "Aku Percaya, Tuhanku dahsyat, Kau turun tangan memulihkanku," suatu lirik lagu yang enak di dengar. Lagu ini menjadi sebuah inspirasi bagi kita bahwa Tuhan selalu menjaga dan memelihara hidup kita, baik suka maupun duka. Dia begitu baik dan teramat baik bagi kita semua. Ketika sedang bergembira, kita senang menyanyikannya. Namun ketika sedang dalam kesusahan, adakah kita percaya bahwa Tuhan itu dahsyat? Adakah kita percaya bahwa Dia akan turun tangan memulihkan kehidupan kita?
Sadrakh, Mesakh dan Abetnego adalah tiga orang yang selalu dekat dengan Tuhan, baik suka mau duka. Mereka adalah orang-orang yang memang mengetahui bahwa Tuhan itu dahsyat dan mereka percaya bahwa Tuhan itu mau turun tangan memulihkan, memelihara bahkan memberikan mereka mujizat yang luar biasa. Ketika mereka diancam akan dimasukkan ke perapian yang menyala-nyala mereka tidak pernah takut, karena mereka percaya bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah dahsyat dan akan melepaskan mereka dari situ. (Daniel 3:17-18). Hal itu memang terbukti, ketika mereka dimasukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, mereka mengalami sendiri bahwa Tuhan itu maha dahsyat karena Tuhan menjaga dan memelihara kehidupan mereka sehingga tidak mengalami luka sedikit pun.
Saudaraku, kita tidak dapat mengatakan bahwa Tuhan itu dahsyat kalau kita sendiri tidak pernah mengalami yang namanya pertolongan Tuhan. Kita tidak akan pernah mengalami pertolongan Tuhan kalau kita tidak pernah mengalami masalah. Kita tidak akan pernah mengalami masalah apabila kita takut dan menghindar dari masalah. Masalah diberikan agar kita sebagai umat Tuhan menjadi umat yang tangguh, umat yang terlatih, umat yang tekun, umat tahan uji dan menjadi umat yang handal dan selalu menjadi pemenang di setiap keadaan. Masalah diberikan bukan agar kita menjadi susah, bukan agar kita hancur dan bukan agar kita menjadi berantakan karena masalah yang diberikan masih di bawah kemampuan kita, tetapi masalah diberikan agar kita tahu bahwa Tuhan itu dahsyat. Ingatlah mengenai Ayub, bagaimana Ayub didera masalah bertubi-tubi. Begitu banyak masalah yang dihadapinya, tapi Tuhan selalu menjaganya, memeliharanya dan memberikannya kekuatan. Hingga suatu saat ketika Tuhan melihat bahwa Ayub memang hamba-Nya yang setia, baik suka maupun duka, baik ketika ada masalah maupun tidak ada masalah, baik ketika diberkati maupun ketika mengalami kebangkrutan, dan lain sebagainya, maka Tuhan memberikan segala kelimpahan baginya. Tidak itu saja, Ayub menjadi tahu bahwa Tuhan itu dahsyat bukan melalui pendengaran dari teman, bukan pula karena membaca buku, tapi karena dia sudah mengalaminya sendiri. Jadi, ketika ada masalah, ketika ada tekanan yang membuat kita menjadi takut, ketika karir kita seperti tidak ada peningkatan, ketika keadaan ekonomi kita belum mengalami perbaikan, ketika rumah tangga diambang kehancuran karena suami yang belum bertobat, suka berjudi dan main pukul dan lain sebagainya, kita harus percaya bahwa Tuhan itu dahsyat dan Dia sanggup untuk memulihkan keadaan kita. Mari kita katakan bahwa Tuhan itu dahsyat melalui pengalaman bersama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sadrakh, Mesakh dan Abetnego adalah tiga orang yang selalu dekat dengan Tuhan, baik suka mau duka. Mereka adalah orang-orang yang memang mengetahui bahwa Tuhan itu dahsyat dan mereka percaya bahwa Tuhan itu mau turun tangan memulihkan, memelihara bahkan memberikan mereka mujizat yang luar biasa. Ketika mereka diancam akan dimasukkan ke perapian yang menyala-nyala mereka tidak pernah takut, karena mereka percaya bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah dahsyat dan akan melepaskan mereka dari situ. (Daniel 3:17-18). Hal itu memang terbukti, ketika mereka dimasukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, mereka mengalami sendiri bahwa Tuhan itu maha dahsyat karena Tuhan menjaga dan memelihara kehidupan mereka sehingga tidak mengalami luka sedikit pun.
Saudaraku, kita tidak dapat mengatakan bahwa Tuhan itu dahsyat kalau kita sendiri tidak pernah mengalami yang namanya pertolongan Tuhan. Kita tidak akan pernah mengalami pertolongan Tuhan kalau kita tidak pernah mengalami masalah. Kita tidak akan pernah mengalami masalah apabila kita takut dan menghindar dari masalah. Masalah diberikan agar kita sebagai umat Tuhan menjadi umat yang tangguh, umat yang terlatih, umat yang tekun, umat tahan uji dan menjadi umat yang handal dan selalu menjadi pemenang di setiap keadaan. Masalah diberikan bukan agar kita menjadi susah, bukan agar kita hancur dan bukan agar kita menjadi berantakan karena masalah yang diberikan masih di bawah kemampuan kita, tetapi masalah diberikan agar kita tahu bahwa Tuhan itu dahsyat. Ingatlah mengenai Ayub, bagaimana Ayub didera masalah bertubi-tubi. Begitu banyak masalah yang dihadapinya, tapi Tuhan selalu menjaganya, memeliharanya dan memberikannya kekuatan. Hingga suatu saat ketika Tuhan melihat bahwa Ayub memang hamba-Nya yang setia, baik suka maupun duka, baik ketika ada masalah maupun tidak ada masalah, baik ketika diberkati maupun ketika mengalami kebangkrutan, dan lain sebagainya, maka Tuhan memberikan segala kelimpahan baginya. Tidak itu saja, Ayub menjadi tahu bahwa Tuhan itu dahsyat bukan melalui pendengaran dari teman, bukan pula karena membaca buku, tapi karena dia sudah mengalaminya sendiri. Jadi, ketika ada masalah, ketika ada tekanan yang membuat kita menjadi takut, ketika karir kita seperti tidak ada peningkatan, ketika keadaan ekonomi kita belum mengalami perbaikan, ketika rumah tangga diambang kehancuran karena suami yang belum bertobat, suka berjudi dan main pukul dan lain sebagainya, kita harus percaya bahwa Tuhan itu dahsyat dan Dia sanggup untuk memulihkan keadaan kita. Mari kita katakan bahwa Tuhan itu dahsyat melalui pengalaman bersama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Senin, 01 Februari 2010
MARI MENGOREKSI DIRI
Dalam kehidupan bergereja, kadang kala jemaat jatuh kepada suatu sikap menyombongkan diri, sikap yang merasa bahwa gerejanya adalah gereja terbaik yang penuh dengan orang-orang yang aktif melayani Tuhan, gereja dengan jumlah jemaat yang besar, gereja dengan dukungan keuangan yang kuat, dan lain sebagainya. Jemaat merasa bahwa hidup mereka diberkati dibandingkan dengan gereja lain. Dengan keadaan seperti ini mereka lupa untuk mengoreksi diri, lupa untuk mawas diri dan waspada terhadap apa yang ada dalam jemaat sendiri.
