JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)

RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN

RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Kasih Kristus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Kasih Kristus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Maret 2010

tiada kata terlambat untuk bertobat

Saya Lukas Bundiyanto, anak pertama dari lima bersaudara. Kehidupan saya yang hancur berantakan di Bali. Sebenarnya saya minggat ke Bali karena papa saya marah setelah mengetahui saya suka ke tempat pelacuran di Magelang.
Kebiasaan ini saya ulangi lagi ketika saya sudah bekerja di Bali dan tidak hidup bersama dengan pasangan gay saya itu lagi. Jadi di Bali selain menjalani hubungan sesama jenis, saya juga beberapa kali pergi ke tempat pelacuran wanita. Semua jenis dosa sudah saya lakukan. Dari free-sex sampai nge-drugs. Hidup saya benar-benar hancur.
Awal mengenal kehidupan gay
Ketika di pesawat jurusan Yogja - Denpasar saya bertemu dengan seorang pria. Orang ini bertanya saya mau ke mana dan saya menjawab bahwa saya minggat. Akhirnya orang itu menawarkan diri apakah saya mau tinggal bersamanya. Saya menyetujuinya.
Minggu-minggu pertama tidak ada apa-apa. Namun memasuki minggu ketiga pria ini melakukan sesuatu yang 'aneh' terhadap saya. Dia mulai menggerayangi tubuh saya. Ternyata dia seorang gay.Awalnya saya jijik karena ini adalah awal hubungan saya dengan sesama jenis. Namun karena sungkan atas pertolongannya selama ini akhirnya saya ikuti saja keinginannya. Lama-kelamaan saya jadi menikmati hubungan sejenis itu. Saya hidup bersama dengannya kurang lebih selama enam bulan. Setelah itu kami pisah karena saya sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Saya bekerja sebagai tukang pijat plus.
Pergi ke gereja
Pada suatu hari di Minggu pagi di bulan Desember 1997 untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya ke gereja. Saya diajak oleh seorang teman kost saya yang bernama Esther. Saya tidak tahu kenapa pagi itu saya ada keinginan untuk pergi ke gereja. Padahal malamnya sampai jam 5 pagi hari saya baru clubbing ke beberapa diskotik di daerah Kuta. Dan malam itu ada pemeriksaan narkoba. Saat itu saya membawa ecstasy. Semua kami digeledah.
Oleh anugrah dan kemurahan Tuhan saat itu saya lolos. Karena saya berhasil membuang ecstasy tersebut tanpa diketahui oleh aparat. Padahal saat itu saya belum mengenal Tuhan Yesus. Sedangkan teman saya saat itu berhasil ditangkap dan dipenjara selama 6 tahun. Pagi itu ketika pulang dari gereja saya tidak merasa ada sesuatu yang spektakuler. Semua berjalan biasa saja. Tapi entah kenapa Minggu depannya lagi yaitu tanggal 4 Januari 1998 saya punya kerinduan untuk datang ke gereja itu lagi. Kali ini saya merasa berbeda. Merasa ada kedamaian di dalam hati saya. Meskipun demikian saya tetap masih melakukan kewajiban agama saya. Kemudian pada tanggal 11 Januari 1998 adalah Minggu yang ke-3 saya datang ke gereja. Ketika sedang kebaktian pada jam 8 pagi saya mendengar ada suara pria yang berkata, "Saatnya Aku memanggilmu sekarang." suaraNya jelas sekali. Saya mendengarnya secara audible. Kemudian saya melihat ke kanan dan ke kiri saya barangkali ada pria yang berbicara kepada saya. Namun kiri dan kanan saya adalah wanita. Suara itu saya dengar sampai tiga kali. Dalam hati saya berkata ini suara Tuhan Yesus.

Tapi saya tidak percaya saat itu kalau itu suara Tuhan. Suara itu saya abaikan saja. Namun ketika ada tantangan altar call saya tidak tahu tiba-tiba saya bisa rebah di tempat duduk saya, kemudian saya bangkit kembali dan berlari ke depan mimbar. Saat itu yang melayani adalah seorang hamba Tuhan dari Amerika. Ketika itu berkata (saya baru tahu kalau itu nubuatan setelah bertobat menerima Tuhan Yesus), "Kamu akan menjadi penyelamat keluargamu dan menjadi terang buat keluargamu dan bangsa-bangsa."
Mendengar suara Tuhan
Sejak saat itu, mulai Minggu depannya lagi tanggal 18 Januari 1998 saya punya kerinduan yang sangat dalam untuk mengenal Tuhan Yesus bahkan dibaptis. Kemudian saya mulai ikut komsel (di GBI Lembah Pujian namanya Komunitas Mesianik). Akhirnya saya menyerahkan diri saya untuk dibaptis pada tanggal 25 April 1998. Saya menerima Tuhan Yesus di dalam keadaan saya berhutang kurang lebih 40-an juta.
Karena saya korupsi uang kantor dan ketahuan setelah diaudit. Akhirnya saya harus mencicil hutang saya dengan cara gaji saya dipotong. Namun tetap tidak bisa melunasi hutang saya seluruhnya. Saya hanya bisa melunasi setengahnya. Saya tidak tahu lagi bagaimana caranya. Ketika sedang mengendarai motor saat pulang kerja keluarlah nyanyian ini dari mulut saya, "Dia buka jalan saat tiada jalan...". Kemudian ada kalimat firman Tuhan yang tiba-tiba keluar menjadi rhema buat saya yaitu, "Dengan tinggal tenang terletak kekuatanmu." Keesokan harinya saya bisa dengan berani menghadap pimpinan saya mengaku semua kesalahan saya dan dia memberikan kesempatan kepada saya buat mencicil hutang saya.
Bahkan dia meminjamkan motornya buat saya pakai. Saya melihat keajaiban dan pertolongan Tuhan di dalam hidup saya. Karena orang-orang yang tadinya saya harapkan dapat menolong saya ternyata tidak dapat membantu. Saat itu saya ingat lagi Firman Tuhan yang berkata, "Janganlah berharap dan bersandar kepada manusia." Saat itu saya menangis dan saya semakin sungguh-sungguh datang kepada Tuhan. Kemudian saya mulai rajin mengikuti doa malam juga. Pertolongan Tuhan
Dalam doa malam itu Tuhan kembali membuktikan pertolongannya. Ada seorang ibu yang mendatangi saya dan berkata, "Tuhan memberitahukan tante bahwa kamu ada masalah berat, tapi bukan masalah keluarga, pekerjaan atau pacar tapi keuangan. Berapa jumlahnya?" Awalnya saya tidak mau menyebutkan jumlahnya karena sungkan, namun setelah didesak saya sebutkan angka yang masih harus saya selesaikan yaitu hutang saya sebesar Rp.22 juta.

Saat itu beliau berkata, "OK, hari Minggu kamu ambil uangnya. Tante cuma minta kwitansinya aja." Saat itu saya menangis. Ternyata enam tahun kemudian beliau baru cerita bahwa uang itu adalah hasil penjualan tokonya yang ada di Bedugul dan jumlahnya persis seperti yang saya sebutkan di atas. Hutang saya lunas! Tuhan memang luar biasa!
Namun ketika Tuhan menangkap hidup saya, saya mulai meninggalkan semua dosa-dosa lama. Tidak seketika memang, semuanya berjalan melalui proses. Saya mulai meninggalkan komunitas saya yang lama dan mulai membangun hidup yang baru dengan keluarga rohani sejak saya mengenal kebenaran di dalam Tuhan Yesus. Saya dilayani pelepasan dari keterikatan saya dengan hubungan sesama jenis dan dosa-dosa lama saya lainnya. Saya dilayani oleh Ibu I Ketut Labek. Saya mulai ikut Sekolah Orientasi Melayani, saya ikut komsel dan dengan berjalannya waktu mulai ambil bagian di dalam pelayanan. Saya angkut-angkut kursi, kemudian saya menjadi ketua komsel dan aktif di dalam creative ministry.
jatuh bangun lagi
Namun kehidupan saya selanjutnya tidak berjalan dengan mulus. Pada akhir tahun 1999 sampai awal tahun 2000 saya jatuh lagi di dalam dosa homoseksual. Saya jatuh lagi karena saya kecewa dan kepahitan dengan orang yang sudah saya anggap kakak rohani saya sendiri. Padahal saat itu saya sudah dipercayakan melayani sebagai ketua komsel.
Saya sudah percaya kepada dia, tapi waktu itu dia membuat saya tersinggung, sakit hati sehingga saya jatuh lagi. Pada saat yang bersamaan dengan itu juga mantan pacar sesama jenis saya menghubungi saya kembali. Sehingga saya jatuh lagi selama kurang lebih enam bulan.

Saya tidak ke gereja lagi karena saya dituduh korupsi uang perusahaan. Jadi saya melarikan diri dari Tuhan dan persekutuan dengan saudara seiman. Saat itu saya berniat pergi ke Jakarta. Namun Tuhan tidak izinkan sehingga detik-detik saya mau berangkat ke Jakarta saya mengalami sakit panas yang sangat tinggi.

Pemulihan terjadi
Karena lama-kelamaan saya tidak pernah kelihatan datang ke gereja, beberapa orang sahabat saya heran. Akhirnya mereka bertanya ada apa dengan saya dan saya menceritakan semua kejadian yang saya alami. Itulah gunanya sahabat. Jadi ketika kita menghadapi masa-masa yang buruk dan tidak menyenangkan merekalah yang menopang kita dan membawa kita bangkit kembali. Kalau tidak ada mereka saya benar-benar terhilang.

Akhirnya saya mau datang ke gereja lagi. Dan saya tinggal bersama sahabat saya yang bernama Suhardiman selama 3 tahun. Dari tahun 2000 sampai tahun 2003. Karena saat itu saya terus dikejar-kejar pasangan gay saya yang dulu. Satu pelajaran yang saya tangkap adalah ketika kita lemah kita harus memiliki sahabat yang melindungi dan meng-cover kita. Jadi ketika kita lemah kita tidak boleh tinggal sendiri. Karena pasti jatuh.

Dalam sebuah fellowship gereja di Bedugul hubungan saya dengan kakak rohani saya itu dipulihkan. Memang butuh waktu untuk mengembalikan hubungan yang sempat retak yaitu kurang lebih setahun sampai Tuhan pulihkan di Bedugul itu.

Kemudian saya mulai pelayanan lagi. Saya melayani di Sekolah Minggu. Tahun 2004 saya mulai pelayanan sekolah minggu ke daerah-daerah di timur Indonesia seperti di Kupang - NTT. Tahun 2005 saya pelayanan di Waingapu dan Waikabubak. Di sana kami mengadakan KKR anak. Juni 2006, saya juga pelayanan ke Papua.

Pada bulan Mei 2005 lalu saya ditahbiskan sebagai Pendeta Pembantu. Karena panggilan Tuhan yang begitu kuat dalam hidup saya, khususnya di pelayanan anak, akhirnya saya memutuskan menjadi pelayan Tuhan sepenuh waktu. Sehari-hari saya melayani sebagai penyiar radio ROCK FM di Lembah Pujian Bali.

Saya percaya bahwa Tuhan sudah punya rencana dalam hidup saya jika saya bisa seperti sekarang ini. Orangtua dan keluarga saya yang tadinya tidak bisa menerima saya karena saya pindah agama dan ikut Tuhan Yesus, sekarang malah senang apalagi saya sudah menjadi hamba Tuhan. Bahkan beberapa waktu yang lalu saya sempat mengajak kedua orangtua saya berlibur ke Bali, tempat di mana saya mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang mengubah hidup saya yang tadinya bergelimang dosa, kemudian dipulihkan dan sekarang diangkat menjadi alat kerajaanNya.

"Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?"(Yehezkiel 18:31)
sumber:
http://www.jawaban.com/news/spiritual/detail.php?id_news=080117222629&off=0

