Hidup ini memang selalu tidak luput dari fitnahan. Ketika kita berbuat baik bagi semua orang, apalagi kepada atasan, ada orang mengatakan bahwa kita berusaha mencari muka dan menjilat. Ketika menjadi ketua atau pemegang uang kas dalam suatu aktivitas atau organisasi, kita dikatakan tidak jujur dan telah memanipulasi data keuangan yang ada. Ketika berhasil menduduki suatu jabatan, ada terdengar bahwa kita menduduki jabatan tersebut karena dekat dengan penguasa atau karena main uang dan lain sebagainya. Ada begitu banyak upaya pihak lain agar hidup kita hancur dan menderita. Hati menjadi sakit, hubungan dengan sesama menjadi retak, dan lambat laun hubungan dengan Tuhan menjadi merenggang.
Rasul Paulus di dalam pelayanannya pernah diserang oleh para lawan-lawannya yang berasal dari luar dan dalam jemaat. Antara lain ada begitu banyak fitnahan yang dilontarkan kepadanya dalam upaya menjatuhkan pelayanannya, dalam upaya menghancurkan hidupnya dan lain sebagainya. Sebagai rohaniawan, dia pernah dituduh sebagai orang yang masih duniawi (II Korintus 10:2), dia juga dikatakan sebagai orang sombong (II Korintus 10:15), juga dikatakan bahwa dia licik (II Korintus 12:16), serta telah menggelapkan dana pelayanan yang dipercayakan kepadanya (II Korintus 8:20-23).
Saudara, memang tidak enak apabila hidup difitnah orang. Ada usaha pembunuhan karakter di dalam kehidupan sehari-hari. Kita menjadi tidak bebas dalam berbuat sesuatu karena prasangka buruk orang lain. Ketika ada suatu kejadian yang bukan kita pelakunya, malah kita menjadi tersangka dan dituduh sebagai pelakunya. Orang menuduh kita sebagai pelaku, namun tidak berani untuk mengutarakannya secara langsung. Kita hanya didiamkan saja dan selalu dicurigai. Orang tidak percaya sama kita. Kita menjadi sakit hati, menjadi terkucil dan hidup menjadi hancur karena tidak ada kepercayaan dari sesama. Paulus yang mengalami hal yang sama, mengibaratkan tubuh ini sebagai bejana yang gampang retak dan gampang hancur, tapi didiami oleh harta yang paling berharga yaitu Yesus Kristus (II Korintus 4:7). Ketika bejana ini mulai retak akibat difitnah, ditekan, diintimidasi, dianiaya, ditindas dan lain sebagainya, akan terpancarlah sinar kemuliaan Yesus Kristus karena Dia yang berdiam di dalam bejana hati kita akan memberi kekuatan dan ketabahan serta akan membentuk kita kembali menjadi bejana yang lebih indah. Itu sebabnya Paulus katakan bahwa dalam segala hal dia ditindas, namun tidak terjepit; dia habis akal, namun tidak putus asa; dia dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, dia dihempaskan, namun tidak binasa. Semua itu terjadi karena dia senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuhnya, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam kehidupan sehari-hari (II Korintus 4:8-10). Kita tidak akan mampu menghadapi segala aniaya, segala fitnahan, segala intimidasi, segala ketakutan dan lain sebagainya, tanpa Yesus yang memberi kekuatan. Oleh karena itu, sebagai bejana yang gampang retak dan hancur, mari kita menyimpan harta yang berharga itu yaitu Yesus Kristus dalam bejana hati kita, sehingga bejana hati kita siap dibentuk kembali oleh Tuhan dan dapat menjalani hari-hari yang begitu sulit. JADILAH BEJANA YANG SIAP DIBENTUK. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sekretariat : Jalan Bibis IV/2 Surabaya 60161. Telp. (031)3521551 Fax. (031)3534808
JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label "Transformasi keluarga Menuju Transformasi BANGSA". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "Transformasi keluarga Menuju Transformasi BANGSA". Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 Februari 2010
Sabtu, 20 Februari 2010
TUHANLAH YANG MEMBERIKAN SEGALA KELIMPAHAN
Ada begitu banyak umat Tuhan memiliki cinta kepada Tuhan seperti seorang pria yang lagi jatuh cinta pada seorang gadis muda belia nan cantik rupawan. Ketika sedang jatuh cinta, begitu banyak kenangan manis yang tak terlupakan dan dia mengatakan kepada sang Gadis bahwa dia adalah pria yang setia kepadanya dan tak akan jauh dari sisinya. Hujan badai dapat ditempuh untuk dapat memiliki sang Gadis pujaan. Namun ketika sang Gadis sudah ditaklukkan dan dimiliki, cinta mulai beralih kepada lain hati, cinta mulai menyurut dan begitu banyak alasan untuk tidak lagi datang kepadanya. Demikian juga umat Tuhan, ketika memiliki masalah, ketika kehidupan masih biasa-biasa saja dan masih sederhana, masih jalan kaki atau naik angkutan kota, umat Tuhan dengan setia datang untuk beribadah dan bersekutu dengan Tuhan untuk memohon berkat. Namun ketika Tuhan memberikan berkat, memberikan jabatan, memberikan kelimpahan, memberikan kemewahan dan lain sebagainya, mulai undur dari pelayanan, mulai memiliki seribu satu alasan untuk tidak datang kepada Tuhan dan lambat laun tidak tidak lagi dekat dengan Tuhan. Kita lupa bahwa Tuhanlah yang memberikan kekuatan di dalam segala perkara. Itulah fenomena cinta manusia kepada Tuhan yang tidak setia.
Paulus sebagai rasul, sebagai pemberita Injil yang andal dan telah dipakai Tuhan luar biasa, dalam suratnya kepada jemaat di Filipi pernah berkata bahwa selama hidupnya dia sudah pernah mengalami penderitaan yang luar biasa, menderita kelaparan, menderita aniaya dan bahkan hampir mati. Namun di sisi lain, dia juga pernah mengalami yang namanya berkat yang luar biasa, kehidupan yang enak, sehingga dalam semuanya itu dia dapat berkata bahwa dia tahu yang namanya kekurangan dan dia tahu juga yang namanya kelimpahan. Paulus mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi atas dirinya, baik saat kekurangan maupun saat kelimpahan, tiada yang menjadi rahasia baginya dan dia tahu bahwa semuanya adalah karena Tuhan dan dia tidak lupa akan hal itu (Filipi 4:12). Hal ini membuat dia tetap setia kepada Tuhan.
