Sore yang menyenangkan, kita ketemu lagi guys ;D
Tadi melewati banjir bandang yang menggenang di depan kos (lebayyy ;D), saya sempat tertahan untuk pergi ke kampus..
tapi mengingat yang akan saya bawa itu adalah berkas temen saya yang cukup penting, oke dengan semangat 45 saya putuskan bahwa saya akan tetap ke kampus gimanapun caranya.
Banyak sampah-sampah yang ikut menggenang, diantaranya ada tusukan bakso, bungkusan pembalut, buih, bungkus snack, dan something jorok lainnya yang mengingatkan saya sama teman sekosan yang ga pernah mau keluar saat banjir, ya karena begininya ini ;D
Tapi, saya terus maju n jalan ke kampus. Selesai urusan ya langsung pulang, coz style saya yang cukup kurang sopan dengan suasana kampus, kaos oblong kegedean yang lengannya ditekuk naik (saking gedenya), celana setengah lutut n sandal jepit-ku yang setia ( wananya hitam putih, murah cuma 20ribu belinya ;D ).
Maaf teman2, bukan saya ga menghargai lembaga pendidikan, tetapi tujuan saya hanya untuk bertemu teman baik saya dan serahin berkas teman saya yang di Jakarta (kami bertiga mendapat amanah khusus sebagai perpanjangan tangan untuk menyelesaikan urusan tesis teman saya yang di Jakarta itu), yang tinggal tahap akhir n butuh sentuhan cantik dari Pak Dekan.
Yupp, tu semua buat sembunyikan kemalasanku nyuci baju di hari-hari musim hujan gini, jadi kalo pakai pakaian, ya dengan ala menghemat =P
But, that's not the point, yang diatas cuma intermezo saja, yang mau saya share yaitu,
sepulang saya dari kampus, kaki saya begitu kotor, dan mungkin bagi sebagian orang akan merasa jijik, next saya mencuci kaki saya dengan air dan sabun.
Saya berpikir, apakah kaki saya bisa benar-benar bersih?
Saya bilang "aah, selama ada air bersih n sabun, knapa bisa ga bersih coba ?
Next nanya lagi "tapi kumannya apa benar2 sudah hilang dengan mencucinya sekali saja ya?
Ya, tentu teman2 yang baca note ini pasti sarankan saya untuk mencucinya ulang-ulang, benar begitu??
Sepertinya saya dengar kalian semua bilang "ya" (hahaha.. , jawab sendiri: mode on)
dan itu yang saya mau n bakal lakukan guys, tar pas mandi akan saya sabunin n guyur ma aer bersih lagi.
Habis nyuci kaki, saya kesentak satu hal, refleksi yang jauh di dalam hati saya yang ikut nyungsep ketika saya bertanyajawab sendiri mengenai kebersihan kaki saya dan kebebasan kaki saya darii kuman.
Saya kembali diingatkan, mengenai KOTORAN dan KEBERSIHAN..
Saya mengaku di hadapan teman-teman semua, kalau saya pernah berkelakuan buruk, melakukan dosa, dan melakukan hal-hal yang mengotori diri saya sendiri..
Seperti pertanyaan saya, apakah saya atau teman-teman sekalian yang seandainya pernah melakukan kesalahan.. selamanya akan kotor ya Tuhan..
Selama PERTOBATAN itu ada, berarti peluangmu untuk dibersihkanpun ada..
Tapi apakah PERTOBATAN itu akan membersihkanmu dari semua kotoran dosa-dosamu?
Kalau disamakan dengan gampangnya mencuci kaki, ya bisa saja itu bersih asalkan kita mau berulang-ulang kali membersihkannya..
Segampang itukah??
Jika ada yang sepakat bahwa itu gampang, saya rasa akan sangat tepat kalau saya putuskan note saya berakhir sampai disini saja.
Tapi jika ada yang ingin mengenal prosesnya, mari teruskan membaca yah friend..
Benar-benar BERSIHkah kita dari kotoran-kotoran itu??
Ya, itu tergantung berapa kali kamu mengulangi membersihkan kakimu eh hatimu dengan air yang bersih(PERTOBATAN)..
Berapa kali itu ??
Itu dihitung menurut UKURAN TUHAN, bukan ukuran manusia..