Jemaat Korintus adalah jemaat yang kaya secara jasmani, hidup diberkati dan terpandang serta ternama. Jemaat ini berada di dalam kota Korintus yang selalu banyak disinggahi oleh para pendatang terutama pedagang dari luar sehingga jemaatnya dapat bertumbuh dengan baik secara fisik gedung gereja dan jumlah jemaat. Namun hal ini membuat mereka menjadi sombong, dan tidak mengoreksi diri sendiri serta mawas diri terhadap segala sesuatu yang terjadi atas diri jemaat. Di dalam jemaat terjadi perbuatan yang tidak baik, yaitu percabulan yang begitu rupa yang tidak pernah terjadi sebelumnya dimana ada orang hidup dengan istri ayahnya. (I Korintus 5:1). Mereka mengetahui bahwa telah terjadi dekadensi moral di dalam gereja, tetapi mereka tidak mengoreksi diri dan tetap merasa bahwa jemaat merekalah yang terbaik.
Saudara, mengoreksi diri, mawas diri dan selalu waspada adalah hal yang perlu dilakukan oleh jemaat Tuhan. Mengoreksi diri berarti bahwa setiap saat kita selalu melihat dalam diri sendiri apabila ada sesuatu hal yang menjadi batu sandungan kepada orang lain, terutama perbuatan dan tingkah laku yang tidak benar di hadapan Tuhan dan di hadapan masyarakat. Mawas diri serta waspada, berarti jemaat Tuhan selalu meminta bimbingan Roh Kudus di dalam menerima setiap pengajaran yang ada agar tidak tersesat.(Roma 16:17). Jemaat Tuhan tidak boleh menutup mata terhadap kejadian di sekeliling jemaat seakan-akan hal itu tidak pernah terjadi. Dan satu hal yang perlu diketahui di dalam berjemaat bahwa kita tidak boleh menjadi sombong terhadap suatu pekerjaan Tuhan yang berhasil. Apabila gereja berkembang dan menjadi besar, hal itu adalah karena kehendak dan pertolongan Tuhan. Apabila gereja diberkati, jemaat diberkati, gembala diberkati dan semua yang ada diberkati secara luar biasa, hal itu adalah karena Tuhan. Ketika gereja diberkati dengan luarbiasa, kita diminta untuk mengoreksi diri. Ketika gereja bertumbuh dengan luar biasa, kita diminta untuk mawas diri dan waspada agar segala sesuatu dapat berjalan dengan semestinya. Oleh karena itu, melalui renungan kali ini, sebagai jemaat Tuhan kita diajak untuk selalu mengoreksi diri sehingga hal ini tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. MARI MENGOREKSI DIRI SENDIRI. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jemaat Korintus adalah jemaat yang kaya secara jasmani, hidup diberkati dan terpandang serta ternama. Jemaat ini berada di dalam kota Korintus yang selalu banyak disinggahi oleh para pendatang terutama pedagang dari luar sehingga jemaatnya dapat bertumbuh dengan baik secara fisik gedung gereja dan jumlah jemaat. Namun hal ini membuat mereka menjadi sombong, dan tidak mengoreksi diri sendiri serta mawas diri terhadap segala sesuatu yang terjadi atas diri jemaat. Di dalam jemaat terjadi perbuatan yang tidak baik, yaitu percabulan yang begitu rupa yang tidak pernah terjadi sebelumnya dimana ada orang hidup dengan istri ayahnya. (I Korintus 5:1). Mereka mengetahui bahwa telah terjadi dekadensi moral di dalam gereja, tetapi mereka tidak mengoreksi diri dan tetap merasa bahwa jemaat merekalah yang terbaik.
Saudara, mengoreksi diri, mawas diri dan selalu waspada adalah hal yang perlu dilakukan oleh jemaat Tuhan. Mengoreksi diri berarti bahwa setiap saat kita selalu melihat dalam diri sendiri apabila ada sesuatu hal yang menjadi batu sandungan kepada orang lain, terutama perbuatan dan tingkah laku yang tidak benar di hadapan Tuhan dan di hadapan masyarakat. Mawas diri serta waspada, berarti jemaat Tuhan selalu meminta bimbingan Roh Kudus di dalam menerima setiap pengajaran yang ada agar tidak tersesat.(Roma 16:17). Jemaat Tuhan tidak boleh menutup mata terhadap kejadian di sekeliling jemaat seakan-akan hal itu tidak pernah terjadi. Dan satu hal yang perlu diketahui di dalam berjemaat bahwa kita tidak boleh menjadi sombong terhadap suatu pekerjaan Tuhan yang berhasil. Apabila gereja berkembang dan menjadi besar, hal itu adalah karena kehendak dan pertolongan Tuhan. Apabila gereja diberkati, jemaat diberkati, gembala diberkati dan semua yang ada diberkati secara luar biasa, hal itu adalah karena Tuhan. Ketika gereja diberkati dengan luarbiasa, kita diminta untuk mengoreksi diri. Ketika gereja bertumbuh dengan luar biasa, kita diminta untuk mawas diri dan waspada agar segala sesuatu dapat berjalan dengan semestinya. Oleh karena itu, melalui renungan kali ini, sebagai jemaat Tuhan kita diajak untuk selalu mengoreksi diri sehingga hal ini tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. MARI MENGOREKSI DIRI SENDIRI. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jumat, 29 Januari 2010
JADIKANLAH KRISTUS SEBAGAI PUSAT HIKMAT
Sekarang banyak umat Tuhan lebih tertarik kepada hal-hal yang kelihatan indah, kelihatan memberikan semangat, kelihatan semarak, dan lain sebagainya daripada tertarik kepada firman Tuhan. Umat Tuhan lebih cenderung menyenangi kata-kata indah dari seorang motivator daripada kata-kata berkat dari seorang hamba Tuhan yang bersumber dari firman Tuhan. Umat Tuhan lebih menyenangi kata-kata bijak dari motivator yang kelihatan bijak dan penuh hikmat daripada kata-kata bijak dan hikmat yang bersumber dari firman Tuhan. Umat Tuhan menjadi lupa keadaan dirinya semula yang tidak berarti apa-apa, tidak terpandang dan tidak berpengaruh, dimana setelah mengenal kebenaran, Tuhan telah mengubah hidupnya menjadi orang yang berpengaruh dan menjadi terpandang di dalam lingkungan kantor maupun di lingkungan masyarakat sekitarnya. Tuhan Yesus tidak lagi dijadikan pusat hikmat dan tujuan hidup.
Jemaat di Korintus merupakan jemaat yang pada awalnya adalah bukan orang-orang yang bijak, bukan orang terpandang dan juga bukan orang yang berpengaruh. (I Korintus 1:26). Mereka kebanyakan adalah orang-orang biasa dan boleh dikatakan tidak berpendidikan. Karena Injil telah diberitakan kepada mereka, mereka memperoleh hikmat Tuhan yang luar biasa sehingga menjadi orang-orang yang terpandang dan berpengaruh. Namun setelah sukses dan menjadi terpandang, mereka lupa keadaan mereka yang semula dan sekarang berusaha untuk mencari pengetahuan dan hikmat dari dunia. Mereka mulai terpengaruh dengan filsafat Yunani dan mulai mencari hikmat dari kata-kata indah yang disampaikan begitu terpesona. Mereka tidak lagi menjadikan Kristus sebagai pusat hikmat dan tujuan hidup.
