GEREJA YANG BERTUMBUH ( disadur dari REMA/2003 dan GKFI)
Dasar Firman Tuhan: KPR: 2:47.
2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Owen W. Glassburn menulis sebuah puisi dengan judul, " Gerejaku". Isi dari puisi itu adalah sebagai berikut: "Gerejaku; sebuah ruangan yang tenang, sebuah tempat untuk kedamaian, sebuah rumah iman di mana kebimbangan berhenti, sebuah rumah penghiburan di mana pengharapan diberikan, sebuah sumber kekuatan untuk menolong kita ke surga, sebuah tempat penyembahan, sebuah tempat untuk berdoa, saya menemukan semua ini dalam Gerejaku hari ini." Jika sebuah gereja menunjukan keadaan seperti itu, bukan saja Owen W. Glassburn yang akan betah berada di gereja itu, tetapi jemaat yang lain pun akan betah untuk hidup bersama didalam gereja tersebut. Kondisi yang seperti inilah dan dengan pertolongan Tuhan menjadikan gereja bisa bertumbuh.
Jemaat mula-mula merupakan gereja yang bertumbuh dengan pesat. Dikatakan dalam Kisah Para Rasul 2: 47: "sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Faktor-faktor yang dapat membuat mereka menjadi gereja yang bertumbuh adalah karena mereka disukai semua orang dan atas pertolongan Tuhan. Mereka disukai semua orang karena kehidupan mereka bisa menjadi saksi bagi orang lain. Antara pengajaran dan kehidupan mereka ada keselarasan. Kasih yang sungguh yang mereka tunjukan di antara sesama anggota membuat orang lain melihat perbedaan yang besar antara mereka dengan orang-orang yahudi pada umumnya, bahkan dengan orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat. Sukacita yang mereka tunjukan, sekalipun dibawah tekanan juga sangat terasa bagi orang lain, karena sukacita itu berasal dari Tuhan. Sukacita dari Tuhan ini juga yang membuat mereka sanggup untuk menerima orang-orang lainnya seberapa banyak yang Tuhan tambahkan kepada mereka, tanpa melihat latar belakan kehidupan mereka yang lama.
Jelaslah bahwa Jemaat mula-mula dapat menjadi gereja yang bertumbuh karena ditentukan oleh faktor-faktor penting, yaitu adanya tanggungjawab manusia, yang mereka tunjukan melalui kesaksian hidup yang benar di hadapan semua orang dan karya Tuhan dalam menyelamatkan orang lainnya serta mengirimkan orang-orang tersebut untuk masuk dalam bilangan mereka.
Banyak gereja yang terhambat pertumbuhannya karena keadaan didalamnya tidak mendukung. Jika kasih yang sungguh tidak tampak, masing-masing anggota hanya mementingkan kepentingannya sendiri, tidak ada ketulusan hati dalam hidup bersama dan sukacita tidak terlihat, maka pertumbuhan gereja tidak akan terjadi. Kalupun unsur tanggungjawab manusia pendungkung pertumbuhan itu ada, setiap anggota harus tetap berlutut di hadirat Tuhan supaya Tuhan merubah dan menyelamatkan gerejaNya.
Dalam KPR 2:47a: Sambil memuji Allah: Menunjukan bahwa kata sambil memuji Allah; berarti tidak terbatas pada perkumpulan gereja, komunitas gereja dan ibadah-ibadah bersama, tetapi hal ini berbicara tentang kehidupan di luar gereja, kita bisa memuji Allah pada waktu kita bekerja setiap hari dalam kehidupan kita. Penyembahan kepada Allah setiap hari.
Apa Tujuannya:
1. Allah di tinggikan dalam setiap kehidupan kita
2. Melawan tipu muslihat setan, mengalahkan pengaruh – pengaruh duniawi yang kuat
3. Mempunyai perisai iman yang kuat dan iman semakin di kuatkan
Hasil yang dicapai apabila kita memuji-muji Allah:
1.Mereka disukai semua orang: kata disukai adalah dihormati, senang dan orang-orang dengan leluasa bisa datang kepada kita, bisa menyampaikan setiap masalah kepada kita karena mereka senang atau disukai.
2. Tuhan tambahkan jiwa: kita artikan begini: Konteksnya adalah Jemaat mula-mula tapi ingat Kalau kita setia sama Tuhan: bukan aja berkat tentang penambahan jiwa. Tetapi Tuhan menambahkan kita berkat yang lainnya. Subtansinya adalah gereja tetap bertumbuh, kita adalah gereja, gereja yang hidup dan kuat, gereja yang bisa menjadi berkat bagi setiap orang-orang sekitar kita, tempat pekerjaan kita dunia bisnis kita, kita bisa menjadi gereja yang asketis gereja yang melakukan kehendak Tuhan Yesus Kristus.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sekretariat : Jalan Bibis IV/2 Surabaya 60161. Telp. (031)3521551 Fax. (031)3534808
JEMAAT BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Tampilkan postingan dengan label "YESUS PENOLONGKU". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "YESUS PENOLONGKU". Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 Januari 2010
Rabu, 30 Desember 2009
Penyakit lidah
Hai para member sekalian.
Sdh 2 bulan saya tidak posting. heheh
Tuhan baru saja mengerjkan hal yang luar biasa dalam hidup saya. Melalui masalah yang Tuhan ijinkan terjadi saya menjadi Lebih percaya lagi bahwa Tuhan mempunyai rencana yg indah dalam setiap kita anakNya.
Walaupun saya sempat jatuh d dalam minuman keras tetapi Tuhan tidak membiarkan saya sampai tergeletak. Tuhan dengan cepat Mengangkat saya dan mengingatkan saya melalui Roh Kudus yg Tuhan taruh di hati saya.
Saat ini saya ingin membagikan renungan Ttg Penyakit lidah. Tolong d baca dengan seksama.:
sumber: http://www.facebook.com/l/8dd72;www.bethanysyd.org.au/sermon/?id=65
Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu! Siapakan orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu" (Mazmur 34:12-14).
Kunci agar kita dapat berumur panjang dengan disertai berkat yang melimpah ada di dalam Mazmur 34:14, yaitu, "jagailah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu". Firman Tuhan berkata bahwa apa yang keluar dari mulut kita berasal dari hati (Matius 12:34b). Jadi apa yang keluar dari mulut kita itu sama seperti apa yang terdapat di dalam hati kita.
Firman Tuhan banyak sekali berbicara tentang mulut dan lidah. Hari ini saya mau mengajak kita semua untuk banyak membuka firman Tuhan.
"Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran" (Amsal 21: 23).
"Siapa yang menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan" (Amsal 13:3), karena setiap perkataan yang sia-sia yang kita ucapkan haruslah dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman (Matius 12:36).
Yakobus 3:1-12 mengajarkan tentang dosa karena lidah; di dalam ayat yang ke-2 dikatakan bahwa orang yang tidak bersalah dalam perkataannya adalah orang yang sempurna, yang juga dapat mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lidah kita itu seperti kemudi kapal yang kecil yang dapat mengendalikan kapal-kapal yang besar (ayat 4). Lidah juga digambarkan seperti api, yang walaupun kecil dapat membakar hutan yang besar (ayat 5). Di dalam ayat yang ke-8, dikatakan bahwa lidah adalah sesuatu yang buas dan penuh racun.
Lidah kita itu penuh dengan kuasa! Marilah kita memakai lidah kita dengan benar: memakainya untuk memuji Tuhan (ayat 9) dan juga untuk memberkati sesama kita (ayat 10).
Biarlah mulut dan lidah kita ini dipakai untuk memuji Tuhan, biarlah dari hati kita keluar puji-pujian bagi Dia dan juga kata-kata yang indah (Mazmur 45: 2-3).
"Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu" (Kidung Agung 4:3). Bibir yang merah seperti kirmizi itu menggambarkan akan darah Kristus. Tuhan mencari dan melihat kecantikan yang ada di dalam kita, bukan dari luar; dan Tuhan Yesus sendirilah yang dapat menyucikan hati kita dari dalam.
Marilah kita senantiasa menjaga agar hati kita tetap bersih. Marilah kita membersihkannya dari segala "polusi" dengan meminta ampun kepada Tuhan pada pagi hari, maupun pada malam hari. Janganlah kita hanya memperhatikan kecantikan kita yang dari luar, tetapi juga kecantikan yang dari dalam.
