Penulis : Anthony de Mello SJ Pertanyaan : Mengapa saya sering GAGAL DALAM DOA?. Jawabannya sungguh sederhana. Karena kita belum belajar berdoa dengan baik. Ada beberapa syarat untuk berdoa dengan baik, yaitu : 1. Syarat pertama : IMAN Pernahkah Saudara memperhatikan cara Yesus berkata kepada orang yang datang kepada-Nya untuk mohon bantuan-Nya: "Apakah kamu percaya Aku dapat melakukannya?". Kalau Saudara percaya, segala-galanya mungkin. Jika Saudara tidak pecaya, Yesus tidak dapat melakukan apapun bagi Saudara. 2. Syarat kedua :PENGAMPUNAN Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di Surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu" (Mrk 11:25). 3. Syarat ketiga : BUKAN HAL HAL DUNIAWI Yak 4:2-3 mengatakan, ".....Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Hai kamu orang-orang yang tidak setia! Tidakah kamu tahu bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah?" 4. Syarat keempat : KEMURAHAN HATI Setiap orang yang berharap agar Allah bermurah hati kepadanya harus juga bermurah hati kepada sesamanya. Yesus bersabda, "Berilah dan kamu akan diberi : suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu" (Lukas 6:38). 5. Syarat kelima : BERDOA DALAM NAMA YESUS "Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya". (Yohanes :13-14). 6. Syarat keenam : KETEGUHAN HATI Dengan cukup jelas Yesus mengatakan kepada kita bahwa tidak cukup untuk memohon sesuatu hanya satu kali saja; kita harus bertekun dalam doa, mohon terus-menerus, tanpa henti, tanpa lelah, sampai Bapa mendengarkan kita dan mengabulkan permohonan kita. (baca dan simak Lukas 11 & 18). Sumber : Hidup di hadirat Allah. Jemika edisi Mei 2008.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Sekretariat : Jalan Bibis IV/2 Surabaya 60161. Telp. (031)3521551 Fax. (031)3534808
JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label Jemika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jemika. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 Desember 2009
Kamis, 03 Desember 2009
AMBIL PERALATANMU ....!
6 Alat Doa dari Rasul Paulus : 1. Berdoa untuk terbukanya pintu-pintu (Kolose 4:2-3). Doakanlah agar Tuhan membukakan pintu-pintu pengabaran Injil dan memberikan kepekaan kepada para hamba-hamba-Nya untuk melihat kesempatan ini. 2. Berdoa untuk keberanian bersaksi (Efesus 6:19). Berdoalah agar Roh Kudus memberikan kekuatan dan keberanian kepada hamba-hamba-Nya untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini dengan bahara dan budaya tempat dimana mereka ditempatkan oleh Tuhan. 3. Berdoa untuk firman Tuhan tersebar (II Tesalonika 3:1). Mereka yang menentang Injil kadang-kadang mengekspresikannya secara langsung dengan cara-cara yang jahat. Berdoalah agar Tuhan melindungi para pekerja-Nya, serta mengubah hati orang-orang yang menolak Injil. 4. Berdoa untuk pelayanan mereka (Roma 15:31). Kerjasama dan kemitraan adalah hal yang sangat penting dalam pelayanan dan keberhasilan pekerjaan misi. Berdoalah agar tingkah laku hamba-hamba Tuhan sepandan dengan panggilan mereka untuk memberitakan Injil dan juga agar ada kerjasama yang baik antara hamba-hamba Tuhan. Berdoa agar masyarakat yang dilayani dapat menerima bentuk pelayanam hamba-hamba Tuhan ini. 5. Berdoa untuk pimpinan Tuhan (Roma 15:32). Banyak juga tawaran dan panggilan untuk mereka melayani. Marilah kita berdoa agar Tuhan memberikan kepekaan kepada hamba-hamba Tuhan dalam memilih tujuan dan panggilan mereka melayani sesuai kehendak Tuhan. 6. Berdoa untuk kesegaran (Roma 15:32). Berdoalah agar Tuhan memberikan kesegaran dan jalan keluar kepada hamba-hamba Tuhan melalui persekutuan dengan sesama orang percaya, dan agar di saat-saat sulit ini Tuhan sendiri yang menghibur mereka sehingga dalam kelemahan mereka nyata kekuatan dan kuasa Tuhan. -Loverist Sumber : Jemika edisi Agustus 2008.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Minggu, 29 November 2009
APAKAH HUKUMAN SALIB ITU?
