Hikmat dari Tuhan melebihi segalanya
" Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas." Amsal 3:13-14
Menurut pendapat umum, orang yang mampu menyelesaikan studinya pada tingkat tinggi akan dianggap sebagai orang berhikmat, contoh: orang yang menyelesaikan studi sampai SMA dianggap memiliki hikmat lebih rendah dari seorang sarjana (S1), sedangkan yang berijazah S1 masih kalah hikmatnya dari lulusan master (S2), dan seterusnya. Itu menurut pemikiran kita ! Dalam hal pengetahuan dan juga kecerdasan intelektual memang mereka memiliki tingkat yang berbeda, tetapi orang yang lulus sekolah belum tentu mempunyai 'hikmat' seperti yang dimaksudkan dalam Alkitab. Kata hikmat yang dimaksud dalam ayat di atas adalah wahyu dari Tuhan. Perihal hikmat ini tidak pernah terpikirkan oleh orang dunia. Bagi mereka, kecerdasan dan keahlian (skill) sudah lebih dari cukup.
Hikmat (wahyu) hanya dapat kita peroleh apabila kita memiliki hati yang takut akan Tuhan; artinya ketika kita taat melakukan segala kehendak Tuhan, hikmat itu akan diberikan kepada kita. Oleh karenanya kita harus berusaha mendapatkan hikmat itu. Bagaimana caranya ? "...jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah. Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian." ( Amsal 2:1,4-6 ).
Sebagai orang percaya, di dalam hidup kita ada Roh Kudus yang adalah sumber hikmat itu. Tetapi apabila kita hidup dalam kedagingan, hawa nafsu dan tidak mau tunduk kepada kehendak Tuhan, kita telah memadamkan Roh Kudus yang ada di dalam diri kita. Akibatnya hikmat tidak kita dapatkan, padahal Roh Kuduslah yang memberikan hikmat itu kepada kita. Sebaliknya, jika hidup kita dipenuhi Roh Kudus, kita akan mengerti apa kehendak dan isi hati Tuhan.
Yang utama adalah mengandalkan hikmat dari Tuhan, kemudian barulah ditunjang oleh kepandaian dan skill kita !
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sekretariat : Jalan Bibis IV/2 Surabaya 60161. Telp. (031)3521551 Fax. (031)3534808
JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label "Jesus Loves Me". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "Jesus Loves Me". Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Maret 2010
Rabu, 03 Maret 2010
4 Prinsip Hidup
4 Prinsip Hidup
Setiap hari kita berinteraksi dengan begitu banyak orang. Di keluarga, di tempat kerja, di sekolah, atau dimanapun kita akan membuat hubungan dengan begitu banyak orang. Tidak jarang, tiba-tiba timbul persoalan atau juga konflik dalam hubungan kita dengan orang lain. Tapi, itulah hidup! Namun, bagaimana kita menyikapi konflik tersebut? Apakah kita percaya bahwa Tuhan bisa memakai orang-orang di sekitar kita, bahkan yang sedang berkonflik dengan kita, untuk membentuk karakter dalam hidup kita? Jika kita ingin memaknai hidup dengan cara seperti itu, kita perlu 4 prinsip hidup berikut dalam berhubungan dengan orang lain :
1. Jagalah hati. Firman Tuhan berkata : " Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Ketika kita menerima kata-kata atau perlakuan yang menyakitkan, jagalah hati. Jika kita bisa menjaga kondisi hati kita untuk tidak mudah terpengaruh emosi dan tindakan orang lain, kita akan mampu melepaskan pengampunan dan lepas dari belenggu sakit hati.
2. Jagalah perkataan. Kita tidak hanya perlu memperhatikan apa yang kita ucapkan, tetapi juga cara mengucapkannya. Ada kalanya hanya karena salah ucap, atau nada suara dan ungkapan sinis bisa memancing sebuah pertengkaran. Hindarilah perkataan-perkataan yang tajam dan tidak perlu.
3. Jangan ungkit kegagalan masa lalu. Ingat, mungkin kita sedang bicara dengan orang yang pernah gagal di masa lalu. Daripada mengungkit-ungkit masa lalu yang bisa menimbulkan kesalahpahaman, lebih baik membicarakan hal-hal yang sekarang.
4. Jangan menunjukkan perkataan yang sombong. Tidak perlu memuji diri karena sebuah perbuatan yang pernah kita lakukan. Sikap rendah hati adalah kunci dalam menjalin komunikasi yang positif. Belajarlah untuk bersukacita ketika orang lain menerima pujian, sekalipun saat itu kita pun layak menerimanya.
Belajarlah setiap hari untuk mendatangkan damai sejahtera bagi setiap orang.
" ...sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka. "
( 1 Tesalonika 4 : 12 )
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Setiap hari kita berinteraksi dengan begitu banyak orang. Di keluarga, di tempat kerja, di sekolah, atau dimanapun kita akan membuat hubungan dengan begitu banyak orang. Tidak jarang, tiba-tiba timbul persoalan atau juga konflik dalam hubungan kita dengan orang lain. Tapi, itulah hidup! Namun, bagaimana kita menyikapi konflik tersebut? Apakah kita percaya bahwa Tuhan bisa memakai orang-orang di sekitar kita, bahkan yang sedang berkonflik dengan kita, untuk membentuk karakter dalam hidup kita? Jika kita ingin memaknai hidup dengan cara seperti itu, kita perlu 4 prinsip hidup berikut dalam berhubungan dengan orang lain :
1. Jagalah hati. Firman Tuhan berkata : " Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Ketika kita menerima kata-kata atau perlakuan yang menyakitkan, jagalah hati. Jika kita bisa menjaga kondisi hati kita untuk tidak mudah terpengaruh emosi dan tindakan orang lain, kita akan mampu melepaskan pengampunan dan lepas dari belenggu sakit hati.
2. Jagalah perkataan. Kita tidak hanya perlu memperhatikan apa yang kita ucapkan, tetapi juga cara mengucapkannya. Ada kalanya hanya karena salah ucap, atau nada suara dan ungkapan sinis bisa memancing sebuah pertengkaran. Hindarilah perkataan-perkataan yang tajam dan tidak perlu.
3. Jangan ungkit kegagalan masa lalu. Ingat, mungkin kita sedang bicara dengan orang yang pernah gagal di masa lalu. Daripada mengungkit-ungkit masa lalu yang bisa menimbulkan kesalahpahaman, lebih baik membicarakan hal-hal yang sekarang.
4. Jangan menunjukkan perkataan yang sombong. Tidak perlu memuji diri karena sebuah perbuatan yang pernah kita lakukan. Sikap rendah hati adalah kunci dalam menjalin komunikasi yang positif. Belajarlah untuk bersukacita ketika orang lain menerima pujian, sekalipun saat itu kita pun layak menerimanya.
Belajarlah setiap hari untuk mendatangkan damai sejahtera bagi setiap orang.
" ...sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka. "
( 1 Tesalonika 4 : 12 )
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 24 Februari 2010
Menjadi Pembawa Damai
Menjadi Pembawa Damai
Matius 5: 9 - Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Ketika masih kuliah, aku mempunyai dua orang sahabat dekat, sebut saja nama kedua orang itu Helen dan Magda. Kami selalu bersama-sama setiap hari. Aku dapat merasakan pengaruh yang berbeda dari mereka berdua, perbedaan itu terletak pada kebiasaan mereka.
Jika Helen sudah masuk kekamarku, suasananya pasti selalu "memanas". Melihat dia berjalan dari kejauhan, aku sudah dapat memastikan bahwa kedatangannya pasti disertai dengan berita-berita yang akan membuat kuping dan hati ini menjadi panas. Ia suka bercerita sehingga seringkali aku merasa terganggu ketika sedang belajar atau mengerjakan tugas kuliah. Topik ceritanya berkisar kelemahan dan kejelekan orang lain. Ia juga tidak akan pernah lupa menyampaikan perkataan-perkataan negatif orang lain terhadapku, yang kalau ditanggapi pasti menimbulkan pertengkaran dan perselisihan antara aku dengan orang yang mengatakannya. Setiap kali aku memberikan reaksi negatif seperti marah, Helen kelihatan senang. Aku melihat ini sebagai satu sikap dan kebiasaan yang tidak baik didalam dirinya sehingga aku pernah menegornya mengenai hal ini.
Lain halnya dengan Magda, dia mempunyai kebiasaan yang jauh berbeda dengan Helen. Kata-kata Magda seperti aliran air yang menyejukkan, ia selalu berusaha menciptakan suasana yang penuh damai dengan perkataan-perkataan nya, "Ya, sudahlah ….. mungkin dia tidak sengaja," atau "Barangkali ia tidak bermaksud seperti itu." Mendengar kata-kata yang demikian, mau tidak mau aku merasa lebih tenang.
Tuhan mengajarku satu hal melalui kebiasaan yang berbeda dari teman-temanku ini, yaitu bagaimana kita dapat menjadi pembawa damai bagi orang-orang disekeliling kita. Matius 5:9 berkata, "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah." Orang yang suka membawa damai menyatakan kepada dunia bahwa mereka memiliki damai Allah didalam diri mereka dan mereka juga menujukkan bagaimana caranya menjadi alat perdamaian bagi dunia ini.
Sadar atau tidak sadar, kita sering menjadi provokator dan bukan pembawa damai. Kita senang menciptakan suasana yang tidak mengenakkan dan membuat damai sejahtera hilang. Mungkin juga kita merasa puas ketika yang satu membenci yang lain dan kita tidak berusaha menengahi serta meredam masalah yang ada. Marilah kita belajar menahan diri, mengendalikan setiap tutur kata bahkan seluruh tindak-tanduk kita dan tidak perlu menjadi pembawa berita yang hanya menciptakan perselisihan dan perseteruan. Tuhan menginginkan kita menjadi alat perdamaian yang senantiasa memancarkan damai Kristus melalui sikap hidup dan tindakan kita.
DOA:
Ya Tuhan Yesus, aku rindu menjadi pembawa damaiMu ditengah-tengah dunia ini agar di manapun aku berada, semua orang merasa tenang dan damai. Ampunilah jika aku telah membuat sekelilingku kehilangan damai sejahtera. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Matius 5: 9 - Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Ketika masih kuliah, aku mempunyai dua orang sahabat dekat, sebut saja nama kedua orang itu Helen dan Magda. Kami selalu bersama-sama setiap hari. Aku dapat merasakan pengaruh yang berbeda dari mereka berdua, perbedaan itu terletak pada kebiasaan mereka.
Jika Helen sudah masuk kekamarku, suasananya pasti selalu "memanas". Melihat dia berjalan dari kejauhan, aku sudah dapat memastikan bahwa kedatangannya pasti disertai dengan berita-berita yang akan membuat kuping dan hati ini menjadi panas. Ia suka bercerita sehingga seringkali aku merasa terganggu ketika sedang belajar atau mengerjakan tugas kuliah. Topik ceritanya berkisar kelemahan dan kejelekan orang lain. Ia juga tidak akan pernah lupa menyampaikan perkataan-perkataan negatif orang lain terhadapku, yang kalau ditanggapi pasti menimbulkan pertengkaran dan perselisihan antara aku dengan orang yang mengatakannya. Setiap kali aku memberikan reaksi negatif seperti marah, Helen kelihatan senang. Aku melihat ini sebagai satu sikap dan kebiasaan yang tidak baik didalam dirinya sehingga aku pernah menegornya mengenai hal ini.
Lain halnya dengan Magda, dia mempunyai kebiasaan yang jauh berbeda dengan Helen. Kata-kata Magda seperti aliran air yang menyejukkan, ia selalu berusaha menciptakan suasana yang penuh damai dengan perkataan-perkataan nya, "Ya, sudahlah ….. mungkin dia tidak sengaja," atau "Barangkali ia tidak bermaksud seperti itu." Mendengar kata-kata yang demikian, mau tidak mau aku merasa lebih tenang.
Tuhan mengajarku satu hal melalui kebiasaan yang berbeda dari teman-temanku ini, yaitu bagaimana kita dapat menjadi pembawa damai bagi orang-orang disekeliling kita. Matius 5:9 berkata, "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah." Orang yang suka membawa damai menyatakan kepada dunia bahwa mereka memiliki damai Allah didalam diri mereka dan mereka juga menujukkan bagaimana caranya menjadi alat perdamaian bagi dunia ini.
Sadar atau tidak sadar, kita sering menjadi provokator dan bukan pembawa damai. Kita senang menciptakan suasana yang tidak mengenakkan dan membuat damai sejahtera hilang. Mungkin juga kita merasa puas ketika yang satu membenci yang lain dan kita tidak berusaha menengahi serta meredam masalah yang ada. Marilah kita belajar menahan diri, mengendalikan setiap tutur kata bahkan seluruh tindak-tanduk kita dan tidak perlu menjadi pembawa berita yang hanya menciptakan perselisihan dan perseteruan. Tuhan menginginkan kita menjadi alat perdamaian yang senantiasa memancarkan damai Kristus melalui sikap hidup dan tindakan kita.
DOA:
Ya Tuhan Yesus, aku rindu menjadi pembawa damaiMu ditengah-tengah dunia ini agar di manapun aku berada, semua orang merasa tenang dan damai. Ampunilah jika aku telah membuat sekelilingku kehilangan damai sejahtera. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 16 Februari 2010
Pilih Kasih
Yohanes 21:21-22
"Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
Menjadi orang yang dijadikan nomor dua atau tiga dalam sebuah keluarga bukanlah sesuatu yang mengenakkan. Akibat hal ini juga, banyak anak yang akhirnya terluka atas perbuatan yang dilakukan oleh orang tuanya. Tidak hanya di rumah, di dalam perusahaan pun hal ini sering ditemui sehingga muncullah sebutan "anak emas bos" bagi mereka yang selalu mendapat perlakuan khusus dari atasannya.
Bagi mereka yang di-anakemas- kan, tentulah senang dengan perilaku yang diberikan oleh para pemimpinnya, tetapi bagi mereka yang tidak, kekecewaan dan kebencian tumbuh menyatu menjadi satu. Sadar atau tidak, pandangan kita terhadap Allah pun seperti itu. Kita menganggap bahwa ketika seseorang mendapat berkat yang luar biasa melimpah dan kita belum mendapatkannya maka kita akan menuduh-Nya sebagai Allah yang pilih kasih.
Dalam Kemahabesarannya, Allah memiliki wewenang menganugerahkan kasih dan kuasa-Nya kepada siapa ia ingin memberikannya. Hal ini bukan berarti Dia menganggap seseorang tidak berharga dan yang lain begitu tinggi derajat di mata-Nya. Dia memiliki rahasia tersendiri untuk memberkati satu persatu umat-Nya dan kita tidak perlu menanyakannya. Percaya saja, Allah telah menyiapkan berkat yang terbaik dan Dia akan mencurahkan sesuai dengan waktu yang dirancang-Nya.
Mungkin hari ini ada diantara Anda yang sudah berpaling dari Allah karena suatu peristiwa yang Anda anggap tidak harus Anda alami. Dalam kasih Kristus, saya mengatakan kembalilah kepada-Nya. Allah tidak pernah pilih kasih dan kalau pun ada kejadian yang membuat Anda begitu sedih dan kecewa lihatlah ada maksud-Nya yang besar dan mulia dibalik semua itu.
Allah mengasihi anak-anakNya dan itu tidak akan pernah berubah sampai kapan pun dan oleh apa pun juga.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
"Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
Menjadi orang yang dijadikan nomor dua atau tiga dalam sebuah keluarga bukanlah sesuatu yang mengenakkan. Akibat hal ini juga, banyak anak yang akhirnya terluka atas perbuatan yang dilakukan oleh orang tuanya. Tidak hanya di rumah, di dalam perusahaan pun hal ini sering ditemui sehingga muncullah sebutan "anak emas bos" bagi mereka yang selalu mendapat perlakuan khusus dari atasannya.