Berhati-hatilah dengan berbagai macam "penyakit" lidah yang ada. Contohnya:
1. Banyak Bicara (BB)
Amsal 10:19; Amsal 14:23b; Pengkhotbah 5:2, 3
2. Perkataan Sia-sia
Matius 5:37
3. Gede Omong (GO) / Besar Mulut
Mazmur 12:3-4
4. Gossip (GO)
Amsal 18:8; Amsal 20:19
5. Aku Ingin Dusta Selalu (AIDS) / Pendusta
Wahyu 21:8
6. Terlalu Bicara Cepat (TBC) / Cepat Bicara
Amsal 29:20; Mazmur 106:33
Jika kita mempunyai "penyakit" lidah ini, marilah kita bertobat. Jalan kesembuhan dari "penyakit" lidah ini adalah dengan datang kepada Yesus dan mengakui segala dosa kita, supaya Ia yang menyembuhkan, menyucikan hati serta perkataan kita. Marilah kita mengikuti contoh nabi Yesaya yang meminta agar Tuhan menjamah bibirnya karena ia sadar bahwa ia seorang yang najis bibir.
Gbu all.,!!
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sdh 2 bulan saya tidak posting. heheh
Tuhan baru saja mengerjkan hal yang luar biasa dalam hidup saya. Melalui masalah yang Tuhan ijinkan terjadi saya menjadi Lebih percaya lagi bahwa Tuhan mempunyai rencana yg indah dalam setiap kita anakNya.
Walaupun saya sempat jatuh d dalam minuman keras tetapi Tuhan tidak membiarkan saya sampai tergeletak. Tuhan dengan cepat Mengangkat saya dan mengingatkan saya melalui Roh Kudus yg Tuhan taruh di hati saya.
Saat ini saya ingin membagikan renungan Ttg Penyakit lidah. Tolong d baca dengan seksama.:
sumber: http://www.facebook.com/l/8dd72;www.bethanysyd.org.au/sermon/?id=65
Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu! Siapakan orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu" (Mazmur 34:12-14).
Kunci agar kita dapat berumur panjang dengan disertai berkat yang melimpah ada di dalam Mazmur 34:14, yaitu, "jagailah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu". Firman Tuhan berkata bahwa apa yang keluar dari mulut kita berasal dari hati (Matius 12:34b). Jadi apa yang keluar dari mulut kita itu sama seperti apa yang terdapat di dalam hati kita.
Firman Tuhan banyak sekali berbicara tentang mulut dan lidah. Hari ini saya mau mengajak kita semua untuk banyak membuka firman Tuhan.
"Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran" (Amsal 21: 23).
"Siapa yang menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan" (Amsal 13:3), karena setiap perkataan yang sia-sia yang kita ucapkan haruslah dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman (Matius 12:36).
Yakobus 3:1-12 mengajarkan tentang dosa karena lidah; di dalam ayat yang ke-2 dikatakan bahwa orang yang tidak bersalah dalam perkataannya adalah orang yang sempurna, yang juga dapat mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lidah kita itu seperti kemudi kapal yang kecil yang dapat mengendalikan kapal-kapal yang besar (ayat 4). Lidah juga digambarkan seperti api, yang walaupun kecil dapat membakar hutan yang besar (ayat 5). Di dalam ayat yang ke-8, dikatakan bahwa lidah adalah sesuatu yang buas dan penuh racun.
Lidah kita itu penuh dengan kuasa! Marilah kita memakai lidah kita dengan benar: memakainya untuk memuji Tuhan (ayat 9) dan juga untuk memberkati sesama kita (ayat 10).
Biarlah mulut dan lidah kita ini dipakai untuk memuji Tuhan, biarlah dari hati kita keluar puji-pujian bagi Dia dan juga kata-kata yang indah (Mazmur 45: 2-3).
"Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu" (Kidung Agung 4:3). Bibir yang merah seperti kirmizi itu menggambarkan akan darah Kristus. Tuhan mencari dan melihat kecantikan yang ada di dalam kita, bukan dari luar; dan Tuhan Yesus sendirilah yang dapat menyucikan hati kita dari dalam.
Marilah kita senantiasa menjaga agar hati kita tetap bersih. Marilah kita membersihkannya dari segala "polusi" dengan meminta ampun kepada Tuhan pada pagi hari, maupun pada malam hari. Janganlah kita hanya memperhatikan kecantikan kita yang dari luar, tetapi juga kecantikan yang dari dalam.
Berhati-hatilah dengan berbagai macam "penyakit" lidah yang ada. Contohnya:
1. Banyak Bicara (BB)
Amsal 10:19; Amsal 14:23b; Pengkhotbah 5:2, 3
2. Perkataan Sia-sia
Matius 5:37
3. Gede Omong (GO) / Besar Mulut
Mazmur 12:3-4
4. Gossip (GO)
Amsal 18:8; Amsal 20:19
5. Aku Ingin Dusta Selalu (AIDS) / Pendusta
Wahyu 21:8
6. Terlalu Bicara Cepat (TBC) / Cepat Bicara
Amsal 29:20; Mazmur 106:33
Jika kita mempunyai "penyakit" lidah ini, marilah kita bertobat. Jalan kesembuhan dari "penyakit" lidah ini adalah dengan datang kepada Yesus dan mengakui segala dosa kita, supaya Ia yang menyembuhkan, menyucikan hati serta perkataan kita. Marilah kita mengikuti contoh nabi Yesaya yang meminta agar Tuhan menjamah bibirnya karena ia sadar bahwa ia seorang yang najis bibir.
Gbu all.,!!
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 25 November 2009
BERSYUKUR DALAM SEGALA HAL
Bersyukur dalam segala hal memang mudah sekali terlontar dari mulut kita, kita senantiasa memberi nasihat kepada orang yang sedang terkena musibah untuk tetap bersyukur.
Namun yang harus di tanyakan adalah apakah kita mampu melakukanya? Bersyukur seperti apa yang harus kita lakukan.
Makna dari bersyukur sesungguhnya adalah mau menerima segala pemberian yang telah di dapatkan dengan rasa ikhlas.
Tapi tidak banyak di antara kita yang mampu bersyukur jika pemberian yang di dapat adalah sesuatu yang pahit dan menyakitkan.
Tahukah anda bahwa dengan bersyukur dapat menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari diri kita. Mungkin banyak yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak realistis. Namun
sebenarnya sikap tersebut jauh lebih realistis , yaitu membebaskan diri dari kecemasan atas kesalahan.
Bersyukur mendorong kita untuk bergerak maju lebih antusias. Semakin banyak kita bersyukur semakin banyak kita menerima.
Kebanyakan orang terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya, sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya.
Karena kita takkan berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. keberhasilan datangnya dari usaha, sedangkan kita berusaha jika kita melihat sisi positif dari sesuatu yang ingin kita perjuangkan..
Oleh karena itu Bersyukurlah dalam segala hal karena hanya dengan bersyukur sisi positif akan tampak di pandangan kita.
sumber: http://www..facebook.com/l/e8ed2;kartikamayangsari.wordpress.com
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Namun yang harus di tanyakan adalah apakah kita mampu melakukanya? Bersyukur seperti apa yang harus kita lakukan.
Makna dari bersyukur sesungguhnya adalah mau menerima segala pemberian yang telah di dapatkan dengan rasa ikhlas.
Tapi tidak banyak di antara kita yang mampu bersyukur jika pemberian yang di dapat adalah sesuatu yang pahit dan menyakitkan.
Tahukah anda bahwa dengan bersyukur dapat menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari diri kita. Mungkin banyak yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak realistis. Namun
sebenarnya sikap tersebut jauh lebih realistis , yaitu membebaskan diri dari kecemasan atas kesalahan.
Bersyukur mendorong kita untuk bergerak maju lebih antusias. Semakin banyak kita bersyukur semakin banyak kita menerima.
Kebanyakan orang terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya, sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya.
Karena kita takkan berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. keberhasilan datangnya dari usaha, sedangkan kita berusaha jika kita melihat sisi positif dari sesuatu yang ingin kita perjuangkan..
Oleh karena itu Bersyukurlah dalam segala hal karena hanya dengan bersyukur sisi positif akan tampak di pandangan kita.
sumber: http://www..facebook.com/l/e8ed2;kartikamayangsari.wordpress.com
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jumat, 13 November 2009
PITA KUNING
Seorang pria asal White Oak, Georgia, Amerika menyia-nyiakan kebaikan istrinya yang cantik. Dia sering pulang dini hari dalam keadaan mabuk, kemudian tanpa segan memukuli istri serta anak-anaknya. Suatu malam ia memutuskan untuk pergi ke NewYork dengan berbekalkan uang yang dicurinya dari tabungan istrinya.