Penyaliban merupakan suatu bentuk hukuman yang dikenal oleh beberapa bangsa penyembah berhala pada abad pertama. Tak dapat dipastikan bahwa hukuman ini digunakan oleh bangsa Yahudi kuno, tapi kemungkinan besar tidak. Karena hukuman mati menurut hukum Musa atau Taurat adalah dengan pedang (Keluaran 21), dibakar (Imamat 20:14), dan dirajam dengan batu. (Ulangan 21:21). Digantung di atas kayu salib merupakan bentuk hukuman mati yang mengerikan, dan bagi umat Yahudi hukuman ini dihindari, karena dikutuk oleh Allah (Ulangan 21:23). Hukuman ini dimulai dengan mulai diolok-oloknya si terhukum. Dalam kasus Tuhan kita, pengolokannya dilakukan sebelum hukuman dijatuhkan, dan kemungkinan vonisnya dipercepat oleh Pilatus dengan tujuan untuk menghindari tuntutan hukuman yang lebih berat dari massa. Si terhukum harus membawa kayu salibnya sendiri ke tempat eksekusi yang berada di luar kota. Sebelum dipaku secangkir cuka bercampur empedu (berfungsi semacam obat bius) diberikan kepada terhukum untuk meringankan rasa sakitnya. Tuhan kita menolak ini, sehingga Ia tetap sadar (Matius 27:34). Mereka mencucukan bunga karang yang dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hisop lalu mengunjukan ke mulut Yesus (Matius 27:48; Lukas 23:36). Ia meminumnya untuk menghilangkan derita dahagaNya (Yohanes 19:29). PenyalibanNya dilakukan sesuai dengan hukum Romawi yang berlaku pada masa itu. Ia disalibkan di antara dua penjahat, penggenapan akan Yesaya 53:12, (Lukas 23:32) dan disaksikan oleh sekelompok tentara Romawi dengan komandannya (Yohanes 19:23; Matius 27:36,54). Pematahan kaki para terhukum yang disalib dilakukan untuk mempercepat kematian mereka (Yohanes 19:31), tapi karena cepatnya kematian Tuhan kita menyebabkan kakiNya tak dipatahkan (19:33), sehingga nubuatan dari keluaran 12:46 digenapi. KematianNya disebabkan oleh gagal jantung dan keluarnya darah dan air dari luka yang dibuat di lambungNya oleh prajurit Romawi membuktikan kematianNya (Yohanes 19:34). Tuhan Yesus mengucapkan beberapa kata saat Ia berada di atas kayu salib diantaranya, "Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan." -Lukas 23:34. "Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." -Lukas 23:43 dan juga dalam Yohanes 19:26, Matius 27:46, Markus 15:34, Yohanes 19:28, Lukas 23:46 dan Yohanes 19:30 "Sudah selesai". Pengarang : Matthew G. Easton, diedit oleh : Paul S. Taylor. Sumber : Jemika edisi Agustus 2008.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jumat, 27 November 2009
MEMPERSIAPKAN DIRI MENJADI PENGINJIL PRIBADI
A. KEINSYAFAN AKAN RENCANA ALLAH BAGI SAUDARA. 1. Orang berdosa gemar melakukan yang jahat. (Efesus 2:1-3; Matius 10:16-24; Yohanes 15:18-21). 2. Mereka belum mempunyai panca indra rohani. Mereka tidak dapat melihat ataupun mengerti perkara-perkara rohani (Yohanes 3:3; I Korintus 2:14). 3. Orang-orang berdosa sibuk menciptakan agama yang sesuai dengan keinginannya sendiri. (Efesus 2:8,9; Roma 3:20; Roma 1:23). Setiap orang yang belum memperoleh keselamatan dalam Yesus akan merasakan suatu kekosongan dalam dirinya. 2. Penyaliban Yesus perlu diberitakan. Kita yang percaya mengetahui bahwa segala sesuatu yang mustahil bagi orang berdosa telah dilaksanakan oleh Yesus. Orang najis sekalipun dapat dilepaskan dari hukuman maut melalui iman kepada Yesus Kristus. Yesus telah menggenapkan semua syarat yang dari Tuhan Allah kita. Di dalam Yesus setiap orang dapat memperoleh penebusan dan keselamatan. 