Dahulu di tahun 50-an ada seorang penyiar radio, pelawak, dan penulis lagu di Hollywood, yang bernama Stuart Hamblin. Ia dikenal karena peminum, gonta-ganti wanita, suka pesta pora, dan lain-lain.
Salah satu lagu hits-nya pada waktu itu adalah "Aku Tidak Mau Pergi Berburu Denganmu Jake, Tapi Aku Pergi Berburu Cewek". Pada suatu hari seorang pengkhotbah muda mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Tenda. Hamblin mengajaknya ikut siaran di acara radionya untuk mengolok-olok dia.
Untuk mengumpulkan informasi lebih banyak untuk acaranya, Hamblin menghadiri salah satu acara KKR itu. Pada awal acara ibadah itu sang pengkhotbah mengumumkan, "Di sini ada seorang pria yang hidupnya penuh kepalsuan." Mungkin saja ada orang-orang lain yang merasa hal yang sama, namun Hamblin merasa yakin bahwa dirinyalah yang dimaksud pengkhotbah itu (beberapa orang menganggapnya ia tertempelak), namun ia tak bertobat. Perkataan itu terus menghantuinya sampai beberapa malam kemudian, sehingga ia muncul di depan pintu kamar hotel pengkhotbah itu dalam keadaan mabuk pada sekitar jam 2 pagi, meminta agar pengkhotbah itu berdoa baginya. Namun pengkhotbah itu menolak, sambil berkata, "Ini adalah urusan anda dengan Tuhan dan saya tidak ingin mencampuri." Meskipun demikian pengkhotbah ini mempersilakan Hamblin masuk ke kamar hotelnya dan mereka berbicara sampai jam 5 pagi, hingga Stuart bertekuk lutut di hadapan Tuhan dan menangis, berseru kepada Allah.
Itu bukanlah akhir kisahnya. Sejak saat itu Stuart berhenti minum-minuman keras, berhenti mengejar-ngejar wanita, berhenti melakukan segala hal yang "fun". Segera ia mulai tidak disukai lingkungan Hollywood. Akhirnya ia dipecat dari stasiun radio itu ketika ia menolak perusahaan bir menjadi sponsor. Ia mengalami masa yang sukar. Ia mencoba menulis beberapa lagu "Kristen", namun yang meraih sukses hanya lagu "This Old House", yang digubah untuk temannya, Rosemary Clooney.
Sementara ia terus bergumul, seorang sahabat lamanya, John, menemuinya dan berkata kepadanya, "Semua kesulitan ini dimulai ketika engkau menemukan "agama". Apakah hal itu layak untuk ditukarkan dengan semuanya?" Stuart berkata sejujurnya, "Ya." Kemudian sahabatnya ini bertanya, "Dahulu engkau sangat menyukai minuman keras, apakah tidak pernah kepingin lagi?" Dan jawaban Stuart, "Tidak!" Lalu John berkata lagi, "Aku tidak mengerti bagaimana engkau bisa berhenti minum dengan mudah."
Dan jawaban Stuart adalah, "Itu bukan rahasia besar. Segalanya mungkin bersama Allah." Atas jawaban ini John berkata, "Nah, itu adalah perkataan yang menarik. Engkau harus menulis sebuah lagu tentang hal itu." Dan seperti orang bilang, "Selebihnya menjadi sebuah sejarah."
Lagu yang digubah Stuart adalah "It Is No Secret" yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, "Tak Tersembunyi Kuasa Allah."
Tak tersembunyi, kuasa Allah
Yang lain ditolong, saya juga
Tangan-Nya terbuka, menunggulah
Tak tersembunyi, kuasa Allah.
Ngomong-ngomong, sahabat Stuart itu adalah John Wayne. Dan pengkhotbah muda yang menolak mendoakan Stuart Hamblin? Dialah …Billy Graham!
JESUS BLESS YOU.
Sekretariat : Jalan Bibis IV/2 Surabaya 60161. Telp. (031)3521551 Fax. (031)3534808
JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label *** DOA UNTUK ANDA ***. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label *** DOA UNTUK ANDA ***. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 April 2010
Kamis, 25 Maret 2010
Hamba Tuhan Terjebak Narkoba
Ketika sebuah keinginan atau nafsu yang timbul dari dalam hati mendesak seseorang untuk segera memenuhinya, maka tidak jarang banyak orang yang terjebak olehnya. Seperti Lukas Gunawan, seorang pendeta yang kecanduan narkoba. Dari menjadi seorang pendeta, dia diam-diam beralih profesi menjadi seorang pengedar narkoba. Istrinya pun merencanakan pembunuhan terhadapnya.
Kisah ini dimulai pada tahun 1996. Lukas Gunawan mengajukan surat pengunduran diri dari gereja. Tekadnya sudah bulat untuk meninggalkan semua aktifitas pelayanannya.
"Saya ingin menjadi lebih kaya. Kalau saya melayani Tuhan, saya mendapat gaji tetap setiap bulan dan saya berpikir kapan saya bisa memiliki barang-barang mewah dan bagus seperti yang saya harapkan pada waktu itu."
Keputusannya untuk mundur dari gereja membawa Lukas bertemu dengan teman-teman lamanya yang sudah terlebih dahulu menekuni bisnis. Kesuksesan sepertinya akan segera menjadi kenyataan dalam hidup Lukas.
"Rupanya teman-teman saya ini sudah menjadi pemakai narkoba. Jadi akhirnya dari pertemuan-pertemuan awal ini selama beberapa bulan, bukan bidang usaha yang kita bicarakan tapi lebih banyak kepada entertainment. Kami bertemu di tempat-tempat hiburan malam, mendengarkan musik, dan di situlah saya berkenalan dengan yang namanya narkoba. Pada saat itu saya mengenal pil ecstasy. Saya hidup di dalam dunia narkoba ini kurang lebih empat tahun."
Narkoba ternyata memupuskan semua harapan Lukas. Ia terseret semakin dalam dengan keterikatannya. Untuk memuaskan hasratnya pada narkoba, ia nekad melakukan hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Lukas beralih profesi menjadi pengedar narkoba.
"Peran saya sebagai kepala keluarga sangat rusak. Saya tidak memberikan nafkah untuk keluarga, dan saya pun jarang di rumah. Jadi lama-kelamaan keluarga saya di ambang kehancuran."
Istrinya, Haryani, menceritakan pengalamannya pada saat itu.
"Ketika saya membuktikan sendiri bahwa dia terlibat dengan narkoba, hati saya hancur sekali. Hancur.... sedih.... berkecamuk di dalam dada sampai akhirnya timbul pemberontakan-pemberontakan saya terhadap dia."
Keterikatan Lukas kepada narkoba selama bertahun-tahun memicu pertengkaran demi pertengkaran di dalam rumah tangganya. Sehingga sebuah keputusan diambil oleh Haryani, istrinya. Haryani berniat membunuh Lukas, suaminya.
"Suami saya tahan pisau itu. Dia tahan.... tahan.... sampai tangannya berdarah-darah. Pada saat itu kebetulan ada teman saya yang suka memberikan konseling kepada saya. Dia yang melerai pertengkaran saya sehingga tidak terjadi pembunuhan tersebut."
"Setelah saya masuk ke dalam dunia kegelapan narkoba ini, akhirnya ujung-ujungnya rumah pun dijual. Kemudian tadinya kita punya beberapa mobil yang baik, itu pun dijual. Terjadi kemerosotan juga di dalam perekonomian keluarga. Pekerjaan saya ini bisa dikatakan pekerjaan haram. Uangnya pun bisa dikatakan uang setan, dimakan sama iblis. Tidak pernah uangnya bisa terkumpul."
Empat tahun bukan waktu yang singkat bagi Haryani untuk bersabar menghadapi suami yang menjadi pecandu narkoba. Kepergian Lukas selama berbulan-bulan memperburuk kemelut rumah tangganya. Hal ini menimbulkan depresi yang amat berat dalam kehidupan Haryani. Terbersit sebuah jalan pintas untuk mengakhiri penderitaan di dalam hatinya hingga suatu ketika Haryani pun menjadi gelap mata.
"Saya sempat membawa dua orang anak saya ke jalan tol. Saya setir mobil saya sekencang-kencangnya. Saya terpikir mau membawa mobil itu ke pinggir kemudian saya ketengahkan lagi dengan tiba-tiba supaya ada orang yang nabrak dari belakang. Saya hanya menyesali hidup saya yang seperti ini. Suami pergi meninggalkan saya dan anak-anak, tidak punya tanggung jawab sama sekali. Sementara usaha saya juga sudah menjadi morat-marit, tetapi seperti ada suara yang bilang, ‘Kamu gila melakukan hal itu. Anak-anak kamu tidak bersalah. Kamu tidak boleh lakukan itu. Kamu berdosa. Apakah dengan jalan kamu mati, kamu akan beres? Akan selesai masalahnya?' Oh Tuhan, ampuni saya.... Semenjak kejadian itu saya sudah mulai lagi membawa nama Tuhan dalam pergumulan saya."
Di lain pihak, Tuhan mulai bekerja di dalam hati Lukas.
"Memasuki tahun 1999 - 2000an, saya mengalami suatu depresi yang cukup berat karena efek dari pemakaian narkoba ini. Timbul perasaan sedih, kemudian timbul perasaan takut yang tidak jelas. Karena saya tidak bisa tidur selama berhari-hari, mulai timbul yang namanya halusinasi. Pengamatan saya menjadi kacau. Dan itulah yang membuat saya lebih takut lagi. Saya pikir saya akan meninggal. Hal itu menjadi salah satu pendorong yang membuat saya ingin segera berbalik kepada Tuhan."
Dukungan dari teman-temannya semakin menguatkan Haryani untuk mengandalkan pertolongan Tuhan bagi pemulihan keluarganya. Melalui pertolongan seorang hamba Tuhan, Haryani bertemu kembali dengan Lukas setelah berpisah selama enam bulan. Namun pergumulan Lukas dan Haryani belum selesai karena Lukas harus berjuang untuk melawan ketergantungannya terhadap narkoba.
"ketika kami sudah kembali hidup bersama dan saya melihat suami saya yang tertidur, sepertinya kelelahan, ada rasa kasihan di hati saya. Saya berpikir bahwa saya juga bukan seorang istri yang baik. Saya terlalu keras sehingga membuat dia seperti itu."
Pemulihan demi pemulihan terus dialami Lukas dari keterikatannya terhadap narkoba. Yesus hadir dan menyatakan kuasanya untuk memulihkan kehidupan rumah tangga dan membebaskannya dari belenggu narkoba hingga hari ini.
"Tuhan itu sangat luar biasa mengasihi saya dan keluarga saya. Karena saya diberikan kesempatan untuk bertobat dan saya diberikan kesempatan lagi untuk melayani Tuhan. Jadi aktifitas saya pada hari-hari ini juga selain saya bekerja adalah untuk melayani Tuhan dengan sepenuh hati."
"Tuhan, terima kasih karena Engkau telah teguhkan hati saya untuk tetap bersatu dengan suami saya sehingga tidak terjadi perceraian. Tuhan, terima kasih Engkau telah bentuk keluarga kami sedemikian rupa sehingga kami bisa ada sampai dengan hari ini untuk kemuliaan nama Tuhan."
Tidak ada seorangpun yang kebal terhadap dosa. Sekalipun dia seorang pendeta atau dia mempunyai gelar yang lain atau dia seorang yang aktif di rumah-rumah ibadah, tetapi kalau dia tidak menjaga hati dan tidak memiliki takut akan Tuhan, dia bisa jatuh ke dalam dosa. Dan dosa ini yang membuat hubungan manusia terpisah dengan Tuhan. Dosa yang membuat doa kita tidak dijawab oleh Tuhan. Dan upah dosa adalah maut, mati dan binasa. Yesus Kristus datang untuk mengampuni dosa kita. Dan DIA berjanji jika kita mengaku dosa, maka IA setia dan adil. Dosa kita akan diampuni dan DIA akan menyucikan kita dari segala kejahatan kita dan memberikan jaminan hidup yang kekal. (Kisah ini ditayangkan 4 Januari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian :
Lukas Gunawan
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Kisah ini dimulai pada tahun 1996. Lukas Gunawan mengajukan surat pengunduran diri dari gereja. Tekadnya sudah bulat untuk meninggalkan semua aktifitas pelayanannya.
"Saya ingin menjadi lebih kaya. Kalau saya melayani Tuhan, saya mendapat gaji tetap setiap bulan dan saya berpikir kapan saya bisa memiliki barang-barang mewah dan bagus seperti yang saya harapkan pada waktu itu."
Keputusannya untuk mundur dari gereja membawa Lukas bertemu dengan teman-teman lamanya yang sudah terlebih dahulu menekuni bisnis. Kesuksesan sepertinya akan segera menjadi kenyataan dalam hidup Lukas.
"Rupanya teman-teman saya ini sudah menjadi pemakai narkoba. Jadi akhirnya dari pertemuan-pertemuan awal ini selama beberapa bulan, bukan bidang usaha yang kita bicarakan tapi lebih banyak kepada entertainment. Kami bertemu di tempat-tempat hiburan malam, mendengarkan musik, dan di situlah saya berkenalan dengan yang namanya narkoba. Pada saat itu saya mengenal pil ecstasy. Saya hidup di dalam dunia narkoba ini kurang lebih empat tahun."
Narkoba ternyata memupuskan semua harapan Lukas. Ia terseret semakin dalam dengan keterikatannya. Untuk memuaskan hasratnya pada narkoba, ia nekad melakukan hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Lukas beralih profesi menjadi pengedar narkoba.
"Peran saya sebagai kepala keluarga sangat rusak. Saya tidak memberikan nafkah untuk keluarga, dan saya pun jarang di rumah. Jadi lama-kelamaan keluarga saya di ambang kehancuran."
Istrinya, Haryani, menceritakan pengalamannya pada saat itu.
"Ketika saya membuktikan sendiri bahwa dia terlibat dengan narkoba, hati saya hancur sekali. Hancur.... sedih.... berkecamuk di dalam dada sampai akhirnya timbul pemberontakan-pemberontakan saya terhadap dia."
Keterikatan Lukas kepada narkoba selama bertahun-tahun memicu pertengkaran demi pertengkaran di dalam rumah tangganya. Sehingga sebuah keputusan diambil oleh Haryani, istrinya. Haryani berniat membunuh Lukas, suaminya.
"Suami saya tahan pisau itu. Dia tahan.... tahan.... sampai tangannya berdarah-darah. Pada saat itu kebetulan ada teman saya yang suka memberikan konseling kepada saya. Dia yang melerai pertengkaran saya sehingga tidak terjadi pembunuhan tersebut."
"Setelah saya masuk ke dalam dunia kegelapan narkoba ini, akhirnya ujung-ujungnya rumah pun dijual. Kemudian tadinya kita punya beberapa mobil yang baik, itu pun dijual. Terjadi kemerosotan juga di dalam perekonomian keluarga. Pekerjaan saya ini bisa dikatakan pekerjaan haram. Uangnya pun bisa dikatakan uang setan, dimakan sama iblis. Tidak pernah uangnya bisa terkumpul."
Empat tahun bukan waktu yang singkat bagi Haryani untuk bersabar menghadapi suami yang menjadi pecandu narkoba. Kepergian Lukas selama berbulan-bulan memperburuk kemelut rumah tangganya. Hal ini menimbulkan depresi yang amat berat dalam kehidupan Haryani. Terbersit sebuah jalan pintas untuk mengakhiri penderitaan di dalam hatinya hingga suatu ketika Haryani pun menjadi gelap mata.
"Saya sempat membawa dua orang anak saya ke jalan tol. Saya setir mobil saya sekencang-kencangnya. Saya terpikir mau membawa mobil itu ke pinggir kemudian saya ketengahkan lagi dengan tiba-tiba supaya ada orang yang nabrak dari belakang. Saya hanya menyesali hidup saya yang seperti ini. Suami pergi meninggalkan saya dan anak-anak, tidak punya tanggung jawab sama sekali. Sementara usaha saya juga sudah menjadi morat-marit, tetapi seperti ada suara yang bilang, ‘Kamu gila melakukan hal itu. Anak-anak kamu tidak bersalah. Kamu tidak boleh lakukan itu. Kamu berdosa. Apakah dengan jalan kamu mati, kamu akan beres? Akan selesai masalahnya?' Oh Tuhan, ampuni saya.... Semenjak kejadian itu saya sudah mulai lagi membawa nama Tuhan dalam pergumulan saya."
Di lain pihak, Tuhan mulai bekerja di dalam hati Lukas.
"Memasuki tahun 1999 - 2000an, saya mengalami suatu depresi yang cukup berat karena efek dari pemakaian narkoba ini. Timbul perasaan sedih, kemudian timbul perasaan takut yang tidak jelas. Karena saya tidak bisa tidur selama berhari-hari, mulai timbul yang namanya halusinasi. Pengamatan saya menjadi kacau. Dan itulah yang membuat saya lebih takut lagi. Saya pikir saya akan meninggal. Hal itu menjadi salah satu pendorong yang membuat saya ingin segera berbalik kepada Tuhan."
Dukungan dari teman-temannya semakin menguatkan Haryani untuk mengandalkan pertolongan Tuhan bagi pemulihan keluarganya. Melalui pertolongan seorang hamba Tuhan, Haryani bertemu kembali dengan Lukas setelah berpisah selama enam bulan. Namun pergumulan Lukas dan Haryani belum selesai karena Lukas harus berjuang untuk melawan ketergantungannya terhadap narkoba.
"ketika kami sudah kembali hidup bersama dan saya melihat suami saya yang tertidur, sepertinya kelelahan, ada rasa kasihan di hati saya. Saya berpikir bahwa saya juga bukan seorang istri yang baik. Saya terlalu keras sehingga membuat dia seperti itu."
Pemulihan demi pemulihan terus dialami Lukas dari keterikatannya terhadap narkoba. Yesus hadir dan menyatakan kuasanya untuk memulihkan kehidupan rumah tangga dan membebaskannya dari belenggu narkoba hingga hari ini.
"Tuhan itu sangat luar biasa mengasihi saya dan keluarga saya. Karena saya diberikan kesempatan untuk bertobat dan saya diberikan kesempatan lagi untuk melayani Tuhan. Jadi aktifitas saya pada hari-hari ini juga selain saya bekerja adalah untuk melayani Tuhan dengan sepenuh hati."
"Tuhan, terima kasih karena Engkau telah teguhkan hati saya untuk tetap bersatu dengan suami saya sehingga tidak terjadi perceraian. Tuhan, terima kasih Engkau telah bentuk keluarga kami sedemikian rupa sehingga kami bisa ada sampai dengan hari ini untuk kemuliaan nama Tuhan."
Tidak ada seorangpun yang kebal terhadap dosa. Sekalipun dia seorang pendeta atau dia mempunyai gelar yang lain atau dia seorang yang aktif di rumah-rumah ibadah, tetapi kalau dia tidak menjaga hati dan tidak memiliki takut akan Tuhan, dia bisa jatuh ke dalam dosa. Dan dosa ini yang membuat hubungan manusia terpisah dengan Tuhan. Dosa yang membuat doa kita tidak dijawab oleh Tuhan. Dan upah dosa adalah maut, mati dan binasa. Yesus Kristus datang untuk mengampuni dosa kita. Dan DIA berjanji jika kita mengaku dosa, maka IA setia dan adil. Dosa kita akan diampuni dan DIA akan menyucikan kita dari segala kejahatan kita dan memberikan jaminan hidup yang kekal. (Kisah ini ditayangkan 4 Januari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian :
Lukas Gunawan
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Selasa, 09 Maret 2010
~~~ Diintai Roh kematian Didera Ketakutan Tiada Henti ~~~
“Saat itu saya sedang mempersiapkan buku untuk pelajaran esok hari. Namun ketika saya sampai di meja belajar, saya malah tidak tahu apa yang harus saya perbuat. Lalu tiba-tiba saya ambil buku, dan tanpa saya rencanakan sebelumnya tiba-tiba saja saya langsung menggambar wajah orang-orang yang seram tanpa dapat saya kendalikan. Dan setelah 2 atau 3 gambar kemudian, ada sebuah kekuatan lain yang turun atas tubuh saya. Saya lemas dan kehilangan kekuatan, jantung saya berdebar dengan sangat cepat, ada aliran panas yang terasa di dada dan merangkak naik sampai ke tengkuk. Saya benar-benar tidak punya kekuatan sama sekali. Kemudian ada pikiran lain yang masuk ke otak saya dan berkata, ‘Sebentar lagi kamu akan mati! Sebentar lagi kamu akan mati!’,” ujar Abraham membuka kesaksiannya.