Senin, 08 Maret 2010

Dibangkitkan dari kematian oleh Isa Almasih

Awalnya saya mengenal Isa Almasih berawal dari kejadian yang hampir tidak masuk akal. Bermula dari kerusuhan mei 1998 pada waktu itu. Sebelum saya mengenal Isa Almasih , saya di didik oleh orang tua saya maupun para ulama baik di bangku sekolah , musholla , maupun masjid bahwa orang di luar penganut Islam adalah kafir dan Islam merupakan ajaran yg paling benar dari segala kitab yang ada di muka bumi ini , dan yang paling utama apabila ada di antara kami yg dapat mengenyahkan penganut di luar Islam , adalah merupakan suatu pahala yg besar , sebab menurut apa yg telah mereka ajarkan kepada saya intinya adalah penganut di luar Islam merupakan jamaah syaithon yang harus segera di musnahkan dari muka bumi ini , dan bahaya yg paling besar pada saat itu adalah kaum nashara (Nasrani) yang selalu berkembang di Indonesia secara perlahan lahan , yang mana pada saat itu saya selalu di cekoki pelajaran yg terdapat di dalam quran maupun hadist , begitulah bagaimana sikap saya yang bagaikan iblis semula sebelum mengenal Isa Almasih yang mulia di bumi maupun akhirat dengan kasihNya .
Dan pada suatu waktu tepatnya awal kerusuhan mei 1998 , saya bersama kawan2x saya (penganut Islam) mengendarai sepeda motor beramai - ramai dengan tujuan untuk menjarah toko2x milik non muslim , sebelum kami berangkat melakukan hal tersebut , sebenarnya saya enggan mengikuti mereka karena keluarga kami pun orang yg hidup di atas rata2x dan hal tersebut sepertinya merupakan sesuatu yg memalukan , dan pada saat itu saya telah menyelesaikan study di perguruan tinggi dan saya masih dalam status penggaguran dan hal inilah yg membuat saya mengikuti ajakan teman saya , terutama apalagi bila ada salah satu dari mereka berteriak mari kita hancurkan para kafir , hal inilah yg membuat semangat saya menggebu gebu.
Sampai pada suatu saat kami telah sampai di depan toko yg bernama El - Shadai , dan kami yakin bahwa toko itu adalah toko milik kafir Nasrani , dan akhirnya kamipun melempari toko tsb sambil meneriakan Allahuakbar bersama2x , dan meneriakan kafir keluar lu dari dalam toko lu , dan pada waktu itu ada beberapa orang yg berhamburan keluar , dan salah satu dari mereka mengendarai motor untuk melarikan diri dari kami , dan pada saat itu lah kami melihat pria itu mengenakan kalung salib di lehernya , lalu teman saya yang bernama sultan (nama samaran) berseru kepada saya ndry mari kita kejar dia , saya pun bergegas untuk membonceng teman saya , sebelum saya membonceng motor kawan saya , saya mengambil sepotong besi .
Dan akhirnya kami pun mengejar pria itu , dan yg mana pada waktu itu keadaan di jalan sangat carut marut , tetapi pria itu tetap menancap gas , mungkin saking takutnya berusaha menyelamatkan diri dari kejaran kami , dan kawan saya pun mempercepat laju motornya , berhubung motor yg kami tuggangi adalah motor king sedangkan pria tsb menggunakan motor bebek , maka perlahan2x kami dapat menyusulnya.
Dan pada suatu saat pria itu membelokkan motornya pada persimpangan dengan cepatnya , dan pada saat itulah kami tidak tahu darimana mobil tersebut datang , seingat saya kamipun akhirnya menabrak mobil tersebut , dan saya serasa terbang di udara dan sesudah itu saya tidak dapat memahami lagi .
Pada waktu saya sadar , saya melihat banyak kerumunan di sekitar saya , dan dengan reflek saya mencari teman saya , untuk melihat kondisinya , lalu saya pun memisahkan diri untuk mencari teman saya dari kerumunan orang tersebut , tetapi saya tidak tahu mengapa orang tersebut masih berkerumun di tempat saya berada tadi .
Lalu saya pun melangkah ke jalan , dan saya mendapati kerumunan di sisi jalan yg lain , dan saya pun berpikir itu pasti teman saya , lalu saya pun melangkah mendekatinya , tiba tiba saya berhenti sontak di tengah jalan , karena saya melihat di beberapa kerumunan teman saya , saya melihat teman saya jadi dua , dan ada banyak orang yg berwajah bengis dan hewan kurus seperti anjing yg hendak memperebutkannya , lalu saya mengucek mata saya sebab saya pikir saya masih belum sadar , setelah itu saya melihat teman saya yang ada dua tersebut , salah satunya di seret2x oleh mereka untuk keluar dari kerumunan tersebut , dan teman saya itu berteriak ndry , ndry tolong saya , saya pun tak berani melangkah karena saya takut , dan saya tetap diam terpaku di tengah jalan raya tersebut .
Dan pada waktu itu ada sinar datang dari sebelah kanan saya , dan waktu saya menoleh ternyata mobil ambulance pas di samping kanan saya dan menabrak saya , dan saya pun tersontak dan menyebut Masyaallah sambil memejamkan mata , tetapi mobil itu serasa melintasi tubuh saya , lalu sayapun membuka mata saya dan dengan reflek saya memegang tangan saya sendiri , lalu saya pun melihat mobil ambulance tersebut berhenti pas di tempat saya jatuh tadi .
Dan yang membuat saya terdiam seribu bahasa , ketika saya melihat tubuh saya di masukkan ke dalam ambulance tersebut , hal ini yg membuat saya seperti gila , sayapun akhirnya berlari tanpa tujuan dan saya tidak berani mendatangi kerumunan di mana saya jatuh sebelumnya , karena saya takut setelah melihat kejadian teman saya .
Tidak jelas kemana saya berlari tiba tiba saya sampai di sebuah taman , dan saya duduk dan menangis , apakah saya sudah mati , saya terus mencubit cubit tangan saya , tapi saya tidak merasakan apapun , lalu saya menangis lebih keras , dan sayapun tersungkur menangis di atas tanah , dan pada saat saya tersungkur saya melihat sepasang kaki di depan mata saya , dan saya pun sontak mundur kebelakang , karena saya teringat langsung apa yg di alami teman saya , tapi pada saat saya mau bangun dan melarikan diri saya seperti lumpuh tidak bias bergerak , dan saya pun memberanikan diri untuk menatap siapakah yg di depan saya , tapi saya tidak bias melihat wajahnya karena sangat silau , dan hal itu membuat saya pasrah dan menundukkan muka .
Lalu orang yg berpakaian putih di depan saya itu pun bertanya kepada saya " nak mengapa engkau menganiaya AKU " lalu saya pun menjawabnya " setan pergi kau jangan ganggu saya " sayapun akhirnya mengucapkan ayat2x kursi untuk mengusirnya .
Lalu Dia pun berkata lagi " nak mengapa engkau menganiaya Aku " sayapun masih melapatkan ayat kursi di bibir saya , dan saya mengucapkan ya allah usirlah setan itu dari hadapanku .
Lalu Dia berkata lagi " nak apakah kesalahanKu hingga kau menganiaya Aku "
Lalu setelah saya sadar ayat kursi tidak ampuh untuk menghadapiNya akupun tersungkur di bawah kakiNya dan menangis tersedu sedu dan akhirnya akupun menjawabnya " saya tidak tahu kenapa saya melakukannya , maafkanlah saya " dan saya pun meraung2x di bawah kakinya . Dan diapun berkata bangunlah , jangan takut , peganglah tanganKu .
Dan sayapun berdiri di depanNya sambil menundukkan muka saya (dan pada waktu itu sayapun masih berpikir bagaimana cara melarikan diri dariNya) , sepertinya Dia tahu pikiran saya , dan Dia berkata lagi jangan takut akan Aku , karena Aku lembut dan murah hati . Dan akhirnya saya pun memberanikan diri untuk menatapNya , saya merasakan kesedihan yg ada di hati saya menjadi sirna seketika , dan saya pun memberanikan diri untuk bertanya kepadaNya " Siapakah kamu sesungguhnya " lalu Dia menjawab " Akulah yang selalu di perdebatkan oleh banyak anak manusia , Akulah jalan yang lurus , Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian " , setelah saya mendengar Dia berkata " Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian " sayapun langsung tersadar bahwa Dialah Isa Almasih atau Yesus Kristus yang banyak sekali di puja puja oleh kaum Nasrani sebagai TuhanNya , lalu sayapun tersungkur di di bawah kakinya kembali dan pada saat itu secara tak sadar saya memperhatikan kakiNya yg mempunyai tanda berlobang bekas luka , dan saya pun berkata " ya Nabi Isa , ampunilah segala sesuatu yang pernah saya perbuat terhadap pengikutMu ", ampunilah saya , dan sayapun menangis kembali karena merasa berdosa terhadapNya , lalu dia pun berkata " Mengapa kamu menganiaya mereka " sayapun menjawabNya "saya tidak tahu , atau mungkin karena mereka menganggapmu Allah , dan menduakan Allah " lalu Dia pun berkata " Segala apa yang ada padaKu adalah milik BapaKu yang di Sorga , dan segala apa yang ada pada BapaKu di Sorga adalah MilikKu juga , karena olehNya segala kekuasaan baik di bumi maupun di sorga telah di serahkanNya kepadaKu , karena Aku dan Bapa adalah satu " begitu juga kau , kau sekarang adalah milikKu .
Sayapun masih menangis di bawah kakiNya pada saat Dia menerangkan tentang siapa diriNya sebenarNya , yaitu Dia adalah Allah itu sendiri , lalu sayapun berkata " Ya Isa Allahku ampunilah segala sesuatu yang pernah saya lakukan " di sinilah saya pertama kali menyatakan Isa adalah Allah saya , lalu Isa Almasih berkata , pulanglah dan beritakanlah tentang Aku , apa yang pernah kau lihat " Aku akan menyertai kalian semua hingga zaman akhir "
Dan pada saat itu pula sontak saya terbangun , ternyata saya sudah berada di Rumah Sakit tepatnya ruang ICU kurang lebih selama 2 minggu dalam keadaan koma , pada saat saya terbangun saya langsung menangis dan menyebut ya Isa ya Tuhanku ampunilah saya , pada saat itu ibu dan saudara2x saya sedang menunggu di luar dan bergegas masuk saat mendengar suara saya , tetapi kebanyakan dari mereka heran mengapa saya menyebut Isa sebagai Tuhan saya , dan banyak di antara mereka yg menganggap saya kerasukan iblis dengan jalan membaca ayat kursi bersama sama, hal inilah yg membuat saya tertawa terpingkal2x pada saat ini ketika mengingat mereka melakukan hal tersebut .
Akhirnya sayapun di bawa pulang ke rumah setelah kondisi saya membaik , dan pada saat itu merupakan kegoncangan iman yg terbesar dalam hidup saya tentang apa yg pernah saya percayai sebelumnya yg selalu penuh dengan kekerasan , iri, dan dengki , dan saya mengingat tentang pertemuan saya dengan Tuhan kita Yesus Kristus betapa baiknya dia terhadap saya , Dia tahu saya telah menganiaya pengikutNya seharusnya Dia memenggal kepala saya tetapi Dia malah mengampuni saya dan mengembalikan Roh saya menyatu kembali dengan jiwa dan tubuh saya . Padahal ibu saya pernah berkata bahwa pada saat saya di rumah sakit dokter telah mengatakan bahwa saya telah mengalami pendarahan otak dan mustahil bisa di sembuhkan , dan sekalipun saya sembuh saya akan mengalami kelumpuhan total , banyak para dokter yg merasa aneh pada kejadian saya yg ajaib , dan apabila mereka bertanya saya hanya menjawab Isa / Yesus Kristus lah yg menyembuhkan saya , kadang2x hal ini membuat mereka yg belum menerima Yesus di dalam hatinya menganggap saya kerasukan iblis , begitu juga saudara2x saya maupun bapak saya sendiri , sehingga sering bapak saya mengundang para kiai maupun dai untuk mengotbahi saya , lalu saya bertanya kepada mereka sudahkah kalian pernah merasakan kematian , merekapun jawab belum , lalu sayapun bilang kepada mereka , percayalah kepada Isa , karena Isa lah yg menyelamatkan saya dari kematian , akhirnya banyak dari antara mereka yg pergi dengan hati yg dongkol . Untungnya bapak saya merupakan Muslim yg liberal , dan akhirnya sayapun menceritakan tentang semua kejadian yg pernah saya alami pada waktu itu (mungkin bapak saya mendengarkannya dengan cara masuk kuping kiri , keluar kuping kanan ) dan akhirnya bapak saya berkata seandainya apa yg saya alami itu memang benar maka saya (bapak saya ) akan mengucap sukur kepada nabi Isa yg telah menyelamatkan saya , dan sayapun selalu berdebat dengan bapak saya , sampai akhirnya saya berkata kepada bapak saya " sungguh apa yang semua saya alami adalah benar karena saya melihatnya dengan kepala dan mata saya sendiri " dan bapak sayapun bilang bagaimana mungkin kamu melihatNya , orang pada saat itu bapak bersama ibumu selalu menunggui kamu di rumah sakit , kapan kamu keluar dan bertemu denganNya tahukah kamu ndry semua itu karena ridho allah titik , pada waktu itu saya pun bingung menjawab pertanyaan yg di lontarkan bapak saya kepada saya , ibu saya pun menangis dan memeluk saya ketika melihat kami berdebat dengan keras , dan menyuruh saya diam dan meninggalkannya , dan tanpa sebab saya berkata kepada bapak saya " ya benar Isa Almasih adalah Tuhan saya sekarang ini , pelangi adalah saksi apa yg pernah saya katakan " lalu bapak saya tertawa menyindir kepada saya , di musim kemarau begini mana mungkin ada pelangi , dan sayapun akhirnya pergi meninggalkan tempat saya berdebat dengan ayah saya itu dan menuju pintu rumah untuk pergi keluar .
Pada saat saya di luar rumah sayapun menangis dan berbicara sendiri " ya Isa Tuhanku mengapa begitu keraskah hati bapak saya seperti batu " lalu saya pun mendongak ke atas langit , dan aneh nya saya melihat pelangi , lalu saya menangis dengan penuh suka cita , lalu sayapun lari kembali ke dalam rumah untuk menemui bapak saya , dan saya memanggilnya untuk menunjukkannya , setelah bapak saya melihat pelangi tersebut diapun diam seribu bahasa . dan setelah kejadian itu bapakku seperti mengalami kegoncangan iman , seperti yg pernah saya alami sebelumnya .
Sayapun mulai mencari lebih dalam tentang siapa Isa Almasih sebenarnya melalui Al-Quran maupun hadist dan saya menemukan hal2x yg membuat saya terharu :
Misalnya ayat surat2x di bawah ini :
(Maryam, 19:19) Hanya Isa Anak Maryam yang langsung masuk Syurga kerana Dia suci.
(Al Imran, 3:45) Bahkan Dia (Isa Almasih) terkemuka di dunia dan di akhirat
(Al Fatihah, 1:6) "Indinash shiraathal mustaqiim"
Artinya :
Tunjukilah kami jalan yang lurus
(Az Zukhruf, 43:61) "Wa innahu la’ilmu lis saa’ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi’unni haadzaa shiraathum mustaqiim…"
Artinya :
Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus …
(Az Zukhruf, 43:63) "Wa lammaa jaa-a ‘Isa bil bayyinaati qaala qad ji’tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba’dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athii’u…"
Artinya :
Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu…
(An Nisa, 4:171)
"Inamal Masihu ‘isabnu Maryama rasullahi wa kalimatuhu …"
Artinya :
Sesungguhnya Isa Al Masih putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya…
(Hadis Anas bin Malik hal.72)
"Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu…"
Artinya :
Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya
(Maryam, 19:17)
"… arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya."
Artinya :
…Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna…
(Hadis Ibnu Majah)
"Laa mahdia illa isabnu Maryama…"
Artinya :
Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra Maryam…
(Al Anbiyaa, 21:91)
"Wallatii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir ruuhinaa Wa ja’alnaahaa wabnahaa ayatal lil ‘aalamiin"
Artinya :
Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam.
(Maryam, 19:33)
"Wa salaamu ‘alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub’atsu hayaa."
Artinya :
Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali."
(Al Imran, 3:55)
"Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi’uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa’ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati."
Artinya :
Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu, dan mengangkatMu kepadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutiMu diatas mereka yang kafir hingga hari kiamat."
(Al Baqarah, 2:253)
"Wa aatainaa ‘isabna Maryam bayyinaati wa ayyadnaahu bi ruuhil qudusi."
Artinya :
Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus.
(An Nisa, 4:156)
"Wa bi kufrihim wa qaulihim ‘alaa Maryama buhtaanan ‘azhiimaa."
Artinya :
Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah).
(Al Imran, 3:45)
"Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha yubasyiruki bi kalimatim minhus muhul masihu ‘isabnu Maryama wajihan fiddun-yaa wal akhirati wa minal muqarrabiin."
Artinya :
Ketika malaikat berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namannya Al Masih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat pada Allah.
Dan sayapun akhirnya menelusuri dan mencari segala hal tentang Isa Almasih Tuhan kita , dan akhirnya sayapun berpikir bahwa saya harus mendapatkan Injil itu sendiri untuk memahami siapa Isa Almasih itu sesungguhNya , ada keinginan yang sangat kuat di hati saya untuk mendapatkannya (Injil) , lalu saya pun teringat akan toko yang pernah kami (saya bersama kawan saya dulu ) rusakkan yaitu toko buku El - Shadai , lalu sayapun pergi kesana .
Pada saat saya sampai di toko tersebut , toko itu masih kelihatan rapi, baik kaca2x nya yg dulu kamu lempari dengan batu hingga pecah , telah rapi terenovasi kembali , lalu sayapun menghampiri toko tersebut dan akhirnya saya berbicara dengan salah satu penjaganya " mbak apakah anda menjual Injil " ya jawabnya , lalu penjaga itu pun mencarikan Injil tersebut , lalu dia pun menyerahkan kepada saya Kitab Perjanjian Baru , lalu saya bertanya lagi kepadanya , apakah ini Injil Isa Almasih punya ? , mbak penjaga itupun berkata sambil tertawa kecil ,’ iya Perjanjian Baru itu adalah Injil , lalu mbak itu pun berkata kepada saya " Apakah kamu non Kristen ??" , sayapun bingung menjawabnya , karena agak takut oleh sebab sebelumnya , seandainya mbak itu tahu apabila saya muslim mungkin dia akan benci kepada saya , pikir saya dalam hati , akhirnya dengan berat hati sayapun menjawabnya " Ya saya muslim " sambil saya menundukkan muka , lalu mbak itu pun berkata ah itu tak masalah bagi kami sambil tersenyum , hal ini yang membuat saya heran kenapa mereka yg begitu ramah bisa kami benci tanpa sebab sebelumnya ? , lalu sayapun bertanya kepada dia , mbak adakah buku2x tentang kisah nabi2x menurut Kristen , lalu mbak itupun mencarikannya , sesudah itu sayapun mananyakan harga totalnya untuk membayar buku2x tersebut , dan sebelumnya saya pun bertanya kepadanya " mbak apakah ada di antara pegawai toko ini yang celaka pada saat kerusuhan sebelumnya , mbak itupun menjawab saya " pada waktu kejadian tersebut toko ini telah kami tutup lebih awal kira2x jam sepuluh pagi " lalu saya bertanya lagi " apakah ada yg menempati toko ini sebagai tempat tinggal ?" ah tidak mas jawabnya , hanya satpam yg menjaga toko2x di sekitar kami , itupun juga mereka hanya menjaga di luaran saja untuk keamanan sekitarnya . Hal ini yang membuat saya sangat bingung dalam hati , seingat saya waktu kami merusak dan menjebol toko ini pada waktu petang hari masih ada beberapa orang yg di dalamnya , sedangkan mbak itu bilang toko telah tutup sejak jam 10 pagi dan tidak ada satupun penghuni yg menempatinya , lalu siapakah di antara mreka yg kami kejar pada waktu itu ? , hal ini yang membuat saya heran hingga sekarang , seandainya apabila saya menemui pria yg kami kejar2x dulu , mungkin saya akan berlutut untuk meminta maaf kepadanya .
Dan akhirnya sayapun kembali kerumah , dan sayapun mulai membaca Injil satu persatu di kamar saya , saya sangat terenyuh ,sedih ,dan bangga pada saat saya membaca kisah Injil , betapa mulianya segala sesuatu yang pernah di perbuat oleh Isa Almasih / Yesus Kristus , begitu pun juga ucapan2x nya yang bagaikan pisau belati langsung menusuk hati mengajarkan tentang kasih yang tulus , kerendahan hati , maupun keselamatan , hal ini yang belum pernah saya peroleh sebelumnya semenjak saya hidup di muka bumi , yang mana sebelumnya saya menganggap diri kami sebagai muslim adalah yg tertinggi dari golongan lain kafir yang mana para golongan kafir itu harus tunduk kepada kami yaitu para penganut Islam , sebab ada di quran yg mengatakan " hanya penganut Islam lah yang masuk Sorga" dan hal ini sangat tidak masuk akal , bagaimana mungkin nabi2x sebelum Muhammad bisa di sebut Islam , karena mereka pun tidak pernah sekalipun mengucapkan kalimat syahadat , dan juga pada saat saya mengalami kejadian yg aneh di mana roh saya berpisah dengan tubuh saya pada waktu kecelakaan dan mengalami koma , kenapa yg menemui saya justeru Isa Almasih / Yesus Kristus , kemanakah muhammad yg dulu selalu kami junjung2x namanya ? , dan siapakah mereka yg menyeret jiwa teman saya dan memperebutkannya seperti makanan ?, sekali lagi Muhammad tidak menolong kami (padahal teman saya sultan itu pemahaman tentang Islam lebih hebat dari saya).
Dan akhirnya sayapun menyerahkan diri saya sepenuhnya untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan saya dan Juruselamat saya , dan pada tanggal 27 oct 2000 saya pun di baptis dalam nama Anak,Bapa , dan Roh Kudus halleluya saya telah menerima kasih karunianya , baik susah maupun senang Tuhan Yesus selalu menyertai saya Amin .
Marilah kita semua bersuka cita akan namaNya , karena Dialah yg selalu menyertai kita semua , janganlah takut bila dunia membenci anda , karena kita bukan lagi milik dunia ini , melainkan kita adalah milikNya , yaitu Tuhan kita Yesus Kristus yg telah mengorbankan diriNya di atas kayu salib demi membebaskan kita semua dari kutukan maut . Amin .
Saya adalah saksi yang telah di selamatkan oleh kasihNya , semua yang telah saya alami adalah hal yang benar benar terjadi , yang dimana saya dulu penuh dengan kebencian , iri , dengki , dan dusta , ternyata Tuhan kita Yesus Kristus telah menyelamatkan jiwa saya dan membuat saya lahir kembali dengan penuh rasa suka cita , rendah hati dan kasih .
Shallom
Solo, Indonesia, 3 mei 2006
Nama asli saya Ahmad Andryansah bin Abdul Jalil dan saya akhirnya mengganti nama saya menjadi Christian Andryansah , dan saya menghapus nama Ahmad karena nama tersebut selalu mengingatkan saya akan kekejian .
Diambil dari: www.Indonesia.FaithFreedom
.org
PD Immanuel Jakarta