Di New York, pria itu mencoba berbisnis bersama beberapa orang temannya. Sambil berbisnis ia menikmati seks bebas, judi, mabuk-mabukan. Bulan serta tahun berlalu dan dia sama sekali tidak memberi kabar tentang keberadaannya kepada keluarga yang ditinggalkannya secara diam-diam. Seiring dengan berjalannya waktu ia bangkrut, bahkan terlibat hutang dan melakukan penipuan dengan menulis cek palsu. Ia tertangkap dan dijerat hukuman penjara selama tiga tahun. Menjelang akhir masa tahanan, ia mulai merindukan istri dan anak-anaknya. Ia mengumpulkan keberaniannya dan menulis sepucuk surat kepada istrinya. Didalam surat itu ia menceritakan penyesalan dan kerinduannya untuk membina keluarga yang harmonis. "Sayang, engkau tidak perlu menungguku. Namun jika engkau masih mau aku kembali, ikatkanlah sehelai pita kuning pada pohon ek yang ada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku tidak akan turun dari bis dan akan terus ke Miami. Aku berjanji tidak akan menganggu kehidupanmu dan anak-anak . . .," itulah sekelumit isi suratnya.
Setelah dibebaskan, pria itu menaiki bis dengan tujuan kembali ke kampung halamannya. Ia tidak tahu apakah istrinya sudah menerima suratnya dan mau mengampuninya. Di dalam bis ia bercerita tentang hidupnya dan permohonan maafnya kepada istrinya kepada supir bis dan didengar oleh beberapa orang penumpang. Kemudian ia meminta tolong supir bis untuk menjalankan bisnya secara perlahan-lahan saat mereka memasuki kota White Oak, "Tolong Pak, saat melewati pusat kota berjalanlah perlahan . . . Kita sama-sama melihat apa yang akan terjadi," katanya memohon. Saat bis memasuki kota White Oak, detak jantung pria itu berdebar sangat kencang, tubuhnya basah oleh keringat. Di tengah-tengah keadaan yang menegangkan itu, tiba-tiba air matanya menetes tanpa henti saat melihat ratusan pita kuning bergantungan di sebuah pohon Ek. "Wow . . . seluruh pohon dipenuhi pita kuning," sorak penumpang ikut-ikutan tegang di dalam bis tersebut. Akhirnya semua penumpang bis sepakat mengantar pria yang disambut oleh kehangatan cinta istri dan anak-anaknya. Saking terharunya, si sopir bis menelepon surat kabar New York Post untuk menceritakan kisah indah tersebut. Yang tak kalah menariknya, saat itu seorang penulis lagu berada dalam bis itu. Kisah nyata itu kemudian menginspirasinya untuk menulis sebuah lagu. Pebruari 1973, lagu berjudul " Tie a Yellow Ribbon Around the old Oak Tree " ini dirilis dan langsung menjadi hits.
Saat ini, Siapakah orang yang Roh Kudus ingatkan pernah membuat kesalahan yang begitu menyakitkan kepada Anda? Mari selesaikan . . . hubungi lewat telpon atau buat janji ketemu bila perlu, dan berilah pengampunan yang setulus-tulusnya. Kesabaran, penerimaan dan pengampunan adalah bagian dari kasih. Kasih yang nyata membawa dampak yang luar biasa. Biarlah kita hidup saling menerima dan mengampuni. Tuhan Yesus memberkati.
sUMBER http://www.facebook.com/l/fca4a;:theworldcare.com
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Di New York, pria itu mencoba berbisnis bersama beberapa orang temannya. Sambil berbisnis ia menikmati seks bebas, judi, mabuk-mabukan. Bulan serta tahun berlalu dan dia sama sekali tidak memberi kabar tentang keberadaannya kepada keluarga yang ditinggalkannya secara diam-diam. Seiring dengan berjalannya waktu ia bangkrut, bahkan terlibat hutang dan melakukan penipuan dengan menulis cek palsu. Ia tertangkap dan dijerat hukuman penjara selama tiga tahun. Menjelang akhir masa tahanan, ia mulai merindukan istri dan anak-anaknya. Ia mengumpulkan keberaniannya dan menulis sepucuk surat kepada istrinya. Didalam surat itu ia menceritakan penyesalan dan kerinduannya untuk membina keluarga yang harmonis. "Sayang, engkau tidak perlu menungguku. Namun jika engkau masih mau aku kembali, ikatkanlah sehelai pita kuning pada pohon ek yang ada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku tidak akan turun dari bis dan akan terus ke Miami. Aku berjanji tidak akan menganggu kehidupanmu dan anak-anak . . .," itulah sekelumit isi suratnya.
Setelah dibebaskan, pria itu menaiki bis dengan tujuan kembali ke kampung halamannya. Ia tidak tahu apakah istrinya sudah menerima suratnya dan mau mengampuninya. Di dalam bis ia bercerita tentang hidupnya dan permohonan maafnya kepada istrinya kepada supir bis dan didengar oleh beberapa orang penumpang. Kemudian ia meminta tolong supir bis untuk menjalankan bisnya secara perlahan-lahan saat mereka memasuki kota White Oak, "Tolong Pak, saat melewati pusat kota berjalanlah perlahan . . . Kita sama-sama melihat apa yang akan terjadi," katanya memohon. Saat bis memasuki kota White Oak, detak jantung pria itu berdebar sangat kencang, tubuhnya basah oleh keringat. Di tengah-tengah keadaan yang menegangkan itu, tiba-tiba air matanya menetes tanpa henti saat melihat ratusan pita kuning bergantungan di sebuah pohon Ek. "Wow . . . seluruh pohon dipenuhi pita kuning," sorak penumpang ikut-ikutan tegang di dalam bis tersebut. Akhirnya semua penumpang bis sepakat mengantar pria yang disambut oleh kehangatan cinta istri dan anak-anaknya. Saking terharunya, si sopir bis menelepon surat kabar New York Post untuk menceritakan kisah indah tersebut. Yang tak kalah menariknya, saat itu seorang penulis lagu berada dalam bis itu. Kisah nyata itu kemudian menginspirasinya untuk menulis sebuah lagu. Pebruari 1973, lagu berjudul " Tie a Yellow Ribbon Around the old Oak Tree " ini dirilis dan langsung menjadi hits.
Saat ini, Siapakah orang yang Roh Kudus ingatkan pernah membuat kesalahan yang begitu menyakitkan kepada Anda? Mari selesaikan . . . hubungi lewat telpon atau buat janji ketemu bila perlu, dan berilah pengampunan yang setulus-tulusnya. Kesabaran, penerimaan dan pengampunan adalah bagian dari kasih. Kasih yang nyata membawa dampak yang luar biasa. Biarlah kita hidup saling menerima dan mengampuni. Tuhan Yesus memberkati.
sUMBER http://www.facebook.com/l/fca4a;:theworldcare.com
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Sabtu, 07 November 2009
OBAT KESEPIAN
Kolose 4:2-6
Kolose 4:2
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.
Hampir semua orang pernah mengalami kesepian, termasuk anak2 yang sedang menikmati dunia main dan ceria. sebab, dipasar yang hiruk pikuk atau berkendaraan umum yang berpenumpang banyak orang pun kita dapat mengalami kesepian. apalagi jika berdiam seorang diri saat sedang menderita dan ditinggalkan oleh sahabat serta berada terasing dari kaum keluarga yang kita kasihi. adalah wajar jika kita dihinggapi kesepian. Namun bila kesepian itu berkepanjangan, kita harus hati2 dan segera mencari jalan keluarnya.
Doa merupakan penawar kesepian bagi banyak orang. Mari kita renungkan Mazmur 25:16, "Berpalinglah kepadaku dan kasihilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas." Nyanyian ini mengungkapkan kebutuhan manusiawi akan doa sepanjang kita hidup, yang merupakan pujian atau permhonan dihadapan ALLAH. YESUS mendorong kita agar kita menggabungkan diri dengan orang lain dalam doa, ketika IA berkata, "Sebab dimana ada dua atau tiga orang bekumpul dalam nama-Ku, disitu AKU ada ditengah2 mereka."(Matius 18:20)
Artinya, dengan menjalin sukacita, masalah, serta kebutuhan kita bersama orang lain,kita menambah kekuatan yang ALLAH sediakan melalui persaudaraan seiman. Ketika saudara dihinggapi kesepian lagi, baik pada saat menyendiri maupun ditengah-tengah kerumunan orang, BERDOALAH. Doa dapat menjadi teman sepanjang masa dan merupakan pintu yang selalu terbuka untuk masuk ke hadirat ALLAH. Kita berdoa agar kita sadar bahwa ALLAH selalu peduli terhadap kita. Ketika kita hidup dengan keyakinan bahwa ALLAH selalu hadir, saat itu pula kesepian perlahan-lahan namun pasti, menyingkir dari kita.