Saudara, memang umat Tuhan sering berprilaku seperti pria yang sedang dilanda cinta. Ketika hidup masih pas-pasan, pekerjaan masih belum ada, penghasilan yang tidak menentu, rumah belum ada, motor dan mobil belum ada, ketika belum punya televisi dan lain sebagainya, kita begitu setianya datang beribadah kepada Tuhan meminta berkat. Walaupun naik motor, hujan bukan masalah, kita dapat menyiasati dengan pakai jas hujan atau naik angkot. Ketika orang sedang sibuk nonton telivisi di rumah karena ada pertandingan langsung sepak bola, kita dengan setia datang beribadah. Namun ketika segala fasilitas kehidupan diberikan kepada kita, baik rumah, motor, mobil, televisi, pekerjaan yang baik dengan gaji yang luar biasa tinggi, usaha yang semakin maju maupun kemewahan lainnya, kita mulai merasa sombong dan mulai berhitung dengan Tuhan. Kita tidak pergi ke tempat ibadah karena ada hujan, padahal ada mobil yang dapat dipakai. Kita batal berangkat ke tempat ibadah karena adanya siaran langsung sepak bola pada jam yang sama. Kita tidak mengijinkan orang gereja untuk mendapat giliran ibadah di rumah dengan alasan sibuk dan lain sebagainya. Ada begitu banyak alasan untuk menghindar dari persekutuan dengan Tuhan. Kita lupa bagaimana Tuhan menolong hidup kita dan mengangkat kita menjadi orang terhormat. Kita melupakan kebaikan Tuhan ketika apa yang menjadi hasrat dan keinginan kita sudah tercapai. Kita tidak mengetahui rahasia berhubungan dengan Tuhan dan tidak pernah tahu yang namanya kekurangan dan kelimpahan. Ketika berkekurangan kita mendekat dan mengeluh kepada Tuhan, ketika berkelimpahan, kita sombong kepada Tuhan dan menjauhiNya. Kita tidak pernah tahu bahwa kekuatan untuk dapat menjalani segala perkara, baik susah maupun senang adalah bersumber dari Tuhan (Filipi 4:13). Kita harus menyadari bahwa tanpa Tuhan, kita tidak akan dapat menjadi seperti sekarang ini. Oleh karena itu, mari segera menyadari dan mengetahui rahasia ini, bahwa Tuhanlah yang memberikan kekuatan, Tuhanlah yang memberikan segala kelimpahan dan kekurangan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Paulus sebagai rasul, sebagai pemberita Injil yang andal dan telah dipakai Tuhan luar biasa, dalam suratnya kepada jemaat di Filipi pernah berkata bahwa selama hidupnya dia sudah pernah mengalami penderitaan yang luar biasa, menderita kelaparan, menderita aniaya dan bahkan hampir mati. Namun di sisi lain, dia juga pernah mengalami yang namanya berkat yang luar biasa, kehidupan yang enak, sehingga dalam semuanya itu dia dapat berkata bahwa dia tahu yang namanya kekurangan dan dia tahu juga yang namanya kelimpahan. Paulus mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi atas dirinya, baik saat kekurangan maupun saat kelimpahan, tiada yang menjadi rahasia baginya dan dia tahu bahwa semuanya adalah karena Tuhan dan dia tidak lupa akan hal itu (Filipi 4:12). Hal ini membuat dia tetap setia kepada Tuhan.
Saudara, memang umat Tuhan sering berprilaku seperti pria yang sedang dilanda cinta. Ketika hidup masih pas-pasan, pekerjaan masih belum ada, penghasilan yang tidak menentu, rumah belum ada, motor dan mobil belum ada, ketika belum punya televisi dan lain sebagainya, kita begitu setianya datang beribadah kepada Tuhan meminta berkat. Walaupun naik motor, hujan bukan masalah, kita dapat menyiasati dengan pakai jas hujan atau naik angkot. Ketika orang sedang sibuk nonton telivisi di rumah karena ada pertandingan langsung sepak bola, kita dengan setia datang beribadah. Namun ketika segala fasilitas kehidupan diberikan kepada kita, baik rumah, motor, mobil, televisi, pekerjaan yang baik dengan gaji yang luar biasa tinggi, usaha yang semakin maju maupun kemewahan lainnya, kita mulai merasa sombong dan mulai berhitung dengan Tuhan. Kita tidak pergi ke tempat ibadah karena ada hujan, padahal ada mobil yang dapat dipakai. Kita batal berangkat ke tempat ibadah karena adanya siaran langsung sepak bola pada jam yang sama. Kita tidak mengijinkan orang gereja untuk mendapat giliran ibadah di rumah dengan alasan sibuk dan lain sebagainya. Ada begitu banyak alasan untuk menghindar dari persekutuan dengan Tuhan. Kita lupa bagaimana Tuhan menolong hidup kita dan mengangkat kita menjadi orang terhormat. Kita melupakan kebaikan Tuhan ketika apa yang menjadi hasrat dan keinginan kita sudah tercapai. Kita tidak mengetahui rahasia berhubungan dengan Tuhan dan tidak pernah tahu yang namanya kekurangan dan kelimpahan. Ketika berkekurangan kita mendekat dan mengeluh kepada Tuhan, ketika berkelimpahan, kita sombong kepada Tuhan dan menjauhiNya. Kita tidak pernah tahu bahwa kekuatan untuk dapat menjalani segala perkara, baik susah maupun senang adalah bersumber dari Tuhan (Filipi 4:13). Kita harus menyadari bahwa tanpa Tuhan, kita tidak akan dapat menjadi seperti sekarang ini. Oleh karena itu, mari segera menyadari dan mengetahui rahasia ini, bahwa Tuhanlah yang memberikan kekuatan, Tuhanlah yang memberikan segala kelimpahan dan kekurangan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jumat, 12 Februari 2010
Keluarga Diubahkan Berkat Turun bagaikan Hujan atas kepala kita
Tahun ini adalah Tahun yg di sebut Tahun PEMULIHAN DAN KELIMPAHAN.
Mohon diamati kata PEMULIHAN yg saya maksudkan adalah Tuhan mau mendobrak para digma anda, Tuhan mau anda di transformasi secara keseluruhan, seperti sebuah bejana yg di bentuk memang sakit, tetapi ada hasil yg baik dalam pembentukan itu, dari hancur di ubahkan menjadi yg terbaik, seperti emas prosesnya sangat berat, sehingga akan keluar hasil yg baik dan menjadi emas yg terbaik.
Begitu pula dengan anda, anda akan meraih yg namanya KELIMPAHAN berkat jasmani dan rohani, yg tdk akan kau pikirkan akan ada dari Tuhan. tetapi untuk meraih kelimpahan itu anda harus masuk dulu dalam Pemulihan,
saya akan jelaskan apa dan bagaimana pemulihan itu:
1 Ada sesuatu yg terjadi mungkin dulu apa kah anda pernah berhubungan dng kuasa ke gelapan, mungkin Bapak anda, ibu, atau kakak anda sendiri. (mohon di cek apa kah masalah ini ada)
2. Apakah keluarga anda Bapak dan Ibu sudah masuk dalam pemulihan keluarga,( perceraian, lahir di luar nikah, dll) lalu cekk keadaan ibu dan bapak anda, apa usaha, apa pekerjaan, sehingga anda akan mendapat pencerahan apa kah itu yg Tuhan mau atau sebaliknya.