Saudara, dalam kehidupan memang penting seseorang mempelajari segala sesuatu di bawah kolong langit ini. Semua hal dapat dipelajari untuk menambah pengetahuan dan menambah wawasan berpikir. Kita tidak perlu menutup mata dengan keadaan sekeliling. Namun yang perlu diingat, kita harus waspada bahwa ajaran-ajaran atau pengetahuan-pengetahuan yang ada di sekeliling kita banyak yang bersumber dari pengetahuan sekular yang tidak berdasarkan firman Tuhan. Pengetahuan dan ajaran yang disampaikan adalah hal-hal yang mengajak umat Tuhan untuk mengandalkan kemampuan sendiri, mengandalkan pengetahuan sendiri, berpusat pada manusia dan bukan mengandalkan serta berpusat pada Tuhan. Sebagai umat Tuhan, kita sering terjebak dalam hal ini dan menjadikannya sebagai dasar untuk melakukan segala sesuatu. Tanpa sadar kita diajak untuk merencanakan segala sesuatu, memikirkan segala sesuatu keinginan duniawi dan akan terjadi seturut sekehendak diri kita. Tanpa sadar kita berhikmat menurut apa yang kita pikirkan, bukan apa yang Tuhan rencanakan atas kita. Tanpa sadar hati kita dibawa menjauh dari Tuhan dan mempunyai prinsip hidup bahwa apa yang dipikirkan, itulah yang harus menjadi kenyataan. Padahal firman Tuhan katakan dalam Yeremia 17:5: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!". Tanpa sadar kita mengatakan bahwa rencana yang dipikirkan akan terjadi apabila kita fokus kepada rencana dan tidak berjalan seturut kehendak Tuhan, padahal firman Tuhan katakan bahwa rencanaTuhan bukanlah rencana manusia, dan jalan manusia bukanlah jalan Tuhan (Yesaya 55:8). Kita menjadi anthrocentris (berpusat pada diri sendiri) dan bukan Theocentris ( berpusat pada Tuhan) dan hati kita menjauh dari Tuhan. Oleh karena itu, renungan kali ini mengajak kita kembali merenungkan apa yang telah Tuhan perbuat dalam kehidupan pada masa lampau dan saat ini, agar kita dapat melangkah dengan pasti ke masa depan seturut dan sekendak Tuhan. JADIKANLAH KRISTUS SEBAGAI PUSAT HIKMAT. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jemaat di Korintus merupakan jemaat yang pada awalnya adalah bukan orang-orang yang bijak, bukan orang terpandang dan juga bukan orang yang berpengaruh. (I Korintus 1:26). Mereka kebanyakan adalah orang-orang biasa dan boleh dikatakan tidak berpendidikan. Karena Injil telah diberitakan kepada mereka, mereka memperoleh hikmat Tuhan yang luar biasa sehingga menjadi orang-orang yang terpandang dan berpengaruh. Namun setelah sukses dan menjadi terpandang, mereka lupa keadaan mereka yang semula dan sekarang berusaha untuk mencari pengetahuan dan hikmat dari dunia. Mereka mulai terpengaruh dengan filsafat Yunani dan mulai mencari hikmat dari kata-kata indah yang disampaikan begitu terpesona. Mereka tidak lagi menjadikan Kristus sebagai pusat hikmat dan tujuan hidup.
Saudara, dalam kehidupan memang penting seseorang mempelajari segala sesuatu di bawah kolong langit ini. Semua hal dapat dipelajari untuk menambah pengetahuan dan menambah wawasan berpikir. Kita tidak perlu menutup mata dengan keadaan sekeliling. Namun yang perlu diingat, kita harus waspada bahwa ajaran-ajaran atau pengetahuan-pengetahuan yang ada di sekeliling kita banyak yang bersumber dari pengetahuan sekular yang tidak berdasarkan firman Tuhan. Pengetahuan dan ajaran yang disampaikan adalah hal-hal yang mengajak umat Tuhan untuk mengandalkan kemampuan sendiri, mengandalkan pengetahuan sendiri, berpusat pada manusia dan bukan mengandalkan serta berpusat pada Tuhan. Sebagai umat Tuhan, kita sering terjebak dalam hal ini dan menjadikannya sebagai dasar untuk melakukan segala sesuatu. Tanpa sadar kita diajak untuk merencanakan segala sesuatu, memikirkan segala sesuatu keinginan duniawi dan akan terjadi seturut sekehendak diri kita. Tanpa sadar kita berhikmat menurut apa yang kita pikirkan, bukan apa yang Tuhan rencanakan atas kita. Tanpa sadar hati kita dibawa menjauh dari Tuhan dan mempunyai prinsip hidup bahwa apa yang dipikirkan, itulah yang harus menjadi kenyataan. Padahal firman Tuhan katakan dalam Yeremia 17:5: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!". Tanpa sadar kita mengatakan bahwa rencana yang dipikirkan akan terjadi apabila kita fokus kepada rencana dan tidak berjalan seturut kehendak Tuhan, padahal firman Tuhan katakan bahwa rencanaTuhan bukanlah rencana manusia, dan jalan manusia bukanlah jalan Tuhan (Yesaya 55:8). Kita menjadi anthrocentris (berpusat pada diri sendiri) dan bukan Theocentris ( berpusat pada Tuhan) dan hati kita menjauh dari Tuhan. Oleh karena itu, renungan kali ini mengajak kita kembali merenungkan apa yang telah Tuhan perbuat dalam kehidupan pada masa lampau dan saat ini, agar kita dapat melangkah dengan pasti ke masa depan seturut dan sekendak Tuhan. JADIKANLAH KRISTUS SEBAGAI PUSAT HIKMAT. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 27 Januari 2010
JANGAN MEMANDANG MUKA
Sering terjadi umat Tuhan memandang bahwa keberhasilan-keberhasilan yang diraih seseorang adalah semata-mata berkat usaha yang gigih dari orang tersebut, sehingga patut dihormati dan diberi penghargaan yang lebih. Sebaliknya orang miskin dan tidak punya apa-apa adalah orang yang malas dan tidak berpendidikan serta orang yang dikutuk Tuhan sehingga memperlakukannya dengan semena-mena bahkan memperlakukannya jauh berbeda dengan orang kaya. Umat Tuhan sering memperlakukan sesama tidak dengan semestinya dengan memandang muka.
Yakobus pernah mengingatkan umat Tuhan yang merupakan jemaatnya akan hal ini agar dalam memperlakukan orang tidak memandang muka. Dia melihat bahwa di dalam jemaatnya ada perbedaan perlakuan antara yang miskin dan yang kaya. Apabila di dalam perkumpulan umat Tuhan masuk orang kaya, maka perlakuannya amat jauh berbeda dengan apabila yang datang adalah orang miskin (Yakobus 2:2-3). Orang kaya diperlakukan dengan sangat terhormat dan sangat manusiawi, sementara orang miskin diperlakukan seperti anjing yang kelaparan yang sedang meminta makan.