KESAKSIAN ‘MANTAN IMAM’ HAMRAN AMBRIE (PELOPOR TERKENAL MUHAMMADIYAH)

KESAKSIAN ‘MANTAN IMAM’ HAMRAN AMBRIE (PELOPOR TERKENAL MUHAMMADIYAH)

TUHAN MEMBERITAHU SAYA SECARA PERIBADI

Pada waktu dulu saya merupakan seorang yang sangat aktif dalam Islam, juga merupakan salah seorang dari Penggerak Muhammadiah dan seorang pengajar Islam.Pada tahun 1947, saya dipilih untuk menjadi pengerus pada Kongress Muslim Kalimantan di Amutai, bersama-sama dengan K.H Idham Chalid. Pada tahun 1950-51 saya menjadi Imam Muslim untuk pasukan tentara di Banjarmasin, dengan kedudukan yang tinggi. Rencana saya telah diterbitkan dalam beberapa majalah Islam seperti Mingguan Adil di Solo, Mingguan Risalah Jihad di Jakarta dan Mingguan Anti-komunis di Bandung. Saya bekerjasama dengan Gerakkan Anti-Kristen dari tahun 1936 di Muara Teweh (Barito) hingga tahun 1962, turut berpartisipasi dengan kelompok yang merancang untuk membentuk undang-undang Islam di seluruh Indonesia, yang mana secara tidak lansung sangat bertentangan dengan dasar keKristenan.

Sebenarnya saya telah memiliki Kitab Suci Injil sendiri semenjak tahun 1936. Walau bagaimanapun, saya tidak membaca dan mencari kebenarannya, tetapi mencari ayat-ayat yang dapat membantu saya untuk berdiri teguh sebagai seorang Muslim yang mempunyai sikap anti-Kristen, dan bersedia untuk menyerang keimanan orang Kristen secara lebih mendalam.

Saya juga mengutuk ‘Isa Al-Masih hingga saya berumur 40 tahun, menolak semua yang mengatakan Dia adalah Tuhan. Saya sengaja mentertawakan dan menolak kebenaran. Tetapi kasih Tuhan sungguh hebat, Dia berusaha mencari dan menyelamatkan saya.

Pada tahun 1961, sewaktu saya mencatat khotbah saya di masjid, saya melihat ayat pada surah Al-Maidah 68, yang berbunyi:

Katakanlah: ‘Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu’.

Saya sudah membaca ayat ini ratusan kali, tetapi akhirnya Tuhan berbisik kepada jiwa saya tentang ‘Taurat dan Injil’ yang mana tertulis di dalam Al-Quran adalah sama dengan Taurat dan Injil yang terdapat di dalam Kitab Suci Injil sekarang. Saya selalu berpendapat bahwa Taurat dan Injil yang terdapat dalam Al-Quran telah hilang, dan isinya yang benar adalah yang terdapat di dalam Al-Quran. Saya merasa yakin bahwa Taurat dan Injil yang terdapat dalam Kitab Suci Injil sekarang ini adalah palsu, dan isi yang sebenarnya telah dirubah, dilupakan serta ditambah-tambahkan oleh beberapa pihak.

Bagaimanapun, jiwa saya memberitahu saya bahwa Taurat/Injil yang ada di dalam Al-Kitab sekarang adalah benar, namun pikiran saya tidak percaya apa yang dikatakan oleh hati saya: ‘Tidak! Taurat dan Injil yang ada di dalam Al-Kitab sekarang adalah palsu’. Pikiran saya bertentangan dengan jiwa saya dan perasaan saya, dan saya menjadi tidak pasti serta ragu-ragu terhadap apa yang betul sebenarnya.

Untuk membuatkan jiwa saya merasa aman, saya menyerahkan masalah saya ini dengan melakukan sembahyang tahjud, yang mana sembahyang ini adalah untuk meminta pertolongan pada Tuhan agar Dia memberi petunjuk yang pasti kepada kebenaran. Saya meminta Tuhan menolong saya untuk memilih yang mana satu dari dua kepercayaan ini yang benar. Inilah doa saya :

‘Oh Tuhan, Pencipta Syurga dan bumi, Tuhan orang Islam, Kristen, Budha, Tuhan bulan dan bintang, lembah dan gunung; Tuhan semesta alam, tolong tunjukkan aku kebenaran tentang apa yang tertulis di dalam Al-Quran yang berkaitan dengan Taurat dan Injil. Adakah ini membawa makna bahwa Taurat dan Injil yang benar sudah lenyap yang terdapat ringkasannya dalam Al-Quran? Jika ini adalah benar, aku memohon kepadaMu untuk kuatkan hatiku bahwa aku mungkin tidak belajar Kitab Suci Injil . Tetapi jika ‘kebenaran di dalam Taurat dan Injil’ yang tertulis di dalam Al-Quran , bermakna kebenaran harus dicari di dalam Kitab Suci Injil sekarang, aku mohon padaMu untuk membuka pintu hatiku semoga aku lebih bersungguh-sungguh untuk belajar Kitab Suci Injil secara jujur.’

Saya tidak bertanya kepada siapapun untuk menolong saya membuat keputusan saya ini. Saya tidak bertanya kepada Imam, orang yang alim dalam Islam, atau teman-teman saya yang bijak pandai. Saya bertanya terus kepada Tuhan yang Maha Tahu untuk membuat pilihan bagi saya, jadi saya membuat pilihan yang benar-benar menurut kehendak Tuhan. Saya sembahyang sungguh-sungguh dan menaruh harapan kepada Tuhan agar Tuhan memberi petunjuk dan hidayah bahwa Dia yang memilih kebenaran untuk saya dan menolong saya agar mengetahui dan mengaku kepada agama yang benar.

Setiap orang yang mempunyai agama berharap bahwa di sana terdapat kehidupan yang benar setelah kematian dan salah seorang diantaranya adalah saya, saya menaruh harapan yang tinggi kepada Tuhan. Saya percaya kepada kehidupan setelah kematian, dimana kita cuma ada dua tempat untuk dituju : ke neraka, dengan hukuman yang tiada hentinya, kekal abadi di dalam api; atau ke Syurga, bersama dengan Tuhan dalam kemuliaan selama-lamanya. Saya tidak berpikir tentang kehidupan abadi saya.

Sebagai contohnya; mari kita andaikan bahwa kita membawa 10 gram emas murni, kita harus menelitinya secara berhati-hati, untuk memastikan bahwa tidak ada siapapun yang dapat menipu kita, jadi kita tidak akan menyesal di kemudian hari. Berapa banyakkah kiranya kita memikirkan tentang kehidupan masa depan jiwa kita. Kita harus belajar dan meneliti kebenaran untuk sembahyang kepada Tuhan menurut kehendak Tuhan, yang memiliki kehidupan di Syurga. Kalau tidak, kita akan menyesal untuk selama-lamanya karena kelalaian kita. Saya selalu yakin bahwa pencipta Syurga dan neraka adalah Tuhan sendiri, oleh karena itulah saya tidak bertanya dan meminta nasehat pada siapapun, pemimpin Kristen atau Guru Islam. Saya mendekati Tuhan, yang memiliki segala kebenaran, peraturan, dan momohon kepadaNya dengan penuh harapan dan percaya bahwa Dia akan memberi petunjuk yang benar kepada saya.

Puji Tuhan karena segala doa saya telah dikabulkanNya! Ini membuktikan bahwa Dia memberikan kebenaranNya kepada orang yang menghendakinya, dan bertanya dengan sungguh-sungguh.