Bagi mereka yang di-anakemas- kan, tentulah senang dengan perilaku yang diberikan oleh para pemimpinnya, tetapi bagi mereka yang tidak, kekecewaan dan kebencian tumbuh menyatu menjadi satu. Sadar atau tidak, pandangan kita terhadap Allah pun seperti itu. Kita menganggap bahwa ketika seseorang mendapat berkat yang luar biasa melimpah dan kita belum mendapatkannya maka kita akan menuduh-Nya sebagai Allah yang pilih kasih.
Dalam Kemahabesarannya, Allah memiliki wewenang menganugerahkan kasih dan kuasa-Nya kepada siapa ia ingin memberikannya. Hal ini bukan berarti Dia menganggap seseorang tidak berharga dan yang lain begitu tinggi derajat di mata-Nya. Dia memiliki rahasia tersendiri untuk memberkati satu persatu umat-Nya dan kita tidak perlu menanyakannya. Percaya saja, Allah telah menyiapkan berkat yang terbaik dan Dia akan mencurahkan sesuai dengan waktu yang dirancang-Nya.
Mungkin hari ini ada diantara Anda yang sudah berpaling dari Allah karena suatu peristiwa yang Anda anggap tidak harus Anda alami. Dalam kasih Kristus, saya mengatakan kembalilah kepada-Nya. Allah tidak pernah pilih kasih dan kalau pun ada kejadian yang membuat Anda begitu sedih dan kecewa lihatlah ada maksud-Nya yang besar dan mulia dibalik semua itu.
Allah mengasihi anak-anakNya dan itu tidak akan pernah berubah sampai kapan pun dan oleh apa pun juga.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kamis, 11 Februari 2010
SATU DOA YANG BARU UNTUK SEKOLAH DI USA
Sumpah Kesetiaan Baru (SUNGGUH MEMPESONA)
Karena Sumpah Kesetiaan dan Doa Bapa Kami tidak lagi diizinkan di kebanyakan Sekolah Negeri di Amerika karena ada disebutkan kata "Tuhan/God", maka seorang anak berusia 15 tahun di Arizona telah menuliskan puisi yang terlampir dibawah ini:
SATU DOA YANG BARU UNTUK SEKOLAH DI USA
Sekarang aku duduk di aula sekolah
Dimana dilarang untuk berdoa
Karena bangsa yang besar dari Allah (USA)
Menentukan menyebutkan namaNya adalah pelecehan sosial.
Kalau sekarang di kelas membaca Kitab Suci,
Itu dianggap melanggar Konstitusi.
Tiap kali kami tundukkan kepala,
Itu sudah melanggar Hukum Federal.
Kami boleh mencat rambut ungu, lembayung atau hijau,
Itu bukan pelanggaran; dan dianggap kebebasan hak.
Undang-undang sekarang tegas melarang;
Berdoa dengan nyaring adalah pelanggaran yang serius.
Karena berdoa ditempat umum,
Bisa dianggap menyinggung bagi yang tak beragama.
Kami hanya boleh berdoa tanpa suara,
Menyebutkan nama Tuhan, dilarang oleh Negara.
Kami bebas memaki dan berpakaian seperti orang gila,
Pake anting-anting, di hidung, di lidah atau di pipi.
Membawa senjata sekarang sudah dilarang,
Setelah terlebih dulu dilarang membaca Alkitab.
Kalau membacakan ayat Alkitab aku bisa dituntut undang-undang.
Kami boleh memilih Ratu Penamatan SMA yang sudah hamil.
Atau Pangeran Penamatan SMU seorang ayah diluar nikah.
Kami dilarang mengajarkan yang benar dan menunjuk yang salah.
Kami diajarkan "menghakimi" seorang tidaklah pantas.
Kami bebas menerima kondom dan pil anti hamil;
Belajar tentang ilmu santet, drakula dan menyembah patung totem…
Tapi Hukum Sepuluh Perintah adalah terlarang.
Tidak boleh nama Tuhan terdengar dimuka umum.
Benar-benar mengerikan hidup ini harus ku akui;
Kalau peraturan begini berlaku sekolah jadi kacau balau.
Sebab itu, Ya Tuhan, doa ini kupanjatkan kepada Engkau,
Kalau aku sampai dihukum mati,
Selamatkan kiranya jiwaku ini! Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Karena Sumpah Kesetiaan dan Doa Bapa Kami tidak lagi diizinkan di kebanyakan Sekolah Negeri di Amerika karena ada disebutkan kata "Tuhan/God", maka seorang anak berusia 15 tahun di Arizona telah menuliskan puisi yang terlampir dibawah ini:
SATU DOA YANG BARU UNTUK SEKOLAH DI USA
Sekarang aku duduk di aula sekolah
Dimana dilarang untuk berdoa
Karena bangsa yang besar dari Allah (USA)
Menentukan menyebutkan namaNya adalah pelecehan sosial.
Kalau sekarang di kelas membaca Kitab Suci,
Itu dianggap melanggar Konstitusi.
Tiap kali kami tundukkan kepala,
Itu sudah melanggar Hukum Federal.
Kami boleh mencat rambut ungu, lembayung atau hijau,
Itu bukan pelanggaran; dan dianggap kebebasan hak.
Undang-undang sekarang tegas melarang;
Berdoa dengan nyaring adalah pelanggaran yang serius.
Karena berdoa ditempat umum,
Bisa dianggap menyinggung bagi yang tak beragama.
Kami hanya boleh berdoa tanpa suara,
Menyebutkan nama Tuhan, dilarang oleh Negara.
Kami bebas memaki dan berpakaian seperti orang gila,
Pake anting-anting, di hidung, di lidah atau di pipi.
Membawa senjata sekarang sudah dilarang,
Setelah terlebih dulu dilarang membaca Alkitab.
Kalau membacakan ayat Alkitab aku bisa dituntut undang-undang.
Kami boleh memilih Ratu Penamatan SMA yang sudah hamil.
Atau Pangeran Penamatan SMU seorang ayah diluar nikah.
Kami dilarang mengajarkan yang benar dan menunjuk yang salah.
Kami diajarkan "menghakimi" seorang tidaklah pantas.
Kami bebas menerima kondom dan pil anti hamil;
Belajar tentang ilmu santet, drakula dan menyembah patung totem…
Tapi Hukum Sepuluh Perintah adalah terlarang.
Tidak boleh nama Tuhan terdengar dimuka umum.
Benar-benar mengerikan hidup ini harus ku akui;
Kalau peraturan begini berlaku sekolah jadi kacau balau.
Sebab itu, Ya Tuhan, doa ini kupanjatkan kepada Engkau,
Kalau aku sampai dihukum mati,
Selamatkan kiranya jiwaku ini! Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 03 Februari 2010
Masihkah ada hari esok???
Bertobatlah setiap hari, kita tidak tahu apakah hari esok masih ada bagi kita – Rabi Eliezer
Adakah Hari Esok Bagimu?
Oleh Redaksi
Di dalam Literatur para rabi Yahudi, seorang Rabi yang bernama Eliezer mengajarkan, "Bertobatlah satu hari sebelum kematian Anda". Para muridnya bertanya, "Tetapi bagaimanakah manusia tahu di hari apa ia akan mati?" Rabi yang bijaksana itu menjawab, "Karena itu, Anda harus bertobat hari ini. Mungkin hari esok Anda akan mati. Dengan demikian manusia harusnya bertobat setiap hari!"
Bukankah ini satu fakta kehidupan? Kita tidak tahu kapan pengembaraan kita di dunia ini akan berakhir. Hari esok belum tentu menjadi milik kita.
Di zaman ini nyawa seolah-olah sudah tidak punya harga lagi. Untuk alasan sepele manusia akan saling membunuh. Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita. Baru-baru ini di daerah Ancol, Jakarta, hanya gara-gara suara gemuruh knalpot sepeda motor, seorang pemuda bernama Sunarto dikeroyok hingga tewas. Karena merasa terusik dengan suara bising sepeda motor korban, seorang bapak yang sedang bersantai di depan rumahnya langsung mengambil sebatang galah dan menghadang sepeda motor yang berisik itu. Persoalan sepele inilah yang memicu percekcokan yang akhirnya meragut nyawa pemuda yang baru berumur 27 tahun ini.
Saya pasti Sunarto sama sekali tidak menyangka bahwa tanggal 1 April 2006 merupakan hari terakhir baginya di dunia ini. Pada malam minggu itu ia hanya mau mengunjungi bibiknya yang rumahnya tidak jauh dari kontrakannya. Sama sekali tidak diduganya bahwa itu akan merupakan kunjungannya yang terakhir.
Di pertengahan Februari yang lalu, diberitakan di koran tentang seorang janda tua yang dibunuh oleh cucunya sendiri saat ia sedang tidur pulas. Dengan kejam cucunya mengorok leher korban hanya gara-gara cucunya kesal karena dimarahi setelah kedapatan mencuri rokok di kios. Beberapa hari yang lalu juga diberitakan di New York Times, tentang seorang anak yang membunuh ibunya hanya karena keadaan rumah yang berantakan dan tidak terawat!
Membaca tentang tragedi demi tragedi yang berlangsung setiap hari di setiap belahan dunia; apakah korban pembunuhan, kecelakaan lalu lintas atau perampokan, kita semakin diyakinkan bahwa sesungguhnya tidak ada pengharapan di dunia yang fana ini. Begitu murah dan tidak berarti nyawa seorang manusia. Jikalau kita hidup hanya untuk dunia ini maka kita menjadi orang yang paling patut dikasihani.
Menurut rasul Yakobus, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Dalam surat yang ditulisnya kepada bangsa Israel yang berada di perantauan, ia bertanya, "Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap."
Marilah kita hidup dengan membuat persiapan bagi hari esok yang kekal. Renungkanlah hikmat seorang Rabi Eliezer, bertobatlah setiap hari, kita tidak tahu apakah hari esok masih ada bagi kita. Sebaliknya kita harus berkata, "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Adakah Hari Esok Bagimu?
Oleh Redaksi
Di dalam Literatur para rabi Yahudi, seorang Rabi yang bernama Eliezer mengajarkan, "Bertobatlah satu hari sebelum kematian Anda". Para muridnya bertanya, "Tetapi bagaimanakah manusia tahu di hari apa ia akan mati?" Rabi yang bijaksana itu menjawab, "Karena itu, Anda harus bertobat hari ini. Mungkin hari esok Anda akan mati. Dengan demikian manusia harusnya bertobat setiap hari!"
Bukankah ini satu fakta kehidupan? Kita tidak tahu kapan pengembaraan kita di dunia ini akan berakhir. Hari esok belum tentu menjadi milik kita.
Di zaman ini nyawa seolah-olah sudah tidak punya harga lagi. Untuk alasan sepele manusia akan saling membunuh. Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita. Baru-baru ini di daerah Ancol, Jakarta, hanya gara-gara suara gemuruh knalpot sepeda motor, seorang pemuda bernama Sunarto dikeroyok hingga tewas. Karena merasa terusik dengan suara bising sepeda motor korban, seorang bapak yang sedang bersantai di depan rumahnya langsung mengambil sebatang galah dan menghadang sepeda motor yang berisik itu. Persoalan sepele inilah yang memicu percekcokan yang akhirnya meragut nyawa pemuda yang baru berumur 27 tahun ini.
Saya pasti Sunarto sama sekali tidak menyangka bahwa tanggal 1 April 2006 merupakan hari terakhir baginya di dunia ini. Pada malam minggu itu ia hanya mau mengunjungi bibiknya yang rumahnya tidak jauh dari kontrakannya. Sama sekali tidak diduganya bahwa itu akan merupakan kunjungannya yang terakhir.
Di pertengahan Februari yang lalu, diberitakan di koran tentang seorang janda tua yang dibunuh oleh cucunya sendiri saat ia sedang tidur pulas. Dengan kejam cucunya mengorok leher korban hanya gara-gara cucunya kesal karena dimarahi setelah kedapatan mencuri rokok di kios. Beberapa hari yang lalu juga diberitakan di New York Times, tentang seorang anak yang membunuh ibunya hanya karena keadaan rumah yang berantakan dan tidak terawat!
Membaca tentang tragedi demi tragedi yang berlangsung setiap hari di setiap belahan dunia; apakah korban pembunuhan, kecelakaan lalu lintas atau perampokan, kita semakin diyakinkan bahwa sesungguhnya tidak ada pengharapan di dunia yang fana ini. Begitu murah dan tidak berarti nyawa seorang manusia. Jikalau kita hidup hanya untuk dunia ini maka kita menjadi orang yang paling patut dikasihani.
Menurut rasul Yakobus, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Dalam surat yang ditulisnya kepada bangsa Israel yang berada di perantauan, ia bertanya, "Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap."
Marilah kita hidup dengan membuat persiapan bagi hari esok yang kekal. Renungkanlah hikmat seorang Rabi Eliezer, bertobatlah setiap hari, kita tidak tahu apakah hari esok masih ada bagi kita. Sebaliknya kita harus berkata, "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jumat, 29 Januari 2010
Hadapi dan Kalahkan Masalahmu
Hadapi dan Kalahkan Masalahmu
Masalah dapat tiba-tiba datang dalam kehidupan kita, tetapi sudah waktunya kita berdiri, menghadapi dan mengalahkannya. Kita dapat belajar dari Raja Yosafat yang ketika itu sedang mengatur bangsanya. Tiba-tiba dia mendengar 3 kekuatan bani Amon dan bani Moab dan sepasukan orang Meunim akan maju hendak menghancurkan Israel. Yosafat yang takut mendengar berita ini memutuskan untuk mencari Tuhan.
Bagaimana sikap kita pada waktu menghadapi masalah?
1. Jangan takut dan terkejut (2 Tawarikh 20:15)
Artinya: Hadapi saja masalah itu karena Tuhan menyertai kita. Tuhan akan memberikan kemenangan, terobosan, mujizat, membuka jalan bagi kita. Ia akan memulihkan kita, hanya apabila kita mau menghadapi masalah kita. Tuhan begitu yakin dan percaya bahwa kita akan menang karena Tuhan TELAH melakukan bagian-Nya untuk membuat kita menang, dengan mati di kayu Salib! Yesus mengatakan "SUDAH SELESAI". Kalimat ini tertulis dalam Yohanes 19:30, dikonfirmasi lagi di kitab Wahyu 16:17.
Masalah memang harus kita hadapi. Ini bagian yang harus kita lakukan. Masalahnya adalah "Apakah engkau percaya?" (Markus 9:14-24). Karena bagi orang yang percaya, segala sesuatu adalah mungkin! Kita harus percaya bahwa kita bisa keluar dari masalah itu dan keadaan bisa berubah.. Ada mujizat yang bisa terjadi dalam hidup kita. Satu hal yang harus kita sadari adalah bahwa masalah tidak sama dengan Tuhan! Artinya Tuhan lebih besar dari masalah kita!
2. Ada kuasa dalam kesepakatan (Matius 18:19)
Kita harus sepakat dan berada di pihak Tuhan. Kita harus sepakat dengan Tuhan dalam pikiran, perkataan dan tindakan kita. Apapun keadaan yang sedang kita hadapi, ingat dan sepakat dengan janji firman Tuhan. kita harus hidup dengan kesadaran bahwa kita adalah PEMENANG yang penuh dengan berkat dan kemurahan Tuhan! Jangan pikirkan masalahnya tetapi fokus kepada apa yang Tuhan akan lakukan bagi kita (Ibrani 12:2). Percaya bahwa segala sesuatu ada dalam kendali Tuhan. Apabila kita tunduk kepada Tuhan, maka masalah tidak ada pilihan lain selain pergi dari hidup kita (Yakobus 4:7). Tuhan tidak pernah merancang kita untuk lari dari masalah kita. Tuhan telah memberikan senjata peperangan dimana semua itu untuk melindungi tubuh bagian depan kita! Jadi apabila kita melarikan diri, tidak ada senjata Tuhan yang akan melindungi tubuh bagian belakang kita (Efesus 6:14-17).