Saudara, di mata Tuhan semua manusia adalah sama, baik tua maupun muda, kaya maupun miskin, terhormat maupun tidak terhormat, tinggi atau rendah, berpendidikan atau tidak, laki-laki atau perempuan, cacat atau normal dan lain sebagainya. Tuhan Yesus sudah memerintahkan umatNya untuk saling mengasihi, saling menghargai, saling mendahului untuk memberi hormat dan lain sebagainya dengan sesama. Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan umatNya untuk menghormati hanya orang kaya tapi menyingkirkan orang yang miskin. Tuhan Yesus tidak pernah memperlakukan orang kaya dengan istimewa dan memperlakukan orang miskin dengan semena-mena. Dia malah sangat dekat dengan orang miskin, orang menderita, orang yang terabaikan dari lingkungan, orang cacat, orang yang berpenyakitan dan sebagainya. Dalam khotbah di bukit yang disampaikan Tuhan Yesus, Dia mengatakan bahwa orang yang miskin di hadapan Tuhan adalah orang yang paling berbahagia karena dialah yang empunya Kerajaan Sorga (Matius 5:3). Pada kenyataannya, Kita memperlakukan orang kaya dengan berlebihan, padahal orang kaya juga yang sering menindas, memperlakukan dengan kasar orang lain, memperkarakan orang lain ke meja pengadilan karena memiliki uang dan berkuasa, menyerobot harta millik orang lain, membentak dan memaharahi orang lain, tidak menghormati sesama dan lain sebagainya. Yang perlu diingat adalah bahwa renungan ini bukan mengajak kita untuk membenci orang kaya dan menjadi antipati dengannya. Banyak juga orang kaya yang menjadi berkat bagi banyak orang, yang rendah hati, dan mau menolong sesama. Namun hal ini lebih mengajak kita untuk dapat memperlakukan setiap orang sama dan tidak memandang muka karena mereka juga adalah ciptaan Tuhan. Di dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di kantor, di sekolah, di lingkungan masyarakat dan di mana-mana tempat, perlakukanlah setiap orang dengan semestinya dan JANGAN MEMANDANG MUKA. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Yakobus pernah mengingatkan umat Tuhan yang merupakan jemaatnya akan hal ini agar dalam memperlakukan orang tidak memandang muka. Dia melihat bahwa di dalam jemaatnya ada perbedaan perlakuan antara yang miskin dan yang kaya. Apabila di dalam perkumpulan umat Tuhan masuk orang kaya, maka perlakuannya amat jauh berbeda dengan apabila yang datang adalah orang miskin (Yakobus 2:2-3). Orang kaya diperlakukan dengan sangat terhormat dan sangat manusiawi, sementara orang miskin diperlakukan seperti anjing yang kelaparan yang sedang meminta makan.
Saudara, di mata Tuhan semua manusia adalah sama, baik tua maupun muda, kaya maupun miskin, terhormat maupun tidak terhormat, tinggi atau rendah, berpendidikan atau tidak, laki-laki atau perempuan, cacat atau normal dan lain sebagainya. Tuhan Yesus sudah memerintahkan umatNya untuk saling mengasihi, saling menghargai, saling mendahului untuk memberi hormat dan lain sebagainya dengan sesama. Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan umatNya untuk menghormati hanya orang kaya tapi menyingkirkan orang yang miskin. Tuhan Yesus tidak pernah memperlakukan orang kaya dengan istimewa dan memperlakukan orang miskin dengan semena-mena. Dia malah sangat dekat dengan orang miskin, orang menderita, orang yang terabaikan dari lingkungan, orang cacat, orang yang berpenyakitan dan sebagainya. Dalam khotbah di bukit yang disampaikan Tuhan Yesus, Dia mengatakan bahwa orang yang miskin di hadapan Tuhan adalah orang yang paling berbahagia karena dialah yang empunya Kerajaan Sorga (Matius 5:3). Pada kenyataannya, Kita memperlakukan orang kaya dengan berlebihan, padahal orang kaya juga yang sering menindas, memperlakukan dengan kasar orang lain, memperkarakan orang lain ke meja pengadilan karena memiliki uang dan berkuasa, menyerobot harta millik orang lain, membentak dan memaharahi orang lain, tidak menghormati sesama dan lain sebagainya. Yang perlu diingat adalah bahwa renungan ini bukan mengajak kita untuk membenci orang kaya dan menjadi antipati dengannya. Banyak juga orang kaya yang menjadi berkat bagi banyak orang, yang rendah hati, dan mau menolong sesama. Namun hal ini lebih mengajak kita untuk dapat memperlakukan setiap orang sama dan tidak memandang muka karena mereka juga adalah ciptaan Tuhan. Di dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di kantor, di sekolah, di lingkungan masyarakat dan di mana-mana tempat, perlakukanlah setiap orang dengan semestinya dan JANGAN MEMANDANG MUKA. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Senin, 25 Januari 2010
TUHAN YESUS PEMBELA KITA
Pada saat seseorang mau menyatakan kebenaran kepada orang lain, pada saat orang bersaksi tentang pekerjaan dan mujizat Tuhan atas dirinya, sering terjadi orang yang mendengar kesaksian tersebut menolak dirinya. Bayangkan betapa sedihnya seseorang apabila dikatakan pembohong, pembual, dan mengada-ada. Yang diperoleh bukan respon yang memuliakan Tuhan dari orang tersebut, malah sebaliknya mencemooh dan menghakimi diri orang yang bersaksi bahkan memusuhi dan mengucilkannya. Tidak ada yang dapat menolong dan membelanya. Hal ini mengakibatkan banyak orang tidak mau dan tidak berani untuk menyatakan kebenaran serta untuk menyampaikan kesaksian.