Ini harus dicatat, selain pada ayat 68 surah Al-Maidah, masih terdapat banyak lagi ayat-ayat lain yang terkandung di dalam Al-Quran, yang menarik hati saya pada waktu itu. Sebagai contohnya; Surah As-Sajdah 23 :
‘Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Quraan itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil’

Surah Al-Maidah 46:
‘Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan ‘Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa’.

Surah Al-Maidah 47:
‘Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya {419}. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik’.

Surah Al-Baqarah 62 :
‘Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin {56}, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah {57}, hari kemudian dan beramal saleh 58, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati’.

Di sana terdapat banyak lagi ayat di dalam Al-Quran yang menunjukkan bahwa Taurat dan Injil adalah jalan yang benar kepada kebenaran menurut kehendak Tuhan.Ayat Al-Quran ini memberi kesedaran kepada saya untuk meneliti Kitab Suci Injil dengan lebih mendalam lagi, karena Tuhan telah berbisik kepada jiwa saya tentang kebenaran ini.

Pada hari yang berikutnya, setelah saya meminta petunjuk pada Tuhan sewaktu sembahyang tahjud, saya merasakan satu perubahan yang jelas pada diri saya. berawal pada hari itu saya menganggap Kitab Suci Injil adalah seperti teman saya dan bukan lagi sebagai musuh. Setiap pagi saya melihat Kitab Suci Injil dengan penuh harapan dan memberi perhatian pada setiap perkataan yang saya baca, karena saya ingin tahu makna yang sebenarnya.

Dengan perkataan :

‘Dengan nama Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.

Saya membuka Kitab Suci Injil. Pada waktu itu saya bertujuan untuk membaca Ulangan 18:15. Kitab ini menarik perhatian saya karena pada waktu dahulunya saya mengunakan ayat ini untuk menyerang keimanan orang Kristen, pemimpin mereka adalah guru, Penginjil, dengan niat supaya mereka tahu dan percaya kepada Nabi Muhammad sebagai nabi yang telah diramalkan di dalam Kitab Suci Injil ini. Sebelumnya saya sudah tahu tentang ayat ini, tetapi sekarang maknanya telah berubah sama sekali bagi saya. Sebenarnya untuk memahami Kitab Suci Injil lama sangatlah sukar bagi orang yang tidak mau mempercayainya, tetapi dari segi yang lain kitab ini menjadi lebih jelas bagi orang yang mau mempercayainya dan hati mereka yang telah disentuh oleh Roh Kudus.

Ayat-ayat di dalam Ulangan 18:15 dibaca seperti berikut :
‘Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan’.

Dahulunya saya menganggap ayat ini memberi ramalan tentang nabi Muhammad.Perkataan ‘nabi itu akan seperti aku (Musa)’ menunjukkan kepada saya tentang pribadi nabi Muhammad sebagai janji nabi karena :

Musa dilahirkan mempunyai ibu dan bapa. Muhammad juga dilahirkan seperti Musa, mempunyai ibu dan bapa. Ini tidak seperti Isa Al-Masih yang dilahirkan hanya mempunyai ibu dan tanpa bapa.
Ketika Musa beranjak dewasa, dia menikah. Muhammad juga menikah, dan ini bertentangan dengan Isa yang tidak pernah menikah.
Musa mempunyai anak lelaki, dan Muhammad juga mempunyai banyak anak. Tetapi Isa tidak mempunyai keturunan karena Dia tidak pernah menikah.
Musa meninggal pada umur yang lanjut dan dikuburkan dan ini terjadi juga pada Muhammad. Tetapi Isa tidak meninggal, Dia telah diangkat ke Syurga dan tidak dikuburkan.
Dahulunya sangat jelas bagi saya tentang ayat Ulangan 18:15 yang menunjuk bahwa nabi Muhammad adalah nabi yang dijanjikan oleh Musa, dan bukannya ramalan terhadap Isa sebagai nabi seutuhnya atau sebagai Putera Tuhan, seperti kepercayaan orang Kristen.

Tetapi pada hari ini, saya membaca ayat ini secara perlahan-lahan dan berhati-hati untuk memahami makna yang sebenarnya. Saat saya sampai pada pernyataan ‘…..nabi itu akan seperti aku (Musa)’, Roh Kudus berbisik ke dalam jiwa saya yang berbunyi : ‘Jika kamu mentafsirkan persamaan di antara Muhammad dan Musa dan kedua-duanya adalah dilahirkan mempunyai ibu dan bapa, berarti mereka sama dengan manusia lain yang mempunyai ibu dan bapa. ’Sifat ini tidak boleh digunakan untuk menunjukkan kebenaran ramalan itu.

Selanjutnya jika Muhammad seperti Musa karena dia menikah, dan kedua-duanya juga sama seperti orang lain di dunia ini! Jadi ini tidak bisa dijadikan sebagai bukti untuk mengatakan bahwa Muhammad itu adalah nabi.

Jika Muhammad dianggap sama seperti Musa, karena dia mempunyai keturunan, fakta ini juga tidak bisa digunakan untuk menentukan ramalan itu karena hampir semua orang di dalam dunia ini mempunyai keturunan.

Muhammad hanya seperti Musa, meninggal dalam usia yang tua dan dikuburkan. Jika contoh ini digunakan sebagai bukti tentang ramalan itu, maka fakta ini tidak bisa digunakan sebagai bukti untuk persamaan, sebab setiap orang di dunia ini akan meninggal dan dikuburkan. Kematian dan penguburan adalah perkara biasa dan ini tidak menjadikan seseorang itu lain dari pada yang lain.

Hal ini menjadi lebih kelihatan dan jelas bagi saya bahwa ramalan Musa itu hanya menunjuk tentang Isa sebagai yang dijanjikan. Dengan alasan itu saya mencoba untuk mencari suatu perbedaan yang lain dari pada yang lain dan luar biasa persamaannya di antara Musa dan Isa. Sebenarnya saya memang menemukan beberapa persamaan yang luar biasa di antara dua manusia ini yang tidak terdapat pada orang lain.

Semasa jaman kanak-kanak, musa terancam pembunuhan oleh Fir’aun, seperti juga Isa pada masa kanak-kanaknya juga terancam untuk dibunuh oleh Herodas. Tidak semua orang yang dilahirkan menghadapi ancaman pembunuhan pada saat yang masih kanak-kanak.
Sewaktu kelahiran Musa, Fir’aun sangat marah dan mengarahkan semua budak-budak lelaki yang berusia dua tahun ke bawah harus dibunuh. Ketika Isa dilahirkan Herodas juga sangat marah dan mengarahkan agar budak lelaki di bawah umur dua tahun dibunuh. Di dalam dunia ini hanya dua peribadi ini saja yang menghadapi pengalaman ancaman pembunuhan ketika masih kanak-kanak. (edit)
Semasa jaman kanak-kanaknya, Musa dijaga oleh anak perempuan Fir’aun. Dan semasa kecil Isa dijaga oleh Yusuf yaitu bapa angkatnya. Tidak semua anak di dunia ini dipelihara oleh orang yang dipilih oleh Allah semasa jaman kanak-kanaknya ketika dia menghadapi ancaman.
Semasa jaman kanak-kanaknya juga, Musa tinggal jauh dari rumahnya di Mesir. Ini terjadi sama dengan Isa yang hidup di dalam buangan di Mesir. Tidak semua kanak-kanak semasa kecil hidup jauh dari negerinya, seperti Mesir.
Ketika Musa telah menjadi utusan Tuhan, dia menerima kuasa dari Tuhan untuk melakukan mukjizat, seperti juga Isa yang menerima kuasa sebagai Firman yang hidup, dan menerima kuasa untuk melakukan mukjizat seperti menyembuhkan orang sakit dan membangunkan orang yang telah mati.
Musa membebaskan kaumnya yang dipaksa untuk terus menjadi budak, tetapi Isa membebaskan orangnya dari cengkaman dosa dan maut.
Bukti yang istimewa ini telah mengizinkan saya untuk membuat kesimpulan bahwa ramalan yang luar biasa yang dinyatakan ini di dalam Ulangan 18:15 tidak bermaksud untuk membuktikan Muhammad sebagai nabi yang telah diberitahu terlebih dahulu, tetapi untuk menunjukkan bahwa Isa adalah jelmaan Firman Allah.

Meskipun kasih Allah itu sangat agung dan Dia telah menyadarkan saya untuk melihat dengan lebih jelas lagi ke dalam Kitab Suci Injil sebagai Firman Allah yang benar, tetapi saya masih juga belum bersedia untuk menjadi seorang Kristen. Mengapa? Karena terdapat beberapa perkara di dalam kepercayaan Kristen yang tidak dapat diterima oleh akal saya, khususnya kepercayaan terhadap Isa adalah Putera Tuhan. Semenjak kecil saya telah diajar, dan saya juga mengajar demikian, yaitu:

‘Tuhan tidak mempunyai anak dan Dia tidak diperanakkan.’

Saya juga tidak dapat menyatakan dengan jelas bahwa Isa adalah Tuhan karena saya telah diajar dan saya juga mengajar seperti:

‘TIDAK ADA TUHAN MELAINKAN ALLAH’

Saya juga bersikap anti Triniti. Ini tidak berasas kepada hakikat dan kebenaran tetapi sebaliknya dipengaruhi oleh prasangka yang tidak sepatutnya. Saya telah mengajar murid-murid saya sedemikian:

‘Kepada siapapun yang mengatakan Allah itu adalah tiga merupakan orang yang fasik’

Saya juga tidak dapat menerima kepercayaan Kristen bahwa Isa benar-benar mati di atas kayu salib. Jika ‘Isa Al-Masih’ adalah nabi, penyayang, utusan Tuhan, atau ‘Putera Allah’ sebagaimana orang Kristen memanggilNya, bagaimana dengan senangnya orang Yahudi yang telah menyiksaNya dan mengantungNya di atas kayu salib sehingga mati? Mengapa Tuhan tidak membela Dia, tetapi membiarkan Dia mati di atas kayu salib? Katakanlah saya mempunyai seorang anak lelaki yang disiksa, atau digantung di atas kayu salib, sudah pasti saya akan melawan orang yang menyiksa anak saya itu untuk menyelamatkannya walau apa pun yang akan terjadi. Bagaimana bisa Allah hilang kuasaNya terhadap orang Yahudi? Pada saat itu saya benar-benar tidak dapat menerima hakikat ini.

Dalam usaha untuk mendapatkan pertolongan untuk keterangan ini, saya mengunjungi beberapa orang guru dan juga Penginjil dan bertanya kepada mereka kenapa Isa bergelar Putera Tuhan atau Tuhan dan apa sebenarnya makna tentang Triniti Tuhan. Saya menyelidiki mengapa Isa Putera Tuhan telah dikorbankan di atas kayu salib dan disalibkan oleh orang Yahudi. Saya juga bertanya kepada mereka tentang kenyataan tentang ‘dosa warisan dari bapa kepada anak’ yang saya anggap bahwa itu adalah hukuman yang tidak adil dari Tuhan.

Semua guru yang saya tanya itu menjawab pertanyaan saya dan menerangkannya dengan mendalam, tetapi pada waktu itu saya tidak dapat menerima ulasan mereka walaupun mereka telah menerangkannya dengan jelas sekali. Ini adalah karena perbedaan latar belakang di antara saya dengan mereka, yang mana seperti teluk yang terpisah jauh di antara kami. Perbedaan di dalam agama yang tidak dikaji dengan sesungguhnya untuk mencari maksud yang sama, Pastinya kami mengkaji perbedaan di antara agama untuk mencari kenyataan yang logis berhubungan dengan ketidak fahaman. Pada masa itu saya seperti penerima radio dan guru adalah pembaca berita. Kedua-duanya mempunyai keadaan yang baik, tetapi oleh karena perbedaan gelombang yang panjang menyebabkan siarannya dan penerimaan saya jauh berbeda. Penerima tidak dapat menangkap berita yang sedang disampaikan oleh penyiar. Keterangan dari guru dan Penginjil itu hanyalah seperti masuk telinga sebelah kiri dan keluar telinga sebelah kanan. Hati saya tidak tersentuh, karena saya tidak faham cara perkataan mereka.Guru itu sendiri tidak memahami dengan jelas kedudukan latar belakang saya sewaktu itu, jadi keterangannya tidaklah menurut keperluan saya seperti yang saya harapkan. Ini bukannya berlaku karena keterangan guru itu salah, tetapi karena perbedaan cara berpikir dan penerangannya, oleh sebab itulah saya tidak dapat memahami keterangan yang lainnya. Walau bagaimanapun saya masih berharap. Saya senantiasa yakin, Tuhan akan menolong saya untuk memilih kebenaran, sudah pasti Dia akan membuka pintu hati saya dan memberi petunjuk untuk memahami semua masalah yang menjadi halangan bagi saya.

Saya senantiasa berdoa kepadaNya: ‘Tuhan , aku memohon agar Engkau menunjukkan kebenaranMu kepadaku tentang perkataan ‘Putera Tuhan’ dan nama ‘Rabbana’ untuk Isa. Aku juga memohon agar Engkau menunjukkan kepadaku makna Triniti dan rahsia dibalik penyaliban Al-Masih. Tuhan, Engkau berilah aku pengertian bahwa Kitab Suci Injil yang sebenarnya adalah dari padaMu, maka pastilah Engkau akan menerangkan dan menjelaskan yang halangiku melalui Kitab Suci Injil, yang mana FirmanMu yang benar yang tidak pernah berubah dari awal hingga sekarang dan untuk selamanya.

sesungguhnya telah banyak kali Tuhan menolong saya melalui Roh Kudusnya, yang bekerja di dalam hati saya. Saya akan menerangkan bagaimana Tuhan menolong saya untuk mengatasi halangan ini.

PERJUANGAN SAYA BERTENTANGAN DENGAN KEADAAN LINGKUNGAN SEKITAR
Meskipun saya menjadi pasti dan teguh serta yakin tentang kebenaran ini, dan bersedia untuk menerima Isa sebagai penyelamat peribadi saya, tetapi saya tidak menjadi Kristen secara rasmi, karena kaadaan lingkungan yang menjadi halangan bagi saya. Ketakutan dan kebimbangan ini senantiasa menghantui pikiran saya.