3. jika keseluruhan anda sdh cek dan ternyta anda merasa tdk ada yg salah, saya menghimbau anda untuk ambil waktu doa dan pujian, sembah Allah yg hebat itu Yesus kristus Tuhan, lalu masuk dalam sesi permohonan ampunnan dosa, seteelah itu masuk lah dalam pujian dan penyembahan, dan setelah itu masuk dalam mendengar suara Tuhan, anda tdk usah menyembah dan bersuara diam saja dan jng bicara Tunggu Tuhan berbicara, lalu nantikan lah apa yg akan Tuhan kasih ke anda.
smoga cara untuk masuk dalam Pemulihan dan kelimpahan ini terjadi atas anda keluarga dan saudara anda. saya percaya Tuhan sayang akan kita tetapi Dia Tuhan mau kita jujur untuk terbuka apa kah kita ada yg salah, mohon pengampunan dulu, dan jngan lupa bayar harga ats dosa kita dan masuklah dalam kata kelimpahan itu.
sebuah info prihal saya.
saya sebelum menjadi hamba Tuhan, hidup saya jauh dari kedamaian Allah, saya tdk beda dengan penjahat jalanan atau penjahat kelas teri. Hidup keluarga saya parah tionggal di kota besar tetapi seperti sampah di jalan, saya tdk mengenal kedamaian bahkan saya tdk tahu yg namanya Kelimpahan berkat.
tetapi ke tika suatu waktu semua menjadi berubah, ketika ibu saya berkata jujur kepada saya katanya sewaktu saya masih dalam kandungan ibu tdk setuju sebab saya anak ke 4 dari 4 bersaudara, ibu saya sdh merasa berat untuk menjaga ke 3 anaknya dan ditambah lagi saya, ayah saya hanya seorg yg tdk bisa buat apa2 bhs nya adalah penganguran yg selalu banyak acara. ibu saya hendak membunuh saya dalam kandungan dengan meminum jamu apa saja agar janin nya mati. Tetapi sampai 9 bulan 10 hari, saya tetap ada bahkan lahir dengan selamat. tetapi perkembangan hidup saya di luar dugaan, selama saya remaja kantor polisi di jakarta hampir semua saya masukin krn terjerat tindak pidana, berantem, narkoba dll. Ibu dan bapak saya sampai tdk mampu lagi. sehingga ayah saya di panggil Tuhan
tetapi setelah ibu saya bertemu dng kasih Allah yg hebat itu ibu saya mengambil keputusan untuk mentransformasi keluarga, walaupun saat itu ayah saya sdh meninggal.
Ibu saya memohon ampun dan minta pertobatan sungguh kepada Tuhan, sehingga ibu saya memberanikan diri untuk memohon penyelesaian kepada saya, ibu saya berterus terang bahwa dulu dia hendak membunuh saya, dan ibu saya memohon ampun kepada saya, lalu kita sama2 berdoa dan setelah itu selesai, sungguh Allah kita dasyat Yesus dasyat Dia mengubah hidup saya dan ibu serta keluarga kami semua.
Hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun, perubahan hidup kami semakin baik, ibu saya tdk mengontrak rumah kecil lg di jakarta, tetapi membelinya, kakak saya memiliki pekerjaan yg baik semua nya, dan saya dapat sekolah, kuliah dengan beasiswa karna terbaik mendapat nilai, bahkan dapat beasiswa ke amerika secara cuma2. dan saya memiliki 2 org putra satu org istri dan bahkan hari ini Tuhan percayakan saya sebagai seorg gembala jemaat dalam gereja lokal.
sungguh Perubahan itu sungguh nyata dalam hidup saya, Tuhan Allah tdk hanya mengubah saya tetapi keluarga saya di ubahkan. Sebab ada yg namanya Pemulihan, setelah itu anda akan meraih Kelimpahan dari Allah.
Apakah anda sudah di pulihkan?
semoga kesaksian ini memberi inspirasi baru atau pencerahan kepada kita semua
Imanuel
anda. Tuhan pasti buka jalan.
Imanuel.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Mohon diamati kata PEMULIHAN yg saya maksudkan adalah Tuhan mau mendobrak para digma anda, Tuhan mau anda di transformasi secara keseluruhan, seperti sebuah bejana yg di bentuk memang sakit, tetapi ada hasil yg baik dalam pembentukan itu, dari hancur di ubahkan menjadi yg terbaik, seperti emas prosesnya sangat berat, sehingga akan keluar hasil yg baik dan menjadi emas yg terbaik.
Begitu pula dengan anda, anda akan meraih yg namanya KELIMPAHAN berkat jasmani dan rohani, yg tdk akan kau pikirkan akan ada dari Tuhan. tetapi untuk meraih kelimpahan itu anda harus masuk dulu dalam Pemulihan,
saya akan jelaskan apa dan bagaimana pemulihan itu:
1 Ada sesuatu yg terjadi mungkin dulu apa kah anda pernah berhubungan dng kuasa ke gelapan, mungkin Bapak anda, ibu, atau kakak anda sendiri. (mohon di cek apa kah masalah ini ada)
2. Apakah keluarga anda Bapak dan Ibu sudah masuk dalam pemulihan keluarga,( perceraian, lahir di luar nikah, dll) lalu cekk keadaan ibu dan bapak anda, apa usaha, apa pekerjaan, sehingga anda akan mendapat pencerahan apa kah itu yg Tuhan mau atau sebaliknya.
3. jika keseluruhan anda sdh cek dan ternyta anda merasa tdk ada yg salah, saya menghimbau anda untuk ambil waktu doa dan pujian, sembah Allah yg hebat itu Yesus kristus Tuhan, lalu masuk dalam sesi permohonan ampunnan dosa, seteelah itu masuk lah dalam pujian dan penyembahan, dan setelah itu masuk dalam mendengar suara Tuhan, anda tdk usah menyembah dan bersuara diam saja dan jng bicara Tunggu Tuhan berbicara, lalu nantikan lah apa yg akan Tuhan kasih ke anda.
smoga cara untuk masuk dalam Pemulihan dan kelimpahan ini terjadi atas anda keluarga dan saudara anda. saya percaya Tuhan sayang akan kita tetapi Dia Tuhan mau kita jujur untuk terbuka apa kah kita ada yg salah, mohon pengampunan dulu, dan jngan lupa bayar harga ats dosa kita dan masuklah dalam kata kelimpahan itu.
sebuah info prihal saya.
saya sebelum menjadi hamba Tuhan, hidup saya jauh dari kedamaian Allah, saya tdk beda dengan penjahat jalanan atau penjahat kelas teri. Hidup keluarga saya parah tionggal di kota besar tetapi seperti sampah di jalan, saya tdk mengenal kedamaian bahkan saya tdk tahu yg namanya Kelimpahan berkat.
tetapi ke tika suatu waktu semua menjadi berubah, ketika ibu saya berkata jujur kepada saya katanya sewaktu saya masih dalam kandungan ibu tdk setuju sebab saya anak ke 4 dari 4 bersaudara, ibu saya sdh merasa berat untuk menjaga ke 3 anaknya dan ditambah lagi saya, ayah saya hanya seorg yg tdk bisa buat apa2 bhs nya adalah penganguran yg selalu banyak acara. ibu saya hendak membunuh saya dalam kandungan dengan meminum jamu apa saja agar janin nya mati. Tetapi sampai 9 bulan 10 hari, saya tetap ada bahkan lahir dengan selamat. tetapi perkembangan hidup saya di luar dugaan, selama saya remaja kantor polisi di jakarta hampir semua saya masukin krn terjerat tindak pidana, berantem, narkoba dll. Ibu dan bapak saya sampai tdk mampu lagi. sehingga ayah saya di panggil Tuhan
tetapi setelah ibu saya bertemu dng kasih Allah yg hebat itu ibu saya mengambil keputusan untuk mentransformasi keluarga, walaupun saat itu ayah saya sdh meninggal.
Ibu saya memohon ampun dan minta pertobatan sungguh kepada Tuhan, sehingga ibu saya memberanikan diri untuk memohon penyelesaian kepada saya, ibu saya berterus terang bahwa dulu dia hendak membunuh saya, dan ibu saya memohon ampun kepada saya, lalu kita sama2 berdoa dan setelah itu selesai, sungguh Allah kita dasyat Yesus dasyat Dia mengubah hidup saya dan ibu serta keluarga kami semua.
Hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun, perubahan hidup kami semakin baik, ibu saya tdk mengontrak rumah kecil lg di jakarta, tetapi membelinya, kakak saya memiliki pekerjaan yg baik semua nya, dan saya dapat sekolah, kuliah dengan beasiswa karna terbaik mendapat nilai, bahkan dapat beasiswa ke amerika secara cuma2. dan saya memiliki 2 org putra satu org istri dan bahkan hari ini Tuhan percayakan saya sebagai seorg gembala jemaat dalam gereja lokal.
sungguh Perubahan itu sungguh nyata dalam hidup saya, Tuhan Allah tdk hanya mengubah saya tetapi keluarga saya di ubahkan. Sebab ada yg namanya Pemulihan, setelah itu anda akan meraih Kelimpahan dari Allah.
Apakah anda sudah di pulihkan?
semoga kesaksian ini memberi inspirasi baru atau pencerahan kepada kita semua
Imanuel
anda. Tuhan pasti buka jalan.
Imanuel.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 09 Februari 2010
SUDAHKAH MENGENAL YESUS DENGAN BENAR?
Banyak orang yang sudah mengetahui dan mengenal kebenaran, tetapi hidupnya jauh dari memuliakan Tuhan. Perilaku dan perbuatannya bukannya memuliakan Tuhan, namun sebaliknya semakin jauh dari Tuhan. Justru orang yang mengenal Tuhan sering menggantikan kemuliaan Tuhan dengan kesenangan-kesenangan yang bersifat duniawi. Untuk mewujudkan semua impian dan cita-citanya, bukan datang sujud menyembah Tuhan atau memuliakan Dia, tapi sebaliknya malah datang kepada kekuatan lain seperti meminta berkat kepada arwah leluhur, meminta petunjuk kepada para normal, orang pintar, dan lain sebagainya. Jangan heran, saat sekarang banyak orang mempunyai perilaku yang menyimpang dari yang normal dan menjadi pengumpat, pemfitnah, pembenci Tuhan, kurang ajar, congkak, sombong, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyanyang, tidak mengenal belas kasihan dan lain sebagainya. Umat Tuhan dalam hal ini sebenarnya tidak mengenal Tuhan secara benar.
Kondisi inilah yang disampaikan oleh Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma, dimana jemaat ini sudah mengenal Tuhan, tapi berprilaku menyimpang dan hidupnya seakan-akan tidak mengenal Tuhan. Bahkan di jemaat Roma ini didapati perilaku seksual yang menyimpang seperti seks bebas, homoseks, lesbian, persetubuhan yang tidak normal dengan binatang, dan lain sebagainya. (Roma 1:19-32). Itu terjadi karena mereka tidak pernah memuliakan Tuhan, bahkan lebih dari itu hati mereka jauh dari Tuhan dan menyembah kekuatan lain dengan membuat patung-patung berupa binatang atau manusia. Suatu hal yang menjijikkan di hadapan Tuhan, padahal Tuhan sudah memberikan anugrah yang begitu besar kepada mereka berupa keselamatan di dalam Yesus Kristus.
Saudara, maksud kemurahan Tuhan adalah agar manusia dapat datang bersekutu denganNya. Yesus Kristus datang ke dunia mengambil rupa seorang hamba dengan tujuan agar ciptaanNya dapat mengenal Dia dengan baik, dapat diselamatkan dari ancaman hukuman kekal, dan agar memiliki perilaku yang baik dan benar. Ketika seseorang sudah mengenal Yesus Kristus, dia sudah diubahkan dari hidup yang lama menjadi hidup baru dan terjadi transformasi total dalam kehidupannya. Mengenal Yesus dan menerimaNya menjadi Tuhan dan Juru Selamat, berarti Dia menjadi teladan bagi hidup kita dan itu berarti seluruh hidup kita juga harus berpedoman kepada Dia. Ketika kita mengatakan bahwa hidupku bukannya aku lagi, tapi Yesus dalamku, namun kelakuan dan perbuatan kita tidak berpedoman kepadaNya, tidak menuruti firmanNya dan hati kita jauh daripadaNya, maka kita adalah pendusta (1Yoh 2:4). Ketika hidup kita masih mendua hati dan masih melakukan seperti jemaat di Roma yang tidak memuliakan Tuhan, hati kita jauh dari Tuhan, maka kita bukanlah pengikut Kristus yang berkenan kepada Tuhan. Kita boleh dikatakan sebenarnya tidak mengenal Yesus dengan baik dan benar. Kita menjadi munafik kepada diri sendiri, munafik kepada keluarga, munafik kepada masyarakat dan munafik kepada jemaat Tuhan yang ada di gereja. Kita tidak bisa mendustai Tuhan dengan cara seperti ini dan buang hal-hal seperti ini dalam hidup kita. Kita harus mengerti bahwa hidup di dalam Yesus Kristus berarti hidup yang selalu memuliakan Dia, mengagungkan Dia dan selalu mau mengikuti apa yang difirmankanNya. Kita bukanlah orang-orang yang akan binasa, tapi orang-orang yang diselamatkan dengan Anugrah Tuhan yang begitu besar yaitu dengan penebusan melalui Darah Anak Domba yang tercurah di Golgata. Oleh karena itu, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah : "Sudahkah mengenal Yesus dengan baik dan benar?" Kalau sudah mengenal dan menerima serta mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, mari selalu memuliakan Tuhan dengan segenap hati dan pikiran kita. Muliakan Tuhan dengan segenap kekuatan, dengan segenap harta yang dimiliki. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kondisi inilah yang disampaikan oleh Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma, dimana jemaat ini sudah mengenal Tuhan, tapi berprilaku menyimpang dan hidupnya seakan-akan tidak mengenal Tuhan. Bahkan di jemaat Roma ini didapati perilaku seksual yang menyimpang seperti seks bebas, homoseks, lesbian, persetubuhan yang tidak normal dengan binatang, dan lain sebagainya. (Roma 1:19-32). Itu terjadi karena mereka tidak pernah memuliakan Tuhan, bahkan lebih dari itu hati mereka jauh dari Tuhan dan menyembah kekuatan lain dengan membuat patung-patung berupa binatang atau manusia. Suatu hal yang menjijikkan di hadapan Tuhan, padahal Tuhan sudah memberikan anugrah yang begitu besar kepada mereka berupa keselamatan di dalam Yesus Kristus.