Hal inilah yang dialami oleh orang buta dari sejak lahirnya yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus. (Yohanes 9:1-41). Ketika dia disembuhkan dan bisa melihat, dia bersaksi tentang hal itu kepada orang-orang Farisi bahwa dirinya telah disembuhkan oleh Yesus. Namun orang Farisi tidak percaya kepadanya dan justru sebaliknya malah mereka menghakimi orang tersebut serta berkata : "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Orang tersebut diusir dan tidak ada seorangpun yang menolong dan membela dia, namun Tuhan mendengar keadaannya dan membela dia di hadapan orang Farisi. (ayat 35-41)
Saudara, bersaksi dan menyatakan kebenaran kepada orang lain adalah suatu hal yang diinginkan oleh Tuhan dari kita yang telah menerima anugrah dari Tuhan Yesus. Kita telah menerima keselamatan dan telah mengalami mujizat dari Tuhan harus bersaksi kepada orang lain bagaimana karya Tuhan kepada kita. Satu hal yang membuat nama Tuhan Yesus sulit didengar oleh orang lain adalah karena kita tidak mau menyatakan kebenaran dengan bersaksi. Padahal firman Tuhan katakan bahwa kemenangan kita adalah karena darah Anak Domba dan oleh kesaksian kita (Wahyu 12:11). Dengan bersaksi dan menyatakan kebenaran kepada orang lain betapa baiknya Tuhan kepada kita, maka nama Tuhan secara langsung maupun tidak langsung sudah disampaikan kepada banyak orang. Satu hal yang perlu dipahami dalam menyampaikan suatu kebenaran dan kesaksian, akan banyak orang yang menolak dan banyak juga akan menerima. Ketika orang menolak dan menjauhi kita karena kebenaran dan kesaksian yang disampaikan, ketahuilah bahwa Tuhan mendengar dan akan membela serta memberi kekuatan kepada kita. Seperti orang buta tadi yang dihakimi dan diusir oleh orang Farisi dibela oleh Tuhan Yesus karena telah bersaksi tentang kebaikan Tuhan atas dirinya, demikian juga kita akan dibela oleh Tuhan. Tuhan mendengar dan siap membela umatNya yang setia dan mau memberitakan perbuatanNya yang ajaib dalam kehidupannya kepada orang lain. Kita tidak perlu takut apabila tidak ada orang yang mau membela kita, karena ada Tuhan Yesus yang siap jadi pembela kita. Oleh karena itu jangan takut untuk bersaksi dan menyatakan kebenaran kepada orang lain, karena TUHAN YESUS PEMBELA KITA. Tuhan Yesus memberkati. Amin
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Hal inilah yang dialami oleh orang buta dari sejak lahirnya yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus. (Yohanes 9:1-41). Ketika dia disembuhkan dan bisa melihat, dia bersaksi tentang hal itu kepada orang-orang Farisi bahwa dirinya telah disembuhkan oleh Yesus. Namun orang Farisi tidak percaya kepadanya dan justru sebaliknya malah mereka menghakimi orang tersebut serta berkata : "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Orang tersebut diusir dan tidak ada seorangpun yang menolong dan membela dia, namun Tuhan mendengar keadaannya dan membela dia di hadapan orang Farisi. (ayat 35-41)
Saudara, bersaksi dan menyatakan kebenaran kepada orang lain adalah suatu hal yang diinginkan oleh Tuhan dari kita yang telah menerima anugrah dari Tuhan Yesus. Kita telah menerima keselamatan dan telah mengalami mujizat dari Tuhan harus bersaksi kepada orang lain bagaimana karya Tuhan kepada kita. Satu hal yang membuat nama Tuhan Yesus sulit didengar oleh orang lain adalah karena kita tidak mau menyatakan kebenaran dengan bersaksi. Padahal firman Tuhan katakan bahwa kemenangan kita adalah karena darah Anak Domba dan oleh kesaksian kita (Wahyu 12:11). Dengan bersaksi dan menyatakan kebenaran kepada orang lain betapa baiknya Tuhan kepada kita, maka nama Tuhan secara langsung maupun tidak langsung sudah disampaikan kepada banyak orang. Satu hal yang perlu dipahami dalam menyampaikan suatu kebenaran dan kesaksian, akan banyak orang yang menolak dan banyak juga akan menerima. Ketika orang menolak dan menjauhi kita karena kebenaran dan kesaksian yang disampaikan, ketahuilah bahwa Tuhan mendengar dan akan membela serta memberi kekuatan kepada kita. Seperti orang buta tadi yang dihakimi dan diusir oleh orang Farisi dibela oleh Tuhan Yesus karena telah bersaksi tentang kebaikan Tuhan atas dirinya, demikian juga kita akan dibela oleh Tuhan. Tuhan mendengar dan siap membela umatNya yang setia dan mau memberitakan perbuatanNya yang ajaib dalam kehidupannya kepada orang lain. Kita tidak perlu takut apabila tidak ada orang yang mau membela kita, karena ada Tuhan Yesus yang siap jadi pembela kita. Oleh karena itu jangan takut untuk bersaksi dan menyatakan kebenaran kepada orang lain, karena TUHAN YESUS PEMBELA KITA. Tuhan Yesus memberkati. Amin
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Minggu, 24 Januari 2010
MARI TINGGIKAN YESUS
Menjadi percaya kepada Yesus sebagai Mesias, sebagai Juru Selamat manusia, sebagai Tuhan, tidaklah dapat dilakukan dengan akal sehat. Banyak orang yang telah membaca Injil, telah mendengar tentang Yesus tidak dapat menerima keberadaanNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Banyak orang yang telah melihat mujizat Yesus dinyatakan dan dimanifestasikan, tidak dapat begitu saja menerima keberadaan Yesus sebagai Juru Selamat. Mereka tetap saja menyelidiki segala sesuatu mengenai Yesus dan mereka tetap tidak percaya kepadaNya. Mereka tetap tidak dapat mengetahui rahasia Kerajaan Sorga karena mereka tidak menaklukkan diri dan meninggikan Dia.
Ketika Yesus berbicara mengenai siapa diriNya, dan menyatakan kepada orang banyak segala rencanaNya serta kemana Dia akan pergi, mereka tidak mengerti dan tidak memahami arti dari perkataan Yesus. Mereka menganggap bahwa Yesus sudah gila dan mau bunuh diri. Dan Yesus mengatakan bahwa untuk percaya kepada perkataanNya, seseorang harus meninggikan Anak Manusia.(Yohanes 8:28). Kata "meninggikan" mengandung arti bahwa kita menaklukkan diri di bawah kekuasaanNya dan menyatakan bahwa Dialah yang Maha Agung dan Maha Tinggi.
Saudara, menjadi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat adalah merupakan anugrah yang sangat besar bagi manusia. Bayangkan saja, kita yang sudah berdosa dan tidak punya kemampuan lagi untuk mendapatkan keselamatan diberiNya kemampuan untuk masuk ke dalam KerajaanNya. Kita yang tidak layak dibuatNya menjadi layak. Dan untuk dapat mengerti rencana keselamatan yang daripada Tuhan kepada manusia, tidak dapat dilakukan dengan akal sehat. Semua rencana keselamatan yang telah dilakukan melalui Tuhan Yesus, hanya dapat dipahami apabila manusia mau meninggikan Dia. Meninggikan dan mengagungkan Yesus berarti kita sebagai manusia berdosa mau menaklukkan diri dan mau merendahkan diri serta mau mengaku segala dosa dan kesalahan kepadaNya. Dengan melakukan semuanya itu yaitu meninggikan dan mengagungkan Yesus sebagai Tuhan, maka Tuhan akan dengan leluasa memberikan hikmat dan pengetahuan tentang keselamatan itu kepada kita karena Dia telah berkata bahwa siapa yang meninggikan diri akan direndahkan dan siapa merendahkan diri akan ditinggikan. (Matius 23:12). Dengan meninggikan Dia, maka Tuhan akan membukakan rahasia-rahasia tentang Kerajaan Sorga kepada kita. (Matius 13:11). Oleh karena itu mari kita turuti perkataan Tuhan Yesus ini yaitu agar mau meninggikan dan mengagungkan Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat, sehingga segala sesuatu tentang rahasia Kerajaan Sorga dapat dibukakan bagi kita orang yang percaya kepadaNya. MARI TINGGIKAN YESUS. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Ketika Yesus berbicara mengenai siapa diriNya, dan menyatakan kepada orang banyak segala rencanaNya serta kemana Dia akan pergi, mereka tidak mengerti dan tidak memahami arti dari perkataan Yesus. Mereka menganggap bahwa Yesus sudah gila dan mau bunuh diri. Dan Yesus mengatakan bahwa untuk percaya kepada perkataanNya, seseorang harus meninggikan Anak Manusia.(Yohanes 8:28). Kata "meninggikan" mengandung arti bahwa kita menaklukkan diri di bawah kekuasaanNya dan menyatakan bahwa Dialah yang Maha Agung dan Maha Tinggi.