3. Peranan Roh Kudus dalam pemberitaan Injil. Roh Kudus merupakan kunci pengertian, yang perlu bagi Saudara hanyalah memberitahukan tentang jalan keselamatan kepada orang yang sesat dan Roh Kudus yang akan bekerja untuk meyakinkan dia. Dan kalau orang itu mau menerima Kristus, Roh Kuduslah yang akan mengerjakan mujizat pembaruan didalam batinnya. B. PERSIAPAN ROHANI UNTUK MENJADI PEMBERITA INJIL. 1. Saudara harus mengalaminya terlebih dahulu. Beberapa pemberian rahmat Yesus yang saudara perlu alami adalah : 1. Kelahiran baru (Yohanes 3:3,5; 1:12). 2. Kepastian selamat (I Yohanes 5:13; Yohanes 5:24; Yohanes 1:12). 3. Persekutuan dan persaudaraan dalam kasih (Markus 10:29-30). 2. Dipersenjatai oleh Roh Yesus. Roh memberi kuasa kepada seorang yang "rela" dan "taat" memberitakan injil. 1. Kuasa sebagai saksi (Kisah Para Rasul 1:8; 2:38-39). 2. Pedang Roh. 3. Perlengkapan rohani (Efesus 6:10-20). 3. DISIPLIN ROHANI SEHARI-HARI 1. Menyelidiki Firman Allah. (I Petrus 2:2; Mazmur 119:11-18). 2. Menghafal ayat-ayat. 3. Berdoa. Sumber : Jendela Misi. Jemika Agustus 2008.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Kamis, 26 November 2009
(Renungan) PANGGILAN ISTIMEWA
Matius 9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya : "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit". Hari-hari ini kita melihat kenyataan bahwa banyak jiwa dimenangkan bukan dari badan penginjilan atau dari pada misionaris, justru banyak jiwa dibawa kepada Kristus oleh orang Kristen yang notabene jemaat biasa. Meski mereka bukan seorang misionaris, tapi mereka memiliki hati misi yang dipenuhi dengan belas kasihan terhadap jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan. Jika setiap orang Kristen tidak mau mengambil tanggung jawab untuk memberitakan kasih Kristus, sebaliknya hanya mempercayakan tugas penginjilan kepada para penginjil atau pada pelayan Tuhan saja, bisa dipastikan pertumbuhan Kristen akan menjadi sangat lambat. Mengapa? Karena jumlah pekerja terlalu sedikit untuk tuaian yang demikian banyak (Matius 9:37). Ada orang-orang tertentu yang lebih mudah dijangkau orang biasa, dibandingkan oleh penginjil atau pendeta. Untuk menginjil tidak harus menjadi misionaris atau rohaniawan. Ini adalah konsep yang bagus untuk penginjilan masa kini. Kita bisa berfungsi sebagai pelayan injil di tengah komunitas kita masing-masing. Kita bisa menghadirkan injil atau menghadirkan Yesus di dalam pekerjaan kita masing-masing. Setelah mereka melihat kehidupan kita yang berbeda, injil akan lebih mudah diterima oleh mereka. Jangan pernah lupa bahwa penginjilan adalah panggilan istimewa bagi semua orang percaya. Memang tidak semua orang percaya menerima tanggung jawab untuk menjadi saksi Kristus. Hari ini, pastikan setiap orang menjadi lebih baik setelah berjumpa dengan kita. Marilah kita mewarnai dunia dengan kasih Kristus dan membawa mereka kepada kasih Kristus. Sumber: Jemika. Agustus 2008
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Rabu, 25 November 2009
(Kesaksian) Juni Silalahi Bekasi