Source: Jamahan Kuasa-Nya @ Agustus 2007
Blessing Family Centre
Kolose 4:2
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.
Hampir semua orang pernah mengalami kesepian, termasuk anak2 yang sedang menikmati dunia main dan ceria. sebab, dipasar yang hiruk pikuk atau berkendaraan umum yang berpenumpang banyak orang pun kita dapat mengalami kesepian. apalagi jika berdiam seorang diri saat sedang menderita dan ditinggalkan oleh sahabat serta berada terasing dari kaum keluarga yang kita kasihi. adalah wajar jika kita dihinggapi kesepian. Namun bila kesepian itu berkepanjangan, kita harus hati2 dan segera mencari jalan keluarnya.
Doa merupakan penawar kesepian bagi banyak orang. Mari kita renungkan Mazmur 25:16, "Berpalinglah kepadaku dan kasihilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas." Nyanyian ini mengungkapkan kebutuhan manusiawi akan doa sepanjang kita hidup, yang merupakan pujian atau permhonan dihadapan ALLAH. YESUS mendorong kita agar kita menggabungkan diri dengan orang lain dalam doa, ketika IA berkata, "Sebab dimana ada dua atau tiga orang bekumpul dalam nama-Ku, disitu AKU ada ditengah2 mereka."(Matius 18:20)
Artinya, dengan menjalin sukacita, masalah, serta kebutuhan kita bersama orang lain,kita menambah kekuatan yang ALLAH sediakan melalui persaudaraan seiman. Ketika saudara dihinggapi kesepian lagi, baik pada saat menyendiri maupun ditengah-tengah kerumunan orang, BERDOALAH. Doa dapat menjadi teman sepanjang masa dan merupakan pintu yang selalu terbuka untuk masuk ke hadirat ALLAH. Kita berdoa agar kita sadar bahwa ALLAH selalu peduli terhadap kita. Ketika kita hidup dengan keyakinan bahwa ALLAH selalu hadir, saat itu pula kesepian perlahan-lahan namun pasti, menyingkir dari kita.
Source: Jamahan Kuasa-Nya @ Agustus 2007
Blessing Family Centre
Rabu, 04 November 2009
Masa Lalu
Filipi 3:13-17
Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka- Amsal 4:25
Mark Twain pernah mengatakan, "Kalau seekor kucing pernah duduk di atas tungku panas, kucing itu tidak akan duduk di atas tungku panas lagi. Kucing itu juga tidak akan duduk lagi di atas tungku dingin." Kesimpulannya adalah kucing tersebut mengasosiasikan tungku dengan pengalaman yang buruk dan panas. Pengalaman yang buruk tersebut dibawanya terus, hingga ia menganggap setiap tungku (tidak peduli bahwa tungku itu dingin) adalah panas dan berbahaya.
Sedikit banyak kita juga seperti kucing tersebut. Sikap kita pada hari ini terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang terjadi di waktu lalu. Jika dalam sebuah situasi yang terjadi di masa lalu kita mengalami kegagalan, maka pada situasi yang sama di waktu yang berbeda pun, kita sering percaya bahwa kita akan gagal lagi.
Sederet pengalaman buruk di masa lalu mungkin pernah kita alami. Kegagalan-kegagalan yang terjadi di sepanjang perjalanan hidup kita. Kesalahan-kesalahan fatal yang sebenarnya bisa dihindarkan. Pengambilan keputusan yang salah, yang menyisakan sederet akibat sampai hari ini. Juga masa kecil yang buruk, tindakan-tindakan kekerasan yang kita terima, baik secara fisik maupun psikis, ucapan atau tindakan yang merendahkan, miskinnya kasih sayang dari orang tua dan masih banyak hal yang menimbulkan kepahitan dalam hati.
Jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran berharga bagi kita. Namun jangan pernah biarkan diri kita hidup di masa lalu. Jangan sampai pengalaman buruk di masa lalu menghantui dan membayangi kehidupan kita di masa kini. Jika tidak, hidup kita hanya akan dikuasai oleh ketakutan dan kekuatiran. Kita takut untuk mencoba hal-hal yang baru (yang mirip dengan kejadian buruk yang pernah kita alami). Kita takut untuk melihat masa depan, karena hidup kita masih dikuasai buruknya masa lalu. Kita takut untuk bersikap optimis. Kita takut menatap hidup dengan keberanian. Tapi, orang yang hidup dengan ketakutan tidak akan pernah sukses. Jadi, tinggalkan pengalaman buruk di masa lalu kita.
Saya lebih menyukai mimpi masa depan daripada sejarah masa lalu.
(Kwik)
» Ilustrasi Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
Blessing Family Centre
Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka- Amsal 4:25
Mark Twain pernah mengatakan, "Kalau seekor kucing pernah duduk di atas tungku panas, kucing itu tidak akan duduk di atas tungku panas lagi. Kucing itu juga tidak akan duduk lagi di atas tungku dingin." Kesimpulannya adalah kucing tersebut mengasosiasikan tungku dengan pengalaman yang buruk dan panas. Pengalaman yang buruk tersebut dibawanya terus, hingga ia menganggap setiap tungku (tidak peduli bahwa tungku itu dingin) adalah panas dan berbahaya.
Sedikit banyak kita juga seperti kucing tersebut. Sikap kita pada hari ini terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang terjadi di waktu lalu. Jika dalam sebuah situasi yang terjadi di masa lalu kita mengalami kegagalan, maka pada situasi yang sama di waktu yang berbeda pun, kita sering percaya bahwa kita akan gagal lagi.
Sederet pengalaman buruk di masa lalu mungkin pernah kita alami. Kegagalan-kegagalan yang terjadi di sepanjang perjalanan hidup kita. Kesalahan-kesalahan fatal yang sebenarnya bisa dihindarkan. Pengambilan keputusan yang salah, yang menyisakan sederet akibat sampai hari ini. Juga masa kecil yang buruk, tindakan-tindakan kekerasan yang kita terima, baik secara fisik maupun psikis, ucapan atau tindakan yang merendahkan, miskinnya kasih sayang dari orang tua dan masih banyak hal yang menimbulkan kepahitan dalam hati.
Jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran berharga bagi kita. Namun jangan pernah biarkan diri kita hidup di masa lalu. Jangan sampai pengalaman buruk di masa lalu menghantui dan membayangi kehidupan kita di masa kini. Jika tidak, hidup kita hanya akan dikuasai oleh ketakutan dan kekuatiran. Kita takut untuk mencoba hal-hal yang baru (yang mirip dengan kejadian buruk yang pernah kita alami). Kita takut untuk melihat masa depan, karena hidup kita masih dikuasai buruknya masa lalu. Kita takut untuk bersikap optimis. Kita takut menatap hidup dengan keberanian. Tapi, orang yang hidup dengan ketakutan tidak akan pernah sukses. Jadi, tinggalkan pengalaman buruk di masa lalu kita.
Saya lebih menyukai mimpi masa depan daripada sejarah masa lalu.
(Kwik)
» Ilustrasi Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
Blessing Family Centre
Senin, 02 November 2009
TIGA TIPE PEMBERI
Amsal 11:24-26
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya ...- Amsal 11:24
Kita semua tentu pernah memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Hanya saja motivasi kita memberi itu berbeda-beda. Ada yang memberi karena ada pamrih terselubung. Ada juga yang memberi karena terpaksa. Tapi ada juga yang memberi karena ketulusan hati dan ekspresi kasih.
Ada tiga macam pemberi. Si batu api, si spon dan si sarang lebah. Untuk mendapatkan si batu api, Anda harus menghantam dia. Walau sudah dihantam, biasanya Anda hanya mendapat sedikit serpihan dan percikan bunga api. Pelit untuk memberi. Kalau pun mau memberi itu selalu dengan pertunjukan besar-besaran. Pemberi macam ini akan selalu menuntut kalau namanya harus diumumkan dan berharap semua orang tahu.