Sumber suara itu memang tidak terdengar secara audibel kepada Abraham tapi suara itu sepertinya bicara langsung kepada Abraham. Sontak hal itu membuat Abraham ketakutan karena memang dia tidak pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya.
Sejak berusia 14 tahun, Abraham terkena sebuah penyakit yang aneh. Seakan roh kematian akan mencabut nyawanya. Dengan kondisinya yang lemah, Abraham berusaha mencari pertolongan. Abraham berlari ke omanya, dan ia hanya mampu bicara dengan nafas yang terputus-putus, “Oma, tolong saya! Saya sakit! Saya mau mati!”.
Namun ternyata oma Abraham tidak tahu harus melakukan apa. Abraham pun dibawanya ke dukun. Sesampainya di sana, Abraham diberikan air yang telah dibacakan mantera sebelumnya. Sepulangnya dari dukun, bukannya menjadi lebih baik, keadaan Abraham menjadi semakin parah. Rasa panas di dadanya tidak mau hilang, jantung Abraham terus berdetak dengan sangat kencang dan ketakutan akan kematian begitu menghantui Abraham. Badannya juga menggigil kedinginan dan kekuatan sepertinya lenyap dari tubuhnya.
Sekalipun Abraham makan banyak sekali, ia tidak pernah merasa kenyang. Badannya pun tetap kurus dan sepertinya tidak punya tenaga. Parahnya lagi, Abraham merasakan otot di sekujur tubuhnya bergerak seperti detak jantung. Setiap saat selama 24 jam, Abraham merasakan ototnya terus bergerak, terkadang di pipi, badan, lalu berpindah ke kaki, terus saja berpindah-pindah.
Keadaan tubuhnya yang aneh benar-benar membuat Abraham ketakutan. Sekalipun Abraham berada di tengah-tengah orang banyak, ia tetap merasa ketakutan.
“Saya benar-benar merasa ketakutan. Saya takut dengan dunia kematian yang begitu hebat. Dan sepertinya tidak ada yang bisa menolong saya,” kisah Abraham.
Abraham pun menjadi depresi. Ia selalu teringat akan kata-kata bahwa sebentar lagi dirinya akan mati, ditambah lagi keadaan fisiknya yang terus saja terasa aneh. Abraham benar-benar tidak bisa berada di suatu tempat sendirian. Ia selalu saja mencari tempat dimana banyak orang sedang berkumpul sehingga ia bisa mendengar suara orang lain dan rasa takut yang dialaminya bisa sedikit ditahannya.
Ketika malam datang, hal itu menjadi masalah yang sangat besar bagi Abraham karena ia betul-betul takut untuk mati. Abraham benar-benar merasa belum siap untuk mati. Ketakutan Abraham tak terbendung lagi hingga Abraham akhirnya berhenti untuk sekolah.
“Saya tidak bisa konsentrasi dengan pelajaran di sekolah. Setiap kali sedang belajar, alam pikiran saya hanya dibawa kepada ketakutan, kematian, dan tidak pernah terbersit untuk memikirkan hal yang lain. Sampai akhirnya saya putus sekolah. Saya tidak mau sekolah lagi,” ujar Abraham menceritakan masa-masa terkelam dalam hidupnya.
Abraham terus mencari pertolongan dengan menemui kenalan pamannya untuk berdoa. Ketika didoakan oleh kenalan pamannya ini, Abraham merasakan dirinya kuat dan ada keberanian yang timbul di dalam dirinya. Tapi dalam perjalanan pulang, suara intimidasi akan kematian itu terus menekan pikiran Abraham dan pikirannya kembali dikuasai oleh ketakuan akan kematian itu. Dari hari ke hari, Abraham tidak melihat adanya perubahan pada dirinya.
“Suatu saat saya merasa tertekan karena saya tidak kunjung sembuh dan saya pun menangis menjerit, ‘TUHAN, kenapa penyakitku tidak sembuh-sembuh juga?!?!?!’ karena ketika saya berdoa bersama hamba Tuhan itu, saya merasa nyaman, tenang, sepertinya sembuh. Tapi setelah itu saya tidak bisa merasakan hal itu lagi. Saya hanya terus berpikir, bagaimana caranya agar saya bisa keluar dari keadaan ini, tapi saya tidak bisa,” ujar Abraham mengenai pergumulannya saat itu.
Dalam keadaan tertekan dan depresi, Abraham pergi ke tempat ayahnya yang telah lama berpisah dengannya. Namun tak pernah diduga oleh Abraham sebelumnya, sambutan sang ayah hanya membuatnya sedih.
“Ayah saya tidak peduli bahwa saya sedang sakit dan dia tidak percaya sama saya. Dia hanya berpikir kalau memang sakit itu artinya terbaring dan tidak bisa bangun. Yang dia mau hanyalah saya kembali sekolah,” ucap Abraham dengan sedih.
Selama Abraham kembali ke bangku sekolah, perlakuan ayahnya kepada dirinya tetap saja kasar, selalu mengganggap dirinya sebagai anak yang tidak becus, berbeda dengan kakak-kakaknya yang lain. Abraham harus menerima makian demi makian dari ayahnya sendiri. Sebutan ‘anak sial’, ‘tidak tahu diuntung’ telah menjadi makanannya sehari-hari. Kata-kata kutukan senantiasa dilontarkan ayah Abraham kepada dirinya dan itu menimbulkan luka di hati Abraham.
Akhirnya Abraham menemukan seseorang yang dapat memberikan penghiburan kepada dirinya. Salah seorang teman sekolahnya senantiasa menghibur dan memberikan kata-kata penguatan bagi dirinya sampai akhirnya Abraham pun diajak ke sebuah pertemuan ibadah untuk anak-anak di sekolahnya. Itulah awal pertama Abraham tahu bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat bagi dirinya. Untuk pertama kali pula Abraham mulai belajar percaya dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan Yesus.
“Ada perubahan yang saya rasakan dengan penyakit saya. Saya bisa menghadapi intimidasi dari iblis, saya bisa mengalahkan suara-suara kematian yang selalu bergema di pikiran saya, dan saya katakan, ‘Tuhan sudah menebus saya dan saya tidak akan mati tapi akan hidup!’ Dan penyakit saya mulai berkurang, debaran jantung saya yang cepat itu hilang, kemudian panas tubuh saya yang tinggi itu hilang,” kisah Abraham.
Namun roh kematian itu tak pernah berhenti mengejar Abraham. Iblis datang menyerang Abraham dengan cara yang berbeda. Sebuah suara seperti gelombang radio masuk ke dalam telinga Abraham dan memegang dirinya, dan rasanya seperti roh Abraham ditarik keluar. Hal itu biasanya terjadi ketika Abraham sedang tidur. Ketika hal itu sedang terjadi menimpanya, Abraham hanya bisa mencoba berteriak, “Tuhan Yesus sudah tebus saya. Kamu tidak punya hak lagi atas tubuh saya,” dan roh Abraham pun kembali ke dalam tubuhnya.
“Semenjak saat itu, saya mulai menggunakan nama Tuhan Yesus dengan lebih sungguh-sungguh lagi. Pada waktu yang lalu saya tidak pernah tahu akan kebenaran itu, saya tidak pernah tahu tentang nama Yesus yang sanggupo mengalahkan apa pun. Tapi semenjak saya mulai mengenal Yesus di pertemuan-pertemuan ibadah itu, saya mulai kuat. Saya mulai berani dan mampu melawan kelemahan dan penyakit yang datang menyerang saya,” ujar Abraham dengan muka berseri-seri.
Serangan yang biasa dialaminya mulai berkurang sampai akhirnya Abraham pun merasakan bahwa tubuhnya sudah benar-benar sehat. Ia pun bisa kembali hidup dengan normal dengan penyakit dan suara-suara intimidasi yang menghilang dari kehidupannya.
“Sekarang saya sudah hidup dalam anugerah Tuhan, tidak hidup dalam kutuk lagi. Saya hidup dalam berkat dan kasih Tuhan. Dengan sakit penyakit itu, Tuhan mengantar saya untuk mengenal Tuhan, mengenal Juruselamat dengan baik, mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Itu yang saya syukuri sampai hari ini,” ujar Abraham menutup kesaksiannya dengan penuh sukacita.
(Kisah ini ditayangkan 1 September 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel).
Sumber Kesaksian:
Abraham Pellokila
Sumber suara itu memang tidak terdengar secara audibel kepada Abraham tapi suara itu sepertinya bicara langsung kepada Abraham. Sontak hal itu membuat Abraham ketakutan karena memang dia tidak pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya.
Sejak berusia 14 tahun, Abraham terkena sebuah penyakit yang aneh. Seakan roh kematian akan mencabut nyawanya. Dengan kondisinya yang lemah, Abraham berusaha mencari pertolongan. Abraham berlari ke omanya, dan ia hanya mampu bicara dengan nafas yang terputus-putus, “Oma, tolong saya! Saya sakit! Saya mau mati!”.
Namun ternyata oma Abraham tidak tahu harus melakukan apa. Abraham pun dibawanya ke dukun. Sesampainya di sana, Abraham diberikan air yang telah dibacakan mantera sebelumnya. Sepulangnya dari dukun, bukannya menjadi lebih baik, keadaan Abraham menjadi semakin parah. Rasa panas di dadanya tidak mau hilang, jantung Abraham terus berdetak dengan sangat kencang dan ketakutan akan kematian begitu menghantui Abraham. Badannya juga menggigil kedinginan dan kekuatan sepertinya lenyap dari tubuhnya.
Sekalipun Abraham makan banyak sekali, ia tidak pernah merasa kenyang. Badannya pun tetap kurus dan sepertinya tidak punya tenaga. Parahnya lagi, Abraham merasakan otot di sekujur tubuhnya bergerak seperti detak jantung. Setiap saat selama 24 jam, Abraham merasakan ototnya terus bergerak, terkadang di pipi, badan, lalu berpindah ke kaki, terus saja berpindah-pindah.
Keadaan tubuhnya yang aneh benar-benar membuat Abraham ketakutan. Sekalipun Abraham berada di tengah-tengah orang banyak, ia tetap merasa ketakutan.
“Saya benar-benar merasa ketakutan. Saya takut dengan dunia kematian yang begitu hebat. Dan sepertinya tidak ada yang bisa menolong saya,” kisah Abraham.
Abraham pun menjadi depresi. Ia selalu teringat akan kata-kata bahwa sebentar lagi dirinya akan mati, ditambah lagi keadaan fisiknya yang terus saja terasa aneh. Abraham benar-benar tidak bisa berada di suatu tempat sendirian. Ia selalu saja mencari tempat dimana banyak orang sedang berkumpul sehingga ia bisa mendengar suara orang lain dan rasa takut yang dialaminya bisa sedikit ditahannya.
Ketika malam datang, hal itu menjadi masalah yang sangat besar bagi Abraham karena ia betul-betul takut untuk mati. Abraham benar-benar merasa belum siap untuk mati. Ketakutan Abraham tak terbendung lagi hingga Abraham akhirnya berhenti untuk sekolah.
“Saya tidak bisa konsentrasi dengan pelajaran di sekolah. Setiap kali sedang belajar, alam pikiran saya hanya dibawa kepada ketakutan, kematian, dan tidak pernah terbersit untuk memikirkan hal yang lain. Sampai akhirnya saya putus sekolah. Saya tidak mau sekolah lagi,” ujar Abraham menceritakan masa-masa terkelam dalam hidupnya.
Abraham terus mencari pertolongan dengan menemui kenalan pamannya untuk berdoa. Ketika didoakan oleh kenalan pamannya ini, Abraham merasakan dirinya kuat dan ada keberanian yang timbul di dalam dirinya. Tapi dalam perjalanan pulang, suara intimidasi akan kematian itu terus menekan pikiran Abraham dan pikirannya kembali dikuasai oleh ketakuan akan kematian itu. Dari hari ke hari, Abraham tidak melihat adanya perubahan pada dirinya.
“Suatu saat saya merasa tertekan karena saya tidak kunjung sembuh dan saya pun menangis menjerit, ‘TUHAN, kenapa penyakitku tidak sembuh-sembuh juga?!?!?!’ karena ketika saya berdoa bersama hamba Tuhan itu, saya merasa nyaman, tenang, sepertinya sembuh. Tapi setelah itu saya tidak bisa merasakan hal itu lagi. Saya hanya terus berpikir, bagaimana caranya agar saya bisa keluar dari keadaan ini, tapi saya tidak bisa,” ujar Abraham mengenai pergumulannya saat itu.
Dalam keadaan tertekan dan depresi, Abraham pergi ke tempat ayahnya yang telah lama berpisah dengannya. Namun tak pernah diduga oleh Abraham sebelumnya, sambutan sang ayah hanya membuatnya sedih.
“Ayah saya tidak peduli bahwa saya sedang sakit dan dia tidak percaya sama saya. Dia hanya berpikir kalau memang sakit itu artinya terbaring dan tidak bisa bangun. Yang dia mau hanyalah saya kembali sekolah,” ucap Abraham dengan sedih.
Selama Abraham kembali ke bangku sekolah, perlakuan ayahnya kepada dirinya tetap saja kasar, selalu mengganggap dirinya sebagai anak yang tidak becus, berbeda dengan kakak-kakaknya yang lain. Abraham harus menerima makian demi makian dari ayahnya sendiri. Sebutan ‘anak sial’, ‘tidak tahu diuntung’ telah menjadi makanannya sehari-hari. Kata-kata kutukan senantiasa dilontarkan ayah Abraham kepada dirinya dan itu menimbulkan luka di hati Abraham.
Akhirnya Abraham menemukan seseorang yang dapat memberikan penghiburan kepada dirinya. Salah seorang teman sekolahnya senantiasa menghibur dan memberikan kata-kata penguatan bagi dirinya sampai akhirnya Abraham pun diajak ke sebuah pertemuan ibadah untuk anak-anak di sekolahnya. Itulah awal pertama Abraham tahu bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat bagi dirinya. Untuk pertama kali pula Abraham mulai belajar percaya dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan Yesus.
“Ada perubahan yang saya rasakan dengan penyakit saya. Saya bisa menghadapi intimidasi dari iblis, saya bisa mengalahkan suara-suara kematian yang selalu bergema di pikiran saya, dan saya katakan, ‘Tuhan sudah menebus saya dan saya tidak akan mati tapi akan hidup!’ Dan penyakit saya mulai berkurang, debaran jantung saya yang cepat itu hilang, kemudian panas tubuh saya yang tinggi itu hilang,” kisah Abraham.
Namun roh kematian itu tak pernah berhenti mengejar Abraham. Iblis datang menyerang Abraham dengan cara yang berbeda. Sebuah suara seperti gelombang radio masuk ke dalam telinga Abraham dan memegang dirinya, dan rasanya seperti roh Abraham ditarik keluar. Hal itu biasanya terjadi ketika Abraham sedang tidur. Ketika hal itu sedang terjadi menimpanya, Abraham hanya bisa mencoba berteriak, “Tuhan Yesus sudah tebus saya. Kamu tidak punya hak lagi atas tubuh saya,” dan roh Abraham pun kembali ke dalam tubuhnya.
“Semenjak saat itu, saya mulai menggunakan nama Tuhan Yesus dengan lebih sungguh-sungguh lagi. Pada waktu yang lalu saya tidak pernah tahu akan kebenaran itu, saya tidak pernah tahu tentang nama Yesus yang sanggupo mengalahkan apa pun. Tapi semenjak saya mulai mengenal Yesus di pertemuan-pertemuan ibadah itu, saya mulai kuat. Saya mulai berani dan mampu melawan kelemahan dan penyakit yang datang menyerang saya,” ujar Abraham dengan muka berseri-seri.
Serangan yang biasa dialaminya mulai berkurang sampai akhirnya Abraham pun merasakan bahwa tubuhnya sudah benar-benar sehat. Ia pun bisa kembali hidup dengan normal dengan penyakit dan suara-suara intimidasi yang menghilang dari kehidupannya.
“Sekarang saya sudah hidup dalam anugerah Tuhan, tidak hidup dalam kutuk lagi. Saya hidup dalam berkat dan kasih Tuhan. Dengan sakit penyakit itu, Tuhan mengantar saya untuk mengenal Tuhan, mengenal Juruselamat dengan baik, mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Itu yang saya syukuri sampai hari ini,” ujar Abraham menutup kesaksiannya dengan penuh sukacita.
(Kisah ini ditayangkan 1 September 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel).
Sumber Kesaksian:
Abraham Pellokila
Rabu, 03 Maret 2010
~~~ BAMBU DAN PAKIS ~~~
Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti ...berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan
sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir
kalinya. "Tuhan", kataku. "berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"
Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.
"Lihat ke sekelilingmu" , kataNya. "Apakah engkau
memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada
dihutan ini?". "Ya", jawabku.
Lalu Tuhan berkata,
"Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan
merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya.
Aku beri mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat.
Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun, tidak ada yang
terjadi dari benih bambu. Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya.
Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih
cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang
terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah
terhadapnya. "
"Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari
benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah.
Begitu juga dengan tahun ke empat. "
"Lalu pada tahun ke lima, sebuah tunas yang kecil
muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis,
itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti.
Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan
mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia
membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan
akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan
memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku
tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak
bisa mereka tangani. "
"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu
pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu?
Aku tidak menyerah terhadap bambu itu. Aku juga tidak
akan pernah menyerah terhadapmu. "
Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang
lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda
dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap
membuat
hutan ini menjadi lebih indah."
"Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku.
"Engkau akan tumbuh sangat tinggi"
"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?" tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat
tumbuh?"
Tuhan balik bertanya.
"Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya
"Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu,
setinggi yang engkau dapat capai."
Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari
bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadap ku.
Dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.
Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda
jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.
Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan;
hari-hari yang kurang baik memberikan pengalaman;
kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.
Tuhan Yesus memberkati
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir
kalinya. "Tuhan", kataku. "berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"
Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.
"Lihat ke sekelilingmu" , kataNya. "Apakah engkau
memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada
dihutan ini?". "Ya", jawabku.
Lalu Tuhan berkata,
"Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan
merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya.
Aku beri mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat.
Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun, tidak ada yang
terjadi dari benih bambu. Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya.
Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih
cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang
terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah
terhadapnya. "
"Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari
benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah.
Begitu juga dengan tahun ke empat. "
"Lalu pada tahun ke lima, sebuah tunas yang kecil
muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis,
itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti.
Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan
mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia
membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan
akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan
memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku
tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak
bisa mereka tangani. "
"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu
pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu?
Aku tidak menyerah terhadap bambu itu. Aku juga tidak
akan pernah menyerah terhadapmu. "
Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang
lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda
dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap
membuat
hutan ini menjadi lebih indah."
"Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku.
"Engkau akan tumbuh sangat tinggi"
"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?" tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat
tumbuh?"
Tuhan balik bertanya.
"Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya
"Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu,
setinggi yang engkau dapat capai."
Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari
bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadap ku.
Dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.
Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda
jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.
Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan;
hari-hari yang kurang baik memberikan pengalaman;
kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.
Tuhan Yesus memberkati
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 24 Februari 2010
Kuatnya Pengampunan - Elia Stories
Seorang wanita berkulit hitam yang telah renta dengan pelahan bangkit berdiri di suatu ruang pengadilan di Afrika Selatan.
Umurnya kira-kira 70, di wajahnya tergores penderitaan yang dialaminya bertahun-tahun. Di depan, di kursi terdakwa, duduk Mr. Van der Broek, ia telah dinyatakan bersalah telah membunuh anak laki-laki dan suami wanita itu.
Beberapa tahun yang lalu laki-laki itu datang ke rumah wanita itu. Ia mengambil anaknya, menembaknya dan membakar tubuhnya. Beberapa tahun kemudian, ia kembali lagi. Ia mengambil suaminya. Dua tahun wanita itu tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya. Kemudian, van der Broek kembali lagi dan mengajak wanita itu ke suatu tempat di tepi sungai. Ia melihat suaminya diikat dan disiksa. Mereka memaksa suaminya berdiri di tumpukan kayu kering dan menyiramnya dengan bensin.
Kata-kata terakhir yang didengarnya ketika ia disiram bensin adalah, "Bapa, ampunilah mereka."
Belum lama berselang, Mr. Van den Broek ditangkap dan diadili. Ia dinyatakan bersalah, dan sekarang adalah saatnya untuk menentukan hukumannya. Ketika wanita itu berdiri, hakim bertanya, "Jadi, apa yang Anda inginkan? Apa yang harus dilakukan pengadilan terhadap orang ini yang secara brutal telah menghabisi keluarga Anda?"