Waktu masih kecil kami hidup berkecukupan, namun karena usaha ortu (warisan dari kakek-nenek) maju pesat maka family iri hati, akhirnya diguna-guna dan kami jatuh dalam kemiskinan (saat itu kami jauh dari Tuhan). Waktu SD, aku melihat ortu ku rajin berdoa dan rajin juga ke dukun. Memang usaha kami saat itu maju tapi itu tidak berlangsung lama dan kami kembali jatuh dalam kemiskinan. Selama 1 tahun kami tujuh bersaudara mengalami kelaparan. Keluarga tidak ada yang mau mendekat dan semua mencaci kami. Beberapa tahun kemudian ada seorang hamba Tuhan yang berkunjung ke rumah dan menawarkan akan mengadakan kebaktian rutin di rumah namun papa tidak setuju karena ibadahnya ribut dan kami semua tidak mengerti dengan bahasa roh. Karena mama begitu rindu akan Tuhan, walau tanpa persetujuan papa, tetap diadakan kebaktian di rumah setiap hari rabu. Aku terpaksa ikut kebaktian itu dan bantu menyiapkan makanan dan minuman. Suatu hari kakakku yang pertama masuk sekolah Teologi dan dia sering membawa teman-temannya ke rumah dan mereka sering ngobrol dengan mama. Kami selalu menyiapkan makan minum untuk mereka dan aku bingung walau demikian kami tidak kekurangan, ada saja yang dapat kami makan. Saudara/saudariku yang terkasih, sejak itu mama jadi rajin ikut Tuhan, rajin berdoa tanpa dukun. Banyak yang diubahkan, tetapi suami dan anak-anaknya sangat susah untuk diarahkan, termasuk aku. Setelah bertahun-tahun hidup kami demikian akhirnya papa jatuh dalam sakit tipus, didoakan hamba Tuhan dan sembuh namun papa tetap pada sikapnya yang semula bahkan lebih parah lagi. Kalau mama rajin ke gereja, papa menuduh mama selingkuh, padahal aku sangat mengerti mama tidak demikian karena aku setia mendampingi mama. Lewat kejadian-kejadian yang pahit itu mama semakin mengandalkan Tuhan, dan aku menemani mama dibabtis selam (tapi aku tidak mau). Papa semakin marah dan kasar terhadap mama. Jam tiga pagi mama sudah bangun dan ia mendatangi papa dan anaknya satu per satu dan tumpang tangan atas setiap kami. Satu tahun kemudian papa mengalami sakit lever yang sudah sangat parah, perut bengkak, dan kami tidak punya banyak uang. Setiap pagi, siang, malam, mama selalu berdoa dan menangis mohon pada Tuhan agar mukjizat terjadi. Karena kebaikan Tuhan papa perlahan sembuh dari sakit lever padahal dokter sudah angkat tangan. Sejak saat itu papa mulai mencari Tuhan, belajar firman Tuhan, dengan senang hati mempersilahkan diadakan kebaktian Natal tiap tahun di rumah. Bahkan kalau ada jemaat yang menikah, papa dengan senang hati menyiapkan rumah untuk dipakai secara gratis. Papa mulai mau dibabtis selam dan semakin hari semakin cinta Tuhan. Karena kebaikan Tuhan atas keluarga kami, dan ketekunan mama berdoa, mamaku sampai sekarang menjadi pendoa syafaat. Keluarga kami aktif melayani, baik kakak dan abangku yang menjadi gembala gereja di Sumatera Utara dan Palembang maupun adik-adikk yang melayani di bidang musik dan pujian. Papa tetap setia melayani sebagai sintua di Medan, dan aku sendiri anak ke-empat bersama suamiku melayani di GBI Cikarang Baru dalam ibadah raya sebagai Diaken dan Diakones. Saudara/saudariku yang terkasih, semua ini aku tuliskan hanya untuk kemuliaan Tuhan, inilah kebaikan Tuhan dalam hidup kami. Kalau manusia atau famili banyak mengecewakan kami tetapi Tuhan selalu pelihara kami. Satu hal yang aku bisa teladani dari mama, yaitu setia pada suami dan anak-anak dalam suka maupun duka. Walau sering disakiti namun tetap setia mendoakan satu persatu sehingga seisi rumah dipakai Tuhan dengan luar biasa. Puji Tuhan! Sampai saat ini kami selalu diberkati Tuhan, masing-masing kami diberikan pasangan yang takut akan Tuhan. Kalau dahulu kami mengandalkan diri kami sendiri, tapi tidak mendapat apa-apa, namun setelah kami berserah kepada Tuhan, maka pelayanan, pekerjaan rumah tangga dan keluarga kami diberkati. Saudara/saudariku terkasih, aku berharap semoga kesaksianku ini boleh menjadi berkat. .. God bless you. Sumber: dari kristen online, gloria.