Saudara, maksud kemurahan Tuhan adalah agar manusia dapat datang bersekutu denganNya. Yesus Kristus datang ke dunia mengambil rupa seorang hamba dengan tujuan agar ciptaanNya dapat mengenal Dia dengan baik, dapat diselamatkan dari ancaman hukuman kekal, dan agar memiliki perilaku yang baik dan benar. Ketika seseorang sudah mengenal Yesus Kristus, dia sudah diubahkan dari hidup yang lama menjadi hidup baru dan terjadi transformasi total dalam kehidupannya. Mengenal Yesus dan menerimaNya menjadi Tuhan dan Juru Selamat, berarti Dia menjadi teladan bagi hidup kita dan itu berarti seluruh hidup kita juga harus berpedoman kepada Dia. Ketika kita mengatakan bahwa hidupku bukannya aku lagi, tapi Yesus dalamku, namun kelakuan dan perbuatan kita tidak berpedoman kepadaNya, tidak menuruti firmanNya dan hati kita jauh daripadaNya, maka kita adalah pendusta (1Yoh 2:4). Ketika hidup kita masih mendua hati dan masih melakukan seperti jemaat di Roma yang tidak memuliakan Tuhan, hati kita jauh dari Tuhan, maka kita bukanlah pengikut Kristus yang berkenan kepada Tuhan. Kita boleh dikatakan sebenarnya tidak mengenal Yesus dengan baik dan benar. Kita menjadi munafik kepada diri sendiri, munafik kepada keluarga, munafik kepada masyarakat dan munafik kepada jemaat Tuhan yang ada di gereja. Kita tidak bisa mendustai Tuhan dengan cara seperti ini dan buang hal-hal seperti ini dalam hidup kita. Kita harus mengerti bahwa hidup di dalam Yesus Kristus berarti hidup yang selalu memuliakan Dia, mengagungkan Dia dan selalu mau mengikuti apa yang difirmankanNya. Kita bukanlah orang-orang yang akan binasa, tapi orang-orang yang diselamatkan dengan Anugrah Tuhan yang begitu besar yaitu dengan penebusan melalui Darah Anak Domba yang tercurah di Golgata. Oleh karena itu, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah : "Sudahkah mengenal Yesus dengan baik dan benar?" Kalau sudah mengenal dan menerima serta mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, mari selalu memuliakan Tuhan dengan segenap hati dan pikiran kita. Muliakan Tuhan dengan segenap kekuatan, dengan segenap harta yang dimiliki. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Senin, 08 Februari 2010
LAKUKAN FIRMAN TUHAN SECARA AKTIF
Kita sering berkata bahwa kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal pikiran kita. Kita selalu memberikan kepadaNya segala bentuk persembahan yang terbaik, baik persembahan kasih, persembahan persepuluhan maupun persembahan-persembahan lainnya. Kita selalu melayani Tuhan dengan baik dan melayani sesama dengan baik. Rajin beribadah dan selalu berbuat kebaikan kepada orang yang berbuat baik kepada kita. Namun, sering terjadi dalam diri umat Tuhan bahwa kita sering ditempa oleh keadaan yang baik-baik saja. Kita hanya melakukan pelayanan yang terbaik kepada orang yang melayani kita dengan baik. Kepada orang yang berbuat jahat, kita sulit untuk berbuat kebaikan kepadanya, seakan-akan hati ini berat untuk melakukannya, seakan-akan ada dorongan dalam hati untuk membalas kejahatan yang dilakukannya. Kadang kala, Kita mendiamkan begitu saja orang yang berbuat jahat kepada kita, tidak menegor, tidak melayaninya dengan baik, tidak mengampuni dan juga tidak mendoakannya agar dapat berubah. Kita menghindar darinya, kita bersikap pasif dan menganggap bahwa hal itu dapat menyelesaikan masalah.
Hal itulah yang dialami oleh Absalom ketika mengetahui saudara tirinya Amnon memperkosa adiknya Tamar (2 Samuel 13:22). Sejak Amnon memperkosa Tamar, Absalom tidak menjalin komunikasi lagi dengan saudara tirinya itu, dia bersikap pasif dan diam saja serta tidak mau membicarakan mengenai hal itu, dia tidak mau menegor Amnon, dia tidak mau melayani Amnon dengan baik, dia menghindar dari Amnon dan menganggap hal itu akan dapat dengan selesai dengan sendirinya. Ternyata Absalom salah, bahwa kemudian hari akhirnya dia harus membunuh Amnon dengan cara yang sadis. Ditengah sikap pasif dan diam yang ditunjukkan oleh Absalom, ternyata ada akar kepahitan yang dipelihara olehnya dan berkembang biak dalam hatinya.
Saudara, sikap diam dan pasif di dalam menghadapi seseorang yang berbuat salah dan menyakiti hati kita adalah suatu sikap tidak benar di hadapan Tuhan. Sikap diam dan pasif dalam hal ini mengandung pengertian bahwa ketika seseorang menyakiti hati kita, ketika seorang teman memfitnah kita, ketika seorang sahabat menghianati kita, ketika seorang pimpinan mempermalukan kita di hadapan banyak orang, ketika orang tua tidak memperlakukan kita dengan baik, ketika hal yang tidak baik kita terima, dan lain sebagainya, kita tidak berbuat apa-apa. Firman Tuhan mengatakan agar kita secara aktif melakukan firman Tuhan, agar kita melakukan tindakan, melakukan respon yang baik kepada seseorang yang berbuat jahat kepada kita. Firman Tuhan mengajar kita untuk aktif melakukan yang baik dengan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi kita diam saja. Firman Tuhan mengajar kita untuk aktif mendoakan orang yang berbuat jahat kepada kita, tetapi tidak melakukannya. Firman Tuhan mengajar kita untuk aktif mengasihi musuh, tetapi kita malah menjauhinya. Firman Tuhan mengajar kita untuk aktif mencabut akar pahit dalam hidup kita dan tidak membiarkannya bertumbuh, tapi sebaliknya kita membiarkannya tumbuh di dalam hati kita. Firman Tuhan mengajar kita untuk aktif mengampuni, tapi malah membenci sesama. Sama seperti Absalom yang bersikap pasif dan mendiamkan kejahatan yang dilakukan Amnon terhadap adiknya Tamar, dan hal itu mengakibatkan akar pahit yang ada dalam dirinya bertumbuh dan berkembang menjadi dendam membara, demikian juga kita umat Tuhan yang tidak segera bertindak secara aktif mengampuni, mencabut akar pahit, dan mendoakan orang-orang yang menyakiti hati serta melupakannya, maka jangan heran suatu ketika hal tersebut akan membawa kita kepada dendam yang membara. Oleh karena itu, mari untuk bersikap aktif melakukan dan menerapkan kebenaran firman Tuhan dengan aktif mengasihi Tuhan dan sesama manusia, aktif mengampuni orang yang bersalah, aktif mendoakan orang yang menyakiti hati, aktif mencabut akar pahit, dan lain sebagainya dan rasakan kuasanya dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Hal itulah yang dialami oleh Absalom ketika mengetahui saudara tirinya Amnon memperkosa adiknya Tamar (2 Samuel 13:22). Sejak Amnon memperkosa Tamar, Absalom tidak menjalin komunikasi lagi dengan saudara tirinya itu, dia bersikap pasif dan diam saja serta tidak mau membicarakan mengenai hal itu, dia tidak mau menegor Amnon, dia tidak mau melayani Amnon dengan baik, dia menghindar dari Amnon dan menganggap hal itu akan dapat dengan selesai dengan sendirinya. Ternyata Absalom salah, bahwa kemudian hari akhirnya dia harus membunuh Amnon dengan cara yang sadis. Ditengah sikap pasif dan diam yang ditunjukkan oleh Absalom, ternyata ada akar kepahitan yang dipelihara olehnya dan berkembang biak dalam hatinya.