Ibrani 10:38-39
Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Masalah dapat tiba-tiba datang dalam kehidupan kita, tetapi sudah waktunya kita berdiri, menghadapi dan mengalahkannya. Kita dapat belajar dari Raja Yosafat yang ketika itu sedang mengatur bangsanya. Tiba-tiba dia mendengar 3 kekuatan bani Amon dan bani Moab dan sepasukan orang Meunim akan maju hendak menghancurkan Israel. Yosafat yang takut mendengar berita ini memutuskan untuk mencari Tuhan.
Bagaimana sikap kita pada waktu menghadapi masalah?
1. Jangan takut dan terkejut (2 Tawarikh 20:15)
Artinya: Hadapi saja masalah itu karena Tuhan menyertai kita. Tuhan akan memberikan kemenangan, terobosan, mujizat, membuka jalan bagi kita. Ia akan memulihkan kita, hanya apabila kita mau menghadapi masalah kita. Tuhan begitu yakin dan percaya bahwa kita akan menang karena Tuhan TELAH melakukan bagian-Nya untuk membuat kita menang, dengan mati di kayu Salib! Yesus mengatakan "SUDAH SELESAI". Kalimat ini tertulis dalam Yohanes 19:30, dikonfirmasi lagi di kitab Wahyu 16:17.
Masalah memang harus kita hadapi. Ini bagian yang harus kita lakukan. Masalahnya adalah "Apakah engkau percaya?" (Markus 9:14-24). Karena bagi orang yang percaya, segala sesuatu adalah mungkin! Kita harus percaya bahwa kita bisa keluar dari masalah itu dan keadaan bisa berubah.. Ada mujizat yang bisa terjadi dalam hidup kita. Satu hal yang harus kita sadari adalah bahwa masalah tidak sama dengan Tuhan! Artinya Tuhan lebih besar dari masalah kita!
2. Ada kuasa dalam kesepakatan (Matius 18:19)
Kita harus sepakat dan berada di pihak Tuhan. Kita harus sepakat dengan Tuhan dalam pikiran, perkataan dan tindakan kita. Apapun keadaan yang sedang kita hadapi, ingat dan sepakat dengan janji firman Tuhan. kita harus hidup dengan kesadaran bahwa kita adalah PEMENANG yang penuh dengan berkat dan kemurahan Tuhan! Jangan pikirkan masalahnya tetapi fokus kepada apa yang Tuhan akan lakukan bagi kita (Ibrani 12:2). Percaya bahwa segala sesuatu ada dalam kendali Tuhan. Apabila kita tunduk kepada Tuhan, maka masalah tidak ada pilihan lain selain pergi dari hidup kita (Yakobus 4:7). Tuhan tidak pernah merancang kita untuk lari dari masalah kita. Tuhan telah memberikan senjata peperangan dimana semua itu untuk melindungi tubuh bagian depan kita! Jadi apabila kita melarikan diri, tidak ada senjata Tuhan yang akan melindungi tubuh bagian belakang kita (Efesus 6:14-17).
Ibrani 10:38-39
Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kamis, 28 Januari 2010
Masihkah Perlu Gengsi dalam Hidup?
Masihkah Perlu Gengsi dalam Hidup?
Filipi 4:11 "Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan."
Kenapa kita membeli Hp yang jauh lebih mahal dari keperluan kita ?
Kenapa harus beli mobil yg mahal sekali yg jauh daripada kebutuhan kita ?
Kenapa kita sering tak mau mengalah dan terlibat dalam perdebatan dengan orang lain ?
Kenapa banyak orang berkelahi bahkan sampai membunuh hanya karena tersinggung oleh masalah kecil ?
Kenapa Orang banyak berhutang untuk Gaya Hidup yang Maksimal, dengan Pendapatan minimal?
Jawabnya Demi gengsi...satu kata yang cukup membuat harga diri kita terusik.. kita gengsi kalo tak punya baju bagus..mobil mewah..rumah bagus, HP terbaru, Atau Gadget Mutakhir.. bahkan kita gengsi untuk meminta maaf meskipun kita tau kita salah ato karena usia kita lebih tua. Manusia ingin dihargai, ini bagus. Sayangnya kita sering kebablasan, kita haus akan kebanggaan diri yg tidak ada habis2nya. Diri kita ingin selalu menang dari orang lain, ingin selalu dihormati, ingin dilayani. Kita mati2an melindungi diri kita agar tidak disinggung orang, agar tidak direndahkan atau dihina. Maka seumur hidup kita sibuk melindungi harga diri kita.Kenapa orang bangga kalau punya barang mewah? Kenapa orang malu kalau tak punya? Hanya karena orang ingin merasa diri lebih baik daripada orang lain. Padahal kita pasti nggak lebih baik karena kaya.
Gengsi adalah 'kehormatan dan pengaruh yang diperoleh karena perbuatan besar'. Ingat karena sebuah perbuatan besar. bukan barang/kepemilikan yang besar "besar". Saat ini Kelihatannya memang masyarakat kita semakin materialistis, orang dipuji karena kekayaan materi. Kalau kaya Bangga Kalau miskin Malu dan terhina. Maka orang berebut menjadi kaya atau disebut kaya dengan jalan apapun, entah itu menipu, mencuri, korupsi atau apapun, yg penting kaya dan menjadi orang terpandang. itulah efek negatif dari sebuah gengsi.
Banyak orang salah kaprah Gengsi diawali dari kebanggaan yang berlebihan atas apa yang dimilikinya dan dirasa sempurna daripada orang lain. Sehingga dapat memperkecil kepekaan sosial. Ia bisa saja menganggap semua urusan diluar dirinya bukan urusannya. Terutama pada kaum yang lebih rendah dibawahnya.. Seandainya gengsi atau malu bisa dihilangkan asalkan pekerjaan tersebut halal dan tidak melanggar hukum saya kira pengangguran bisa ditekan. Masih banyak disekeliling kita bahwa setelah selesai sekolah atau kuliah ada bekerja di tempat yang sesuai jurusannya, atau dengan kata lain menjadi karyawan disebuah perusahaan atau pegawai negeri. Harus diakui Gengsi itu memberi rasa nikmat pada ego kita. Banyak orang yang karena memakan Gengsi hidup dalam sebuah dilema, Gonta-ganti HP, punya barang bagus, tetapi Ujung-ujungnya Hutang Yang besar dan menggunung serta dikejar-kejar oleh Debt Kolektot, Malu engga sih.
Starbuck di negara asalnya, adalah kedai kopi yang menawarkan suasana. Jadi, para peminum bisa menikmati kenyamanan saat duduk dan bukan hanya sekedar rasa kopinya. Di Indonesia, sebagian dari benefit ini mulai bergeser. Ini terjadi, karena sebagian konsumen yang pergi ke kedai kopi ini memang hanya ingin mengejar status belaka. Demikian juga, banyak kafe-kafe yang berkelas, sengaja membiarkan kafenya terbuka dan mudah dilihat orang. Karena gengsi, maka banyak konsumen yang tertarik dan mereka sudah mendapatkan kepuasannya bila status mereka terangkat saat memasuki kafe-kafe yang mahal ini. Padahal, mereka bisa mendapatkan dengan harga yang jauh lebih murah dan dengan rasa yang tidak kalah. Mereka membeli gengsi, bukan membeli makanan dan minumannya.
Mengapa terkadang memilih membeli jas-jas buatan desainer dunia yang namanya kondang setinggi langit Bukan karena ukurannya yang mungil, bukan juga karena potongannya yang lebih ramping. Label yang dijahitkan di jas itu membuat kita turut melambung bersama, dan secara tak langsung diasosiasikan dengan sesuatu yang mahal. Mengapa kita serang meminta menulis nama dan gelarnya selengkap mungkin. Prof Dr XXX, Eng, MM, Msi. Orang yang memilih gengsi sebenarnya tak punya apa-apa yang patut dibanggakan. Maksudnya, perbuatan besar. Karena itu, untuk memperoleh rasa hormat secara mudah dan instan kita melakukan semua kegiatan "besar" itu.
Apa yang menyebabkan gengsi ini? Pertama sudah pasti karena budaya dan norma kita. Paling tidak ada ketiga budaya dan norma yang membuat gengsi ini menjadi kebutuhan yang cepat terjadi. Pertama, konsumen Indonesia menyukai untuk sosialisasi. Ini kemudian mendorong seseorang untuk pamer atau tergoda untuk saling pamer. Kedua, kita masih menganut budaya feodal. Inilah yang menciptakan kelas-kelas sosial. Akhirnya, terjadi pemberontakan untuk cepat pindah kelas. Walau belum sesungguhnya pindah kelas, tetapi bisa dimulai dengan pamer terlebih dahulu. Ketiga, masyarakat kita mengukur kesuksesan adalah dengan materi dan jabatan. Akhirnya, banyak di antara kita ingin menunjukkan kesuksesan dengan cara memperlihatkan banyaknya materi yang dimiliki.
Cobalah merenung apa sih berfikir apalah gunanya dihargai orang hanya dengan menunjukkan hal semacam itu. Saya lebih bangga jika saya bisa banyak membantu orang tapi orang itu tidak tahu, dibanding berbuat sedikit tapi dibesar-besarkan, hal itu hanya memperlihatkan ketiadaan saja, hanya menghasilkan kesombongan diri, tida perlu gengsi. orang yang mengejar gengsi itu sebenarnya sedang kehausan untuk dihargai? Karena bisa jadi, penghargaan yang datang dari diri sendiri tidaklah mencukupi untuk memuaskan batin. Saya dan teman saya masih perlu mencari dan mendapatkan tambahan dosis pengakuan dari luar. Penghormatan dari luar untuk perilaku yang tidak bermanfaat, apalah gunanya?
Beberapa tips Untuk menghilangkan Gengsi
- Nikmati saja apa yang Anda punyai, dan bukan yang tidak Anda punyai.
- Lakukan sesuatu dengan hati yang memang tahu mengapa Anda patut melakukan itu, tak ada lagi yang namanya ikut-ikutan trend. yang pasti hanya sesaat.
- Jadi pandai. Berikan kesempatan diri Anda dihargai karena hasil Fikiran dan Perbuatan Anda.
- Menjadi rendah hati & Hidup Sederhana
- Jadilah Diri anda sendiri, anda adalah unik
- Banyak Berbuat
Penyakit hati ini memang tidak mudah untuk ditindas. Gengsi akan terus ada selama kita tidak menyadarkan diri sendiri dengan observasi bahwa manusia itu sama. Diciptakan dengan kulit yang bersih dan sewaktu-waktu bisa kotor oleh tanah, juga diciptakan dengan rasa malu. Jadi tak ada alasan buat kita untuk gengsi melakukan hal yang baik meskipun banyak yang berada di luar kebiasaan manusia. Pendorong dari gengsi adalah gencarnya iklan dan promosi yang menempatkan gengsi sebagai bagian utama. Akibatnya, masyarakat yang sudah memiliki potensi untuk mementingkan gengsi.Sering dengar padi yang makin berisi itu seharusnya makin merunduk. Tetapi, isi padi masyrakat yang terlalu mementingkan gengsi cuma seringan kapas. Jadi Masihkan Perlu Gengsi dalam Hidup.. Coba tanyakan Ke Hati Dan Akal anda.
Filipi 4:11 "Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan."
Kenapa kita membeli Hp yang jauh lebih mahal dari keperluan kita ?
Kenapa harus beli mobil yg mahal sekali yg jauh daripada kebutuhan kita ?
Kenapa kita sering tak mau mengalah dan terlibat dalam perdebatan dengan orang lain ?
Kenapa banyak orang berkelahi bahkan sampai membunuh hanya karena tersinggung oleh masalah kecil ?
Kenapa Orang banyak berhutang untuk Gaya Hidup yang Maksimal, dengan Pendapatan minimal?
Jawabnya Demi gengsi...satu kata yang cukup membuat harga diri kita terusik.. kita gengsi kalo tak punya baju bagus..mobil mewah..rumah bagus, HP terbaru, Atau Gadget Mutakhir.. bahkan kita gengsi untuk meminta maaf meskipun kita tau kita salah ato karena usia kita lebih tua. Manusia ingin dihargai, ini bagus. Sayangnya kita sering kebablasan, kita haus akan kebanggaan diri yg tidak ada habis2nya. Diri kita ingin selalu menang dari orang lain, ingin selalu dihormati, ingin dilayani. Kita mati2an melindungi diri kita agar tidak disinggung orang, agar tidak direndahkan atau dihina. Maka seumur hidup kita sibuk melindungi harga diri kita.Kenapa orang bangga kalau punya barang mewah? Kenapa orang malu kalau tak punya? Hanya karena orang ingin merasa diri lebih baik daripada orang lain. Padahal kita pasti nggak lebih baik karena kaya.
Gengsi adalah 'kehormatan dan pengaruh yang diperoleh karena perbuatan besar'. Ingat karena sebuah perbuatan besar. bukan barang/kepemilikan yang besar "besar". Saat ini Kelihatannya memang masyarakat kita semakin materialistis, orang dipuji karena kekayaan materi. Kalau kaya Bangga Kalau miskin Malu dan terhina. Maka orang berebut menjadi kaya atau disebut kaya dengan jalan apapun, entah itu menipu, mencuri, korupsi atau apapun, yg penting kaya dan menjadi orang terpandang. itulah efek negatif dari sebuah gengsi.
Banyak orang salah kaprah Gengsi diawali dari kebanggaan yang berlebihan atas apa yang dimilikinya dan dirasa sempurna daripada orang lain. Sehingga dapat memperkecil kepekaan sosial. Ia bisa saja menganggap semua urusan diluar dirinya bukan urusannya. Terutama pada kaum yang lebih rendah dibawahnya.. Seandainya gengsi atau malu bisa dihilangkan asalkan pekerjaan tersebut halal dan tidak melanggar hukum saya kira pengangguran bisa ditekan. Masih banyak disekeliling kita bahwa setelah selesai sekolah atau kuliah ada bekerja di tempat yang sesuai jurusannya, atau dengan kata lain menjadi karyawan disebuah perusahaan atau pegawai negeri. Harus diakui Gengsi itu memberi rasa nikmat pada ego kita. Banyak orang yang karena memakan Gengsi hidup dalam sebuah dilema, Gonta-ganti HP, punya barang bagus, tetapi Ujung-ujungnya Hutang Yang besar dan menggunung serta dikejar-kejar oleh Debt Kolektot, Malu engga sih.
Starbuck di negara asalnya, adalah kedai kopi yang menawarkan suasana. Jadi, para peminum bisa menikmati kenyamanan saat duduk dan bukan hanya sekedar rasa kopinya. Di Indonesia, sebagian dari benefit ini mulai bergeser. Ini terjadi, karena sebagian konsumen yang pergi ke kedai kopi ini memang hanya ingin mengejar status belaka. Demikian juga, banyak kafe-kafe yang berkelas, sengaja membiarkan kafenya terbuka dan mudah dilihat orang. Karena gengsi, maka banyak konsumen yang tertarik dan mereka sudah mendapatkan kepuasannya bila status mereka terangkat saat memasuki kafe-kafe yang mahal ini. Padahal, mereka bisa mendapatkan dengan harga yang jauh lebih murah dan dengan rasa yang tidak kalah. Mereka membeli gengsi, bukan membeli makanan dan minumannya.