Sebab ukuran Tuhan itu adil, melingkupimu sedalam-dalamnya dan menimbang sesuai karakterNYA yang pengasih, adil dan kekal.
Ukuran manusia, ga usahlah dibahas, coz manusia kurang bisa mengenal hatinya sendiri dengan tepat n cenderung penilaiannya berdasarkan apa yang tampak saja.
Ukuran Tuhan ??
kembali jawabannya mari kita serahkan ma Tuhan guys, karena mungkin kita hanya melihat segala sesuatu yang tampak di depan mata, mungkin kita telah merasa cukup dengan beberapa kali melakukan doa-doa pelepasan, pertobatan atau waktu-waktu bersaat teduh, tetapi kuantitas belum tentu menjamin kualitas..
Tuhan mau melihat kesungguhan hatimu..
Kesungguhan hati tidak akan pernah menyerah,
kesungguhan hati yang akhirnya menyerah adalah kesungguhan hati yang berharap pamrih,
berharap kebersihan hidupnya dipulihkan seperti seorang bayi yang baru dilahirkan..
Berharap sih boleh-boleh saja, tetapi ingat bahwa harapan kita hanya akan terjadi jika sejalan dengan kehendak Tuhan..
Kesungguhan hati yang tidak pernah menyerah, adalah kesungguhan hati untuk menemukan kerinduan jiwanya kepada sang pencipta, dan demi sang penciptanya ia mau dipulihkan.
Jadi, bukan demi kelegaan hatinya sendiri atau untuk menghilangkan feeling guilty-nya saja (biar dia bisa lewatin hari-hari selanjutnya dengan enteng n tanpa merasa bersalah)..
melainkan karena demi mengagungkan SANG PENCIPTANYA..
Kalau saat ini motivasi teman-teman adalah sekedar menghilangkan perasaan bersalah saja..
saya yakin dan percaya teman-teman semua yang pada dasarnya adalah baik hatinya, ketika meskipun dengan keyakinan (IMAN) yang sebesar biji sesawi saja, pasti akan dituntun Roh di dalam diri kalian untuk benar-benar menemukan sang penciptaMu..
Semoga dari "cuci kaki", SAYA n teman2 bisa sama-sama menangkap hal yang positif bagi pertumbuhan jiwa kita masing-masing.. (ya, saya.. karena saya menyadari keburukan-keburukan saya..)
Thanks yah guys, dah sempatin baca note ini, Gbu with love and care ^^
Sekretariat : Jalan Bibis IV/2 Surabaya 60161. Telp. (031)3521551 Fax. (031)3534808
JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label Yana Yuliana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yana Yuliana. Tampilkan semua postingan
Jumat, 05 Maret 2010
Rabu, 10 Februari 2010
Pengampunan = obat kanker payudara (mungkin bisa dicoba^^)
Saya adalah seorang biarawati dari tarekat CB yang berkarya di Kupang NTB, nama saya suster Marietha CB, umur 37 th. Tiga tahun yang lalu saya divonis oleh dokter di RS Panti Rapih Yogya bahwa saya menderita Kanker Payudara stadium 1B. Selama 1 tahun lebih saya berusaha minum obat-obatan tradisionil dan teh hijau, tapi setelah 1 thn saya check kembali ke dari di Panti Rapih stadium bertambah menjadi 2B, kemudian oleh seorang ibu di Semarang, saya dianjurkan ke romo Yohanes Indrakusuma O carm di Cikanyere, Puncak, Jawa Barat untuk didoakan. Pada waktu tangan romo Yohanes menumpangkan tangan diatas kepala saya, dia berkata "Suster, pasti meyimpan dendam yang sudah lama kepada seseorang dihati suster."
Mendengar itu saya menangis tersedu-sedu dan saya katakan kepada romo: "Benar romo, saya memang membenci ayah saya sejak saya di SMP, karena ayah saya telah menghianati ibu, 2 kakak saya dan saya. Kami diusir dari rumah kami, kemudian ayah dan seorang wanita menempati rumah yang sudah bertahun-tahun kami tempati itu.Sejak itu ibu saya sakit-sakitan dan akhirnya meninggalkan kami selama-lamanya. Sejak itu saya memendam kebencian terhadap ayah."