Saudara, menjadi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat adalah merupakan anugrah yang sangat besar bagi manusia. Bayangkan saja, kita yang sudah berdosa dan tidak punya kemampuan lagi untuk mendapatkan keselamatan diberiNya kemampuan untuk masuk ke dalam KerajaanNya. Kita yang tidak layak dibuatNya menjadi layak. Dan untuk dapat mengerti rencana keselamatan yang daripada Tuhan kepada manusia, tidak dapat dilakukan dengan akal sehat. Semua rencana keselamatan yang telah dilakukan melalui Tuhan Yesus, hanya dapat dipahami apabila manusia mau meninggikan Dia. Meninggikan dan mengagungkan Yesus berarti kita sebagai manusia berdosa mau menaklukkan diri dan mau merendahkan diri serta mau mengaku segala dosa dan kesalahan kepadaNya. Dengan melakukan semuanya itu yaitu meninggikan dan mengagungkan Yesus sebagai Tuhan, maka Tuhan akan dengan leluasa memberikan hikmat dan pengetahuan tentang keselamatan itu kepada kita karena Dia telah berkata bahwa siapa yang meninggikan diri akan direndahkan dan siapa merendahkan diri akan ditinggikan. (Matius 23:12). Dengan meninggikan Dia, maka Tuhan akan membukakan rahasia-rahasia tentang Kerajaan Sorga kepada kita. (Matius 13:11). Oleh karena itu mari kita turuti perkataan Tuhan Yesus ini yaitu agar mau meninggikan dan mengagungkan Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat, sehingga segala sesuatu tentang rahasia Kerajaan Sorga dapat dibukakan bagi kita orang yang percaya kepadaNya. MARI TINGGIKAN YESUS. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 20 Januari 2010
PENGHARAPAN KITA HANYA PADA YESUS SAJA
Saat kita mengharapkan sesuatu agar terjadi dalam kehidupan, apakah ingin dapat jodoh dan menikah, apakah ingin punya anak dan keturunan, apakah ingin sukses dan punya karir yang baik dalam pekerjaan, apakah ingin keluarga harmonis, dan lain sebagainya, ada kalanya kita merasakan kebimbangan dan berat dalam menantikannya. Ketika kita sudah berkata bahwa pengharapan hanya pada Yesus saja, ada saja sesuatu hal yang berusaha untuk mengalihkan perhatian kita daripadaNya. Seseorang mungkin memberikan cara-cara yang masuk diakal untuk meraih semua impian itu sehingga akhirnya bukan lagi pengharapan kepada Tuhan Yesus tetapi mengandalkan diri sendiri dan mengandalkan manusia yang hasilnya selalu mengecewakan.
Daud juga pernah mengalami hal yang sama ketika dia telah diijinkan oleh Saul untuk ikut berperang melawan orang Filistin dan ketika dengan lantang dia mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menolong dia, Saul yang solider kepada Daud berusaha memberikan dia bekal dengan berbagai macam persenjataan seperti baju perang kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya.(I Samuel 17:38). Namun ketika Daud mencoba mengandalkan perlengkapan perang yang diberikan Saul, dia merasa berat untuk berjalan sehingga tidak dapat dengan leluasa untuk berperang dan akhirnya menanggalkannya.
Saudara, memang ketika kita berusaha untuk mengandalkan Tuhan untuk mencapai sesuatu, sering terjadi apa yang diharapkan tidak segera terealisasi. Hal ini mengakibatkan orang di sekeliling kita berusaha untuk memberikan jalan keluar dengan berbagai cara yang kelihatan masuk di akal. Ketika jodoh belum juga datang menghampiri dan usia sudah semakin bertambah, teman atau saudara memberikan masukan dengan cara yang tidak berkenan kepadaNya dengan menawarkan susuk pemanis atau mencari jodoh lewat biro jodoh dan lain sebagainya. Ketika karir belum juga meningkat dan jabatan belum diraih, ada yang menawarkan agar kita beralih kepercayaan dari iman kepada Yesus karena akan relatif mudah untuk mendapat jabatan dan lain sebagainya. Ketika belum mempunyai keturunan, ada yang menawarkan jasa orang pintar untuk merealisasikan dengan cara pijat dan lain sebagainya. Ada begitu banyak tawaran-tawaran untuk merealisasikan harapan kita yang kelihatan masuk akal. Namun ketahuilah, bahwa semua tawaran-tawaran tersebut bukan membawa kita kepada kemajuan iman kepada Kristus, tetapi akan membawa kita kepada hal yang mengandalkan diri sendiri, membawa kita kepada kehancuran, membawa kita kepada beban hidup yang semakin berat. Di dalam hidup kita tidak lagi berharap kepada Yesus Kristus yang dapat melakukan segala apapun termasuk memberikan jodoh, memberikan karir, memberikan anak, memberikan berkat dan lain sebagainya. Melalui renungan kali ini kita diajak untuk menaruh pengharapan kita pada Yesus dan menanggalkan semua usaha-usaha yang tidak berkenan kepada Tuhan. Seperti Daud yang telah menanggalkan semua peralatan senjata yang diberikan oleh Saul sehingga dia dapat dengan leluasa berperang dengan mengandalkan Tuhan, demikian juga kita sebagai anak Tuhan harus menanggalkan semua usaha yang tidak mengandalkan Tuhan. Mari kita tanggalkan semua hal yang menghambat Tuhan bekerja di dalam hidup kita dan taruh harapan kita hanya kepada Yesus saja. PENGHARAPAN KITA HANYA PADA YESUS SAJA. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Daud juga pernah mengalami hal yang sama ketika dia telah diijinkan oleh Saul untuk ikut berperang melawan orang Filistin dan ketika dengan lantang dia mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menolong dia, Saul yang solider kepada Daud berusaha memberikan dia bekal dengan berbagai macam persenjataan seperti baju perang kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya.(I Samuel 17:38). Namun ketika Daud mencoba mengandalkan perlengkapan perang yang diberikan Saul, dia merasa berat untuk berjalan sehingga tidak dapat dengan leluasa untuk berperang dan akhirnya menanggalkannya.