Ada si spon. Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, Anda harus memerasnya lebih dulu, kalau perlu dengan aksi mengancam segala. Barulah si spon mau memberi. Memberi karena terpaksa. Memberi bukan dari hati.
Yang terakhir adalah pemberi tipe sarang lebah. Sarang lebah senang memberi, tanpa tekanan dan tanpa harus menunggu lebih dulu seseorang merengek-rengek kepadanya. Dia membiarkan madu yang dihasilkan terus mengalir agar orang yang sedang membutuhkannya bisa mendapatkannya. Uniknya, sarang lebah tidak akan pernah kehabisan. Ia akan selalu memberi, memberi dan selalu ada saja madu yang diberikannya, seolah tidak ada habisnya. *
Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kita pemberi macam bunga api yang selalu gembar-gembor ke sana ke mari untuk mengumumkan kedermawanan kita? Apakah kita pemberi macam spon yang menunggu ditekan dan dipaksa dulu? Ataukah kita seperti sarang lebah yang memberi karena ketulusan? Memberi karena ada iman bahwa yang telah mereka berikan akan segera diganti dengan baru. Berharap bahwa kita semua adalah orang Kristen yang suka memberi. Memberi karena ketulusan dan ekspresi kasih. Hal yang paling unik soal memberi adalah kita tidak akan pernah kekurangan di saat kita memberi. Tak pernah ada orang yang jatuh miskin karena ia memberi. Mengapa? Karena Tuhan selalu menggantinya dengan berkat yang selalu baru.
Apakah kita sudah menjadi pemberi yang tulus?
(Kwik - Paul Lee Tan, Encyclopedia of 7700 Illustrations)
» Ilustrasi Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
Blessing Family Centre
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya ...- Amsal 11:24
Kita semua tentu pernah memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Hanya saja motivasi kita memberi itu berbeda-beda. Ada yang memberi karena ada pamrih terselubung. Ada juga yang memberi karena terpaksa. Tapi ada juga yang memberi karena ketulusan hati dan ekspresi kasih.
Ada tiga macam pemberi. Si batu api, si spon dan si sarang lebah. Untuk mendapatkan si batu api, Anda harus menghantam dia. Walau sudah dihantam, biasanya Anda hanya mendapat sedikit serpihan dan percikan bunga api. Pelit untuk memberi. Kalau pun mau memberi itu selalu dengan pertunjukan besar-besaran. Pemberi macam ini akan selalu menuntut kalau namanya harus diumumkan dan berharap semua orang tahu.
Ada si spon. Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, Anda harus memerasnya lebih dulu, kalau perlu dengan aksi mengancam segala. Barulah si spon mau memberi. Memberi karena terpaksa. Memberi bukan dari hati.
Yang terakhir adalah pemberi tipe sarang lebah. Sarang lebah senang memberi, tanpa tekanan dan tanpa harus menunggu lebih dulu seseorang merengek-rengek kepadanya. Dia membiarkan madu yang dihasilkan terus mengalir agar orang yang sedang membutuhkannya bisa mendapatkannya. Uniknya, sarang lebah tidak akan pernah kehabisan. Ia akan selalu memberi, memberi dan selalu ada saja madu yang diberikannya, seolah tidak ada habisnya. *
Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kita pemberi macam bunga api yang selalu gembar-gembor ke sana ke mari untuk mengumumkan kedermawanan kita? Apakah kita pemberi macam spon yang menunggu ditekan dan dipaksa dulu? Ataukah kita seperti sarang lebah yang memberi karena ketulusan? Memberi karena ada iman bahwa yang telah mereka berikan akan segera diganti dengan baru. Berharap bahwa kita semua adalah orang Kristen yang suka memberi. Memberi karena ketulusan dan ekspresi kasih. Hal yang paling unik soal memberi adalah kita tidak akan pernah kekurangan di saat kita memberi. Tak pernah ada orang yang jatuh miskin karena ia memberi. Mengapa? Karena Tuhan selalu menggantinya dengan berkat yang selalu baru.
Apakah kita sudah menjadi pemberi yang tulus?
(Kwik - Paul Lee Tan, Encyclopedia of 7700 Illustrations)
» Ilustrasi Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
Blessing Family Centre
Senin, 19 Oktober 2009
ILUSTRASI TTG PENGORBANAN
Suatu ketika di sebuah desa kecil ada seorang pemuda miskin dan seorang wanita yg kaya tetapi buta suatu hari mereka berkenalan dan menjalin hubungan prcintaan hubungan berjalan dari hari ke hari dari bulan ke bulan dan suatu saat si pemuda bertanya kepada si wanita :
Pemuda : Suatu hari nanti jika Tuhan izinkan kmu bisa melihat dunia ini apa yg ingin kamu lakukan ....
Gadis : Satu hal yg menjadi kerindihan saya, saya ingin melihat org yg paling saya cintai (Si pemuda) dan aku berjanji setelah aku bisa melihat nanti aku akan menikah denganmu
Singkat cerita suatu hari ada seseorang yg mendonoorkan matanya utk si gadis singkat cerita si gadis di operasi. Tiba pada hari dimana si gadis harus membuka perbanya dan betapa terkejutnya si gadis melihat bahwa org yg selama ini ia cintai (Si pemuda) ternyata ia buta
Dengan spontan si gadis berkata bahwa SAYA MEMBATALKAN APA YG PERNAH SAYA JANJIKAN BAHWA SAYA TDK AKAN MENIKAH DGN KAMU
dengan perasaan kecewa si pemuda pulang kerumah dgn meneteskan air mata si pemuda menuliskan sebuah pesan di atas kertas kecil yg berisi :
"TOLONG JAGA BAIK2 MATA SAYA"
ternyata si pemuda yg sdh di tolak itulah yg memberikan sepasang matanya buat si gadis yg sangat ia cintai
Saudara2 semua sering kali kita menjadi sama seperti si gadis.
kita tau bahwa Tuhan Yesus bukan saja mengornankan matanya utk org yg Dia cintai tetapi Dia telah memberikan nyawanya buat kita tetapi sering kali kita tolak dan kita kecewakan Dia biarlah melalui ilistrasi ini kita sama2 belajar dan semakin bisa menhargai pengorbaan yg telah Allah berikan utk kita krn itu mengucap syukurlah sebab Tuhan baik....
GBU
Blessing Family Centre
Pemuda : Suatu hari nanti jika Tuhan izinkan kmu bisa melihat dunia ini apa yg ingin kamu lakukan ....
Gadis : Satu hal yg menjadi kerindihan saya, saya ingin melihat org yg paling saya cintai (Si pemuda) dan aku berjanji setelah aku bisa melihat nanti aku akan menikah denganmu
Singkat cerita suatu hari ada seseorang yg mendonoorkan matanya utk si gadis singkat cerita si gadis di operasi. Tiba pada hari dimana si gadis harus membuka perbanya dan betapa terkejutnya si gadis melihat bahwa org yg selama ini ia cintai (Si pemuda) ternyata ia buta
Dengan spontan si gadis berkata bahwa SAYA MEMBATALKAN APA YG PERNAH SAYA JANJIKAN BAHWA SAYA TDK AKAN MENIKAH DGN KAMU
dengan perasaan kecewa si pemuda pulang kerumah dgn meneteskan air mata si pemuda menuliskan sebuah pesan di atas kertas kecil yg berisi :
"TOLONG JAGA BAIK2 MATA SAYA"
ternyata si pemuda yg sdh di tolak itulah yg memberikan sepasang matanya buat si gadis yg sangat ia cintai
Saudara2 semua sering kali kita menjadi sama seperti si gadis.
kita tau bahwa Tuhan Yesus bukan saja mengornankan matanya utk org yg Dia cintai tetapi Dia telah memberikan nyawanya buat kita tetapi sering kali kita tolak dan kita kecewakan Dia biarlah melalui ilistrasi ini kita sama2 belajar dan semakin bisa menhargai pengorbaan yg telah Allah berikan utk kita krn itu mengucap syukurlah sebab Tuhan baik....
GBU
Blessing Family Centre
Minggu, 18 Oktober 2009
Apa sih tujuan baca Alkitab?? 1
ALKITAB tidak dibaca sebagai "history" tetapi sebagai "His Story" yang mengatur/menyatakan hubunganNya dengan manusia dan manusia dengan manusia melalui Hukum Rohani.
Alkitab adalah dasar Reformasi kehidupan dan kedaulatan Allah adalah segala - galanya. Karena Reformasi dalam hidup sangat menekankan Alkitab dan kedaulatan Allah sebagai pusat teologi.