Wanita itu menjawab, "Saya menginginkan tiga hal. Pertama, saya ingin dibawa ke tempat suami saya dibunuh dan saya akan mengumpulkan debunya untuk menguburkannya secara terhormat." Setelah berhenti sejenak, ia melanjutkan, "Suami dan anak saya adalah satu-satunya keluarga saya. Oleh karena itu permintaan saya kedua adalah, saya ingin Mr. Van den Broek menjadi anak saya. Saya ingin dia datang dua kali sebulan ke ghetto (perumahan orang kulit hitam) dan melewatkan waktu sehari bersama saya hingga saya dapat mencurahkan padanya kasih yang masih ada dalam diri saya."
"Dan, akhirnya," ia berkata, "permintaan saya yang ketiga. Saya ingin Mr. Van den Broek tahu bahwa saya memberikan maaf bagi dia karena Yesus Kristus mati untuk mengampuni. Begitu juga dengan permintaan terakhir suami saya. Oleh karena itu, bolehkah saya meminta seseorang membantu saya ke depan hingga saya dapat membawa Mr. Van den Broek ke dalam pelukan saya dan menunjukkan padanya bahwa dia benar-benar telah saya maafkan."
Ketika petugas pengadilan membawa wanita tua itu ke depan, Mr. Van den Broek sangat terharu dengan apa yang didengarnya hingga pingsan. Kemudian, mereka yang berada di gedung pengadilan – teman, keluarga, dan tetangga – korban penindasan dan ketidakadilan serupa – berdiri dan bernyanyi "Amazing grace, how sweet the sound that saved a wretch like me. I once was lost, but now I'm found. 'Twas blind, but now I see. (Anugerah yang ajaib, sungguh merdu suara yang telah menyelamatkan orang yang malang seperti saya. Saya pernah hilang, tetapi sekarang saya ditemukan. Saya pernah buta, tetapi sekarang saya melihat)."
Sumber : Notes Bpk. Ruben Kusnadi
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Umurnya kira-kira 70, di wajahnya tergores penderitaan yang dialaminya bertahun-tahun. Di depan, di kursi terdakwa, duduk Mr. Van der Broek, ia telah dinyatakan bersalah telah membunuh anak laki-laki dan suami wanita itu.
Beberapa tahun yang lalu laki-laki itu datang ke rumah wanita itu. Ia mengambil anaknya, menembaknya dan membakar tubuhnya. Beberapa tahun kemudian, ia kembali lagi. Ia mengambil suaminya. Dua tahun wanita itu tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya. Kemudian, van der Broek kembali lagi dan mengajak wanita itu ke suatu tempat di tepi sungai. Ia melihat suaminya diikat dan disiksa. Mereka memaksa suaminya berdiri di tumpukan kayu kering dan menyiramnya dengan bensin.
Kata-kata terakhir yang didengarnya ketika ia disiram bensin adalah, "Bapa, ampunilah mereka."
Belum lama berselang, Mr. Van den Broek ditangkap dan diadili. Ia dinyatakan bersalah, dan sekarang adalah saatnya untuk menentukan hukumannya. Ketika wanita itu berdiri, hakim bertanya, "Jadi, apa yang Anda inginkan? Apa yang harus dilakukan pengadilan terhadap orang ini yang secara brutal telah menghabisi keluarga Anda?"
Wanita itu menjawab, "Saya menginginkan tiga hal. Pertama, saya ingin dibawa ke tempat suami saya dibunuh dan saya akan mengumpulkan debunya untuk menguburkannya secara terhormat." Setelah berhenti sejenak, ia melanjutkan, "Suami dan anak saya adalah satu-satunya keluarga saya. Oleh karena itu permintaan saya kedua adalah, saya ingin Mr. Van den Broek menjadi anak saya. Saya ingin dia datang dua kali sebulan ke ghetto (perumahan orang kulit hitam) dan melewatkan waktu sehari bersama saya hingga saya dapat mencurahkan padanya kasih yang masih ada dalam diri saya."
"Dan, akhirnya," ia berkata, "permintaan saya yang ketiga. Saya ingin Mr. Van den Broek tahu bahwa saya memberikan maaf bagi dia karena Yesus Kristus mati untuk mengampuni. Begitu juga dengan permintaan terakhir suami saya. Oleh karena itu, bolehkah saya meminta seseorang membantu saya ke depan hingga saya dapat membawa Mr. Van den Broek ke dalam pelukan saya dan menunjukkan padanya bahwa dia benar-benar telah saya maafkan."
Ketika petugas pengadilan membawa wanita tua itu ke depan, Mr. Van den Broek sangat terharu dengan apa yang didengarnya hingga pingsan. Kemudian, mereka yang berada di gedung pengadilan – teman, keluarga, dan tetangga – korban penindasan dan ketidakadilan serupa – berdiri dan bernyanyi "Amazing grace, how sweet the sound that saved a wretch like me. I once was lost, but now I'm found. 'Twas blind, but now I see. (Anugerah yang ajaib, sungguh merdu suara yang telah menyelamatkan orang yang malang seperti saya. Saya pernah hilang, tetapi sekarang saya ditemukan. Saya pernah buta, tetapi sekarang saya melihat)."
Sumber : Notes Bpk. Ruben Kusnadi
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Minggu, 21 Februari 2010
Ini kan hanya recehan
Amsal 2:21 - Karena orang jujurlah akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ.
Mazmur 37:37-38 - Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan; tetapi pendurhaka-pendurha ka akan dibinasakan bersama-sama, dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.
Seorang pengkhotbah muda diundang untuk membagikan firman Tuhan di dalam sebuah Ibadah Raya. Dalam ibadah itu ia mengupas tentang hal "Jangan Mencuri", salah satu poin dari sepuluh perintah Allah. Keesokan harinya ia naik bis dan memberikan uang satu dolar untuk membayar ongkosnya. Kemudian ia menerima uang receh sebagai kembaliannya dan berjalan ke pintu keluar sambil menghitungnya. Ternyata uang yang diterimanya lebih dan ia terus berjalan sambil berkata dalam hatinya, "Pemilik bis ini tidak akan bangkrut hanya karena uang ini. Ini kan hanya recehan . . . . ." Namun beberapa detik kemudian hatinya berubah, ia memutar haluan dan berjalan kearah depan. Sambil menyerahkan uang kepada kondektur ia berkata, "Kembaliannya lebih nih . . ." Reaksi sang kondektur sungguh diluar dugaannya. "Saya sengaja Pak Pendeta. Kemarin saya mendengar khotbah Bapak tentang hukum "Jangan Mencuri", dimana kita tidak boleh mengambil barang orang lain atau apa saja yang bukan bagian kita. Dari tadi saya memperhatikan Bapak melangkah sambil menghitung uang kembalian itu, dan ternyata Bapak melakukan apa yang Bapak ajarkan," jawab sang kondektur sambil mengacungkan jempolnya. Hari itu si pengkhotbah muda lulus dalam ujian kejujuran, dan dalam prosesnya ia memberi kesaksian iman yang dinyatakan dalam perbuatannya.
Uang receh itu adalah penguji yang kelihatan kecil atau sepele, tapi jika lulus maka itu membuktikan bahwa iman yang diperkatakannya selaras dengan perbuatannya. Namun dewasa ini iman yang ada di dalam diri orang percaya sudah menjadi "barang" langka, apalagi di Indonesia yang merupakan Negara dimana tingkat korupsinya tinggi. Fakta ini menunjukkan bahwa banyak pejabat yang tidak jujur di dalam melakukan tugasnya. Pejabat dan pengusaha berkolusi melakukan penipuan kelas kakap dan karyawan atau buruh yang kecil melakukan penipuan kecil. Semuanya dilakukan untuk mengeruk keuntungan bagi diri sendiri (Yak 3:14 - Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!). Selain karena uang, ada juga orang-orang yang tidak berlaku jujur demi mencari popularitas, kehormatan atau mempertahankan kedudukannya. Biasanya hal ini banyak terjadi dipanggung politik atau pemerintahan, tetapi tidak menutup kemungkinan juga terjadi di gereja Tuhan. Tetapi semua fakta ini tidak bisa menjadi alasan bagi anak-anak Tuhan untuk tidak berlaku jujur, karena Tuhan selalu ada di pihak orang yang jujur.
Mengenai kejujuran, Tuhan Yesus berkata, "Jika ya, hendaklah kamu katakana: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat." (Mat 5:37). Artinya, jika kita tidak jujur berarti kita ada dipihak iblis, tapi bila kita berlaku jujur maka Tuhan akan membuka jalan bagi kita, meskipun jalan yang kita lalui tidak semulus jalan yang serong. Tetapkanlah hati untuk berjalan dijalur orang jujur!
DOA:
Hasrat hatiku adalah hidup sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya sehingga hidupku menjadi terang yang memancarkan kemuliaanMu. Mampukan aku ya Tuhan Yesus. Amin.
KATA-KATA BIJAK:
Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya. (Amsal 11:6)
Sumber : http://www.facebook.com/l/6a230;renungan-harian-kita.blogspot.com/
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Mazmur 37:37-38 - Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan; tetapi pendurhaka-pendurha ka akan dibinasakan bersama-sama, dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.
Seorang pengkhotbah muda diundang untuk membagikan firman Tuhan di dalam sebuah Ibadah Raya. Dalam ibadah itu ia mengupas tentang hal "Jangan Mencuri", salah satu poin dari sepuluh perintah Allah. Keesokan harinya ia naik bis dan memberikan uang satu dolar untuk membayar ongkosnya. Kemudian ia menerima uang receh sebagai kembaliannya dan berjalan ke pintu keluar sambil menghitungnya. Ternyata uang yang diterimanya lebih dan ia terus berjalan sambil berkata dalam hatinya, "Pemilik bis ini tidak akan bangkrut hanya karena uang ini. Ini kan hanya recehan . . . . ." Namun beberapa detik kemudian hatinya berubah, ia memutar haluan dan berjalan kearah depan. Sambil menyerahkan uang kepada kondektur ia berkata, "Kembaliannya lebih nih . . ." Reaksi sang kondektur sungguh diluar dugaannya. "Saya sengaja Pak Pendeta. Kemarin saya mendengar khotbah Bapak tentang hukum "Jangan Mencuri", dimana kita tidak boleh mengambil barang orang lain atau apa saja yang bukan bagian kita. Dari tadi saya memperhatikan Bapak melangkah sambil menghitung uang kembalian itu, dan ternyata Bapak melakukan apa yang Bapak ajarkan," jawab sang kondektur sambil mengacungkan jempolnya. Hari itu si pengkhotbah muda lulus dalam ujian kejujuran, dan dalam prosesnya ia memberi kesaksian iman yang dinyatakan dalam perbuatannya.
Uang receh itu adalah penguji yang kelihatan kecil atau sepele, tapi jika lulus maka itu membuktikan bahwa iman yang diperkatakannya selaras dengan perbuatannya. Namun dewasa ini iman yang ada di dalam diri orang percaya sudah menjadi "barang" langka, apalagi di Indonesia yang merupakan Negara dimana tingkat korupsinya tinggi. Fakta ini menunjukkan bahwa banyak pejabat yang tidak jujur di dalam melakukan tugasnya. Pejabat dan pengusaha berkolusi melakukan penipuan kelas kakap dan karyawan atau buruh yang kecil melakukan penipuan kecil. Semuanya dilakukan untuk mengeruk keuntungan bagi diri sendiri (Yak 3:14 - Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!). Selain karena uang, ada juga orang-orang yang tidak berlaku jujur demi mencari popularitas, kehormatan atau mempertahankan kedudukannya. Biasanya hal ini banyak terjadi dipanggung politik atau pemerintahan, tetapi tidak menutup kemungkinan juga terjadi di gereja Tuhan. Tetapi semua fakta ini tidak bisa menjadi alasan bagi anak-anak Tuhan untuk tidak berlaku jujur, karena Tuhan selalu ada di pihak orang yang jujur.
Mengenai kejujuran, Tuhan Yesus berkata, "Jika ya, hendaklah kamu katakana: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat." (Mat 5:37). Artinya, jika kita tidak jujur berarti kita ada dipihak iblis, tapi bila kita berlaku jujur maka Tuhan akan membuka jalan bagi kita, meskipun jalan yang kita lalui tidak semulus jalan yang serong. Tetapkanlah hati untuk berjalan dijalur orang jujur!
DOA:
Hasrat hatiku adalah hidup sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya sehingga hidupku menjadi terang yang memancarkan kemuliaanMu. Mampukan aku ya Tuhan Yesus. Amin.
KATA-KATA BIJAK:
Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya. (Amsal 11:6)
Sumber : http://www.facebook.com/l/6a230;renungan-harian-kita.blogspot.com/
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jumat, 19 Februari 2010
~~~ DIA TETAP ALLAH ~~~
Jim (Ayah Becki, pelayan Tuhan ): Ketika mereka membawa putri saya, Becki, ke unit gawat darurat di rumah sakit, saya tahu bahwa mereka akan segera keluar bersamanya. Lagipula, bukankah jemaat gereja kami sedang mendukung kami dalam doa? Meskipun Allah belum menyembuhkan kanker pada kakinya, namun bukankah Dia seringkali bekerja pada saat- saat terakhir? Tidakkah akan menjadi kesaksian yang indah bila Dr. Kline keluar dan mengatakan pada Sally, saya dan saudara-saudara perempuan Becki, serta begitu banyak sahabat di sekeliling kami, bahwa tumor itu tiba-tiba lenyap? Beberapa jam kemudian, Dr. Kline keluar dari ruang operasi namun tidak dengan berita seperti yang saya harapkan. Sebaliknya ia mengatakan bahwa mereka harus mengamputasi kaki Becki. Bagian tubuhnya yang lain belum terserang sel-sel kanker, karena itu nyawanya masih tertolong. Namun, ia harus kehilangan kakinya! Ia tidak akan berlari-lari lagi. Apa pendapat dari jemaat yang saya layani tentang kuasa doa bila hal ini terjadi pada kami? Mengapa Allah mengecewakan kami? Ya, Tuhan, usianya saja baru 16 tahun!
Saya berpaling pada Sally dan berkata, "Kita harus kuat sekarang. Kita harus melalui saat-saat sulit ini dengan kekuatan kita sendiri. Jelas sudah, Allah tidak mau menolong kita."
Sally (Istri & Ibu Becki): Saya terkejut mendengar ucapan Jim.
Allah memang tidak menjawab doa kami seperti yang kami harapkan, tetapi saya tahu Dia akan membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang setia. Becki akan segera sembuh dan karena ia masih memiliki pandangan yang positif terhadap hidup ini, saya tahu bahwa semangatnya tidak ikut teramputasi.
Becki (Anak, 16 tahun): Saya juga berharap Allah akan memberikan mukjizatNya untuk saya. Namun jika tidak, saya tahu Dia akan menguatkan saya. Allah berjanji akan memberikan segala sesuatu yang saya butuhkan. Jika saya membutuhkan dua kaki. Dia tidak akan mengambil satu kaki saya. Saya tidak mau dikasihani meski saya tahu bahwa saya harus berjuang melalui proses penyembuhan dan membiasakan diri dengan kaki palsu saya.
Jim: Tatkala bergumul melawan keragu-raguan dalam diri saya, beberapa sahabat baik bersedia mendengarkan luapan perasaan saya.
Saya bertanya kepada mereka, "Apakah Allah terlalu sibuk menjawab doa orang lain yang sedang mencari tempat parkir sehingga Dia tidak punya waktu untuk menyembuhkan kaki Becki? Bagaimana mungkin saya dapat kembali berdiri di hadapan jemaat dan mengajar bahwa Alkitab adalah kebenaran?" Saat ini saya sadar bahwa saya hanya memiliki satu pilihan. Maukah saya membiarkan Dia menunjukkan kedaulatan Nya sebagai Allah? Pada akhirnya saya menyadari bahwa yang menakutkan adalah bila saya menjauh dari Nya.
Pada minggu-minggu selanjutnya setelah operasi Becki, saya mengakui bahwa berdoa bukan berarti memilih dan mengambil sendiri berkat yang saya inginkan. Sebaliknya, doa adalah perjanjian saya dengan Allah, suatu pengakuan akan keberadaanNya dan bahwa saya mengizinkan rencanaNya terjadi dalam hidup saya, apapun itu. Dia ingin agar saya memberi Nya kesempatan untuk menjadi Allah, dan mengatakan kepadaNya bahwa saya siap bertumbuh secara rohani lewat berbagai penderitaan dan masalah. Keraguan saya pun sirna. Akhirnya saya dapat berkata,"Baiklah, Allah, saya memang tidak mampu memahami hal ini, tetapi saya percaya bahwa Engkau akan memelihara kami semua. Saya akan memberiMu kesempatan untuk menyatakan kedaulatanMu sebagai Allah."
Sally : Saya lega Jim mampu mengatasi kepedihan hatinya. Yang lebih mengembirakan lagi adalah respon Becki dalam menghadapi keadaannya.
Suatu hari ia bermain roller skate lagi. Karena ia bermain berpasangan, ia tidak perlu menggunakan tongkat penyangga. Ketika musik berakhir, ia mengakhirinya dengan melakukan putaran hanya dengan satu kaki.
Seorang anak lelaki kecil yang baru pertama kali melihatnya berteriak,"Oh, kamu kehilangan satu kaki?"
Dengan keterkejutan yang dibuat-buat Becki menjawab, "Benarkah? Ya, ampun. Saya selalu menghilangkan banyak barang. Ibu saya akan membunuh saya kalau ia tahu bahwa saya menghilangkannya. Maukah kamu membantu mencarikan kaki saya?"
Anak itu dengan sungguh-sungguh mulai mencari kaki Becki yang disangkanya benar-benar hilang. Akhirnya, Becki menunjukkan tongkat penyangganya dan menjelaskan tentang kakinya.
Saya sangat sedih dengan keadaan Becki. Saya sedih melihat penderitaannya setelah operasi dan bagaimana ia berusaha menyesuaikan diri untuk hidup dengan satu kaki. Tetapi selera humornya membuat saya semakin percaya atas kedaulatan Allah dalam peristiwa ini.
Becki: Allah telah memakai kehilangan ini agar saya memiliki hati yang penuh belas kasihan kepada orang-orang yang dalam penderitaan.
Saya belajar tentang terapi pemulihan, sehingga saya dapat melayani banyak orang cacat lainnya. Disamping itu, Dia juga memakai saya dalam hal-hal yang tak pernah saya duga sebelumnya. Beberapa tahun setelah operasi itu, seseorang berkata kepada saya, "Sikap Anda yang tidak malu dengan keadaan tubuh Anda membantu saya untuk dapat menerima diri sendiri. Saya terlalu keras kepala dan malu dengan bentuk kaki saya. Namun sewaktu saya melihat Anda pergi dengan mengenakan celana pendek atau baju renang, tanpa malu menunjukkan kaki anda yang buntung, saya menjadi sadar betapa konyolnya saya karena malu dengan ketidaksempurnaan tubuh saya. Sejak itu, saya dapat menerima banyak hal pada diri saya dan menyadari bahwa ketidaksempurnaan merupakan bagian keunikan saya."
Kini, beberapa tahun kemudian, saya menikah dengan seorang pendeta, Craig Sanders, dan kami dikaruniai tiga putri yang aktif. Sebagai istri pendeta, saya banyak menghibur orang lain dan mengembangkan komisi wanita. Saya berjalan-jalan santai dengan menggunakan tongkat penyangga sebanyak tiga atau empat kali seminggu, bersepeda, bermain ski, dan mengelola bisnis kursi rotan di rumah. Allah sangat baik kepada saya dan saya bersyukur atas perbuatan tanganNya bagi hidup saya.
(Sumber kesaksian : Jim & Sally Conway, Becki Conway Sanders)
Saya berpaling pada Sally dan berkata, "Kita harus kuat sekarang. Kita harus melalui saat-saat sulit ini dengan kekuatan kita sendiri. Jelas sudah, Allah tidak mau menolong kita."
Sally (Istri & Ibu Becki): Saya terkejut mendengar ucapan Jim.
Allah memang tidak menjawab doa kami seperti yang kami harapkan, tetapi saya tahu Dia akan membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang setia. Becki akan segera sembuh dan karena ia masih memiliki pandangan yang positif terhadap hidup ini, saya tahu bahwa semangatnya tidak ikut teramputasi.