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Minggu, 22 November 2009
JANJIMU SEPERTI FAJAR (story behind the song)
Janjimu s perti fajar pagi hari... Yang tiada pernah terlambat bersinar... CintaMu s perti sungai yang mengalir... Dan kutahu betapa dalam kasihMu... Saya tinggal di Malang bersama dengan istri dan 2 anak saya yang perempuan 6 tahun dan yang laki-laki 4 tahun. Saya berpacaran dengan istri saya sejak duduk dibangku SMA. Pada masa kita masih pacaran hubungan kita ditentang oleh keluarga istri saya. Tetapi kita tetap berpacaran sampai akhirnya kita mendapat restu untuk menikah. Tanpa saya sadari ternyata saya menyimpau kepahitan dari akibat hubungan kami yang dulunya ditentang. Dan kepahitan itu saya simpan dan pupuk dan saya bawa dipernikahan sampai menyebabkan hubungan saya dengan istri menjadi kurang harmonis di tahun-tahun awal pernikahan kami. Kemudian masuklah pihak ketiga yang semakin memperkeruh keadaan rumah tangga kami. Rasa cinta terhadap istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang menumpuk. Saya selalu menyakiti hati istri saya, walaupun istri saya tidak membalas tetapi saya semakin menyakitinya. Saya tidak memperdulikan anak saya, yang dilakukan istri saya hanya berdoa dan berpuasa, bahkan saat ia mengandung anak kami yang ke 2, ia berpuasa untuk saya. Istri saya menutupi segala keadaan yang terjadi dalam rumah tangga kami dari keluarganya. Ia berpegang pada firman Tuhan di Amsal 21:1 : "jika hati raja-raja ada didalam genggaman tangan Tuhan, apalagi hati seorang Afen". Tetapi saya tetap tidak memperdulikannya sampai pada akhirnya saya menyuruh istri saya untuk pergi dan saya antarkan istri dan anak saya pulang ke rumah orang tua istri saya. Dan orang tua istri saya pun menerima mereka dan juga menghendaki perceraian. Saat itu istri saya berkata kepada saya, ini bukan akhir dari segalanya. Setelah saya meninggalkan istri dan anak saya, saya berpikir saya akan menjalani hidup saya yang baru. Tetapi pada suatu malam pada saat saya sendiri Tuhan mengingatkan saya pada anak saya yang pertama, saya tiba-tiba merasakan rindu dan kangen sekali pada anak saya itu. Waktu itu anak saya masih berusia 1,5 tahun. Hati saya hancur dan saya menangis. Saya berkata kepada Tuhan: "Tuhan apakah akhir dari hidupku akan seperti ini. Saya yang dari dulu (SMP) sudah melayani Tuhan sebagi pemain musik tetapi apakah rumah tanggaku akan berakhir dengan perceraian? Tiba-tiba Tuham memberikan melodi kepada saya lagu: "JanjiMu Seperti Fajar", dimana rencana saya lagu ini akan saya simpan untuk saya pribadi. Tetapi pada saat pendeta saya mau rekaman, pendeta saya kekurangan 1 lagu dan ia bertanya kepada saya, apa saya mempunyai lagu. Dan singkat cerita Tuhan memulihkan keluarga saya. Istri, dan anak-anak saya juga sudah kembali bersatu dengan saya. Bahkan anak ke 2 saya yang dulu saya tolak dan lahir