Setelah mendengarkan cerita saya, romo Yohanes berkata " Ya, itulah BIANG dari penyakit suster, selama suster tidak mau mengampuni ayah, obat apapun tidak akan menyembuhkan suster. Dan mengampuni bukan hanya dengan kata-kata tapi harus dibuktikan dengan perbuatan."
Setelah itu saya minta izin cuti selam 6 bulan dengan suster provinciaL CB untuk menengok dan merawat ayah, karena saya dengar dari saudara ayah kalau ayah terkena stroke. Selama 6 bulan itu saya merawat ayah dengan cinta kasih yang tulus. Selama bersama ayah saya tidak minum obat apapun.
Setelah selesai masa cuti, sebelum kembali ke Kupang, saya ke RS Panti Rapih di Yogya untuk check up, Dr yang merawat saya sangat heran dia bertanya " Suster minum obat apa selama ini?" Saya jawab kalau tidak minum apa-apa, saya balik bertanya ada apa dokter?
Dr menjawab dari hasil pemeriksaan baik darah maupun USG semuanya NEGATIVE. Langsung saya jawab obatnya PENGAMPUNAN. Dr heran dan bertanya apa maksud suster? Saya ceritakan semuanya, kemudian Dr berkata wah kalau begitu kepada pasien-pasien saya yang menderita kanker, saya akan bertanya apakah Anda punya perasaan dendam atau benci terhadap seseorang. Kalau jawabannya YA, saya akan suruh berdamai dan memberikan pengampunan seperti suster, sambil tertawa-tawa si dokter menepuk pundak saya........ .
Demikianlah pengalaman yang saya alami bisa dibagikan kepada saudara-saurdara semua, bahwa PENGAMPUNAN itu sangat besar faedahnya, tidak hanya untuk jasmani tapi juga rohani kita.
Mendengar itu saya menangis tersedu-sedu dan saya katakan kepada romo: "Benar romo, saya memang membenci ayah saya sejak saya di SMP, karena ayah saya telah menghianati ibu, 2 kakak saya dan saya. Kami diusir dari rumah kami, kemudian ayah dan seorang wanita menempati rumah yang sudah bertahun-tahun kami tempati itu.Sejak itu ibu saya sakit-sakitan dan akhirnya meninggalkan kami selama-lamanya. Sejak itu saya memendam kebencian terhadap ayah."
Setelah mendengarkan cerita saya, romo Yohanes berkata " Ya, itulah BIANG dari penyakit suster, selama suster tidak mau mengampuni ayah, obat apapun tidak akan menyembuhkan suster. Dan mengampuni bukan hanya dengan kata-kata tapi harus dibuktikan dengan perbuatan."
Setelah itu saya minta izin cuti selam 6 bulan dengan suster provinciaL CB untuk menengok dan merawat ayah, karena saya dengar dari saudara ayah kalau ayah terkena stroke. Selama 6 bulan itu saya merawat ayah dengan cinta kasih yang tulus. Selama bersama ayah saya tidak minum obat apapun.
Setelah selesai masa cuti, sebelum kembali ke Kupang, saya ke RS Panti Rapih di Yogya untuk check up, Dr yang merawat saya sangat heran dia bertanya " Suster minum obat apa selama ini?" Saya jawab kalau tidak minum apa-apa, saya balik bertanya ada apa dokter?
Dr menjawab dari hasil pemeriksaan baik darah maupun USG semuanya NEGATIVE. Langsung saya jawab obatnya PENGAMPUNAN. Dr heran dan bertanya apa maksud suster? Saya ceritakan semuanya, kemudian Dr berkata wah kalau begitu kepada pasien-pasien saya yang menderita kanker, saya akan bertanya apakah Anda punya perasaan dendam atau benci terhadap seseorang. Kalau jawabannya YA, saya akan suruh berdamai dan memberikan pengampunan seperti suster, sambil tertawa-tawa si dokter menepuk pundak saya........ .
Demikianlah pengalaman yang saya alami bisa dibagikan kepada saudara-saurdara semua, bahwa PENGAMPUNAN itu sangat besar faedahnya, tidak hanya untuk jasmani tapi juga rohani kita.
Langganan:
Postingan (Atom)