Mengapa terkadang memilih membeli jas-jas buatan desainer dunia yang namanya kondang setinggi langit Bukan karena ukurannya yang mungil, bukan juga karena potongannya yang lebih ramping. Label yang dijahitkan di jas itu membuat kita turut melambung bersama, dan secara tak langsung diasosiasikan dengan sesuatu yang mahal. Mengapa kita serang meminta menulis nama dan gelarnya selengkap mungkin. Prof Dr XXX, Eng, MM, Msi. Orang yang memilih gengsi sebenarnya tak punya apa-apa yang patut dibanggakan. Maksudnya, perbuatan besar. Karena itu, untuk memperoleh rasa hormat secara mudah dan instan kita melakukan semua kegiatan "besar" itu.
Apa yang menyebabkan gengsi ini? Pertama sudah pasti karena budaya dan norma kita. Paling tidak ada ketiga budaya dan norma yang membuat gengsi ini menjadi kebutuhan yang cepat terjadi. Pertama, konsumen Indonesia menyukai untuk sosialisasi. Ini kemudian mendorong seseorang untuk pamer atau tergoda untuk saling pamer. Kedua, kita masih menganut budaya feodal. Inilah yang menciptakan kelas-kelas sosial. Akhirnya, terjadi pemberontakan untuk cepat pindah kelas. Walau belum sesungguhnya pindah kelas, tetapi bisa dimulai dengan pamer terlebih dahulu. Ketiga, masyarakat kita mengukur kesuksesan adalah dengan materi dan jabatan. Akhirnya, banyak di antara kita ingin menunjukkan kesuksesan dengan cara memperlihatkan banyaknya materi yang dimiliki.
Cobalah merenung apa sih berfikir apalah gunanya dihargai orang hanya dengan menunjukkan hal semacam itu. Saya lebih bangga jika saya bisa banyak membantu orang tapi orang itu tidak tahu, dibanding berbuat sedikit tapi dibesar-besarkan, hal itu hanya memperlihatkan ketiadaan saja, hanya menghasilkan kesombongan diri, tida perlu gengsi. orang yang mengejar gengsi itu sebenarnya sedang kehausan untuk dihargai? Karena bisa jadi, penghargaan yang datang dari diri sendiri tidaklah mencukupi untuk memuaskan batin. Saya dan teman saya masih perlu mencari dan mendapatkan tambahan dosis pengakuan dari luar. Penghormatan dari luar untuk perilaku yang tidak bermanfaat, apalah gunanya?
Beberapa tips Untuk menghilangkan Gengsi
- Nikmati saja apa yang Anda punyai, dan bukan yang tidak Anda punyai.
- Lakukan sesuatu dengan hati yang memang tahu mengapa Anda patut melakukan itu, tak ada lagi yang namanya ikut-ikutan trend. yang pasti hanya sesaat.
- Jadi pandai. Berikan kesempatan diri Anda dihargai karena hasil Fikiran dan Perbuatan Anda.
- Menjadi rendah hati & Hidup Sederhana
- Jadilah Diri anda sendiri, anda adalah unik
- Banyak Berbuat
Penyakit hati ini memang tidak mudah untuk ditindas. Gengsi akan terus ada selama kita tidak menyadarkan diri sendiri dengan observasi bahwa manusia itu sama. Diciptakan dengan kulit yang bersih dan sewaktu-waktu bisa kotor oleh tanah, juga diciptakan dengan rasa malu. Jadi tak ada alasan buat kita untuk gengsi melakukan hal yang baik meskipun banyak yang berada di luar kebiasaan manusia. Pendorong dari gengsi adalah gencarnya iklan dan promosi yang menempatkan gengsi sebagai bagian utama. Akibatnya, masyarakat yang sudah memiliki potensi untuk mementingkan gengsi.Sering dengar padi yang makin berisi itu seharusnya makin merunduk. Tetapi, isi padi masyrakat yang terlalu mementingkan gengsi cuma seringan kapas. Jadi Masihkan Perlu Gengsi dalam Hidup.. Coba tanyakan Ke Hati Dan Akal anda.
Senin, 25 Januari 2010
SELALU BERJAGA-JAGA
SELALU BERJAGA-JAGA
"Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." Lukas 21:36
Ayat di atas adalah suatu nasihat dan sekaligus peringatan bagi setiap anak Tuhan yang hidup di masa akhir ini. Nasihat "berjaga jagalah senantiasa sambil berdoa" disampaikan agar kita selalu waspada dan tidak jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.
Kata berjaga-jaga yang dimaksud di sini adalah memiliki sikap hidup, perilaku yang berbeda dan tidak serupa dengan orang dunia. melainkan seturut kehendak Tuhan, "...sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2), sedangkan berdoa mengacu pada hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa bertekun dalam doa kita tidak akan mampu berjaga-jaga, karena sumber kekuatan itu datangnya hanya dari Tuhan.
Saat ini dunia menawarkan banyak hal: kesenangan, kemewahan dan segala kenikmatannya. Bahkan beberapa waktu lalu sebuah surat kabar memuat berita tentang maraknya iklan-iklan berbau atheis di Eropa. Salah satunya mengatakan, "Barangkali Tuhan tidak ada. Karena itu bersenang-senanglah dan nikmatilah hidup!" Ini bisa diartikan, selama masih hidup di dunia bersenang-senanglah dan nikmatilah hidupmu, tidak perlu pusing-pusing memikirkan hal rohani seperti ibadah, pelayanan, hidup kudus dan sebagainya. Bila kita tidak berhati-hati dan tidak memiliki sikap berjaga-jaga, kita akan mudah terjebak dan akhirnya tenggelam dalam kemabukan dan pesta pora dunia ini. Alkitab tegas mengingatkan, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora, dan kemabukan serta kepentingan- kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat." (Lukas 21:34). lngat kejatuhan seseorang itu terkadang bukan karena banyaknya masalah/penderitaan , tetapi justru saat sedang dalam kelimpahan, nyaman dalam segala hal, yang akhirnya membuat lengah. Tapi bila kita tekun berdoa dan terus membangun hubungan dengan Tuhan, Roh Kudus akan memberi kekuatan dan melindungi kita dari segala tipu muslihat kuasa jahat.
"Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!" 1 Korintus 10:12
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
"Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." Lukas 21:36
Ayat di atas adalah suatu nasihat dan sekaligus peringatan bagi setiap anak Tuhan yang hidup di masa akhir ini. Nasihat "berjaga jagalah senantiasa sambil berdoa" disampaikan agar kita selalu waspada dan tidak jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.
Kata berjaga-jaga yang dimaksud di sini adalah memiliki sikap hidup, perilaku yang berbeda dan tidak serupa dengan orang dunia. melainkan seturut kehendak Tuhan, "...sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2), sedangkan berdoa mengacu pada hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa bertekun dalam doa kita tidak akan mampu berjaga-jaga, karena sumber kekuatan itu datangnya hanya dari Tuhan.
Saat ini dunia menawarkan banyak hal: kesenangan, kemewahan dan segala kenikmatannya. Bahkan beberapa waktu lalu sebuah surat kabar memuat berita tentang maraknya iklan-iklan berbau atheis di Eropa. Salah satunya mengatakan, "Barangkali Tuhan tidak ada. Karena itu bersenang-senanglah dan nikmatilah hidup!" Ini bisa diartikan, selama masih hidup di dunia bersenang-senanglah dan nikmatilah hidupmu, tidak perlu pusing-pusing memikirkan hal rohani seperti ibadah, pelayanan, hidup kudus dan sebagainya. Bila kita tidak berhati-hati dan tidak memiliki sikap berjaga-jaga, kita akan mudah terjebak dan akhirnya tenggelam dalam kemabukan dan pesta pora dunia ini. Alkitab tegas mengingatkan, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora, dan kemabukan serta kepentingan- kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat." (Lukas 21:34). lngat kejatuhan seseorang itu terkadang bukan karena banyaknya masalah/penderitaan , tetapi justru saat sedang dalam kelimpahan, nyaman dalam segala hal, yang akhirnya membuat lengah. Tapi bila kita tekun berdoa dan terus membangun hubungan dengan Tuhan, Roh Kudus akan memberi kekuatan dan melindungi kita dari segala tipu muslihat kuasa jahat.
"Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!" 1 Korintus 10:12
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sabtu, 23 Januari 2010
Menegur Dengan Kasih
Menegur Dengan Kasih
Yang dimaksud dengan menegur adalah memberi teguran, menasehati, mendidik dan mengingatkan. Sikap orang dalam menerima teguran bermacam-macam. Ada yang menerima dengan senang hati, ada yang biasa-biasa saja, ada yang mengiyakan hanya untuk mempercepat proses pembicaraan, ada yang menolak dengan tegas, ada yang berkelit, bahkan ada yang tersinggung dan marah, serta masih banyak lagi reaksi lainnya.
Beberapa kebenaran yang perlu kita ketahui saat menegur orang lain:
1. Menegur haruslah dilandasi dengan kasih. Memang terdapat resiko orang yang ditegur menjadi tidak menyukai kita, tetapi kalau memang ia perlu ditegur, tegurlah!
Mengasihi bukan berarti harus selalu setuju, harus selalu mengiyakan, harus selalu tersenyum manis. Untuk mengasihi diperlukan teguran yang dibungkus dengan kejujuran dan keterusterangan, tanpa pura-pura.
Menegur yang dilandasi oleh kasih akan menutupi pelanggaran orang tersebut. Orang yang ditegur dengan kasih akan lebih mudah menerima teguran yang ditujukan kepadanya dan akibatnya kemungkinan untuk yang bersangkutan berubah menjadi lebih besar. Sebaliknya bila kita menegur dengan tidak berlandaskan kasih, hasilnya adalah pertengkaran. Pertengkaran bukanlah tujuan akhir yang ingin kita capai.
2. Menegur haruslah dengan hikmat. Hikmat akan membantu kita untuk memberi teguran yang tepat. Hikmat di sini berarti meliputi teknik, cara, kata-kata, waktu, tempat, serta situasi dan kondisi untuk penyampaian teguran yang tepat.
3. Hasil dari menegur dengan menggunakan hikmat akan berbuah manis. Awalnya mungkin terdapat gesekan, bahkan mungkin dapat menciptakan konflik dengan yang bersangkutan. Namun, kita tetap perlu mengambil resiko ini.
4. Jangan menahan teguran karena takut terhadap resiko gesekan dan konflik.
Salah satu bentuk kasih adalah teguran yang berhikmat. Saat kita tidak melakukan hal ini, kita berarti tidak takut pada Tuhan. Tidak takut pada Tuhan berarti dosa. Jangan takut menegur bila memang diperlukan!
Lalu bagaimana menegur dengan menggunakan hikmat?
1. Menegur dengan lemah lembut. Kelemahlembutan merupakan salah satu buah Roh yang diperlukan (Galatia 5:23). Lemah lembut bukan berarti lemah atau plin-plan. Lemah lembut merupakan sikap hati yang mau mengerti kondisi dan keterbatasan orang lain.
2. Mengetahui dengan jelas orang-orang yang perlu ditegur, orang-orang yang tidak perlu ditegur, saat dan situasi yang tepat untuk menegur. Walaupun saat kita tahu seseorang itu salah, ada saatnya kita perlu menggunakan hikmat. Ya, tidak serta merta kita dapat menegur, bahkan kadang-kadang menahan teguran atau tidak memberikan teguran memerlukan suatu hikmat tersendiri.
Berikut sejumlah ciri-ciri orang yang tidak perlu ditegur atau Anda sebaiknya menahan teguran pada waktu yang lain:
- Orang yang tidak mau mendengarkan teguran dan tidak mempedulikan teguran, bahkan membenci teguran. Orang-orang ini adalah orang yang akan menguras emosi kita. Jadi, jangan habiskan waktu, tenaga, dan emosi untuk orang yang tidak mau mendengar. Bukan karena kita tidak peduli, tetapi memang ada kesempatan lain yang lebih tepat untuk menegur. Cukup bawa orang ini dalam DOA.
- Orang yang gemar bersilat kata. Saat Anda memberi teguran pada orang yang gemar bersilat kata, orang ini akan terus-menerus memberi jawaban dan alasan. Hemat nafas Anda! Hentikan sampai di situ dan bawa orang ini dalam DOA.
Cara-cara menegur adalah demikian:
1. Menegur hanya berdua saja, tidak di depan orang lain. Orang akan lebih mudah menurunkan ego bila ditegur berdua saja tanpa kehadiran orang lain. Pada saat ada orang lain yang hadir, kecenderungan untuk membela diri dan mempertahankan ego akan lebih besar daripada saat hanya berdua.
2. Bila berdua saja tidak mempan, minta bantuan 1 atau 2 orang lain untuk menegur. Ini harus melihat kasusnya juga. Tidak semua kasus dapat diperlakukan sama. Jika memang diperlukan bantuan dari 1 atau 2 orang lain, lakukanlah!
3. Bila setelah minta bantuan dari 1 atau 2 orang tetap tidak mempan juga, minta bantuan lebih banyak orang. Ini hanya perlu dilakukan untuk kasus-kasus yang sangat serius. Untuk kasus-kasus yang dapat mengundang keresahan bagi orang banyak, hal ini perlu dilakukan. Bila yang bersangkutan masih tidak mau mendengarkan teguran, hemat nafas Anda! Cukup bawa yang bersangkutan dalam DOA Anda.
Jadi, Anda siap memberi teguran? Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Yang dimaksud dengan menegur adalah memberi teguran, menasehati, mendidik dan mengingatkan. Sikap orang dalam menerima teguran bermacam-macam. Ada yang menerima dengan senang hati, ada yang biasa-biasa saja, ada yang mengiyakan hanya untuk mempercepat proses pembicaraan, ada yang menolak dengan tegas, ada yang berkelit, bahkan ada yang tersinggung dan marah, serta masih banyak lagi reaksi lainnya.
Beberapa kebenaran yang perlu kita ketahui saat menegur orang lain:
1. Menegur haruslah dilandasi dengan kasih. Memang terdapat resiko orang yang ditegur menjadi tidak menyukai kita, tetapi kalau memang ia perlu ditegur, tegurlah!
Mengasihi bukan berarti harus selalu setuju, harus selalu mengiyakan, harus selalu tersenyum manis. Untuk mengasihi diperlukan teguran yang dibungkus dengan kejujuran dan keterusterangan, tanpa pura-pura.
Menegur yang dilandasi oleh kasih akan menutupi pelanggaran orang tersebut. Orang yang ditegur dengan kasih akan lebih mudah menerima teguran yang ditujukan kepadanya dan akibatnya kemungkinan untuk yang bersangkutan berubah menjadi lebih besar. Sebaliknya bila kita menegur dengan tidak berlandaskan kasih, hasilnya adalah pertengkaran. Pertengkaran bukanlah tujuan akhir yang ingin kita capai.
2. Menegur haruslah dengan hikmat. Hikmat akan membantu kita untuk memberi teguran yang tepat. Hikmat di sini berarti meliputi teknik, cara, kata-kata, waktu, tempat, serta situasi dan kondisi untuk penyampaian teguran yang tepat.
3. Hasil dari menegur dengan menggunakan hikmat akan berbuah manis. Awalnya mungkin terdapat gesekan, bahkan mungkin dapat menciptakan konflik dengan yang bersangkutan. Namun, kita tetap perlu mengambil resiko ini.
4. Jangan menahan teguran karena takut terhadap resiko gesekan dan konflik.
Salah satu bentuk kasih adalah teguran yang berhikmat. Saat kita tidak melakukan hal ini, kita berarti tidak takut pada Tuhan. Tidak takut pada Tuhan berarti dosa. Jangan takut menegur bila memang diperlukan!
Lalu bagaimana menegur dengan menggunakan hikmat?