Becki (Anak, 16 tahun): Saya juga berharap Allah akan memberikan mukjizatNya untuk saya. Namun jika tidak, saya tahu Dia akan menguatkan saya. Allah berjanji akan memberikan segala sesuatu yang saya butuhkan. Jika saya membutuhkan dua kaki. Dia tidak akan mengambil satu kaki saya. Saya tidak mau dikasihani meski saya tahu bahwa saya harus berjuang melalui proses penyembuhan dan membiasakan diri dengan kaki palsu saya.
Jim: Tatkala bergumul melawan keragu-raguan dalam diri saya, beberapa sahabat baik bersedia mendengarkan luapan perasaan saya.
Saya bertanya kepada mereka, "Apakah Allah terlalu sibuk menjawab doa orang lain yang sedang mencari tempat parkir sehingga Dia tidak punya waktu untuk menyembuhkan kaki Becki? Bagaimana mungkin saya dapat kembali berdiri di hadapan jemaat dan mengajar bahwa Alkitab adalah kebenaran?" Saat ini saya sadar bahwa saya hanya memiliki satu pilihan. Maukah saya membiarkan Dia menunjukkan kedaulatan Nya sebagai Allah? Pada akhirnya saya menyadari bahwa yang menakutkan adalah bila saya menjauh dari Nya.
Pada minggu-minggu selanjutnya setelah operasi Becki, saya mengakui bahwa berdoa bukan berarti memilih dan mengambil sendiri berkat yang saya inginkan. Sebaliknya, doa adalah perjanjian saya dengan Allah, suatu pengakuan akan keberadaanNya dan bahwa saya mengizinkan rencanaNya terjadi dalam hidup saya, apapun itu. Dia ingin agar saya memberi Nya kesempatan untuk menjadi Allah, dan mengatakan kepadaNya bahwa saya siap bertumbuh secara rohani lewat berbagai penderitaan dan masalah. Keraguan saya pun sirna. Akhirnya saya dapat berkata,"Baiklah, Allah, saya memang tidak mampu memahami hal ini, tetapi saya percaya bahwa Engkau akan memelihara kami semua. Saya akan memberiMu kesempatan untuk menyatakan kedaulatanMu sebagai Allah."
Sally : Saya lega Jim mampu mengatasi kepedihan hatinya. Yang lebih mengembirakan lagi adalah respon Becki dalam menghadapi keadaannya.
Suatu hari ia bermain roller skate lagi. Karena ia bermain berpasangan, ia tidak perlu menggunakan tongkat penyangga. Ketika musik berakhir, ia mengakhirinya dengan melakukan putaran hanya dengan satu kaki.
Seorang anak lelaki kecil yang baru pertama kali melihatnya berteriak,"Oh, kamu kehilangan satu kaki?"
Dengan keterkejutan yang dibuat-buat Becki menjawab, "Benarkah? Ya, ampun. Saya selalu menghilangkan banyak barang. Ibu saya akan membunuh saya kalau ia tahu bahwa saya menghilangkannya. Maukah kamu membantu mencarikan kaki saya?"
Anak itu dengan sungguh-sungguh mulai mencari kaki Becki yang disangkanya benar-benar hilang. Akhirnya, Becki menunjukkan tongkat penyangganya dan menjelaskan tentang kakinya.
Saya sangat sedih dengan keadaan Becki. Saya sedih melihat penderitaannya setelah operasi dan bagaimana ia berusaha menyesuaikan diri untuk hidup dengan satu kaki. Tetapi selera humornya membuat saya semakin percaya atas kedaulatan Allah dalam peristiwa ini.
Becki: Allah telah memakai kehilangan ini agar saya memiliki hati yang penuh belas kasihan kepada orang-orang yang dalam penderitaan.
Saya belajar tentang terapi pemulihan, sehingga saya dapat melayani banyak orang cacat lainnya. Disamping itu, Dia juga memakai saya dalam hal-hal yang tak pernah saya duga sebelumnya. Beberapa tahun setelah operasi itu, seseorang berkata kepada saya, "Sikap Anda yang tidak malu dengan keadaan tubuh Anda membantu saya untuk dapat menerima diri sendiri. Saya terlalu keras kepala dan malu dengan bentuk kaki saya. Namun sewaktu saya melihat Anda pergi dengan mengenakan celana pendek atau baju renang, tanpa malu menunjukkan kaki anda yang buntung, saya menjadi sadar betapa konyolnya saya karena malu dengan ketidaksempurnaan tubuh saya. Sejak itu, saya dapat menerima banyak hal pada diri saya dan menyadari bahwa ketidaksempurnaan merupakan bagian keunikan saya."
Kini, beberapa tahun kemudian, saya menikah dengan seorang pendeta, Craig Sanders, dan kami dikaruniai tiga putri yang aktif. Sebagai istri pendeta, saya banyak menghibur orang lain dan mengembangkan komisi wanita. Saya berjalan-jalan santai dengan menggunakan tongkat penyangga sebanyak tiga atau empat kali seminggu, bersepeda, bermain ski, dan mengelola bisnis kursi rotan di rumah. Allah sangat baik kepada saya dan saya bersyukur atas perbuatan tanganNya bagi hidup saya.
(Sumber kesaksian : Jim & Sally Conway, Becki Conway Sanders)
~~~ TUHAN AKU MEMINTA ENGKAU HADIR, MENGAPA JUSTRU MALAPETAKAN YANG KAU BERIKAN ~~~
Malam itu aku terbangun dari tidurku lantaran pintu kamar yang tiba-tiba ditutup, karena aku tahu aku tidak pernah terlelap dalam tidur, hatiku risau dan sedih. selalu terngiang-ngiang papa dan mama yang terus bertengkar, setiap ada suara yang terdengar tiba-tiba, aku selalu berlari, karena aku takut mereka bertengkar. Beberapa kali aku terjaga di tengah malam lantaran piring, gelas, yang dilempar "menghiasi" pertengkaran Orang Tuaku.
Kejadiannya dimulai pada tahun 1995, entah apakah ini sebuah kebetulan ataukah mungkin ini adalah bagian dari rencana Tuhan dalam hidupku, yang pasti aku tahu semenjak aku "hidup baru" justru terjadi begitu banyak masalah dalam keluargaku, papa dan mama siang malam bertengkar, ada banyak masalah-masalah sepele yang begitu mudah menyulut api kebencian dalam rumah tangga.
Setiap kali aku pulang kerumahku di Pandaan, mereka selalu "berpura-pura" ramah, namun aku tahu pertengkaran dan permusuhan itu masih ada, aku sedih "mengapa Tuhan Justru pada waktu aku merasakan Engkau begitu dekat dan mengasihi aku, tetapi keluargaku menjadi berantakan" setiap malam aku berkata "Tuhan Engkau baik bagiku" meskipun kenyataan sungguh menyakitkan hatiku, aku mencoba menghibur dan menguatkan imanku sendiri dengan janji-janji Tuhan, "Aku Tahu Tuhan Engkau tidak pernah Ingkar janji".
Setiap hari minggu aku datang ke Gereja lebih awal sekedar untuk meluapkan pengharapanku akan janji Tuhan, aku memandang Sakramen Maha kudus, dan aku berkata "Mampir Tuhan, mampirlah sebentar dalam keluargaku". Aku ingat kembali betapa Tuhan menunjukkan perbuatannya yang begitu ajaib dalam pelayananku, aku melihat begitu banyak mujizat yang Tuhan lakukan untuk orang lain, namun ketika aku melihat keluargaku yang berantakan aku tersadar dari lamunanku, dan tanpa sadar hatiku menangis sedih. "Aku ingin memeluk-Mu Tuhan supaya Engkau tahu isi hatiku, aku ingin Engkau mampir dalam keluargaku"
Ketika Perayaan ekaristi telah usai, aku tetap termenung dibangku memanjat kan doa, hingga seluruh umat meninggalkan Gereja, aku memberanikan langkahku untuk mendekati Orgen gereja, aku bukanlah seorang pemusik yang hebat, namun ada sesuatu dari dalam hatiku yang meluap-luap dan ingin aku ungkapkan dengan musik, untuk Tuhan "Aku ingin Engkau tahu isi hatiku, Tuhan". aku menyanyikan lagu "Ada orang Buta" dan aku pikir aku seperti orang buta yang duduk meminta-minta belas kasih Allah "mampirlah sebentar Tuhan", hal ini selalu aku lakukan setiap kali aku pulang Ekaristi, sungguh indah ditengah-tengah keheningan dan kedamaian Rumah Tuhan, aku bernyanyi dan menangis mohon belas kasih Allah. "Tuhan aku mengemis cinta-Mu, aku butuh Engkau Tuhan"
Minggu-lepas minggu berlalu, yah beberapa bulan telah berlalu, Tetapi bukan kebaikan yang aku terima malah sebuah musibah terjadi dalam keluarga kami, tiba-tiba pada suatu pagi tetangga memberitahukan kami bahwa papa jatuh dari Vespa dan,... Ya Tuhan,... ia mengalami kelumpuhan,... Stroke, separuh Tubuhnya tidak dapat digerakkan, bicaranya tidak jelas, papa sempat opname di Rumah Sakit, "Tuhan aku meminta Engkau hadir, mengapa Justru malapetaka yang Engkau berikan!!" mungkin saat itu aku kecewa, aku mencoba menumpangkan Tanganku kepada papaku, diam-diam aku doakan ia, "aku minta mujizat Tuhan", namun tidak ada hasil, "aku malu" ada banyak kesembuhan yang Tuhan lakukan untuk orang lain melalui aku, namun tidak untuk saat itu. dan tidak untuk diriku.
Aku mencoba menguatkan diriku, aku berlari ke Rumah Tuhan kembali dan aku menyanyi "Ada Orang Buta" lagi untuk Tuhan, aku bermain Orgen Gereja dengan hatiku hingga suatu ketika, seorang Ibu yang sedang berdoa di pojok gereja menghampiriku dengan bercucuran airmata, ia menangis karena tersentuh oleh permainan Orgenku. "Aku sedih Tuhan, ibu tadi tersentuh oleh musikku, tetapi Engkau,... kenapa Engkau tidak tersentuh sama sekali Tuhan" aku mengeluh, "entah kepada siapa aku dapat meminta Tolong kalau Engaku tidak berkenan menolongku" Aku tidak dapat melihat jalan keluar lagi, aku jatuh, seakan semua pintu telah tertutup bagiku, aku mencoba berharap bahwa ini hanyalah mimpi buruk. Tetapi TIDAK !! Tuhan tetap menopang aku melalui mimpi buruk-ku.
Kini aku sadar Tuhan TELAH mampir dalam hidupku..... Ia menyingkapkan mimpi burukku. Kini,.. 8 Tahun kemudian ah itu terjadi beberapa tahun yang lalu seperti sebuah mimpu buruk dalam kelurgaku, minggu kemarin ketika aku pulang ke Pandaan, ketika aku melihat papa dan mama bersenda gurau dan tampak begitu "romantis" aku teringat kembali "saat-saat" susah beberapa tahun yang lalu, itu telah berlalu. aku coba merenungkan; dan aku berkata dalam hatiku "Terima kasih Tuhan, untuk Anugerah Stroke yang Engkau berikan".
Aku mulai menyadari bahwa Penyakit Stroke yang diderita papa adalah anugerah dari Tuhan, untuk mempersatukan kembali rumah tangga kami, lantaran terkena Stroke dan "takut mati" maka papa menjadi penyabar, dan mama, jatuh belas kasihan kepada papa karena Ia tahu bahwa papa tidak berdaya melawan sakit stroke yang dideritanya, hari lepas hari berlalu, pelan-pelan benih-benih cinta dan belas kasihan itu. Tumbuh kembali. aku melihat Tuhan merajut perkara-perkara indah,... hahahaha ehmmm kalau saat ini ada rekan-rekan bertanya papa mama siapa yang paling romantis di dunia? aku akan menjawab hehehhe itu papa dan mamaku, aku bangga dengan mereka Mimpi Buruk itu telah berlalu dan aku sadar, bahwa Tuhan mendengar doaku, Ia tidak pernah lalai, aku tahu lagu "ada orang buta" sudah sampai ditelinga Tuhan, karena aku menyanyikannya dengan hatiku di Rumah Tuhan. 8 tahun sudah berlalu sebuah perjalanan panjang untuk sebuah doa pemersatu keluarga. Aku belajar satu hal dalam pengalaman keluragaku bahwa :
Allah Turut bekerja dalam segala Hal, bahkan dalam MALAPETAKA yang terjadi dalam hidup kita,... untuk mendatangkan KEBAIKAN bagi kita.
Pegang janji Tuhan hari ini: Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Kini Papa dan mamaku hidup bahagia, papa saat ini rajin Fitnes, dan mama selalu memasak makanan kesukaanku, ketika aku pulang, kami berbahagia, meskipun papa belum sembuh total dari penyakit strokenya,.. tetapi ada perkara yang Indah,... lebih dari sekedar sakit Stroke yang terjadi dalam keluarga kami,....
Yah setiap hari Tuhan menambahkan cinta dan belas kasihan dalam hati papa dan mamaku. Aku bersyukur.
Setiap malam aku menggandeng tangan istriku dan kami berdoa untuk mengucap syukur atas papa dan mama kami yang begitu baik dan yang Tuhan berikan untuk kami.
"Tuhan Yesus, beri kami kesempatan untuk membahagiakan papa dan mama di hari tua mereka, Tuhan" inilah doa hati kami setiap malam.
Aku Tahu Tuhan sudah mampir dalam Rumah Tanggaku.
Percayalah dan Teguhkanlah Hatimu, Saudara:
Allah Turut Bekerja DALAM SEGALA HAL BAHKAN DALAM MALAPETAKA DAN KEJATUHAN KITA Untuk mendatangkan KEBAIKAN BAGI KITA JADILAH RUMAH DOA BAGI KELUARGAMU SEKARANG!! SAMPAI TUHAN 'MAMPIR' DALAM KELUARGAMU
(Sumber Kesaksian : tidak di ketahui)
Kejadiannya dimulai pada tahun 1995, entah apakah ini sebuah kebetulan ataukah mungkin ini adalah bagian dari rencana Tuhan dalam hidupku, yang pasti aku tahu semenjak aku "hidup baru" justru terjadi begitu banyak masalah dalam keluargaku, papa dan mama siang malam bertengkar, ada banyak masalah-masalah sepele yang begitu mudah menyulut api kebencian dalam rumah tangga.
Setiap kali aku pulang kerumahku di Pandaan, mereka selalu "berpura-pura" ramah, namun aku tahu pertengkaran dan permusuhan itu masih ada, aku sedih "mengapa Tuhan Justru pada waktu aku merasakan Engkau begitu dekat dan mengasihi aku, tetapi keluargaku menjadi berantakan" setiap malam aku berkata "Tuhan Engkau baik bagiku" meskipun kenyataan sungguh menyakitkan hatiku, aku mencoba menghibur dan menguatkan imanku sendiri dengan janji-janji Tuhan, "Aku Tahu Tuhan Engkau tidak pernah Ingkar janji".
Setiap hari minggu aku datang ke Gereja lebih awal sekedar untuk meluapkan pengharapanku akan janji Tuhan, aku memandang Sakramen Maha kudus, dan aku berkata "Mampir Tuhan, mampirlah sebentar dalam keluargaku". Aku ingat kembali betapa Tuhan menunjukkan perbuatannya yang begitu ajaib dalam pelayananku, aku melihat begitu banyak mujizat yang Tuhan lakukan untuk orang lain, namun ketika aku melihat keluargaku yang berantakan aku tersadar dari lamunanku, dan tanpa sadar hatiku menangis sedih. "Aku ingin memeluk-Mu Tuhan supaya Engkau tahu isi hatiku, aku ingin Engkau mampir dalam keluargaku"
Ketika Perayaan ekaristi telah usai, aku tetap termenung dibangku memanjat kan doa, hingga seluruh umat meninggalkan Gereja, aku memberanikan langkahku untuk mendekati Orgen gereja, aku bukanlah seorang pemusik yang hebat, namun ada sesuatu dari dalam hatiku yang meluap-luap dan ingin aku ungkapkan dengan musik, untuk Tuhan "Aku ingin Engkau tahu isi hatiku, Tuhan". aku menyanyikan lagu "Ada orang Buta" dan aku pikir aku seperti orang buta yang duduk meminta-minta belas kasih Allah "mampirlah sebentar Tuhan", hal ini selalu aku lakukan setiap kali aku pulang Ekaristi, sungguh indah ditengah-tengah keheningan dan kedamaian Rumah Tuhan, aku bernyanyi dan menangis mohon belas kasih Allah. "Tuhan aku mengemis cinta-Mu, aku butuh Engkau Tuhan"
Minggu-lepas minggu berlalu, yah beberapa bulan telah berlalu, Tetapi bukan kebaikan yang aku terima malah sebuah musibah terjadi dalam keluarga kami, tiba-tiba pada suatu pagi tetangga memberitahukan kami bahwa papa jatuh dari Vespa dan,... Ya Tuhan,... ia mengalami kelumpuhan,... Stroke, separuh Tubuhnya tidak dapat digerakkan, bicaranya tidak jelas, papa sempat opname di Rumah Sakit, "Tuhan aku meminta Engkau hadir, mengapa Justru malapetaka yang Engkau berikan!!" mungkin saat itu aku kecewa, aku mencoba menumpangkan Tanganku kepada papaku, diam-diam aku doakan ia, "aku minta mujizat Tuhan", namun tidak ada hasil, "aku malu" ada banyak kesembuhan yang Tuhan lakukan untuk orang lain melalui aku, namun tidak untuk saat itu. dan tidak untuk diriku.
Aku mencoba menguatkan diriku, aku berlari ke Rumah Tuhan kembali dan aku menyanyi "Ada Orang Buta" lagi untuk Tuhan, aku bermain Orgen Gereja dengan hatiku hingga suatu ketika, seorang Ibu yang sedang berdoa di pojok gereja menghampiriku dengan bercucuran airmata, ia menangis karena tersentuh oleh permainan Orgenku. "Aku sedih Tuhan, ibu tadi tersentuh oleh musikku, tetapi Engkau,... kenapa Engkau tidak tersentuh sama sekali Tuhan" aku mengeluh, "entah kepada siapa aku dapat meminta Tolong kalau Engaku tidak berkenan menolongku" Aku tidak dapat melihat jalan keluar lagi, aku jatuh, seakan semua pintu telah tertutup bagiku, aku mencoba berharap bahwa ini hanyalah mimpi buruk. Tetapi TIDAK !! Tuhan tetap menopang aku melalui mimpi buruk-ku.
Kini aku sadar Tuhan TELAH mampir dalam hidupku..... Ia menyingkapkan mimpi burukku. Kini,.. 8 Tahun kemudian ah itu terjadi beberapa tahun yang lalu seperti sebuah mimpu buruk dalam kelurgaku, minggu kemarin ketika aku pulang ke Pandaan, ketika aku melihat papa dan mama bersenda gurau dan tampak begitu "romantis" aku teringat kembali "saat-saat" susah beberapa tahun yang lalu, itu telah berlalu. aku coba merenungkan; dan aku berkata dalam hatiku "Terima kasih Tuhan, untuk Anugerah Stroke yang Engkau berikan".
Aku mulai menyadari bahwa Penyakit Stroke yang diderita papa adalah anugerah dari Tuhan, untuk mempersatukan kembali rumah tangga kami, lantaran terkena Stroke dan "takut mati" maka papa menjadi penyabar, dan mama, jatuh belas kasihan kepada papa karena Ia tahu bahwa papa tidak berdaya melawan sakit stroke yang dideritanya, hari lepas hari berlalu, pelan-pelan benih-benih cinta dan belas kasihan itu. Tumbuh kembali. aku melihat Tuhan merajut perkara-perkara indah,... hahahaha ehmmm kalau saat ini ada rekan-rekan bertanya papa mama siapa yang paling romantis di dunia? aku akan menjawab hehehhe itu papa dan mamaku, aku bangga dengan mereka Mimpi Buruk itu telah berlalu dan aku sadar, bahwa Tuhan mendengar doaku, Ia tidak pernah lalai, aku tahu lagu "ada orang buta" sudah sampai ditelinga Tuhan, karena aku menyanyikannya dengan hatiku di Rumah Tuhan. 8 tahun sudah berlalu sebuah perjalanan panjang untuk sebuah doa pemersatu keluarga. Aku belajar satu hal dalam pengalaman keluragaku bahwa :
Allah Turut bekerja dalam segala Hal, bahkan dalam MALAPETAKA yang terjadi dalam hidup kita,... untuk mendatangkan KEBAIKAN bagi kita.