Pengalaman saya menunjukkan bahwa ada banyak orang yang tegas dengan kehendak mereka untuk menerima Isa sebagai penyelamat mereka, tetapi mereka sering terseok-seok untuk menentang pengaruh lingkungan mereka, mungkin karena mereka tidak rela ataupun takut untuk melawan ibu bapa mereka. Kadang-kadang mereka takut kalau-kalau majikan mereka memberhentikan kerja mereka karena mereka memeluk Al-Masih. Orang yang percaya juga akan berselisih faham dengan isteri mereka karena mereka ingin mengikuti Isa bersama-sama dengannya; ini juga merupakan rintangan yang menghalangi mereka ketika mengikuti Isa untuk mempengaruhi hidup dan hati mereka.

Ketakutan terhadap keadaan lingkungan telah ditunjukkan oleh peringatan Isa, ditulis dalam Matius 10:34-36. Dia mengambarkan penderitaan yang mungkin dihadapi oleh setiap orang yang mau mengikutinya :

‘Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya’.

Bagaimanapun mereka yang membuat keputusan untuk mengikuti Isa sebagai Tuhan dan membiarkan Isa memenuhi hati mereka, segala kebimbangan tidak akan berkepanjangan. Setiap kebimbangan akan dapat diatasi dengan pertolongan dari Tuhan. Saya sendiri mempunyai pengalaman dalam menghadapi tekanan dari lingkunan. Tetapi Tuhan selalu membuka jalan untuk keluar darinya.

Dari 1961 hingga 1964, saya masih melakukan dua tanggungjawab agama. Saya sembahyang mengikut cara Islam dan pergi ke masjid pada setiap hari Jumaat. Saya juga pergi ke gereja pada setiap hari minggu dan pada hari sabtu saya pergi sembahyang di Gereja Adventis. Tetapi di luar kenyakinan saya, saya tidak pergi ke gereja. Ini adalah karena untuk saya belajar tentang kebenaran. Saya juga sering membaca buku-buku dari orang bukan Kristen yang mengatakan bahwa orang di dalam gereja menyembah berhala, seperti patung dan gambar. Oleh sebab itu saya pergi mengunjungi setiap gereja di sekitar Jakarta secara bergiliran, pada hari minggu. Saya juga mengunjungi lebih dari satu gereja pada hari minggu, untuk mencari adanya penyembahan patung atau tidak.

Akhirnya, saya mendapat kesimpulan dan terbukti bahwa kesangsian saya selama ini sudah terjawab. Setiap gereja yang saya kunjungi tidak terdapat berhala atau gambar yang untuk disembah.

Semenjak 1964, jiwa saya sebenarnya sudah dipenuhi dengan Roh Tuhan, Roh Kudus, atau semangat kebenaran. Berawal pada hari itu saya mengambil keputusan untuk menerima Isa sebagai penyelamat peribadi saya sepenuh hati saya. Tetapi saya masih lemah. Saya tidak berani untuk menyatakan kenyakinan saya secara terbuka. Saya masih menyimpan keKristenan saya secara rahsia. Saya mengunjungi gereja Kristen di Kwitang Indonesia untuk pertama kali saya bertanya tentang pembaptisan secara rahsia, saya tidak mau hal ini diketahui oleh famili ataupun isteri saya. Saya tidak tahu siapa yang menjaga gereja itu, tetapi permintaan saya ditolak, tidak boleh dibaptiskan secara rahsia.

Beberapa minggu kemudian, dengan hasrat yang sama yang seringkali berputar-putar di dalam pikiran saya, saya pergi untuk bertemu dengan Rev.J.Sapulete, dekat gereja Bethel di Jatinegara. Dia bersedia untuk membaptis saya, tetapi dengan satu syarat bahwa saya harus membawa dua atau tiga tetanga Kristen, yang bisa membimbing pertumbuhan keimanan saya supaya saya dapat hidup secara Kristen. Saya tidak dapat menerima syarat ini, saya masih lagi tidak mau mengumumkannya di khalayak ramai bahwa saya seorang Kristen. Ini bersumber dari pengaruh lingkungan, terutama keluarga saya. Saya merasa risau jika mereka akan menentang dan menganiaya sanak keluarga saya. Saya juga takut untuk menanyakan pada isteri saya agar mengikuti saya pergi ke gereja. Saya takut jika isteri saya akan menuntut saya ke Kantor Urusan Agama untuk bercerai. Saya sangat takut untuk berhadapan dengan proses perceraian. Sebab itu saya mau menerima Isa secara rahsia. Tetapi jiwa saya tidak setuju, saya tidak ada keraguan apapun tentang penerimaan Isa.

Oleh itu saya tidak lagi melakukan dua tanggungjawab keagamaan. Saya hanya pergi ke gereja. Tetapi ketakutan masih juga berkalanjutan dan kebimbangan mengenai reaksi keluarga saya. Saya tidak tahu bagaimana untuk mengatasinya. Saya tidak jumpai siapapun untuk meminta nasehat bagi masalah saya ini. Pada masa itu saya rasakan bahwa perjuangan saya betul-betul sedang diuji.

Walau bagaimanapun Tuhan memberi waktu untuk membantu mengatasi masalah saya ini. Dahulunya saya menggangap jika saya berbicara dengan isteri saya tentang hal ini dan keluar Islam dan seterusnya memeluk Kristen akan menyebabkan masalah kepada kami. Tetapi Tuhan sangat baik hati, membuka pintu kebenarannya kepada isteri saya sendiri. Dia merasa aman melalui cahaya dan kecantikan pohon Natal yang mana pada saat itu bercahaya dengan terang di kebanyakkan rumah orang Kristen. Hal ini menjadi tanda kepadanya bagaimana indahnya kehidupan di dalam keluarga Kristen. Dia merasa nyaman dengan lagu-lagu Kristen dan hangat serta bercahaya dengan semangat Natal.

Untuk menjelaskan perasaannya, dia dan seorang anak perempuan saya datang kepada saya, untuk memberitahu saya tentang keinginan yang kuat untuk menjadi seorang Kristen. Ini adalah peluang yang sedang saya nanti-nantikan! Pada hari berikutnya setelah Natal, saya berjumpa dengan Rev.J.Sapulete untuk kali kedua, bertanya kepadanya bahwa saya dan keluarga saya mau dibaptiskan dan menerima Isa sebagai Tuhan kami. Permintaan saya diperkenankan dengan segera dan kami -yakni saya, isteri saya dan tujuh orang anak kami telah dibaptiskan pada 26 Des 1969 oleh Rev.J.Sapulete, di gereja Bethel Jemaat GPIB. Satu minggu kemudian anak lelaki saya juga mengikuti kami. Dia juga sering pergi ke gereja secara rahsia, karena dia takut saya mendapat tahu. Saya sendiri pergi ke gereja secara rahsia juga, sebab saya takut isteri-isteri sanak keluarga saya telah menjadi pengikut-pengikut ‘Isa dan kerena itu mempengaruhi hati kami.

Anugerah Berkat Tuhan yang Berkelimpahan

Setelah saya dan keluarga saya dibaptiskan pada 26 Disember 1969, sukacita dan kegembiraan seluruh isi rumah saya telah berubah. Kami menerima terlalu banyak berkat-berkat Tuhan yang dicurahkan dalam hidup kami.

Paulus berkata : ‘Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang’. (2 Kor 5:17)

Apabila seseorang menerima Al-Masih ‘Isa sebagai penyelamatnya, Tuhan akan mengubah kehidupannya. Bayangan Kristus akan menjadi naungannya. Al-kitab berkata: ‘Tuhan mencipta manusia berdasarkan gambarnya’(Kej 1:27). Kehidupan baru ini akan dimulai dengan sukacita yang baru, kasih dan keinginan yang berbeda. Apa yang dahulunya dia kasihi, kini dia benci, dan apa yang dahulunya dia benci, kini berubah menjadi dikasihi. Kehidupannya telah berubah. Perubahan ini sangat mencolok, dan dapat dilihat oleh orang di sekelilingnya. Jalan kehidupannya akan berubah, dan perubahan ini akan dibawa dalam setiap perkataan yang dia ucapkan. Betapa hebatnya!

Saya mempunyai pengalaman dalam perubahan ini dan mereka dapat rasakan dalam kehidupan kami sekeluarga. Jiwa pemarah sudah lenyap dan berubah menjadi kasih. Dalam kehidupan kerohanian, kami merasa aman dan gembira. Kami tidak merasa ragu-ragu dan jiwa kami terjamin dan penuh dengan sukacita.Bahkan di dalam kehidupan seharian, kami mendapat berkat yang berkelimpahan. Ini adalah pengalaman yang membuktikan kebenaran janji Tuhan bahwa telah digenapi oleh ‘Isa Al-Masih, utusanNya.

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: ‘Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup’. (Yoh 7:37-38)

‘Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan’.(Yoh 10:10b)

Perubahan di dalam kehidupan isi rumah kami sangat mencolok dan terjadi dengan pantas di mana kami menjadi ejekan. Tetangga, kerabat dan sanak saudara berpendapat bahwa kami telah menerima bantuan dari gereja sebagai balasan karena menjadi Kristen. Orang banyak mengutuk kami dengan berkata: ’Jika kamu ingin menjadi kaya dengan cepat, ikutlah cara en.Ambrie dan menjadi Kristen dan kamu akan mendapat berjuta-juta rupiah dari gereja’.

Mereka menyangka bahwa kehidupan kami diberkati melalui pemberian dari gereja sebagai sogokan karena menjadi Kristen. Tidak, bukan karena itu! Kami tidak menerima bantuan apapun dari gereja atau dari siapapun sebagai balasan karena kami menerima Kristus. Kami tidak menerima duit, harta benda atau janji peluang pekerjaan walau hanya satu senpun. Sesungguhnya berkatan kehidupan kami pada saat itu hanyalah melalui kemurahan hati Tuhan. Ini adalah janji Tuhan bahwa semua orang yang mempercayainya akan memperolehi berkat yang berkelimpahan.

Tahun-tahun yang tidak aktif

Saya menjadi Kristen yang tidak aktif berawal pada tahun 1970-1972. Saya sibuk mengendalikan urusan dagang saya dan membantu keluarga saya. Saya hanya pergi ke gereja pada hari Ahad dan membaca Al-kitab bila saya ada waktu. Tuhan menyalahkan saya karena bersikap demikian. Saya merasa sangat jelas ketika pada waktu itu Tuhan memberi peringatan kepada saya: ‘Jika kamu mau menjadi Kristen, tidaklah cukup hanya dengan bersikap pasif. KeKeristenan tidak akan berkembang jika kamu hanya duduk saja. Bersukacitalah dengan berkat Tuhan yang melimpahi hidup kamu. Sebagai orang Kristen yaitu pengikut Kristus, kamu harus bangun dan memberikan kesaksian kamu dengan jelas mengenai Al-kitab sebagaimana Kristus telah memerintahkannya di dalam Matius 28:19-20

Bagaimana saya hendak memulai dalam memberikan kesaksian secara terbuka dan memberitahu tentang Al-kitab dengan cara paling mudah difahami? Memang saya ingin melakukannya, tetapi saya tidak tahu bagaimana cara hendak memulainya.Untuk hal ini Tuhan telah membuka jalannya, dan ini adalah jalan yang bagaimana Tuhan tunjukkan;

Suatu hari teman baik saya datang dari Banjarmasin untuk menghabiskan waktu malamnya bersama kami. Dia adalah teman yang sebenarnya mengikut arti perkataan. Dia tetap berdiri bersama dengan saya dalam kaadaan susah ataupun senang. Ketika penangkapan dilakukan oleh serdadu-serdadu Belanda, kami selalu berjumpa antara satu sama lain di dalam penjara ataupun di dalam kemah tahanan.

Kami menyambutnya seperti biasa, di dalam rumah kami tidak terdapat tanda mencolok yang menunjukkan bahwa kami telah memeluk agama Kristen. Ketika dia mengucapkan ‘Assalamualaikum’, dan kami menjawab ‘waalaikumussalam’. Teman baik saya ini telah mendengar dari tetangga-tetangga bahwa saya telah memeluk Kristen. Dia menerangkan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi, dan telah menyakinkan kepada tetangga saya tentang ini. Dia memberitahu mereka,’ Sudah lama saya kenal teman saya Hamran Ambrie, bukan saja di Jakarta bahkan di Banjarmasin juga. Dia bukanlah seperti kebanyakan Muslim yang lain, dia sangat fanatik tentang keimanannya. Di dalam wilayah dia dikenal sebagai pejuang tentera Muslim, dia adalah seorang anti-Kristen, seorang dari pemimpim Muhammadiyah, jurnalistik Muslim dan guru Islam yang terkenal di kota dan di timur Kalimantan. Lebih-lebih lagi di kongres Islam di seluruh Kalimantan dalam Amuntai 1947, Hamran Ambrie adalah merupakan salah seorang pendirinya. Di dalam militer Indonesia, dia menjadi ketua guru-guru Muslim dalam pasukan tentara di Banjarmasin. Jadi saya yakin bahwa Hamran Ambrie tidak begitu mudah untuk mengubah agama Islamnya pada agama Kristen.’

Tetapi tetangga saya telah menyakinkan dia bahwa untuk beberapa tahun ini, orang di dalam kampung saya telah biasa melihat saya pergi ke gereja lazimnya dan menyiapkan pohon Natal pada hari Natal. Mereka memberitahu dia supaya bertanya kepada saya secara terus terang untuk mendapatkan kepastian selanjutnya.

Jadi dengan segera dia datang ke rumah saya untuk berkunjung, dan langsung bertanya kepada saya mengenai kabar yang mengatakan saya menjadi Kristen itu benar atau tidak? Saya menjawab pertanyaan itu tanpa sedikitpun keraguan: ‘Ya, itu adalah benar dan saya serta seluruh keluarga saya telah dibaptiskan’.

Mendengar jawaban saya dia menangis terisak-isak. Dia meminta maaf karena dia sangat menyesal datang ke tempat itu. Tetapi dia tidak berbuat apa-apa dan berdiri keheranan untuk beberapa saat. Setelah dia kembali ke Banjarmasin, dia memberitahu orang lain, khususnya teman baik saya tentang pemelukan agama saya kepada Kristen.