Saudara, memang ketika kita berusaha untuk mengandalkan Tuhan untuk mencapai sesuatu, sering terjadi apa yang diharapkan tidak segera terealisasi. Hal ini mengakibatkan orang di sekeliling kita berusaha untuk memberikan jalan keluar dengan berbagai cara yang kelihatan masuk di akal. Ketika jodoh belum juga datang menghampiri dan usia sudah semakin bertambah, teman atau saudara memberikan masukan dengan cara yang tidak berkenan kepadaNya dengan menawarkan susuk pemanis atau mencari jodoh lewat biro jodoh dan lain sebagainya. Ketika karir belum juga meningkat dan jabatan belum diraih, ada yang menawarkan agar kita beralih kepercayaan dari iman kepada Yesus karena akan relatif mudah untuk mendapat jabatan dan lain sebagainya. Ketika belum mempunyai keturunan, ada yang menawarkan jasa orang pintar untuk merealisasikan dengan cara pijat dan lain sebagainya. Ada begitu banyak tawaran-tawaran untuk merealisasikan harapan kita yang kelihatan masuk akal. Namun ketahuilah, bahwa semua tawaran-tawaran tersebut bukan membawa kita kepada kemajuan iman kepada Kristus, tetapi akan membawa kita kepada hal yang mengandalkan diri sendiri, membawa kita kepada kehancuran, membawa kita kepada beban hidup yang semakin berat. Di dalam hidup kita tidak lagi berharap kepada Yesus Kristus yang dapat melakukan segala apapun termasuk memberikan jodoh, memberikan karir, memberikan anak, memberikan berkat dan lain sebagainya. Melalui renungan kali ini kita diajak untuk menaruh pengharapan kita pada Yesus dan menanggalkan semua usaha-usaha yang tidak berkenan kepada Tuhan. Seperti Daud yang telah menanggalkan semua peralatan senjata yang diberikan oleh Saul sehingga dia dapat dengan leluasa berperang dengan mengandalkan Tuhan, demikian juga kita sebagai anak Tuhan harus menanggalkan semua usaha yang tidak mengandalkan Tuhan. Mari kita tanggalkan semua hal yang menghambat Tuhan bekerja di dalam hidup kita dan taruh harapan kita hanya kepada Yesus saja. PENGHARAPAN KITA HANYA PADA YESUS SAJA. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 19 Januari 2010
YESUSLAH SUMBER KEKUATAN
Dalam menghadapi masalah, ada kalanya seseorang merasakan beban yang dihadapi begitu berat. Begitu banyak halangan dan rintangan yang membuat seseorang putus asa, capek, letih serta tidak semangat dalam menghadapi hidup. Keadaan ekonomi keluarga yang semakin memburuk, hutang disana-sini yang belum dapat dibayar, karir yang belum meningkat, pekerjaan yang belum didapat, dan lain sebagainya turut memperburuk keadaan seseorang. Tuhan seakan jauh dan seakan tidak ada pertolongan. Hidup apatis dan tidak punya harapan. Pertolongan Tuhan pada masa-masa yang lalu seakan tidak pernah terjadi dalam kehidupan, sehingga mulai meninggalkan Tuhan karena menganggap bahwa Tuhan tidak pernah menolongnya.
Namun hal ini tidak terjadi pada diri Daud. Waktu Daud mengutarakan niatnya kepada Saul untuk ikut mengatasi masalah bangsa Israel untuk turut berperang melawan orang-orang raksasa dari bangsa Filistin yang salah seorang diantaranya adalah Goliat, pada awalnya Saul meragukan kemampuannya (I Samuel 17:33). Namun karena Daud adalah orang yang dekat dengan Tuhan dan telah melihat serta ingat akan penyertaan Tuhan atas dirinya, maka dengan lantang dia dapat berkata kepada Saul di dalam I Samuel 17:37 : "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.". Hal ini menyebabkan Saul menyerah dan mengijinkan Daud ikut berperang. Luar biasa keyakinan Daud akan penyertaan Tuhan atas dirinya, sehingga dia dapat berkata seperti itu. Ini dikarenakan Daud ingat pertolongan Tuhan atas dirinya pada masa lalu sehingga memiliki keyakinan bahwa kekuatannya dalam menghadapi segala masalah adalah bersumber dari Tuhan.
Saudara, kekuatan manusia di dalam menjalani kehidupan ini adalah bersumber dari Tuhan. Segala masalah, segala rintangan dan halangan yang menghadang, tidak akan dapat dilalukan dari kehidupan tanpa pertolongan dari Tuhan. Kita tidak berarti apa-apa karena kemampuan terbatas, kekuatan yang ada dalam diri sendiri tidaklah sebanding dengan apa yang harus dijalani dan dihadapi. Masalah yang kecil bisa menjadi besar apabila kita hadapi sendiri, beban yang ringan akan menjadi berat apabila kita angkat sendiri. Tuhan Yesus berkata kepada umatNya agar semua yang letih lesu dan berbeban berat datang kepadaNya (Matius 10:28). Ini berarti Tuhan sudah mengetahui bahwa kemampuan manusia terbatas, sehingga Dia menawarkan diri kepada kita untuk membantu umatNya. Kita sebagai umatNya harus memahami bahwa setiap langkah dan perbuatan yang kita lakukan adalah karena pertolonganNya. Tuhan tidak pernah tidak menolong umatNya, sekecil apapun pertolongan itu. Yang patut diingat adalah bahwa ketika menghadapi suatu masalah atau persoalan, kita harus dapat berkata seperti yang dikatakan oleh Daud kepada Saul tersebut yaitu kalau Tuhan telah menolong pada masa lampau, sekarang juga Dia menolong kita. Dia tetap sama dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8). Kita juga harus berkata bahwa kekuatan di dalam hidup kita hanya didapat dalam Yesus. Karena hanya di dalam Yesus saja ada pertolongan, ada penyertaan, ada kekuatan dan terlebih lagi ada keselamatan. Mari datang kepada Yesus yang adalah sumber kekuatan hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Namun hal ini tidak terjadi pada diri Daud. Waktu Daud mengutarakan niatnya kepada Saul untuk ikut mengatasi masalah bangsa Israel untuk turut berperang melawan orang-orang raksasa dari bangsa Filistin yang salah seorang diantaranya adalah Goliat, pada awalnya Saul meragukan kemampuannya (I Samuel 17:33). Namun karena Daud adalah orang yang dekat dengan Tuhan dan telah melihat serta ingat akan penyertaan Tuhan atas dirinya, maka dengan lantang dia dapat berkata kepada Saul di dalam I Samuel 17:37 : "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.". Hal ini menyebabkan Saul menyerah dan mengijinkan Daud ikut berperang. Luar biasa keyakinan Daud akan penyertaan Tuhan atas dirinya, sehingga dia dapat berkata seperti itu. Ini dikarenakan Daud ingat pertolongan Tuhan atas dirinya pada masa lalu sehingga memiliki keyakinan bahwa kekuatannya dalam menghadapi segala masalah adalah bersumber dari Tuhan.
Saudara, kekuatan manusia di dalam menjalani kehidupan ini adalah bersumber dari Tuhan. Segala masalah, segala rintangan dan halangan yang menghadang, tidak akan dapat dilalukan dari kehidupan tanpa pertolongan dari Tuhan. Kita tidak berarti apa-apa karena kemampuan terbatas, kekuatan yang ada dalam diri sendiri tidaklah sebanding dengan apa yang harus dijalani dan dihadapi. Masalah yang kecil bisa menjadi besar apabila kita hadapi sendiri, beban yang ringan akan menjadi berat apabila kita angkat sendiri. Tuhan Yesus berkata kepada umatNya agar semua yang letih lesu dan berbeban berat datang kepadaNya (Matius 10:28). Ini berarti Tuhan sudah mengetahui bahwa kemampuan manusia terbatas, sehingga Dia menawarkan diri kepada kita untuk membantu umatNya. Kita sebagai umatNya harus memahami bahwa setiap langkah dan perbuatan yang kita lakukan adalah karena pertolonganNya. Tuhan tidak pernah tidak menolong umatNya, sekecil apapun pertolongan itu. Yang patut diingat adalah bahwa ketika menghadapi suatu masalah atau persoalan, kita harus dapat berkata seperti yang dikatakan oleh Daud kepada Saul tersebut yaitu kalau Tuhan telah menolong pada masa lampau, sekarang juga Dia menolong kita. Dia tetap sama dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8). Kita juga harus berkata bahwa kekuatan di dalam hidup kita hanya didapat dalam Yesus. Karena hanya di dalam Yesus saja ada pertolongan, ada penyertaan, ada kekuatan dan terlebih lagi ada keselamatan. Mari datang kepada Yesus yang adalah sumber kekuatan hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Minggu, 17 Januari 2010
TUHAN MEMELIHARA KEHIDUPAN UMATNYA
Manusia gagal menjalani kehidupan ini, karena dalam melakukan segala aktivitas selalu berpusat kepada diri sendiri, mengandalkan diri sendiri, dan semua kehendak, keinginan dan rencana yang dibuat harus terlaksana. Hal ini mengakibatkan banyak orang menjadi stres, takut menghadapi kehidupan, khawatir dalam segala sesuatu dan tidak semangat dalam menjalani hari-hari yang sangat sukar bahkan putus asa dan bunuh diri. Ini semua dikarenakan tidak ada rasa percaya dalam diri bahwa semua kehidupan yang dijalani adalah dalam rencana dan kehendak Tuhan. Bahkan banyak umat Tuhan tidak lagi percaya bahwa seluruh kehidupan manusia ada dalam pemeliharaan Tuhan.