Saudara, sikap diam dan pasif di dalam menghadapi seseorang yang berbuat salah dan menyakiti hati kita adalah suatu sikap tidak benar di hadapan Tuhan. Sikap diam dan pasif dalam hal ini mengandung pengertian bahwa ketika seseorang menyakiti hati kita, ketika seorang teman memfitnah kita, ketika seorang sahabat menghianati kita, ketika seorang pimpinan mempermalukan kita di hadapan banyak orang, ketika orang tua tidak memperlakukan kita dengan baik, ketika hal yang tidak baik kita terima, dan lain sebagainya, kita tidak berbuat apa-apa. Firman Tuhan mengatakan agar kita secara aktif melakukan firman Tuhan, agar kita melakukan tindakan, melakukan respon yang baik kepada seseorang yang berbuat jahat kepada kita. Firman Tuhan mengajar kita untuk aktif melakukan yang baik dengan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi kita diam saja. Firman Tuhan mengajar kita untuk aktif mendoakan orang yang berbuat jahat kepada kita, tetapi tidak melakukannya. Firman Tuhan mengajar kita untuk aktif mengasihi musuh, tetapi kita malah menjauhinya. Firman Tuhan mengajar kita untuk aktif mencabut akar pahit dalam hidup kita dan tidak membiarkannya bertumbuh, tapi sebaliknya kita membiarkannya tumbuh di dalam hati kita. Firman Tuhan mengajar kita untuk aktif mengampuni, tapi malah membenci sesama. Sama seperti Absalom yang bersikap pasif dan mendiamkan kejahatan yang dilakukan Amnon terhadap adiknya Tamar, dan hal itu mengakibatkan akar pahit yang ada dalam dirinya bertumbuh dan berkembang menjadi dendam membara, demikian juga kita umat Tuhan yang tidak segera bertindak secara aktif mengampuni, mencabut akar pahit, dan mendoakan orang-orang yang menyakiti hati serta melupakannya, maka jangan heran suatu ketika hal tersebut akan membawa kita kepada dendam yang membara. Oleh karena itu, mari untuk bersikap aktif melakukan dan menerapkan kebenaran firman Tuhan dengan aktif mengasihi Tuhan dan sesama manusia, aktif mengampuni orang yang bersalah, aktif mendoakan orang yang menyakiti hati, aktif mencabut akar pahit, dan lain sebagainya dan rasakan kuasanya dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jumat, 05 Februari 2010
JANGAN TAKUT, PERCAYA SAJA
Ketika memohon belas kasihan Tuhan, ketika datang kepada Yesus menyampaikan segala sesuatu pergumulan hidup yang dialami, ada banyak hal yang berusaha membuat kita menjadi tawar hati, takut, ragu dan tidak percaya kepadaNya. Mungkin teman, mungkin keluarga, mungkin istri, mungkin anak atau mungkin orang-orang di lingkungan sekitar membuat kita demikian, menjadi, takut, ragu dan tidak percaya.
Ada satu cerita mengenai seorang ayah yang bergumul untuk kesembuhan anak perempuan satu-satunya, anak semata wayangnya dan yang dikasihinya sedang sakit dan hampir mati. Orang yang bernama Yairus ini yang adalah seorang kepala rumah ibadat datang tersungkur di depan kaki Yesus memohon kepada-Nya agar sudi kiranya melawat dia dan menyembuhkan anaknya. (Lukas 8:41). Tapi dalam perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan, ada seorang anggota keluarga yang datang dan menyampaikan kepadanya agar berhenti saja memohon kesembuhan kepada Yesus dan tidak lagi menyusahkanNya, karena hal itu adalah sia-sia berhubung anaknya sudah mati.(ayat 49). Betapa memilukan sebenarnya kondisi kepala rumah ibadat ini mendengar hal tersebut. Imannya mulai goyah, dia menjadi ragu dan dia menjadi tidak percaya kepada Yesus.
Saudara, apa yang dialami Yairus ini sering terjadi dalam kehidupan kita. Ketika kita datang kepada Yesus memohon belas kasihanNya untuk diberikan seorang anak, ada orang lain yang berkata bahwa kita tidak mungkin lagi punya anak karena kondisi rahim yang sakit, karena sudah tua, karena mandul dan lain sebagainya. Ketika kita datang kepada Yesus dan bergumul untuk karir dalam pekerjaan yang belum meningkat, ada teman sejawat yang berkata bahwa karir tidak akan dapat lagi meningkat karena sudah mentok, karena tidak ada yang peduli dan lain sebagainya. Ketika kita datang kepada Yesus untuk memulihkan kehidupan rumah tangga dan kehidupan ekonomi keluarga, ada orang lain yang datang dan mengatakan bahwa kondisi ekonomi dunia memang sedang goncang, sedang susah dan tidak mungkin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan lain sebagainya. Ketika kita datang kepada Yesus untuk dapat mengampuni dan menghapus kesalahan kita di masa lalu, ada teman yang datang mengatakan bahwa Yesus tidak mungkin bisa mengampuni dan menebus dosa kita karena Dia manusia biasa. Ada begitu banyak hal yang dapat membuat kita menjadi tidak percaya dan menggoyahkan iman kita kepadaNya. Ada begitu banyak kondisi yang membuat kita menjadi tawar hati, kecut hati, takut dan menjadi mundur dari percaya pada Yesus. Tapi Tuhan Yesus mendengar seruan kita, Tuhan Yesus peduli kepada kita dan Dia berkata agar kita jangan takut dan percaya saja kepadaNya (Lukas 8:50). Ketika kita bergumul dan berdoa kepadaNya dengan tiada jemu-jemu dan melelahkan, Dia akan memberikan kekuatan dan Roh Kudus akan mengingatkan kita agar tetap percaya kepada-Nya. Roh Kudus akan berkata kepada kita : "JANGAN TAKUT, PERCAYA SAJA", maka mujizat pun terjadi dan Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Ada satu cerita mengenai seorang ayah yang bergumul untuk kesembuhan anak perempuan satu-satunya, anak semata wayangnya dan yang dikasihinya sedang sakit dan hampir mati. Orang yang bernama Yairus ini yang adalah seorang kepala rumah ibadat datang tersungkur di depan kaki Yesus memohon kepada-Nya agar sudi kiranya melawat dia dan menyembuhkan anaknya. (Lukas 8:41). Tapi dalam perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan, ada seorang anggota keluarga yang datang dan menyampaikan kepadanya agar berhenti saja memohon kesembuhan kepada Yesus dan tidak lagi menyusahkanNya, karena hal itu adalah sia-sia berhubung anaknya sudah mati.(ayat 49). Betapa memilukan sebenarnya kondisi kepala rumah ibadat ini mendengar hal tersebut. Imannya mulai goyah, dia menjadi ragu dan dia menjadi tidak percaya kepada Yesus.