Berita tentang kejadian ini telah dimasukkan di dalam surat kabar harian UTAMA yang diterbitkan di Banjarmasin oleh teman baik saya yang lain, yang merupakan seorang jurnalis Muslim.Dalam tajuk utama H.Arsyad Maran menulis :

PELOPOR TERKENAL GERAKAN MENJADI KRISTEN
Pelopor terkenal Muhammadiyah jaman 30-an, dia juga merupakan salah seorang ketua editor JIHAD. Js Antemas menulis diantaranya:

PERTUKARAN AGAMA PELOPOR MUHAMMADIYAH PADA KRISTEN
Satu berita yang mengemparkan!
Pemberita IAIN Arthum Artha berharap: ’kami harap berita ini tidak benar, kepercayaan Hamran Ambrie, pelopor kemerdekaan masih dipertanyakan’.

Orang Muslim di Banjarmasin juga memberi sambutan yang kurang menyenangkan terhadap berita ini : ’Masalah ekonomi baru-baru ini telah membuat seseorang beralih agama’. Nama orang muslim ini tidak dinyatakan.

Bahkan Universitas IAIN Antasari juga memberi respon terhadap berita perubahan agama saya ini. Sementara itu pengurus PMW (Muhammadiyah) di Banjarmasin mencoba untuk menyangkal bahwa saya adalah pelopor Muhammadiyah, namun memberitahu bahwa saya hanya sebagai pejuang Islam.

Semua berita tentang keKristenan saya yang telah diterbitkan di dalam surat kabar bertujuan untuk membuat saya merasa malu, dan di balik itu mereka mengharap agar saya kembali kepada Islam. Tetapi kehendak mereka berbeda dengan kehendak Tuhan. Allah mengunakan mereka sebagai satu cara untuk membangun iman saya supaya menjadi seorang pengikut ‘Isa yang kuat imannya dan memberi kesaksian tentang hakikat ‘Isa Al-Masih adalah Tuhan.

Hampir dua bulan peristiwa ‘pertukaran saya menjadi Kristen’ menjadi tajuk perbincangan umum dan tajuk utama di dalam surat kabar Harian UTAMA di Banjarmasin. Saya mendapat berita bahwa pertumpahan darah juga hampir terjadi. Sesetengah dari teman saya menganggap bahwa berita ini adalah suatu fitnah dan bersedia untuk menyerang para penulis. Untunglah dengan segera saya menulis ‘surat terbuka’ -pernyataan saya sendiri mengenai pengakuan tersebut – kepada surat kabar harian UTAMA di Banjarmasin, yang diterbitkan seperti di bawah :

SURAT TERBUKA
Untuk Pembaca harian UTAMA

Assalamualaikum
kepada Tuan :



Saya dengan ini memberitahu bahwa berita itu benar adanya dan saya sekarang menjadi pengikut agama Kristen Protestant dan saya telah beralih semenjak 1964.

Berita di dalam surat kabar itu sangat menarik karena ini mengambarkan saya sebagai pelopor Islam atau pejuang kepada kebebasan.

Saya berterima kasih kepada semua respon dan penghargaan itu, yang mana teman saya telah menunjukkannya kepada saya. Walaupun hingga saat ini, saya tidak pernah merasa dan tidak pernah mengumunkan diri saya sebagai pelopor Islam ataupun pejuang kebebasan. Jika waktu yang lalu saya melibatkan diri dalam perjuangan sebagai penulis oleh teman saya, Ini tidak lebih daripada tanggungjawab seorang anak terhadap ibu pertiwinya. Dengan itu saya menjadi pengikut dan tidak bertanya akan gelar apapun pada jabatan tersebut, apakah itu sebagai veteran maupun sebagai penggagas kemerdekaan. Saya hanyalah melakukan tanggungjawab saya saja.

Terima kasih kepada semua teman saya, khususnya H.Arsyad Maran (saya tidak menerima surat anda), JS.Antenas dan Arthum Artha dan penulis yang menulis surat kepada saya sebagai satu kewajiban. Tidak ada apapun pada surat anda yang dapat saya sangkal atau memberi respon yang bertentangan melainkan pembenaran. Saya tidak pernah meminta bentuk gelar apapun sebagai tanda bagi penggagas kemerdekaan.

Kepada Arthum Artha, saya ada mengantarkan ‘nota keimanan’ yang menjadi asas kepada saya dalam ketaatan saya kepada agama Kristen Protestant.

Apa pun yang terjadi teman tetap teman dan hubungan persahabatan yang baik tidak boleh diputuskan.

Terima kasih kepada kamu semua karena mengambil perhatian tentang hal ini.

Yang Benar,
Hamran Ambrie



6 Mei 1972, Jakarta.

DIMULAINYA MEMBERIKAN KESAKSIAN DALAM KEHIDUPAN KRISTEN SECARA AKTIF
Setelah penerbitan ‘surat terbuka’ di atas, banyak surat yang diterima dari teman-teman saya di Banjarmasin dan Hulu Sungai, semuanya dalam nada penyesalan, disertai dengan nasehat dan peringatan daripada ayat Al-Quran. Juga terdapat surat yang menanyakan tentang peristiwa-peristiwa susulan yang telah membimbing saya sehingga saya memeluk Al-Masih ‘Isa serta InjilNya.

Ini adalah permulaan bagi saya untuk bangun dan memberi kesaksian saya dengan jelas. Pertama saya membalas setiap surat secara peribadi dengan mesin ketik. Setiap surat disertai dengan keterangan yaitu -’nota keimanan’. Hal ini menjadi lebih serius, jadi saya menerbitkan satu tulisan tentang ‘TUHAN ALLAH, AL-MASIH ‘ISA DAN ROH KUDUS’ yang telah dicetak. Edisi selanjutnya yang telah diterbitkan adalah tentang ‘KRISTOLOGI DAN AJARAN KEESAAN TUHAN’, yang telah disempurnakan pada tahun 1973. Dampaknya banyak surat dalam bentuk pertanyaan dan simpati diterima, dan terdapat juga surat di dalam bentuk perbincangan dalam mencari kebenaran.

Lebih-lebih lagi terdapat beberapa majalah Islam yang telah diterbitkan di Jawa yang menyerang kepercayaan saya. Oleh karena rencana itu, banyak lagi surat yang telah dikirimkan kepada saya. Surat-surat yang saya terima datang dari seluruh pelosok di Indonesia termasuk Banjarmasin dan dari kawasan Islam di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan juga dari Sumatera yakni Palembang, Medan, Padang, Acheh, bahkan juga dari negara luar – Arab dan Malaysia.

Ini adalah petunjuk dari Tuhan bahwa saya harus berdiri teguh dan memberi kesaksian bagaimana awalnya hidup baru saya.

Hubungan ini berlanjutan lebih dari enam bulan. Pelbagai masalah tentang Kristen telah dibicarakan. Beberapa pertanyaan dan juga jawaban, saya telah menyusunnya di dalam buku dan menerbitkannya sebagai dokumentari kebenaran :

1. Perbincangan dengan H.M. Yoesoef Sou’yb, penulis Muslim dari Medan (Penolong kepada
Editor Majalah Kiblat di Jakarta)

2. Perbincangan dengan Samudi, (Guru agama Islam di Salatiga)

3. Perbincangan dengan Imam Musa Projosiswoyo, (editor Majalah studi Islam
di Jakarta)

4. Perbincangan dengan Wahyono Hadi (Darul Kutubil Islamiyah Jakarta)

5. Perbincangan dengan Ali Ya’kub Matondang, (Pelajar Islam di Cairo,Arab)

6. Perbincangan dengan A.Hasan Tao, (Penceramah Jemaat Islam Ahmadiyah Indonesia di
Denpasar Bali)

7. Perbincangan dengan Ezif Fahmi dan lain-lain (Kumpulan Pelajar Islam di Surabaya)

8. Perbincangan dengan M.A.Fadly, (Ketua Masjid Agung, Masjid tengah, Cimahi-Bandung)

Hingga pada tahun 1979, saya membalas hampir ribuan surat kepada saudara-saudara yang berketurunan Muslim yang datang dari semua bagian dan seluruh pelosok Republik Indonesia. Setiap hari kedatangan surat ini telah mengasah saya. Mereka menunjukkan bahwa penulis memandang ke arah kebenaran, dan mereka merasa berpuashati setelah saya memberi keterangan kepada mereka. Puji Tuhan Alhamdullillah! Bahkan terdapat sebagian daripada mereka yang datang mengunjungi saya secara peribadi.

Saya lihat betapa banyaknya perhatian yang telah diberikan terhadap ‘pertukaran saya’ dan untuk mencari kebenaran, untuk itu saya mengatur waktu khusus untuk pengunjung-pengunjung guna perundingan tentang kepercayaan dan kebenaran Nasrani Kristen, yaitu setiap hari Selasa, Khamis dan Sabtu, yang mulai dari pagi hingga ke petang.

Puji Tuhan untuk semua ini, Dia mengunakan saya sebagai jalan perantara dan alat-Nya untuk menerangkan kebenaran di dalam Al-Kitab dan Injil bahwa ‘Isa Al-Masih itu adalah Tuhan, khususnya untuk saudara-saudara Muslim saya, dengan harapan bahwa mereka akan memahami Al-Masih ‘Isa dan InjilNya denngan benar.

Diluar jawaban dan pertanyaan serta penyangkalan ini, saya merasa bahwa ketidak-fahaman dan banyak salah tafsir terhadap Al-Kitab, Kitab Suci Injil dan Al-Masih ‘Isa yang dari Tuhan akan segera dapat dibenarkan dengan penjelasan yang terang dan berwibawa.

BERAWALNYA PELAYANAN DI LUAR
Semenjak 1973 hingga Februari 1978, saya memberi kesaksian saya hanya di atas meja saya saja, dengan membalas surat-surat yang menanyakan tentang keKristenan. Saya menerbitkan jawaban untuk surat-surat ini sebagai dokumentari kebenaran.

Tetapi di dalam bulan Februari 1978 saya berdoa: ’Oh Tuhan, tolong berikan pergerakkan-Mu dalam bidang yang baru, karena bidang saya ini yang cuma berbincang melalui surat seperti sudah hampir kekeringan’. Berdoa untuk ini, saya selanjutnya mendapat jawaban di dalam hati saya bahwa keesokan harinya saya harus keluar dari rumah saya, dan dari sana saya akan mencari bidang baru.

Pada awal pagi keesokan harinya, saya keluar dari rumah saya tanpa mengetahui jalan mana yang harus saya ambil. Saat saya sampai di jalan utama, saya berdoa kepada Tuhan agar Dia menunjukkan arah jalan mana yang patut saya ambil. Jiwa saya memberitahu saya bahwa saya harus pergi ke utara. Oleh karena saya tidak tahu arah sebenarnya, saya cuma berjalan keluar. Saya tidak mengunakan kendaraan apapun, mobil ataupun bis. Ketika saya sampai di depan kantor Institut Al-Kitab di Indonesia, Tuhan memberitahu saya agar saya masuk ke kantor itu. Saya merasa ragu-ragu karena saya tidak kenal siapapun. Disana ada Rev.B.Probowinito, tetapi dia sudah pindah ke Salatiga. Saat ini jika saya masuk ke kantor itu, dengan siapa saya harus berbicara, dan apa yang harus saya katakan? Tetapi jiwa saya mendesak saya supaya saya masuk ke dalam kantor itu, lalu saya masuk ke dalam kantor itu.

Salah seorang teman melihat saya masuk ke kantor itu dan mengenali saya, dan tiba-tiba dia memanggil saya: ’En.Ambrie, Puji Tuhan, petunjuk apa! Setiap orang ingin berjumpa dengan kamu’. Dengan segera kami membuka obrolan kami. Kemudian saya berjumpa dengan Rev.M.K.Tjakraatmadja, yang telah mendengar tentang saya dan ingin berjumpa dengan saya. Saya telah diberkati dengan pertukaran ini. Mereka ingin mendukung kerja-kerja penulisan saya.

Saya kagum jika ini adalah cara/bidang baru tetapi mengambil keputusan bahwa ini adalah bukan. Saya ingin pulang ke rumah tetapi jiwa saya mendesak saya supaya meneruskan perjalanan saya ke utara. Saya berjalan hingga saya berdiri di depan kantor Krsangat V. Jiwa saya memberitahu agar saya masuk dan berjumpa dengan Rev.Dr.Ais M.O.Pormes.Saya kagum bagaimana mungkin saya bisa berbicara dengan Rev.Pormes, sedangkan saya tidak kenal dia dengan baik dan saya tidak termasuk dalam organisasinya. Kami pernah bertemu sebelum ini, tetapi sudah tiga tahun yang lalu. Tetapi Roh Kudus berbisik dihati saya, saya terus masuk ke dalam Krsangat V. Sebelum saya masuk ke kantor itu, saya masih juga da;am keraguan. Sebelumnya, Rumah ini penuh dengan hamba Tuhan, tetapi sekarang agak sepi. Barangkali Rev.Pormes sudah pindah. Bagaimana pun Rev.Pormes melihat saya, dia datang ke depan pintu untuk menjemput saya, dan berkata:’Wahai En.Ambrie! Sebenarnya semenjak kemarin, saya banyak berpikir tentang kamu dan ingin berjumpa dengan kamu di sana karena saya ada sesuatu untuk dibicarakan dengan kamu. Saya mengharapkan kamu, mungkin kita bisa bekerjasama satu sama lain’. Saya hampir terkejut! Bagaimana bisa Rev.Pormes mengingat saya? Kami tidak pernah berkenalan secara mendalam sebelumnya. Tetapi saya teringat doa saya pada hari yang lalu. Mungkin Roh Tuhan yang memimpin diri saya untuk masuk ke bidang baru di sini.

Dalam pembicaraan itu terdapat beberapa perkara yang menyegarkan hati saya dan perasaan saya.Rev.Ais Pormes mengharap saya agar saya bekerja bersama dengannya di dalam melayani Tuhan. Juga dia memperhatikan tentang kesehatan saya yang mana pada waktu itu tidak seberapa baik.