1. Menegur dengan lemah lembut. Kelemahlembutan merupakan salah satu buah Roh yang diperlukan (Galatia 5:23). Lemah lembut bukan berarti lemah atau plin-plan. Lemah lembut merupakan sikap hati yang mau mengerti kondisi dan keterbatasan orang lain.
2. Mengetahui dengan jelas orang-orang yang perlu ditegur, orang-orang yang tidak perlu ditegur, saat dan situasi yang tepat untuk menegur. Walaupun saat kita tahu seseorang itu salah, ada saatnya kita perlu menggunakan hikmat. Ya, tidak serta merta kita dapat menegur, bahkan kadang-kadang menahan teguran atau tidak memberikan teguran memerlukan suatu hikmat tersendiri.
Berikut sejumlah ciri-ciri orang yang tidak perlu ditegur atau Anda sebaiknya menahan teguran pada waktu yang lain:
- Orang yang tidak mau mendengarkan teguran dan tidak mempedulikan teguran, bahkan membenci teguran. Orang-orang ini adalah orang yang akan menguras emosi kita. Jadi, jangan habiskan waktu, tenaga, dan emosi untuk orang yang tidak mau mendengar. Bukan karena kita tidak peduli, tetapi memang ada kesempatan lain yang lebih tepat untuk menegur. Cukup bawa orang ini dalam DOA.
- Orang yang gemar bersilat kata. Saat Anda memberi teguran pada orang yang gemar bersilat kata, orang ini akan terus-menerus memberi jawaban dan alasan. Hemat nafas Anda! Hentikan sampai di situ dan bawa orang ini dalam DOA.
Cara-cara menegur adalah demikian:
1. Menegur hanya berdua saja, tidak di depan orang lain. Orang akan lebih mudah menurunkan ego bila ditegur berdua saja tanpa kehadiran orang lain. Pada saat ada orang lain yang hadir, kecenderungan untuk membela diri dan mempertahankan ego akan lebih besar daripada saat hanya berdua.
2. Bila berdua saja tidak mempan, minta bantuan 1 atau 2 orang lain untuk menegur. Ini harus melihat kasusnya juga. Tidak semua kasus dapat diperlakukan sama. Jika memang diperlukan bantuan dari 1 atau 2 orang lain, lakukanlah!
3. Bila setelah minta bantuan dari 1 atau 2 orang tetap tidak mempan juga, minta bantuan lebih banyak orang. Ini hanya perlu dilakukan untuk kasus-kasus yang sangat serius. Untuk kasus-kasus yang dapat mengundang keresahan bagi orang banyak, hal ini perlu dilakukan. Bila yang bersangkutan masih tidak mau mendengarkan teguran, hemat nafas Anda! Cukup bawa yang bersangkutan dalam DOA Anda.
Jadi, Anda siap memberi teguran? Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kamis, 21 Januari 2010
ADA DI TANGAN TUHAN
ADA DI TANGAN TUHAN
Roma 12:19
"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 9; Matius 9; Kejadian 17-18
Di akhir abad ke-19, seluruh dunia dilingkupi rasa takut yang begitu besar ketika terjadi pemberontakan di Rusia dimana pada saat itu para pemberontak Chechen membunuh ratusan orang yang terkurung di sebuah sekolah di Beslan, Rusia. Kebanyakan para korban yang mati adalah mereka yang masih berusia masih sangat kecil. Enam anak yang turut terbunuh pada peristiwa itu adalah anak dari Totiev bersaudara, yang aktif dalam pelayanan Kristiani.
Salah seorang dari Totiev bersaudara itu memberikan reaksi yang bagi kebanyakan kita merupakan pilihan yang sulit. Ia berkata, "Ya, kami mengalami kehilangan yang tidak dapat digantikan oleh apa pun, tetapi kami tidak melakukan balas dendam." Ia mempercayai apa yang dikatakan Tuhan, yang tercatat dalam Roma 12:19, "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang menuntut pembalasan."
Beberapa atau mungkin banyak dari kita yang sangat sulit menghilangkan kepahitan atas ketidakadilan yang sebenarnya tidak sebesar apa yang dialami oleh keluarga Totiev diatas. Mereka mengambil sebuah sikap untuk mengikhlaskan anak-anak mereka dan tidak membalas dendam. Hal itu tidak akan mungkin dapat dilakukan apabila Roh Kudus diam di dalam hati mereka.
Roh Kudus memampukan seseorang untuk memiliki sikap seperti Kristus sehingga ketika ketidakadilan itu menimpa hidupnya, itu tidak membuat dirinya menjadi gelisah. Justru ia akan meletakkan semua ketidakadilan yang menimpanya ke dalam tangan Allah
Apakah Anda hari-hari ini merasa diperlakukan tidak adil oleh sekeliling Anda? Janganlah marah atau kecewa terhadap Tuhan. Berdoalah kepada-Nya dan mintalah Roh Kudus membantu Anda mencabut segala kepahitan yang ada dalam hati Anda. Saat melakukan hal itu, Anda sebenarnya telah mengalahkan kejahatan dengan kebaikan seperti yang tertulis dalam Roma 12:21, "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!."
Keadilan Allah suatu saat pasti datang bila Anda mau menunggunya dengan sabar.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Roma 12:19
"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 9; Matius 9; Kejadian 17-18
Di akhir abad ke-19, seluruh dunia dilingkupi rasa takut yang begitu besar ketika terjadi pemberontakan di Rusia dimana pada saat itu para pemberontak Chechen membunuh ratusan orang yang terkurung di sebuah sekolah di Beslan, Rusia. Kebanyakan para korban yang mati adalah mereka yang masih berusia masih sangat kecil. Enam anak yang turut terbunuh pada peristiwa itu adalah anak dari Totiev bersaudara, yang aktif dalam pelayanan Kristiani.
Salah seorang dari Totiev bersaudara itu memberikan reaksi yang bagi kebanyakan kita merupakan pilihan yang sulit. Ia berkata, "Ya, kami mengalami kehilangan yang tidak dapat digantikan oleh apa pun, tetapi kami tidak melakukan balas dendam." Ia mempercayai apa yang dikatakan Tuhan, yang tercatat dalam Roma 12:19, "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang menuntut pembalasan."
Beberapa atau mungkin banyak dari kita yang sangat sulit menghilangkan kepahitan atas ketidakadilan yang sebenarnya tidak sebesar apa yang dialami oleh keluarga Totiev diatas. Mereka mengambil sebuah sikap untuk mengikhlaskan anak-anak mereka dan tidak membalas dendam. Hal itu tidak akan mungkin dapat dilakukan apabila Roh Kudus diam di dalam hati mereka.
Roh Kudus memampukan seseorang untuk memiliki sikap seperti Kristus sehingga ketika ketidakadilan itu menimpa hidupnya, itu tidak membuat dirinya menjadi gelisah. Justru ia akan meletakkan semua ketidakadilan yang menimpanya ke dalam tangan Allah
Apakah Anda hari-hari ini merasa diperlakukan tidak adil oleh sekeliling Anda? Janganlah marah atau kecewa terhadap Tuhan. Berdoalah kepada-Nya dan mintalah Roh Kudus membantu Anda mencabut segala kepahitan yang ada dalam hati Anda. Saat melakukan hal itu, Anda sebenarnya telah mengalahkan kejahatan dengan kebaikan seperti yang tertulis dalam Roma 12:21, "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!."
Keadilan Allah suatu saat pasti datang bila Anda mau menunggunya dengan sabar.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sabtu, 16 Januari 2010
PENGAMPUNAN
PENGAMPUNAN
Luis Palau pernah menyimpan kepahitan terhadap empat orang pamannya. Keempat orang pamannya itu telah menyebabkan dia hidup dalam penderitaan selama dua puluh tahun. Kepahitan itu disimpannya sejak ia berusia 10 tahun, yaitu ketika ayahnya meninggal dunia. Ayahnya meninggalkan harta warisan dan harta warisan dan sejumlah uang, namun keempat orang pamannya langsung mengambil alih semua semua harta peninggalan itu. Tidak sampai disitu saja, bahkan keempat orang pamannya itu juga meminjam uang dengan memakai nama keluarga Luis.
Kepahitan itu telah membuat Luis bertekad untuk membalas semua perbuatan jahat paman-pamannya itu, tetapi ibunya yang hidup takut akan Tuhan selalu melarangnya. Ibunya meredam emosinya walau hanya untuk sementara waktu saja. 27 tahun kemudian, ketika ia akan melaksanakan niatnya untuk membalas dendam, Tuhan menjamah hatinya dan mengajarkan secara langsung kepadanya tentang pengampunan penuh.
Jamahan Tuhan yang luar biasa mampu menghancurkan kebencian yang telah membantu di hati Luis, sehingga ia menjadi pengajar yang menyeruhkan bahwa setiap orang kristen harus melepaskan pengampunan penuh dan selebihnya percaya bahwa Tuhan pasti memberikan keadilan.
Pengampunan bukanlah sekedar emosi, tetapi tindakan yang didukung oleh kemauan untuk melepaskan pengampunan kepada orang yang melukai hati kita. Ada 3 hal yang seringkali terjadi ketika kita merasa disakiti oleh orang lain.
Pertama: Kita cenderung untuk membiarkan kepahitan itu membelenggu jiwa kita karena seseorang telah berlaku tidak adil pada kita. Tuhan berkata, bahwa segala kepahitan, kegeraman, dan kemarahan hendaklah dibuang dari hidup kita. Sebaliknya, hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni.
Kedua: Pernahkan kita mengizingkan kepahitan terhadap orang lain berubah menjadi kekecewaan terhadap Tuhan? Sikap ini tidak benar. Firman Tuhan berkata dalam Roma 8:28:" Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah". Didalam penderitaan pun Tuhan punya rencana yang indah bagi kita.
Ketiga: Pernahkah kita berkeinginan membalas dendam supaya impas perbuatan mereka yang menyakiti kita? Firman Tuhan berkata: Roma: 8:19 "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan".
Ada satu prinsip Alkitab yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita adalah Pengampunan, pengampunan berarti mengampuni untuk melupakan kesalahan orang lain dengan kata lain ada sebuah prinsip kasih, kasih untuk mengampuni setiap kesalahan orang lain kepada kita.
Sebagai contoh adalah kisah tentang Nelson Mandela merupakan Aktualisasi kasih yang mengampuni musuh-musuhnya, kisah tentang Nelson Mandela yang di penjarakan selama bertahun-tahun ketika waktu dimana ia dibebaskan dan ia mempunyai kesempatan untuk melakukan pembalasan terhadap perilaku tidak adil, kebijakan-kebijakan yang menyudutkan rasisme dan yang mengutungkan kelompok-kelompok tertentu. Apa yang dilakukan Nelson Mandela sangat berbeda, justru ia melepaskan pengampunan.
Dalam Alkitab diatas: Tuhan mengajarkan kita tentang prinsip Kasih yang ideanya dan Filosofis Teologis sangat luar biasa, Tuhan bilang lepaskan pengampunan untuk seteruhmu, untuk orang-orang yang melukai hati kita bukan itu saja, Tuhan mau kita membantu seteru kita, kadang kita berpikir kalau untuk mengampuni mungkin oke-oke saja, tetapi untuk membantu seteru nanti dulu. Ini adalah satu hal yang tidak mungkin, ingat, memang indifidual egoisme kita dan nalarisasi kemanusian kita akan berlawanan, hanya Tuhan Yesus yang dapat memberikan kita kekuatan yang luar biasa untuk melepaskan Pengampuan.
Setelah kita mengetahui kebenaran bahwa setiap orang kristen harus memberikan pengampunan penuh, maka kita harus hidup sebagai orang yang selalu siap mengampuni.
REFLEKSI:
1. Apakah diantara kita saat ini yang sangat kecewa terhadap seseorang yang menyakiti hati kita.
2. Lepaskan pengampuan untuk setiap orang dengan melepaskan pengampunan kita bebas dari kutuk dosa, sakit hati dan kecewa.
3. Hanya Tuhan yang dapat memberikan kita kekuatan untuk bisa melepaskan pengampunan. Mintalah kekuatan dari Tuhan Yesus untuk dapat melepaskan pengampuan.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Luis Palau pernah menyimpan kepahitan terhadap empat orang pamannya. Keempat orang pamannya itu telah menyebabkan dia hidup dalam penderitaan selama dua puluh tahun. Kepahitan itu disimpannya sejak ia berusia 10 tahun, yaitu ketika ayahnya meninggal dunia. Ayahnya meninggalkan harta warisan dan harta warisan dan sejumlah uang, namun keempat orang pamannya langsung mengambil alih semua semua harta peninggalan itu. Tidak sampai disitu saja, bahkan keempat orang pamannya itu juga meminjam uang dengan memakai nama keluarga Luis.
Kepahitan itu telah membuat Luis bertekad untuk membalas semua perbuatan jahat paman-pamannya itu, tetapi ibunya yang hidup takut akan Tuhan selalu melarangnya. Ibunya meredam emosinya walau hanya untuk sementara waktu saja. 27 tahun kemudian, ketika ia akan melaksanakan niatnya untuk membalas dendam, Tuhan menjamah hatinya dan mengajarkan secara langsung kepadanya tentang pengampunan penuh.
Jamahan Tuhan yang luar biasa mampu menghancurkan kebencian yang telah membantu di hati Luis, sehingga ia menjadi pengajar yang menyeruhkan bahwa setiap orang kristen harus melepaskan pengampunan penuh dan selebihnya percaya bahwa Tuhan pasti memberikan keadilan.
Pengampunan bukanlah sekedar emosi, tetapi tindakan yang didukung oleh kemauan untuk melepaskan pengampunan kepada orang yang melukai hati kita. Ada 3 hal yang seringkali terjadi ketika kita merasa disakiti oleh orang lain.
Pertama: Kita cenderung untuk membiarkan kepahitan itu membelenggu jiwa kita karena seseorang telah berlaku tidak adil pada kita. Tuhan berkata, bahwa segala kepahitan, kegeraman, dan kemarahan hendaklah dibuang dari hidup kita. Sebaliknya, hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni.
Kedua: Pernahkan kita mengizingkan kepahitan terhadap orang lain berubah menjadi kekecewaan terhadap Tuhan? Sikap ini tidak benar. Firman Tuhan berkata dalam Roma 8:28:" Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah". Didalam penderitaan pun Tuhan punya rencana yang indah bagi kita.
Ketiga: Pernahkah kita berkeinginan membalas dendam supaya impas perbuatan mereka yang menyakiti kita? Firman Tuhan berkata: Roma: 8:19 "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan".
Ada satu prinsip Alkitab yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita adalah Pengampunan, pengampunan berarti mengampuni untuk melupakan kesalahan orang lain dengan kata lain ada sebuah prinsip kasih, kasih untuk mengampuni setiap kesalahan orang lain kepada kita.
Sebagai contoh adalah kisah tentang Nelson Mandela merupakan Aktualisasi kasih yang mengampuni musuh-musuhnya, kisah tentang Nelson Mandela yang di penjarakan selama bertahun-tahun ketika waktu dimana ia dibebaskan dan ia mempunyai kesempatan untuk melakukan pembalasan terhadap perilaku tidak adil, kebijakan-kebijakan yang menyudutkan rasisme dan yang mengutungkan kelompok-kelompok tertentu. Apa yang dilakukan Nelson Mandela sangat berbeda, justru ia melepaskan pengampunan.