Pegang janji Tuhan hari ini: Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Kini Papa dan mamaku hidup bahagia, papa saat ini rajin Fitnes, dan mama selalu memasak makanan kesukaanku, ketika aku pulang, kami berbahagia, meskipun papa belum sembuh total dari penyakit strokenya,.. tetapi ada perkara yang Indah,... lebih dari sekedar sakit Stroke yang terjadi dalam keluarga kami,....
Yah setiap hari Tuhan menambahkan cinta dan belas kasihan dalam hati papa dan mamaku. Aku bersyukur.
Setiap malam aku menggandeng tangan istriku dan kami berdoa untuk mengucap syukur atas papa dan mama kami yang begitu baik dan yang Tuhan berikan untuk kami.
"Tuhan Yesus, beri kami kesempatan untuk membahagiakan papa dan mama di hari tua mereka, Tuhan" inilah doa hati kami setiap malam.
Aku Tahu Tuhan sudah mampir dalam Rumah Tanggaku.
Percayalah dan Teguhkanlah Hatimu, Saudara:
Allah Turut Bekerja DALAM SEGALA HAL BAHKAN DALAM MALAPETAKA DAN KEJATUHAN KITA Untuk mendatangkan KEBAIKAN BAGI KITA JADILAH RUMAH DOA BAGI KELUARGAMU SEKARANG!! SAMPAI TUHAN 'MAMPIR' DALAM KELUARGAMU
(Sumber Kesaksian : tidak di ketahui)
Selasa, 16 Februari 2010
~~~ HIDUP OLEH ANUGERAH ~~~
Nama saya Herman Tjahja, berusia 56 tahun. Kalau hingga hari ini saya masih hidup, saya tahu bahwa ini adalah anugerah Tuhan semata-mata, karena menurut dokter sebenarnya saya sudah meninggal pada bulan Agustus 2000, saat koma ketika dioperasi. Pada kesempatan ini saya ingin meyakinkan mujizat Allah yang saya alami, yang saya harap dapat menguatkan iman saudara sekalian. Pada tahun 1991, diketahui bahwa saya mengidap penyakit jantung (coroner). Saya tidak terlalu merasakan penyakit tersebut dan aktivitas saya berjalan seperti biasa. Pada bulan Juli 2000, dilakukan kateterisasi di RS. Husada. Dari hasil pemeriksaan itu disimpulkan bahwa saya harus dioperasi, sebab bila tidak, kemungkinan hidup saya tinggal 6 bulan saja. Tetapi bila dioperasi, mengingat kondisi jantung saya yang sudah bengkak, kemungkinan berhasil hanya 50%. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya saya memutuskan untuk dioperasi di Auckland. Hal ini saya ceritakan kepada salah seorang sahabat saya (yang sekarang saya tahu berjamaat di GBI Rehobot). Ketika ia tahu bahwa saya akan berangkat ke Auckland untuk dioperasi by-pass jantung ia datang berkunjung ke rumah saya pada hari Kamis tanggal 20 Juli 2000. Kami berbincang mengenai firman Tuhan selama + 2 jam, kemudian berdoa bersama.
Melalui pertemuan itu, saya dingatkan beberapa hal antar lain :
1. Bagaimanapun, pada akhirnya, ujung dari kehidupan ini adalah kematian. Masalahnya adalah apakah kita sudah mempersiapkan diri menghadapi kematian itu atau belum.
2. Tuhan Yesus berkata : "I am the way ....."
Berdasarkan ucapan ini, saya percaya Ia adalah jalan bagi saya untuk menuju kematian tubuh, memasuki kehidupan kekal dan sekaligus Ia pun adalah jalan bagi saya untuk menyelesaikan persoalan yang saya hadapi.
Iman saya dikuatkan, hati saya dipenuhi damai sejahtera dan dengan penyerahan penuh kepada Tuhan, keesokan harinya (21 Juli) saya berangkat ke Auckland.
Tiba saatnya pada hari yang telah ditentukan Jum'at tanggal 25 Agustus 2000, saya dioperasi di RS. Greenlane - Auckland. Operasi tersebut diperkirakan akan tuntas dalam waktu 6 jam. Tetapi apa yang terjadi kemudian, tidaklah seperti perkiraan sebelumnya.
Berikut ini saya ceritakan apa yang saya alami dan informasi yang saya peroleh kemudian :
- Jum'at, 25 Agustus 2000
Saya mulai dioperasi pada sore hari, dan selanjutnya saya tidak sadarkan diri (koma).
- Selasa, 29 Agustus 2000
Saya merasa bahwa saya sudah mati. Saya melihat istri bagaikan siluet yang tidak dapat dipegang. Saya bertanya tetapi ia tidak menjawab. Lalu saya berpikir : "Oh........ memang orang mati tidak bisa berhubungan dengan orang yang masih hidup".
Pada saat saya dalam keadaan koma, ternyata grafik monitor otak saya sudah hampir rata. Melalui Manager Rest Home tempat dimana istri saya bekerja, tim dokter melaporkan bahwa saya tidak mempunyai harapan untuk hidup dan sekiranya hidup, daya pemikiran saya sudah rusak dan tidak akan ingat apa-apa lagi. Selanjutnya Manager tersebut menanyakan dimana saya akan dimakamkan dan kapan anak-anak saya yang di Indonesia akan tiba di Auckland. Beberapa staff dari Rest Home tersebut mendatangi istri saya dan menyampaikan ucapan bela sungkawa atas kematian saya.
Dengan kenyataan bahwa saya tidak ada harapan hidup, tim dokter menyatakan akan mencabut alat stimulasi jantung. Istri saya kemudian meminta dengan sangat untuk diperpanjang 1 hari. Setelah mempertimbangkan hal tersebut, akhirnya tim dokter mengabulkan permintaan istri saya.
Sementara saya terbaring koma tanpa harapan hidup, istri saya bersama saudara-saudara seiman lain dan para sahabat berdoa buat saya.
- Rabu, 30 Agustus 2000
Menjelang dicabutnya alat stimulasi jantung yang terpasang pada tubuh saya, terjadi sesuatu kejutan karena pada monitor terlihat adanya aktivitas pada otak lagi. Saat itu memang saya sempat sadar sesaat, tetapi kemudian tak sadarkan diri lagi. Melihat adanya perubahan grafik pada monitor tersebut, kemudian tim dokter menangguhkan pencopotan alat stimulasi jantung tersebut.
Pada Grafik pada monitor otak saya menunjukkan kondisi yang semakin baik dan secara perlahan akhirnya saya sadarkan diri. Pada sore harinya saya sadar penuh dengan pemikiran yang baik, daya ingatan yang jernih seperti sebelum dioperasi . Praise the Lord!!
Melalui pengalaman saya yang luar biasa ini, tim dokter, Manager Rest Home dan beberapa staff yang sebelumnya menganggap bahwa agama dan doa itu hanya "rubbish" menyatakan dan percaya bahwa apa yang terjadi pada diri saya adalah "MIRACLE" yang bisa terjadi oleh kuasa DOA.
Demikian kesaksian saya, kiranya bisa menguatkan dan menambah iman saudara sekalian.
Terima kasih dan syukur kepada Tuhan yang telah mengerjakan mujizat ini dalam hidup saya dan terima kasih kepada saudara serta sahabat yang telah mendoakan saya.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Melalui pertemuan itu, saya dingatkan beberapa hal antar lain :
1. Bagaimanapun, pada akhirnya, ujung dari kehidupan ini adalah kematian. Masalahnya adalah apakah kita sudah mempersiapkan diri menghadapi kematian itu atau belum.
2. Tuhan Yesus berkata : "I am the way ....."
Berdasarkan ucapan ini, saya percaya Ia adalah jalan bagi saya untuk menuju kematian tubuh, memasuki kehidupan kekal dan sekaligus Ia pun adalah jalan bagi saya untuk menyelesaikan persoalan yang saya hadapi.
Iman saya dikuatkan, hati saya dipenuhi damai sejahtera dan dengan penyerahan penuh kepada Tuhan, keesokan harinya (21 Juli) saya berangkat ke Auckland.
Tiba saatnya pada hari yang telah ditentukan Jum'at tanggal 25 Agustus 2000, saya dioperasi di RS. Greenlane - Auckland. Operasi tersebut diperkirakan akan tuntas dalam waktu 6 jam. Tetapi apa yang terjadi kemudian, tidaklah seperti perkiraan sebelumnya.
Berikut ini saya ceritakan apa yang saya alami dan informasi yang saya peroleh kemudian :
- Jum'at, 25 Agustus 2000
Saya mulai dioperasi pada sore hari, dan selanjutnya saya tidak sadarkan diri (koma).
- Selasa, 29 Agustus 2000
Saya merasa bahwa saya sudah mati. Saya melihat istri bagaikan siluet yang tidak dapat dipegang. Saya bertanya tetapi ia tidak menjawab. Lalu saya berpikir : "Oh........ memang orang mati tidak bisa berhubungan dengan orang yang masih hidup".
Pada saat saya dalam keadaan koma, ternyata grafik monitor otak saya sudah hampir rata. Melalui Manager Rest Home tempat dimana istri saya bekerja, tim dokter melaporkan bahwa saya tidak mempunyai harapan untuk hidup dan sekiranya hidup, daya pemikiran saya sudah rusak dan tidak akan ingat apa-apa lagi. Selanjutnya Manager tersebut menanyakan dimana saya akan dimakamkan dan kapan anak-anak saya yang di Indonesia akan tiba di Auckland. Beberapa staff dari Rest Home tersebut mendatangi istri saya dan menyampaikan ucapan bela sungkawa atas kematian saya.
Dengan kenyataan bahwa saya tidak ada harapan hidup, tim dokter menyatakan akan mencabut alat stimulasi jantung. Istri saya kemudian meminta dengan sangat untuk diperpanjang 1 hari. Setelah mempertimbangkan hal tersebut, akhirnya tim dokter mengabulkan permintaan istri saya.
Sementara saya terbaring koma tanpa harapan hidup, istri saya bersama saudara-saudara seiman lain dan para sahabat berdoa buat saya.
- Rabu, 30 Agustus 2000
Menjelang dicabutnya alat stimulasi jantung yang terpasang pada tubuh saya, terjadi sesuatu kejutan karena pada monitor terlihat adanya aktivitas pada otak lagi. Saat itu memang saya sempat sadar sesaat, tetapi kemudian tak sadarkan diri lagi. Melihat adanya perubahan grafik pada monitor tersebut, kemudian tim dokter menangguhkan pencopotan alat stimulasi jantung tersebut.
Pada Grafik pada monitor otak saya menunjukkan kondisi yang semakin baik dan secara perlahan akhirnya saya sadarkan diri. Pada sore harinya saya sadar penuh dengan pemikiran yang baik, daya ingatan yang jernih seperti sebelum dioperasi . Praise the Lord!!
Melalui pengalaman saya yang luar biasa ini, tim dokter, Manager Rest Home dan beberapa staff yang sebelumnya menganggap bahwa agama dan doa itu hanya "rubbish" menyatakan dan percaya bahwa apa yang terjadi pada diri saya adalah "MIRACLE" yang bisa terjadi oleh kuasa DOA.
Demikian kesaksian saya, kiranya bisa menguatkan dan menambah iman saudara sekalian.
Terima kasih dan syukur kepada Tuhan yang telah mengerjakan mujizat ini dalam hidup saya dan terima kasih kepada saudara serta sahabat yang telah mendoakan saya.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Senin, 15 Februari 2010
~~~ DUA KALI TUHAN MENYELAMATKAN NYAWAKU ~~~
Berawal pada tahun 1999 bulan nov,saya bekerja sebagai seorang salesman di satu perusahaan makanan terbesar di Indonesia,suatu hari di tgl 17 nov 1999 saat sudah menjelang mlm sekitar pukul 17.30,truk yang saya kendarai beserta sopir saya melaju sangat kencang sekali,karena kami buru2 ingin pulang kerumah,saat itu hujan turun rintik2. Perjalanan kami saat itu adalah dari kota blitar menuju ke kota kediri,tetapi ketika kami sudah setengah perjalanan entah karena sopir saya mengantuk...truk yang dikendarainya tiba2 keluar dari badan jalan,mungkin karena sangat kencangnya truk tersebut sehingga sopir saya kehilangan kendali,akhirnya truk tsb menabrak pagar tembok rumah org sepanjang 6 meter hingga hancur dan truk tsb berguling2 dijalan lalu berhenti dalam keadaan terbalik,dgn kondisi ban sdh diatas...ketika truk masih dalam kondisi berguling-guling saya heran karena saya masih tenang dan masih sempat berdoa kepada Tuhan untuk minta pertolongan.
PUJI TUHAN.....ketika truk tsb sdh berhenti saya keluar dari truk,dan AJAIB!!!tidak ada satu pun atau sedikipun luka di tubuh saya,saya masih sadar total sementara sopir saya harus dibawa ke rumah sakit karena luka dalam.
Kejadian tragis yang kedua terjadi di bulan maret th 2007,ketika itu saya membawa sebuah mobil futura bersama teman saya dari kota malang menuju ke blitar,kebetulan waktu itu saya sendiri yang membawa mobil itu...
Pagi2 benar saya sudah berangkat,tetapi ketika sdh keluar dari kota malang,ditengah perjalanan tiba2 dari arah berlawanan ada 2 pengendara motor yang saling mendahului,mungkin karena terlalu dekatnya jarak mereka berdempetan sehingga salah satu motor tsb jatuh dan terlemar ke arah mobil saya,saat itu saya sangat kaget sekali dan tidak sempat menghindar sehingga akhirnya mobil saya menabrak motor tsb,karena motor tsb menyangkut di ban mobil saya sehingga mengakibatkan mobil saya terbalik,dan disaat mobil saya terbalik ada sebuah mobil lagi yang melaju dengan kencang menabrak pula ke mobil saya,kejadian aneh seperti yg pertama pun terjadi lagi,dalam kondisi mobil jungkir balik saya msh sempat berdoa kepada Tuhan.
Keajaiban pun terjadi,ketika mobil berhenti dlm keadaan terbalik,saya keluar dari dlm mobil dalam keadaan utuh tanpa luka sedikitpun,adahal mobil saya saat itu sdh berubah bentuk menjadi gepeng....
Setelah kejadian tersebut saya merenungkan bahwa Tuhan sangat menyayangi saya,Tuhan menunjukan begitu kasihnya yang besar kepada umatNya,cuma kadang kita sebagai manusia kurang penurutan terhadapNya,tdk menuruti perintahNya serta hukum2Nya
Semoga kesaksian kecil diatas bisa berguna bagi saudara2,untuk lebih setia lagi kepada Tuhan,Tuhan tdk menuntut apa2 kepada umatnya,hanya minta supaya kita mematuhi segala hukum2Nya,dan jangan dilanggar atau dirubah....
(Sumber kesaksian : Jimmy)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
PUJI TUHAN.....ketika truk tsb sdh berhenti saya keluar dari truk,dan AJAIB!!!tidak ada satu pun atau sedikipun luka di tubuh saya,saya masih sadar total sementara sopir saya harus dibawa ke rumah sakit karena luka dalam.
Kejadian tragis yang kedua terjadi di bulan maret th 2007,ketika itu saya membawa sebuah mobil futura bersama teman saya dari kota malang menuju ke blitar,kebetulan waktu itu saya sendiri yang membawa mobil itu...
Pagi2 benar saya sudah berangkat,tetapi ketika sdh keluar dari kota malang,ditengah perjalanan tiba2 dari arah berlawanan ada 2 pengendara motor yang saling mendahului,mungkin karena terlalu dekatnya jarak mereka berdempetan sehingga salah satu motor tsb jatuh dan terlemar ke arah mobil saya,saat itu saya sangat kaget sekali dan tidak sempat menghindar sehingga akhirnya mobil saya menabrak motor tsb,karena motor tsb menyangkut di ban mobil saya sehingga mengakibatkan mobil saya terbalik,dan disaat mobil saya terbalik ada sebuah mobil lagi yang melaju dengan kencang menabrak pula ke mobil saya,kejadian aneh seperti yg pertama pun terjadi lagi,dalam kondisi mobil jungkir balik saya msh sempat berdoa kepada Tuhan.
Keajaiban pun terjadi,ketika mobil berhenti dlm keadaan terbalik,saya keluar dari dlm mobil dalam keadaan utuh tanpa luka sedikitpun,adahal mobil saya saat itu sdh berubah bentuk menjadi gepeng....
Setelah kejadian tersebut saya merenungkan bahwa Tuhan sangat menyayangi saya,Tuhan menunjukan begitu kasihnya yang besar kepada umatNya,cuma kadang kita sebagai manusia kurang penurutan terhadapNya,tdk menuruti perintahNya serta hukum2Nya
Semoga kesaksian kecil diatas bisa berguna bagi saudara2,untuk lebih setia lagi kepada Tuhan,Tuhan tdk menuntut apa2 kepada umatnya,hanya minta supaya kita mematuhi segala hukum2Nya,dan jangan dilanggar atau dirubah....
(Sumber kesaksian : Jimmy)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sabtu, 13 Februari 2010
Yesus Penyelamatku
Shallom semua~
Segala Hormat Puji Dan Kemuliaan saya kembalikan kepada Allah Bapa surgawi yang kita kenal dan sembah dalam nama Tuhan Yesus Kristus~
Saya bersyukur kerana bisa menyampaikan kesaksian saya dalam website ini..
Pada bulan ogos 2008,sebelum saya dibaptis, saya telah mendapat satu penglihatan di mana ia nya terjadi "Suatu kesengseraan besar terjadi" di mana selepas kedatangan Tuhan Yesus terjadi..
~Pada masa itu saya berada di dalam sebuah stadium,dan ramai orang di dalam, mereka semua berpusu-pusu untuk keluar dari stadium tersebut saya tidak mengerti kenapa mereka berkejar-kejar untuk keluar dari stadium tersebut??
~Saya ditegur oleh seorang di mana saya tidak mengenali dia siapa, dia mengatakan ke saya " Cepat mari kita keluar dari tempat ini,kerana ada bahaya nanti"..
~Saya makin bingung saudara, saya mengikut orang2 berpusu-pusu untuk keluar dari stadium tersebut, tapi malangnya sebelum kami sempat melangkah keluar dari pintu gerbang stadium, banyak orang2 berbaju hitam siap dengan machine-gun mereka. Mereka menembak sesuka hati setiap orang tanpa belas kasihan.. tapi orang-orang yang ditembak,mereka tidak
meninggal begitu sahaja, tapi SENSARA..
Matius 24:17 "Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya"
~Aduh, saya begitu terkejut dengan keadaan ini, semua orang kelam kabut, panik, saya tidak dapat berbuat apa-apa..saya terpaku melihat semua kejadian ini..
~Saya terjumpa dengan sahabat saya, di mana dia mengatakan ke saya "Lica, lari cepat.." dia memegang tangan saya dan menarik saya untuk lari dari tempat itu, tapi di saat keadaan yang huru hara, saya dan sahabat saya terlepas tangan, dan saya tidak tahu dia ke mana..
~saya mengeluh dalam diri saya, saya melihat orang-orang mendaki bukit-bukit, ada yang terjun ke dalam sungai..
saya bingung aduh..apa ini??
Kenapa mereka bersembunyi dalam sungai untuk melarikan diri dari orang2 berbaju hitam ini saja..
~Di situ saya bertanya kepada Tuhan "Ya,Tuhan apa semua ini? kenapa ini terjadi" lalu di situ saya diingatkan oleh Roh Kudus di mana "INI AKAN TERJADI PADA ZAMAN KESENSERAAN BESAR"
~Saya terkejut besar, aduh Tuhan apa saya ini tidak diangkat, melainkan ditinggalkan..Tuhan ampuni saya Tuhan..
~Saya menangis~ di situ Roh Kudus di dalam Wahyu 3:11
"Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu"
~Aku makin panik, kerana seperti nya aku ini bukan mimpi melainkan kenyataan yang saya hadapi. Saya mencari gereja untuk pergi, dan di situ saya melihat ada satu rumah ia seperti gereja dan ia sangat terang, saya teringin melihat lebih dekat ke dalamnya, dan di situ juga saya melihat ramai orang-orang masuk ke dalamnya, mereka yang masuk ke dalam seperti nya mempunyai damai yang semua orang cari-cari..
~Saya melihat lebih dekat lagi, dan mahu juga turut serta untuk masuk ke dalamnya, namun apa yang saya lihat adalah ada sebuah patung besar dibuat dari emas, patung tersenyum, dan terang keluar dari patung itu..
~Semua yang menyembah patung itu diberi damai, aduh saya menjadi takut lihat patung itu di situ saya diberi ayat Firman oleh Roh Kudus Matius 24:24 "Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga"
~Saya menjadi takut, di situ saya terlihat ramai orang HAUS AKAN FIRMAN ALLAH,HAUS AKAN DAMAI,KETAKUTAN YANG MENGEJAR-NGEJAR SAUDARA..