Akhirnya Rev.Pormes memberitahu saya untuk mengambil suratnya yang datang dari M.K.Sinaga, ketua BumiAsih di Jalan 4, Solo. Saya melihat surat itu dan memegangnya. Dari rumah K.M.Sinaga, saya meminta untuk pergi ke Hotel Indonesia pada hari Jumaat, dan dia berkata bahwa beberapa guru di sana ingin berjumpa dan berkenalan dengan saya.

Pada pagi Jumaat, 24 Feb 1978, saya pergi ke Hotel Indonesia, untuk pertemuan persekutuan doa yang diadakan oleh pengusaha Kristen di Jakarta, yang dikenal dengan nama ‘C.B.M.C’

Saya seolah olah sudah diperkenalkan kepada mereka dan mereka telah mengetahui nama saya sebelum ini dan mereka ingin berjumpa dengan saya secara peribadi pada hari itu. Bermula pada hari itu saya dijemput untuk kebaktian dalam beberapa persekutuan di rumah, yang mana telah mendorong saya untuk bekerjasama dengan pelayanan gereja. Saya telah memberikan kesaksian saya pada semua gereja di sekitar Jakarta dan Bandung. Hingga ini sekarang saya membuat pelayanan di luar Jakarta juga, mengunjungi selatan Kalimantan, (Banjarmasin, Amuntai), dan Kalimantan tengah, (Palangkaraya), Jawa Timur,(Surabaya dan Malang), Bandung dan lain-lainnya.

Ini merupakan jalan dan bidang baru bagi saya. Saya meneruskan pelayanan saya dengan penuh kepercayaan, mengkabarkan utusan Kitab Suci Injil Al-Masih melalui pelbagai macam persekutuan dan kesaksian yang berbeda.

Walaupun sekarang saya telah mendapat bidang baru dalam bentuk pelayanan di luar rumah saya, pembicaraan melalui surat tidak pernah berhenti bahkan semakin bertambah.Puji Tuhan! Semua surat itu telah memberkati saya dan saya dapat menjawab pelbagai jenis pertanyaan dengan sangat berhasil!

TUHAN MEMPERLUAS PELAYANAN SAYA
Pada 13 Mei 1979, dengan jemputan para penulis, saya diminta untuk menyampaikan ceramah di Masjid Darussalam, Jln Batanghari, Jakarta, Di hadapan perkumpulan pemuda-pemuda Muslim yang terlibat dengan Lembaga Pengajian Islam Al-Furqan. Thema pembicaraannya ialah : ‘Isa Al-Masih adalah Tuhan’. Ketua perdebatan itu adalah Drs. Abunyamin Roham dan Sany Ardi. Para hadirin yang menghadiri dialog tersebut sekitar 100 orang, yang terdiri dari pelajar dan juga guru-guru Islam. Hanya saya sendirian yang datang untuk memberikan jawaban. Dialog ini berakhir dengan keadaan yang baik. Diaolog persahabatan ini diakhiri dengan berjabat tangan.

Pada 22 Juli 1979, ceramah ini disambung antara saya dengan beberapa pemimpim Islam dari majlis Ulama (Muslem Theologian Counsil). Thema pembicarannya adalah ‘Kekuasaan Tuhan-satu dalam Triniti?’. Terdiri dari 10 orang yang mengikuti perdebatan itu, diantaranya adalah Professor Dr. H.M. Rasyidi, Drs. Bunyamin Rohan, Dr. Tagor dan Dr. Asmuni. Moderatornya adalah Dr. Marmansyah Rahman. Yang turut menghadiri sekitar 150 orang yang terdiri dari pemimpin-pemimpin dan guru-guru Islam, dan juga para cendikiawan.

Dua bulan setelah 15 Agustus, saya pergi mengunjungi beberapa tempat di luar kawasan Jakarta, di Barat dan juga Timur Jawa. Pada 1 September, saya berkesempatan memimpin pelayanan Injili dan Kitabiah serta berkunjung ke Menado, Unjung Pandang, Tanah Toraja, Palopo, Balikpapan, Banjarmasin dan juga Kapuas, sambil memberikan kesaksian saya.

PENUTUP
Penyelamatan sangatlah penting untuk setiap orang. Penyelamatan untuk diri sendiri, penyelamatan untuk keluarga, keselamatan harta benda dan berbagai jenis keselamatan yang lainnya. Semuanya ini telah menjadi sasaran utama di dalam kesejahteraan kehidupan.

Seseorang yang beragama, penyelamatan adalah tidak terbatas hanya pada kehidupan duniawi saja, ini meliputi juga keselamatan Rohnya dari pengaruh dosa kepada kebebasan. Penyelamatan Rohnya berhubungan erat dengan hakikat kasih-sayang, yang mana merupakan dasar kehidupan Syurgawi.

Katakan Adam dan Hawa tidak terjerumus ke dalam lembah dosa, manusia masih mempunyai kehidupan yang kekal. Tetapi oleh karena akibat-akibat dosa yang menyusul dari Adam dan Hawa, yang telah melanggar larangan Tuhan, maka manusia Adam dan Hawa telah tersisih dari peluang mereka untuk kehidupan kekal dan terjerumus ke dalam lembah yang mengakibatkan terpisahnya dari kesejahteraan ilahi. Batas akhir untuk keadaan ini adalah kematian dan maut

‘Isa Al-Masih pernah bersabda :
‘Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan’. (Yoh 10:10b)

‘Ajarkan mereka mentaati semua yang sudah Kuperintahkan kepadamu. Dan ingatlah Aku akan selalu menyertai kalian sampai akhir zaman’. (Mat 28:20)

Malaikat memberitahu pengikut Al-Masih ‘Isa:

dan berkata kepada mereka: ‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga’. (Kis 1:11)

Dalam satu perkara Al-Masih ‘Isa sendiri berkata:

‘Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya’. (Luk 21:27)

Kedatangan kedua ‘Isa Al-Masih bukan saja diberitahukan di dalam Al-Kitab, malah kebenaran ini didukung dan dipercayai juga oleh kaum Muslim sebagaimana yang kita baca di dalam Hadith Sahih Muslim, di dalam rujukan 127, terdapat kenyataan tentang kedatangan Al-Masih ‘Isa sebagai Hakim yang adil dan benar.

Terdapat 4 janji yang akan menyusul bagi anak-anak Tuhan:

Kehidupan kekal di Syurga dan kehidupan yang lebih mulia dari pada Adam dan Hawa yang merupakan ciptaan asalNya. Dalam usaha untuk mendapatkan kehidupan yang kekal dan keselamatan di Syurga, manusia harus percaya kepada ‘Isa Al-Masih dan menjadi pengikut yang taat serta dibaptiskan.
Kehidupan sepenuhnya, Roh, fisik seperti keperluan material, diperoleh dalam bentuk anugerah kerahmat dari Syurga.
Pengikut Al-Masih ‘Isa tidak akan kekurangan sesuatupun tetapi akan senantiasa penuhi dengan berkelimpahan.
Roh Allah atau Roh Kudus akan senantiasa kekalan dalam setiap orang yang mengaku Kristus, dan menjadi pengikut setiaNya, selama-lamanya hingga ke Hari Kiamat.
Oleh sebab itulah yang mendorong saya untuk menghimbau kepada Anda, Para pembaca yang dikasihi :

Buatlah keputusan anda sekarang! Ambil keputusan untuk menerima janjiNya dan bersedia untuk diselamatkan. Terimalah Rohul-Kudus ‘Isa Al-Masih di dalam hati anda dengan iman, jadilah kehidupan baru, anda akan senantiasa terjamin dan damai sejahtera di dalamNya. Jadi kita boleh hidup bersama-sama dengan Tuhan untuk selama-lamanya.

Jangan lepaskan peluang ini. Jangan tunggu hingga esok. Lakukan apa yang patut anda lakukan hari ini. Esok mungkin sudah terlambat. Pintu bertaubat mungkin akan ditutup dan anda akan hidup dalam penyesalan dan menanggung penderitaan untuk selama-lamanya. Datang dengan hati yang benar, dan terimalah ‘Isa Al-Masih sebagai Rabbi anda dan Penyelamat pribadi anda supaya anda boleh memasuki pintu keselamatan di Syurga untuk selama-lamanya.


Pesan admin :

Janganlah ragu untuk menerima anugerah keselamatan kekal, jangan terperdaya oleh tipu muslihat iblis dan menipu diri sendiri bahwa anda sanggup menghapuskan dosa anda dengan usaha anda sendiri. Ingatlah bahwa iblis itu jahat dan licik, ia tidak ingin anda dilepaskan dari dosa, ia akan berusaha agar anda terus menerus diperbudak dosa dan akhirnya binasa bersamanya dalam api kekal neraka.


Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! (Yakobus 4 : 6-7)

“ KISSA AHMAD KHALID (ANTHONY TARASCA)”- “ Penulis Situs Anti-Kristen”

“ KISSA AHMAD KHALID (ANTHONY TARASCA)”- “ Penulis Situs Anti-Kristen”
(KESAKSIAN ISLAM MASUK KRISTEN)
Penulis Situs Anti-Kristen: 
www.answering-christianity.com

“KEMBALI KE PANGKUAN KRISTUS”

PENDAHULUAN

Saudara-saudara dalam Yesus Kristus, aku ingin menyampaikan kepada kalian semua perjalanan spiritual yang telah kualami, yang dahulu membuatku meninggalkan Anugrah Keselamatan dari Tuhan kita Yesus Kristus ke dunia kebingungan ritual agama islam. Bukan tujuanku untuk menyinggung perasaan para Muslim, tapi aku merasa perlu menyampaikan hal ini untuk menyebarkan kebenaran akan Tuhan Yesus dengan harapan menyadarkan umat Kristen yang bingung untuk tidak melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan dulu dengan beralih memeluk islam dan juga untuk menerangkan kepada semua Muslim mengapa aku kembali ke tangan penuh kasih Tuhan dan Juru Selamatku Yesus Kristus. Aku berdoa agar kalian membaca kata-kataku ini dengan hati dan pikiran terbuka.

LAHIR SEBAGAI ORANG KATOLIK ROMA

Aku memeluk agama Kristen sejak usia muda. Ibuku dari dulu sampai saat ini merupakan penganut Katolik Roma yang taat. Di luar masalah setuju atau tidak dengan theologi Katolik, aku mengagumi imannya. Iman ini yang membuatku belajar di sekolah Katolik sewaktu masih anak-anak, dan juga menjadi pembantu pengurus altar di kebaktian Misa hari Minggu. Setelah aku dewasa, aku mulai melayani sebagai Usher dan bercita-cita jadi pastor Katolik Roma. Aku ingin mengabdi pada Tuhan dengan segala kemampuan yang kumiliki. Pada tahun-tahun belajar agama ini, aku mulai mempertanyakan apa sih yang kuikuti sebagai seorang Katolik karena melihat banyaknya dogma dan tradisi yang tidak tercantum dalam Alkitab.

Aku mulai merasa bahwa gereja Katolik merasa diri mereka sendirilah yang punya hak untuk mengartikan Alkitab sesuai anggapan mereka. Aku tidak mengerti bagaimana seseorang dapat mempelajari Alkitab dan percaya bahwa pada Maria yang adalah ibu perawan Tuhan kita Yesus, karena sebenarnya Yesuslah yang jadi perantara Tuhan dan manusia. Berdoa kepada Maria dan orang suci lainnya tidaklah perlu dan merupakan pelanggaran mutlak Perintah ke 1 dan 2. Akan tetapi, aku tidak bertujuan untuk mengecam Gereja Katolik atau umat Katolik karena mereka pun umat Kristen pula. Tapi aku merasa perlu menyampaikan hal ini untuk menjelaskan latar belakang mengapa aku meninggalkan Gereja. Setelah bertahun-tahun kemudian baru aku sadar bahwa kebingunganku akan iman Kristen bukanlah terletak pada paham Kristen itu sendiri, tapi pada interpretasi Katolik akan Kristen.

Hal ini jelas tampak pada banyak tulisanku tentang propaganda islam yang jelas menunjukan latar belakang ajaran Katolik dan bukannya ajaran asli Alkitab yang jadi jelas setelah aku menghabiskan waktu untuk mempelajarinya.

Beberapa tahun setelah aku meninggalkan Gereja, aku memeluk islam dan jadi Muslim, lalu mengganti namaku jadi Issa Ahmad Khalid. Aku mulai menulis kampanye melawan Kristen dalam mempromosikan Islam. Aku sangat terpengaruh oleh ajaran Sheikh Ahmed Deedat, sampai-sampai melakukan pengecaman yang sama yang dilakukannya. Hal ini jelas membuat banyak Muslim merasa senang, apalagi dulunya aku penganut Katolik taat.


ISSA AHMAD KHALID


Dengan nama Muslim baruku, aku menghabiskan beberapa tahun menjadi tokoh Islam berpengaruh di masyarakat Muslim lokal. Aku berkhotbah di banyak mesjid dan bahkan sempat muncul dua kali dalam acara TV dengan tokoh Muslim lokal lainnya. Aku malu untuk mengatakan bahwa waktu itu aku senang sekali membuat kaum Kristen marah dengan isi khotbahku. Aku bahkan mengambil sikap yang lebih kontroversial untuk menghina dan merendahkan iman Kristen dengan segala kemampuanku tanpa menahan diri sama sekali. Aku menyebut Alkitab sebagai kitab porno dan tak bermoral. Aku habiskan waktu berjam-jam mencari-cari dalam halaman-halaman Alkitab untuk menghina lebih lanjut. Aku bahkan juga mengartikan ayat-ayat di luar konteks yang dimengerti orang Kristen berpengetahuan manapun untuk mendukung tulisanku karena aku membayangkan menulis artikel tsb untuk orang awam yang tidak tahu apa-apa.
Meskipun begitu harus kuakui bahwa segala tujuan jelekku terhadap Alkitab malahan nantinya membuktikan alasan kembalinya diriku pada iman Kristen.


KEBINGUNGAN AKAN ISLAM


Ada banyak hal yang akhirnya membuatku bingung dengan Islam. Tidak hanya kelakuan para Muslim saja, tapi juga dengan ajaran-ajaran dan literatur Islam juga. Faktor terutama di atas segalanya adalah karakter (sifat, perilaku) Muhammad yang tadinya kuanggap sebagai yang terbesar diantara para Nabi Tuhan (Allah), dan penerima wahyu Tuhan terakhir bagi umat manusia seperti yang dipercaya Muslim tertera di dalam Qur’an.