Dalam Alkitab diatas: Tuhan mengajarkan kita tentang prinsip Kasih yang ideanya dan Filosofis Teologis sangat luar biasa, Tuhan bilang lepaskan pengampunan untuk seteruhmu, untuk orang-orang yang melukai hati kita bukan itu saja, Tuhan mau kita membantu seteru kita, kadang kita berpikir kalau untuk mengampuni mungkin oke-oke saja, tetapi untuk membantu seteru nanti dulu. Ini adalah satu hal yang tidak mungkin, ingat, memang indifidual egoisme kita dan nalarisasi kemanusian kita akan berlawanan, hanya Tuhan Yesus yang dapat memberikan kita kekuatan yang luar biasa untuk melepaskan Pengampuan.
Setelah kita mengetahui kebenaran bahwa setiap orang kristen harus memberikan pengampunan penuh, maka kita harus hidup sebagai orang yang selalu siap mengampuni.
REFLEKSI:
1. Apakah diantara kita saat ini yang sangat kecewa terhadap seseorang yang menyakiti hati kita.
2. Lepaskan pengampuan untuk setiap orang dengan melepaskan pengampunan kita bebas dari kutuk dosa, sakit hati dan kecewa.
3. Hanya Tuhan yang dapat memberikan kita kekuatan untuk bisa melepaskan pengampunan. Mintalah kekuatan dari Tuhan Yesus untuk dapat melepaskan pengampuan.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 30 Desember 2009
Penyakit lidah
Hai para member sekalian.
Sdh 2 bulan saya tidak posting. heheh
Tuhan baru saja mengerjkan hal yang luar biasa dalam hidup saya. Melalui masalah yang Tuhan ijinkan terjadi saya menjadi Lebih percaya lagi bahwa Tuhan mempunyai rencana yg indah dalam setiap kita anakNya.
Walaupun saya sempat jatuh d dalam minuman keras tetapi Tuhan tidak membiarkan saya sampai tergeletak. Tuhan dengan cepat Mengangkat saya dan mengingatkan saya melalui Roh Kudus yg Tuhan taruh di hati saya.
Saat ini saya ingin membagikan renungan Ttg Penyakit lidah. Tolong d baca dengan seksama.:
sumber: http://www.facebook.com/l/8dd72;www.bethanysyd.org.au/sermon/?id=65
Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu! Siapakan orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu" (Mazmur 34:12-14).
Kunci agar kita dapat berumur panjang dengan disertai berkat yang melimpah ada di dalam Mazmur 34:14, yaitu, "jagailah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu". Firman Tuhan berkata bahwa apa yang keluar dari mulut kita berasal dari hati (Matius 12:34b). Jadi apa yang keluar dari mulut kita itu sama seperti apa yang terdapat di dalam hati kita.
Firman Tuhan banyak sekali berbicara tentang mulut dan lidah. Hari ini saya mau mengajak kita semua untuk banyak membuka firman Tuhan.
"Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran" (Amsal 21: 23).
"Siapa yang menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan" (Amsal 13:3), karena setiap perkataan yang sia-sia yang kita ucapkan haruslah dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman (Matius 12:36).
Yakobus 3:1-12 mengajarkan tentang dosa karena lidah; di dalam ayat yang ke-2 dikatakan bahwa orang yang tidak bersalah dalam perkataannya adalah orang yang sempurna, yang juga dapat mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lidah kita itu seperti kemudi kapal yang kecil yang dapat mengendalikan kapal-kapal yang besar (ayat 4). Lidah juga digambarkan seperti api, yang walaupun kecil dapat membakar hutan yang besar (ayat 5). Di dalam ayat yang ke-8, dikatakan bahwa lidah adalah sesuatu yang buas dan penuh racun.
Lidah kita itu penuh dengan kuasa! Marilah kita memakai lidah kita dengan benar: memakainya untuk memuji Tuhan (ayat 9) dan juga untuk memberkati sesama kita (ayat 10).
Biarlah mulut dan lidah kita ini dipakai untuk memuji Tuhan, biarlah dari hati kita keluar puji-pujian bagi Dia dan juga kata-kata yang indah (Mazmur 45: 2-3).
"Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu" (Kidung Agung 4:3). Bibir yang merah seperti kirmizi itu menggambarkan akan darah Kristus. Tuhan mencari dan melihat kecantikan yang ada di dalam kita, bukan dari luar; dan Tuhan Yesus sendirilah yang dapat menyucikan hati kita dari dalam.
Marilah kita senantiasa menjaga agar hati kita tetap bersih. Marilah kita membersihkannya dari segala "polusi" dengan meminta ampun kepada Tuhan pada pagi hari, maupun pada malam hari. Janganlah kita hanya memperhatikan kecantikan kita yang dari luar, tetapi juga kecantikan yang dari dalam.
Berhati-hatilah dengan berbagai macam "penyakit" lidah yang ada. Contohnya:
1. Banyak Bicara (BB)
Amsal 10:19; Amsal 14:23b; Pengkhotbah 5:2, 3
2. Perkataan Sia-sia
Matius 5:37
3. Gede Omong (GO) / Besar Mulut
Mazmur 12:3-4
4. Gossip (GO)
Amsal 18:8; Amsal 20:19
5. Aku Ingin Dusta Selalu (AIDS) / Pendusta
Wahyu 21:8
6. Terlalu Bicara Cepat (TBC) / Cepat Bicara
Amsal 29:20; Mazmur 106:33
Jika kita mempunyai "penyakit" lidah ini, marilah kita bertobat. Jalan kesembuhan dari "penyakit" lidah ini adalah dengan datang kepada Yesus dan mengakui segala dosa kita, supaya Ia yang menyembuhkan, menyucikan hati serta perkataan kita. Marilah kita mengikuti contoh nabi Yesaya yang meminta agar Tuhan menjamah bibirnya karena ia sadar bahwa ia seorang yang najis bibir.
Gbu all.,!!
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sdh 2 bulan saya tidak posting. heheh
Tuhan baru saja mengerjkan hal yang luar biasa dalam hidup saya. Melalui masalah yang Tuhan ijinkan terjadi saya menjadi Lebih percaya lagi bahwa Tuhan mempunyai rencana yg indah dalam setiap kita anakNya.
Walaupun saya sempat jatuh d dalam minuman keras tetapi Tuhan tidak membiarkan saya sampai tergeletak. Tuhan dengan cepat Mengangkat saya dan mengingatkan saya melalui Roh Kudus yg Tuhan taruh di hati saya.
Saat ini saya ingin membagikan renungan Ttg Penyakit lidah. Tolong d baca dengan seksama.:
sumber: http://www.facebook.com/l/8dd72;www.bethanysyd.org.au/sermon/?id=65
Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu! Siapakan orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu" (Mazmur 34:12-14).
Kunci agar kita dapat berumur panjang dengan disertai berkat yang melimpah ada di dalam Mazmur 34:14, yaitu, "jagailah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu". Firman Tuhan berkata bahwa apa yang keluar dari mulut kita berasal dari hati (Matius 12:34b). Jadi apa yang keluar dari mulut kita itu sama seperti apa yang terdapat di dalam hati kita.
Firman Tuhan banyak sekali berbicara tentang mulut dan lidah. Hari ini saya mau mengajak kita semua untuk banyak membuka firman Tuhan.
"Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran" (Amsal 21: 23).
"Siapa yang menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan" (Amsal 13:3), karena setiap perkataan yang sia-sia yang kita ucapkan haruslah dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman (Matius 12:36).
Yakobus 3:1-12 mengajarkan tentang dosa karena lidah; di dalam ayat yang ke-2 dikatakan bahwa orang yang tidak bersalah dalam perkataannya adalah orang yang sempurna, yang juga dapat mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lidah kita itu seperti kemudi kapal yang kecil yang dapat mengendalikan kapal-kapal yang besar (ayat 4). Lidah juga digambarkan seperti api, yang walaupun kecil dapat membakar hutan yang besar (ayat 5). Di dalam ayat yang ke-8, dikatakan bahwa lidah adalah sesuatu yang buas dan penuh racun.
Lidah kita itu penuh dengan kuasa! Marilah kita memakai lidah kita dengan benar: memakainya untuk memuji Tuhan (ayat 9) dan juga untuk memberkati sesama kita (ayat 10).
Biarlah mulut dan lidah kita ini dipakai untuk memuji Tuhan, biarlah dari hati kita keluar puji-pujian bagi Dia dan juga kata-kata yang indah (Mazmur 45: 2-3).
"Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu" (Kidung Agung 4:3). Bibir yang merah seperti kirmizi itu menggambarkan akan darah Kristus. Tuhan mencari dan melihat kecantikan yang ada di dalam kita, bukan dari luar; dan Tuhan Yesus sendirilah yang dapat menyucikan hati kita dari dalam.
Marilah kita senantiasa menjaga agar hati kita tetap bersih. Marilah kita membersihkannya dari segala "polusi" dengan meminta ampun kepada Tuhan pada pagi hari, maupun pada malam hari. Janganlah kita hanya memperhatikan kecantikan kita yang dari luar, tetapi juga kecantikan yang dari dalam.
Berhati-hatilah dengan berbagai macam "penyakit" lidah yang ada. Contohnya:
1. Banyak Bicara (BB)
Amsal 10:19; Amsal 14:23b; Pengkhotbah 5:2, 3
2. Perkataan Sia-sia
Matius 5:37
3. Gede Omong (GO) / Besar Mulut
Mazmur 12:3-4
4. Gossip (GO)
Amsal 18:8; Amsal 20:19
5. Aku Ingin Dusta Selalu (AIDS) / Pendusta
Wahyu 21:8
6. Terlalu Bicara Cepat (TBC) / Cepat Bicara
Amsal 29:20; Mazmur 106:33
Jika kita mempunyai "penyakit" lidah ini, marilah kita bertobat. Jalan kesembuhan dari "penyakit" lidah ini adalah dengan datang kepada Yesus dan mengakui segala dosa kita, supaya Ia yang menyembuhkan, menyucikan hati serta perkataan kita. Marilah kita mengikuti contoh nabi Yesaya yang meminta agar Tuhan menjamah bibirnya karena ia sadar bahwa ia seorang yang najis bibir.
Gbu all.,!!
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Senin, 28 Desember 2009
Delapan Kado Indah
Delapan Kado Indah
Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
Kehadiran. Kehadiran orang yang dikasihi adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir lewat surat , telepon, foto, atau fax. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
Mendengar. Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.
Diam. Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalaya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.
Kebebasan. Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupannya. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "kamu bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
Keindahan. Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
Tanggapan Positif. Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya ada pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya? Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.
Kesediaan Mengalah. Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
Senyuman. Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
Kehadiran. Kehadiran orang yang dikasihi adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir lewat surat , telepon, foto, atau fax. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
Mendengar. Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.
Diam. Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalaya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.
Kebebasan. Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupannya. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "kamu bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
Keindahan. Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
Tanggapan Positif. Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya ada pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya? Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.
Kesediaan Mengalah. Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
Senyuman. Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Minggu, 27 Desember 2009
MELEPASKAN UNTUK MENDAPATKAN
MELEPASKAN UNTUK MENDAPATKAN
Bacaan : Matius 13:44-46
Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu (Matius 13:46)
Banyak orangtua sangat berharap dapat menyekolahkan anak-anaknya sampai ke bangku kuliah. Meski biaya yang dibutuhkan sangat banyak, itu tidak menyurutkan keinginan mereka. Oleh sebab itu, tidak sedikit orangtua yang siap menjual harta bendanya, termasuk barang-barang yang sangat mereka sayangi. Mereka sadar ada yang harus dilepaskan demi mendapat apa yang mereka impikan.
Bacaan hari ini mengingatkan kita tentang bagaimana seharusnya memandang Kerajaan Surga. Yakni memandangnya seperti harta terpendam dan mutiara yang indah. Saat kita melihatnya sebagai "mutiara" yang jauh lebih berharga dari segala harta, kita akan rela melepas segala milik kita demi mendapatkan yang paling berharga. Sayang, pada zaman ini manusia kerap bersikap sebaliknya. Berbagai keindahan semu menutupi pandangan manusia bahwa Surga itu yang paling berharga.
Membuat mereka-sebaliknya- rela melepaskan Kerajaan Surga demi mendapatkan yang semu dan sementara itu. Harta atau posisi bisa membuat seseorang menghalalkan cara-yang tak berkenan bagi Tuhan-demi menggapainya. Cinta kepada lawan jenis dapat membuat seseorang rela mengompromikan iman. Kesibukan di pekerjaan sangat mungkin membuat seseorang membiarkan kehidupan rohaninya tak bertumbuh.
Apakah yang paling bernilai dalam hidup Anda saat ini? Apakah itu harta, karier, status, kekasih, keluarga, atau yang lain? Biarlah hari ini mata rohani kita dibukakan untuk melihat bahwa semuanya itu sesungguhnya tidak sebanding dengan Kerajaan Surga, yang akan kita miliki sampai kekekalan. Sebab itu, semua yang lain mesti siap untuk kita lepaskan, agar kita tak kehilangan yang kekal -ALS
KERAJAAN SURGA JAUH LEBIH BERHARGA DARIPADA APA PUN
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Bacaan : Matius 13:44-46
Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu (Matius 13:46)
Banyak orangtua sangat berharap dapat menyekolahkan anak-anaknya sampai ke bangku kuliah. Meski biaya yang dibutuhkan sangat banyak, itu tidak menyurutkan keinginan mereka. Oleh sebab itu, tidak sedikit orangtua yang siap menjual harta bendanya, termasuk barang-barang yang sangat mereka sayangi. Mereka sadar ada yang harus dilepaskan demi mendapat apa yang mereka impikan.
Bacaan hari ini mengingatkan kita tentang bagaimana seharusnya memandang Kerajaan Surga. Yakni memandangnya seperti harta terpendam dan mutiara yang indah. Saat kita melihatnya sebagai "mutiara" yang jauh lebih berharga dari segala harta, kita akan rela melepas segala milik kita demi mendapatkan yang paling berharga. Sayang, pada zaman ini manusia kerap bersikap sebaliknya. Berbagai keindahan semu menutupi pandangan manusia bahwa Surga itu yang paling berharga.
Membuat mereka-sebaliknya- rela melepaskan Kerajaan Surga demi mendapatkan yang semu dan sementara itu. Harta atau posisi bisa membuat seseorang menghalalkan cara-yang tak berkenan bagi Tuhan-demi menggapainya. Cinta kepada lawan jenis dapat membuat seseorang rela mengompromikan iman. Kesibukan di pekerjaan sangat mungkin membuat seseorang membiarkan kehidupan rohaninya tak bertumbuh.
Apakah yang paling bernilai dalam hidup Anda saat ini? Apakah itu harta, karier, status, kekasih, keluarga, atau yang lain? Biarlah hari ini mata rohani kita dibukakan untuk melihat bahwa semuanya itu sesungguhnya tidak sebanding dengan Kerajaan Surga, yang akan kita miliki sampai kekekalan. Sebab itu, semua yang lain mesti siap untuk kita lepaskan, agar kita tak kehilangan yang kekal -ALS
KERAJAAN SURGA JAUH LEBIH BERHARGA DARIPADA APA PUN
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Makan Malam Berkesan
Makan Malam Berkesan
1 Timotius 5:4 - Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.
Setelah 21 tahun menikah, suatu hari isteriku meminta kesediaanku untuk makan malam diluar dan menonton bersama seorang wanita. "Aku mencintaimu, tetapi aku tahu bahwa wanitu itu juga mencintaimu dan sangat mengharapkan untuk bisa menghabiskan sedikit waktu bersamamu." Wanita yang dimaksudkan oleh isteriku tak lain adalah ibuku sendiri yang sudah menjanda selama 19 tahun. Karena kesibukan dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, belakangan ini aku memang tidak punya waktu untuk menjenguknya. Malam itu aku menelepon ibu dan mengajaknya makan malam diluar dan menonton berdua. Ibu seolah tak percaya ajakanku. "Nggak salah? Apakah kau baik-baik saja?" Tanya ibu padaku. "Iya Bu, kita akan pergi berdua saja," jawabku.