Mempelajari kisah kehidupan Yusuf amatlah menarik bagi kita untuk menjadikannya sebagai suatu pelajaran di dalam menjalani kehidupan ini. Di dalam seluruh aspek kehidupan Yusuf, Tuhan selalu menyertai dia. Ini dikarenakan Yusuf seorang yang takut akan Tuhan dan selalu ingat akan perintahNya dan melakukannya dengan segenap hati. Ketika dia diperlakukan tidak baik oleh saudara-saudaranya, dia tetap mengasihi mereka, bahkan ketika mereka menjual Yusuf kepada orang Mesir dia tidak mendendam dan membalas kejahatan mereka dengan kejahatan, karena Yusuf tahu bahwa semua yang terjadi atas dirinya adalah bagian dari rencana Tuhan untuk memelihara kehidupannya dan bangsanya. (Kejadian 45:5) Hal ini berdampak pada sikap Yusuf dalam menjalani kehidupannya yang begitu sukar dan menyedihkan. Walaupun dia tidak tahu bagaimana kehidupannya kelak karena dia seorang budak, tetapi dia tahu bahwa Tuhan memelihara kehidupannya sehingga dia tetap semangat dan tidak putus asa dalam menjalani kehidupannya sebagai seorang budak yang hina dan tidak berharga.
Saudara, memang jalan hidup yang dialami merupakan suatu misteri bagi kita. Kita tidak tahu bagaimana kehidupan kita kelak, tidak tahu ada apa dibalik semua peristiwa yang dialami. Kita hanya dapat mengira-ngira, kita hanya dapat merencanakan segala sesuatu hal sesuai kemampuan manusia yang terbatas. Ketika mengalami suatu keadaan yang sukar, kita hanya dapat mengeluh, kita hanya dapat menggerutu, kita hanya dapat bersungut-sungut dan lain sebagainya. Ini semua terjadi karena kita tidak memahami maksud dan rencana Tuhan atas kehidupan kita. Kita hanya terfokus kepada rencana yang kita buat, terfokus kepada kehendak diri kita sendiri dan tidak pernah berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehidupan kita adalah selalu dalam rencana dan pemeliharaan Tuhan. Hal ini akan mengakibatkan hati kita menjadi terombang ambing dan gampang terjerumus kepada hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan serta gampang menjadi putus asa. Sebagai umat Tuhan, satu hal yang perlu diingat dan dipahami dalam menjalani kehidupan ini adalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya yang selalu mengandalkan dan menaruh harapan kepadaNya. Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan seseorang selalu dalam kendali dan dalam rencananya Tuhan. Seperti Yusuf diangkat Tuhan dari seorang budak yang tidak berharga menjadi seorang yang besar karena dia selalu bersandar, berharap dan takut akan Tuhan serta mengerti rencana Tuhan dalam kehidupannya, demikian juga kita umat Tuhan harus selalu bersandar, berharap dan takut akan Tuhan serta mengerti rencana Tuhan dalam kehidupan kita. Kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu memelihara kehidupan kita baik susah maupun senang sehingga kita dapat menjalani kehidupan yang begitu sukar sekalipun dan tidak akan mudah goyah dan putus asa. Tuhan memelihara kehidupan umatNya. Tuhan Yesus memberkati.Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Mempelajari kisah kehidupan Yusuf amatlah menarik bagi kita untuk menjadikannya sebagai suatu pelajaran di dalam menjalani kehidupan ini. Di dalam seluruh aspek kehidupan Yusuf, Tuhan selalu menyertai dia. Ini dikarenakan Yusuf seorang yang takut akan Tuhan dan selalu ingat akan perintahNya dan melakukannya dengan segenap hati. Ketika dia diperlakukan tidak baik oleh saudara-saudaranya, dia tetap mengasihi mereka, bahkan ketika mereka menjual Yusuf kepada orang Mesir dia tidak mendendam dan membalas kejahatan mereka dengan kejahatan, karena Yusuf tahu bahwa semua yang terjadi atas dirinya adalah bagian dari rencana Tuhan untuk memelihara kehidupannya dan bangsanya. (Kejadian 45:5) Hal ini berdampak pada sikap Yusuf dalam menjalani kehidupannya yang begitu sukar dan menyedihkan. Walaupun dia tidak tahu bagaimana kehidupannya kelak karena dia seorang budak, tetapi dia tahu bahwa Tuhan memelihara kehidupannya sehingga dia tetap semangat dan tidak putus asa dalam menjalani kehidupannya sebagai seorang budak yang hina dan tidak berharga.
Saudara, memang jalan hidup yang dialami merupakan suatu misteri bagi kita. Kita tidak tahu bagaimana kehidupan kita kelak, tidak tahu ada apa dibalik semua peristiwa yang dialami. Kita hanya dapat mengira-ngira, kita hanya dapat merencanakan segala sesuatu hal sesuai kemampuan manusia yang terbatas. Ketika mengalami suatu keadaan yang sukar, kita hanya dapat mengeluh, kita hanya dapat menggerutu, kita hanya dapat bersungut-sungut dan lain sebagainya. Ini semua terjadi karena kita tidak memahami maksud dan rencana Tuhan atas kehidupan kita. Kita hanya terfokus kepada rencana yang kita buat, terfokus kepada kehendak diri kita sendiri dan tidak pernah berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehidupan kita adalah selalu dalam rencana dan pemeliharaan Tuhan. Hal ini akan mengakibatkan hati kita menjadi terombang ambing dan gampang terjerumus kepada hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan serta gampang menjadi putus asa. Sebagai umat Tuhan, satu hal yang perlu diingat dan dipahami dalam menjalani kehidupan ini adalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya yang selalu mengandalkan dan menaruh harapan kepadaNya. Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan seseorang selalu dalam kendali dan dalam rencananya Tuhan. Seperti Yusuf diangkat Tuhan dari seorang budak yang tidak berharga menjadi seorang yang besar karena dia selalu bersandar, berharap dan takut akan Tuhan serta mengerti rencana Tuhan dalam kehidupannya, demikian juga kita umat Tuhan harus selalu bersandar, berharap dan takut akan Tuhan serta mengerti rencana Tuhan dalam kehidupan kita. Kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu memelihara kehidupan kita baik susah maupun senang sehingga kita dapat menjalani kehidupan yang begitu sukar sekalipun dan tidak akan mudah goyah dan putus asa. Tuhan memelihara kehidupan umatNya. Tuhan Yesus memberkati.Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Langganan:
Postingan (Atom)