ALKITAB sebagai bagian Sola Scriptura membantu manusia menjalani hidup dengan lebih EFEKTIF dan EFISIEN, ada begitu banyak kisah dan konsep dalam ALKITAB yang menjadi pedoman implementasi dalam kehidupan di dunia.
Membaca ALKITAB bisa mencari kebenaran objektif (Logos), tetapi ALKITAB jika dibaca dengan bimbingan Roh Kudus juga bisa mempunyai arti subjektif (Rhema)
~Apakah Tujuan Membaca ALKITAB ?
[1]Pencarian "Jati diri", hanya ALKITAB yg menerangkan dengan rinci mengapa dan apa sebab manusia jatuh ke dalam dosa, serta akibat dari dosa yg telah mereka lakukan.
Lewat ALKITAB kita juga bisa mengenal perbuatan-perbuatan baik dan tercela yg dilakukan oleh tokoh-tokoh yg dikisahkan oleh ALKITAB. Begitu gamblang dan dapat di ambil hikmahnya. Dalam ALKITAB ada begitu banyak kisah, ada begitu banyak INSPIRASI yang bisa membuat kehidupan ini menjadi lebih mudah untuk dijalani.
[2]Mengenal Tuhan lebih baik, hanya lewat ALKITAB kita dapat mengetahui apa keinginan Tuhan, apa yang Tuhan tidak suka, dan apa rencana Tuhan itu sendiri untuk menyelamatkan manusia (dalam diri Yesus Kristus).
*Jangan kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2)
bersambung,..
Blessing Family Centre
Alkitab adalah dasar Reformasi kehidupan dan kedaulatan Allah adalah segala - galanya. Karena Reformasi dalam hidup sangat menekankan Alkitab dan kedaulatan Allah sebagai pusat teologi.
ALKITAB sebagai bagian Sola Scriptura membantu manusia menjalani hidup dengan lebih EFEKTIF dan EFISIEN, ada begitu banyak kisah dan konsep dalam ALKITAB yang menjadi pedoman implementasi dalam kehidupan di dunia.
Membaca ALKITAB bisa mencari kebenaran objektif (Logos), tetapi ALKITAB jika dibaca dengan bimbingan Roh Kudus juga bisa mempunyai arti subjektif (Rhema)
~Apakah Tujuan Membaca ALKITAB ?
[1]Pencarian "Jati diri", hanya ALKITAB yg menerangkan dengan rinci mengapa dan apa sebab manusia jatuh ke dalam dosa, serta akibat dari dosa yg telah mereka lakukan.
Lewat ALKITAB kita juga bisa mengenal perbuatan-perbuatan baik dan tercela yg dilakukan oleh tokoh-tokoh yg dikisahkan oleh ALKITAB. Begitu gamblang dan dapat di ambil hikmahnya. Dalam ALKITAB ada begitu banyak kisah, ada begitu banyak INSPIRASI yang bisa membuat kehidupan ini menjadi lebih mudah untuk dijalani.
[2]Mengenal Tuhan lebih baik, hanya lewat ALKITAB kita dapat mengetahui apa keinginan Tuhan, apa yang Tuhan tidak suka, dan apa rencana Tuhan itu sendiri untuk menyelamatkan manusia (dalam diri Yesus Kristus).
*Jangan kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2)
bersambung,..
Blessing Family Centre
Apa sih tujuan baca Alkitab?? 2
[3]Menelaah doktrin - doktrin lewat ALKITAB. Hanya lewat ALKITAB kita bisa melihat mana doktrin-doktrin yang benar dan mana yang tidak.
[4]Mencari pengetahuan dalam ALKITAB. Ada banyak pengetahuan maupun sejarah dan arkeologi yg dapat kita simak lewat ALKITAB.
ALKITAB tidak memiliki kelemahan bila kita membacanya dengan hati terbuka dan hati jernih. Selama ratusan tahun sudah, sejak era reformasi di abad pertengahan, alkitab dicoba dikritisi dan disanggah...namun ALKITAB tetap menjadi terang dan pedoman bagi milyaran orang..
Alkitab memuat pengetahuan dan sejarah, namun alkitab juga memuat rincian pedoman moral dan bagaimana berinteraksi dengan sesama manusia dan Tuhan.
~ALKITAB wajib dibaca, dipahami dan ditransformasikan.
Sebagai orang Kristen, membaca Alkitab adalah suatu kewajiban, memahami ALKITAB adalah suatu kebutuhan, dan mentransformasikan pemahamannya dalam berbagai aspek riil kehidupan adalah seni menjalani kehidupan.
Banyak orang menemukan bahwa Alkitab adalah buku yang sulit untuk dibaca. Mereka memulai dengan niat baik tapi tak lama kemudian berhenti membacanya karena mereka tidak bisa memahami apa yang sedang mereka baca. Hal ini sangat disayangkan, karena:
(1) Alkitab adalah firman nyata dari Allah yang tak terbatas yang menciptakan alam semesta ini dan segala sesuatu di dalamnya, menyatakan kehendak-Nya mengenai bagaimana kita menjalani kehidupan kita.
(2) Firman Allah adalah kekuatan penyelamatan yang Dia terapkan pada kehidupan dari mereka-mereka yang telah diputuskan-Nya untuk diselamatkan - tidak ada seorang pun yang dapat diselamatkan selain melalui Firman Allah.
Bersyukur, Allah menunjukkan kepada kita cara untuk menafsirkan Alkitab sehingga kita dapat memahami apa yang sedang Ia katakan kepada kita. Kita sekarang akan membahas apa yang Allah sendiri katakan kepada kita tentang cara untuk memahami Alkitab.
Alkitab itu sendiri, dan dalam seluruh isinya merupakan pengungkapan Firman Allah:
*2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah,memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
*2 Petrus 1:21 Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
*1 Tesalonika 2:13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
~Menikmati Daya ALKITAB
*Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
*Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Tidak ada buku yang lebih penting dalam alam semesta. Allah tidak akan menyelamatkan siapa pun yang terlepas dari kuasa Firman-Nya. Ini adalah hal yang terpenting bagi semua umat manusia.
Alkitab berperan sebagai "Tafsir" untuk dirinya sendiri, dan "Kamus" untuk dirinya sendiri. Arti kata-kata dan frase-frase tidak ditentukan oleh hikmat manusia, atau dengan mempelajari literatur Yunani sekuler, tetapi oleh Allah - kita harus memperhatikan bagaimana Allah menggunakan kata-kata tersebut di bagian lain dalam Alkitab.
Seluruh Alkitab memuat makna rohani yang lebih dalam yang tersembunyi sebagai perumpamaan dan kiasan dalam ayat-ayat yang nampak seperti pernyataan moral atau historis yang sederhana.
Setiap pernyataan historis dan moral dalam Alkitab masih benar dan tepat adanya, tetapi kita dapat belajar lebih dalam lagi dengan melihat pesan rohani simbolis dari ayat-ayat ini. Yesus harus menegur para pengikut-Nya, dan sama halnya dengan orang-orang Farisi yang mencoba untuk memahami firman-Nya secara harafiah ketika Dia menyampaikannya secara simbolis (dengan makna rohani yang lebih dalam).
GBU
Blessing Family Centre
[4]Mencari pengetahuan dalam ALKITAB. Ada banyak pengetahuan maupun sejarah dan arkeologi yg dapat kita simak lewat ALKITAB.
ALKITAB tidak memiliki kelemahan bila kita membacanya dengan hati terbuka dan hati jernih. Selama ratusan tahun sudah, sejak era reformasi di abad pertengahan, alkitab dicoba dikritisi dan disanggah...namun ALKITAB tetap menjadi terang dan pedoman bagi milyaran orang..
Alkitab memuat pengetahuan dan sejarah, namun alkitab juga memuat rincian pedoman moral dan bagaimana berinteraksi dengan sesama manusia dan Tuhan.
~ALKITAB wajib dibaca, dipahami dan ditransformasikan.
Sebagai orang Kristen, membaca Alkitab adalah suatu kewajiban, memahami ALKITAB adalah suatu kebutuhan, dan mentransformasikan pemahamannya dalam berbagai aspek riil kehidupan adalah seni menjalani kehidupan.
Banyak orang menemukan bahwa Alkitab adalah buku yang sulit untuk dibaca. Mereka memulai dengan niat baik tapi tak lama kemudian berhenti membacanya karena mereka tidak bisa memahami apa yang sedang mereka baca. Hal ini sangat disayangkan, karena:
(1) Alkitab adalah firman nyata dari Allah yang tak terbatas yang menciptakan alam semesta ini dan segala sesuatu di dalamnya, menyatakan kehendak-Nya mengenai bagaimana kita menjalani kehidupan kita.