Sepulang dari bekerja aku langsung menuju kerumah ibu. Dalam perjalanan kerumah ibu, aku merasa sedikit tegang. Aku tahu ketegangan ini disebabkan karena aku tidak pernah pergi berdua dengannya. Setiba didepan rumah, ibu sudah menunggu didepan pintu. Ibu menata rambutnya seindah mungkin dan ia mengenakan gaun yang dulu dikenakannya pada ulang tahun terakhir pernikahannya. Ia tersenyum sambil berkata, "Aku mengatakan kepada teman-temanku bahwa aku akan pergi makan dan menonton dengan anak laki-lakiku." Ibu mengatakan itu sambil berjalan ke mobilku.
Setiba di restoran, kami terlibat dalam perbincangan yang sangat menyenangkan. "Aku ingat saat-saat makan di restoran seperti ini, ketika kamu masih kecil dulu," kata Ibu tersenyum sambil membaca daftar menu yang disediakan. Dalam perjalanan pulang, ibu berkata kepadaku, "Aku ingin pergi lagi bersamamu seperti malam, ini tetapi itu pun kalau engkau bersedia."
Beberapa hari kemudian ibu meninggal dunia karena serangan jantung. Tak lama setelah itu, aku menerima sebuah amplop berisi kwitansi dari restoran tempat kami makan malam sebelumnya. Ada catatan kecil yang ibu tuliskan disana, "Aku sudah membayar tagihan ini. Aku tidak yakin apakah aku masih berumur panjang, namun demikian aku tetap membayar untuk dua orang. Satu untukmu dan satu lagi untuk isterimu. Engkau tidak akan pernah tahu betapa berartinya malam itu bagiku. Aku mengasihimu anakku."
Ini adalah saat yang tepat untuk Anda mengoreksi diri mengenai keharmonisan hubungan dengan orang tua, khususnya ibu yang sudah melahirkan Anda. Ibu yang dulu mencurahkan kasih sayang kepada Anda, ibu yang selalu berdoa dan mengharapkan yang terbaik bagi Anda, yang menangis kepada Tuhan untuk Anda. Marilah kira belajar menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, anak yang bisa membahagiakan mereka. Kita melakukan ini bukan semata-mata untuk menyenangkan manusia, tetapi kita tahu bahwa perbuatan seperti ini akan menyukakan hati Tuhan. Anda yang saat ini sedang mengalami keretakan hubungan dengan orang tua, segeralah pulihkan hubungan itu.
DOA: Bapa, mampukan aku mengasihi dan membahagiakan orang tuaku. Aku berdoa kiranya Engkau memberkati mereka dengan kekuatan. Dalam Nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
1 Timotius 5:4 - Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.
Setelah 21 tahun menikah, suatu hari isteriku meminta kesediaanku untuk makan malam diluar dan menonton bersama seorang wanita. "Aku mencintaimu, tetapi aku tahu bahwa wanitu itu juga mencintaimu dan sangat mengharapkan untuk bisa menghabiskan sedikit waktu bersamamu." Wanita yang dimaksudkan oleh isteriku tak lain adalah ibuku sendiri yang sudah menjanda selama 19 tahun. Karena kesibukan dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, belakangan ini aku memang tidak punya waktu untuk menjenguknya. Malam itu aku menelepon ibu dan mengajaknya makan malam diluar dan menonton berdua. Ibu seolah tak percaya ajakanku. "Nggak salah? Apakah kau baik-baik saja?" Tanya ibu padaku. "Iya Bu, kita akan pergi berdua saja," jawabku.
Sepulang dari bekerja aku langsung menuju kerumah ibu. Dalam perjalanan kerumah ibu, aku merasa sedikit tegang. Aku tahu ketegangan ini disebabkan karena aku tidak pernah pergi berdua dengannya. Setiba didepan rumah, ibu sudah menunggu didepan pintu. Ibu menata rambutnya seindah mungkin dan ia mengenakan gaun yang dulu dikenakannya pada ulang tahun terakhir pernikahannya. Ia tersenyum sambil berkata, "Aku mengatakan kepada teman-temanku bahwa aku akan pergi makan dan menonton dengan anak laki-lakiku." Ibu mengatakan itu sambil berjalan ke mobilku.
Setiba di restoran, kami terlibat dalam perbincangan yang sangat menyenangkan. "Aku ingat saat-saat makan di restoran seperti ini, ketika kamu masih kecil dulu," kata Ibu tersenyum sambil membaca daftar menu yang disediakan. Dalam perjalanan pulang, ibu berkata kepadaku, "Aku ingin pergi lagi bersamamu seperti malam, ini tetapi itu pun kalau engkau bersedia."
Beberapa hari kemudian ibu meninggal dunia karena serangan jantung. Tak lama setelah itu, aku menerima sebuah amplop berisi kwitansi dari restoran tempat kami makan malam sebelumnya. Ada catatan kecil yang ibu tuliskan disana, "Aku sudah membayar tagihan ini. Aku tidak yakin apakah aku masih berumur panjang, namun demikian aku tetap membayar untuk dua orang. Satu untukmu dan satu lagi untuk isterimu. Engkau tidak akan pernah tahu betapa berartinya malam itu bagiku. Aku mengasihimu anakku."
Ini adalah saat yang tepat untuk Anda mengoreksi diri mengenai keharmonisan hubungan dengan orang tua, khususnya ibu yang sudah melahirkan Anda. Ibu yang dulu mencurahkan kasih sayang kepada Anda, ibu yang selalu berdoa dan mengharapkan yang terbaik bagi Anda, yang menangis kepada Tuhan untuk Anda. Marilah kira belajar menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, anak yang bisa membahagiakan mereka. Kita melakukan ini bukan semata-mata untuk menyenangkan manusia, tetapi kita tahu bahwa perbuatan seperti ini akan menyukakan hati Tuhan. Anda yang saat ini sedang mengalami keretakan hubungan dengan orang tua, segeralah pulihkan hubungan itu.
DOA: Bapa, mampukan aku mengasihi dan membahagiakan orang tuaku. Aku berdoa kiranya Engkau memberkati mereka dengan kekuatan. Dalam Nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Kamis, 24 Desember 2009
Kesaksian : Bersyukur selalu
Kesaksian : Bersyukur selalu
Ada seorang pemuda dan pemudi yang sebelum menikah mereka sudah memiliki rumah yang sederhana yang dia beli ketika mereka masih pacaran (yang beli pemuda), setelah 3 thn mereka pacaran, mereka menikah dan kedua-duanya menikah di gereja, Saat mereka menikah pemuda ini masih harus melanjutkan kuliah yang harus dibiayai berdua,dan semua kehidupan harus biaya sendiri ,sebulan setelah menikah mereka tahu kalau istrinya hamil (yang sebenarnya belum siap punya anak, tapi terlanjur ). Akhirnya mereka bingung mana harus kuliah juga kredit rumah dll.
Suatu saat perempuan ini berdoa agar tidak jadi hamil (kehamilan masih sekitar 3 minggu) karena bingung,tapi akirnya suaminya menyadarkannya dan memberi kekuatan sama istrinya biarkan saja kehamilannya,dan ini adalah berkat dari Tuhan, dari situ istrinya sadar apa yang dilakukan salah dan minta ampun sama Tuhan.Sampai akirnya istrinya melahirkan ( waktu hamil banyak mengalami kekurangan ekonomi ) dan lahirlah seorang bayi laki-laki mungil yang sehat dan cakep,wah mereka senang sekali,tapi di samping senang mereka juga sedih karena biaya semakin bertambah,sampai akirnya mereka menjual rumahnya,Dan mereka mengontrak rumah sederhana,dan hasil penjualan yang ngak seberapa banyak itu buat membayar hutang-hutang juga melanjutkan kuliah.
Beberapa tahun kemudian mereka sangat sadar begitu pentingnya rumah buat mereka,Dalam pekerjaan suami istri banyak temen-teman sekeliling yang mencemooh dan menghinanya karena mereka harus memakai sepeda motor yang sudah jelek dengan kondisi rumah yang sangat jauh, Waktu demi waktu mereka mulai mengenal Tuhan lebih sungguh-sungguh dan istrinya mulai melayani dengan sungguh-sugguh meskipun harus kerja,Dan setiap mau tidur mereka mengadakan doa bersam dengan suami, istri dan anaknya yang masih kecil untuk memohon agar Tuhan memberikan rumah buat mereka dan setiap malam tahun baru suami istri ini memanjatkan doa ucapan syukur atas semua yang Tuhan sudah berikan buat keluarga ini dan menaruh kehidupan mereka pada tahun yang baru.
Setelah genap lima tahun mereka kontrak Tuhan memberikan berkat yang luar biasa yang tidak pernah mereka bayangkan,yaitu bonus hasil kerja suaminya selama di tugaskan di luar kota yang besarnya persis yang dibutuhkan untuk uang muka rumah mereka dan juga uang muka sepeda motor baru mereka,dan beberapa bulan kemudian Tuhan mengirimkan berkat-berkat yang luar biasa sehingga mereka bisa melunasi rumah dan motor mereka,bahkan mereka sampai sekarang berkat-berkat Tuhan tercurah buat keluarga ini ( waktu susahpun mereka belajar memberi kepada orang yang membutuhkan ) dan suaminya kuliah sampai lulus dan sekarang bekerja jauh lebih baik. Kemudian mereka sadar betul kalau Tuhan luar biasa buat anak-anaknya dan tak pernah meninggalkan kita sedetikpun apapun yang kita hadapi.Dan mari belajar menyerahkan segala kekuatiran kita padaNya dan mengucap syukurlah dalam segala hal karena itulah yang diinginkan Tuhan dalam hidup kita.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Ada seorang pemuda dan pemudi yang sebelum menikah mereka sudah memiliki rumah yang sederhana yang dia beli ketika mereka masih pacaran (yang beli pemuda), setelah 3 thn mereka pacaran, mereka menikah dan kedua-duanya menikah di gereja, Saat mereka menikah pemuda ini masih harus melanjutkan kuliah yang harus dibiayai berdua,dan semua kehidupan harus biaya sendiri ,sebulan setelah menikah mereka tahu kalau istrinya hamil (yang sebenarnya belum siap punya anak, tapi terlanjur ). Akhirnya mereka bingung mana harus kuliah juga kredit rumah dll.
Suatu saat perempuan ini berdoa agar tidak jadi hamil (kehamilan masih sekitar 3 minggu) karena bingung,tapi akirnya suaminya menyadarkannya dan memberi kekuatan sama istrinya biarkan saja kehamilannya,dan ini adalah berkat dari Tuhan, dari situ istrinya sadar apa yang dilakukan salah dan minta ampun sama Tuhan.Sampai akirnya istrinya melahirkan ( waktu hamil banyak mengalami kekurangan ekonomi ) dan lahirlah seorang bayi laki-laki mungil yang sehat dan cakep,wah mereka senang sekali,tapi di samping senang mereka juga sedih karena biaya semakin bertambah,sampai akirnya mereka menjual rumahnya,Dan mereka mengontrak rumah sederhana,dan hasil penjualan yang ngak seberapa banyak itu buat membayar hutang-hutang juga melanjutkan kuliah.
Beberapa tahun kemudian mereka sangat sadar begitu pentingnya rumah buat mereka,Dalam pekerjaan suami istri banyak temen-teman sekeliling yang mencemooh dan menghinanya karena mereka harus memakai sepeda motor yang sudah jelek dengan kondisi rumah yang sangat jauh, Waktu demi waktu mereka mulai mengenal Tuhan lebih sungguh-sungguh dan istrinya mulai melayani dengan sungguh-sugguh meskipun harus kerja,Dan setiap mau tidur mereka mengadakan doa bersam dengan suami, istri dan anaknya yang masih kecil untuk memohon agar Tuhan memberikan rumah buat mereka dan setiap malam tahun baru suami istri ini memanjatkan doa ucapan syukur atas semua yang Tuhan sudah berikan buat keluarga ini dan menaruh kehidupan mereka pada tahun yang baru.
Setelah genap lima tahun mereka kontrak Tuhan memberikan berkat yang luar biasa yang tidak pernah mereka bayangkan,yaitu bonus hasil kerja suaminya selama di tugaskan di luar kota yang besarnya persis yang dibutuhkan untuk uang muka rumah mereka dan juga uang muka sepeda motor baru mereka,dan beberapa bulan kemudian Tuhan mengirimkan berkat-berkat yang luar biasa sehingga mereka bisa melunasi rumah dan motor mereka,bahkan mereka sampai sekarang berkat-berkat Tuhan tercurah buat keluarga ini ( waktu susahpun mereka belajar memberi kepada orang yang membutuhkan ) dan suaminya kuliah sampai lulus dan sekarang bekerja jauh lebih baik. Kemudian mereka sadar betul kalau Tuhan luar biasa buat anak-anaknya dan tak pernah meninggalkan kita sedetikpun apapun yang kita hadapi.Dan mari belajar menyerahkan segala kekuatiran kita padaNya dan mengucap syukurlah dalam segala hal karena itulah yang diinginkan Tuhan dalam hidup kita.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 22 Desember 2009
KUASA DOA
KUASA DOA
Bacaan Firman Tuhan : Fiipi 4:1-7
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Filipi 4:6
Seorang petani tua yang selama bertahun-tahun membajak mengitari sebuah batu yang sangat besar yang terletak di tengah sawahnya. Banyak masalah yang telah ditimbulkan oleh batu besar tersebut,dan tidak mengherankan apabila petani tua tersebut sering mengeluh dan menggerutu oleh karena kerusakan yang ditimbulkan oleh batu besar tersebut. Kemudian petani tersebut mulai memikirkan bagaimana caranya untuk memindahkan batu besar tersebut. Kemudian karena sudah tidak tahan lagi melihat batu yang sangat mengganggu tersebut maka petani tua itu mulai mengambil peralatannya untuk memindahkan batu itu. Dan alangkah terkejutnya sang petani tua ternyata batu tersebut hanya tertanam ± 10cm saja, dan dengan bantuan sebuah linggis petani tua tersebut mampu memindahkan batu besar itu.
Sering kali kita juga menghadapi begitu banyak masalah dan persoalan di dalam hidup kita, sehingga sangat mengganggu kehidupan rohani kita. Sering kali kita hanya berputar-putar menghadapi masalah dalam kehidupan kita. Namun tidak semua masalah yang kita hadapi dapat kita singkirkan dengan mudah seperti pengalaman yang di hadapi oleh petani tua pada ilustrasi diatas. Tetapi sering kita lupa bahwa ada satu cara yang sangat jitu yang sudah teruji sejak berabad-abad yang lalu. Doa adalah cara yang sangat efektif untuk mengatasi segala macam problema yang kita hadapi. Dengan berdoa kita yakin bahwa Tuhan mampu untuk menolong kita menyelesaikan persoalan yang kita hadapi. Paulus meminta kita untuk berdoa di dalam segala keadaan.
Kadangkala saat kita berdoa Allah menyingkirkan sebuah kesulitan kita semudah panas matahari menghalau kabut di pagi hari. Dia menunjukkan kepada kita bahwa masalah yang kita hadapi lebih ringan dari masalah yang kita hadapi. Namun sering juga ada beberapa rintangan atau persoalan sangat sulit untuk disingkirkan atau dienyahkan dalam kehidupan kita. Dan kita dituntut untuk sabar untuk menghadapinya. Seolah-olah Tuhan tidak mampu melakukan atau menolong kita. Tetapi ingat saudara bahwa Allah tidak pernah lalai untuk menjawab permohonan doa kita. Dan Dia sanggup untuk menolong kita. Dia adalah Bapa yang baik yang selalu memperhatikan kehidupan kita. Tidak ada seorang bapak di dunia iniyang tega melihat anaknya di dalam kesusahan dan penderitaan. Seorang bapak akan selalu berusaha untuk menyenangkan hidup dari anak-anaknya. Demikian juga dengan Allah kita, Dia lebih dari seorang bapak di dunia. Dia selalu mau memberikan yang terbaik untuk kita. Semua yang Allah lakukan semata-mata hanya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Oleh karena itu marilah kita senantiasa berdoa, karena doa kita merupakan saluran bagi Allah untuk mengalirkan hikmat,kekuatan dan kesabaran sehingga kita mampu menghadapi setiap pergumulan hidup kita.