~Saya melihat semua itu dengan tiada pengharapan di dalam hidup,melainkan kematian yang kita tidak dapat alami..benar-benar seperti neraka..
~Sesudah saya terbangun, badan saya bergetar ketakutan dan saya menangis..saya sangat bersyukur kepada Tuhan Allah kerana masih memberikan kesempatan untuk saya berubah,dan di situ Roh Kudus berbisik dalam hati saya "BERITAHU KEPADA ORANG LAIN,BAHWA AKU AKAN DATANG SEGERA"
~Saya bersyukur saya sudah sempat untuk menyampaikan kepada kalian tentang penglihatan ini..
~Di dalam wahyu ada juga sebut pasal PATUNG..
Wahyu 13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
~Pada saat zaman kesensaraan besar itu sudah terjadi orang tidak boleh berbuat apa-apa, mereka yang tiada tanda 666 tidak akan pernah dapat membeli dan menjual seperti dalam Wahyu 13:17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
~Apakah anda sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat anda?
~Jika anda belum menerima DIA, percayalah kepada Nya sebelum terlambat.
~Dan kepada sesiapa yang tertinggal pada saat Tuhan Yesus datang..
~Tolong jangan terima NOMOR ANGKA BINATANG 666 walau bagaimana sekali susah pada saat itu, ia hanya sementara kesusahan,tapi jika kamu menerima TANDA 666 kamu sudah tidak dapat diselamatkan melainkan akan dibuang ke dalam LAUTAN API..
(Sumber kesaksian : Amerlyca Alice - Kinibalu Malaysia )
Segala Hormat Puji Dan Kemuliaan saya kembalikan kepada Allah Bapa surgawi yang kita kenal dan sembah dalam nama Tuhan Yesus Kristus~
Saya bersyukur kerana bisa menyampaikan kesaksian saya dalam website ini..
Pada bulan ogos 2008,sebelum saya dibaptis, saya telah mendapat satu penglihatan di mana ia nya terjadi "Suatu kesengseraan besar terjadi" di mana selepas kedatangan Tuhan Yesus terjadi..
~Pada masa itu saya berada di dalam sebuah stadium,dan ramai orang di dalam, mereka semua berpusu-pusu untuk keluar dari stadium tersebut saya tidak mengerti kenapa mereka berkejar-kejar untuk keluar dari stadium tersebut??
~Saya ditegur oleh seorang di mana saya tidak mengenali dia siapa, dia mengatakan ke saya " Cepat mari kita keluar dari tempat ini,kerana ada bahaya nanti"..
~Saya makin bingung saudara, saya mengikut orang2 berpusu-pusu untuk keluar dari stadium tersebut, tapi malangnya sebelum kami sempat melangkah keluar dari pintu gerbang stadium, banyak orang2 berbaju hitam siap dengan machine-gun mereka. Mereka menembak sesuka hati setiap orang tanpa belas kasihan.. tapi orang-orang yang ditembak,mereka tidak
meninggal begitu sahaja, tapi SENSARA..
Matius 24:17 "Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya"
~Aduh, saya begitu terkejut dengan keadaan ini, semua orang kelam kabut, panik, saya tidak dapat berbuat apa-apa..saya terpaku melihat semua kejadian ini..
~Saya terjumpa dengan sahabat saya, di mana dia mengatakan ke saya "Lica, lari cepat.." dia memegang tangan saya dan menarik saya untuk lari dari tempat itu, tapi di saat keadaan yang huru hara, saya dan sahabat saya terlepas tangan, dan saya tidak tahu dia ke mana..
~saya mengeluh dalam diri saya, saya melihat orang-orang mendaki bukit-bukit, ada yang terjun ke dalam sungai..
saya bingung aduh..apa ini??
Kenapa mereka bersembunyi dalam sungai untuk melarikan diri dari orang2 berbaju hitam ini saja..
~Di situ saya bertanya kepada Tuhan "Ya,Tuhan apa semua ini? kenapa ini terjadi" lalu di situ saya diingatkan oleh Roh Kudus di mana "INI AKAN TERJADI PADA ZAMAN KESENSERAAN BESAR"
~Saya terkejut besar, aduh Tuhan apa saya ini tidak diangkat, melainkan ditinggalkan..Tuhan ampuni saya Tuhan..
~Saya menangis~ di situ Roh Kudus di dalam Wahyu 3:11
"Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu"
~Aku makin panik, kerana seperti nya aku ini bukan mimpi melainkan kenyataan yang saya hadapi. Saya mencari gereja untuk pergi, dan di situ saya melihat ada satu rumah ia seperti gereja dan ia sangat terang, saya teringin melihat lebih dekat ke dalamnya, dan di situ juga saya melihat ramai orang-orang masuk ke dalamnya, mereka yang masuk ke dalam seperti nya mempunyai damai yang semua orang cari-cari..
~Saya melihat lebih dekat lagi, dan mahu juga turut serta untuk masuk ke dalamnya, namun apa yang saya lihat adalah ada sebuah patung besar dibuat dari emas, patung tersenyum, dan terang keluar dari patung itu..
~Semua yang menyembah patung itu diberi damai, aduh saya menjadi takut lihat patung itu di situ saya diberi ayat Firman oleh Roh Kudus Matius 24:24 "Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga"
~Saya menjadi takut, di situ saya terlihat ramai orang HAUS AKAN FIRMAN ALLAH,HAUS AKAN DAMAI,KETAKUTAN YANG MENGEJAR-NGEJAR SAUDARA..
~Saya melihat semua itu dengan tiada pengharapan di dalam hidup,melainkan kematian yang kita tidak dapat alami..benar-benar seperti neraka..
~Sesudah saya terbangun, badan saya bergetar ketakutan dan saya menangis..saya sangat bersyukur kepada Tuhan Allah kerana masih memberikan kesempatan untuk saya berubah,dan di situ Roh Kudus berbisik dalam hati saya "BERITAHU KEPADA ORANG LAIN,BAHWA AKU AKAN DATANG SEGERA"
~Saya bersyukur saya sudah sempat untuk menyampaikan kepada kalian tentang penglihatan ini..
~Di dalam wahyu ada juga sebut pasal PATUNG..
Wahyu 13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
~Pada saat zaman kesensaraan besar itu sudah terjadi orang tidak boleh berbuat apa-apa, mereka yang tiada tanda 666 tidak akan pernah dapat membeli dan menjual seperti dalam Wahyu 13:17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
~Apakah anda sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat anda?
~Jika anda belum menerima DIA, percayalah kepada Nya sebelum terlambat.
~Dan kepada sesiapa yang tertinggal pada saat Tuhan Yesus datang..
~Tolong jangan terima NOMOR ANGKA BINATANG 666 walau bagaimana sekali susah pada saat itu, ia hanya sementara kesusahan,tapi jika kamu menerima TANDA 666 kamu sudah tidak dapat diselamatkan melainkan akan dibuang ke dalam LAUTAN API..
(Sumber kesaksian : Amerlyca Alice - Kinibalu Malaysia )
TUHAN MENYEKA AIR MATAKU
Awalnya SUSAH.... Lukisan kata yang mematahkan dan meluluhlantakkan semangat untuk hidup. Sampai pada titik di mana semuanya terbalik berkat Kuasa dan Karunia yang berlimpah dari YESUS KRISTUS, TUHAN dan Juru Selamat kita.
Surabaya, kota di mana tempat saya pertama kali mengalami ribuan cobaan dan penderitaan yang itu semua karena ulah saya sendiri. Orang tua sudah tidak mau peduli dengan saya, karena apa yang telah saya perbuat, sungguh mempermalukan mereka. 3 bulan mengamen di jalan, hidup dengan kepincangan iman karena berbaur dengan anak-anak jalanan yang nota bene terkenal dengan DRUGS. Saya sempat bisa menghindarinya. Hari demi hari saya lalui dengan derita yang luar biasa hebatnya. Sampai di hari terakhir dimana sepucuk doa yang keluar dari mulut tanpa sadar, ikhlas dan tak terbebani sedikitpun, seakan berbentuk keluhan, tepat pukul 12 malam WIB "TUHAN YESUS, saya sudah tidak sanggup lagi menjalani hidup seperti ini, hidup yang penuh dengan kenistaan. Bantulah saya keluar dari kesusahan ini, jika itu berkenan di Hati KudusMu." Pembaca tahu apa yang terjadi kemudian? Keesokan harinya mukjizat itu terjadi, saya ketemu dengan seorang pengusaha kecil yang menawarkan pekerjaan dengan posisi sebagai teknisi komputer, karena kebetulan saya sarjana komputer, dengan imbalan gaji yang cukup untuk makan sebulan. TUHAN YESUS, terima kasih yang tak terhingga, dan pujian yang tak terhenti untuk memuliakanMu. Karena rahmat Tuhan Yesus itu pulalah, sampai sekarang saya bisa menjalani usaha saya sendiri sebagai wireless internet provider di daerah saya, Saumlaki. TERIMA KASIH TUHAN YESUS...........
(Sumber kesaksian : Johan - Saumlaki Maluku )
Surabaya, kota di mana tempat saya pertama kali mengalami ribuan cobaan dan penderitaan yang itu semua karena ulah saya sendiri. Orang tua sudah tidak mau peduli dengan saya, karena apa yang telah saya perbuat, sungguh mempermalukan mereka. 3 bulan mengamen di jalan, hidup dengan kepincangan iman karena berbaur dengan anak-anak jalanan yang nota bene terkenal dengan DRUGS. Saya sempat bisa menghindarinya. Hari demi hari saya lalui dengan derita yang luar biasa hebatnya. Sampai di hari terakhir dimana sepucuk doa yang keluar dari mulut tanpa sadar, ikhlas dan tak terbebani sedikitpun, seakan berbentuk keluhan, tepat pukul 12 malam WIB "TUHAN YESUS, saya sudah tidak sanggup lagi menjalani hidup seperti ini, hidup yang penuh dengan kenistaan. Bantulah saya keluar dari kesusahan ini, jika itu berkenan di Hati KudusMu." Pembaca tahu apa yang terjadi kemudian? Keesokan harinya mukjizat itu terjadi, saya ketemu dengan seorang pengusaha kecil yang menawarkan pekerjaan dengan posisi sebagai teknisi komputer, karena kebetulan saya sarjana komputer, dengan imbalan gaji yang cukup untuk makan sebulan. TUHAN YESUS, terima kasih yang tak terhingga, dan pujian yang tak terhenti untuk memuliakanMu. Karena rahmat Tuhan Yesus itu pulalah, sampai sekarang saya bisa menjalani usaha saya sendiri sebagai wireless internet provider di daerah saya, Saumlaki. TERIMA KASIH TUHAN YESUS...........
(Sumber kesaksian : Johan - Saumlaki Maluku )
Jumat, 12 Februari 2010
~~~Tuhan Tidak Akan Mempermalukan~~~
Pada masa akhir zaman sekarang, jarang sekali menemukan orang2 yang hidupnya melekat dengan hati Tuhan. Apalagi di saat ini banyak tawaran2 duniawi yang begitu menggiurkan, sehingga banyak sekali membuat orang tuk tergoda dan lalai berhubungan karib dengan Tuhan. Jika kita menyadari, ternyata lekat dengan Tuhan itu sungguh menyenangkan. Sebab Dia selalu menunjukan karya2Nya yang membuat kita terpesona dan orang lain pun akan merasa takjub jika kita bisa percaya penuh akan DIA. Didalam Roma 10: 11. mengatakan, "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."
Tuhan telah berjanji kepada setiap anak2Nya, Ia tidaka akan mempermalukan orang yang percaya penuh kepada Dia. Ada satu cerita. sebut saja Dony.
Dony seorang anak laki-laki kecil berusia 10 tahun, ia masih duduk di kelas 4 SD. Saat mengikuti pelajaran ia tidak tahan ingin buang air, tapi karena ia takut kehilangan pelajaran, ia tetap bertahan. karena lamanya pelajaran tersebut, tiba-tiba celananya menjadi basah dan sebuah genangan air ada di antara kakinya. Doni merasa jantungnya akan berhenti karena dia tidak pernah membayangkan hal ini. Sebelumnya dia belum pernah mengompol dan dia tahu jika teman-temannya tahu dia akan menjadi bahan ejekan teman-temannya seumur hidupnya. Menyadari keadaannya, Doni mulai menundukkan kepalanya dan berdoa kepada Tuhan,"Tuhan Yesus, sekarang aku berada dalam keadaan darurat. Aku memerlukan bantuan-Mu karena lima menit dari sekarang aku akan menjadi bahan tertawaan teman-temanku.Amin."
Setelah selesai berdoa, dia mengangkat mukanya dan melihat ibu guru sedang memperhatikannya. Ketika bu guru mulai mendekatinya, seorang temannya yang bernama Susie membawa sebuah akuarium ikan emas bulat yang berisi air. Susie berjalan cepat mendahului guru dan secara sengaja ia trgenlicir dan menumpahkannya di atas pangkuan Doni. Doni menjadi marah meskipun dalam hatinya dia berteriak,"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan!"
Dengan sekejap hal yang seharusnya memalukan berubah menjadi simpati. Bu guru segera mengangkatnya dan memberinya celana yang lain sementara celana basahnya dijemur. Teman-temannya bersama mulai mengepel lantai di bawah bangkunya. Pikir dony, ia akan mendapat ejekan dari teman2nya, ternyata yang ia dapatkan dari teman2nya adalah sebuah simpatik. Namun ejekan yang harusnya diterima Doni justru diterima oleh Susie. Dia mencoba untuk membantu, namun teman-temannya justru menyuruhnya keluar sambil berkata,"Kamu tidak usah membantu, dasar bodoh!"bentak salah satu murid.
Suatu hari, ketika mereka bersama-sama menunggu bis jemputan, Doni mendekati Susie dan berkata,"Kamu sengaja melakukan itu ya,sus?" dan Susie membalas dengan berkata," Aku juga pernah mengompol di kelas kok." Dony menatap susie dengan berkata, "Terima kasih ya, Tuhan mau pake kamu buat tolong saya."
Ingatlah, Di kayu salib, Tuhan Yesus juga sudah mengambil semua penghinaan yang harusnya kita tanggung dan Ia menggantikan dengan kasih karunia yang besar.Tuhan yang turut merasakan penderitaan kita sehingga Dia mampu menolong kehidupan kita. Tuhan tidak menjanjikan hidup kita penuh dengan berkelimpahan dan Tuhan tidak menjanjikan hidup kita tanpa masalah, tanpa tantangan, tanpa aniaya, tanpa penderitaan dan tanpa kesulitan. Tapi yang pasti Tuhan akan memberitahukan perjanjianNya bagi yang bergaul karib dengan Dia Maz 25: 14. Mulailah dari sekarang tuk bergaul karib dengan dengan Dia, maka Tuhan akan menunjukan kepadamu hal2 yang tidak kau ketahui. Amin.
Tuhan Yesus memberkati kita semua
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Tuhan telah berjanji kepada setiap anak2Nya, Ia tidaka akan mempermalukan orang yang percaya penuh kepada Dia. Ada satu cerita. sebut saja Dony.
Dony seorang anak laki-laki kecil berusia 10 tahun, ia masih duduk di kelas 4 SD. Saat mengikuti pelajaran ia tidak tahan ingin buang air, tapi karena ia takut kehilangan pelajaran, ia tetap bertahan. karena lamanya pelajaran tersebut, tiba-tiba celananya menjadi basah dan sebuah genangan air ada di antara kakinya. Doni merasa jantungnya akan berhenti karena dia tidak pernah membayangkan hal ini. Sebelumnya dia belum pernah mengompol dan dia tahu jika teman-temannya tahu dia akan menjadi bahan ejekan teman-temannya seumur hidupnya. Menyadari keadaannya, Doni mulai menundukkan kepalanya dan berdoa kepada Tuhan,"Tuhan Yesus, sekarang aku berada dalam keadaan darurat. Aku memerlukan bantuan-Mu karena lima menit dari sekarang aku akan menjadi bahan tertawaan teman-temanku.Amin."
Setelah selesai berdoa, dia mengangkat mukanya dan melihat ibu guru sedang memperhatikannya. Ketika bu guru mulai mendekatinya, seorang temannya yang bernama Susie membawa sebuah akuarium ikan emas bulat yang berisi air. Susie berjalan cepat mendahului guru dan secara sengaja ia trgenlicir dan menumpahkannya di atas pangkuan Doni. Doni menjadi marah meskipun dalam hatinya dia berteriak,"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan!"
Dengan sekejap hal yang seharusnya memalukan berubah menjadi simpati. Bu guru segera mengangkatnya dan memberinya celana yang lain sementara celana basahnya dijemur. Teman-temannya bersama mulai mengepel lantai di bawah bangkunya. Pikir dony, ia akan mendapat ejekan dari teman2nya, ternyata yang ia dapatkan dari teman2nya adalah sebuah simpatik. Namun ejekan yang harusnya diterima Doni justru diterima oleh Susie. Dia mencoba untuk membantu, namun teman-temannya justru menyuruhnya keluar sambil berkata,"Kamu tidak usah membantu, dasar bodoh!"bentak salah satu murid.
Suatu hari, ketika mereka bersama-sama menunggu bis jemputan, Doni mendekati Susie dan berkata,"Kamu sengaja melakukan itu ya,sus?" dan Susie membalas dengan berkata," Aku juga pernah mengompol di kelas kok." Dony menatap susie dengan berkata, "Terima kasih ya, Tuhan mau pake kamu buat tolong saya."
Ingatlah, Di kayu salib, Tuhan Yesus juga sudah mengambil semua penghinaan yang harusnya kita tanggung dan Ia menggantikan dengan kasih karunia yang besar.Tuhan yang turut merasakan penderitaan kita sehingga Dia mampu menolong kehidupan kita. Tuhan tidak menjanjikan hidup kita penuh dengan berkelimpahan dan Tuhan tidak menjanjikan hidup kita tanpa masalah, tanpa tantangan, tanpa aniaya, tanpa penderitaan dan tanpa kesulitan. Tapi yang pasti Tuhan akan memberitahukan perjanjianNya bagi yang bergaul karib dengan Dia Maz 25: 14. Mulailah dari sekarang tuk bergaul karib dengan dengan Dia, maka Tuhan akan menunjukan kepadamu hal2 yang tidak kau ketahui. Amin.
Tuhan Yesus memberkati kita semua
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kamis, 11 Februari 2010
~~~ INGAT BEBEK? ~~~
Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka. Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai
sasaran.
Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam.
Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih.
Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu,d ilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.
Setelah makan, nenek berkata, "Sally, cuci piring."
Tetapi Sally berkata, "Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?" Dan Sally berbisik, "Ingat bebek?"
Jadi Johnny mencuci piring.
Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, "Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan."
Tetapi Sally tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu."
Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?"
Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.
Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi.Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun.
Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, "Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan
membiarkan Sally memanfaatkanmu."
============================================
Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga selalu berdiri di'jendela'. Dan Dia melihat segalanya.
Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu.
Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga tidak mengingat-ingat lagi dosamu."
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. (Yesaya 43:25)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
sasaran.
Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam.
Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih.
Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu,d ilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.
Setelah makan, nenek berkata, "Sally, cuci piring."
Tetapi Sally berkata, "Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?" Dan Sally berbisik, "Ingat bebek?"
Jadi Johnny mencuci piring.
Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, "Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan."
Tetapi Sally tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu."
Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?"
Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.
Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi.Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun.
Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, "Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan
membiarkan Sally memanfaatkanmu."
============================================
Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga selalu berdiri di'jendela'. Dan Dia melihat segalanya.
Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu.
Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga tidak mengingat-ingat lagi dosamu."
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. (Yesaya 43:25)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 03 Februari 2010
~~~ Hampir Menjadi Domba Yang Tersesat ~~~
Suatu hari ditahun 2007 saya berpacaran dengan seorang perwira polisi yang beragama seberang, karna saat itu kami sama-sama serius dalam menjalani hubungan, kemudian saya mulai berfikir bahwa didalam 1 perahu tidak mungkin ada dua nahkoda karna saya yang perempuan maka sayalah yang harus mengalah.
Orangtuanya sangat baik dan merestui hubungan kami.
Pada tahun 2008 Saya mulai mempelajari apa yang diajarkan pada agama tersebut mulai dari membaca kitabnya sampai berbagai macam sembayangnya, dan saya pergi meninggalkan rumah kemudian mengontrak sebuah rumah dekat dengan tempat saya bekerja, itu saya lakukan sampai pada tahun 2009 tepatnya pada bulan juli, tetapi saat itu saya tidak pernah mendapatkan ketenangan baik dari hati dan juga lingkungan sekitar.