secara premature tanpa saya dampingi juga lahir dalam keadaan normal dan sehat. Dan setelah keluarga kembali bersatu, saya juga baru mengetahui bahwa pada saat keluarga saya berantakan setiap hari istri saya menuliskan kata-kata iman di sebuah buku. Di dalam tulisannya tersebut istri saya mengatakan: "Suamiku Afen pasti dikembalikan Tuhan padaku, keadaan ini adalah baik bagiku, suamiku Afen adalah suami yang takut akan Tuhan, suamiku Afen adalah suami yang mengasihiku, semua ini mendatangkan kebaikan bagiku karena Tuhan pembelaku ada di pihakku" Dan sekarang saya benar-benar merasakan pemulihan yang Tuhan kerjakan di dalam hidupku, bahkan saya juga tidak menyangka bahwa lagu JanjiMu Seperti Fajar menjadi lagu terbaik Indonesian Gospel Music Award 2006, menjadi theme songs sebuah sinetron dengan judul yang sama, dan Tuhan memelihara hidup kami sekeluarga juga melalui lagu tersebut. Terima kasih Tuhan Yesus Memberkati. (from Afen Hardianto). Sumber: Jemika edisi Okt. 2008.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Sabtu, 21 November 2009
(Kesaksian) Pdt. DR. KAM Yusuf Roni
Sejak kecil saya dididik oleh keluarga dalam agama Islam yang taat. Sebagai anak tunggal, yang dominan mendidik saya adalah kakek saya, yang adalah keturunan langsung dari Daeng Ario Wongso, anak Tumenggung Nogowongso, cucu pangeran Fatahillah. Sejak kecilpun saya sudah melaksanakan syariat-syariat agama dengan baik sampai saya dewasa tetap konsisten. Rotanlah bagian saya ketika kecil apabila saya malas dalam melaksanakan ibadat. Demikian kerasnya keluarga saya mendidik saya dalam agama Islam, sehingga saya bertumbuh menjadi penganut yang fanatik dalam agama Islam!.... Saya aktif dalam organisasi muda Islam yaitu sebagai: 1. Ketua Umum SEPMI (Serikat Pelajar Muslimin Indonesia) cabang Bandung. 2. Ketua I SEPMI Wilayah Jawa Barat .... 3. Ketua Lembaga Da'wah SEPMI Pusat .... 4. Ketua Seksi Pendidikan PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia) cabang Bandung. 5. Ketua Seksi Pemuda PSII Kabupaten Bandung. 6. Ketua seksi Da'wah dan pers Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah Jawa Barat. 7. Anggota GUSII (Gerakan Ulama Syarikat Islam Indonesia wilayah Jawa Barat. 8. Salah satu anggota pimpinan DPHD (Dewan Pimpinan Harian Daerah) KAPPI. Saya aktif dengan gigig memperjuangkan ideologi islam dalam kesempatan apapun, termasuk membendung perkembangan agama Kristen di Jawa Barat. Namun saya tidak pernah mendapat kepuasan dan ketenangan rohani, bahkan diliputi tanda tanya tentang "Kepastian Keselamatan". Dalam situasi inilah saya terpikat dengan Yesus Kristus yang memberikan keselamatan yang pasti sehingga sekarang saya mendapat "Damai Sejahtera" dari Tuhan dan sekarang ada ketenangan rohani sejak saya terima Yesus sebagai Juru Selamat..... Mengapa saya tertarik pada Kristen? Hal ini bukanlah karena daya tarik materi, atau bujukan-bujukan pendeta atau orang-orang Kristen, sebagaimana sering diduga oleh sementara orang yang benar, ialah karena "Panggilan dari Tuhan Yesus", secara pribadi pada tiap-tiap orang yang dikehendaki-Nya. Sedangkan saya secara pribadi sangat terpikat dengan "Kepastian Keselamatan" yang diberikan oleh Yesus Kristus dalam ajaran-ajaran-Nya yang tertera dalam Al Kitab. Untuk menjadi Kristen atau percaya kepada Yesus bukanlah hasil pekerjaan manusia, namun