Doa yang digunakan sebagai pengungkit masalah,dapat menolong kita untuk tidak menjadi korban kekuatian.
Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Yak.5:16b
Tuhan Yesus memberkati!............
JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Bacaan Firman Tuhan : Fiipi 4:1-7
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Filipi 4:6
Seorang petani tua yang selama bertahun-tahun membajak mengitari sebuah batu yang sangat besar yang terletak di tengah sawahnya. Banyak masalah yang telah ditimbulkan oleh batu besar tersebut,dan tidak mengherankan apabila petani tua tersebut sering mengeluh dan menggerutu oleh karena kerusakan yang ditimbulkan oleh batu besar tersebut. Kemudian petani tersebut mulai memikirkan bagaimana caranya untuk memindahkan batu besar tersebut. Kemudian karena sudah tidak tahan lagi melihat batu yang sangat mengganggu tersebut maka petani tua itu mulai mengambil peralatannya untuk memindahkan batu itu. Dan alangkah terkejutnya sang petani tua ternyata batu tersebut hanya tertanam ± 10cm saja, dan dengan bantuan sebuah linggis petani tua tersebut mampu memindahkan batu besar itu.
Sering kali kita juga menghadapi begitu banyak masalah dan persoalan di dalam hidup kita, sehingga sangat mengganggu kehidupan rohani kita. Sering kali kita hanya berputar-putar menghadapi masalah dalam kehidupan kita. Namun tidak semua masalah yang kita hadapi dapat kita singkirkan dengan mudah seperti pengalaman yang di hadapi oleh petani tua pada ilustrasi diatas. Tetapi sering kita lupa bahwa ada satu cara yang sangat jitu yang sudah teruji sejak berabad-abad yang lalu. Doa adalah cara yang sangat efektif untuk mengatasi segala macam problema yang kita hadapi. Dengan berdoa kita yakin bahwa Tuhan mampu untuk menolong kita menyelesaikan persoalan yang kita hadapi. Paulus meminta kita untuk berdoa di dalam segala keadaan.
Kadangkala saat kita berdoa Allah menyingkirkan sebuah kesulitan kita semudah panas matahari menghalau kabut di pagi hari. Dia menunjukkan kepada kita bahwa masalah yang kita hadapi lebih ringan dari masalah yang kita hadapi. Namun sering juga ada beberapa rintangan atau persoalan sangat sulit untuk disingkirkan atau dienyahkan dalam kehidupan kita. Dan kita dituntut untuk sabar untuk menghadapinya. Seolah-olah Tuhan tidak mampu melakukan atau menolong kita. Tetapi ingat saudara bahwa Allah tidak pernah lalai untuk menjawab permohonan doa kita. Dan Dia sanggup untuk menolong kita. Dia adalah Bapa yang baik yang selalu memperhatikan kehidupan kita. Tidak ada seorang bapak di dunia iniyang tega melihat anaknya di dalam kesusahan dan penderitaan. Seorang bapak akan selalu berusaha untuk menyenangkan hidup dari anak-anaknya. Demikian juga dengan Allah kita, Dia lebih dari seorang bapak di dunia. Dia selalu mau memberikan yang terbaik untuk kita. Semua yang Allah lakukan semata-mata hanya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Oleh karena itu marilah kita senantiasa berdoa, karena doa kita merupakan saluran bagi Allah untuk mengalirkan hikmat,kekuatan dan kesabaran sehingga kita mampu menghadapi setiap pergumulan hidup kita.
Doa yang digunakan sebagai pengungkit masalah,dapat menolong kita untuk tidak menjadi korban kekuatian.
Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Yak.5:16b
Tuhan Yesus memberkati!............
JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Senin, 21 Desember 2009
Mengasihi dan Menguatkan Sesama....................................
"Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!"
(Filipi 4:1)
"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
(Yohanes 13:34)
"Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan."
(1 Tesalonika 5:11)
Sahabatku, sekarang ini keadaan dunia makin hari makin sulit saja. Kehidupan kita pun demikian, semakin hari sepertinya masalah-masalah dan pencobaan hidup datang silih berganti. Kalau kita menghadapi semuanya sendiri pasti kita tidak akan kuat menghadapi semuanya.
Tuhan Yesus pun mengerti hal ini, Dia tahu jika kita menghadapi semuanya sendiri pasti kita tidak akan mampu. Makanya dalam Yohanes 13:34 Tuhan memerintahkan kita untuk bisa saling mengasihi satu sama lain. Maksudnya saling mengasihi adalah Tuhan ingin kita bisa saling menopang satu dengan yang lain di dalam kasih.
Terkadang mungkin Tuhan pakai kita untuk menguatkan dan membangun orang yang ada di dekat kita. Atau mungkin sebaliknya mungkin melalui orang yang terdekat dengan kita, Tuhan bisa menguatkan kita. Oleh karena itu mari kita kembalikan gaya hidup gereja mula-mula, yaitu bisa saling menopang satu sama lain di dalam ketulusan. Aku percaya pasti setiap kita akan semakin dibangun dan dikuatkan di dalam persekutuan dengan sesama saudara seiman.
Sahabatku, mari kita bangun hubungan yang erat dengan sesama, mari kita timbulkan semangat gereja mula-mula, yang mau saling perduli dan menguatkan satu sama lain di dalam ketulusan. Aku percaya jika kita bisa timbulkan kembali semangat itu, kita akan membuat orang-orang yang belum percaya melihat perbedaan anak-anak Tuhan dan nama Tuhan akan semakin dipermuliakan melalui kehidupan kita.
Ayo kita berdoa....................
Bapa, terima kasih untuk kasihMu yang selalu memperbaharui hidup kami.
Bapa, ajar kami menimbulkan semangat gereja mula-mula yang mau selalu saling topang menopang dan menguatkan diantara sesama kami. Ajar kami untuk selalu memiliki kasih yang tulus kepada orang yang berada di sekitar kami. Sehingga kami bisa memancarkan terangMu yang hidup di dalam kami. Dan namaMu semakin dipermuliakan melalui kehidupan kami.
Bapa, pimpin kami selalu dalam kasihMu, dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, Haleluya, Amien.......
Tuhan Yesus memberkati..............
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
(Filipi 4:1)
"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
(Yohanes 13:34)
"Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan."
(1 Tesalonika 5:11)
Sahabatku, sekarang ini keadaan dunia makin hari makin sulit saja. Kehidupan kita pun demikian, semakin hari sepertinya masalah-masalah dan pencobaan hidup datang silih berganti. Kalau kita menghadapi semuanya sendiri pasti kita tidak akan kuat menghadapi semuanya.
Tuhan Yesus pun mengerti hal ini, Dia tahu jika kita menghadapi semuanya sendiri pasti kita tidak akan mampu. Makanya dalam Yohanes 13:34 Tuhan memerintahkan kita untuk bisa saling mengasihi satu sama lain. Maksudnya saling mengasihi adalah Tuhan ingin kita bisa saling menopang satu dengan yang lain di dalam kasih.
Terkadang mungkin Tuhan pakai kita untuk menguatkan dan membangun orang yang ada di dekat kita. Atau mungkin sebaliknya mungkin melalui orang yang terdekat dengan kita, Tuhan bisa menguatkan kita. Oleh karena itu mari kita kembalikan gaya hidup gereja mula-mula, yaitu bisa saling menopang satu sama lain di dalam ketulusan. Aku percaya pasti setiap kita akan semakin dibangun dan dikuatkan di dalam persekutuan dengan sesama saudara seiman.
Sahabatku, mari kita bangun hubungan yang erat dengan sesama, mari kita timbulkan semangat gereja mula-mula, yang mau saling perduli dan menguatkan satu sama lain di dalam ketulusan. Aku percaya jika kita bisa timbulkan kembali semangat itu, kita akan membuat orang-orang yang belum percaya melihat perbedaan anak-anak Tuhan dan nama Tuhan akan semakin dipermuliakan melalui kehidupan kita.
Ayo kita berdoa....................
Bapa, terima kasih untuk kasihMu yang selalu memperbaharui hidup kami.
Bapa, ajar kami menimbulkan semangat gereja mula-mula yang mau selalu saling topang menopang dan menguatkan diantara sesama kami. Ajar kami untuk selalu memiliki kasih yang tulus kepada orang yang berada di sekitar kami. Sehingga kami bisa memancarkan terangMu yang hidup di dalam kami. Dan namaMu semakin dipermuliakan melalui kehidupan kami.
Bapa, pimpin kami selalu dalam kasihMu, dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, Haleluya, Amien.......
Tuhan Yesus memberkati..............
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Minggu, 20 Desember 2009
IKAN PERTAMA
IKAN PERTAMA
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Matius 4:19
Dalam album foto seorang kawan lama ada sebuah foto dimana sang kawan tersebut sedang membopong tepatnya memeluk,seekor ikan besar di dadanya seolah-olah baru saja bertemu kawan lama. Melihat itu saya bertanya pada diri sendiri,"Mengapa ia mau saja melenderi dirinya dengan ikan dan membiarkan bau amis itu meliputi dirinya?" Lalu saya ingat:Itu adalah ikan tuna yang besar yang pertama pernah didapatkannya.
Saya ingat benar "ikan" pertama saya. Suatu saat saya sedang naik mobil dan memikirkan perkataan seorang teman sehari sebelumnya. Ia secara teratur membimbing orang untuk beriman kepada Yesus Kristus, dan saya bertanya bagaimana ia tahu bahwa mereka bersedia berbicara dengannya tentang hal-hal rohani."Itu mudah,"jawabnya,"saya tanya saja mereka."
Kalau begitu,"kata saya pada diri sendiri,"saya juga dapat melakukannya. Saya akan menanyai orang berikut yang saya temui." Dan benar,orang berikut yang saya temui adalah seorang pelajar yang berdiri di pinggir jalan mencari tumpangan. Saya memberinya tumpangan dan kami pun mengobrol. Ketika kami mendekati tempat yang hendak ditujunya, saya menoleh dan bertanya," Apakah anda berminat pada hal-hal rohani?" Ia memandang saya sesaat dan menjawab," Saya sudah mencari Allah sepanjang hidup saya. Apa anda bisa memberitahu saya bagaimana saya dapat mengenalNYA?"
Dan, ia akhirnya menjadi "ikan" pertama saya. Tidak semua usaha kita berhasil,tetapi di sana-sini Roh Allah menarik orang-orang kepada Juruselamat ( Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Yoh. 6:44). Anda bisa menjadi bagian dari proses ini. Tak ada sukacita yang lebih besar daripada sukacita menjadi penjala manusia!
Bagaimana dengan saudara di hari-hari ini,adakah ikan pertama yang pernah kau dapatkan di dalam hidupmu? Ataukah engkau hanya memperhatikan orang-orang yang sedang menjala ikan? Mendengarkan kisah mereka tanpa engkau mau terlibat di dalamnya?
Ada banyak kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk memulai sebuah usaha pencarian ikan-ikan di kehidupan ini. Ada tetangga yang selalu bertemu dengan anda disepanjang sore, atau rekan kerja dimana anda selalu bersamanya delapan jam dalam setiap hari. Atau mungkin anggota keluargamu sendiri yang selalu bersamamu baik dalam keadaan suka maupun dalam keadaan duka.
Setiap mereka adalah pribadi yang berharga di mata Tuhan. Untuk itulah Allah menaruh engkau di sekitar mereka supaya engkau dapat menunjukkan jalan kehidupan kepada mereka,kiranya orang-orang tersebut akan selalu menjadi ikan pertama dan seterusnya di dalam kehidupan saudara. Selamat menjalani hidup sebagai seorang penjala jiwa bagi kerajaan Allah.
Dan ingatlah selalu bahwa seorang penjala manusia akan selalu melemparkan jalanya dimana saja ada kesempatan di dalam iman dan kemudian menariknya dengan penuh kasih mesra dari Tuhan.
Puji Tuhan! Tuhan Yesus memberkati…………………….
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Matius 4:19
Dalam album foto seorang kawan lama ada sebuah foto dimana sang kawan tersebut sedang membopong tepatnya memeluk,seekor ikan besar di dadanya seolah-olah baru saja bertemu kawan lama. Melihat itu saya bertanya pada diri sendiri,"Mengapa ia mau saja melenderi dirinya dengan ikan dan membiarkan bau amis itu meliputi dirinya?" Lalu saya ingat:Itu adalah ikan tuna yang besar yang pertama pernah didapatkannya.
Saya ingat benar "ikan" pertama saya. Suatu saat saya sedang naik mobil dan memikirkan perkataan seorang teman sehari sebelumnya. Ia secara teratur membimbing orang untuk beriman kepada Yesus Kristus, dan saya bertanya bagaimana ia tahu bahwa mereka bersedia berbicara dengannya tentang hal-hal rohani."Itu mudah,"jawabnya,"saya tanya saja mereka."
Kalau begitu,"kata saya pada diri sendiri,"saya juga dapat melakukannya. Saya akan menanyai orang berikut yang saya temui." Dan benar,orang berikut yang saya temui adalah seorang pelajar yang berdiri di pinggir jalan mencari tumpangan. Saya memberinya tumpangan dan kami pun mengobrol. Ketika kami mendekati tempat yang hendak ditujunya, saya menoleh dan bertanya," Apakah anda berminat pada hal-hal rohani?" Ia memandang saya sesaat dan menjawab," Saya sudah mencari Allah sepanjang hidup saya. Apa anda bisa memberitahu saya bagaimana saya dapat mengenalNYA?"
Dan, ia akhirnya menjadi "ikan" pertama saya. Tidak semua usaha kita berhasil,tetapi di sana-sini Roh Allah menarik orang-orang kepada Juruselamat ( Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Yoh. 6:44). Anda bisa menjadi bagian dari proses ini. Tak ada sukacita yang lebih besar daripada sukacita menjadi penjala manusia!
Bagaimana dengan saudara di hari-hari ini,adakah ikan pertama yang pernah kau dapatkan di dalam hidupmu? Ataukah engkau hanya memperhatikan orang-orang yang sedang menjala ikan? Mendengarkan kisah mereka tanpa engkau mau terlibat di dalamnya?
Ada banyak kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk memulai sebuah usaha pencarian ikan-ikan di kehidupan ini. Ada tetangga yang selalu bertemu dengan anda disepanjang sore, atau rekan kerja dimana anda selalu bersamanya delapan jam dalam setiap hari. Atau mungkin anggota keluargamu sendiri yang selalu bersamamu baik dalam keadaan suka maupun dalam keadaan duka.
Setiap mereka adalah pribadi yang berharga di mata Tuhan. Untuk itulah Allah menaruh engkau di sekitar mereka supaya engkau dapat menunjukkan jalan kehidupan kepada mereka,kiranya orang-orang tersebut akan selalu menjadi ikan pertama dan seterusnya di dalam kehidupan saudara. Selamat menjalani hidup sebagai seorang penjala jiwa bagi kerajaan Allah.
Dan ingatlah selalu bahwa seorang penjala manusia akan selalu melemparkan jalanya dimana saja ada kesempatan di dalam iman dan kemudian menariknya dengan penuh kasih mesra dari Tuhan.
Puji Tuhan! Tuhan Yesus memberkati…………………….
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Langganan:
Postingan (Atom)