Saudara, apa yang dialami Yairus ini sering terjadi dalam kehidupan kita. Ketika kita datang kepada Yesus memohon belas kasihanNya untuk diberikan seorang anak, ada orang lain yang berkata bahwa kita tidak mungkin lagi punya anak karena kondisi rahim yang sakit, karena sudah tua, karena mandul dan lain sebagainya. Ketika kita datang kepada Yesus dan bergumul untuk karir dalam pekerjaan yang belum meningkat, ada teman sejawat yang berkata bahwa karir tidak akan dapat lagi meningkat karena sudah mentok, karena tidak ada yang peduli dan lain sebagainya. Ketika kita datang kepada Yesus untuk memulihkan kehidupan rumah tangga dan kehidupan ekonomi keluarga, ada orang lain yang datang dan mengatakan bahwa kondisi ekonomi dunia memang sedang goncang, sedang susah dan tidak mungkin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan lain sebagainya. Ketika kita datang kepada Yesus untuk dapat mengampuni dan menghapus kesalahan kita di masa lalu, ada teman yang datang mengatakan bahwa Yesus tidak mungkin bisa mengampuni dan menebus dosa kita karena Dia manusia biasa. Ada begitu banyak hal yang dapat membuat kita menjadi tidak percaya dan menggoyahkan iman kita kepadaNya. Ada begitu banyak kondisi yang membuat kita menjadi tawar hati, kecut hati, takut dan menjadi mundur dari percaya pada Yesus. Tapi Tuhan Yesus mendengar seruan kita, Tuhan Yesus peduli kepada kita dan Dia berkata agar kita jangan takut dan percaya saja kepadaNya (Lukas 8:50). Ketika kita bergumul dan berdoa kepadaNya dengan tiada jemu-jemu dan melelahkan, Dia akan memberikan kekuatan dan Roh Kudus akan mengingatkan kita agar tetap percaya kepada-Nya. Roh Kudus akan berkata kepada kita : "JANGAN TAKUT, PERCAYA SAJA", maka mujizat pun terjadi dan Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kamis, 04 Februari 2010
JANGAN BERDALIH
Ada orang berkata bahwa dia akan sungguh-sungguh mengikut Yesus dan mau melayani Dia apabila nanti sudah pensiun dari pekerjaan, apabila nanti sudah sukses, apabila nanti sudah sekolah teologi, apabila nanti sudah menikah dan lain sebagainya. Ada juga orang berkata bahwa dia akan aktif di gereja, aktif beribadah, aktif di dalam persekutuan apabila nanti sudah punya waktu yang senggang, punya waktu luang untuk hal tersebut. Seseorang didalam mengikut Yesus menciptakan suatu kondisi yang tidak pernah diketahui di masa yang akan datang. Seseorang mempunyai seribu satu macam alasan untuk menghindar dari menjadi pengikut Yesus yang setia, bersekutu dan mau melayani Dia.
Ketika Yesus mengajak seorang yang ada di dekatNya untuk mau jadi pengikut dan pelayanNya, orang tersebut berdalih dan berkata agar dia diijinkan dahulu untuk pergi menguburkan bapanya (Lukas 9:59). Di dalam tradisi orang Israel, seorang anak yang berbakti kepada orang tua harus menjaga dan memelihara orang tua sampai dengan orang tuanya meninggal dunia dan menguburkannya, baru dia bebas menentukan langkah kehidupan selanjutnya untuk pergi meninggalkan rumah. Dalam hal ini, pernyataan orang tersebut kepada Yesus mengandung arti bahwa dia akan mengikut Yesus apabila nanti segala sesuatu kewajibannya sudah selesai, apabila nanti orangtuanya sudah meninggal dunia dan sudah dia tunaikan tugasnya untuk menguburkan bapanya. Dia mau mengikut Yesus dengan suatu kondisi yang dia tidak ketahui di masa yang akan datang. Dia berdalih.
Saudara, mengikut Yesus dan melayaniNya adalah keputusan pribadi. Segala sesuatu yang menyangkut iman percaya kepada Yesus harus dinyatakan secara pribadi, sehingga hal ini jangan disangkutpautkan dengan kondisi yang ada di luar diri kita. Tapi kadang kala, untuk menghindar dari Yesus, untuk menghindar dari persekutuan, untuk menghindar dari beribadah kepadaNya, kita mempunyai seribu satu macam alasan dan kita membuat suatu kondisi yang menjadikan kita jauh dari padaNya. Kita berkata bahwa waktu kita sangat sempit dan sibuk sehingga tidak sempat datang beribadah ke gereja, tetapi di lain pihak kita mempunyai waktu luang untuk menghabiskan waktu menonton televisi di rumah atau pergi main golf bersama rekanan. Kita berkata bahwa kita akan melayani Tuhan apabila nanti sudah diberkati, sudah naik jabatan, sudah pensiun dari pekerjaan dan lain sebagainya, padahal kita tidak tahu bagaimana kondisi kita di masa yang akan datang. Kita berkata bahwa pekerjaan di kantor sangat padat dan melelahkan sehingga tidak dapat bersekutu dan beribadah pada hari minggu karena sangat kelelahan, padahal waktu belum punya pekerjaan, kita datang kepada Tuhan dengan tekun dan hati yang hancur. Kita berkata bahwa kita sibuk mengurus anak di rumah sehingga tidak dapat datang ke gereja, padahal saat tidak punya anak kita datang menangis di hadapanNya untuk meminta seorang anak. Banyak hal yang menjadi alasan bagi kita untuk menghindar dari hadapan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memanggil kita untuk menjadi pengikut dan pelayanNya. Dia ingin kita mau menuruti apa yang dikatakanNya, tapi kita selalu berdalih, karena kita tidak melihat adanya keuntungan bila mengikut Dia. Kita tidak dapat mengikut Dia dengan baik apabila kita berdalih. Oleh karena itu, mari kita mau menurut apa yang telah Ia katakan dan buang semua hal yang menjadi penghalang kita untuk mengikut Dia. JANGAN BERDALIH. Tuhan Yesus memberkati.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Ketika Yesus mengajak seorang yang ada di dekatNya untuk mau jadi pengikut dan pelayanNya, orang tersebut berdalih dan berkata agar dia diijinkan dahulu untuk pergi menguburkan bapanya (Lukas 9:59). Di dalam tradisi orang Israel, seorang anak yang berbakti kepada orang tua harus menjaga dan memelihara orang tua sampai dengan orang tuanya meninggal dunia dan menguburkannya, baru dia bebas menentukan langkah kehidupan selanjutnya untuk pergi meninggalkan rumah. Dalam hal ini, pernyataan orang tersebut kepada Yesus mengandung arti bahwa dia akan mengikut Yesus apabila nanti segala sesuatu kewajibannya sudah selesai, apabila nanti orangtuanya sudah meninggal dunia dan sudah dia tunaikan tugasnya untuk menguburkan bapanya. Dia mau mengikut Yesus dengan suatu kondisi yang dia tidak ketahui di masa yang akan datang. Dia berdalih.
Saudara, mengikut Yesus dan melayaniNya adalah keputusan pribadi. Segala sesuatu yang menyangkut iman percaya kepada Yesus harus dinyatakan secara pribadi, sehingga hal ini jangan disangkutpautkan dengan kondisi yang ada di luar diri kita. Tapi kadang kala, untuk menghindar dari Yesus, untuk menghindar dari persekutuan, untuk menghindar dari beribadah kepadaNya, kita mempunyai seribu satu macam alasan dan kita membuat suatu kondisi yang menjadikan kita jauh dari padaNya. Kita berkata bahwa waktu kita sangat sempit dan sibuk sehingga tidak sempat datang beribadah ke gereja, tetapi di lain pihak kita mempunyai waktu luang untuk menghabiskan waktu menonton televisi di rumah atau pergi main golf bersama rekanan. Kita berkata bahwa kita akan melayani Tuhan apabila nanti sudah diberkati, sudah naik jabatan, sudah pensiun dari pekerjaan dan lain sebagainya, padahal kita tidak tahu bagaimana kondisi kita di masa yang akan datang. Kita berkata bahwa pekerjaan di kantor sangat padat dan melelahkan sehingga tidak dapat bersekutu dan beribadah pada hari minggu karena sangat kelelahan, padahal waktu belum punya pekerjaan, kita datang kepada Tuhan dengan tekun dan hati yang hancur. Kita berkata bahwa kita sibuk mengurus anak di rumah sehingga tidak dapat datang ke gereja, padahal saat tidak punya anak kita datang menangis di hadapanNya untuk meminta seorang anak. Banyak hal yang menjadi alasan bagi kita untuk menghindar dari hadapan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memanggil kita untuk menjadi pengikut dan pelayanNya. Dia ingin kita mau menuruti apa yang dikatakanNya, tapi kita selalu berdalih, karena kita tidak melihat adanya keuntungan bila mengikut Dia. Kita tidak dapat mengikut Dia dengan baik apabila kita berdalih. Oleh karena itu, mari kita mau menurut apa yang telah Ia katakan dan buang semua hal yang menjadi penghalang kita untuk mengikut Dia. JANGAN BERDALIH. Tuhan Yesus memberkati.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jumat, 29 Januari 2010
JADILAH SATU DI DALAM TUHAN
Akhir-akhir ini gereja Tuhan sudah mulai lagi terpecah-pecah. Dimulai dari satu gereja yang jemaatnya terpecah, hingga antargereja yang semakin tidak lagi menunjukkan kesatuan. Masing-masing mengambil jalan sendiri-sendiri, masing-masing sibuk dengan doktrinnya, masing-masing sibuk dengan program kerjanya, masing-masing sibuk "menjarah domba" dari gereja lain dan lain sebagainya. Jemaat Tuhan lebih bangga menyatakan dan memperkenalkan diri sebagai jemaat si "ANU" daripada memperkenalkan diri sebagai "Pengikut Kristus", jemaat Tuhan memposisikan diri lebih kepada lembaga daripada KRISTUS dan lebih kepada pemimpin rohani daripada Kristus. Sungguh sedih Tuhan Yesus melihat kelakuan pengikutNya menjadi seperti ini.