adalah pekerjaan Tuhan, atau pekerjaan Rohul Kudus itu sendiri di dalam hati manusia, yang dipilih-Nya agar selamat! Demikianlah apa sebabnya sehingga saya tertarik pada ajaran Kristen, sebagaimana sudah saya jelaskan pada keterangan diatas, untuk sebagai gambaran bahwa sungguh saya tertarik pada Kristen karena ajarannya dapat saya terima dalam segala hal, dan inilah pilihan saya secara pribadi!. Banyak orang menduga mustahil, saya percaya kepada Tuhan Yesus, apabila melihat latar belakang saya, namun inilah kenyataannya bahwa apa yang dianggap mustahil oleh manusia, akan tetapi apabila Allah berkehendak, tidak ada mustahil. "Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah".
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
(Renungan) Cari Apa di Dalam Dunia
Cari apa di dalam dunia? Motivasi yang salah membuat manusia sering merasa kosong dalam dirinya. (Pengkotbah 1:3,8). Cari dunia nanti binasa. Apapun yang kita banggakan di dunia ini, gelar, kekayaan, kecantikan, popularitas, bahkan juga karunia-karunia rohani seperti berbahasa roh, mengusir setan, karunia menyembuhkan, tak bisa menjadi jaminan untuk masuk surga. (Lukas 10:20). Mengerikan bukan? Ternyata memiliki karunia-karunia pun bukan jaminan. Jadi bagaimana masuk surga? Paulus mengatakan: "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati." (Filipi 3:10,11). Mengenal Allah harus menjadi tujuan hidup kita. Kalau kita sibuk mencari apa yang disediakan oleh dunia, kita sudah mati selagi hidup. Cari Yesus yang penuh cinta. Yesus berkata bahwa Ia adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Ia bukan seorang tiran yang otoriter. Ia mati di kayu salib menggantikan kita. Ia tak memaksa kita, kita sendiri yang menentukan pilihan tentang apa yang kita cari dalam hidup. Yesus berkata dalam rumah-Nya ada banyak tempat. Jalan ke surga memang sempit tapi surga sendiri tidak sempit. Selalu ada ruang di hati Yesus untuk anda dan saya. Adakah kita menjadikan Yesus tujuan hidup kita? Jalan yang lain ujungnya adalah kecewa. Karena cinta Yesus maka hari ini anda dan saya masih punya kesempatan menentukan pilihan yang tepat. Yesus mengasihi kita. Tuhan memberkati.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Kamis, 29 Oktober 2009
BUTIR PADI PERTANDA KASIH
(Lukas 6:38) Dua bersaudara bersama-sama di ladang milik keluarga mereka. Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Yang lainnya masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu membagi sama rata hasil yang mereka peroleh. Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit." Karena itu, setiap malam ia mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudaranya. Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan merawatku di masa tua nanti, sedangkan saudaraku tidak memiliki siapa pun dan tidak seorang pun akan peduli padanya pada masa tuanya." Karena itu, setiap malam ia pun mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudara satu-satunya itu. Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah berkurang, hingga suatu malam keduanya bertemu, dan barulah saat itu mereka tahu apa yang telah terjadi. Merekapun berpelukan. "Jangan biarkan persaudaraan rusak karena harta, justru pereratlah persaudaraan tanpa memusingkan harta." (Elia Stories)
Blessing Family Centre
Blessing Family Centre
Langganan:
Postingan (Atom)