Kemudian dibulan maret ada masalah besar diantara kami dimana orangtuanya berbalik menjadi tidak menyetujui hubungan kami saya sangat terpukul dan bertekat akan tetap mendalami agama itu..
Tetapi Tuhan berencana lain, Dia tidak mau kehilangan saya dan pada waktu yang sama pada bulan juli disaat kondisi saya sangat terpukul abang saya menelpon dan berkata kalau iman saya belum kuat (kotan saat itu saya menangis), dan dia mengatakan 'kamu itu lagi kasmaran, lebih baik kamu pulang kerumah dan rasakan kehangatan keluarga kita. Mama kangen sama kamu, sekarang mama kurus' itulah yang dikatakan abang saya.
Setelah 2 minggu dengan memberanikan diri saya pulang kerumah hanya untuk memastikan ucapan abang saya, dan sesampainya saya dirumah saya disambut oleh pelukan hangat mama yang saya rindukan selama ini, setelah itu saya kembali lagi kekontrakan..
Dan pada bulan juli itu juga saat saya pulang dari tempat kerja saya dipertemukan dengan anak Tuhan dia menunjukan betapa dia serius dan sangat memperhatikan saya terus begitu selama 1 bulan. Kemudian pada bulan agustus dia menyatakan kepada saya bahwa dia ingin menikah dengan saya dan berharap saya kembali kejalan yang benar dan puji Tuhan tanpa fikir panjang saya langsung memutuskan untuk kembali menjadi domba yang jiwanya dimenangkan kembali. Dan kamipun akhirnya menikah tepatnya pada bulan november tanggal 11, 2009 dan kami hidup bahagia dan puji Tuhan saat ini saya tengah mengandung dengan usia kandungan kurang lebih 1 bulan.
Itulah kisah bodoh saya yang tidak akan pernah saya lupakan.
Dan pembelajaran yang saya dapatkan dari perjalan hidup saya ini adalah "Tuhan tidak tidak pernah tidur, dan tidak akan membiarkan anaknya terjatuh bahkan sampai tergeletak".
Jesus Bless all.
( Sumber kesaksian : Ibu Sandrachabiee Silitonga )
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Orangtuanya sangat baik dan merestui hubungan kami.
Pada tahun 2008 Saya mulai mempelajari apa yang diajarkan pada agama tersebut mulai dari membaca kitabnya sampai berbagai macam sembayangnya, dan saya pergi meninggalkan rumah kemudian mengontrak sebuah rumah dekat dengan tempat saya bekerja, itu saya lakukan sampai pada tahun 2009 tepatnya pada bulan juli, tetapi saat itu saya tidak pernah mendapatkan ketenangan baik dari hati dan juga lingkungan sekitar.
Kemudian dibulan maret ada masalah besar diantara kami dimana orangtuanya berbalik menjadi tidak menyetujui hubungan kami saya sangat terpukul dan bertekat akan tetap mendalami agama itu..
Tetapi Tuhan berencana lain, Dia tidak mau kehilangan saya dan pada waktu yang sama pada bulan juli disaat kondisi saya sangat terpukul abang saya menelpon dan berkata kalau iman saya belum kuat (kotan saat itu saya menangis), dan dia mengatakan 'kamu itu lagi kasmaran, lebih baik kamu pulang kerumah dan rasakan kehangatan keluarga kita. Mama kangen sama kamu, sekarang mama kurus' itulah yang dikatakan abang saya.
Setelah 2 minggu dengan memberanikan diri saya pulang kerumah hanya untuk memastikan ucapan abang saya, dan sesampainya saya dirumah saya disambut oleh pelukan hangat mama yang saya rindukan selama ini, setelah itu saya kembali lagi kekontrakan..
Dan pada bulan juli itu juga saat saya pulang dari tempat kerja saya dipertemukan dengan anak Tuhan dia menunjukan betapa dia serius dan sangat memperhatikan saya terus begitu selama 1 bulan. Kemudian pada bulan agustus dia menyatakan kepada saya bahwa dia ingin menikah dengan saya dan berharap saya kembali kejalan yang benar dan puji Tuhan tanpa fikir panjang saya langsung memutuskan untuk kembali menjadi domba yang jiwanya dimenangkan kembali. Dan kamipun akhirnya menikah tepatnya pada bulan november tanggal 11, 2009 dan kami hidup bahagia dan puji Tuhan saat ini saya tengah mengandung dengan usia kandungan kurang lebih 1 bulan.
Itulah kisah bodoh saya yang tidak akan pernah saya lupakan.
Dan pembelajaran yang saya dapatkan dari perjalan hidup saya ini adalah "Tuhan tidak tidak pernah tidur, dan tidak akan membiarkan anaknya terjatuh bahkan sampai tergeletak".
Jesus Bless all.
( Sumber kesaksian : Ibu Sandrachabiee Silitonga )
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 02 Februari 2010
~~~ TUHAN SEMBUHKAN BENJOLAN DI DADA KIRIKU ~~~
Shalom! Saya mau bersaksi mengenai jamahan kuasa Tuhan atas diri saya. Yang semakin membuat saya mengenal pribadiNya yang ajaib!
Dimulai pada waktu SMP, saya merasakan sakit terus menerus di dada kiri saya.
Saya pertama tidak mempedulikannya karena saya pikir itu hanya sakit biasa. Tapi rasa sakit itu sering sekali datang mungkin sehari bisa saya rasakan 2-3x berlangsung sekitar 15-30 menit. Tapi saya masih tidak terlalu peduli karena pada dasarnya saya orangnya cuek. Rasa sakit itu terus saya alami sampai saya duduk di bangku kuliah. Dan bila saya raba, terasa ada benjolan sekitar 3-4cm di dada kiri saya. Saya hanya bertanya-tanya apa ya kira-kira ini. Tapi saya masih tidak ambil pusing. Dan saya tidak pernah cek up. Karena saat itu kondisi ekonomi keluarga saya sangat lemah sehingga saya rasa tidak mungkin untuk mengeluarkan sejumlah uang untuk cek up. Suatu hari saya pulang ke Solo pada waktu liburan semester. Suatu malam, saya tidak bisa tidur karena saya merasakan rasa sakit yang luar biasa di dada kiri saya yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Pada waktu itu saya tidak kuat dan saya tahu rasa sakit itu dari benjolan yang ada. Karena rasa sakit yang tertahankan, saya langsung tumpangkan tangan ke dada kiri saya dan berseru : "Dalam nama Yesus, sembuhlah!!" Saat itu juga, rasa sakit itu hilang seketika dan benjolan itu lenyap. Saya sampai meraba-raba berulang-ulang kali. Benar-benar lenyap!!! Tuhan Yesus luar biasa! Dia Jehova Rapha. KuasaNya tidak pernah berubah dahulu sekarang dan selama-lamanya. Amin!
Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"(Markus 5:34)
(Sumber kesaksian : Vee)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Dimulai pada waktu SMP, saya merasakan sakit terus menerus di dada kiri saya.
Saya pertama tidak mempedulikannya karena saya pikir itu hanya sakit biasa. Tapi rasa sakit itu sering sekali datang mungkin sehari bisa saya rasakan 2-3x berlangsung sekitar 15-30 menit. Tapi saya masih tidak terlalu peduli karena pada dasarnya saya orangnya cuek. Rasa sakit itu terus saya alami sampai saya duduk di bangku kuliah. Dan bila saya raba, terasa ada benjolan sekitar 3-4cm di dada kiri saya. Saya hanya bertanya-tanya apa ya kira-kira ini. Tapi saya masih tidak ambil pusing. Dan saya tidak pernah cek up. Karena saat itu kondisi ekonomi keluarga saya sangat lemah sehingga saya rasa tidak mungkin untuk mengeluarkan sejumlah uang untuk cek up. Suatu hari saya pulang ke Solo pada waktu liburan semester. Suatu malam, saya tidak bisa tidur karena saya merasakan rasa sakit yang luar biasa di dada kiri saya yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Pada waktu itu saya tidak kuat dan saya tahu rasa sakit itu dari benjolan yang ada. Karena rasa sakit yang tertahankan, saya langsung tumpangkan tangan ke dada kiri saya dan berseru : "Dalam nama Yesus, sembuhlah!!" Saat itu juga, rasa sakit itu hilang seketika dan benjolan itu lenyap. Saya sampai meraba-raba berulang-ulang kali. Benar-benar lenyap!!! Tuhan Yesus luar biasa! Dia Jehova Rapha. KuasaNya tidak pernah berubah dahulu sekarang dan selama-lamanya. Amin!
Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"(Markus 5:34)
(Sumber kesaksian : Vee)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Senin, 01 Februari 2010
~~~ Tuhan kirim becak utk kami ~~~
Suatu hari saya dan anak saya yang nomer satu mengantarkan anak yang nomer dua masih TK B tahun 2003 untuk ikut pentas seni TK se kecamatan.Sore itu sebelum berangkat uang yang saya bawa cuma sedikit karena saya lupa hari itu ada acaranya anak saya. Saya ndak sempat minta uang tambahan lagi ke suami karena dia sudah keluar dari pagi,jadi uang ditangan saya uang sisa belanjaan pagi.Sebelum keluar rumah seperti biasa saya serahkan perjalanan kami bertiga pulang-pergi di dalam tangan Tuhan Yesus,sambil mengungkapkan ke Tuhan Yesus uang yang saya bawa serba pas-pasan.Selesai pentas uang disaku saya tinggal Rp.2000,- saya mau hubungi suami via wartel minta dijemput tapi ndak ada wartel disekitar situ saya juga belum punya HP.Biaya transport/becak dari area tsb sampe rumah berkisar Rp.7000 bila di tawar.Dengan uang sisa yang ada saya berbicara ke Tuhan " Tuhan Yesus uangku tinggal Rp. 2000 nich, mau pulang ndak cukup ", kemudian saya ajak kedua anak saya untuk keluar area pentas maksudku kita jalan agak jauh aja (tambah dekat tambah murah) ke tempat bemo yang biasa lewat di kompleks kami dengan duduk saling pangku dan bayar seadanya.Ketika kami baru beberapa langkah keluar dari area tsb tiba-tiba datang satu becak ke arah kami dan bapak itu menawarkan " Becak Bu ?! Becak Bu ?!, saya balik tanya "sampai ke alamat saya .... b'rapa ya Pak ??? " dua ribu Bu,katanya.B'rapa ??? Dua ribu Bu. Saya langsung ajak kedua anak saya untuk segera naik dan diam sepanjang jalan sambil saya merenung...apa bapak ini tahu uang di saku saya tinggal Rp.2000,- ya ?. Sesampai di rumah ketika turun dari becak dua kali saya tanya ke bapak itu...brapa pak ? dua ribu ! brapa ? dua ribu jawabnya dengan datar. Saya langsung bayar dan ucapkan terima kasih ke bapak itu sambil pandangan mata saya mengarah t'rus ke becak itu sampai belok ke gang lain.Sesudah turun anak saya yang nomer dua spontan ngomong .."malaikat kali ma !" saya jawab : mama ndak tau apa itu orang biasa kek atau malaikat, yang mama tau Tuhan Yesus yang kita percayai itu ada dan Ia baik,Tuhan kirim becak buat kita untuk pulang ok !Terima kasih Yesus,.
Semoga kesaksian yang sederhana ini dan kesaksian-kesaksian lainnya yang ada di "Sahabat Surgawi" bisa menguatkan bapak, ibu, saudara,membangun iman saudara. Tetaplah beriman kepada Tuhan Yesus agar kelak ketika Dia datang kedua kali Dia dapati : " Masih ada iman di bumi ini " Termasuk anda dan saya masuk dalam hitunganNya. Ya ber Iman kepada Yesus, Anak Allah yang Maha tinggi yang datang untuk menebus anda dan saya untuk kehidupan kekal.
"Segala Pujian,Hormat, syukur, Kemuliaan, Keagungan hanya bagi Dia saja".Dulu, Sekarang dan Selamanya. Amin
(Sumber kesaksian : Melly - Surabaya)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Semoga kesaksian yang sederhana ini dan kesaksian-kesaksian lainnya yang ada di "Sahabat Surgawi" bisa menguatkan bapak, ibu, saudara,membangun iman saudara. Tetaplah beriman kepada Tuhan Yesus agar kelak ketika Dia datang kedua kali Dia dapati : " Masih ada iman di bumi ini " Termasuk anda dan saya masuk dalam hitunganNya. Ya ber Iman kepada Yesus, Anak Allah yang Maha tinggi yang datang untuk menebus anda dan saya untuk kehidupan kekal.
"Segala Pujian,Hormat, syukur, Kemuliaan, Keagungan hanya bagi Dia saja".Dulu, Sekarang dan Selamanya. Amin
(Sumber kesaksian : Melly - Surabaya)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Minggu, 31 Januari 2010
~~~ TUHAN BERTAHTA DI ATAS PUJIAN UMATNYA ~~~
Shalom, dengan kasih Yesus saya membagikan kesaksian ini,
Tahun yang lalu, ketika istri saya sedang hamil, bulan pertama sampai bulan ketujuh semuanya berjalan dengan baik dan kesehatan istri saya juga baik. Namun ketika memasuki bulan ke delapan, ketika saya membawa istri saya untuk chek, saat itu kami terkejut karena tensi istri saya sudah mencapai 180. Saat itu bidan menyarankan supaya kami datang kepada dokter specialis. Dalam situasi ini kami terus berdoa. Dua hari kemudian saya membawa istri saya kedokter spesialis kandungan di kota terdekat dengan ditemani oleh jemaat dan rekan kerja lainnya. Dalam perjalanan saya terus berdoa supaya semuanya berjalan dengan baik. Sesampainya kami, langsung istri saya diperiksa oleh dokter. Dan alangkah terkejut ketika kami mendengar bahwa tensi istri saya sudah mencapai 200. setelah memeriksa, dokter memberikan dua pilihan kepada saya. Yang pertama yaitu bahwa istri saya akan di bawa ke Medan dan ditangani oleh dokter di Medan. Yang ke dua yaitu bahwa malam itu juga istri saya akan diofname dan esok pagi jam 06.00 langsung dioperasi. mendengar perkataan dokter saya langsung menangis dan berdoa pada Tuhan dalam hati. Setelah saya sharingkan berita ini kepada sanak saudara akhirnya saya memutuskan untuk diofname dan esok akan dioperasi. Sepanjang malam istri saya merasa sangat sakit dibagian kepala karena pengaruh tensi yang sangat tinggi, malam itu hanya ada saya dan istri saya di ruang bersalin. Saya hanya mengandalkan Tuhan bekerja. Saat istri saya merasa sakit saya bernyanyi dan menumpangkan tangan di kepalanya.. hal luar biasa terjadi ketika saya menumpangkan tangan dan bernyanyi ternyata istri saya tidak merasa sakit dan bisa tidur, tetapi ketika saya mengantuk dan tidak bernyanyi, istri saya menangis kesakitan. Malam itu Tuhan mengingatkan saya bahwa di atas pujian ada kuasa Tuhan yang mengalir.Akhirnya sampai pagi saya tidak tidur supaya istri saya bisa tidur..jam 06.00 pagi dokter datang tepat waktu kemudian dia memanggil saya untuk menandatangani surat operasi. Saat saya menandatangani surat itu dokter mengatakan dengan tegas bahwa operasi ini sangat berisiko, dia mengatakan kepada saya, kita akan berusaha, tetapi dia juga mengatakan hal yang menggoncang iman saya. Dokter mengatakan kemungkinan hanya 50 % maksud dokter ialah hanya ibu atau anak yang selamat. Setelah mendengar kata dokter saya langsung masuk kekamar pasien, saya berdoa dan saya perkatakan bahwa pertolonganku bukan berasal dari manusia yang tidak berkuasa tetapi pertolonganku berasal dari Tuhan yang mempunyai langit dan bumi... sepanjang operasi di dalam kamar saya berdoa dan tak henti - hentinya saya menyanyi lagu " s'lalu kupegang janjiMu kupercaya kan FirmanMu ......... " sampai akhirnya ibu perawat keluar dengan membawa sang bayi yang menangis, saat itu juga saya sangat bersuka cita sampai saya menangis menyaksikan perbuatan Tuhan. Kemudian saya terus menunggu istri saya keluar dari ruangan, beberapa kemudian istri saya keluar dengan tidak sadarkan diri. Hati saya terus memuji - muji Tuhan yang luar biasa, tetapi belum sampai disitu. 3 - 4 hari berlalu istri saya belum sadarkan diri, karena tensi masih tetap 200. Saya terus berdoa pada Tuhan dan sepanjang malam saya hanya bernyanyi. Bernyanyi lagu yang mungkin lucu didengar tetapi itulah pernyataan iman saya. saya bernyanyi " Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus tensi diturunkan ............ " sampai puluhan dan mungkin ratusan kali lagu ini saya nyanyikan sampai - sampai keluarga saya heran melihatnya. Akan tetapi ternyata pujian itu mendapat amin dari Tuhan . Esok harinya istri saya sudah sadar. puji Tuhan. 1 minggu kami menginap di rumah sakit setelah itu kami kembali ke rumah di Tanjungbalai. Mujizat Tuhan yang kami rasakan juga yaitu bahwa persediaan kami untuk proses bersalin hanya 2.http://www.facebook.com/l/1c027;000.000.00. tetapi biaya operasi terhitung 7.http://www.facebook.com/l/1c027;000.000.00. dan semuanya itu dipenuhi oleh Tuhan melalui jemaat - jemaat di gereja saya. Saya seorang fulltimer musik di gereja Methodist. Sseminggu kemudian saya mendengar bahwa hampir semua jemaat berlutut berdoa sepanjang malam saat istri saya dalam proses operasi dan tidak sadarkan diri. Ternyata kuasa doa sungguh luar biasa. Saya tidak akan pernah lupa akan kebaikan Tuhan dalam hidup saya dan saya akan terus beritakan kepada keturunan saya dan saudara sekalian. Anak saya saya beri nama Zefanya Putriyani dan tanggal 29 Juli mendatang adalah ulang tahunnya yang pertama. Saya rindu saudara terus mendukung kami di dalam doa. Diatas semuanya ini biarlah hanya nama Tuhan Yesus yang dimuliakan. Praise God forever. Tuhan Yesus memberkati.