Rasul Paulus pernah mengingatkan jemaat di Korinntus yang didengarnya telah terpecah-pecah, ada golongan Paulus, golongan Apolos, Golongan Kefas dan golongan Kristus. (I Korintus 1:12). Masing-masing golongan di dalam satu jemaat berjalan sendiri-sendiri dan tidak bersatu. Paulus merasa sedih dan oleh karena itu dia memandang perlu untuk mengingatkan jemaat ini agar tetap bersatu dan fokus hanya kepada Kristus serta mengatakan bahwa Kristus tidak terbagi-bagi.
Saudara, Kristus tidak pernah terbagi-bagi dalam bentuk golongan-golongan seperti yang Paulus gambarkan dan adalah merupakan kerinduan Tuhan agar jemaatNya tetap satu. Di dalam doa yang disampaikan Yesus, Dia meminta kepada Bapa agar pengikutNya tetap menjadi satu sama seperti Bapa dan Yesus adalah satu (Yohanes 17:21). Hal ini diinginkan Tuhan terjadi agar dunia tahu bahwa Yesus adalah Tuhan. Kalau jemaat Tuhan terbagi-bagi dan masing-masing mengambil jalan sendiri-sendiri apalagi saling menjelekkan sesama jemaat, bagaimana mau bersaksi tentang kebaikan Tuhan kepada orang lain? Kalau antar golongan saling berantam, bagaimana orang yang tidak mengenal Kristus dapat melihat terang itu di dalam jemaat Tuhan. Kalau masing-masing golongan saling berdebat dan saling merasa benar, bagaimana Yesus dapat ditinggikan dan dimasyurkan? Kalau masing-masing golongan saling berperkara di pengadilan, bagaimana orang melihat ada damai di dalam jemaat Tuhan? Sebagai pengikut Kristus diminta untuk dapat memposisikan diri sebagai jemaat yang dikendalikan dan dituntun oleh Yesus Kristus di dalam Roh Kudus yang penuh dengan sukacita, penuh dengan damai, tidak ada iri dan dengki serta tidak saling menjatuhkan. Apabila ada perselisihan, diminta jemaat Tuhan agar segera berdamai. Apabila kesatuan tubuh Kristus tercapai, maka semua mata akan tertuju pada umat Tuhan, semua orang akan melihat dan merasakan bahwa ada Roh Tuhan di dalam jemaat Tuhan, ada Roh Tuhan dalam ibadah, ada Roh Tuhan di dalam persekutuan, di dalam gereja. semua lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Oleh karena itu, mari kita semua umat yang percaya kepada Yesus Kristus adalah Tuhan bersatu hati dan saling mendukung satu sama lain. Dan satu hal yang perlu diingat, walaupun tubuh Kristus yaitu gereja, berbeda satu sama lain baik berbeda dalam hal tata ibadah, berbeda doktrin, berbeda mimbar, berbeda pandangan, berbeda sinode, berbeda pemimpin dan lain sebagainya, namun apabila masih dalam pengakuan bahwa YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN, maka kita adalah satu. JADILAH SATU DI DALAM TUHAN. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rasul Paulus pernah mengingatkan jemaat di Korinntus yang didengarnya telah terpecah-pecah, ada golongan Paulus, golongan Apolos, Golongan Kefas dan golongan Kristus. (I Korintus 1:12). Masing-masing golongan di dalam satu jemaat berjalan sendiri-sendiri dan tidak bersatu. Paulus merasa sedih dan oleh karena itu dia memandang perlu untuk mengingatkan jemaat ini agar tetap bersatu dan fokus hanya kepada Kristus serta mengatakan bahwa Kristus tidak terbagi-bagi.
Saudara, Kristus tidak pernah terbagi-bagi dalam bentuk golongan-golongan seperti yang Paulus gambarkan dan adalah merupakan kerinduan Tuhan agar jemaatNya tetap satu. Di dalam doa yang disampaikan Yesus, Dia meminta kepada Bapa agar pengikutNya tetap menjadi satu sama seperti Bapa dan Yesus adalah satu (Yohanes 17:21). Hal ini diinginkan Tuhan terjadi agar dunia tahu bahwa Yesus adalah Tuhan. Kalau jemaat Tuhan terbagi-bagi dan masing-masing mengambil jalan sendiri-sendiri apalagi saling menjelekkan sesama jemaat, bagaimana mau bersaksi tentang kebaikan Tuhan kepada orang lain? Kalau antar golongan saling berantam, bagaimana orang yang tidak mengenal Kristus dapat melihat terang itu di dalam jemaat Tuhan. Kalau masing-masing golongan saling berdebat dan saling merasa benar, bagaimana Yesus dapat ditinggikan dan dimasyurkan? Kalau masing-masing golongan saling berperkara di pengadilan, bagaimana orang melihat ada damai di dalam jemaat Tuhan? Sebagai pengikut Kristus diminta untuk dapat memposisikan diri sebagai jemaat yang dikendalikan dan dituntun oleh Yesus Kristus di dalam Roh Kudus yang penuh dengan sukacita, penuh dengan damai, tidak ada iri dan dengki serta tidak saling menjatuhkan. Apabila ada perselisihan, diminta jemaat Tuhan agar segera berdamai. Apabila kesatuan tubuh Kristus tercapai, maka semua mata akan tertuju pada umat Tuhan, semua orang akan melihat dan merasakan bahwa ada Roh Tuhan di dalam jemaat Tuhan, ada Roh Tuhan dalam ibadah, ada Roh Tuhan di dalam persekutuan, di dalam gereja. semua lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Oleh karena itu, mari kita semua umat yang percaya kepada Yesus Kristus adalah Tuhan bersatu hati dan saling mendukung satu sama lain. Dan satu hal yang perlu diingat, walaupun tubuh Kristus yaitu gereja, berbeda satu sama lain baik berbeda dalam hal tata ibadah, berbeda doktrin, berbeda mimbar, berbeda pandangan, berbeda sinode, berbeda pemimpin dan lain sebagainya, namun apabila masih dalam pengakuan bahwa YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN, maka kita adalah satu. JADILAH SATU DI DALAM TUHAN. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Langganan:
Postingan (Atom)