Aku membaca banyak sekali literatur Islam sampai aku akhirnya percaya bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna, dan juga Muhammad adalah perwujudan kesempurnaan Tuhan. Literatur-literatur Islam tsb menggunakan Alkitab sebagai alat dan referensi untuk menunjukkan ke-sah-an kenabian Muhammad dan Islam.

Di pihak lain, para Muslim (termasuk diriku sendiri) terus saja mengumbar bahwa Alkitab telah dikorupsi, tapi di lain pihak kami menggunakan Alkitab yang sama untuk membuktikan kenabian Muhammad. Ini jelas munafik total tidak hanya di pihak diriku saja, tapi pihak semua Muslim yang terus melakukan hal ini. Aku mengutip ayat-ayat Alkitab di luar pengertian aslinya agar bisa memutarbalikkan isinya untuk mendukung ideologi dan interpretasi Islam sendiri.

Ini tidak berbeda dengan seorang pemanah yang curang. Jikalau pemanah yang jujur akan mengarah sasaran terlebih dahulu dan lalu menembakkan panah dengan tepat, pemanah yang curang menembakkan panah terlebih dahulu dan mendekatkan sasaran di sekitar letak panah itu.
Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut bahwa tiada bukti Muhammad ada di Alkitab seperti yang dikatakan para Muslim termasuk diriku sendiri dahulu. Semua bukti-bukti keberadaan Muhammad dalam Alkitab hanyalah karangan Muslim belaka. Ini kutunjukkan beberapa contohnya: “Ucapan illahi terhadap Arabia.” Yesaya 21:13.

Dalam mengartikan ayat ini, Muslim akan mencoba dan meyakinkan semua orang yang mau mendengar bahwa ayat ini menyebut tentang Muhammad dan dunia Muslim sebagai penegak hukum Allah hanya karena ada huruf Arabia belaka. Tiada beban yang diletakkan pada Arabia seperti yang diungkapkan ahli Islam Sheik Ahmed Deedat di “Bible Combat Kit”, tapi ayat ini hanyalah berisi ramalan peringatan terhadap Arabia. Jika membaca dan mempelajari dengan seksama berdasarkan keterangan sejarah, isi ayat ini berhubungan dengan kaum Dedan yang tadinya bermalam pada orang-orang Arab ketika mereka melakukan perjalanan di padang pasir, tapi sekarang harus bermalam di semak belukar karena kaum Arab akan diusir ke luar dari tanah itu. Jadi jelas hal ini tidak ada hubungannya dengan Muhammad.


Ulangan 33:2

“Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kananNya tampak kepada mereka api yang menyala.”


Ayat ini mengisahkan perjalanan umat Israel di bawah pimpinan Nabi Musa; sewaktu mereka meninggalkan Mesir ke gurun pasir, untuk menerima Perintah Tuhan di Gunung Sinai, untuk akhirnya menuju Tanah Perjanjian di luar Paran dan membawa Perintah Tuhan. Para Muslim menganggap bahwa Gunung Paran dan Api yang menyala adalah Mekah dan Qur’an, dan bahwa Muhammad sewaktu masuk Mekah membawa 10.000 pengikutnya. Lagi, masalahnya bagi Muslim adalah fakta sejarah yang sudah jelas bahwa Musa mendidik generasi baru kaum Israel, setelah generasi yang tua mati, tentang perjalanan kaum Israel menuju Tanah Perjanjian.

Tentang kata “puluhan ribu orang kudus”, adalah menggambarkan jumlah yang tidak terhitung banyaknya. Pada saat itu, literatur Yahudi belum mengenal angka nol, sehingga mereka memakai kata puluhan ribuan (plural) untuk menggambarkan jumlah ribuan yang banyak sekali. Juga, Gunung Paran tidak terletak di Arabia, tapi di gurun Sinai. Ayat ini jelas sama sekali tidak mengungkapkan apa-apa tentang kedatangan Muhammad.

"The villages that Kedar doth inhabit." Isaiah (Yesaya) 42:11
"Arabia and all the princes of Kedar." Ezekiel (Yeheskiel) 27:21

Sekali lagi, para Muslim tidak tahu fakta sejarah yang penting dalam ayat-ayat di atas. Memang benar bahwa salah satu anak Ismael bernama Kedar, tapi dengan menggunakan ayat ini untuk membuktikan kedatangan Muhammad adalah hal yang tidak berdasar sama sekali karena Kedar adalah juga sebutan bagi Arabia di masa Nabi Yesaya dan Yehezkiel. Juga Yehezkiel menerangkan dengan jelas bahwa dia menyebut para pedagang lokal sebagai pangeran-pangeran Kedar.

"For to you every vision has become like the words of a sealed book. You give it to someone able to read and say, read that. He replies, I cannot because it is sealed. You then give the book to someone who cannot read and say, read that. He replies, I cannot read." Isaiah 29:11-12

Muslim menggunakan ayat ini sebagai referensi Muhammad mendapat wahyu Qur’an, meskipun faktanya dia tidak bisa membaca. Muslim juga menganggap ayat ini menggambarkan Sura pertama Qur’an “Al-Fatihah” (Pembukaan) dan mereka lupa bahwa sebenarnya Sura ini bukan Sura pertama yang diturunkan kepada Muhammad. Ayat Yesaya di atas sebenarnya adalah tentang peringatan Nabi Yesaya terhadap bangsa Israel yang menentang firman Tuhan dan mengikuti nabi-nabi palsu (cocok emang buat si muhammad, nabi palsu. –RiD)


Ulangan 18:18

“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya; dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.”


Di sini Tuhan mengatakan pada Musa dan bani Israel bahwa Dia akan membangkitkan seoarang nabi dari kaum dan keturunan bangsa Israel. Muslim menggunakan ayat ini sebagai bukti kedatangan Muhammad berdasarkan fondasi yang goyah karena kaum Ismael (Arab) bukanlah saudara (kandung) kaum Israel melainkan saudara sepupu. Kata “saudara” yang sama juga digunakan di Ulangan 18:7 dan ini jelas menunjukkan bahwa “saudara”yang dimaksud di sini adalah saudara kandung (garis keturunan Abraham-Sarah; Ishak) dan bukan saudara sepupu (Ismail).


Mazmur 118:22-23

“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.”


Muslim mengaku bahwa ayat ini menggambarkan tentang Muhammad. Akan tetapi Tuhan kita Yesus Kristus mengutip ramalan ini di Matius 21:42-43 dan menyatakan bahwa Dialah pemenuhan dari ramalan ini.
“Terang yang Akan Datang” yang disebut di Yesaya 42:1-2, 6-7 sekali lagi menyatakan tentang Tuhan Yesus yang datang ke bumi 600 tahun sebelum Muhammad lahir.

Yohanes 14:16-17

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”


Muslim menganggap Yesus berbicara tentang Muhammad, tapi seperti yang semua umat Kristen ketahui, Yesus sebenarnya berbicara tentang Roh Kudus. Ayat itu dengan jelas mengatakan bahwa sang Penolong akan bersama-sama menyertai kita untuk selama-lamanya. Muhammad tidak menyertai kita selama-lamanya, karena dia sudah mati. Ayat itu juga mengatakan bahwa dunia tidak melihat atau kenal sang Penolong, tapi Muhammad dilihat dan dikenal banyak orang. Ayat itu juga mengatakan bahwa sang Penolong akan menyertai dan hidup di dalam diri kita; Muhammad jelas tidak dapat melakukan hal itu sebab dia bukanlah Roh. Yesus dengan jelas mengatakan bahwa ayat ini berbicara tentang sang Penolong yang adalah Roh Kudus di ayat berikut:


Yohanes 14:26

“Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”

Sekali lagi kita bisa baca di Yohanes 16:7

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”


Di ayat ini pun para Muslim menganggap Yesus berbicara tentang Muhammad, tapi jika mereka mengerti akan Alkitab lebih jauh, mereka akan sadar apa yang dikatakan Yesus selanjutnya tentang nubuat ini ketika dia terangkat ke Surga: Kisah Para Rasul 1:4-5
"Do not leave Jerusalem, but wait for the gift My Father promised, which you have heard Me speak about. For John baptized with water, but in a few days you will be baptized with the Holy Spirit."


Yesus dengan jelas berkata sesuatu akan terjadi dalam waktu beberapa hari dan bukan 600 tahun seperti yang Muslim ingin kita percaya. Malah akhirnya memang nubuatan itu dipenuhi dengan turunnya Roh Kudus di Kisah Para Rasul 2:1-4.


Aku bisa terus saja memberikan contoh-contoh lain yang lebih banyak, tapi ini nantinya seakan membuatku menjelek-jelekkan Muhammad belaka dan membuat hubungan jelek dengan pihak Muslim. Akan tetapi pengetahuan baru ini dan ibadah agama Islam yang diulang-ulang membuatku sadar bahwa kebenaran Tuhan terletak pada Anugrah Keselamatan Yesus Kristus. Keselamatan tidak terletak pada penyerahan diri kepada orang Arab yang hidup hampir 1.400 tahun yang lalu dan sampai saat ini diikuti para Muslim secara fanatik. Banyak contoh artikel kesaksian di 
www.answering-islam.org yang menunjukkan hal itu.


Hal yang paling jelas adalah Muslim hidup dalam ketakutan atas Tuhan atau sesama Muslim. Sebagai orang Kristen, aku tidak takut akan ancaman api neraka sebab aku telah menyerahkan diriku dalam Anugrah Keselamatan dari Tuhan Yesus. Hal ini tidak didapat para Muslim karena Qur’an mengajarkan bahwa Tuhan menyelamatkan siapa yang Dia Kehendaki dan mengutuk siapa yang Dia Kehendaki. Hal ini membuat Muslim bertanya-tanya apakah mereka akhirnya bisa masuk surga meskipun sudah banyak melakukan perbuatan baik. Karena pemikiran seperti inilah, banyak Muslim yang mati dalam nama Tuhan dan Islam, dengan menyebut diri mereka sebagai martir.

Tapi arti martir dalam Kristen sangatlah berbeda dengan martir dalam Islam. Muslim percaya mereka yang mati dalam perang demi Allah adalah martir. Kristen percaya bahwa martir adalah mereka yang mati untuk mempertahankan imannya dan menolak untuk menyangkal iman mereka terhadap Yesus Kristus.

AKU BERSAKSI


Selain tulisan kesaksian ini, aku telah menyatakan secara jelas kepada para Muslim yang dulu kupanggil sebagai saudara-saudaraku bahwa aku kembali kepada iman Kristenku. Sedihnya, aku diejek dan dihina, juga diancam karena terang-terangan murtad. Aku kaget sekali bagaimana aku diserang dengan sengit, tapi aku hanya takut pada Tuhan dan bukan pada orang. Yesus mengajarkan kita untuk takut pada mereka yang dapat menghancurkan jiwa dan bukan mereka yang dapat menghancurkan jasmani.

Ironisnya, diantara para Muslim yang kuberitahu tentang kemurtadanku ada orang yang memiliki website Islam. Dulu aku memberi banyak sumbangan tulisan bagi propaganda Islam di websitenya. Tapi meskipun aku telah menyatakan murtad dan kembali ke Kristen, tulisanku tetap saja tercantum di websitenya. Aku telah minta dia menghilangkan tulisanku, tapi dia hanya mengganti namaku dengan inisialku (AT) dengan menyatakan bahwa tulisan-tulisanku itu dibuat orang yang baru masuk islam. Sikapnya sangatlah munafik.

Dia tidak sadar bahwa dengan melakukan hal itu, dia berarti juga menentang agamanya sendiri. Saat ini di lingkungan Muslim aku sudah dianggap sebagai murtadin. Orang Muslim yang terus berhubungan dengan diriku bisa dianggap murtad pula. Karena karya-karya tulisanku masih ada di websitenya, dia secara tidak langsung tetap berhubungan denganku, dan sikap ini bertentangan dengan isi banyak Hadis tentang Muhammad. Artikel-artikelku dulu itu bisa dilihat disini (
www.answering-christianity.com)

.
Aku tidak bangga akan tulisan-tulisanku, dan ini akan jadi sesuatu yang memalukan untuk jangka waktu lama dalam hidupku. Tapi aku dulu memang tidak tahu banyak tentang Alkitab dan akhirnya pengetahuan yang benar tentang Yesus Kristus tumbuh dan aku kembali kepadaNya. Halleluya!

Aku berdoa agar kesaksianku yang singkat ini bisa mencerahkan mereka yang membacanya, jadi bahan bacaan yang menenangkan bagi mereka yang mengalami hal serupa, dan jadi sumber pengetahuan bagi mereka yang memilih untuk ikut si Muhammad atau Yesus Kristus.

Aku sekarang hidup berdasarkan Anugerah Keselamatan dari Tuhanku dan Juru Selamatku Yesus Kristus. Aku mempersiapkan diri akan kedatanganNya kembali yang bisa terjadi di waktu kapanpun. Aku sekarang bekerja bagi Tuhan, jadi seorang Pendeta, dan membagi-bagikan kesaksianku pada siapa yang mau mendengarkan.

Bagi mereka yang menuduh bahwa Alkitab bertentangan dengan isinya sendiri, aku nyatakan bahwa hal itu tidak benar. Alkitab bertentangan dengan cara hidup mereka yang menuduh hal seperti itu. Bagi mereka yang mencoba membenarkan “kesalahan” Alkitab, sebaiknya biarkan Alkitab memperbaikimu. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku bisa saja terus mengecam Islam, Muhammad dan Qur’an, tapi semua yang ingin kusampaikan sudah ada disini (
www.answering-christianity.com)


Knowledge is power, pengetahuan adalah kekuatan. Jika kita miliki kekuatan itu, kita bisa mengajar orang lain. Aku ingin menganggap diriku sebagai bukti tentang hal kekuatan tsb. Terima kasih atas kesediaan kalian membaca kesaksianku. Semoga Tuhan memberkati kalian melalui Anugerah Keselamatan dari Yesus Kristus. Amen!


Sumber : Situs “ Data Islam :: Kajian, Analisa dan Bedah Islam”