(2) Firman Allah adalah kekuatan penyelamatan yang Dia terapkan pada kehidupan dari mereka-mereka yang telah diputuskan-Nya untuk diselamatkan - tidak ada seorang pun yang dapat diselamatkan selain melalui Firman Allah.
Bersyukur, Allah menunjukkan kepada kita cara untuk menafsirkan Alkitab sehingga kita dapat memahami apa yang sedang Ia katakan kepada kita. Kita sekarang akan membahas apa yang Allah sendiri katakan kepada kita tentang cara untuk memahami Alkitab.
Alkitab itu sendiri, dan dalam seluruh isinya merupakan pengungkapan Firman Allah:
*2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah,memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
*2 Petrus 1:21 Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
*1 Tesalonika 2:13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
~Menikmati Daya ALKITAB
*Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
*Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Tidak ada buku yang lebih penting dalam alam semesta. Allah tidak akan menyelamatkan siapa pun yang terlepas dari kuasa Firman-Nya. Ini adalah hal yang terpenting bagi semua umat manusia.
Alkitab berperan sebagai "Tafsir" untuk dirinya sendiri, dan "Kamus" untuk dirinya sendiri. Arti kata-kata dan frase-frase tidak ditentukan oleh hikmat manusia, atau dengan mempelajari literatur Yunani sekuler, tetapi oleh Allah - kita harus memperhatikan bagaimana Allah menggunakan kata-kata tersebut di bagian lain dalam Alkitab.
Seluruh Alkitab memuat makna rohani yang lebih dalam yang tersembunyi sebagai perumpamaan dan kiasan dalam ayat-ayat yang nampak seperti pernyataan moral atau historis yang sederhana.
Setiap pernyataan historis dan moral dalam Alkitab masih benar dan tepat adanya, tetapi kita dapat belajar lebih dalam lagi dengan melihat pesan rohani simbolis dari ayat-ayat ini. Yesus harus menegur para pengikut-Nya, dan sama halnya dengan orang-orang Farisi yang mencoba untuk memahami firman-Nya secara harafiah ketika Dia menyampaikannya secara simbolis (dengan makna rohani yang lebih dalam).
GBU
Blessing Family Centre
Rabu, 14 Oktober 2009
KEMENANGAN DALAM PENGHARAPAN
Apa yang muncul dalam pikiran anda jika mendengar kata "perang"? Mungkin gambaran pertama adalah banyaknya pasukan dengan senjatanya atau banyaknya korban yang berserakan dimana-mana. Perang adalah kondisi yang paling ditakuti oleh setiap orang. Belum lagi di dalam peperangan, setiap saat hidup kita bisa terancam hilang. Kita bisa saja terluka, tertancap benda tajam, tertembak, menginjak ranjau ataupun mati seketika. Tidak kita sadari terkadang kehidupan kita juga seperti berjalan dalam sebuah "medan peperangan".
Ada banyak rintangan-rintangan yang harus kita hadapi. Rintangan dalam pekerjaan, rumah tangga, hubungan dengan sesama, ataupun rintangan yang menghalangi masa depan kita. Mungkin saja kita harus melewati banyak hal yang rasanya begitu berat buat kita, mengancam kehidupan kita, serta menghadirkan ketakutan-ketakutan yang menghantui kehidupan kita. Kita melangkah dengan rasa kuatir karena jika kita salah berpijak bisa saja kita terluka, terperangkap, tersiksa,kehilangan semangat hidup lalu perlahan mati.
Di dalam Mazmur 27 yang berjudul Aman dalam lindungan Allah, Daud juga sedang menghadapi sebuah "medan peperangan". Tentunya yang Dauh hadapin adalah peperangan yang sesungguhnya. Tetapi apapun yang namanya peperangan, ketakutan-ketakutan yang dihadapi pastilah ketakutan-ketakutan yang tidak jauh berbeda. Namun Daud memiliki rasa optimis yang tinggi didalam menghadapi peperangannya. Dikatakan demikian pada ayat-ayatnya, (1)"Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepadakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku terhadap siapakah aku harus gemetar? " Membaca ayat ini tentunya pastilah saat itu Daudpun merasa takut. Bukankah Daud hanya seorang manusia biasa yang juga tidak kebal terhadap rasa takut?
Lalu dalam ayat selanjutnya dikatakan juga (2) "Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. Daudpun dikelilingi oleh berbagai rintangan yang menghalangi langkahnya. Jiwanyapun terancam.
Tetapi didalam ayatnya yang selanjutnya ayat (3) Ia mengatakan,"Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya." Ketika kita membaca dan merenungkan ayat ketiga ini, ada sebuah rahasia yang terkandung di dalamnya. Rahasia kemenangan yang Daud miliki dalam menghadapi peperangannya adalah Daud berani berkata dengan yakin "tidak takut hatiku" karena "aku tetap percaya".
Dikatakan pada ayat selanjutnya (5) Sebab Allah melindungi aku dalam pondok-Nya. Pada waktu bahaya; Allah menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemahNya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. (6) Maka sekarang tegaklah kepalaku mengatasi musuh-musuhku sekeliling aku…" .Ya, Daud di dalam peperangannya tetap percaya bahwa Allah melindunginya. Allah menyediakan tempat perlindungan sehingga Daudpun dapat menenggakkan kepalanya untuk "berani" berperang untuk mengatasi musuh-musuhnya. Berani mencapai kemenangan di dalam pengharapannya.
Memang kita memiliki "peperangan" masing-masing di dalam kehidupan kita. Kita juga bisa terluka kapan saja, bahkan bisa mati kapan saja, baik itu mati jasmani ataupun mati rohani karena tidak kuatnya diri kita di dalam menghadapi "peperangan" kita. Namun, "Peperangan" kita dapat kita hadapi bersama Allah dan ketakutan kita akan rintangan-rintangan yang ada seharusnya sedikit-sedikit berkurang dan lama kelamaan akan menjadi hilang sama sekali. Marilah mulai saat ini, janganlah berjalan sendirian, berperanglah bersama Allah dalam menghadapi setiap rintangan yang ada di hadapan kita. Sama seperti Daud, janganlah hati kita takut karena Allah yang akan menegakkan kepala kita dan yang akan memberikan pengharapan di dalam peperangan untuk kemenangan kita. Tetaplah percaya senantiasa.
Blessing Family Centre
Ada banyak rintangan-rintangan yang harus kita hadapi. Rintangan dalam pekerjaan, rumah tangga, hubungan dengan sesama, ataupun rintangan yang menghalangi masa depan kita. Mungkin saja kita harus melewati banyak hal yang rasanya begitu berat buat kita, mengancam kehidupan kita, serta menghadirkan ketakutan-ketakutan yang menghantui kehidupan kita. Kita melangkah dengan rasa kuatir karena jika kita salah berpijak bisa saja kita terluka, terperangkap, tersiksa,kehilangan semangat hidup lalu perlahan mati.
Di dalam Mazmur 27 yang berjudul Aman dalam lindungan Allah, Daud juga sedang menghadapi sebuah "medan peperangan". Tentunya yang Dauh hadapin adalah peperangan yang sesungguhnya. Tetapi apapun yang namanya peperangan, ketakutan-ketakutan yang dihadapi pastilah ketakutan-ketakutan yang tidak jauh berbeda. Namun Daud memiliki rasa optimis yang tinggi didalam menghadapi peperangannya. Dikatakan demikian pada ayat-ayatnya, (1)"Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepadakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku terhadap siapakah aku harus gemetar? " Membaca ayat ini tentunya pastilah saat itu Daudpun merasa takut. Bukankah Daud hanya seorang manusia biasa yang juga tidak kebal terhadap rasa takut?
Lalu dalam ayat selanjutnya dikatakan juga (2) "Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. Daudpun dikelilingi oleh berbagai rintangan yang menghalangi langkahnya. Jiwanyapun terancam.
Tetapi didalam ayatnya yang selanjutnya ayat (3) Ia mengatakan,"Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya." Ketika kita membaca dan merenungkan ayat ketiga ini, ada sebuah rahasia yang terkandung di dalamnya. Rahasia kemenangan yang Daud miliki dalam menghadapi peperangannya adalah Daud berani berkata dengan yakin "tidak takut hatiku" karena "aku tetap percaya".