(Sumber kesaksian : Yakub - Tanjungbalai -Sumut)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Tahun yang lalu, ketika istri saya sedang hamil, bulan pertama sampai bulan ketujuh semuanya berjalan dengan baik dan kesehatan istri saya juga baik. Namun ketika memasuki bulan ke delapan, ketika saya membawa istri saya untuk chek, saat itu kami terkejut karena tensi istri saya sudah mencapai 180. Saat itu bidan menyarankan supaya kami datang kepada dokter specialis. Dalam situasi ini kami terus berdoa. Dua hari kemudian saya membawa istri saya kedokter spesialis kandungan di kota terdekat dengan ditemani oleh jemaat dan rekan kerja lainnya. Dalam perjalanan saya terus berdoa supaya semuanya berjalan dengan baik. Sesampainya kami, langsung istri saya diperiksa oleh dokter. Dan alangkah terkejut ketika kami mendengar bahwa tensi istri saya sudah mencapai 200. setelah memeriksa, dokter memberikan dua pilihan kepada saya. Yang pertama yaitu bahwa istri saya akan di bawa ke Medan dan ditangani oleh dokter di Medan. Yang ke dua yaitu bahwa malam itu juga istri saya akan diofname dan esok pagi jam 06.00 langsung dioperasi. mendengar perkataan dokter saya langsung menangis dan berdoa pada Tuhan dalam hati. Setelah saya sharingkan berita ini kepada sanak saudara akhirnya saya memutuskan untuk diofname dan esok akan dioperasi. Sepanjang malam istri saya merasa sangat sakit dibagian kepala karena pengaruh tensi yang sangat tinggi, malam itu hanya ada saya dan istri saya di ruang bersalin. Saya hanya mengandalkan Tuhan bekerja. Saat istri saya merasa sakit saya bernyanyi dan menumpangkan tangan di kepalanya.. hal luar biasa terjadi ketika saya menumpangkan tangan dan bernyanyi ternyata istri saya tidak merasa sakit dan bisa tidur, tetapi ketika saya mengantuk dan tidak bernyanyi, istri saya menangis kesakitan. Malam itu Tuhan mengingatkan saya bahwa di atas pujian ada kuasa Tuhan yang mengalir.Akhirnya sampai pagi saya tidak tidur supaya istri saya bisa tidur..jam 06.00 pagi dokter datang tepat waktu kemudian dia memanggil saya untuk menandatangani surat operasi. Saat saya menandatangani surat itu dokter mengatakan dengan tegas bahwa operasi ini sangat berisiko, dia mengatakan kepada saya, kita akan berusaha, tetapi dia juga mengatakan hal yang menggoncang iman saya. Dokter mengatakan kemungkinan hanya 50 % maksud dokter ialah hanya ibu atau anak yang selamat. Setelah mendengar kata dokter saya langsung masuk kekamar pasien, saya berdoa dan saya perkatakan bahwa pertolonganku bukan berasal dari manusia yang tidak berkuasa tetapi pertolonganku berasal dari Tuhan yang mempunyai langit dan bumi... sepanjang operasi di dalam kamar saya berdoa dan tak henti - hentinya saya menyanyi lagu " s'lalu kupegang janjiMu kupercaya kan FirmanMu ......... " sampai akhirnya ibu perawat keluar dengan membawa sang bayi yang menangis, saat itu juga saya sangat bersuka cita sampai saya menangis menyaksikan perbuatan Tuhan. Kemudian saya terus menunggu istri saya keluar dari ruangan, beberapa kemudian istri saya keluar dengan tidak sadarkan diri. Hati saya terus memuji - muji Tuhan yang luar biasa, tetapi belum sampai disitu. 3 - 4 hari berlalu istri saya belum sadarkan diri, karena tensi masih tetap 200. Saya terus berdoa pada Tuhan dan sepanjang malam saya hanya bernyanyi. Bernyanyi lagu yang mungkin lucu didengar tetapi itulah pernyataan iman saya. saya bernyanyi " Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus tensi diturunkan ............ " sampai puluhan dan mungkin ratusan kali lagu ini saya nyanyikan sampai - sampai keluarga saya heran melihatnya. Akan tetapi ternyata pujian itu mendapat amin dari Tuhan . Esok harinya istri saya sudah sadar. puji Tuhan. 1 minggu kami menginap di rumah sakit setelah itu kami kembali ke rumah di Tanjungbalai. Mujizat Tuhan yang kami rasakan juga yaitu bahwa persediaan kami untuk proses bersalin hanya 2.http://www.facebook.com/l/1c027;000.000.00. tetapi biaya operasi terhitung 7.http://www.facebook.com/l/1c027;000.000.00. dan semuanya itu dipenuhi oleh Tuhan melalui jemaat - jemaat di gereja saya. Saya seorang fulltimer musik di gereja Methodist. Sseminggu kemudian saya mendengar bahwa hampir semua jemaat berlutut berdoa sepanjang malam saat istri saya dalam proses operasi dan tidak sadarkan diri. Ternyata kuasa doa sungguh luar biasa. Saya tidak akan pernah lupa akan kebaikan Tuhan dalam hidup saya dan saya akan terus beritakan kepada keturunan saya dan saudara sekalian. Anak saya saya beri nama Zefanya Putriyani dan tanggal 29 Juli mendatang adalah ulang tahunnya yang pertama. Saya rindu saudara terus mendukung kami di dalam doa. Diatas semuanya ini biarlah hanya nama Tuhan Yesus yang dimuliakan. Praise God forever. Tuhan Yesus memberkati.
(Sumber kesaksian : Yakub - Tanjungbalai -Sumut)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
~~~ INTIM DENGAN TUHAN ~~~
Pada ketika itu, saya sangat lelah dengan pelayanan dan kesibukan lainnya. Selain dari pada itu sebagai seorang Gembala dan seorang ibu rumahtangga memiliki tanggungjawab yang berat.Kadangkala tidak punya waktu yang cukup bersama keluarga, tidak cukup waktu untuk beristirehat sehingga apabila bersekutu dengan Tuhan sudah sangat lelah dan tidak bermaya.Meskipun kadangkala, saya punya waktu bersama Tuhan namun saya merasa sangat tidak berpuas hati. Suatu waktu lebih kurang 3 tahun yang lalu, saya mengalami suatu kesakitan yang sangat berat dibahagian dada dan kondisi kesihatan saya mula merosot. Pada mulanya saya tidak menghiraukannya, saya teruskan aktiviti harian dan pelayanan saya. Saya tidak menghiraukan rasa sakit tersebut meskipun saya merasa ia bertambah sakit. Saya katakan didalam hati saya "saya perlu beriman" jikalau saya berdoa untuk orang lain, mereka sembuh, mengapa saya tidak berdoa untuk saya sendiri..Namun ternyata sakit saya tidak sembuh. Suatu waktu, adik saya yang bekerja di sebuah hospital. mengambil darah dan membuat pemeriksaan/ujian darah.Ternyata saya disyaki menghidap penyakit Hepatitis.Dia membuat temu janji dengan doktor pakar untuk rawatan saya. Berita ini membuat saya merasa takut dan tertekan. Akhirnya, saya mengambil keputusan untuk berdoa dan mencari wajah Tuhan dengan menyisihkan waktu yang panjang bersamaNya. Puji Tuhan, Tuhan datang melawat dan menyatakan kasihNya dengan menyingkapkan beberapa perkara antara lainnya; Engkau lelah kerana pelayanan..engkau perlu tahu mengatur waktu, bijaksana didalam mengatur pelayanan dan waktu bersama keluarga, engkau hanya berdoa tetapi kurang bersekutu dengan Aku, engkau lelah kerana engkau melayani 'pelayanan' dan bukan melayani Aku...(banyak hal lain yang Tuhan singkapkan kepada ku).
Saya mengakui hal tersebut, saya bertobat dan saya meminta agar Tuhan terus memimpin saya untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendakNya.Beberapa minggu kemudian, saya menjalani ujian darah, ternyata saya sembuh dan tidak mengalami penyakit itu lagi.
Benar, kesibukan kita telah mencuri waktu yang indah bersama Tuhan,bersama keluarga dan waktu yang tepat didalam segala perkara. Saya bersyukur setelah mengatur dengan bijak waktu yang ada, saya mengalami banyak kemajuan dan kapasitas didalam melayani semakin bertambah. Saya sentiasa memproritaskan waktu bersekutu dengan Tuhan daripada pelayanan. Pelayanan lahir dan ujud bila ada persekutuan yang intim dengan Tuhan, saya hanyalah alat, bukan sumber bagi jemaat. Namun, tanpa persekutuan yang intim dengan Tuhan, saya hanyalah bejana yang kosong dan tidak dapat menyalurkan apa-apa. Saya bersyukur, saya dapat menikmati masa yang sungguh indah bersama Tuhan dimana saya dapat menyerap kekuatan dan hadiratNya yang memberkati keluarga dan pelayananku. Saya menikmati masa yang penuh keceriahan dan kegembiraan bersama famili dan saya melewati dan mengharungi pelayanan dengan penuh optimis.. sekarang saya tidak perlu sakit akibat kebodohan saya sendiri...puji Tuhan.TUHAN MEMBERKATI.
( Sumber Artikel : Roszie Biniol - Sabah Malaysia )
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Saya mengakui hal tersebut, saya bertobat dan saya meminta agar Tuhan terus memimpin saya untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendakNya.Beberapa minggu kemudian, saya menjalani ujian darah, ternyata saya sembuh dan tidak mengalami penyakit itu lagi.
Benar, kesibukan kita telah mencuri waktu yang indah bersama Tuhan,bersama keluarga dan waktu yang tepat didalam segala perkara. Saya bersyukur setelah mengatur dengan bijak waktu yang ada, saya mengalami banyak kemajuan dan kapasitas didalam melayani semakin bertambah. Saya sentiasa memproritaskan waktu bersekutu dengan Tuhan daripada pelayanan. Pelayanan lahir dan ujud bila ada persekutuan yang intim dengan Tuhan, saya hanyalah alat, bukan sumber bagi jemaat. Namun, tanpa persekutuan yang intim dengan Tuhan, saya hanyalah bejana yang kosong dan tidak dapat menyalurkan apa-apa. Saya bersyukur, saya dapat menikmati masa yang sungguh indah bersama Tuhan dimana saya dapat menyerap kekuatan dan hadiratNya yang memberkati keluarga dan pelayananku. Saya menikmati masa yang penuh keceriahan dan kegembiraan bersama famili dan saya melewati dan mengharungi pelayanan dengan penuh optimis.. sekarang saya tidak perlu sakit akibat kebodohan saya sendiri...puji Tuhan.TUHAN MEMBERKATI.
( Sumber Artikel : Roszie Biniol - Sabah Malaysia )
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sabtu, 30 Januari 2010
~~~ Pesan tentang akhir jaman ~~~
Syallom saudara yang terkasih di dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS.
Saya akan bersaksi tentang apa yang saya alami ini,kejadian ini terjadi tahun 2008 kira-kira sekitar bulan Juni tanggal dan harinya saya lupa,tapi yang saya ingat adalah kejadiannya yang bagi saya sangat menyeramkan.Saya ingat sekali waktu itu kejadiannya pada malam hari,saya tertidur dan belum lama saya menutup mata saya bermimpi,dalam mimpi saya sedang berdoa di kamar saya dan dalam mimpi waktu menunjukan kira-kira jam 12 siang,baru saja saya mulai berdoa tiba-tiba langit menjadi gelap gulita karena keadaan yang gelap itu saya langsung keluar dari kamar dan saya pengen liat apa yang sebenernya terjadi di luar.Betapa terkejutnya saya setelah saya keluar dari rumah,saya melihat ke atas langit matahari berubah menjadi gelap gulita dan dalam hitungan detik semua orang berhamburan keluar rumah dan lari ke sana sini untuk mencari perlindungan,dan saya sendiri pun menjadi takut karena melihat keadaan yang menyeramkan seperti ini dan saya pun langsung mencari suami saya tapi saya tidak menemukan suami saya,akhirnya saya coba menelphone hp nya tapi gak nyambung-nyambung,saat itu juga saya langsung berpikir kalo saat ini adalah saatnya repture ( pengangkatan ) karena saya tidak bisa menemukan suami saya. Dalam keadaan bingung dan takut saya langsung lari dan saya memutuskan untuk pergi ke Tangerang ke rumah orang tua saya karena saya ingin melihat keadaan anak saya yang saya titipkan di rumah orangtua saya,saya terus berlari dan berlari.Bukan cuma keadaan yang gelap gulita tapi setelah matahari itu berubah menjadi gelap tiba-tiba dari dalam tanah keluar api dan lahar dan tanah2 runtuh dan terbelah-belah,saya melihat orang berlarian menyelamatkan diri dan banyak juga orang-orang yang mati terbakar dan masuk kedalam tanah yang terbelah.Sungguh keadaan yang sangat menakutkan,dalam keadaan takut saya terus berlari dan saya terus meminta tolong kepada TUHAN YESUS agar menyelamatkan saya dan keluarga saya dari bencana ini dan saya pun menangis bertanya kepada TUHAN" TUHAN apakah ini hari pengangkatan ? kenapa saya tertinggal TUHAN ?" saya terus bertanya seperti itu kepada TUHAN,saya terus berlari dan berlari dan akhirnya saya tiba di rumah orangtua saya , sesampainya saya di sana saya langsung cari anak saya dan betapa terkejutnya saya setelah mama saya bilang kalo anak saya hilang,mama saya bilang anak saya hilang di pelukannya,dan saya gak ngerti apa yang mama saya bilang,tapi mama saya terus menerus bilang seperti ini "anak kamu hilang,anak kamu hilang,padahal mama sudah dekap erat-erat dipelukan mama tapi tiba-tiba saja anak kamu hilang anak kamu hilang ".
Saat itu juga saya langsung tahu kalau sekarang adalah waktunya pengangkatan ( repture ).Mama saya masih dalam keadaan bingung dan syok karena mama saya belum bertobat dan gak mengerti apa itu pengangkatan ( repture )saya pun langsung bilang ke mama saya kalau suami saya pun hilang,dengan sedih dan bercampur takut saya melihat di sekeliling saya,bahwa semua keluarga saya masih ada dan lengkap karena semua keluarga besar saya adalah orang yang belum bertobat termasuk kedua orang tua saya dan adik saya.Saya sedih sekali, dan saya langsung berteriak ke semua saudara saya dan ke orangtua saya , saya bilang bertobatlah sekarang berbaliklah kepada TUHAN YESUS TUHAN yang benar,tapi mama saya bilang sudah terlambat dan gak ada perlindungan lagi dan saudara-saudara sayapun berkata yang sama seperti mama saya.Dan saya melihat raut muka mereka semua yang penuh dengan penyesalan dan takut.Saya menangis karena ingat sebelum semua ini terjadi saya gak pernah memberitakan kebenaran TUHAN kepada mereka dan saya sangat menyesal karena harus melihat mereka semua tertinggal.Dengan seketika itu juga rumah-rumah runtuh tanah-tanah runtuh dan terbelah dan semuanya terbakar api dan saya melihat ke dalam tanah , saya melihat lautan api yang sangat luas dan di dalam api itu banyak sekali setan-setan dan sel-sel seperti tahanan tapi di dalam sel-sel itu berteriak-teriak,menari-nari kegirangan karena saat itu mereka bebas dan keluar daang tersisa.
Saat itu juga saya mendengar suara dari langit yang sangat kencang dan bergemuruh seperti badai dan halilintar suara itu berkata kepada saya " keluar , keluar dari rumah itu cepat keluar dari rumah itu " saat mendengar suara itu saya langsung tahu kalau suara itu berasal dari TUHAN YESUS yang ingin menyelamatkan saya,dan saat itu juga saya membawa orangtua saya keluar dari rumah itu dan tiba-tiba saja saya terbangun dari mimpi yang menyeramkan itu,dan saya langsung menangis dan saya melihat suami saya lagi tidur di sebelah saya dan saya merasa badan saya panas seperti terbakar api dan badan saya pun basah karena keringat padahal kamar saya ber AC dan dingin tapi badan saya panas dan keringatan.Setelah kejadian ini saya langsung bertanya kepada pendeta tentang mimpi ini,dan pendeta itu bilang kalau apa yang saya alami ini adalah suatu penglihatan tentang akhir zaman / repture ( pengangkatan ).Dan sampai saat ini saya masih di berikan penglihatan-penglihatan yang lain yang berhungungan dengan pengangkatan.Dari semua yang saya alami ini membuat saya sadar dan saya selalu ingin memenangkan banyak jiwa terutama keluarga saya.Semoga kesaksian saya ini bisa memberkati saudara seiman.Lain waktu saya akan kesaksian lagi tentang penglihatan-penglihatan yang saya alami sampai hari ini.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
(Sumber kesaksian : Risma Budiarsa - Jakarta)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Saya akan bersaksi tentang apa yang saya alami ini,kejadian ini terjadi tahun 2008 kira-kira sekitar bulan Juni tanggal dan harinya saya lupa,tapi yang saya ingat adalah kejadiannya yang bagi saya sangat menyeramkan.Saya ingat sekali waktu itu kejadiannya pada malam hari,saya tertidur dan belum lama saya menutup mata saya bermimpi,dalam mimpi saya sedang berdoa di kamar saya dan dalam mimpi waktu menunjukan kira-kira jam 12 siang,baru saja saya mulai berdoa tiba-tiba langit menjadi gelap gulita karena keadaan yang gelap itu saya langsung keluar dari kamar dan saya pengen liat apa yang sebenernya terjadi di luar.Betapa terkejutnya saya setelah saya keluar dari rumah,saya melihat ke atas langit matahari berubah menjadi gelap gulita dan dalam hitungan detik semua orang berhamburan keluar rumah dan lari ke sana sini untuk mencari perlindungan,dan saya sendiri pun menjadi takut karena melihat keadaan yang menyeramkan seperti ini dan saya pun langsung mencari suami saya tapi saya tidak menemukan suami saya,akhirnya saya coba menelphone hp nya tapi gak nyambung-nyambung,saat itu juga saya langsung berpikir kalo saat ini adalah saatnya repture ( pengangkatan ) karena saya tidak bisa menemukan suami saya. Dalam keadaan bingung dan takut saya langsung lari dan saya memutuskan untuk pergi ke Tangerang ke rumah orang tua saya karena saya ingin melihat keadaan anak saya yang saya titipkan di rumah orangtua saya,saya terus berlari dan berlari.Bukan cuma keadaan yang gelap gulita tapi setelah matahari itu berubah menjadi gelap tiba-tiba dari dalam tanah keluar api dan lahar dan tanah2 runtuh dan terbelah-belah,saya melihat orang berlarian menyelamatkan diri dan banyak juga orang-orang yang mati terbakar dan masuk kedalam tanah yang terbelah.Sungguh keadaan yang sangat menakutkan,dalam keadaan takut saya terus berlari dan saya terus meminta tolong kepada TUHAN YESUS agar menyelamatkan saya dan keluarga saya dari bencana ini dan saya pun menangis bertanya kepada TUHAN" TUHAN apakah ini hari pengangkatan ? kenapa saya tertinggal TUHAN ?" saya terus bertanya seperti itu kepada TUHAN,saya terus berlari dan berlari dan akhirnya saya tiba di rumah orangtua saya , sesampainya saya di sana saya langsung cari anak saya dan betapa terkejutnya saya setelah mama saya bilang kalo anak saya hilang,mama saya bilang anak saya hilang di pelukannya,dan saya gak ngerti apa yang mama saya bilang,tapi mama saya terus menerus bilang seperti ini "anak kamu hilang,anak kamu hilang,padahal mama sudah dekap erat-erat dipelukan mama tapi tiba-tiba saja anak kamu hilang anak kamu hilang ".
Saat itu juga saya langsung tahu kalau sekarang adalah waktunya pengangkatan ( repture ).Mama saya masih dalam keadaan bingung dan syok karena mama saya belum bertobat dan gak mengerti apa itu pengangkatan ( repture )saya pun langsung bilang ke mama saya kalau suami saya pun hilang,dengan sedih dan bercampur takut saya melihat di sekeliling saya,bahwa semua keluarga saya masih ada dan lengkap karena semua keluarga besar saya adalah orang yang belum bertobat termasuk kedua orang tua saya dan adik saya.Saya sedih sekali, dan saya langsung berteriak ke semua saudara saya dan ke orangtua saya , saya bilang bertobatlah sekarang berbaliklah kepada TUHAN YESUS TUHAN yang benar,tapi mama saya bilang sudah terlambat dan gak ada perlindungan lagi dan saudara-saudara sayapun berkata yang sama seperti mama saya.Dan saya melihat raut muka mereka semua yang penuh dengan penyesalan dan takut.Saya menangis karena ingat sebelum semua ini terjadi saya gak pernah memberitakan kebenaran TUHAN kepada mereka dan saya sangat menyesal karena harus melihat mereka semua tertinggal.Dengan seketika itu juga rumah-rumah runtuh tanah-tanah runtuh dan terbelah dan semuanya terbakar api dan saya melihat ke dalam tanah , saya melihat lautan api yang sangat luas dan di dalam api itu banyak sekali setan-setan dan sel-sel seperti tahanan tapi di dalam sel-sel itu berteriak-teriak,menari-nari kegirangan karena saat itu mereka bebas dan keluar daang tersisa.
Saat itu juga saya mendengar suara dari langit yang sangat kencang dan bergemuruh seperti badai dan halilintar suara itu berkata kepada saya " keluar , keluar dari rumah itu cepat keluar dari rumah itu " saat mendengar suara itu saya langsung tahu kalau suara itu berasal dari TUHAN YESUS yang ingin menyelamatkan saya,dan saat itu juga saya membawa orangtua saya keluar dari rumah itu dan tiba-tiba saja saya terbangun dari mimpi yang menyeramkan itu,dan saya langsung menangis dan saya melihat suami saya lagi tidur di sebelah saya dan saya merasa badan saya panas seperti terbakar api dan badan saya pun basah karena keringat padahal kamar saya ber AC dan dingin tapi badan saya panas dan keringatan.Setelah kejadian ini saya langsung bertanya kepada pendeta tentang mimpi ini,dan pendeta itu bilang kalau apa yang saya alami ini adalah suatu penglihatan tentang akhir zaman / repture ( pengangkatan ).Dan sampai saat ini saya masih di berikan penglihatan-penglihatan yang lain yang berhungungan dengan pengangkatan.Dari semua yang saya alami ini membuat saya sadar dan saya selalu ingin memenangkan banyak jiwa terutama keluarga saya.Semoga kesaksian saya ini bisa memberkati saudara seiman.Lain waktu saya akan kesaksian lagi tentang penglihatan-penglihatan yang saya alami sampai hari ini.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
(Sumber kesaksian : Risma Budiarsa - Jakarta)
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Langganan:
Postingan (Atom)