Dikatakan pada ayat selanjutnya (5) Sebab Allah melindungi aku dalam pondok-Nya. Pada waktu bahaya; Allah menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemahNya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. (6) Maka sekarang tegaklah kepalaku mengatasi musuh-musuhku sekeliling aku…" .Ya, Daud di dalam peperangannya tetap percaya bahwa Allah melindunginya. Allah menyediakan tempat perlindungan sehingga Daudpun dapat menenggakkan kepalanya untuk "berani" berperang untuk mengatasi musuh-musuhnya. Berani mencapai kemenangan di dalam pengharapannya.
Memang kita memiliki "peperangan" masing-masing di dalam kehidupan kita. Kita juga bisa terluka kapan saja, bahkan bisa mati kapan saja, baik itu mati jasmani ataupun mati rohani karena tidak kuatnya diri kita di dalam menghadapi "peperangan" kita. Namun, "Peperangan" kita dapat kita hadapi bersama Allah dan ketakutan kita akan rintangan-rintangan yang ada seharusnya sedikit-sedikit berkurang dan lama kelamaan akan menjadi hilang sama sekali. Marilah mulai saat ini, janganlah berjalan sendirian, berperanglah bersama Allah dalam menghadapi setiap rintangan yang ada di hadapan kita. Sama seperti Daud, janganlah hati kita takut karena Allah yang akan menegakkan kepala kita dan yang akan memberikan pengharapan di dalam peperangan untuk kemenangan kita. Tetaplah percaya senantiasa.
Blessing Family Centre
Selasa, 13 Oktober 2009
MENGALAHKAN BAYANGAN
Seorang anak kecil bercucuran keringat. Ia telah berusaha cukup lama berlari dan terus berlari. Ia ingin mengalahkan sesuatu di depannya, ia ingin melampaui bayangannya sendiri. Namun semakin ia kejar, semakin yang dikejar itu menjauh mendahuluinya. Tak peduli berapa jauh ia mengejar, berapa cepat ia berlari, bayangannya selalu tetap saja berada di depannya, pada hal ia kini sudah kehabisan tenaga.
Akhirnya orangtuanya tahu juga apa yang sedang diperbuat anaknya. Sang ibu dengan penuh kasih memberikan sebuah nasihat yang amat sederhana; 'Anakku sayang! Hanya ada satu tindakan sederhana yang perlu engkau perbuat untuk mengalahkan bayanganmu, yakni berjalan menghadap matahari. Karena dengan itu bayanganmu pasti akan berada di belakangmu. Hanya dengan itu engkau menjadi pemenangnya'.
----------
- Anda mungkin pernah atau sedang berusaha sekuat tenaga untuk melampaui suatu 'bayangan' tertentu. Mungkin anda berhadapan dengan problema pekerjaan, setudi, atau masyalah perkawinan dan kehidupan rumah tangga.
- Bila saat itu datang, mari kita berdiri menghadap sang Matahari abadi
yang memancar dalam setiap hati.
Yesus yang bangkit adalah Matahari sejati kita.
sumber: pondok renungan
Blessing Family Centre
Akhirnya orangtuanya tahu juga apa yang sedang diperbuat anaknya. Sang ibu dengan penuh kasih memberikan sebuah nasihat yang amat sederhana; 'Anakku sayang! Hanya ada satu tindakan sederhana yang perlu engkau perbuat untuk mengalahkan bayanganmu, yakni berjalan menghadap matahari. Karena dengan itu bayanganmu pasti akan berada di belakangmu. Hanya dengan itu engkau menjadi pemenangnya'.
----------
- Anda mungkin pernah atau sedang berusaha sekuat tenaga untuk melampaui suatu 'bayangan' tertentu. Mungkin anda berhadapan dengan problema pekerjaan, setudi, atau masyalah perkawinan dan kehidupan rumah tangga.
- Bila saat itu datang, mari kita berdiri menghadap sang Matahari abadi
yang memancar dalam setiap hati.
Yesus yang bangkit adalah Matahari sejati kita.
sumber: pondok renungan
Blessing Family Centre
Senin, 12 Oktober 2009
KEKUATIRAN
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."(1 Petrus 5:7)
Situasi dan kondisi yang tidak menentu, seperti sekarang ini membuat orang menjadi kuatir. Orang sulit untuk mengambil keputusan karena hati mereka tidak tenang. Takut dan gelisah setiap hari, karena lebih banyak memikirkan dunia ini. Ini mengakibatkan mereka tidak berkembang. Memang hal yang normal jika seseorang mempunyai rasa kuatir. Namun kalau kekuatiran itu berkembang menjadi gaya hidup, maka itu menjadi tidak normal. Pada akhirnya merugikan diri sendiri. Orang menjadi tidak dapat tidur dengan baik dan akhirnya jatuh sakit karena kekuatiran.
Kekuatiran merupakan sikap ketidakpercayaan kepada Tuhan. Tidak percaya bahwa Tuhan sanggup memelihara dan memberikan jalan keluar. Padahal dengan kita kuatir tidak menambah apapun. Tuhan mengenal benar siapa manusia itu sehingga Dia katakan:…Janganlah kuatir akan hidupmu…(Matius 6:25). Tuhan membandingkan manusia dengan burung-burung yang Dia ciptakan. Burung saja dipelihara oleh Tuhan apalagi manusia yang jauh melebihi burung-burung itu. Jika sudah mengetahui bahwa kekuatiran tidak membuahkan apa-apa lalu mengapa anak-anak Tuhan masih saja kuatir? Justru situasi yang sulit adalah saat tepat untuk anak-anak Tuhan membuktikan iman percayanya kepada Tuhan.
Dengan kesadaran bahwa hidup kita bukan milik kita sendiri melainkan milik Allah, kita dapat mengatasi kekuatiran. Karena Allahlah yang bertanggung jawab penuh dalam hidup kita. Percayakan hidup kepada Tuhan dan berhentilah memikirkan hal yang tidak berguna. Tuhan yang menciptakan, Tuhan yang memelihara, terpujilah nama Tuhan.
(TW)
Doa : Terimakasih Tuhan Yesus, untuk Firman-Mu hari ini yang mengajarkan kepada saya untuk tidak kautir. Ampuni saya karena karena sering lupa bahwa Tuhan jauh lebih memahami apa yang saya butuhkan. Amin.
Blessing Family Centre
Situasi dan kondisi yang tidak menentu, seperti sekarang ini membuat orang menjadi kuatir. Orang sulit untuk mengambil keputusan karena hati mereka tidak tenang. Takut dan gelisah setiap hari, karena lebih banyak memikirkan dunia ini. Ini mengakibatkan mereka tidak berkembang. Memang hal yang normal jika seseorang mempunyai rasa kuatir. Namun kalau kekuatiran itu berkembang menjadi gaya hidup, maka itu menjadi tidak normal. Pada akhirnya merugikan diri sendiri. Orang menjadi tidak dapat tidur dengan baik dan akhirnya jatuh sakit karena kekuatiran.
Kekuatiran merupakan sikap ketidakpercayaan kepada Tuhan. Tidak percaya bahwa Tuhan sanggup memelihara dan memberikan jalan keluar. Padahal dengan kita kuatir tidak menambah apapun. Tuhan mengenal benar siapa manusia itu sehingga Dia katakan:…Janganlah kuatir akan hidupmu…(Matius 6:25). Tuhan membandingkan manusia dengan burung-burung yang Dia ciptakan. Burung saja dipelihara oleh Tuhan apalagi manusia yang jauh melebihi burung-burung itu. Jika sudah mengetahui bahwa kekuatiran tidak membuahkan apa-apa lalu mengapa anak-anak Tuhan masih saja kuatir? Justru situasi yang sulit adalah saat tepat untuk anak-anak Tuhan membuktikan iman percayanya kepada Tuhan.
Dengan kesadaran bahwa hidup kita bukan milik kita sendiri melainkan milik Allah, kita dapat mengatasi kekuatiran. Karena Allahlah yang bertanggung jawab penuh dalam hidup kita. Percayakan hidup kepada Tuhan dan berhentilah memikirkan hal yang tidak berguna. Tuhan yang menciptakan, Tuhan yang memelihara, terpujilah nama Tuhan.
(TW)
Doa : Terimakasih Tuhan Yesus, untuk Firman-Mu hari ini yang mengajarkan kepada saya untuk tidak kautir. Ampuni saya karena karena sering lupa bahwa Tuhan jauh lebih memahami apa yang saya butuhkan. Amin.
Blessing Family Centre
Langganan:
Postingan (Atom)